Sabtu, 07 Mei 2011

Peperangan Rohani - Curug Puncak


“ Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah – pemerintah, melawan penguasa – penguasa, melawan penguhulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “ ( Efesus 6 : 12 )

Seperti yang kita ketahui, Peperangan Rohani merupakan hal yang real dan nyata yang terjadi di alam Roh dan akan terjadi di alam Daging. Peperangan Rohani yang dilakukan dengan otoritas Tuhan memiliki efek yang luar biasa di alam Daging, misalnya dalam membawa lawatan, membawa pertobatan, dan membawa kelepasan dari yang sebelumnya terikat dengan kuasa – kuasa kegelapan dimana penguasa – penguasa di udara diikat dan ditumbangkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebab dengan jelas dikatakan dalam Efesus 6 : 12 dikatakan “ pemerintah – pemerintah....penguasa – penguasa, penghulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “

Peperangan Rohani ini berawal semenjak saya disuruh Tuhan untuk membeli villa di daerah puncak dan sayapun  menurut saja, tak tahu apa maksud Tuhan sampai - sampai saya disuruh membeli villa di daerah tersebut. Namun belakangan saya diberi hikmat oleh Tuhan bahwa jika saya ingin menduduki daerah tersebut untuk Tuhan, maka saya secara profetik juga harus mempunyai tempat berpijak / tanah milik di daerah tersebut, sebagai tanda bahwa daerah tersebut sudah punya Tuhan seutuhnya. 

Seperti yang kita tahu, daerah puncak begitu banyak dikuasai oleh roh percabulan, roh perzinahan, roh agamawi dan penyembahan berhala. Suatu hari saya tiba - tiba disuruh Tuhan untuk berperang di suatu tempat pesugihan / penyembahan berhala di suatu curug ( air terjun ) di daerah puncak. Awalnya saya tidak mengerti, apa maksud Tuhan? Sayapun iseng " search " di Google untuk mengetahui apa memang ada curug di daerah puncak yang biasa dipakai untuk pesugihan / penyembahan berhala, dan ternyata memang ada curug tersebut. Akhirnya saya dan tim Lawatan Indonesiapun berangkat ke daerah tersebut untuk memerangi penguasa di curug tersebut.

Sayapun bertanya - tanya dengan warga sekitar, apa memang ada curug yang biasanya digunakan untuk pesugihan dan ternyata memang benar ada namun lokasinya sangat terpencil, sampai - sampai kami harus menuruni pinggir jurang tanpa jalan setapak. Setelah hampir satu setengah jam berjalan kaki, akhirnya kamipun sampai di curug tersebut. Singkat cerita kami berdoa dan kami perangi penguasa - penguasa di daerah curug tersebut, setelah hampir 1 jam kami berdoa, sayapun memberi kabar kepada salah satu hamba Tuhan untuk mengkonfirmasi apa yang kami lakukan. Hamba Tuhan tersebutpun memberitahu bahwa masih ada 1 lagi yang perlu diperangi, dia melihat seperti 2 pohon beringin yang akarnya saling berlilitan, dan dia juga berkata bahwa pusat kerajaan iblis ada di pohon tersebut. Kamipun bingung, karena tidak ada pohon beringin dengan akar yang berlilit seperti yang Hamba Tuhan tersebut katakan. Namun tiba - tiba salah satu dari team kami melihat 2 pohon beringin yang akarnya saling berlilitan satu sama lain tepat seperti yang Hamba Tuhan itu katakan. Akhirnya kamipun berdoa dan berperang kembali untuk pohon beringin tersebut. Dan akhirnya Tuhan bilang bahwa peperangan telah selesai dan dimenangkan ! Haleluyah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar