Kamis, 10 Februari 2011

Peperangan Rohani – Dieng


Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah – pemerintah, melawan penguasa – penguasa, melawan penguhulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “ ( Efesus 6 : 12 )

Seperti yang kita ketahui, Peperangan Rohani merupakan hal yang real dan nyata yang terjadi di alam Roh dan akan terjadi di alam Daging. Peperangan Rohani yang dilakukan dengan otoritas Tuhan memiliki efek yang luar biasa di alam Daging, misalnya dalam membawa lawatan, membawa pertobatan, dan membawa kelepasan dari yang sebelumnya terikat dengan kuasa – kuasa kegelapan dimana penguasa – penguasa di udara diikat dan ditumbangkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebab dengan jelas dikatakan dalam Efesus 6 : 12 dikatakan “ pemerintah – pemerintah....penguasa – penguasa, penghulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “

Peperangan ini terjadi sekitar bulan Juli kami menghadiri KKR di Semarang, setelah kebaktian selama kurang lebih 4 hari 3 malam kami semua berencana untuk berlibur ke daerah Dieng di Jawa Tengah dan Tuhanpun mengijinkan kami untuk berlibur di daerah tersebut. Singkat cerita kami tidak mengetahui rencana Tuhan untuk berperang di daerah tersebut sehingga kami hanya berlibur seperti biasa, namun Tuhan tiba – tiba memberi instruksi untuk berperang dan mengikat penguasa – penguasa di daerah tersebut. Sesampainya di Dieng, kami mulai berdoa untuk mengikat penguasa – penguasa di daerah Dieng, kami berdoa di sebuah menara yang biasa di gunakan untuk melihat pemandangan. Saat kami mulai berdoa, aneh sekali, serangan si iblis begitu cepat, angin tiba – tiba bertiup sangat kencang dan hujan gerimispun mulai turun, suhu dingin semakin menusuk tulang, hampir – hampir kami tidak bisa berkonsentrasi karena udara yang begitu dingin, namun kami tetap berdoa dan tidak berhenti hanya karena udara dingin dan hujan yang turun.

Setelah berdoa di atas menara yang begitu dingin, kami beralih dengan tuntunan Roh Kudus ke areal candi yang dahulu digunakan sebagai tempat pemujaan serta tempat pesugihan yang ternyata digunakan untuk meminta – minta kekayaan, kedudukan, anak, kepintaran, bahkan pejabat-pejabat negara pernah bermeditasi di dalam gua tersebut. Jumlah gua tersebut ada sekitar 6 buah, dimana masing – masing gua memiliki kekuatan gaib tersendiri untuk memenuhi keinginan bagi yang memintanya. Kami pun berdoa kembali, kami ikat setiap penguasa – penguasa dan mentahirkannya sehingga hanya kerajaan Tuhan yang datang dan berkuasa atas tempat itu. Selesai doa perang, kami mulai berjalan meninggalkan lokasi pemujaan tersebut, ketika kami berjalan keluar, tiba – tiba juru kunci dari tempat tersebut datang dengan membawa sesajen dan bertanya – tanya pada orang. Kami tahu satu hal, ketika kami mengikat dan berperang dengan otoritas Tuhan maka kemenangan sudah dapat dipastikan sehingga juru kunci tempat tersebut merasa ada yang janggal dengan tempat yang ia jagai. Mengetahui hal tersebut kami mengucap syukur kepada Tuhan, sebab Tuhan yang berperang bagi kita !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar