Minggu, 15 Mei 2011

Peperangan Rohani - Tempat Pesugihan


“ Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah – pemerintah, melawan penguasa – penguasa, melawan penguhulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “ ( Efesus 6 : 12 )

Seperti yang kita ketahui, Peperangan Rohani merupakan hal yang real dan nyata yang terjadi di alam Roh dan akan terjadi di alam Daging. Peperangan Rohani yang dilakukan dengan otoritas Tuhan memiliki efek yang luar biasa di alam Daging, misalnya dalam membawa lawatan, membawa pertobatan, dan membawa kelepasan dari yang sebelumnya terikat dengan kuasa – kuasa kegelapan dimana penguasa – penguasa di udara diikat dan ditumbangkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebab dengan jelas dikatakan dalam Efesus 6 : 12 dikatakan “ pemerintah – pemerintah....penguasa – penguasa, penghulu – penghulu di dunia yang gelap ini, melawan roh – roh jahat di udara “


Shalom Saudara - Saudari sekalian, peperang rohani yang saya akan sharingkan kali ini sungguh menarik dan menunjukkan betapa dahsyatnya kuasa Tuhan Allah kita ! Seperti yang kita ketahui, setiap tempat - tempat pesugihan memiliki penguasa tersendiri / penguasa teritorial di daerah tersebut. Mengapa tempat - tempat seperti ini harus " dibersihkan ", jawabannya mudah, karena jika tempat - tempat seperti itu tidak " dibersihkan " akan terus memancing orang semakin banyak untuk meminta - minta pesugihan di tempat tersebut dan juga akan semakin banyak jiwa yang diikat oleh kuasa kegelapan. 

Saat saya sedang berdoa, Tuhan menyuruh saya untuk mencari tempat pesugihan di daerah Puncak, sayapun bingung dan kaget, " loh!? emang ada? dan jikalau adapun saya tidak tahu tempatnya ", namun Tuhan memerintahkan saya untuk tenang saja, karena tempatnya nanti akan diberitahu. Sayapun hanya nurut dan langsung mengajak tim Lawatan Indonesia untuk berangkat. Sayapun browser di internet, apa ada tempat seperti itu di daerah Puncak, Puji Tuhan, ternyata ada satu petunjuk yang sangat bermanfaat mengenai suatu lokasi. Saya dan timpun langsung bergegas ke tempat tersebut. Sesampainya di lokasi, saya langsung bertanya kepada warga sekitar apa ada tempat - tempat pesugihan, dengan alasan saya mau mengunjunginya. Akhirnya merekapun menunjukkan lokasinya, suatu tempat seperti kuil dan memang banyak orang berdatangan ke tempat tersebut. 

Setelah mengetahuinya, sayapun langsung masuk ke dalam, tapi baru saja mencoba masuk, penjaga ( kuncen ) disana langsung mencegat kami, karena kami tidak bawa sesajen apa - apa. Ia berkata bahwa yang masuk harus membawa sesajen dan mandi di mata air yang ada. Mendengar itu, sayapun langsung keluar dari pintu masuk dengan alasan untuk mencari sesajen. Sayapun berdoa pada Tuhan, " Tuhan, gak boleh masuk nih, kan gak mungkin saya bawa sesajen dan mandi di sana dahulu " lalu Tuhanpun berfirman " Kamu, perintahkan dan tundukkan di dalam namaKU, pakai otoritas ! " Setelah Tuhan berkata seperti itu, sayapun langsung berdoa seperti yang Tuhan perintahkan dan kembali ke pintu gerbang dimana kuncen itu berdiri dan mencegat kami, " Gimana, sudah dapat sesajennya? " kata kuncen itu, sayapun langsung berkata kepadanya, " Pak ! Saya gak mau bawa sesajen, saya mau masuk, saya mau berdoa ! " Anehnya, kuncen itu tiba - tiba nurut saja dan mengijinkan kami masuk ! Luar biasa Tuhan !

Singkat cerita, kamipun masuk dan berperang di tempat tersebut, ternyata memang penguasa gelap di daerah tersebut besar - besar. Tapi karena Tuhan dipihak kami, kamipun memenangkan peperangan tersebut. Setelah semuanya itu, Tuhan berkata pada saya untuk mencurahkan minyak dan anggur di tempat mata air yang biasanya dipakai orang untuk mandi. Sayapun berkata pada Tuhan, " Loh Tuhan? Aneh - aneh aja, yah diomelin toh, udah sukur bisa masuk ke sini... " tapi Tuhan tetap menyuruh saya, sayapun nurut saja dan mengucurkan minyak serta anggur di tempat mata air tersebut, Ajaib ! Tidak ada yang protes satupun ! Semua mulut dikatupkan ! Setelah itu semua, kamipun pulang kembali dan bersorak - sorai karena begitu ajaibnya Tuhan kita ! Haleluyah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar