Minggu, 20 Februari 2011

Pinggang - Jangan Takut !

Sakit pinggang saya berawal dari sekitar 3 tahun yang lalu. Awalnya hanya nyeri biasa saja, namun semakin hari rasa sakit itu bertambah parah sampai – sampai di bawa ke dokter beberapa kali dan sempat di usg namun hasilnya nihil. Rasa sakit di pinggang masih saja sama, bahkan bertambah parah. Akhirnya sampai di puncak rasa sakit, saya benar – benar tidak bisa bangun dari tempat tidur, jika ingin ke kamar mandipun harus di gendong oleh anak saya dan saudara saya. Jujur saya bingung dan takut, jangan – jangan saya jadi lumpuh gara – gara sakit pinggang ini. Sayapun berdoa dan terus berdoa.

Pada malam hari saya ingin ke wc, sayapun terbangun, namun rasa sakit kembali menyergap, sangat sakit sampai – sampai ingin menangis rasanya. Saya memanggil anak dan saudara saya untuk menggendong ke wc, sesampainya di wc, tiba – tiba saya melihat sekeliling menjadi gelap, semakin gelap, saya menjadi takut kalau – kalau saya pingsan karena rasa sakit yang begitu parah. Rasa takut saya menutupi semua keinginan untuk berdoa, hanya rasa takut yang terus menghantui dan menghalangi untuk berdoa, namun saudara saya tiba – tiba berdoa dan bertanya pada Tuhan dan Tuhan berkata “ Jangan Takut ! “, sayapun tersadar untuk tidak takut, saat saya mengatasi rasa takut saya tiba – tiba pandangan saya terhadap sekeliling yang tadinya gelap seketika juga menjadi normal, namun rasa sakit masih tetap ada.

Akhirnya saya di gendong dibawa ke kamar, dan kamipun berdoa bersama, tiba – tiba Tuhan berbicara kembali melalui saudara saya, “ Kalau kamu percaya sekarang bangun dan loncat – loncat ! “, jujur saya sedikit tidak percaya, namun Tuhan tiba – tiba memberi iman kepada saya, dengan sekuat tenaga, tanpa pikir panjang sayapun berdiri dan loncat – loncat saat itu juga ! Setelah sadar saya bisa loncat – loncat, sayapun menangis dan sangat mengucap syukur karena Tuhan telah membuang rasa takut saya dan menyembuhkan saat itu juga.

Kamis, 10 Februari 2011

BISUL

Bermula dari seperti jerawat di leher samping kanan saya pencet, tapi rupanya menjadi seperti infeksi, hanya tidak merasakan sakit apa-apa, sampai berbulan-bulan, saya masih tidak merasakan apa-apa dan sudah melupakannya.
Tapi suatu hari, saya raba leher kanan saya, ternyata sudah ada benjolan sebesar kelereng, hanya benjolan tersebut berada di dalam. Sempet saya tanya Tuhan, “Tuhan ini apaan?Apa ga apa-apa?” Tuhan menjawab “Itu ga apa-apa” Jujur, takut juga saya, karena tadinya tidak ada, tapi saya berusaha menenangkan diri sendiri, sambil berusaha melupakan benjolan tersebut, sebab pikirku, asal tidak membesar ya tidak apa-apa.

Beberapa bulan berlalu, tiba-tiba suatu siang, kepala saya sakit sekali, kepala belakang saya, seperti ada urat yang ditarik-tarik, dan keadaan sakit tersebut terus menerus, tiap menit, dan tidak sakit kalau pas saya tidur saja.

Tapi Yesus saya itu luar biasa, saya tidak merasakan sakit apabila saya bekerja dan apabila tidur, saya diberi tidur yang nyenyak..padahal kepala saya itu sakit luar biasa.
Suatu siang, kepala saya sakit sekali, Adik saya yang banyak dipakai Tuhan, akhirnya ngomong juga, kenapa ya sakit terus...terus dia dekati saya, di belakang saya dekat leher...begitu dekat dia bilang, kok bau ya, kenapa bau...akhirnya dia cium-cium lagi, ternyata baunya berasal dari benjolan di leher saya, dan ketika ia pegang, ternyata keluar seperti cairan yang bau....Terus Tuhan bilang kepada adik saya, supaya dipencet sampai tuntas, sampai keluar darahnya...
Puji Tuhan, keluar juga, muncrat sana-sini dan terutama baunya yang luar biasa..sampai ia tutup hidung, juga yang ada disekitar saya...Terus terang pas dipencet, cukup sakit juga karena benjolan itu letaknya di dalam sehingga setelah dipencet tersebut, leher saya biru-biru semua, lecet.. Rupanya karena kasihan lihat saya, adik saya jadi berhenti pencetnya dan itu berarti belum tuntas...
2 minggu kemudian, benjolan itu jadi tambah besar, beberapa kali dari semula...hanya anehnya Tuhan bilang pada saya, nanti minggu kalau saya sembuh sakit kepalanya..dan itu benar-benar terjadi, hari minggu, tepatnya 1 minggu setelah bisul saya dipencet, kepala saya benar-benar sembuh..hanya benjolannya bukannya hilang, tapi tambah biru bahkan hampir ungu..., tidak kelihatan mata bisulnya sama sekali...
Sebenarnya saya sudah bilang sama Tuhan kalau saya mau operasi kecil saja, karena saya takut itu bukan bisul...tapi Tuhan bilang pada adik saya dan saya kalau itu tidak apa-apa, jangan takut, dan nanti juga sembuh, tidak usah ke dokter...
Saya hanya bilang, Tuhan, mudah-mudahan bisa keluar, dan sembuh.. Tapi memang ajaib, Tuhan saya itu..harusnya bisul segede itu pasti sangat sakit, tapi saya malahan tidak merasakan apa-apa,..Doa saya dikabulkan oleh Tuhan, benar-benar bisa keluar sendiri, nanah & cairannya, tuntas semuanya..
Puji buat Tuhan, dan saya dididik supaya tidak takut... dan saya mau terus untuk dididik Tuhan lebih dan lebih lagi..amin
Peperangan Rohani – Dieng


Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah – pemerintah, melawan penguasa – penguasa, melawan penguhulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “ ( Efesus 6 : 12 )

Seperti yang kita ketahui, Peperangan Rohani merupakan hal yang real dan nyata yang terjadi di alam Roh dan akan terjadi di alam Daging. Peperangan Rohani yang dilakukan dengan otoritas Tuhan memiliki efek yang luar biasa di alam Daging, misalnya dalam membawa lawatan, membawa pertobatan, dan membawa kelepasan dari yang sebelumnya terikat dengan kuasa – kuasa kegelapan dimana penguasa – penguasa di udara diikat dan ditumbangkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebab dengan jelas dikatakan dalam Efesus 6 : 12 dikatakan “ pemerintah – pemerintah....penguasa – penguasa, penghulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “

Peperangan ini terjadi sekitar bulan Juli kami menghadiri KKR di Semarang, setelah kebaktian selama kurang lebih 4 hari 3 malam kami semua berencana untuk berlibur ke daerah Dieng di Jawa Tengah dan Tuhanpun mengijinkan kami untuk berlibur di daerah tersebut. Singkat cerita kami tidak mengetahui rencana Tuhan untuk berperang di daerah tersebut sehingga kami hanya berlibur seperti biasa, namun Tuhan tiba – tiba memberi instruksi untuk berperang dan mengikat penguasa – penguasa di daerah tersebut. Sesampainya di Dieng, kami mulai berdoa untuk mengikat penguasa – penguasa di daerah Dieng, kami berdoa di sebuah menara yang biasa di gunakan untuk melihat pemandangan. Saat kami mulai berdoa, aneh sekali, serangan si iblis begitu cepat, angin tiba – tiba bertiup sangat kencang dan hujan gerimispun mulai turun, suhu dingin semakin menusuk tulang, hampir – hampir kami tidak bisa berkonsentrasi karena udara yang begitu dingin, namun kami tetap berdoa dan tidak berhenti hanya karena udara dingin dan hujan yang turun.

Setelah berdoa di atas menara yang begitu dingin, kami beralih dengan tuntunan Roh Kudus ke areal candi yang dahulu digunakan sebagai tempat pemujaan serta tempat pesugihan yang ternyata digunakan untuk meminta – minta kekayaan, kedudukan, anak, kepintaran, bahkan pejabat-pejabat negara pernah bermeditasi di dalam gua tersebut. Jumlah gua tersebut ada sekitar 6 buah, dimana masing – masing gua memiliki kekuatan gaib tersendiri untuk memenuhi keinginan bagi yang memintanya. Kami pun berdoa kembali, kami ikat setiap penguasa – penguasa dan mentahirkannya sehingga hanya kerajaan Tuhan yang datang dan berkuasa atas tempat itu. Selesai doa perang, kami mulai berjalan meninggalkan lokasi pemujaan tersebut, ketika kami berjalan keluar, tiba – tiba juru kunci dari tempat tersebut datang dengan membawa sesajen dan bertanya – tanya pada orang. Kami tahu satu hal, ketika kami mengikat dan berperang dengan otoritas Tuhan maka kemenangan sudah dapat dipastikan sehingga juru kunci tempat tersebut merasa ada yang janggal dengan tempat yang ia jagai. Mengetahui hal tersebut kami mengucap syukur kepada Tuhan, sebab Tuhan yang berperang bagi kita !

Selasa, 08 Februari 2011

Sehari-hari dengan Tuhan Yesus 1

Banyak diantara kita pernah mendengar komentar dari sesama anak Tuhan, bahwa masa hal-hal kecil perlu tanya Tuhan .... masak Tuhan Yesus ngurusin yang kecil-kecil atau remeh-remeh...
Anda sebagai anak Tuhan perlu mengenalNya mulai dari hal-hal yang kecil karena Tuhan Yesus selalu membuka tanganNya bagi anak-anakNya yang ingin mengenal lebih dalam. Hal ini saya alami, suatu pagi beberapa tahun lalu, saya ada janji bertemu dengan calon klien di Bintaro Sektor IX, jujur saya tidak tahu jalan kesana dan belum pernah kelokasi tersebut. Oleh karena itu, saya bermaksud berangkat lebih awal untuk mencari jalan dan lokasi Bintaro, tetapi Tuhan minta saya pagi itu membaca FirmanNya dan mencatat pasal dan ayat yang saya baca untuk diberikan kepada saudara-saudara saya yang sedang bertamu di rumah. Tuhan berkata “ kamu harus beri makan rohani saudara-saudaramu”, saya mengikuti yang Dia mau, selesai memberikan rangkuman pasal dan ayat saya bergegas berangkat dari rumah mengemudi sendiri. Saya tanya, Tuhan ke Bintaro Sektor IX saya belum tahu sama sekali, mau lewat mana ya ? Kata Tuhan lewat tol Pondok Indah, saya menurut, lewat Slipi masuk tol menuju Pondok Indah. Saya tanya lagi, Tuhan nanti itu keluarnya dari pintu mana ya ? JawabNya jelas sekali “Pintu Pondok Aren”, baik Tuhan. Jujur saya tidak tahu yang namanya Pondok Aren itu dimana. Sampai di pintu tol menuju arah Pondok Indah saya bayar karcis, karena memang tidak yakin maka saya tanya petugas pintu Tol, pak kalau saya mau ke Bintaro Sektor IX itu keluar pintu mana ? Jawabnya, keluar pintu Veteran. Sepanjang jalan tol pondok indah saya cari mana sih pintu Veteran, tidak ketemu sampai ujung, yang ada adalah pintu Pondok Aren. Hebat kataku di mobil sendirian, Tuhanku lebih akurat daripada petugas tol yang tiap hari jaga.
Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita” ( Mazmur 33:20 )
Nah, saudara-saudara seiman, Tuhan Yesus itu maha penolong dan kuasa, Dia masih punya waktu untuk meresponi keinginan kita untuk mendekat kepadaNya. Jadi berinteraksi dengan Tuhan itu bukan untuk hal-hal besar saja tetapi mulailah dari hal-hal sehari-hari. Percayalah, Tuhan Yesus mau koq diajak ngobrol justru Anda yang seringkali tidak mau. Tuhan Yesus tetap setia tapi kita sering tidak setia. GBU

Pelaku Firman

Bangunlah dan Beridilah !

“ Bangunlah dan Berdirilah “

Shalom saudara sekalian, semua dari kita harus percaya bahwa mujizat itu masih nyata dan terjadi sampai hari ini. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang bisu berbicara, bahkan orang mati dibangkitkan. Semuanya terjadi karena iman di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Kita, Allah kita, yang kita Sembah yang kita Puji yang kita Agungkan. Didalam Dia ada Pengharapan, ada Kesembuhan, ada Mujizat, ada Pemulihan yang dahsyat, because “ There's No More God Except Him, Jesus Christ ! “

Kesaksian ini berawal sekitar tahun 2008, saudara saya tiba – tiba menelpon dari Bandung dan berkata bahwa mama tiba – tiba tidak bisa jalan dan lumpuh seketika tapa sebab yang jelas sebelumnya, karena memang belum pernah ada tanda - tanda yang menunjukkan gejala lumpuh pada mama saya. Saya tentu sangat terkejut mendengar kabar itu dan sayapun hanya bisa menagis dan berdoa pada Tuhan memohon belas kasihan untuk mama saya, lalu Ia pun menjawab “ Bawa ia ke Jakarta sekarang ! “ Saya tidak mengerti apa maksud Tuhan untuk membawa mama saya ke Jakarta, bukannya di bawa ke dokter kok malah disuruh ke Jakarta tanpa sebab yang jelas dari Tuhan, namun saya banyak belajar bahwa sejak kapan Tuhan bisa kita mengerti rencanaNYA? Sayapun berkata pada saudara saya untuk membawa mama ke Jakarta sekarang juga. Singkat cerita mama pun dibawa ke Jakarta, sekitar jam 1 siang sampai ke rumah dengan digendong oleh 2 pembantu saya karena memang ia tidak bisa berjalan sama sekali, kedua kakinya sangat lemas dan tidak bertenaga sedikitpun, bahkan untuk berjejakpun sulit.

Akhirnya mama dibawa masuk ke kamar oleh saya dan didudukkan di kasur, namun Tuhan tidak berfirman sama sekali sampai dengan jam 4 sore kurang, Ia hanya berkata bahwa mama saya disuruh baca Alkitab di kamarnya, tadinya pikir saya Tuhan mau menyembuhkannya tapi kok malah hanya disuruh baca Alkitab, sayapun heran dan bertanya “ Tuhan, katanya suruh di bawa ke Jakarta, terus suruh ngapain Tuhan” namun Ia tidak menjawab apapun,sekali lagi Ia hanya berkata bahwa saya harus memberi kesaksian dan makanan rohani kepada mama saya, karena Tuhan bilang semua ini terjadi karena ia mulai menjauh dari Tuhan, tertumpuk dengan kekhawatiran dunia. Jadi Tuhan suruh saya bersaksi dan memberi tahu mama saya bahwa kekhawatiran itu merupakan " celah " bagi mama saya. Namun saya masih bingung, masa mama saya dibawa ke Jakarta hanya untuk ini?Selesai saya bersaksi,  tiba – tiba jam 4 sore tepat Tuhanpun berfirman “ Kalau ia percaya, suruh dia berdiri sekarang juga di dalam namaKU ! “, saya terkejut sekaligus gembira karena akhirnya Tuhan menjawab, mendengar hal itu saya langsung berkata pada mamaku, “ Ma, Tuhan bilang, kalo mama percaya sekarang juga dalam nama Tuhan Yesus Kristus mama bangkit berdiri dan berjalan, percaya ! Mama sayapun menjawab, " Ya ! Aku percaya ! " Iapun mencoba berdiri dan Tuhan kita memang dahsyat, karena mama saya benar – benar percaya maka iapun bangkit dan berdiri bahkan berjalan seketika, ia berjalan, berlari bahkan melompat - lompat ! Ajaib ! Mama saya yang tadinya untuk berjejak saja tidak bisa apalagi berjalan, sekarang bisa berjalan, berlari bahkan melompat ! Mujizat masih terjadi ! Saat itu juga saya, mama, dan kedua pembantu saya ( notabene muslim ) hari itu menyaksikan mujizat di dalam nama Yesus Kristus ! Kami semua menangis terharu serta mengucap syukur akan kebaikan dan kedahsyatanNYA !

Semenjak hari itu, iman kami semua diteguhkan, bahkan kedua pembantu sayapun percaya kepada Yesus Kristus karena mereka telah menyaksikan mujizat di dalam nama Yesus Kristus. Tuhan Yesus untuk semua umat manusia ! Ia tidak hanya mati bagi umat Kristen dan Katolik saja, namun untuk semua umat manusia. Karena hanya di dalam Dialah ada keselamatan yang kekal ! Haleluyah !

Saudara, Tuhan kita bukan Tuhan yang mati, yang tidak bisa berbicara, yang tidak bisa melihat, yang tidak memiliki perasaan dan selera, namun Tuhan kita ialah Tuhan yang Hidup ! Jika dulu ia berbicara dan berfirman langsung pada nabi – nabiNYA sampai sekarangpun ia tetap berbicara kepada kita sekalian umatNYA untuk meneguhkan firmanNYA dan kemuliaan namaNYA ! Sebab ada tertulis dalam Yohanes 10 : 3 “ Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba – mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba – dombanya masing – masing menurut namanya dan menuntunnya keluar “