Sabtu, 11 Juni 2011

Mujizat Jual Villa


Syalom Saudara Saudari yang terkasih dalam Kristus. Kesaksian kali ini sungguh unik dan sangat dapat dilihat bahwa tangan Tuhan bekerja dengan dahsyat. Sekitar 2 tahun yang lalu, saya disuruh Tuhan untuk membeli Villa di daerah Cipanas, jujur awalnya saya bingung, kok Tuhan suruh saya beli villa di tempat ini. Lokasi Villa saya cukup menjorok ke dalam, jadi orang harus sedikit masuk ke jalan yang cukup sempit untuk mencapai lokasi Villa. Saya membeli Villa ini dari seseorang yang sangat membutuhkan uang, ia sudah mencoba menjual Villa ini sekitar 2 tahun, tapi tak satupun orang berminat, yang pada akhirnyapun dengan kasih karunia Tuhan Villa ini jatuh ke tangan saya dengan harga yang cukup murah.

Selama sekitar hampir 2 tahun tersebut ternyata Tuhan menyuruh saya dan Tim Lawatan Indonesia untuk menduduki daerah Puncak dan untuk melakukan peperangan rohani serta menuai jiwa di daerah tersebut namun setelah 2 tahun berjalan, Tuhan berkata bahwa tugas saya di puncak sudah selesai, karena selama 2 tahun tersebut saya dan keluarga serta Tim Lawatan Indonesia secara rutin memerangi dan menduduki daerah tersebut. Sejujurnya, kami cukup bosan untuk selalu pergi ke puncak, karena dalam 1 minggu bisa 1-2 kali ke puncak jika disuruh Tuhan untuk berperang dan menduduki daerah, kalau kami berperang bisa sampai jam 2 pagi atau jam 3 pagi dari malam, oleh karena itu saya berniat untuk menjual Villa tersebut karena memang Tuhan menyatakan seperti itu, yaitu bahwa tugas kami sudah selesai. Namun saat saya masukan ke internet, dan ke koran sampai 3 bulan tak ada kabar sedikitpun, untuk menelefon dan menanya harga pun tidak ada. Lalu sayapun bertanya pada pengalaman orang - orang menjual Villa, dan ternyata memang sangat sulit, minimal 1,5 tahun ke atas, 1.5 tahun yang laku saja itu sudah beruntung namanya. Sampai - sampai katanya bankpun tidak menerima Villa untuk digadaikan karena sangat sulit untuk menjualnya.

Mendengar semua hal itu, sayapun berdoa pada Tuhan. " Tuhan, katanya disuruh dijual, tapi kok gak laku - laku, apalagi kata orang susah laku? "  Lalu Tuhan berkata pada saya bahwa Villa saya itu dipagari, jadi bukan sembarang orang yang bisa masuk, sebab ada kenalan dari suami yang ingin melihat - lihat villa tersebut, anehnya, kenalan suami ketika berkunjung ke Villa saya itu iapun merasa katanya seperti ada yang menarik-narik kakinya. Hal ini menyebabkan ia takut untuk membeli Villa, sayapun bertanya, kok bisa ya Tuhan? Bukannya sudah jadi milik Tuhan? Lalu Tuhan menjawab bahwa ia bukan orang yang dikenanNYA. Sayapun aneh, tapi selang beberapa hari kemudian saya dengan kabar dari teman suami bahwa memang orang itu percaya Tuhan tapi juga percaya kepada ramalan-ramalan serta memang ia memakai kuasa kegelapan, ya jadi terang saja kakinya ditarik-tarik oleh malaikat kata Tuhan. Saudara saya yang belum terima Tuhan dan masih menggunakan kuasa gelap juga mengalami keanehan, saat liburan ia ingin berkunjung ke Villa. Iapun berkata bahwa sudah ada di Cipanas, dekat Villa Kompas yang memang jaraknya berdekatan dengan Villa saya, sayapun mengijinkannya karena saya pikir hanya untuk liburan, tapi Tuhan berkata lain, ia diputar - putar Tuhan sehingga ia tidak bisa menemukan Villa saya, akhirnya ia menelepon saya dan menyerah untuk datang ke Villa karena tidak ketemu - ketemu, padahal sudah sangat dekat. Sayapun bertanya " Tuhan kalo gini terus siapa yang mau beli Villa? " . Tuhanpun memberi hikmat seperti ini, bahwa Villa saya itu dijaga oleh malaikat, sehingga bukan sembarang orang bisa masuk, termasuk pembeli - pembeli seperti tadi dan Tuhan suruh saya untuk mencabut pagar tersebut agar pembeli yang hanya dari Tuhan yang bisa masuk namun yang bukan dari Tuhan tetap tidak bisa masuk. Sayapun serta Tim Lawatan Indonesia pergi ke Villa dan berdoa di sana untuk mencabut pagar agar para pembeli dapat masuk. Saya saat itu berdoa kira - kira sampai jam 2 pagi, dan setelah itu sayapun kembali ke Jakarta beserta Tim Lawatan Indoensia.

Ajaibnya, tak sampai 1 minggu kemudian setelah saya dan tim berdoa bersama di Villa untuk mencabut pagar, tiba - tibaada orang menelepon saya mengenai Villa tersebut. Setelah komunikasi dengan orang yang berminat tersebut maka iapun memutuskan untuk melihat kondisi Villa itu. Saya dan suamipun mengantarnya untuk melihat - lihat. Sayapun berdoa kepada Tuhan agar ia membeli Villa saya. Setelah bertemu dengan orangnya, ternyata dia itu anak Tuhan dan seorang yang ingin sekali untuk mencari Tuhan, saya mengerti bahwa Tuhan sengaja mempertemukan saya dengan ibu ini. Ibu ini ternyata sangat menyukai Villa saya. Sayapun berkata kepadanya, " Bu, coba ibu berdoa, tanya Tuhan dan saya juga akan tanya Tuhan, Villa ini mau dijual berapa ke ibu? " Loh!? Aneh kan? Penjual nanya harga ke pembeli. Iapun menjawab, " Saya ga bisa dengar suara Tuhan bu... " Mendengar itu sayapun berdoa dan Tuhan menyuruh saya untuk mengurapi telinganya agar bisa mendengar suara Tuhan, " Bu, saya disuruh Tuhan untuk mengurapi telinga ibu, ibu mau gak? " tanya saya dan iapun tidak menolak bahkan sangat antusias. Sayapun mengurapi telinganya agar bisa mendengar suara Tuhan, dan setelah itu saya suruh dia berdoa untuk menanyakan pertanyaan tadi. Ketika ia berdoa, Tuhanpun berbicara kepadanya ! Matanya tiba - tiba langsung berkaca - kaca dan menangis, ketika saya berdoa dan jawaban kami sama untuk menyepakati suatu harga yang Tuhan beri ! Itu ajaibnya Tuhan, karena dalam Tuhan itu satu rohnya nyambung. Tak berhenti disitu, saya menjelaskan semua kegiatan doa yang telah saya lakukan beserta keluarga dan tim mengenai peperangan rohani dan pendudukan, saya bertanya lagi padanya, " Bu, coba doa lagi, ibu beli Villa ini disuruh ngapain? " Iapun berdoa dan mendengar suara Tuhan lagi ! " Di suruh perang bu, tapi saya gak ngerti gimana caranya " katanya. Sayapun mengerti bahwa ia memang mau diajari Tuhan untuk peperangan rohani, seperti Tuhan memberikan tongkat estafet kepadanya. Akhirnya sayapun menjelaskan mengenai peperangan rohani kepadanya, cara untuk berperang, cara untuk menduduki dan lain - lain. " Bu, kalo ada yang mau ditanyakan, kita bisa kontak kok, saya nanti bantu ibu " kata saya. Iapun berkata bahwa memang ia mengerti, Villa ini memang untuknya sejak pertama kali melihatnya. Ajaib bukan?

Setelah semuanya itu, seminggu kemudian transaksipun terjadi sesuai dengan harga yang disuruh Tuhan dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun. Ia memang dahsyat, Ia mengirimkan pembeli yang berkenan dihadapanNYA yaitu anak - anakNYA ! Haleluyah ! Beri kemuliaan buat Tuhan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar