Rabu, 05 Desember 2012

TIADA MUSTAHIL BAGI TUHAN




Kisah Nyata :
Tiada Mustahil Bagi Tuhan


Shaloom nama saya Audryanne Anwar, saya anak pertama dari dua bersaudara.Papa saya dulunya bukan lahir sebagai orang kristen karena orang tua papa saya berasal dari sumatera barat dan ada campuran arab. Papa saya bisa mengenal kristus itu sebelum dia kenal sama mama saya yang notabene orang kristen, tapi itu karena pertemuannya langsung dengan Tuhan.

Papa anak pertama dlm keluarga, ibunya meninggal setelah melahirkan papa,setelah itu kakek saya menikah lagi dengan adik dari ibunya dan mempunyai dua orang anak. Singkat cerita setelah lulus SMA papa keJakarta dan kebetulan keluarganya sudah banyak juga yang pindah ke jakarta.

Di Jakarta dia berteman dengan orang kristen dan ada salah satu temannya yang memberi papa Alkitab, papa menerima tapi Alkitab itu hanya ditaruh diatas meja didalam kamar tanpa pernah membacanya hingga suatu malam pada saat papa mau tidur tiba2 ada cahaya yang terang karena itu papa mencubit tangannya karena dia pikir itu mimpi tapi ternyata tidak, setelah itu Alkitab terbuka dan papa ditunjukan ayat yang berbunyi Akulah jalan kebenaran dan hidup tidak ada yang dapat sampai Kepada Bapa kalau tidak melewati Aku.

Setelah itu Papa mulai membaca dan mempelajari Alkitab dan akhirnya menerima Yesus sebagai Juruselamat. Banyak sekali tekanan-tekanan yang diterima papa setelah papa masuk kristen bahkan papa dibuang dari keluarga dan tidak mendapat warisan satu sen pun, tapi itu tidak membuat papa berpaling dari Tuhan. Bahkan sampai dia meninggal tahun 1997 akibat terkena sakit liver, darah tinggi dan komplikasi dia tetap setia kepada Tuhan dan sebelum menghembuskan napas terakhir papa sempat berdoa dan menyerahkan nyawanya kepada Tuhan.

Setelah papa meninggal banyak sekali masalah yang datang silih berganti,terutama masalah ekonomi karena mama saya hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan saya pada waktu itu masih SMP dan adik saya SD. Tapi dalam berbagai masalah yang kami hadapi saat itu Tuhan tidak pernah meninggalkan kami sekeluarga. Bahkan saya bisa lulus walaupun hanya sampai Diploma I Komputer Akuntansi tahun 2003 karena Keterbatasan dana. Itu semua karena kasih dan pernyertaan Tuhan. Sekitar dua bulan setelah saya lulus Dip.I cobaan kembali datang dan itu terasa berat sekali, waktu itu sore hari mama saya tiba2 mengalami sakit kepala dan keluar air liur dari mulutnya serta pendarahan. Karena saya bingung harus berbuat apa saya kemudian menelepon tante saya yang merupakan kakak tertua dari mama yang ada di Jakarta kebetulan tante saya itu masuk islam karena ikut suaminya.

Copas : Group Facebook Lawatan Indonesia

Singkat cerita tante dan seorang kakak sepupu saya datang kerumah, kemudian membawa mama, saya dan Adik saya keJakarta. Tapi dalam perjalanan tante saya tidak langsung membawa kami kerumah sakit atau kerumahnya tapi dia membawa mama kerumah seorang dukun. Disinilah ada pertentangan dalam diri saya, walaupun saya tidak terlalu aktif digereja tapi saya merasa berat sekali melihat hal itu terjadi,tapi pada saat itu saya tidak bisa berbuat apa2. Setelah tiba dirumah tante saya mulai menyampaikan pendapat saya kepada tante, om dan sepupu saya, tapi mereka bilang mama saya sakit itu karena ada yang tidak senang sama mama dan kata mereka mama bisa sembuh kalau setan yang dikirim sama orang tersebut sudah dikeluarkan dari tubuh mama saya,tapi saya tidak percaya hal itu, dalam kondisi lemah mama menyuruh saya kebogor kebetulan kami tinggal dibogor untuk melihat rumah dan mama meyuruh saya pergi kegereja.

