Sabtu, 21 April 2012

Penyakit Kusta Buatku Beralih Pada Kuasa Gelap


Tertarik Tapi Ditolak, Ya Dukun Bertindak
“Saya sangat tertarik dengan wanita tersebut, bukan untuk main-main. Namanya seorang pria, ada tertarik dengan seorang wanita itu kan wajar. (Tapi) wanita tersebut mengeluarkan kata-kata yang tidak baik,” ujar Hermen tentang masa lalunya. Saat itu, ketika Hermen menyatakan rasa sukanya, wanita itu berkata, “Aku sudah tahu Abang. Tapi seharusnya Abang sadar, liat diri Abang. Mana mungkin aku suka sama Abang.” ujar wanita tersebut kepada Hermen.
Rasa sakit hati, langsung membuat Hermen ingin membalas wanita itu. Dia mengeluarkan rokok, membaca mantera di dalam rokok itu, lalu menyalakannya dan menghembuskan asapnya ke muka wanita itu. Di dalam hati, Hermen meminta wanita itu membuka pakaiannya dan dia lakukan.
“Tapi saya tidak menyentuhnya. Saya hanya merasa bangga, berbesar hati karena saya merasa saya sudah hebat, saya bisa melakukan apa saja. Karena apa yang selama ini saya harapkan dari Tuhan, nol!” cerita Hermen ketika itu. Hermen pun mengisahkan masa kecilnya kenapa dia berpikir bahwa Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa di dalam hidupnya.

Entah Penyakit Apa yang Diderita Hermen
Suatu hari saat dirinya masih kecil, Hermen tiba-tiba pingsan. Dia dibawa ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Dia diopname di sana dan didiagnosis alergi. Namun, tubuh Hermen mengalami keanehan, muncul bercak seperti panu di tubuhnya. Bertahun-tahun, Hermen tidak tahu penyakit apa yang dideritanya.
Dia sempat bertanya kepada ibunya, tapi ibunya hanya berkata agar dia berdoa minta kesembuhan. Sampai dewasa, Hermen tetap menderita penyakit yang sama. Bahkan kini, tangannya mulai bengkok, kakinya pun menekuk, sampai-sampai Hermen tidak dapat berjalan dan harus duduk di kursi roda.
Hari itu, kakaknya memberitahu bahwa dia tahu dari temannya, tanda-tanda penyakit seperti yang diderita Hermen adalah penyakit kusta. Saat itu, Hermen bertanya pada Tuhan, apakah dia benar-benar sakit kusta.
Di usianya yang masih belasan tahun itu, Hermen harus menjalani perawatan di panti buat orang berpenyakit kusta. Di sanalah, dia mendapat kabar tentang ibunya. Abangnya yang datang menjenguk, mengabarkan bahwa ibunya yang begitu dia kasihi, telah tiada. “Di situlah saya sempat marah sekali sama Tuhan, dimana kasih-Mu?” ujar Hermen sambil berlinang air mata.

Hermen Mulai Hidup Tanpa Tuhan
“Akhirnya saya bertekad, tanpa Tuhan saya sanggup untuk berjalan. Tanpa Tuhan, saya bisa berlatih, saya harus bisa berjalan kembali seperti semula. Akhirnya dengan tekad yang kuat saya coba terus, meski harus menahan sakit yang luar biasa. Sampai saya harus, katakan dengan kasar, keluar air kencing untuk menahan rasa sakitnya, saya lakukan itu semua. Saya percaya saya pun sanggup berjalan tanpa Tuhan.” Tutur Hermen. Akhirnya, setahun kemudian, Hermen bisa berjalan kembali.

Penyakitnya, Membuatnya Dipandang Rendah
Ketika Hermen berada di tengah masyarakat kembali, banyak orang yang menjauh ataupun terlihat jijik dengan dirinya. “Pada saat itu, semakin bergejolak hati saya, semkain marah. Semakin benci dan dendam yang luar biasa pada saya.” ujarnya. Kebencian yang telah menjalar di dalam hatinya, membuatnya datang kepada dukun yang ada di luar Jakarta.
Dia berguru pada dukun itu. Pada saat dia berada di kamar dan disuruh untuk tidak keluar dari kamar itu, godaan begitu luar biasa. Dia digoda oleh wanita cantik tapi dia mampu menahan godaan itu. Dia ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa meski keadaannya seperti itu, dia tetap lebih hebat daripada masyarakat.

Kemampuan Apa yang Dimilikinya Setelah Berguru?
Hermen mendapatkan sebuah keris dari dukun tersebut. Setiap ada orang yang menyakiti Hermen, dia bisa menggunakan ilmu-ilmu yang telah didapatkannya untuk membalas mereka. Seperti yang terjadi pada wanita yang telah menolaknya itu. Bukan hanya itu, dia pun tak segan-segan menggunakan ilmunya untuk mendapatkan uang secara instant.
“Dan juga ilmu pengasihan yang pernah saya gunakan saat itu juga untuk memperdaya sesama saya. Semuanya itu dia berikan. Sewaktu itu saya banyak uang. Bahkan di bawah kasur saya, semua uang, dari ujung kaki sampai ujung kepala.” ceritanya. Namun, entah kemana, uang itu habis begitu saja. “Kalau istilah dunia orang bilang, uang setan. Dan uang setan itu dimakan jin.” Lanjutnya.
“Sehebat apapun ilmu yang saya miliki, tidak dapat merubah keadaan fisik saya, sebagai penderita cacat kusta. Akhirnya semakin lama, terjadi suatu kejenuhan di dalam hidup saya. Tidak ada damai sejahtera, tidak ada sukacita dalam kehidupan saya.” Cerita Hermen.

Berbalik Arah Kembali Kepada Tuhan
Suatu hari, teman dokter yang pernah merawat Hermen, datang mengunjunginya. Dia bermaksud untuk mengajaknya beribadah. Setelah didoakan, Hermen dinasihati tentang tujuan hidup, apa yang Hermen cari di dunia ini. “Dia menasihati, ‘Pak, cari dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Bertobat Pak! Kalau Bapak sekarang mau bertobat, Tuhan sangat sayang pada Bapak, belum terlambat Pak!’” ujar orang tersebut kepada Hermen.
Saat itu hatinya terasa tersentuh, dia membakar semua jimat-jimat yang dia punya. Setelah itu, tiga hari tiga malam, dia mulai diganggu dan diterror. Dia tidak bisa tidur dan tidak bisa istirahat. Dia begitu ketakutan. Akhirnya, Hermen berteriak “Dalam nama Tuhan Yesus,” dan hal-hal gaib itu hilang dengan sendirinya. Dia menyadari bahwa kuasa Tuhan Yesus sungguh luar biasa, lebih hebat daripada jimat-jimat itu. Hatinya dipulihkan, dia mendapatkan hal yang berharga. Meski dalam keterbatasan, dia mendapatkan seorang wanita dan mempunyai rumah tangga yang bahagia.  

Jumat, 20 April 2012

Tuhan Memperhatikan Hal Kecil Dalam Hidupku

Shalom Saudara/i yang terkasih dalam Kristus,
Saya mau share kesaksian yang baru saja alami, walaupun kelihatan kecil tapi saya harap dapat memberkati Anda sekalian.

Sudah semenjak lama saya memiliki hobi memelihara anjing. Anjing yang saya pelihara ini berjenis Welsh Corgi, anjingnya cukup kecil namun sangat lincah. Awalnya saya kurang menyukai anjing ini karena sangat nakal, namun belakangan ini saya menjadi menyukainya karena tiba - tiba saja menjadi lebih tenang.
Suatu hari, seperti biasa saya membersihkan air besarnya di dalam kandangnya, namun saya terkejut ketika melihat darah di sekitar air besarnya. Saya pikir dia sedang menstruasi karena anjing saya ini berjenis kelamin perempuan tetapi saya baru ingat kalau anjing ini baru berumur 2 bulan, jadi tidak mungkin jika ia menstruasi. Namun hari itu saya diamkan saja, mungkin dia salah makan atau apa.

Keesokan harinya ketika saya melakukan hal yang sama yaitu membersihkan air besar anjing saya ternyata masih mengeluarkan darah juga, sayapun mulai khawatir dan mencari tahu penyebabnya di Internet. Ketika saya menemukan faktanya mengenai buang air besar berdarah pada anjing ternyata ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan akut. Tertulis bahwa anjing yang terkena penyakit ini umurnya tidak lebih dari 2 minggu dan sudah pasti mati.

Membaca itu sayapun sedih setengah mati, karena baru saja saya mulai menyukai anjing ini. Saat itu juga saya berdoa pada Tuhan dan Tuhan menyuruh saya untuk mendoakan anjing saya. Sayapun menurut dan mendoakan anjing saya setiap hari.
3 minggu telah berlalu, dan saat ini anjing saya sehat - sehat saja. Bahkan makannya menjadi lebih lahap. Sungguh ajaib, walaupun seolah - olah hal kecil tetapi Tuhan selalu memperhatikannya. Dari hal ini saya belajar bahwa Tuhan dapat melakukan mujizat dari yang besar sampai hal terkecil sekalipun.
Tuhan Yesus Memberkati

Oleh : W.T

Sabtu, 14 April 2012

INFO : DOA BAGI BANGSA INDONESIA

INFO : 

Shalom Saudara/i yang terkasih..
Tanggal 27 Mei nanti akan ada acara Doa Bersama bagi Bangsa Indonesia, dimana kurang lebih 500.000 ribu orang akan berkumpul dan berdoa bagi Bangsa Indonesia.
Acara ini dimulai pukul 6.00 pagi sampai dengan 7.00 pagi di Bundaran Hotel Indonesia.
Ayo ! Ajak semua teman, saudara2 bergabung dalam acara ini. 
Bagi keselamatan Bangsa Indonesia kita semua berdoa. 


Salam Kasih,
Lawatan Indonesia

Selasa, 10 April 2012

Kesaksian Anak Durhaka

Janry Febriano dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Kristen. Dari kecil ia hidup dengan ibunya akibat perceraian kedua orang tuanya. Namun pemahaman Janry tentang Alkitab dan Yesus Kristus masih sangat kurang. Pendidikan SD ia jalani di kota Manado, kemudian melanjutkan pendidikan SMP di kota Jakarta. Setelah tamat SMP Janry memutuskan untuk masuk ke sekolah pelayaran menengah.
Janry pernah mempelajari ilmu kebatinan dan hipnotis sehingga ia sempat menjadi jagoan di terminal Bekasi karena tidak mempan dengan senjata tajam. Janry pernah bertobat dan memberikan diri dibabtis setelah sebelumnya ia mencoba menghipnotis seorang gadis yang ternyata seorang hamba Tuhan, tapi usahanya tersebut tidak berhasil.
Jatuh Dalam Narkoba
Setelah dibaptis ternyata kehidupan Janry tidak berubah menjadi baik. Karena pergaulannya yang buruk, ia mulai mengkonsumsi narkoba jenis putauw dan mengisap ganja setiap hari. Demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba – Janry sampai menjual semua barang-barang yang ada di rumahnya. Bahkan peralatan dapur, sendok dan garpu pun ia jual. Setelah barang-barang di rumahnya habis, ia melakukan tindakan kejahatan pencurian yang mengakibatkan dirinya ditangkap dan ditahan dalam penjara.
Tiga Kali Dipenjara
“Pada tahun 1999 saya pertama kali merasakan yang namanya dipenjara karena kasus narkoba dan pencurian,” ujar Janry.
Saat itu Janry divonis penjara selama enam bulan. Dan setelah itu Janry dipenjara untuk yang kedua kalinya pada tahun 2000 selama satu tahun. Setengah tahun karena kasus perampokan terhadap supir taksi di daerah Bantar Gebang Bekasi dan setengahnya karena kasus narkoba.
Menghajar Ibu Kandung
Setelah keluar dari penjara, sifat Janry masih tetap brutal. Ia tidak meninggalkan kebiasaannya mengkonsumsi narkoba. Sampai pada suatu hari ia sudah tidak memiliki pilihan lain untuk mendapatkan uang selain meminta kepada ibunya. Sjenny, ibunya Janry tidak memenuhi permintaan Janry. Seketika itu juga seperti orang yang sedang kemasukan roh jahat Janry memukuli dan menendang ibunya hingga babak belur.
Sjenny sempat berlari setelah dipukuli oleh anaknya. “Tuhan, tolong saya, Tuhan,” seru Sjenny sambil berlari. Wajahnya penuh dengan luka lebam. Janry terus mengejar Sjenny, ibu kandungnya sendiri. Ia masih tidak puas dengan pukulan-pukulan yang sudah melukai wajah ibunya. Sampai di sebuah jembatan Janry berhasil menangkap tubuh ibunya. Setelah itu Janry memukuli ibunya lagi hingga mata ibunya hampir pecah dan menendangnya hingga terjatuh.
“Saat pemukulan itu kondisi saya masih dalam pengaruh narkoba,” ujar Janry. “Saya tidak ada rasa terbeban dan tidak ada rasa bersalah. Yang saya rasakan enjoy saja,” lanjutnya.
“Memang kasih sayang ibu kepada seorang anak tidak akan pernah hilang. Yang paling penting saya tahu bahwa dia titipan Tuhan,” ujar Sjenny dalam sebuah kesaksian. Air mata mengalir deras di wajahnya.
Setelah mengambil sebuah televisi, VCD player dan sejumlah uang, Janry dilaporkan ke polsek Tambun. Ia kemudian ditangkap dan dipenjara selama satu setengah tahun. Sebelumnya Sjenny sempat berkonsultasi dengan saudara-saudaranya dan memutuskan untuk melaporkan Janry ke polisi – supaya dengan dipenjara, Janry menjadi kapok dan bertobat. Akhirnya pada suatu hari seorang petugas polisi menjemput Janry dan memasukkannya ke dalam penjara untuk yang ketiga kalinya. Janry dipenjara di LP Bulak Kapal Bekasi karena kasus pemukulan terhadap orang tuanya.
Sjenny sudah putus asa. Ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan. “Tuhan, tolong ambil nyawa anak saya atau ambil nyawa saya,” seru Sjanny. “Tapi Tuhan, kalau boleh saya tawar menawar, jangan jadikan Janry hanya sebagai hamba-Mu tapi juga anak-Mu,” lanjutnya.
Bertemu Yesus Saat Over Dosis
Pada suatu hari, di dalam kamar kecil penjara, Janry sembunyi-sembunyi menyuntikkan putauw ke tubuhnya. Terus ia tambahkan dosisnya karena ia tidak merasakan apa-apa. Tiba-tiba kepalanya terasa berat dan pandangannya mulai memudar. Semua di sekelilingnya mulai terlihat seperti agak hitam, hingga pada akhirnya menjadi hitam pekat. Janry pun tergeletak tidak sadarkan diri di lantai kamar kecil penjara akibat over dosis.
Ketika sedang tidak sadarkan diri – Janry mengalami kejadian aneh. Janry merasakan dirinya sedang berjalan dalam kegelapan. Ia begitu ketakutan dan mencoba meraba-raba mencari jalan, tetapi di sekelilingnya masih terlihat gelap. Ia seperti orang buta yang sedang berjalan di sebuah tempat yang asing. Dalam keadaan bingung dan terperangkap dalam kegelapan yang misterius, Janry ingat kepada Tuhan. Kemudian ia berdoa, “Tuhan, tolong saya. Kalau Tuhan memang benar Tuhan dan Juru Selamat saya, tolong keluarkan saya dari tempat ini dan saya mau mengikuti Engkau dengan sungguh-sungguh.” Janry terus berdoa meminta pertolongan Tuhan Yesus.
Lalu ia mulai menemukan satu titik cahaya yang perlahan-lahan terlihat semakin terang. Ia berusaha berjalan menuju ke arah titik itu. Tiba-tiba Janry melihat Seseorang di depannya dengan tubuh bersinar. Sangat menyilaukan ketika Ia menghampiri Janry sambil membuka tangannya. Orang itu sepertinya ingin memeluk tubuh Janry. Dalam hati Janry ia merasa yakin bahwa Orang itu adalah Tuhan Yesus. Orang itu lalu berkata kepada Janry, “Barangsiapa Kukasihi, dia Kutegur dan Kuhajar. Relakan hatimu dan bertobatlah.” Janry tersungkur di bawah kaki-Nya dan berdoa minta ampun. Air mata mulai membasahi wajahnya.
Tiba-tiba Janry tersadar. Dia melihat di sekelilingnya tidak ada satu orang pun. Ia masih berada di dalam kamar kecil penjara. Tidak ada satu orang pun yang menolongnya ketika ia over dosis. Ia menyeka busa di mulutnya dan bangkit meninggalkan ruangan itu sambil mengucap syukur. Sejak Janry bertemu Tuhan secara pribadi, ia tidak pernah lagi mengalami sakau atau ketagihan. Tuhan benar-benar memulihkan Janry. Hari-hari berikutnya Janry lalui dengan aktif mengikuti pelayanan di persekutuan yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan tempat ia ditahan. Sisa masa tahanan Janry masih tersisa enam bulan lagi.
Pemulihan Dari Tuhan
“Semakin hari saya merasa semakin dipulihkan karena kebaikan Tuhan yang selama ini baru saya sadari,” ujar Janry. Ia melanjutkan kesaksiannya, “Tuhan itu benar-benar baik buat saya. dimana dia masih mau mengampuni saya dan memilih saya untuk melayani pekerjaan-Nya. Banyak perubahan yang terjadi sama saya, terutama mama saya. Dia sangat bahagia sekali mendengar kesaksian saya sewaktu saya bertemu Tuhan di penjara. Dari beberapa kejahatan yang pernah saya lakukan, yang paling saya sesali adalah saya telah memukul mama. Hal yang paling kurang ajar yang pernah saya lakukan terhadapnya. Setelah saya keluar dari penjara, saya meminta maaf sama mama dan mama mau mengampuni saya, bahkan sekarang dia lebih sayang sama saya. Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan mama yang begitu sabar kepada saya.”
Setelah Tuhan pulihkan Janry, timbul kerinduan dalam hati Janry untuk terus dekat dengan Tuhan. Ia pun rindu sekali untuk sungguh-sungguh melayani Tuhan. Akhirnya kerinduan itu terjawab lewat seorang hamba Tuhan bernama Rico Garot. Yang ternyata juga teman Sjenny, ibu Janry. Rico membiayai Janry untuk sekolah Teologia di Seminari Bethel Jakarta. Janry berharap, setelah lulus dari sekolah itu kelak ia bisa menjadi seorang pendeta.
Saat ini Janry bersekolah di sana sambil melayani pekerjaan Tuhan di gereja Tiberias BTC sebagai pengerja.
“Saat saya bertemu dengan Tuhan Yesus yang saya lihat indah sekali. Ada sebuah sukacita yang luar biasa dalam kehidupan saya. Dan ada sebuah kebebasan di mana Tuhan mengangkat saya dari dunia yang hitam ke dunia yang putih,” ujar Janry dengan mata berkaca-kaca. “Ternyata semua yang Tuhan sudah siapkan buat saya begitu indah dan saya bersyukur masih belum terlambat untuk menyadarinya,” ujar Janry menutup kesaksiannya sambil menyeka air mata di wajahnya. (Kisah ini telah ditayangkan 25 Juni 2007 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :
Janry Febriano

Sumber Artikel :
Jawaban.com

Kesaksian Gempa Padang

30 September 2009, gempa berskala 7,9 richter yang menewaskan 1117 jiwa dan melukai ribuan orang lainnya. Namun di tengah-tengah kejadian yang mengerikan itu ada seorang pria, yang bernama Kaleb, selamat. Saat gempa terjadi dia sedang melihat DVD dan teman-temannya ada yang sedang masak, main laptop di dalam gedung gereja dimana dia dan teman-temannya tinggal. Ketika gempa terjadi mereka segera lari ke lantai 4 gedung gereja. Dari lantai 4 itu mereka melihat gedung-gedung naik dan mulai runtuh. Bahkan gedung-gedung di sekitar gereja mulai hancur. Mereka berada di sana sampai gempa berhenti. Pada waktu itu dia sudah pasrah seandainya gedung gereja yang dia tinggali hancur. Puji Tuhan perlindungan Tuhan nyata atas hidupnya.
Juga ada seorang wanita bernama Lenny, ketika gempa terjadi dia sedang berjualan di tokonya. Hari itu pengunjung sedang ramai berbelanja karena banyak yang masih merayakan lebaran. Sehingga dia harus berada di dapur untuk mengoreng kripik balado yang menjadi usahanya.
Tiba-tiba dia merasa ada yg bergetar di atas rumahnya seperti suara pesawat terbang yang mau jatuh. Ketika diamenyadari bahwa itu adalah gempa dia segera berlari keluar dan berteriak kepada suaminya supaya memutuskan aliran listrik. Tetapi terlambat api sudah terlanjur melahap dapurnya. Begitu dapur terbakar, dia kebingungan mau berbuat apa. Keadaan menjadi tambah kacau karena telepon mati dan karena paniK, dia bahkan tidak bisa menekan nomor telepon temannya.
Kemudian dia segera berlari ke sebelah rumah untuk meminta bantuan ke tetangga sebelah dan meminjam tabung pemadamn kebakaran. Sampai ahirnya dia mendapatkan 7 buah tabung pemadam kebakaran. Sambil berteriak-teriak,”Tuhan tolong, Tuhan tolong!”, dia berlari-lari membawa tabung pemadam kebakaran. Kemudian bersama tetangga-tetanganya, dia berusaha memadamkan api yang membakar dapurnya. Akhirnya api bisa dipadamkan. Saat itu sempat terpikir olehnya bahwa semuanya pasti sudah habis terbakar.Dia percaya kalau bukan Tuhan yang menolong pasti semuanya sudah habis terbakar baik rumah maupun usahanya.
Dia juga mengucap syukur karena Tuhan menjagai anaknya. Hari itu sebenarnya anaknya harus pergi les dan pulang jam 6 tetapi anaknya tiba-tiba minta dijemput jam setengah lima sore. Dia sempat marah karena anaknya karena minta dijemput sebelum waktunya pulang. Dia baru menyadari bahwa Tuhan sudah mengatur segala sesuatu sehingga anaknya bisa selamat karena tempat les anaknya banyak yang hancur. Jika Tuhan tidak menolongnya mungkin dia dan keluarganya tidak selamat dari gempa tersebut.
Bagi Lenny maupun Kaleb, bencana bukanlah penghalang bagi mereka untuk membantu sesama mereka. Saat ini mereka terus membantu korban-korban lainnya di kota Padang. Mereka percaya bahwa Tuhan sedang mengerjakan yang terbaik dalam hidup mereka, juga untuk kota padang.

Source : Kisanyatakristen.kiosgeek.com

Selasa, 03 April 2012

INFO : Mari Berdoa Bagi Bangsa Indonesia.

INFO :

Shalom Saudara/i yang terkasih dalam Kristus.
Tanggal 20 Mei nanti akan ada acara Doa bagi Bangsa Indonesia termasuk pujian dan penyembahan, dimana 500.000 ribu orang percaya ( bahkan lebih ) akan berkumpul dan berdoa bagi Bangsa Indonesia.
Acara ini dimulai pukul 6.00 pagi sampai dengan 8.00 pagi di Bundaran Hotel Indonesia dan akan long march sampai Semanggi.
Ayo ! Ajak semua orang percaya bergabung dalam acara ini.
Bagi Bangsa Indonesia kami semua berdiri.
Biar Karpet Merah Tuhan Yesus Kristus Tergelar atas Bangsa ini.

Salam Revival !
Lawatan Indonesia