Selasa, 16 Agustus 2011

Dipaksa Oleh Tangan Yang Kuat

1 Petrus 5  : 6 " Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. "

Kuasa Tuhan memang sangat dahsyat, caraNYA dan rancanganNYA tidak pernah masuk akal selalu membuat kita terkagum - kagum. Tuhan perlu mendidik anak - anakNYA agar mereka berbuah dan juga dapat memenuhi apa yang Tuhan mau. Tuhan mendidik dengan berbagai cara yang tidak bisa kita samaratakan caranya. Ada yang Tuhan didik dengan cara yang halus, ada juga yang keras dan bahkan dipaksa dengan tangan yang kuat sampai orang tersebut tunduk pada Tuhan serta kehendakNYA yang sempurna. Mengapa harus demikian? Itu karena karakter dan watak setiap manusia itu berbeda - beda, Tuhan maha tahu bagaimana cara untuk mendidik anak - anakNYA. Jika seseorang memiliki watak yang keras maka Tuhan akan mendidik dengan cara yang berbeda dengan orang yang memiliki watak lembut dan semua didikan Tuhan itu pasti baik, mungkin sekarang orang yang di didik tersebut merasa sakit, marah atau jengkel, namun suatu hari ia pasti akan bersyukur karena didikan Tuhan itu selalu baik bagi setiap anak - anakNYA.

Dalam kesaksian saya kali ini, Anda akan melihat bagaimana didikan Tuhan yang sangat unik dalam kehidupan anak - anakNYA. Kesaksian ini berawal dari saudara saya yang baru saja bertobat, baru sekitar 3 minggu dari hari pertobatan dan pengurapannya. Waktu itu Tuhan menyuruh saya mengurapinya untuk dipaksakan semua rencana Tuhan dalam hidup dengan cara apapun dan iapun mengaminkannya. Pengurapan Tuhan bukan sesuatu hal yang main - main, 3 minggu setelahnya saya dan keluarga biasa menghadiri sebuah kebaktian, tadinya saya mau ajak saudara saya itu ikut ke kebaktian tersebut, tapi namanya orang baru bertobat jadi ia lebih memilih nonton di bioskop bersama teman - temannya. Saya ajak dia sekitar pukul 12 siang, dan kebaktian itu dimulai jam 6 sore. Sayapun tidak ingin memaksa, ya kalau Tuhan ijinkan ia datang biar nanti Tuhan yang atur saja. Sekitar jam 4 sore, kami sekeluarga siap berangkat ke tempat kebaktian tersebut, berhubung perjalanannya yang cukup jauh jadi kami berangkat lebih awal. Pada saat kami ingin menyalakan mobil, tiba - tiba hp suami saya berdering, saat ia angkat ternyata saudara saya yang tadi saya ajak. Ia berkata bahwa semua temannya yang dari pagi ia ajak nonton di bioskop tidak ada yang membalas sms, bbm bahkan telefonnya dan posisinya sekarang berada cukup jauh dari rumah saya. Anehnya, ia ingin ikut karena semua temannya tidak ada yang mau diajak nonton, padahal biasanya, teman - temannya paling semangat kalau jalan - jalan bersama. Sampai - sampai ia menawarkan untuk nonton ke 15 temannya, dan semuanya tidak ada yang mengangkat telefon, bbm, dan smsnya.

Belum menyerah, tampaknya tekatnya untuk nonton bioskop masih luar biasa. Berhubung posisinya sekarang masih jauh dari rumah, jadi sebelum ia sampai di rumah kalau ada 1 temannya saja yang mau diajak menonton maka ia tidak jadi pergi ke kebaktian dan sayapun hanya diam saja, terserah Tuhan semuanya sudah begitu ia menyuruh saya untuk menunggunya kalau - kalau ia tidak jadi menonton. Sayapun berkata pada Tuhan, " Tuhan. nanti kalau dia gak jadi ke kebaktian gimana? Nanti kita telat lagi ? " namun Tuhanpun diam saja, dan saya mengerti kalau saya dan keluarga disuruh menunggunya, jadi sayapun nurut saja. Selang hampir 1 jam, ia tak kunjung datang juga karena terjebak macet, saya sudah sangat khawatir karena perjalanan ke tempat kebaktian cukup jauh. 10 menit kemudian, iapun datang sambil sedikit ngomel - ngomel, " Aneh ya? Dari tadi pagi aku telefon, sms, bbm ke hampir 15 orang temanku tapi ga ada yang bales satupun, ya sudah deh, aku ikut saja. " kata saudara saya itu. Saya dan keluargapun hanya cengar - cengir saja.

Kamipun berangkat sekitar jam 5.15 dari rumah, saya sudah memastikan bahwa kami semua akan telat sampai di tempat kebaktian, namun Tuhan berkata bahwa kami tidak akan telat tapi pas saat kebaktian di mulai. Sayapun percaya saja pada Tuhan, anehnya, normal perjalan itu sekitar 1 1/2 jam, itu saja kalau jalanan tidak terlalu padat, tapi hari itu tiba - tiba jalanan sepinya bukan main, entar kenapa, jadi perjalan hanya menempuh waktu 45 menit saja, pas jam 6 sore kami semua datang ke tempat kebaktian. Memang Tuhan dapat melakukan apapun !

Ternyata hari itu ada pengurapan untuk minta dilenturkan dan ditembakkan tepat sasaran, dalam artian saat kita di didik Tuhan maka kita akan menjadi kuat dan lentur sehingga Tuhan dapat mendidik kita dengan ajaib tanpa kita putus atau patah, lalu setelah itu ditembakkan dalam artian dibawa Tuhan dengan cepat ke kehendak dan rencanaNYA. Semua jemaatpun maju untuk menerima pengurapan tersebut, tapi saudara saya ini ketakutan, karena ia tadi di mobil berkata, " Eh kamu, jangan sembarang urap - urapin lagi dong, masa aku mau nonton jadi ga bisa? " dan saya menjawab karena itu kan disuruh Tuhan. Jadi sebenarnya ia takut untuk dipaksakan oleh Tuhan, kembali saya tidak mau memaksa, saya hanya diam saja dan biar Tuhan yang bekerja. Setelah kami semua maju, ia sudah menunggu di pintu keluar, saat saya menerima pengurapan tersebut, Tuhan memberi tahu pada saya bahwa saudara saya itu harus menerima pengurapan ini dengan cara apapun. Akhirnya saat minyak urapan di curahkan, saya ambil sedikit dan saya taruh di tangan saya. Tuhan memberi hikmat bahwa saya harus berpura - pura menganggetkannya dari belakang dan menaruh minyak itu di atas kepalanya tanpa ia sadari. Jadi sayapun mengendap - ngendap dari belakang dan anehnya, biasa saudara saya itu orangnya paling suka melihat - lihat sekeliling, tapi kali ini ia sama sekali tidak menoleh ke belakang. Setelah tepat di belakangnya sayapun langsung berpura - pura menganggetkannya, " Dor !! Kemana saja kamu?? " Tangan saya pas dikepalanya, dalam hati saya berkata, Jadi Dalam Nama Tuhan Yesus ! Iapun terkejut dan tidak menyadari apa yang saya perbuat. Setelah saya mengurapinya, Tuhan memberi saya suatu pengelihatan yang sangat ajaib, saya lihat di atas kepalanya ada patok emas dan Tuhan berkata bahwa patok emas itu berarti saudara saya sudah dipatok jadi milik Tuhan dan akan dipaksakann semua rencana Tuhan. Sayapun bersyukur pada Tuhan, HikmatNYA tidak terkira. Cara mendidikNYA yang unik selalu membuat saya terkagum - kagum pada Tuhan.
Beri kemuliaan buat Tuhan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar