Selasa, 31 Juli 2012

API LAWATAN TUHAN MEMBAKAR INDONESIA BAGIAN TIMUR

Setelah menunggu hanya 15 menit bakmi ayam saya diantar ke meja. Bapak Pdt. Petrus Ong sudah mengirim sms dan memberitahukan bahwa beliau akan datang terlambat. Sudah satu tahun ini beliau melayani gereja kami, JKI Mount Tziyon, setiap Sabtu terakhir dalam satu bulan. Pdt. Ong berperan sebagai mentor dan bapak rohani bagi para pekerja di sana. 1 jam sebelum ibadah dimulai, Pdt. Ong sampai di restoran khas Bakmi Kalimantan bersama dua orang putranya dan segera kami mulai berbincang-bincang. Hamba TUHAN yang sederhana dan rendah hati ini memiliki karunia nubuatan dan banyak dari nubuatan bagi pribadi seseorang tergenapi dengan tajam dan akurat sesuai yang disampaikannya. Baru akhir tahun 2011 saya bergumul untuk berhenti dari pekerjaan part-time saya di sebuah perusahaan milik orang Belanda yang berbasis di Palangkaraya. TUHAN sudah memberikan sebuah mandat untuk memulai pelayanan media saya dan sudah waktunya untuk memfokuskan waktu dan energy saya untuk pelayanan ini. Tetapi seperti kebanyakan orang, keluar dari zona nyaman yang menerima gaji dan secara penuh bergantung pada TUHAN bukan sesuatu yang mudah. Sebelum saya sempat bercerita kepada siapa pun mengenai pergumulan saya tersebut, Pdt. Petrus Ong melayani di dalam ibadah kami dan menubuatkan saya, “Sebelum akhir tahun ini, kelimpahan yang dari TUHAN akan datang.” Dengan percaya dan berpegang pada apa yang TUHAN sampaikan melalui hamba TUHAN ini, pada bulan November 2011 saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Pada hari itu, transfer uang dari berbagai sumber baik di dalam maupun di luar negeri masuk ke dalam rekening bank dan Paypal saya. Kelimpahan yang dari TUHAN benar-benar datang! Namun, perbincangan saya dengan Pdt. Petrus Ong hari itu bukanlah untuk mencari nubuatan atau meminta untuk didoakan. Tetapi untuk mendengarkan kesaksiannya atas lawatan api TUHAN yang sedang membakar Indonesia bagian timur. 11.11.11 Pada tanggal ini (11 Nov 2011) ada banyak gereja Kristen yang melaksanakan ibadah khusus di seluruh Indonesia, salah satunya adalah di Balai Kartini oleh sebuah team hamba-hamba TUHAN yang menamakan dirinya Team Bahtera. Ibadah 11.11.11 ini merupakan sebuah respon dan tindakan iman terhadap apa yang mereka percayai, yaitu bahwa pada tanggal itu, bola api-bola api dari surga dilemparkan kepada bumi. Mereka percaya bahwa bola api itu adalah bola api lawatan TUHAN. Tetapi tanggal 11.11.11 itu berakhir dengan damai dan tidak sespektakuler seperti apabila ada bola api fisik yang menimpa tanah Indonesia atau setidaknya Jakarta. Hari Kamis itu berlalu dengan damai dan rutin. Jakarta tetap gelap pada malam hari dan macet setelah jam pulang kantor. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bagi banyak orang yang tidak percaya karena tidak melihat, kejadian ini akhirnya menjadi bukti dan olok-olokan terhadap apa yang dipercayai oleh Team Bahtera dan jemaat mereka. Tetapi mereka yang tetap percaya walaupun tidak melihat, akan membaca kejutan yang menyenangkan dalam artikel ini. Bola Api Lawatan TUHAN Manusia sering lupa bahwa rencana dan pemikiran TUHAN berbeda jauh daripada rencana dan pemikiran manusia. Boleh saja manusia berharap bahwa pada tanggal 11.11.11 bola api lawatan TUHAN jatuh di Jakarta seperti yang diinginkan dan didoakan oleh orang-orang percaya di Jakarta. Tetapi berdasarkan kedaulatan TUHAN semata-mata, yang terjadi adalah diluar perkiraan dan expektasi manusia. Sementara kemanusiaan dan kedagingan kita membuat kita menatap langit di atas Jakarta dengan penuh harap, bola api lawatan TUHAN ternyata menyambar tempat lain di Indonesia, yaitu di bagian Timur. Bapak Pdt. Petrus Ong ketika itu sudah berada di P. Talaud, Manado, Sulawesi Utara. Beliau dijadwalkan untuk melayani sebuah gereja kecil di sana, Gereja Kiama, dari tanggal 10-11 November 2011. “Gereja itu adalah gereja kecil yang tidak dilihat oleh orang,” katanya. “Tetapi ini adalah salah satu lawatan paling dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia.” Pdt. Ong sangat mempercayai bahwa apa yang dialami di Talaud merupakan awal dari suatu kegerakan TUHAN yang dahsyat yang dimulai di Indonesia bagian timur. Rupanya hal ini dikonfirmasi dengan sampainya hamba TUHAN lainnya di tempat itu pada hari dimana Pdt. Ong pulang ke Jakarta. Hamba TUHAN yang lain ini adalah gembala sidang JKI Sheep Gate, Bapak Pdt. Putra Pertama Djohan. Beliau menerima pewahyuan dari TUHAN pada saat sedang berdoa di Jakarta yang menyatakan dengan jelas bahwa lawatan api TUHAN sedang membakar Indonesia bagian timur, dan di Sulawesi, yang menerima bola api lawatan TUHAN saat ini adalah Ratahan, Talaud dan beberapa tempat di kabupaten Minahasa Tenggara. Dari Lawatan ke Lawatan Lawatan di gereja lokal Kiama bermula dari meninggalnya gembala gereja tersebut. Istri yang ditinggalkannya mendapat mandat untuk meneruskan apa yang dimulai oleh TUHAN melalui suaminya. Dengan gentar dan hati yang bergantung penuh pada TUHAN, TUHAN mencurahkan lawatanNya di tempat itu. Selain gereja-gereja berdenominasi kharismatik, TUHAN juga melawat gereja-gereja protestan di bawah sinode GMIM. Secara umum, gereja protestan seperti juga gereja ‘reformed‘. Banyak orang yang sakit disembuhkan, yang lumpuh berjalan dan yang buta jadi melihat. Selain mukjizat kesembuhan yang terjadi di Sulawesi Utara, nubuatan profetik yang spesifik dan pribadi diberikan kepada beberapa orang yang sudah TUHAN pilihkan. Seorang Pdt. Petrus Ong menyampaikan nubuatan TUHAN kepada seorang ibu bernama Disye bahwa TUHAN memanggil dia seperti Dia telah memanggil Lidya yang melayani TUHAN dengan hartanya. Nubuatan ini membuatnya terharu dan menangis karena telah meneguhkan apa yang selama ini memang sudah dia lakukan — melayani misi dan gereja dengan harta kekayaannya. Properti, uang dan semua kekayaan tidak hanya dia nikmati sendiri tetapi diberikan untuk gereja dan pekerjaannya. Ketika Pdt. Petrus Ong melanjutkan perjalanannya dan melayani ibadah di penjara, banyak dari mereka yang mengalami inner healing, trauma masa kecil, kepahitan, luka batin karena aniaya menghilang di dalam tangisan oleh sentuhan Roh Kudus. Bahkan bukan saja para napi di penjara saja yang dilawat oleh TUHAN, tetapi keluarga kaum napi yang menunggu di luar, merasakan hadirat TUHAN yang dahsyat. Ketika Pdt. Petrus Ong melangkah keluar, hadirat TUHAN yang melingkupinya membuat semua yang hadir di Ruang Tunggu rebah ke tanah dan berteriak bahwa mereka mau bertobat sambil menangis keras hanya dengan menatap mata hamba TUHAN itu. Salah satu ibu muda yang ada di sana hidup di dalam perzinahan. Roh Kudus menggerakkan hamba TUHAN ini dan menyampaikan pesannya, “Apa yang kamu lakukan? Aku mau engkau hidup kudus!” Perempuan itu kaget dan sujud sampai mukanya di lantai dan menangis dengan penuh pertobatan. Menyaksikan kebesaran TUHAN yang mengguncang penjara itu, para penjaga pun heran dengan semua itu dan beberapa dari mereka juga ikut dilawat dan mereka bertobat. Meluas ke Seluruh Wilayah Baru saja saya menerima berita dari mantan gembala di Bekasi bahwa beliau dan 2 orang temannya sedang berada di Manado untuk memberitakan kasih karunia TUHAN dan berita Injil Yahshua HaMassiach. Selama di sana mereka sempat ditangkap dan diinterogasi selama 4 jam oleh Koramil (Komando Rayon Militer). Demi keamanan dan keselamatan tim ini, EastLightning.com tidak akan mengungkapkan siapa mereka dan dimana mereka sekarang berada. Tetapi berita dari mereka di Manado terus masuk ke meja saya, melaporkan bahwa semakin banyak orang yang lumpuh berjalan, yang sakit disembuhkan, yang hidup mabuk-mabukkan bertobat dan pulih, yang berzinah hidup kudus, yang buta dapat melihat dan seterusnya. Sampai sekarang bola api TUHAN masih berada di Manado dan juga Papua. Mereka yang menerima orang-orang yang diutus oleh TUHAN dan mau mendengarkan pesan mereka akan menerima api lawatan ini. Api TUHAN ada di wilayah tersebut, jadi Saudara yang berada di sana dan belum merasakannya, tadahkan tanganmu ke langit dan siap menerima, lalu mintalah. Minta terus sampai doamu memicu api TUHAN itu untuk bermanifestasi di dalam hidupmu dan mengubahnya menjadi baik. Bersiaplah menerima kesembuhan, Manado! Copas : www.eastlightning.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar