Kamis, 06 Oktober 2011

Harga Sebuah Lawatan


Shalom saudara – saudari yang terkasih dalam Kristus. Hari – hari ini merupakan hari – hari yang sangat ajaib, dimana kuasa Tuhan sedang bekerja sangat dahsyat dan sangat nyata untuk sebuah lawatan. Ya, hati Tuhan sangat rindu melihat jiwa – jiwa datang kepadaNYA untuk diselamatkan. Bagi orang – orang yang dapat menangkap kerinduan hatiNYA untuk jiwa – jiwa pasti mengerti akan hal ini dan mau melakukan apapun agar sebuah lawatan dapat terjadi. Tentu, sebuah lawatan tidak pernah ada yang “ gratis “ karena harus ada sesuatu yang dikorbankan atau dibayar. Terkadang soal “ bayar harga “ inilah yang banyak orang tidak mau menjalaninya, jadi mereka hanya berdoa dan berdoa saja tapi tanpa ada sesuatu yang dibayar sebagai bukti kesungguhan kita untuk jiwa – jiwa.

Firman Tuhan berkata dalam Lukas 14 : 23 (TB), Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh “. Firman Tuhan diatas merupakan Firman yang sudah tidak asing lagi didengar oleh kita. Jika kita membaca ayat – ayat sebelumnya, kita dapat menangkap bahwa hamba – hamba yang disuruh oleh Tuan tersebut tidak pernah lelah untuk menghampiri orang – orang yang Tuan itu suruh mereka hampiri. Banyak yang menolak, namun para hamba – hamba ini tidak pernah mengeluh dan malas. Mereka tetap menurut perintah Tuannya, apapun yang keluar dari mulut Tuannya itulah yang mereka turuti. Begitupula dengan sebuah lawatan, kita harus belajar taat dimana Tuhan suruh kita berdiri dan berdoa untuk suatu daerah yang Tuhan taruh. Terkadang, mata kita belum melihat hasil dari yang kita doakan atau mendengar sesuatu sebagai hasil dari apa yang telah kita lakukan. Namun jangan menyerah, karena Tuhan pasti akan menggenapkan semuanya sehingga apa yang kita doakan, apa yang telah kita lakukan tidak akan sia – sia, tetapi menjadi sebuah dupa yang harum dihadapan Tuhan sampai lawatan Tuhan terjadi atas tempat yang kita doakan itu.

Kesaksian saya kali ini sungguh menarik karena kita dapat melihat dengan nyata kuasa Tuhan yang nyata dan melawat sebuah daerah yang mungkin orang bilang mustahil untuk dilawat, namun sekali lagi, tak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Kesaksian ini berawal ketika saya disuruh Tuhan untuk membeli sebuah Villa di daerah Puncak. Saya jujur, awalnya saya membeli Villa ini bukan atas kehendak dan keinginan hati saya karena saat saya disuruh Tuhan membeli Villa itu adalah saat dimana perusahaan saya sedang diambang kebangkrutan dan keungan sedang sangat kacau. Suami saya mengambil uang Jamsostek miliknya selama 25 tahun dan awalnya ingin digunakan untuk menutupi kebangkrutan di perusahaan dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Namun Tuhan berkata lain, Ia dengan jelas menyuruh untuk membeli sebuah Villa di daerah Puncak tersebut dan Tuhan tidak berfirman apapun di awal, hanya menyuruh untuk membelinya. Dengan pergumulan yang sangat berat akhirnya saya dan suami menurut. Pembelian Villa inipun merupakan mujizat dari Tuhan karena Tuhan yang menyuruhnya. Untuk membeli Villa ini tidak cukup hanya dari uang Jamsostek saja, karena harganya sangat mahal, namun tiba – tiba saudara saya disuruh Tuhan memberkati saya sehingga jumlah uang cukup untuk membeli Villa tersebut.

Setelah saya membeli Villa tersebut, Tuhan mulai menjelaskan mengapa saya harus membeli Villa itu. Tuhan berfirman bahwa saya harus berdiri untuk daerah itu, berdoa, berperang dan menuai jiwa. Lalu saya dengan heran bertanya pada Tuhan, “ Kenapa harus beli? Kalau Tuhan suruh hanya untuk berdoa ya kan tidak perlu dengan membeli sebuah Villa? “, tetapi Tuhan menjawab bahwa dengan saya membeli Villa tersebut, maka daerah itu sah saya menduduki wilayah itu menjadi milik Tuhan dan dijadikan sebuah menara Doa untuk daerah tersebut. Setelah saya mengerti semua itu, sayapun menjalankan apa yang Tuhan mau. Sayapun menjalankan apa yang Tuhan mau, setiap seminggu saya dan keluarga pasti datang ke Villa yang dipuncak itu hanya untuk berdoa dan melaksanakan apa yang Tuhan mau. Kadang – kadang dalam satu minggu saya bisa datang ke Puncak hanya untuk berdoa sampai 3 – 4 kali di jam yang aneh, seperti saat subuh atau tengah malam. Di sana, Tuhan menyuruh saya berdoa, berperang dan menuai jiwa. Saya sepenuhnya menggunakan uang saya sendiri untuk melakukan semuanya. Saya tidak berada di sebuah gereja atau organisasi tertentu dan saya murni hanya ingin menyenangkan hati Tuhan.

Dalam kesulitan ekonomi, disamping setelah membeli Villa, juga biaya bensin yang tidak murah karena saya sering sekali pergi ke puncak karena disuruh Tuhan untuk berdoa di sana. Saya melakukan hal seperti ini sudah hampir 2,5 tahun secara rutin, karena saya mengerti bahwa ada rencana Tuhan yang dahsyat atas tempat itu.Di tengah himpitan ekonomi, saya mencoba taat pada Tuhan. Akhirnya setelah 2,5 tahun itu Tuhan berfirman pada saya bahwa Villa tersebut boleh dijual karena tugas saya sudah selesai dan sebelum itu Tuhan berjanji kepada saya, “ Kamu akan melihat dengan matamu dan mendengar dengan telingamu tentang lawatan yang akan terjadi di tempat ini, bahwa apa yang kamu lakukan tidak sia-sia “. Penjualan Villa ini pun merupakan mujizat Tuhan karena “ diestafetkan “ pada anak Tuhan.

Setelah tugas saya selesai, Villa terjual, dan usaha sayapun mulai diberkati Tuhan dengan dahsyat. Semua hutang – hutang dan kerugian ditutup Tuhan dengan ajaib. Saya dalam hati cuma bertanya-tanya, katanya Tuhan akan memberi saya melihat dan mendengar tentang tuaian/lawatan jiwa-jiwa di daerah itu, tapi kok belum melihat apa-apa. Lama-lama saya sudah lupa dengan janji yang Tuhan berikan (bahwa saya akan melihat dengan mata saya dan mendengar dengan telinga saya, bahwa wilayah sekitar Bogor mulai Cipayung sampai dengan Cipatat akan dilawat Tuhan, termasuk Puncak Pass, Cianjur, Cimacan, Cisarua, dll). Sampai suatu saat saya menghadiri sebuah kebaktian bulanan sekitar 4 bulan setelah Villa saya terjual. Dalam kebaktian itu di tampilkan tentang foto – foto lawatan Tuhan yang sedang melanda daerah – daerah, saat itu ditampilkan sekitar 25 foto dan 50% nya dari foto – foto tersebut terjadi di daerah-daerah Puncak dan sekitarnya, tepat seperti yang Tuhan janjikan, dimana yang dilawat semuanya merupakan sepupu kita. Dan tanggal-tanggal lawatannya berkisar saat masa-masa pendudukan di daerah itu. Di situ saya ingat akan janji Tuhan tentang lawatan Tuhan atas daerah Puncak. Sayapun bersyukur pada Tuhan karena banyak jiwa – jiwa yang dituai dan diselamatkan. Dari situ saya belajar untuk lebih taat dan berani bayar harga untuk sebuah lawatan. Mari, buat hati kita merindukan jiwa – jiwa, karena itulah yang Tuhan inginkan. RumahNYA harus penuh. Haleluyah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar