Kamis, 15 Maret 2012

Tuhan Berkarya dalam Hidup Pembantu Saya

Shalom saudara - saudari yang terkasih dalam Kristus. Kesaksian saya kali ini sungguh membuka mata kita semua bahwa Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan siapapun, Dia tidak pandang bulu atau bahkan tidak pandang Agama karena Tuhan Yesus Kristus mati untuk semua umat manusia dan barangsiapa yang percaya padaNYA akan diselamatkan.

Berawal di pagi hari. Saya biasa memasak untuk keluarga bersama keluarga saya di dapur. Pembantu saya pun membantu saya pagi itu seperti biasanya. Kami bercanda sembari memasak, tak ada yang aneh pagi itu pada pembantu saya karena ia terlihat sehat dan segar seperti biasanya. Ditengah bercanda kami, ia izin ke toilet. Sayapun mengiyakannya, lah masa ke Toilet gak boleh?

Saat ia turun tangga dari dapur ke toilet dekat garasi tiba - tiba ia memanggil nama saya. Sayapun kaget dan segera mendatanginya di tangga. Ketika saya mengajaknya berbicara, seolah ia ingin mengucapkan kata - kata namun tidak keluar suaranya, badannya sudah tergeletak lemas di tangga. Sayapun mulai tegang, "Waduh... Kenapa nih? Jangan mati di rumah sini dong " Kata saya dalam hati. Tak lama kemudian dia tidak membuka mulutnya lagi dan tergeletak seperti orang pingsan. Saya pikir dia pingsan biasa, namun ketika saya menaruh jari saya di bawah lubang hidungnya dan di jantungnya, ternyata tidak ada hembusan nafas atau detak jantung sedikitpun ! Saya semakin tegang saja, " Jangan - jangan kena serangan jantung lalu mati di rumah saya." Pikir saya lagi dalam hati, karena tidak lucu jika ada orang meninggal di rumah saya. Saya menggoncang – goncangakan tubuhnya dan terus memanggil namanya tetapi tak ada reaksi sedikitpun. Ketika kelopak matanya saya buka, tidak terlihat bola mata sama sekali, seperti mayat saja karena yang terlihat hanya bagian mata yang putih. Persis seperti mayat. Badannya semakin dingin saja, persis seperti mayat.

Di saat seperti itu saya berdoa pada Tuhan dan saat itu juga Tuhan membuka mata rohani saya. Saya melihat sesosok hitam di depan garasi saya. Sayapun sontak terkejut, Roh Kudus memberi saya hikmat bahwa sosok hitam itu adalah malaikat maut. Ketika saya berbalik arah melihat tubuh pembantu saya yang tergeletak, saya melihat rohnya mulai keluar dari tubuhnya. Melihat 2 hal itu saya bertanya pada Tuhan, “ Apa yang harus aku lakukan Tuhan? Masa roh pembantu saya mau dibawa malaikat maut itu? “ , Tuhanpun menjawab, “ Kalau orang benar dan orang percaya bukan dijemput malaikat maut seperti itu, tetapi dijemput oleh malaikat terang.” Mendengar Tuhan menjawab seperti itu, saya sadar bahwa dia akan dibawa ke Neraka karena dijemput malaikat maut, “ Lalu apa yang harus diperbuat Tuhan? Aku “ga” bisa buat apa – apa.” Jawab saya. Tuhanpun menyuruh saya untuk mengembalikan roh pembantu saya itu ke tubuhnya di dalam nama Tuhan Yesus dan mengusir malaikat maut itu, karena Tuhan bilang belum waktunya ia meninggal karena Tuhan tidak mau satu jiwa tercuri oleh setan, di situ saya mengerti bahwa Tuhan member kesempatan pada pembantu saya.

Sayapun memerintahkan rohnya untuk kembali ke tubuhnya dalam nama Yesus dan memercikkan air di kepalanya karena Tuhan memerintahkan yang seperti itu, jadi saya nurut saja. Seketika itu juga saya melihat rohnya perlahan – lahan mulai masuk kembali ke tubuhnya, dan setelah seluruhnya masuk ke tubuhnya, Tuhan menyuruh saya untuk memijit – mijit tubuhnya, sayapun menurut. Saya memindahkan tubuh pembantu saya dari tangga ke kamarnya. Selang beberapa menit kemudian saya merasakan bahwa tubuhnya mulai hangat. Ketika saya menaruh jari saya lagi di hidungnya ternyata sudah mulai ada hembusan nafas perlahan ! Jantungnya pun sudah mulai berdetak, berbeda seperti tadi yang tidak ada tanda – tanda kehidupan sedikitpun. Sayapun terus memijit pembantu saya sambil berdoa pada Tuhan. Akhirnya pembantu sayapun mulai sadar, ia bangun dari tempat tidur dan menangis pada saya tersedu – sedu dan tampak seperti orang ketakutan. Melihat hal itu sayapun memeluknya kemudian menanyakan apa yang terjadi. Ia menjawab bahwa tiba – tiba saja semuanya terasa gelap dan setelah itu ia tidak merasa ataupun teringat apa – apa lagi, hanya rasa takut saja yang ia rasakan saat itu. Sayapun menenangkannya dan menceritakan padanya apa yang terjadi. Mendengar apa yang saya ceritakan iapun terkejut, sayapun memberitakan tentang Yesus pada pembantu saya kemudian mengajaknya untuk percaya padaNYA. Saat itu juga ia percaya pada Yesus karena telah menyelamatkan hidupnya. Tuhan juga menyuruh saya untuk mengurapinya dengan minyak sebagai tanda bahwa ia telah menjadi milik Yesus, sayapun disuruh membabtisnya dalam nama Yesus dan iapun menyetujui untuk dibabtis. Hari itu memang hari yang menenggangkan, namun Tuhan kita memang ajaib. Ada – ada saja caraNYA untuk menyelamatkan satu jiwa.

Kesaksian saya tidak berhenti sampai situ, ternyata Tuhan terus berkarya dalam hidup pembantu saya. Ketika hari itu pembantu saya terima Tuhan Yesus, beberapa minggu kemudian anaknya terkena cacar air. Pembantu sayapun memberitahukan pada saya bahwa anaknya terkena cacar. Saya bertanya pada Tuhan, “ Tuhan gimana “nih”? Anaknya kena cacar“ Tanya saya pada Tuhan, dan Tuhanpun berbicara pada saya bahwa anaknya harus di lap pakai air dan diberi minyak urapan lalu didoakan dalam nama Yesus. Mendengar hal itu dari Tuhan, sayapun menyampaikannya pada pembantu saya serta memberi minyak urapan untuk anaknya. Pembantu saya menurutinya. Ketika ia pulang ke rumah, anaknyapun di lap menggunakan air lalu ia beri minyak urapan yang saya kasih, padahal penyakit cacar tidak boleh terkena air sedikitpun, tapi ajaib pembantu saya yang satu ingin menurutinya bahkan mendoakan anaknya dalam nama Yesus seperti yang saya Tuhan perintahkan melalui saya. Keesokan harinya iapun melapor pada saya bahwa anaknya telah sembuh, selang beberapa jam setelah ia lap dan urapi. Sayapun memuji Tuhan akan keajaibanNYA, pembantu saya menjadi semakin percaya pada Yesus karena ia telah melihat banyak perbuatan ajaib dalam hidupnya serta hidup keluarganya.Tuhan bisa berkarya dalam hidup siapapun termasuk hidup pembantu saya. Karena Tuhan Yesus sayang pada setiap umat manusia, TIDAK TERKECUALI.  Haleluyah ! Puji Tuhan akan semua keajaibanNYA !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar