Sabtu, 22 Oktober 2011

Ada Yang Menabur Ada Yang Menuai



Seperti yang sudah pernah disaksikan dalam tulisan yang sebelumnya, bahwa keluarga kami diminta Tuhan membeli villa kebun di daerah Puncak Cipanas pada tahun 2009. Kami sekeluarga hanya menurut apa yang Tuhan mau karena kami menyadari posisi kami adalah hamba bahkan lebih tepat sebagai Budak ( Anda tahukan yang namanya budak itu tidak punya hak menolak, meminta sesuatu hanya menurut yang diinginkan tuannya ). Pada awalnya kami tidak tahu apa tujuannya tapi Tuhan jelas sampaikan “ nak pada waktunya engkau akan tahu, mengapa Aku menyuruh engkau membeli kebun”.

Yah udah nurut saja, semua kejadian itu sesuai kehendakNya karena kami menurut. Mulai dari memilih kebun villa yang mana, sampai deal harga juga Tuhan yang tentukan dan tepat. Memang Tuhan itu kalkulasinya hebat... bahasa dialeknya ... lihai... pasti dong Raja diatas segala Raja. Sampai tugas yang harus kami lakukan setiap Jumat malam sampai minggu pagi kami berada di Cipanas. Sabtu paginya kerjaan kami sekeluarga berkebun, jadi petani, mulai dari macul lahan, memupuki tanah, nabur bibit sayuran, beri makan ikan, bersihkan tanaman, sampai panen lengkap mulai dari sayuran ( cai sim, kangkung, bayam, pak choi, kol, brokoli, buncis, kacang panjang dan labu siam), karbohidrat ( jagung, singkong, ubi cilembu, ubi jepang ), buah-buahan ( pepaya, jambu, lengkeng, jeruk, pisang dll ). Semua itu ada hikmatnya, bayangkan waktu cabut rumput sambil perkatakan Firman : ... tanaman yang bukan datang dari Allah Bapa harus dicabut sampai seakar-akarnya ....

Masak dari kebun sendiri, sabtu malam kami doa bersama karena ternyata Tuhan ingin kami membangun menara doa diwilayah Puncak. Banyak kali Tuhan memberi kami sekeluarga tugas berdoa keliling dari Cipayung ( Bogor ) sampai Puncak ... Cianjur dan Cipatat ( dekat Padalarang – gunung kapur ) bahkan pernah berangkat dari kebun jam 7pm sampai rumah 4am subuh, mantap.

Semua itu kami lakukan dengan ucapan syukur, dan janjiNya kami akan melihat dengan mata sendiri hasil dari taburan berupa doa, memuji Tuhan, berdoa keliling, berdoa di daerah-daerah pemujaan dan keramat istilah orang dunianya. Lumayan dua tahun lebih kami lakukan dan kami belum melihat hasilnya, tetapi kami percaya bahwa Tuhan itu tidak bisa mengingkari janjiNya karena Dia bukan manusia.

Setelah selesai tugas kami kata Tuhan maka kami boleh menjual villa kebun tetapi belum juga melihat hasil. Hanya seorang hamba Tuhan pernah berkata bahwa wilayah Puncak dan sekitarnya berbeda dengan dahulu didalam rohnya karena dia punya kepekaan melihat wilayah ini dahulu dan sekarang. Akhir Mei 2011 villa kebun terjual dengan cara ajaib karena Tuhan kirimkan hanya seorang calon pembeli setelah kami berdoa, dan langsung jadi karena dia mendapatkan dorongan untuk membangun rumah doa diatas. Hebatkan, Tuhan menyiapkan tongkat estafet agar rumah doanya tidak kosong.

Awal oktober 2011 kami mengikuti kebaktian dan ditayangkan banyak foto kesaksian akan lawatan Tuhan masuk ke berbagai wilayah dan banyak yang dijamah Roh Kudus dan percaya kepada Tuhan Yesus termasuk diwilayah Cipanas, Puncak, Cianjur .... Tuhan, Engkau hebat, kami ditugasi menabur dengan doa, pujian, ketaatan dan Engkau siapkan penuainya. Saya hanya bicara kepada keluarga, ingat kita tidak boleh kepahitan karena kita menabur tapi orang lain yang menuai. Kejatuhan anak Tuhan seringkali mengharapkan kalau dia yang menabur maka dia yang menuai dong, masak orang lain yang dapat hasilnya ? Kita harus sadar kadang Tuhan buat orang lain menabur tapi kita yang menuai. Semua karyaNya, bagi Dia dan untuk KemulianNya. Haleluya !


Oleh : Domba777 ( Jakarta, Oktober 2011 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar