Jumat, 05 Agustus 2011

Firman Yang Di Tabur Tak Akan Pernah Kembali Sia - Sia !


Shalom Saudara - Saudari yang terkasih dalam Kristus, kesaksian saya kali ini sungguh menyatakan bahwa Firman yang kita tabur, tidak akan pernah kembali sia - sia. Jika hari - hari ini Anda menabur Firman, menabur kesaksian pada seseorang yang mungkin kelihatan " mustahil " untuk bertobat dan terima Tuhan, jangan pernah menyerah, jangan pernah putus asa, dan jangan pernah kecewa atau malah mengutuki orang tersebut, bersabarlah dalam kasih Kristus dan tetap mendoakan orang itu serta terutama saya harap kesaksian ini memberi Anda sebuah kekuatan baru bahwa Firman, baik kesaksian kita atau apapun akan Tuhan tumbuhkan suatu saat.

1 Korintus  3 : 6 - 7  "  (6) Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.(7) Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. " 

Terkadang pertobatan merupakan hal yang tidak bisa kita duga dan kita terka sebelum apalagi kita atur. Hal ini terjadi pada saudara saya yang sebelumnya adalah satu - satunya orang dalam keluarga besar saya yang belum menerima Yesus. Saudara saya ini adalah orang yang amat sangat menentang keras Yesus, ia menganggap bahwa orang Kristen itu fanatik, berlebihan, apalagi ia selalu mengatakan bahwa semua pendeta itu hanya menipu jemaat dan mengumpulkan uang untuk diri sendiri sehingga ia tidak pernah mau menyumbang untuk gereja, padahal ia termasuk orang yang kaya. Tidak hanya berkata miring soal orang Kristen saja, tetapi dengan saya dan keluarga yang lainpun. Saudara saya ini mengetahui bahwa saya sering menabur karena memang saya menabur itu disuruh Tuhan kesana kemari, jadi ia tidak suka dan menganggap saya ini terhipnotis oleh pendeta, dan saya ini orang gila karena saya mendengar suara Tuhan, bahkan ia pernah berkata bahwa suara Tuhan yang saya dengar ini adalah suara setan dan suara pikiran sendiri, bukan hanya sekali dua kali berkata seperti itu, tapi setiap kali saya bertemu dengannya kata - kata tersebut selalu terulang dan terucap.

Awalnya, mendengar cercaan seperti ini saya kesal namun Tuhan ajari saya untuk bersabar saja menghadapi orang seperti ini, bahkan saya disuruh berdoa minta belas kasihan, bersaksi bahkan saya disuruh menginjil di depan dia selama hampir 4 tahun, dan tetap saja hasilnya nihil. Sempat Tuhan bilang pada saya untuk berhenti mendoakannya, saya pikir karena memang sudah tidak bisa bertobat, jadi Tuhan menyuruh saya untuk berhenti berdoa untuknya, saya pun berhenti mendoakannya dan tak ada pikiran apapun atau berharap mujizat akan terjadi atasnya. Secara dunia membuat ia bertobat itu mustahil, karena saudara saya ini adalah seorang yang sangat kaya raya, rumahnya kalau di total mungkin ada 30, belasan ruko, dan deposito yang sangat banyak, saya pikir orang seperti ini mana ingat Tuhan? Kerjaannya setiap hari hanya penuh dengan kesibukan mencari uang, jalan - jalan dengan teman, jalan - jalan ke luar negeri, tak terlintas sedikitpun tentang Tuhan, ditambah lagi suaminya memakai kuasa gelap atau pesugihan untuk menjadikannya kaya raya. Saking " nempelnya " dengan harta, ia tidak pernah ke gereja, tidak pernah berdoa atau apapun yang berkaitan dengan " Tuhan ".

Tanpa ada pikiran apapun, tiba - tiba suatu hari ia bertengkar hebat dengan suaminya, padahal hanya karena masalah " sepele ", sampai - sampai ia nekat kabur dari rumah. Dalam keadaan yang marah iapun datang kerumah saya dan menceritakan semuanya, dalam pikiran saya, " kok tumben mau datang ya? ". Mendengar ia kabur dari rumah dan ingin menginap di rumah saudara saya yang satu lagi, sayapun hanya mengangguk saja, toh memang saya tidak berpikir apa - apa tentangnya. 2 hari semenjak kejadian itu, tepatnya saat malam hari, saya dan keluarga biasa melakukan mezbah keluarga, kami berdoa, kami menyembah, dan kami memuji Tuhan. Saat kami sedang berdoa, tiba - tiba anjing saya menggonggong keras sekali, dan ternyata saudara saya datang ke rumah serta dengan saudara saya yang lain. Sayapun kaget dan heran, " mau ngapain toh? " kata saya padanya, dan ternyata ia berkata bahwa ia tidak bisa tidur selama 2 hari, ia merasa bahwa di ganggung sesuatu dan pikirannya tidak bisa tenang, dan yang paling mengejutkan ialah ia minta didoakan oleh saya ! Saya belajar untuk tidak terburu - buru, saya tanya Tuhan, " Tuhan, mau diapain nih dia? " Namun Tuhan diam, ya jadi saya serta keluarga melanjutkan berdoa bersama dengan keluarga dan saudara saya yang tadi datang. Setelah kami selesai berdoa tiba - tiba ia berkata " Kok aneh ya, abis doa kok jadi tenang? ", sayapun hanya cengar - cengir saja karena memang kuasa Tuhan yang bekerja. Kamipun mengobrol sampai larut malam, saya bersaksi lagi, saya menginjil lagi, namun saya tahu satu hal, hatinya mulai melembut dan mulai masuk sedikit demi sedikit. Setelah hampir jam 1 pagi, ia dan saudara sayapun pulang ke rumah, karena ia merasa mengantuk, padahal sudah 2 hari ia tidak bisa tidur, namun setelah berdoa ia jadi mengantuk dan memutuskan untuk pulang dan menginap di rumah saudara saya lagi.

Keesokan harinya, ia menelepon saya, dan katanya ia tiba - tiba merasa tenang dan tidur malam kemarin. Sayapun memuji Tuhan. Malam harinya, seperti biasa kamipun mengadakan mezbah keluarga, dan ternyata saudara saya ini datang lagi tanpa diundang seperti kemarin. Akhirnya kamipun memuji Tuhan bersama, dan satu yang membuat saya kagum, saat kami memuji, saudara saya ini tiba - tiba jadi gembira sekali, belum pernah saya melihat dia seperti ini. Selesai pujian, Tuhan menyuruhnya untuk berdoa, awalnya ia menolak karena merasa tidak bisa, namun setelah.setelah saya desak karena memang Tuhan menyuruhnya untuk berdoa. Akhirnya iapun mau berdoa, doanya seperti ini, " Tuhan, terimakasih Engkau telah membuat saya datang ke sini, merasakan ada Tuhan disini. Mungkin kalau saya tidak bertengkar dengan suami saya, saya tidak akan datang ke sini, dan juga saya merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang selama ini saya cari, namun belum pernah saya temukan selain di sini. Dulunya Tuhan, saya pikir ini mereka semua gila, fanatik, namun setelah hari ini saya rasakan, ternyata mereka tidak gila, saya merasakan kasih dan kehangatan persaudaraan yang belum pernah saya rasakan. Terimakasih Tuhan. Amin ", jujur, buat saya ini doa yang paling indah yang pernah saya dengar, bukan karena saya dan keluarga tidak dianggap gila lagi, namun saya mengetahui bahwa doa ini lahir dari hati yang tulus, dan Tuhanpun berpendapat sama, Ia berkata kepada saya, " Nak, Aku tidak tahan mendengar doanya, begitu menyentuh, kamu urapi dia sekarang ", mendengar hal itu dari Tuhan saya pun bahagia, karena memang sebelum - sebelumnya Tuhan sama sekali tidak mengijinkannya untuk saya urapi dan materaikan dalam nama Yesus. Sayapun mengurapinya, Tuhan bilang pengurapan ini adalah pengurapan untuk dipaksakan masuk dalam kehendak Tuhan. Setelah mengurapinya, Tuhan memberi tahu saya satu hal, bahwa pengurapan tadi ialah bukan pengurapan biasa, jadi seseorang dipaksakan untuk masuk kedalam kehendak Tuhan dengan cara apapun, jadi paksaan itu tergantung seseorang, jika orang tersebut lembut dan mau dibentuk maka paksaan Tuhan tidak akan begitu keras, namun jika orang tersebut tetap berkeras, maka Tuhanpun menggunakan cara atau paksaan yang keras juga.

Setelah selesai berdoa bersama, seperti biasa, kami berbincang - bincang bersama. Wajah saudara saya kelihatan sangat cerah dan gembira, saya belum pernah melihatnya seperti ini. Ia berkata, bahwa memang damai yang seperti ini belum pernah ia rasakan, sayapun bahagia karena saudara saya yang dulu sangat menentang, namun karena Tuhan dan hanya karena Kasih KaruniaNYA, saudara saya diubah dengan dahsyat. Sekali lagi, seluruh Sorga bergembira dan bersorak - sorak, karena satu orang diselamatkan oleh Yesus Kristus. Kini, setiap minggu ia datang ke rumah saya beserta saudara yang lain untuk berdoa dalam mezbah keluarga bersama dan setiap minggu ia pergi ke Gereja. Ia berkata, bahwa hidupnya kini hanya ingin dibaktikan untuk Tuhan dan sesama. Luar Biasa !. Saya bersyukur pada Tuhan, Ia mampu merubah segala sesuatu dan menjadikannya indah pada waktuNYA. Haleluyah !

Matius 13 : 24  "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar