Sabtu, 01 Oktober 2011

Peka Dalam Segala Sesuatu


Shalom saudara saudari yang terkasih dalam Kristus. Kepekaan Rohani merupakan sesuatu yang sangat wajib dimiliki oleh setiap anak – anak Tuhan. Dengan kepekaan ini kita bisa segera menyadari apa yang sedang terjadi di sekitar kita, baik secara daging maupun secara Roh. Tentu kepekaan ini harus kita asah terus agar semakin tajam, layaknya sebuah pisau tajam yang di asah terus menerus. Terkadang, yang menjadi pertanyaan adalah, “ dengan apa kita mengasah kepekaan ? “, jawabannya adalah dengan keintiman kita dengan Tuhan. Semakin intim kita, semakin pula kita peka dengan apa yang terjadi karena seringkali Roh Kudus memberitahukan kita apa yang sedang terjadi dan apa yang akan segera terjadi.

Kesaksian saya kali ini sungguh menggambarkan betapa dahsyatnya Allah kita. HikmatNYA yang diberikan kepada anak – anakNYA sungguh tak terpikirkan oleh akal manusia. Kesaksian ini berawal sekitar seminggu lalu. Saya sekeluarga menghadiri pesta ulang tahun ibu dari suami saya yang ke 80 tahun yang diselenggarakan di sebuah rumah makan. Tak ada yang aneh, karena sebelum saya pergi ke sebuah acara saya pasti tanya Tuhan dahulu, apakah Tuhan berkanan atau tidak dan Tuhan memang menjawab berkenan untuk saya sekeluarga hadir ke acara tersebut. Ternyata jalanan menuju lokasi sangat padat, sampai sampai harus menempuh waktu 1.5 jam, padahal normalnya hanya 15 – 30 menit saja. Dengan susah payah kamipun sampai ke tempat itu dan mengikuti serangkaian acara sampai habis. Makanan yang dihidangkanpun sangat beragam dan menggugah selera sampai – sampai kami semua kekenyangan.

Sepulang dari acara tersebut, jam sudah menunjukkan sekitar jam 11 malam. Sungguh tak terasa apa – apa selama acara berlangsung tadi karena Tuhan sudah membukakan mata Rohani saya jika ada yang janggal, tapi tak ada satupun yang janggal. Namun baru saja keluar dari parkiran sayapun mengajak ngobrol suami saya, namun ia hanya diam saja dengan wajah tegang. Dari situ saya sadar bahwa ada yang tidak beres, dan benar saja ia merasa mual dan pusing, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya ketika saya pegang tangannya. Iapun membanting stir dan berhenti di sebuah parkiran, mencari rerumputan dan iapun langsung muntah – muntah di sana. Sayapun menyuruh ponakan saya untuk membeli air minum dan langsung memberikannya pada suami saya.

Akhirnya saya yang mengemudikan mobil karena suami saya hampir – hampir tak sadarkan diri. Badannya sangat dingin, dan terus terbatuk batuk, kepalanya pusing dan badannya sangat lemas. Sepanjang perjalan, sayapun mengemudi dengan cepat dan terus berdoa pada Tuhan agar tidak terjadi apa – apa. Puji Tuhan, kamipun sampai dirumah dengan cepat. Sayapun segera menyuruh suami saya istirahat, karena kondisinya sangat lemah dan berkali – kali muntah dan buang air besar. Sayapun mendoakannya dan sakitnya pun mendingan, setelah itu iapun saya suruh tidur. Sementara ia tidur, saya terus berdoa dan bertanya pada Tuhan, ada apa ini semua? Saya berdoa sampai pukul 1 pagi dan setelah itu saya mendengar suami saya tidur tidak nyenyak dan menggigau terus. Ketika Tuhan membuka mata Rohani saya, ternyata ada seperti kabel hitam pekat yang melingkar dan mengikat kepalanya. Sayapun bertanya pada Tuhan, apa yang harus saya lakukan? Dan Tuhan berfirman bahwa kabel – kabel itu harus dicabut, kalau tidak itu akan mengikat terus. Tuhan suruh saya mengambil pinset sebagai tanda profetik untuk mencabutnya, sebelum itu pinsetnya saya urapi dengan minyak urapan terlebih dahulu. Di Roh saya cabuti semua kabel – kabel itu satu persatu. Ajaibnya, setelah itu suami saya menjadi lebih tenang dan Tuhan berfirman bahwa besok pagipun akan sembuh.

Puji Tuhan, ketika Tuhan sudah berfirman maka semuanya akan jadi sesuai firmanNYA. Suami saya sembuh total dan kembali ke kondisi semula. Padahal ketika saya beri obat kemarin, tak lama kemudian ia muntah lagi dan otomatis obat itupun keluar kembali. Saya percaya,yang menyembuhkan ialah Tuhan kita yang Maha Dahsyat ! Latih kepekaan Saudara dan Saudara akan mengalami hal – hal yang ajaib bersama Tuhan. Haleluyah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar