Selasa, 15 November 2011

Belajar Menjalankan Bisnis Dengan Cara TUHAN

Salam Sejahtera Dalam Tuhan Yesus Kristus,

Kehidupan riil dengan apa yang ada dalam Firman Tuhan sering berbeda dan bertolak belakang. Demikian kiranya bagi para Pebisnis. Seorang Pebisnis tidak bisa lepas dari membuat Rencana, Target dan Action Plan. Bila ingin mencapai Sukses maka semua analisa dipakai, strategi ditentukan dan taktik dijalankan dengan mengandalkan istilah dunia adalah Kompetensi yang ada dalam organisasi. Nah itulah cara dunia menjalankan bisnis, kadang ada yang ambil risiko besar, ada juga yang ambil aman, tapi semuanya harus Logis dan masuk akal.

Pengalaman saya dahulu menjalankan bisnis juga sama dengan yang saya paparkan diatas, tetapi setelah mengalami berjalan bersama Tuhan, diproses dan dimurnikan sampai kerak-kerak dosa dan berhala dibuangi satu persatu maka terjadi Cara Berpikir yang Baru (istilah orang bisnis adalah Paradigm Shift ). Waktu pertama kali terjadi pertobatan besar-besaran dalam keluarga kami, dan Tuhan mulai dengan proses pemurniaan karena penyerahan hidup kami kepadaNya ( ingat Yohanes Pembaptis berkata “aku membabtis engkau dengan air tetapi yang datang sesudah aku – Yesus Kristus akan membaptis dengan Roh dan Api ) maka saya masih menggunakan kemampuan sendiri, logika, semua jurus bisnis untuk mendapatkan order / proyek. Dari sekian banyak proposal yang kami sudah kirimkan dan difollow up dengan mati-matian ternyata tidak ada yang masuk, sampai saya akhirnya percaya akan firmanNya.... Kalau Tuhan sudah membuka maka tidak ada yang bisa menutup, kalau Tuhan menutup maka tidak ada yang bisa membuka ......

Saya benar-benar percaya tangan dan kuasa Tuhan akan mulai bekerja bila kita mulai dalam penyerahan dan mau diproses untuk dimurnikan, dikerat seperti ranting-ranting pohon anggur biar bersih dari benalu & lumut yang menyebabkan kita tidak bisa berbuah ( Yoh 15 : Pokok Anggur yang benar ). Disitulah saya mulai menyadari bahwa dalam karena hidup saya mulai diubah sesuai Rencana dan KehendakNya maka dalam menjalankan bisnis pasti akan berubah juga.

Sekian lama kami harus melewati padang gurun ( karena proses percepatan di akhirnya zaman akhir ini maka dari 40 tahun bangsa Yahudi di padang gurun, kami hanya 4 tahun mengalaminya dan HALELUYA Saudara kalau Anda BERANI dan MAU MENGALAMINYA. Persis yang dikatakan Pak Yusak Tjipto ( Penginjil dari kota Bandung ) bahwa Ikut Tuhan itu NGERI-NGERI SEDAP. Nah ini yang pada umumnya orang Kristiani tidak mau mengalaminya, lebih enak jadi penonton, diceritain kesaksian amat banyak dan terkagum-kagum tapi kalau disuruh menjalankan NANTI DULU.

Saudara, pengikutan kepada Tuhan Yesus itu ADA HARGA yang ANDA HARUS BAYAR. Dan Harga yang Anda bayar akan menentukan POSISI ANDA di SORGA nantinya. Jangan dikira di sorga itu SAMA RASA SAMA RATA seperti Komunis ya. Kerajaan Sorga itu bertingkat-tingkat dan kita harus mengerjakan dari sejak didunia untuk mencapai posisi yang terbaik kita bisa sesuai dengan jatah yang Tuhan berikan kepada kita. Kami berupaya mengerjakan mulai dari didunia karena kalau sudah sampai disana kita tidak bisa naik posisi ke yang lebih tinggi. Sebagai ilustrasi, Anda tetap sebagai rakyat Indonesia meskipun tinggalnya di atas pohon di hutan Papua, betul nggak ? Tetapi kalau Anda diberikan kesempatan untuk memilih mau tinggal dekat istana presiden atau syukur-syukur dalam istana atau tadi di atas pohon meski keduanya sama-sama disebut rakyat Indonesia?
Demikian juga dengan di sorga nanti maka kita perlu mengerjakan dari saat kita hidup didunia agar jangan jadi warga kerajaan Sorga tapi jauh dan tidak pernah ketemu Rajanya ( puas dipinggiran kerjaan saja ). Itu memang pilihan, tapi kalau kita cukup punya kecerdasan rohani maka kita harus bisa berhitung yang disini cuman 70an tahun sedang yang disana Eternity ( Kekal selamanya ) maka harus kita kejar dari sekarang (saya tetap pakai peribahasa Berakit-rakit dahulu Berenang-renang kemudian , hanya dalam Tuhan tidak sudah bersakit-sakit, percaya kita tetap dipelihara koq )

Kembali kepada menjalankan Bisnis dengan Cara Tuhan maka kita harus berani memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menjadi CEO ( Chief Executive Officer ) nya. Berarti Tuhan yang akan menentukan kemana dan bagaimana cara menjalankan bisnis kita. Kita harus rajin bertanya “ Apa yang mesti saya lakukan hari ini Tuhan, menghadapi pelanggan ini harus bagaimana? Berapa kita mau memberikan penawaran atau harga ? Apa ini mau dilayani atau tidak ? Dalam menghadapi negosiasi selalu dimulai dengan doa : Tuhan pakai pikiran, hati dan mulut hambaMu ini untuk menjalankan yang Engkau mau bukan yang saya mau. Berani melakukan demikian ?

Satu hal lagi yang penting bagi pebisnis yang biasanya punya target dikejar mati-matian sampai penyakitan meskipun kaya raya dan sukses untuk ukuran dunia. Belajar dari buku 7 Habits : salah satu habit adalah BEGIN with the END in Mind ( Mau menjalankan sesuatu mulailah dari apakah ujung akhir yang mau kita perolah ). Jurus ini saya pakai juga untuk rohani. Kita menangkan dulu ujung akhirnya agar dapat garansi di sorganya baru kita menikmati yang didunia atas perkenan Tuhan. Jangan terbalik kita jalankan bisnis kita begitu NGOYO ( bahasa jawa artinya : mati-matian dan ngotot ) tapi setelah kita punya dunia ini tapi kita tidak kebagian yang di sorga dan kekal. RUGI dan KEBODOHAN menurut saya.

Hasil akhir itu milik dan terserah Tuhan, kita jalankan apa perintah dan mandatNya dengan belajar percaya dan taat bahwa semua Rencana Tuhan PASTI UJUNGNYA BAIK buat KITA ( Ini yang jangan kita sampai ditipu sama IBLIS karena waktu dan kesempatan sudah singkat sebelum kekalahan mereka sesuai skenario di Wahyu ). Memang tidak mudah belajar penundukkan diri terutama bagi PEBISNIS yang sudah bertahun-tahun mandiri, proven track record, sukses, kaya. Kalau yang bodoh, melarat dan kalah itu istilahnya NOTHING TO LOOSE ya udah berserah saja. Tapi bagi yang sukses nanti dulu. Waktu Indonesia kena Krisis Moneter 1998 banyak pengusaha dan konglomerat tiba-tiba dililit utang yang tidak bisa bayar lalu berbalik kepada Tuhan, nah yang kita tidak tahu setelah bisnisnya sukses lagi apa masih hatinya melekat pada Tuhan atau pada harta dan bisnisnya ? Kita doakan agar tidak menjauh dari Tuhan meski sudah sukses lagi.

Percaya saja, biar ini tidak mudah asal kita MAU maka TUHAN pasti mengerjakan dengan caraNya yang ajaib untuk membentuk kita seperti yang Dia Mau agar menjadi berkenan dihadapanNya.

Perubahan Paradigma dan Berani Memberikan Kekuasaan dalam Bisnisnya kepada Tuhan atau tidak itulah TANTANGANNYA bagi Pebisnis . Bagaimana dengan Anda ? Berani bayar harga buat kehidupan kekal kita di sorga ? Biasanya pebisnis nekad sekarang ditantang kenekadannya kepada Tuhan dengan garansi pasti Rencana Tuhan itu baik buat kita. Amin.


Oleh :

Pelaku Firman

( Jika Saudara / Saudari memiliki kesaksian atau sharing yang membangun dapat mengirimkannya ke lawatan.indonesia@gmail.com. Tuhan Yesus Memberkati )

1 komentar: