Minggu, 19 Agustus 2012


2 thn lalu , bulan September 2010, kakak laki2 saya terkena stroke yg cukup berat akibat darah tinggi yang dideritanya ditambah banyak pikiran mengenai istrinya yang selingkuh dengan laki2 yang lebih muda.  Namun kakak saya ini orangnya pendiam, sehingga jarang mengemukakan hal itu, walaupun kadang ia mengeluh sepintas..namun ia tetap mengasihi istrinya.  

Akibat stroke tersebut, ia harus dirawat di ICU RS selama 3 minggu, dan setelah sadar tangan kanannya tidak bisa bergerak, pincang dan bicaranya susah.

Awal Agustus ini, kakak saya kembali stroke, jatuh dan mengalami pendarahan.  Ia kembali tidak sadarkan diri & dibawa ke RS terdekat.  Pada waktu kami dikabari seperti itu, kami sekeluarga berdoa, dan Tuhan bilang bahwa sudah saatnya Tuhan Yesus akan bawa pulang kakak saya.  Tuhan bilang kakak saya boleh menjalani perawatan biasa di RS, tapi tidak boleh di ICU seperti yang pertama kali.  Sebenarnya kami sekeluarga juga bingung, bagaimana tidak boleh masuk ICU, sedang tiap RS pasti menyarankan hal tsb, dan kalau kami tidak memasukkan ke ICU, apa kata orang, nanti kami disangka seperti "membunuh" saudara kami..  Kami hanya doa, gimana Tuhan, tapi biar Engkau yang bertindak sesuai dengan rencanaMU yang sempurna.

Pada waktu kami datang ke RS, kakak saya masih di UGD tidak sadarkan diri.  Adik kami, Hong disuruh Tuhan berdoa agar menyerahkan Jiwa dan Roh kakak saya kepada Yesus, namun Tuhan bilang kakak saya masih belum rela dibawa pulang sekarang, sehingga IA akan memberi sedikit waktu lagi dan IA bilang itu tidak akan lama.  Pihak RS Cianjur menyatakan bahwa ICU sudah penuh, kamar-kamar RS juga sudah penuh kecuali di VIP.

Hari I di RS, ia mulai diberi obat2an dan saya lihat obat tsb berjalan dengan baik, pada waktu ia demam, maka demamnya mulai turun.  Dokter juga bilang semua jantung & paru2nya OK banget, tidak ada masalah apapun.  CT Scan menunjukkan bahwa kali ini terjadi pendarahan di otak kanan, yang mempengaruhi tubuh bagian kiri dan dokter bilang kena di motoriknya, sehingga kalaupun sembuh akan bisa mengalami lumpuh total, karena pada waktu stroke pertama kali, kakak saya kena di bagian kanan tubuhnya, sekarang kena di sebelah kirinya..  Kalau lihat kondisinya, walaupun tidak sadar, tapi obat-obatan berjalan dengan baik,   Ia mulai demam, tapi pada waktu diberi obat demamnya jadi turun.

Saya ditugasi oleh Hong, adik saya untuk terus membisiki jiwa kakak saya, supaya rela dibawa pulang oleh Tuhan.  Kami semua berdoa kepada Tuhan, Tuhan...Tuhan biar kehendakMU yang jadi, karena kalau Tuhan bilang mau bawa pulang dan tidak akan lama, hanya butuh kerelaan kakak saya..tapi kalau dilihat dari obat yang diberikan cukup baik dalam arti mungkin ia bisa sembuh walaupun mungkin akan mengalami kelumpuhan total.  Kami berdoa Tuhan kalau ENGKAU mau menyembuhkan maka biar itu sempurna adanya, dalam arti minimal ia bisa jalan seperti pada waktu ia kena stroke pertama kali walaupun pincang, tapi bila ENGKAU mau bawa pulang, maka biar jadi.

Hari ke 2 di RS : Kakak saya mulai mendengkur keras dan ia mulai mengalami infeksi paru-paru, sehingga banyak riaknya dan harus terus sering disedot.  Kami akhirnya dirujuk ke dokter paru-paru karena ia juga mengalami demam lagi.

Sore itu kami kembali berdoa karena diberi hikmat Tuhan untuk meminta apapun tindakan medis dan obat-obatan yang diberikan oleh dokter maupun perawat-perawat disana semua berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna.  Dan biarkan ditundukkan tubuh, jiwa, roh dari dokter-dokter dan perawat-perawat disana yang merawat kakak saya, sehingga mereka semua menjalankan tepat seperti yang ENGKAU mau.
Setelah kami berdoa demikian, maka obat-obatan dan tindakan medis yang diberikan mereka tidak ada satupun yang mempan.  Ini terbukti dengan obat demam yang diberikan ternyata menjadi tidak mempan.  Dan ia kemudian mulai mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung.  Kami juga tau, walaupun dalam keadaan tidak sadar, kakak saya ini sering mengeluarkan suara seakan-akan dia kesakitan.

Menjelang hari ke 3 subuh, keadaan kakak saya semakin parah.  Dan akhirnya pada waktu jam 7 pagi, saya yang sudah ketiduran dibangunkan oleh perawat karena dokter sudah datang.  Setelah berbicara dengan dokter yang bilang kalau tipis harapannya untuk hidup, saya hanya bilang biar kehendak Tuhan saja yang jadi.   Setelah dokter pergi, saya merasakan suasana kamar tempat kakak saya dirawat terasa terang, dan kami merasakan hadirat Tuhan yang begitu kuat... Kami tanya Tuhan, ENGKAU ada disini ya ? DIA menjawab..Iya nak, sudah waktunya AKU bawa pulang, AKU mau ambil dia.

Sementara itu tekanan darah kakak saya terus mulai turun dan nafasnya mulai pelan-pelan...namun rupanya Tuhan belum ambil kakak saya karena masih menunggu Hong, adik kami untuk membaptis dengan air...Tuhan itu luar biasa, tekanan darah kakak saya tadinya terus turun dari 120/80, terus 80/60, terus turun lagi 70/50...tapi pada waktu menunggu Hong, adik kami datang, tekanan darahnya mulai naik kembali jadi 80/60..

Setelah Hong datang, kemudian membaptis kakak kami, dikuduskan, ditahirkan, yang lama sudah ditanggalkan, ganti yang baru dan dilayakkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, lalu Tuhan bilang kami semua disuruh minta maaf...setelah itu selesai semua, maka kakak saya langsung dibawa Tuhan Yesus...Hong melihat, Yesus menggandeng kakak saya naik ke atas dimana ada cahaya yang terang... Kakak saya juga sempat pamit pada Hong, dan bilang "Titip mama ya..jaga mama"...

Perasaan kami semua campur aduk, ada sedih, ada kenangan bersama kakak saya...tapi di atas segalanya kami semua mengucap syukur dan bergembira karena kakak saya "SUDAH MENGAKHIRI PERTANDINGAN DENGAN MENANG".   Tuhan itu baik, mengatur setiap kehidupan anak-anakNYA dari sekecil apapun.  Terimakasih Yesus, ENGKAU baik, kami tidak akan pernah bisa membalas kasihMU yang dahsyat.

Oleh : LKH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar