Selasa, 05 Juli 2011

Semuanya Tunduk Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus !


Shalom Saudara - Saudari yang terkasih dalam Kristus. Kesaksian saya kali ini sungguh menarik untuk dibaca, Tuhan memang dahsyat, perbuatanNYA tidak pernah diduga dan keajaiban serta mujizatNYA selalu disediakan bagi kita, anak - anakNYA yang percaya kepadaNYA.

Kejadian ini tepatnya terjadi setelah kami semua pulang dari sebuah KKR di suatu kota di daerah Jawa Tengah. Kami sedang berbincang - bincang dan bercanda seperti biasanya,namun kebetulan jalanan sedang sepi jadi saya melaju dengan kecepatan yang cukup kencang karena saya pikir jalanan sepi dan sedang diluar kota, namun tiba - tiba saya sadar dan melihat lampu merah di depan, awalnya saya tidak melihat lampu merah tersebut, namun karena sedang " keasyikan " berbincang - bincang sehingga menyebabkan saya kurang memperhatikan lampu merah tersebut. Karena sedang dalam kecepatan yang cukup tinggi saya pikir saya terabas saja, " toh " tidak ada polisi, tapi saya tetap memilih untuk berhenti jadi mobil saya rem mendadak sampai - sampai anak saya dan omapun sedikit terpental ke depan, dan tiba - tiba " Pritttt !!! " suara peluit Polisi lalu seorang Polisi mudah menghampiri saya, " Pak, Bapak melewati lampu merah, silahkan ikut saya " kata Polisi tersebut, sayapun berkata " Loh Pak, saya kan tidak melewati lampu merah ? ", " Tapi Bapak melewati garisnya " tutur Polisi itu. Sayapun jengkel, tidak ada rasa menghargai sedikitpun dari mereka untuk menghargai niat baik saya yang seharusnya bisa saya terabas dan juga sampai - sampai anak dan oma saya terpental ke depan. Saya juga mengira Polisi ini hanya ingin untuk " morotin " saya karena mobil yang saya gunakan terbilang mewah dan juga berplat nomor " B " yang jelas dari luar kota, apalagi kota Jakarta. " Silahkan turun Pak " tutur Polisi itu, serasa mau meledak sayapun turun dari mobil dan masuk mengikutinya ke dalam kantor Polisi, namun sebelum itu istri saya sudah berpesan untuk bersabar dan jangan terpancing emosi, juga saya mengerti bahwa ini ujian dari Tuhan untuk emosi saya.

Sesampainya di kantor Polisi, mereka langsung mengambil SIM serta STNK saya dan ditemani temannya yang satu lagi mereka mengantar saya ke Pos Polisi yang ada. " Pak, Bapak melanggar peraturan karena melewati lampu merah " kata Polisi tersebut. " Loh Pak, itikat saya itu baik untuk tidak melanggar peraturan yang ada, sebetulnya tadi saya bisa saja untuk menerabas lampu merah tersebut, namun saya memilih untuk berhenti sampai - sampai anak dan oma saya terpental ke depan " sayapun menjawab karena memang tadi saya lihat sebenarnya banyak kendaraan lain yang seharusnya lebih melewati garis batas daripada mobil saya, tapi karena mereka tahu bahwa mobil saya berasal dari luar kota apalagi Jakarta jadi merekapun memberhentikan mobil saya, tapi sekali lagi saya harus sabar. " Tapi Pak, peraturannya seperti itu jadi perkara ini akan disidang sebagaimana hukum yang berlaku " kata Polisi itu. Didalam hati saya berdoa kepada Tuhan agar mereka tidak macam - macam, karena jujur, kalau saya disidang itu tidak lucu karena saya tinggal di Jakarta dan sangat jauh dari tempat ini, Tegal - Jawa Tengah. Sayapun berdoa dan menundukkan serta memerangi roh - roh kerakusan, roh ketamakan yang ada didalam diri mereka sebab saya tahu bahwa mereka ingin " damai " dengan saya dan ternyata istri saya serta keluargapun berperang hal yang sama dari dalam mobil. " Pak, kalau saya disidang, itu tidak mungkin untuk saya datang karena saya tinggal di Jakarta, jadi saya mohon dari pihak Bapak pertimbangannya " ujar saya dengan tenang dan percaya akan datangnya pertolongan dari Tuhan. Entah ada angin apa, namun saya tahu itu Tuhan yang bekerja, tiba - tiba mereka jadi " tidak nyambung " dengan yang saya bicarakan, mereka tiba - tiba bercerita tentang teknologi perlalulintasan yang ada di Jakarta, peraturan yang ada di Jakarta dan sayapun hanya mengangguk saja serta berbincang - bincang ringan dengan mereka, anehnya mereka seolah - olah lupa akan perkara saya. Sayapun melihat jam, ternyata sudah cukup lama saya ada di kantor Polisi jadi saya mempersingkat pembicaraan dari Polisi tersebut, " Pak, jadi gimana dengan saya? ", tiba - tiba salah satu Polisi yang kelihatannya ingin " Damai " dengan saya lalu berkata kepada temannya, " Sudah, Bapak ini kamu yang atur saja ", saya mengerti, temannya yang satu lagi ini lebih jujur dari temannya tersebut dan iapun berkata kepada saya, " Baiklah Pak, untuk kali ini, Bapak saya berikan surat peringatan dan silahkan Bapak tandatangani sebagai peringatan " mendengar itu sayapun memuji Tuhan, sungguh luar biasa perbuatanNYA.

Setelah saya menandatangani surat tersebut, saya pun berkata kepada kedua Polisi tersebut " Pak, Bapak mau tidak saya ajak berdoa? ", ajaibnya mereka mau saya ajak berdoa dan sayapun berdoa bersama mereka dan memberkati mereka, pekerjaan mereka serta keluarga mereka, saya mengajak mereka berdoa dan mengakhiri dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin ! Lucunya, mereka semuapun berkata Amin ! Dalam hati saya, Tuhan itu dahsyat, seharusnya sebagai ucapan terimakasih saya kasih uang atau apa, tapi malah saya doakan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan ajaibnya mereka mau saya ajak berdoa. Setelah itu sayapun berpamitan dan meninggalkan mereka serta melanjutkan perjalanan. Mendengar cerita dan kesaksian saya itu, kamipun memuji Tuhan karena keajaibanNYA dan kuasa serta mujizatNYA yang dinyatakan kepada anak - anakNYA ! Semuanya harus tunduk dibawah kaki Yesus Kristus Tuhan ! Amin ! Haleluyah !

" Because All Of Things In This Universe, Shall Bow Down Before Him, Before The Son Of God, Jesus Christ Is His Name ! "

1 komentar:

  1. Shallom, CD dan Buku sudah saya terima, untuk CD Bu Iin itu sangat memberkati saya, mengenai jangan sampai kita berhenti mengikut Tuhan, kita harus maju terus. Terima kasih buat kiriman CD bu iin yang memberkati saya. Untuk Kiriman CD buat saudara saya Herijanto Setyo sudah diterima dengan baik oleh yg bersangkutan. Tq

    BalasHapus