Akhirnya saya pergi kebogor dan sebelum kembali ke Jakarta saya pergi kegereja kami sekeluarga adalah anggota jemaat dari GKI No.35 jalan pengadilan di Jabar, kebetulan hari itu hari minggu tapi gereja masih sepi karena baru sekitar jam tiga sore,sedangkan ibadah kedua dimulai jam 6 sore. Di dalam gereja saya menangis karena ingat keadaan mama tiba2 seorang bapak pengerja digereja datang mendekati saya, kemudian bertanya kepada saya kenapa saya menangis lalu saya menceritakan semua masalah yang sedang saya alami. Setelah itu dia menyuruh saya untuk pergi kerumah pendeta yang bertugas di GKI dengan diantar mobil gereja. Setelah sampai dirumah pak pendeta saya kemudian menceritakan lagi tentang masalah saya,dan saya minta pendapat dari pak pendeta.

Menurut pak pendeta kondisi mama saya sudah sangat parah dan harus segera dibawa kerumah sakit, lalu pak pendeta menghubungi seorang anggota jemaat yang kebetulan seorang dokter, dia juga berpendapat mama harus segera dibawa kerumah sakit. Kemudian pak pendeta bertanya keputusan saya,saya menjawab kalau saya juga ingin mama segera dibawa kerumah sakit. Singkat cerita dengan dengan memakai mobil dari gereja akhirnya saya menjemput mama yang ada di Jakarta untuk dibawa kerumah sakit, tapi sesampainya dirumah tante saya, om dan beberapa saudara sepupu marah2 sama saya bahkan om menyuruh saya untuk menandatangi surat yang telah dibuatnya yang isinya kurang lebih; Apabila nanti terjadi sesuatu sama mama mereka sekeluarga tidak bertanggung jawab dan keluarga yang lain tidak dapat menyalahkan mereka karena saya yang membawa mama.

Tante saya masih berusaha membujuk agar saya menunda dulu membawa mama kerumah sakit karena katanya mama harus dibawa sekali lagi kerumah dukun tersebut supaya setan dan penyakit yang katanya dikirim sama orang itu dapat ditansfer/dibuang keseekor ayam hitam yang disediakan oleh dukun tersebut karena tante bilang kalau tidak begitu mama tidak mungkin sembuh, tapi saya tetap bersikeras untuk membawa mama hari itu juga kerumah sakit.

Singkat cerita mama berada dirumah sakit kurang lebih sekitar satu bulan, kemudian mama boleh dibawa pulang kerumah walaupun kondisinya masih lemah dan masih harus minum obat serta setiap bulan harus diperiksa kedokter. Tapi dari sinilah saya sekeluarga banyak sekali melihat begitu banyak pertolongan serta penyertaan Tuhan terhadap kami sekeluarga, dari kondisi mama yang hari demi hari semakin baik meskipun menurut keluarga tante kalau mama tidak dapat sembuh, tapi apa yang mustahil bagi manusia tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan walaupun cobaan itu terasa begitu berat saya rasakan tapi Tuhan selalu memberi saya kekuatan dan banyak sekali pertolongan serta berkat2 yang Tuhan berikan melalui perhatian yang ditunjukan oleh saudara2 seiman khususnya keluarga dokter Tandirerung yang merupakan salah satu dari anggota jemaat gereja GKI dan anggota saudara yang lain.

Kemudian kurang lebih tujuh tahun kemudian tepatnya tanggal 02 Maret 2010 mama dipanggil oleh Tuhan , padahal saya akan menikah pada tanggal 10 Maret 2010. Sebagai manusia saya sedih sekali, saya sempat bertanya kepada Tuhan kenapa mama dipanggil secepat itu sebelum saya menikah,kenapa tidak nanti saja kalau saya sudah menikah dan dapat lebih menyenangkan mama, tapi meskipun begitu saya nyakin dibalik semua itu Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untuk kami sekeluarga. Karena Tuhan tidak mungkin membiarkan cobaan yang terjadi melebihi batas kekuatan kita dan Dia pasti akan memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita asal kita selalu berdoa dan menyerahkan semua persoalan kita kepadaNya, Demikian sedikit kesaksian dari saya semoga dapat memberi kekuatan dan menjadi berkat bagi kita semua, Tuhan Yesus memberkati amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar