Sabtu, 22 Oktober 2011

Lawatan Indonesia






" Saat ini Lawatan Indonesia telah mengirimkan ribuan buku & ke berbagai pelosok Indonesia seperti Aceh, Medan, Ambon, Bali, Seluruh Jawa, Kalimantan, Papua, Merauke dan berbagai pelosok lainnya di Indonesia hanya dalam waktu beberapa Bulan. Sesuai dengan visi dan misi serta janji Tuhan yang difirmankanNYA bahwa pelayanan ini akan menjadi besar dan memberkati banyak orang, bahkan banyak bangsa dan suku bangsa.

Setiap hari ada sekitar 100 sms lebih perhari yang masuk untuk meminta dikirimkan buku & CD kotbah yang kami bagikan secara gratis. Kami akan terus melayani dan membagikan CD Kotbah dan buku secara GRATIS. 
Semoga pelayanan kami semakin memberkati banyak orang di Indonesia, bahkan di Dunia. " 

Terus berdoa buat Lawatan di Indonesia.

Jesus Bless You All :D



Lawatan Indonesia

Ada Yang Menabur Ada Yang Menuai



Seperti yang sudah pernah disaksikan dalam tulisan yang sebelumnya, bahwa keluarga kami diminta Tuhan membeli villa kebun di daerah Puncak Cipanas pada tahun 2009. Kami sekeluarga hanya menurut apa yang Tuhan mau karena kami menyadari posisi kami adalah hamba bahkan lebih tepat sebagai Budak ( Anda tahukan yang namanya budak itu tidak punya hak menolak, meminta sesuatu hanya menurut yang diinginkan tuannya ). Pada awalnya kami tidak tahu apa tujuannya tapi Tuhan jelas sampaikan “ nak pada waktunya engkau akan tahu, mengapa Aku menyuruh engkau membeli kebun”.

Yah udah nurut saja, semua kejadian itu sesuai kehendakNya karena kami menurut. Mulai dari memilih kebun villa yang mana, sampai deal harga juga Tuhan yang tentukan dan tepat. Memang Tuhan itu kalkulasinya hebat... bahasa dialeknya ... lihai... pasti dong Raja diatas segala Raja. Sampai tugas yang harus kami lakukan setiap Jumat malam sampai minggu pagi kami berada di Cipanas. Sabtu paginya kerjaan kami sekeluarga berkebun, jadi petani, mulai dari macul lahan, memupuki tanah, nabur bibit sayuran, beri makan ikan, bersihkan tanaman, sampai panen lengkap mulai dari sayuran ( cai sim, kangkung, bayam, pak choi, kol, brokoli, buncis, kacang panjang dan labu siam), karbohidrat ( jagung, singkong, ubi cilembu, ubi jepang ), buah-buahan ( pepaya, jambu, lengkeng, jeruk, pisang dll ). Semua itu ada hikmatnya, bayangkan waktu cabut rumput sambil perkatakan Firman : ... tanaman yang bukan datang dari Allah Bapa harus dicabut sampai seakar-akarnya ....

Masak dari kebun sendiri, sabtu malam kami doa bersama karena ternyata Tuhan ingin kami membangun menara doa diwilayah Puncak. Banyak kali Tuhan memberi kami sekeluarga tugas berdoa keliling dari Cipayung ( Bogor ) sampai Puncak ... Cianjur dan Cipatat ( dekat Padalarang – gunung kapur ) bahkan pernah berangkat dari kebun jam 7pm sampai rumah 4am subuh, mantap.

Semua itu kami lakukan dengan ucapan syukur, dan janjiNya kami akan melihat dengan mata sendiri hasil dari taburan berupa doa, memuji Tuhan, berdoa keliling, berdoa di daerah-daerah pemujaan dan keramat istilah orang dunianya. Lumayan dua tahun lebih kami lakukan dan kami belum melihat hasilnya, tetapi kami percaya bahwa Tuhan itu tidak bisa mengingkari janjiNya karena Dia bukan manusia.

Setelah selesai tugas kami kata Tuhan maka kami boleh menjual villa kebun tetapi belum juga melihat hasil. Hanya seorang hamba Tuhan pernah berkata bahwa wilayah Puncak dan sekitarnya berbeda dengan dahulu didalam rohnya karena dia punya kepekaan melihat wilayah ini dahulu dan sekarang. Akhir Mei 2011 villa kebun terjual dengan cara ajaib karena Tuhan kirimkan hanya seorang calon pembeli setelah kami berdoa, dan langsung jadi karena dia mendapatkan dorongan untuk membangun rumah doa diatas. Hebatkan, Tuhan menyiapkan tongkat estafet agar rumah doanya tidak kosong.

Awal oktober 2011 kami mengikuti kebaktian dan ditayangkan banyak foto kesaksian akan lawatan Tuhan masuk ke berbagai wilayah dan banyak yang dijamah Roh Kudus dan percaya kepada Tuhan Yesus termasuk diwilayah Cipanas, Puncak, Cianjur .... Tuhan, Engkau hebat, kami ditugasi menabur dengan doa, pujian, ketaatan dan Engkau siapkan penuainya. Saya hanya bicara kepada keluarga, ingat kita tidak boleh kepahitan karena kita menabur tapi orang lain yang menuai. Kejatuhan anak Tuhan seringkali mengharapkan kalau dia yang menabur maka dia yang menuai dong, masak orang lain yang dapat hasilnya ? Kita harus sadar kadang Tuhan buat orang lain menabur tapi kita yang menuai. Semua karyaNya, bagi Dia dan untuk KemulianNya. Haleluya !


Oleh : Domba777 ( Jakarta, Oktober 2011 )

Senin, 10 Oktober 2011

AYIN BETH




Tgl. 28 September 2011, kita merayakan hari raya YAHUDI yang ke 5772 yang disebut AYIN BETH. Ayin artinya mata, beth artinya Rumah Tuhan..Jadi Ayin Beth artinya Mata Tuhan yang tertuju pada baitNYA (tubuh kita).

Jadi di tanggal tersebut, kita akan mengadakan Pesta Pergantian Tahun Orang Yahudi, artinya raja-raja Yahudi harus berperang untuk memperluas daerah yang dimilikinya dan apabila sudah menang, raja tersebut mendapat suatu daerah baru, pekerja rodi yang banyak dan hasil jarahan yang banyak. Sebagian besar orang Yahudi masih memegang perekonomian dunia (dan kalau Tuhan izinkan, maka 2 tahun lagi bangsa Indonesialah yang akan memegang perekonomian dunia).

Kita harus berhati-hati apabila berbicara, karena dalam perkataan kita bisa membangun dan bisa juga meruntuhkan. Apa yang kita pikirkan kita hadapkan pada Tuhan dan tanya Roh Kudus apa yang harus diperkatakan, karena apa yang kita ucapkan akan kita tabur!!
Bila kita difitnahpun, jangan mengutuk orang yang sudah memfitnah, tapi malah sebaliknya harus kita doakan, berkati, dll...Jangan juga kita mengeluh lelah...karena waktu ini adalah waktu kita mendapat yang THE BEST.. Jangan biarkan hidup kita dibuati oleh iblis!!!

2 Tawarikh 7 : 11-16
Di ayat 15, dikatakan 'MataKU terbuka dan telingaKU menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini'
Kita perhatikan ada kata 'mata' dan 'telinga', maka dari itu mata dan telinga kita juga harus dijaga untuk mendengar dan melihat yang baik yang dikenan Tuhan.

Di ayat 16, dikatakan 'Sekarang telah kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya namaKU tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mataKU dan hatiKU akan ada disitu sepanjang masa'
Kalau kita perhatikan di ayat 16 ini, ada kata 'telinga' dan 'hati', maka apa yang kita dengar yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan, kita masukkan ke hati dan langsung perkatakan/ucapkan.

Mata Tuhan dan Hati Tuhan ada di sepanjang masa dan ada mujizat tiap kali kita berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan dengan iman apa yang kita minta yang sesuai dengan Tuhan pasti akan terkabul dan menjadi daging.

2 Tawarikh 8 : 12 – 16
Dalam ayat di atas terdapat 2 nama yang sangat berjasa sekali, siapakah dia ??
Yang pertama adalah MUSA...dia memiliki hati yang lembut, pernah bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.
Yang kedua adalah DAUD...dia memiliki hati yang bisa memikat hati RAJA (TUHAN)... dan Daud sendiri alah orang yang ada dalam hatiKU, jiwaKU dan detak jantungKU..

Lakukan segala sesuatu dengan CINTA, KEINTIMAN & SETIA...Jangan karena RUTINITAS..karena bila kita melaksanakan dengan rutinitas, maka lama-kelamaan kita akan menjadi bosan.
Dalam kitab Kidung Agung pun sebenarnya Tuhan selalu cinta kepada kita, namun kerap kali kita meninggalkan DIA. PASSION TUHAN kepada kita sangat besar, karena itu jangan biarkan passion itu hilang, hanya karena kita banyak melakukan kesalahan..

writen by STPH

Kamis, 06 Oktober 2011

Harga Sebuah Lawatan


Shalom saudara – saudari yang terkasih dalam Kristus. Hari – hari ini merupakan hari – hari yang sangat ajaib, dimana kuasa Tuhan sedang bekerja sangat dahsyat dan sangat nyata untuk sebuah lawatan. Ya, hati Tuhan sangat rindu melihat jiwa – jiwa datang kepadaNYA untuk diselamatkan. Bagi orang – orang yang dapat menangkap kerinduan hatiNYA untuk jiwa – jiwa pasti mengerti akan hal ini dan mau melakukan apapun agar sebuah lawatan dapat terjadi. Tentu, sebuah lawatan tidak pernah ada yang “ gratis “ karena harus ada sesuatu yang dikorbankan atau dibayar. Terkadang soal “ bayar harga “ inilah yang banyak orang tidak mau menjalaninya, jadi mereka hanya berdoa dan berdoa saja tapi tanpa ada sesuatu yang dibayar sebagai bukti kesungguhan kita untuk jiwa – jiwa.

Firman Tuhan berkata dalam Lukas 14 : 23 (TB), Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh “. Firman Tuhan diatas merupakan Firman yang sudah tidak asing lagi didengar oleh kita. Jika kita membaca ayat – ayat sebelumnya, kita dapat menangkap bahwa hamba – hamba yang disuruh oleh Tuan tersebut tidak pernah lelah untuk menghampiri orang – orang yang Tuan itu suruh mereka hampiri. Banyak yang menolak, namun para hamba – hamba ini tidak pernah mengeluh dan malas. Mereka tetap menurut perintah Tuannya, apapun yang keluar dari mulut Tuannya itulah yang mereka turuti. Begitupula dengan sebuah lawatan, kita harus belajar taat dimana Tuhan suruh kita berdiri dan berdoa untuk suatu daerah yang Tuhan taruh. Terkadang, mata kita belum melihat hasil dari yang kita doakan atau mendengar sesuatu sebagai hasil dari apa yang telah kita lakukan. Namun jangan menyerah, karena Tuhan pasti akan menggenapkan semuanya sehingga apa yang kita doakan, apa yang telah kita lakukan tidak akan sia – sia, tetapi menjadi sebuah dupa yang harum dihadapan Tuhan sampai lawatan Tuhan terjadi atas tempat yang kita doakan itu.

Kesaksian saya kali ini sungguh menarik karena kita dapat melihat dengan nyata kuasa Tuhan yang nyata dan melawat sebuah daerah yang mungkin orang bilang mustahil untuk dilawat, namun sekali lagi, tak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Kesaksian ini berawal ketika saya disuruh Tuhan untuk membeli sebuah Villa di daerah Puncak. Saya jujur, awalnya saya membeli Villa ini bukan atas kehendak dan keinginan hati saya karena saat saya disuruh Tuhan membeli Villa itu adalah saat dimana perusahaan saya sedang diambang kebangkrutan dan keungan sedang sangat kacau. Suami saya mengambil uang Jamsostek miliknya selama 25 tahun dan awalnya ingin digunakan untuk menutupi kebangkrutan di perusahaan dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Namun Tuhan berkata lain, Ia dengan jelas menyuruh untuk membeli sebuah Villa di daerah Puncak tersebut dan Tuhan tidak berfirman apapun di awal, hanya menyuruh untuk membelinya. Dengan pergumulan yang sangat berat akhirnya saya dan suami menurut. Pembelian Villa inipun merupakan mujizat dari Tuhan karena Tuhan yang menyuruhnya. Untuk membeli Villa ini tidak cukup hanya dari uang Jamsostek saja, karena harganya sangat mahal, namun tiba – tiba saudara saya disuruh Tuhan memberkati saya sehingga jumlah uang cukup untuk membeli Villa tersebut.

Setelah saya membeli Villa tersebut, Tuhan mulai menjelaskan mengapa saya harus membeli Villa itu. Tuhan berfirman bahwa saya harus berdiri untuk daerah itu, berdoa, berperang dan menuai jiwa. Lalu saya dengan heran bertanya pada Tuhan, “ Kenapa harus beli? Kalau Tuhan suruh hanya untuk berdoa ya kan tidak perlu dengan membeli sebuah Villa? “, tetapi Tuhan menjawab bahwa dengan saya membeli Villa tersebut, maka daerah itu sah saya menduduki wilayah itu menjadi milik Tuhan dan dijadikan sebuah menara Doa untuk daerah tersebut. Setelah saya mengerti semua itu, sayapun menjalankan apa yang Tuhan mau. Sayapun menjalankan apa yang Tuhan mau, setiap seminggu saya dan keluarga pasti datang ke Villa yang dipuncak itu hanya untuk berdoa dan melaksanakan apa yang Tuhan mau. Kadang – kadang dalam satu minggu saya bisa datang ke Puncak hanya untuk berdoa sampai 3 – 4 kali di jam yang aneh, seperti saat subuh atau tengah malam. Di sana, Tuhan menyuruh saya berdoa, berperang dan menuai jiwa. Saya sepenuhnya menggunakan uang saya sendiri untuk melakukan semuanya. Saya tidak berada di sebuah gereja atau organisasi tertentu dan saya murni hanya ingin menyenangkan hati Tuhan.

Dalam kesulitan ekonomi, disamping setelah membeli Villa, juga biaya bensin yang tidak murah karena saya sering sekali pergi ke puncak karena disuruh Tuhan untuk berdoa di sana. Saya melakukan hal seperti ini sudah hampir 2,5 tahun secara rutin, karena saya mengerti bahwa ada rencana Tuhan yang dahsyat atas tempat itu.Di tengah himpitan ekonomi, saya mencoba taat pada Tuhan. Akhirnya setelah 2,5 tahun itu Tuhan berfirman pada saya bahwa Villa tersebut boleh dijual karena tugas saya sudah selesai dan sebelum itu Tuhan berjanji kepada saya, “ Kamu akan melihat dengan matamu dan mendengar dengan telingamu tentang lawatan yang akan terjadi di tempat ini, bahwa apa yang kamu lakukan tidak sia-sia “. Penjualan Villa ini pun merupakan mujizat Tuhan karena “ diestafetkan “ pada anak Tuhan.

Setelah tugas saya selesai, Villa terjual, dan usaha sayapun mulai diberkati Tuhan dengan dahsyat. Semua hutang – hutang dan kerugian ditutup Tuhan dengan ajaib. Saya dalam hati cuma bertanya-tanya, katanya Tuhan akan memberi saya melihat dan mendengar tentang tuaian/lawatan jiwa-jiwa di daerah itu, tapi kok belum melihat apa-apa. Lama-lama saya sudah lupa dengan janji yang Tuhan berikan (bahwa saya akan melihat dengan mata saya dan mendengar dengan telinga saya, bahwa wilayah sekitar Bogor mulai Cipayung sampai dengan Cipatat akan dilawat Tuhan, termasuk Puncak Pass, Cianjur, Cimacan, Cisarua, dll). Sampai suatu saat saya menghadiri sebuah kebaktian bulanan sekitar 4 bulan setelah Villa saya terjual. Dalam kebaktian itu di tampilkan tentang foto – foto lawatan Tuhan yang sedang melanda daerah – daerah, saat itu ditampilkan sekitar 25 foto dan 50% nya dari foto – foto tersebut terjadi di daerah-daerah Puncak dan sekitarnya, tepat seperti yang Tuhan janjikan, dimana yang dilawat semuanya merupakan sepupu kita. Dan tanggal-tanggal lawatannya berkisar saat masa-masa pendudukan di daerah itu. Di situ saya ingat akan janji Tuhan tentang lawatan Tuhan atas daerah Puncak. Sayapun bersyukur pada Tuhan karena banyak jiwa – jiwa yang dituai dan diselamatkan. Dari situ saya belajar untuk lebih taat dan berani bayar harga untuk sebuah lawatan. Mari, buat hati kita merindukan jiwa – jiwa, karena itulah yang Tuhan inginkan. RumahNYA harus penuh. Haleluyah !

Sabtu, 01 Oktober 2011

Peka Dalam Segala Sesuatu


Shalom saudara saudari yang terkasih dalam Kristus. Kepekaan Rohani merupakan sesuatu yang sangat wajib dimiliki oleh setiap anak – anak Tuhan. Dengan kepekaan ini kita bisa segera menyadari apa yang sedang terjadi di sekitar kita, baik secara daging maupun secara Roh. Tentu kepekaan ini harus kita asah terus agar semakin tajam, layaknya sebuah pisau tajam yang di asah terus menerus. Terkadang, yang menjadi pertanyaan adalah, “ dengan apa kita mengasah kepekaan ? “, jawabannya adalah dengan keintiman kita dengan Tuhan. Semakin intim kita, semakin pula kita peka dengan apa yang terjadi karena seringkali Roh Kudus memberitahukan kita apa yang sedang terjadi dan apa yang akan segera terjadi.

Kesaksian saya kali ini sungguh menggambarkan betapa dahsyatnya Allah kita. HikmatNYA yang diberikan kepada anak – anakNYA sungguh tak terpikirkan oleh akal manusia. Kesaksian ini berawal sekitar seminggu lalu. Saya sekeluarga menghadiri pesta ulang tahun ibu dari suami saya yang ke 80 tahun yang diselenggarakan di sebuah rumah makan. Tak ada yang aneh, karena sebelum saya pergi ke sebuah acara saya pasti tanya Tuhan dahulu, apakah Tuhan berkanan atau tidak dan Tuhan memang menjawab berkenan untuk saya sekeluarga hadir ke acara tersebut. Ternyata jalanan menuju lokasi sangat padat, sampai sampai harus menempuh waktu 1.5 jam, padahal normalnya hanya 15 – 30 menit saja. Dengan susah payah kamipun sampai ke tempat itu dan mengikuti serangkaian acara sampai habis. Makanan yang dihidangkanpun sangat beragam dan menggugah selera sampai – sampai kami semua kekenyangan.

Sepulang dari acara tersebut, jam sudah menunjukkan sekitar jam 11 malam. Sungguh tak terasa apa – apa selama acara berlangsung tadi karena Tuhan sudah membukakan mata Rohani saya jika ada yang janggal, tapi tak ada satupun yang janggal. Namun baru saja keluar dari parkiran sayapun mengajak ngobrol suami saya, namun ia hanya diam saja dengan wajah tegang. Dari situ saya sadar bahwa ada yang tidak beres, dan benar saja ia merasa mual dan pusing, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya ketika saya pegang tangannya. Iapun membanting stir dan berhenti di sebuah parkiran, mencari rerumputan dan iapun langsung muntah – muntah di sana. Sayapun menyuruh ponakan saya untuk membeli air minum dan langsung memberikannya pada suami saya.

Akhirnya saya yang mengemudikan mobil karena suami saya hampir – hampir tak sadarkan diri. Badannya sangat dingin, dan terus terbatuk batuk, kepalanya pusing dan badannya sangat lemas. Sepanjang perjalan, sayapun mengemudi dengan cepat dan terus berdoa pada Tuhan agar tidak terjadi apa – apa. Puji Tuhan, kamipun sampai dirumah dengan cepat. Sayapun segera menyuruh suami saya istirahat, karena kondisinya sangat lemah dan berkali – kali muntah dan buang air besar. Sayapun mendoakannya dan sakitnya pun mendingan, setelah itu iapun saya suruh tidur. Sementara ia tidur, saya terus berdoa dan bertanya pada Tuhan, ada apa ini semua? Saya berdoa sampai pukul 1 pagi dan setelah itu saya mendengar suami saya tidur tidak nyenyak dan menggigau terus. Ketika Tuhan membuka mata Rohani saya, ternyata ada seperti kabel hitam pekat yang melingkar dan mengikat kepalanya. Sayapun bertanya pada Tuhan, apa yang harus saya lakukan? Dan Tuhan berfirman bahwa kabel – kabel itu harus dicabut, kalau tidak itu akan mengikat terus. Tuhan suruh saya mengambil pinset sebagai tanda profetik untuk mencabutnya, sebelum itu pinsetnya saya urapi dengan minyak urapan terlebih dahulu. Di Roh saya cabuti semua kabel – kabel itu satu persatu. Ajaibnya, setelah itu suami saya menjadi lebih tenang dan Tuhan berfirman bahwa besok pagipun akan sembuh.

Puji Tuhan, ketika Tuhan sudah berfirman maka semuanya akan jadi sesuai firmanNYA. Suami saya sembuh total dan kembali ke kondisi semula. Padahal ketika saya beri obat kemarin, tak lama kemudian ia muntah lagi dan otomatis obat itupun keluar kembali. Saya percaya,yang menyembuhkan ialah Tuhan kita yang Maha Dahsyat ! Latih kepekaan Saudara dan Saudara akan mengalami hal – hal yang ajaib bersama Tuhan. Haleluyah !