Jumat, 30 Maret 2012

Sebuah Petualangan Iman Hingga Menemui Mujizat Tuhan



Rev. Wilco Salam Karijodiwirijo, MDIV
Nama saya: Pdt. Wilco Salam Karijodiwirijo,MDiv. (  lulusan Master of Divinity) dari STT “I-3”, Mei tahun 1994, Batu-Malang, Indonesia. Saya kelahiran tanggal 10 November 1963, di Plantage Zoelen, Distrikt Commewijne, Republik Suriname. Isteri saya bernama Pdt. Nonkaryaning Cipto Asri Karijodiwirijo-Sucipto,STh., kelahiran tanggal 21 Februari 1965. Grace Emawati Karijodiwirijo, putri kami kelahiran Jakarta, tanggal 2 October 1997.
Sekembalinya kami sampai di Tanah Republik Suriname pada tanggal 20 Maret 2001, kami melayani dengan GKJ Moravian Suriname, hingga sekarang ! TUHAN mempersentajai kami dengan kehidupan iman yang kukuh, khususnya isteri saya yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, kendatipun tidak lepas dari pergumulan banyak, bahkan sakit-penyakitpun tidak terlepas dari kehidupannya! Di situlah awal perjalanan, bagaimana tersebut memasuki lembah yang terdalam dan pekat, tapi TANGAN TUHAN TIDAK MELAPASKAN KAMI! Setelah dinyatakan penyakitnya yang sungguh amat mengkhawatirkan jiwa dan nyawanya tersebut, kami tidak tinggal diam ( SEMENTARA SAYA KISAHKAN MELALUI PETIKAN KOMPUTER INI, KAMI DISERTAI DENGAN ALIRAN TANGISAN AIR MATA!). Rabu, Tanggal 29 April 2009, pukul : 10:00 am kami terbengong mendengarkan ucapan si dokter, ahli oncologi, bahwa isteri saya sudah stadium tak hampir saja tertolong. HARUS AMPUTASI bagian payu dara kanan, atau,….. ( Bapak/Ibu bisa mengisinya sendiri!!!). Kami tidak ragu-ragu mengatakan: “ DEMI HIDUPNYA isteriku, silahkan Bapak Dokter lakukan yang terbaik, dalam naungan pertolongan TUHAN! TUHAN memberikanku kekuatan yang luar biasa, sehingga masih mampu mengendarai mobil pulang. Semua teman atau rekan sepelayanan,… bahkan Ketua Sinode,…  kami tilpon untuk menelepon seluruh rekan seperjuangan mengenai berita ini untuk masuk dalam perjuangan doa buat tindakan operasi ini. Apalagi putri kami Grace harus dikasihtahu berita  yang tak begitu menggembirakan itu, sebab Grace ( putri kami)  sedang persiapan ujian Negara kelas SD 6. Dengan berat hati dan aliran air mata, kami sampaikanberita itu kepadanya. Grace pun berdiam sejenak,… lalu kami semua menangis. Sore hari itu juga pukul 17:00 pm. , kami larikan isteri saya ke Rumah Sakit Diakonessen ziekenhuis,… tinggal tunggu detik-detik opname dan perjalanannya. Semua urusannya berjalan dengan lancer. Sampai pukul 20:00 pm saya dan putri saya mendampingi isteri saya. Keesokan harinya, - Hari Kamis, tanggal 30 April 2009 -, tibalah FINAL COUNTDOWN buat isteri saya masuk OK ( Operasi kamar). Semua hal menyangkut tindakan penyelamatan lewat jalan/jalur medis telah SIAP! Kami semua berkusuk di dalam perjuangan doa. Isteri saya pagi-pagi benar masuk ruang anasthesi, lalu pada pukul 10:00 am mulailah pengerjaannya. Saya berkali-kali check dengan zuster utama, bagaimana keadaan atau kondisi dan situasi isteri saya hingga jam operasi ke-empatpun belum keluar ruang OK. Baru setelah enam jam operasi yang berat itu, bisa keluar dar ruang operasi, dan pemulihan diri. Lalu pukul 16:00 pm. sore hari dikembalikan ke ruang zaal! Kami semua duduk terdiam, melihat kebesaran dan keagungan TUHAN,- DIA SANG YEHOWAH-RAPHA yang memakai tangan dokter berbuat tindakan semua itu! Sekitar pukul 18:00 pm istri saya baru dapat sakadarkan diri dari narkose. Kami semua gembira dan bersyukur kepada TUHAN atas perbuatan-Nya yang ajaib itu!
Rev. Wilco Salam KarijodiwirijoSepuluh hari proses pemulihan di rumah sakit, … dan yang menakjubkan ialah, ketika saya menanyakan dokter zaal, obat apakah yang diberikan kepada isteri saya, lalu beliau berkata: “ hanya ini, Pak,… 4 kali 2 tablet decolgen ( Paracetamol),…ya,… obatnya hanya itu saja! Alangkah luar biasanya tangan TUHAN kita itu! Darah yang mengalir di dalam diri isteri saya ialah DARAH YESUS YANG SENDIRI MEMULIHKANNYA! Tanggal Jum’at, 8 Mei 2009, isteri saya diperbolehkan pulang! Lalu berobat jalan! Saran dokter oncology beserta dokter internisnya ialah untuk menjalani 6 kali kur Chemoterapi!
Tanggal 1 Juni 2009, isteri saya divonis untuk mendapatkan penyinaran ( bestraling ) di Colombia! Kami semua jadi gundah-gulana! Semua persiapan dilakukan dalam tempo seminggu saja! TUHAN katakan untuk membereskan segala sesuatu yang salah dan mengampuni yang bersalah pada dirinya. Terus terang, semua dijalankan dengan ketaatan pada pimpinan ROH KHUDUS! 

Senin, tanggal 8 Juni 2009, kami disambar bagiakan “petir di siang bolong”, ketika dokter onkoloog tersebut menyatakan bahwa kepergian ke Colombia tidak perlu lagi, tinggal waktu saja yang menentukan,… Berita tersebut membuat kami tidak gusar,… isteri saya kembali tilpon Ketua Sinode, lalu minta back up para pendeta yang ada! Siang hari perlu di-MRC scan. Itupun sito! Janjinya pukul 15:00 pm. Kami bawa diri kami, pertama ke rekan pendeta di kantornya dan bersatu di dalam doa,… kemudian ke salah seorang pendeta senior, bernama  Bapak Paul Doth bersama isterinya dan rekan pendoa syafa’at di kediamannya sekitar pukul 13:00 hingga 14:30 uur pm.  Beliau katakan TUHAN sendiri harus nge-scan terlebih dahulu! Pukul 15:00 uur pm. hingga 16:00 pm. Isteri saya harus masuk tube-scan yang besar itu. Diputarnya bolak-balik, lalu isteri saya bernyanyi: “ADA KUASA DALAM DARAHNYA,… DARAH  DOMBA ALLAH!” Dokter radiolog tersebut terkejut, karena di samping suara isteri saya,… terdengar dengungan yang jelas, suara yang mendampingi suara isteri saya, bagaikan kisah Sadrach, Mesach, Abednego, ketika Raja Nebukadnezar menyatakan: “ Lihatlah, bukan tiga orang yang masuk Perapian itu, mengapakah saya lihat ada seorang, yang kelihatan bagaikan SEORANG ANAK ALLAH…!” Seperti itulah terucap oleh mereka, bahwa mereka mendengar suara SEORANG ANAK ALLAH!  CD-ROM Scannya kami harus ambil hari berikutnya. Malam hari kami kedatangan berapa pendoa sya’at yang membawa isteri saya ke hadirat tahkta kemurahan TUHAN! Dari foto yang saya ambil dan dalam realitas hidupnya, tangan TUHAN menopang dan menyokong isteri saya. 

Selasa, tanggal 9 Juni 2009, pukul 08:00-10:00 am, isteri saya melapor diri ke ruang pengambilan suntikan chemoterapi untk pertama kalinya sesuai dengan proyeksi dan penentuan dokter internis itu. Zuster Satie Martoredjo, yang membantu dengan penyuntikannya pun menangis terseguk-seguk,… tak tahankan, apa yang terjadi! Kami bawa dengan beberapa hamba TUHAN isteri saya ke hadirat TUHAN, dengan mengatakan: “ IBU NON,… Kamu tidak akan mati, tapi hidup! [ Hal ini dikatakan oleh Pendeta Johannes Martoredjo, adiknya Ibu Satie tadi!] Penyuntikannya berjalan 2 jam lamanya! Setelah itu, isteri saya masih dapat kekuatan untuk berjalan ambil hasil CD ROM Scannya di rumah sakit lain, lalu balik ke tempat rumah sakit yang satunya, di mana dia dapat chemo tadi. Sekitar pukul 17:00 pm, terasa tak tertahankan lagi; efek chemo tersebut bagaikan virus yang merajalela di dalam tubuh isteri saya. Kami terus minta bantuan dan back up doa. Tak bisa buat apa-apa lagi! Pada malam harinya ada beberapa orang berkunjung untuk nengok/besuk isteri saya. Sekitar pukul 20:00 uur dia harus ke kamar kecil, tapi keadaan sudah letih lesu dan tak mampu tertahankan lagi. Putri kami, Grace,… dengan kekuatan akhirnya membawa ibunya untuk berbaring di tempat tidur.

PUKUL 20:45 pm, ketika beberapa ibu majelis mohon pamitan, saya melihat bahwa isteri saya sedang bincang-bincang dengan dirinya sendiri. Seorang ibu majelis berkata: “ Pak, …, tariklah kemolnya buat Ibu Non,… dia terasa dingin dan sakit!” Lalu ROH TUHAN mengilhamkan saya: “ TIDAK, IBU MARTINI,… IBU NON SIBUK BINCANG-BINCANG DENGAN TUHAN! BENAR SEKALI!” Pada saat itu, datanglah SINAR KEMULIAAN TUHAN, DAN TUHAN YESUS SENDIRI DATANG DENGAN MUJIZAT PENYINARANNYA UNTUK MENYETUH BAGIAN YANG SAKIT! Isteri saya lalu berkata: dalam Bahasa Belanda: “ DAT LICHT! DAT LICHT!!...!” [ Artinya: “ “SINAR ITU! SINAR ITU!!!”] Sementara itu,… isteri saya duduk di tempat tidur, sambil menceriterakan KISAK NYATA PENYINARAN DAN SENTUHAN MUJIZATNYA ATAS isteri saya!

Esok subuh harinya, pukul 04:00 am, isteri saya bangun dari tidurnya dan langsung segar, bisa lakukan semuanya dengan kekuatan sendiri, tanpa dipapa oleh siapapun!

BERITA mujizat tersebut bergema ke mana-mana puin tempat! Tanggal, 22 Juni 2009, kami menghadap dokter onkolog tersebut, setelah kami menunggu-nunggu hasil SCANnya, presis dua mingga setelah pengambilannya! Lalu beliau menegor isteri saya: “HELLOO,… IBU NON,… Mengapakah kamu terdiam begitu saja!” Isteri saya tanyakan kepada dokter: “ Dokter DOES,… apa artinya semua ini? Apakah Dokter kasih harapan saya hanya hidup 10 % atau 90 saja dan harus…… ? Atau 90 % harapan hidup atau 10 % harus….. meninggal!” Lalu dokter DOES menjawab: “ TIDAK! Hasil MRC SCAN nya menyatakan, bahwa IBU NON,… KAMU SEMBUH TOTAL! TIDAK ADA PENYEBARAN KANKER! Secara medis dan klinis, kamu bersih! !” Hanya SATU kata kami ucapkan: “TERIMA KASIH, TUHAN!” Lalu dokter DOES, sambil bergurau berkata: “ PERCAYALAH DAN TETAP PERCAYA PADA TUHAN INI! Kami pulang bagaikan orang yang terlepas dari tawanan dan tekanan! Kami serukan di ruangan itu, bahwa kita  menyembah ALLAH yang maha besar dan kami nyanyikan tanpa malu-malu refrain lagu ini: “KAMI MEMUJI KEBESARAN-MU! AJAIB TUHAN, AJAIB TUHAN!” 

Demikianlah KISAH NYATA KESEMBUHAN TUHAN ATAS DIRI ISTERINYA, dan perwujudan doa anak/putri kami, yang ketika itu berkata: “MAMA,…. MAMA BERDOA UNTUK ORANG LAIN DISEMBUHKAN! LALU, MAMA,… BERDOALAH UNTUK MUJIZAT KESEMBUHAN TUHAN! Lalu hal itu telah terjadi pada isteri saya!

Kiranya KIsah Nyata ini menjadi perenungan yang dalam dan menjadi berkat besar buat setiap orang yang mendengar dan membacanya, dan kami pegang kata-kata dalam Praise and Worship penyanyi Gospel wahid DON MOEN: 

“EVEN YOU’VE THE BAD NEWS, BY SAYING THAT YOUR SICKNESS IS INCURABLE, BUT GOD IS MORE THAN ANY SICKNESS, THAT YOU CAN MENTION ! HE IS MORE THAN CANCER!”

Terima kasih untuk bisa share dengan semua orang beriman di GBI Jemaat Gatot Soebroto. YES, OUR GOD is THE GOD of WONDERS and MIRACLES!” Halleluyah! AMEN!”

Dituliskan oleh, 
Bapak Pdt. Wilco Salam Karijodiwirijo, MDIV.
Pastorie “GKJ “DUTA WATJANA der EBGS (Moravian Church Suriname), 
Source : yamari.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar