Minggu, 27 Januari 2013

KESAKSIAN WANDA : Ditolak Orangtua Sendiri



Masa Kecil Wanda……

Selama saya masih kecil itu, saya dirawat sama oma dan opa saya. Saya pikir waktu itu, oma dan opa itu adalah orang tua saya. Disaat saya mulai duduk di bangku SMP, saya mulai dengar cerita dari oma saya sendiri bahwa orang tua saya ada di Jakarta.

Awalnya mulai timbul rasa dendam. Saya pikir kok saya hanya dibuang seperti itu saja. Saya mulai tumbuh sebagai anak yang kondisinya labil. Rasa minder mulai muncul. Nah disitu saya mulai merasakan bahwa saya harus mengembalikan rasa percaya diri saya dengan cara mencari orang tua.

Pertemuan dengan sang ibu

Waktu perjalanan itu saya senang banget karena mau ketemu ibu. Dengan pikiran bahwa kasih sayang seorang ibu akan segera saya dapatkan. Pas waktu ketemu itu ada papa tiri saya dan 3 adek tiri yang masih kecil, dan mama. Mulai saya peluk dia dan saya pikir ini dia mama saya yang sesungguhnya. Mama mulai ada perhatian kepada saya secara pribadi. Tapi setelah satu dan dua minggu didalam suasana rumah itu saya mulai rasakan ada yang kurang. Saya merasa tertekan dan sangat tidak nyaman dengan kondisi di rumah

Saya mulai berpikir kenapa saya dibedakan dari adek-adek saya yang lain. Sampai titik tertentu saya mulai tidak kuat sehingga akhirnya saya pergi dari rumah. Saya berpikir, saya di Jakarta harus hidup sama siapa? Sementara mama saya sendiri tidak memberi uang pada saya. Saya sempat pikir kalau keluarga saya seperti ini, kenapa saya tidak melakukan hal yang lebih parah saja? Mungkin saya bisa jual diri! Intinya agar saya bisa melampiaskan emosi saya, dengan melakukan hal-hal itu. Tapi nggak tahu kenapa, ada saja halangan yang membuat saya tidak bisa melakukan hal seperti itu.

Mendapat tempat tinggal baru

Margaretha (tante): Dia diantara oleh om-nya ke rumah saya di Cililitan, dan mereka menitip Wanda dirumah saya. Jadi walaupun saya hidup pas-pasan, tapi saya mau dia tinggal di rumah. Saya lihat tidak pernah ibunya bertanya pada saya keadaan Wanda itu seperti apa. Jadi Wanda itu tinggal dengan saya kurang lebih 12 tahun. Disitu, Wanda juga punya kerinduan untuk mencari papanya.

Mencari jejak sang ayah

Pas pulang ke Menado diakhir tahun 2000, saya mulai cari informasi. Dan melalui berbagai informasi yang saya dapatkan dari saudara-saudara akhirnya saya berangkat ke Jogya dengan ditemani seorang teman saya. Di sana kami berhasil menemui salah seorang saudara kandung ayah saya. Saya menyatakan kerinduan saya untuk bertemu dengan ayah saya. Dari Oom saya itu, saya mendapatkan informasi bahwa ayah saya ada di Pemalang dan sudah berkeluarga lagi. Namun mereka tidak bersedia memberitahukan nomor telepon ayah kepada saya. Akhirnya kami kembali ke hotel lagi.

Setibanya di hotel, saya berdoa “Tuhan, saya sudah datang jauh-jauh untuk bertemu dengan ayah. Meskipun dia tidak pernah mencari saya selama ini. Meskipun secara materi dia tidak pernah memenuhi kebutuhanku. Tapi saya rindu untuk bertemu dengannya. Kalau Tuhan izinkan, saya tidak tahu bagaimana caranya, saya ingin ketemu dengan ayah saya, Tuhan.” Kemudian kamipun kembali lagi ke Jakarta dengan tangan hampa.

Kejutan dari sang ayah

Beberapa hari setelah saya sampai di Jakarta, seseorang yang belum pernah saya dengar suaranya sebelumnya menelepon saya. Ketika saya bertanya siapa ini, beliau tidak memperkenalkan namanya. Namun dia mengenal saya dan bertanya gimana khabar saya sambil berkata, “Wanda kemarin ke Jogya yah?” Akhirnya saya tiba-tiba seperti tersadar bahwa yang sedang berbicara dengan saya itu adalah ayah saya. Rupanya Oom saya yang tinggal di Jogya itu memberitahukan nomor telepon saya kepada ayah. Perasaan saya waktu itu senang, namun saya bingung harus ngomong apa, mulai dari mana dan harus memanggil apa? Kemudian saya panggil dia dengan sebutan “Bapak.” Pembicaraan kami hanya singkat saya waktu itu.

Singkat cerita kami bertemu November 2002 di Jakarta. Dia bilang dia minta maaf karena tidak bisa membiayai saya, untuk apa yang menjadi kebutuhan saya. Dia mulai bercerita latar belakang mengapa bisa begitu. Ada juga latar belakang perbedaan agama juga. Mereka tidak direstuin oleh masing-masing kedua belah pihak. Pas pulang dia bilang “kamu nggak usah cari saya lagi”. Pesan itu menambah luka dihati. Bukannya dia menguatkan saya, dia malah membuat saya drop banget.

Ayah menolak, Ibu mengecewakan

Waktu itu mama minta maaf sama saya karena muncul dari mulut saya kata “mama”. Kita berdoa bersama-sama dan dia sampai menangis dan memeluk Wanda dan minta maaf. Tapi selanjutnya yang saya lihat, dia tidak pernah lagi memperhatikan. Pernah ke rumahnya di Pondok Gede, pintu tidak dibukakan padahal dia ada didalam.

Saya pikir, lho bukannya mama sudah masuk ke pelayanan? Kok bisa begitu lagi? Itu bikin aku sakit banget. Yang lebih menyakitkan saya waktu saya sakit. Om saya kasih tau ke mama saya bahwa saya sakit. Tapi dia tidak datang. Itu jadi trauma banget sama saya, kenapa lagi dia seperti itu. Diluar, dia juga tidak pernah anggap Wanda anaknya. Dia selalu katakan bahwa Wanda itu keponakannya.

Apa reaksi terakhir Wanda?

Hal yang tidak pernah terlintas di dalam pikiran saya. Tuhan memelihara kehidupan saya dengan cara yang luar biasa. Meskipun saya tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu saya, namun Tuhan mengasihi saya dengan kasih yang sempurna. Sampai hari ini hidup saya dipelihara Tuhan. Tuhan punya rencana dan tujuanNya di dalam hidup saya. Kalau papa bisa ke Jakarta, kita rindu bertemu dengan dia supaya bisa saling memaafkan satu sama lain. Masa lalu biar jadi masa lalu. Saya rindu kita kumpul bersama walau mereka sudah punya keluarga masing-masing. Saya hanya rindu kita saling memaafkan satu sama lain. Itulah kerinduan saya.

Mazmur 27:10 “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”


[ Sumber: Wanda - Facebook Pelaku Firman]

Jumat, 25 Januari 2013

KESAKSIAN AMANDA MAHARANI : "Terima YESUS meski dianiaya"



oleh Sinar Viktori Gemilang pada 1 November 2010 pukul 23:29 ·
Berbagai penderitaan mendera hidupnya. Menjadi pecandu narkoba karena terpengaruh pergaulan dunia gemerlap. Ia pernah dianiaya oleh keluarganya karena menerima Yesus. Dikirim menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia karena tidak setuju dirinya mengikut jalan keselamatan. Bahkan memaksa gadis ini menikah dengan Pria yang berbeda keyakinan supaya melupakan Yesus. Namun tidak ada satu perkara pun yang berhasil memisahkan dirinya dengan kasih Kristus. 


Meski terbilang belia, Amanda Maharani sudah memiliki segudang pengalaman rohani. Gadis yang lahir di Madiun, 29 September 1984 silam dilahirkan dalam keluarga yang non kristen. Namun tidak menghalangi dirinya untuk menemukan jalan keselamatan. Sejak kepergian Ayah tercinta Parjo, penderitaan demi penderitaan silih berganti menghampiri hidupnya. Seperti yang dituturkan gadis ini pada Gloria di Medan belum lama ini. Ketika masih berusia 11 tahun, Manda biasa disapa sudah berani terang-terangan pergi ke gereja dan berdoa di rumah meski Ibu tirinya, Yem (bukan nama sebenarnya) melarang dan menganiaya dirinya. "Ketika Ibu mengetahui saya pergi ke gereja, ia marah besar dan mengancam akan mengusir saya dari rumah. Kalau hari Mingu tiba saya disekap dalam sebuah kamar dan menganiaya supaya tidak pergi ke gereja. Namun itu tidak menghentikan niat saya untuk tetap mengikut Tuhan. Karena bayangan wajah Yesus yang penuh kasih selalu memberi kekuatan. Untuk menghindari kemarahnya diam-diam saya berdoa di rumah sebelum tidur. Bila kemarahannya tidak bisa dibendung saya melarikan diri ke kebun untuk mohon pertolongan Tuhan," tutur putri almarhum Parjo pada Gloria ketika menceritakan penderitaannya mengikut Yesus. 

Tetap Ikut Yesus 
Ketidaksenangan Yem pada anak tirinya ketika memutuskan menjadi pengikut Kristus memuncak pada tahun 2000. Waktu itu diberikan dua pilihan pada Manda. Pertama, bila tetap mengikut Yesus, Ibunya melepas tangung jawab dan memaksa putrinya menjadi TKI ke Malaysia. Padahal waktu itu ia masih berusia 16 tahun. Kedua, bila mau melupakan Yesus, sang Ibu tiri memberikan warisan dan menikahkan anaknya dengan laki-laki yang kaya raya namun non kristen. â€œ Saya jelas menolak dinikahkan dengan Pria itu. Karena saya tidak mau meninggalkan Yesus. Selain masih muda, saya tidak akan tergiur hanya gara-gara warisan dan harta. Saya putuskan untuk tetap ikut Yesus biar apapun terjadi,â€tegasnya lagi. 

Mendapat Kemurahan Tuhan 
Menjadi TKI di negeri orang banyak tantangan yang dihadapinya. Sampai di Negeri Jiran, Amanda menjadi karyawan di salah satu perusahaan di sana. Belum beberapa bulan bekerja di Selangor, Malaysia, sang majikan memperlakukan Manda bersama para TKI lain tidak semestinya hingga mereka melarikan diri dan dokumen mereka ditahan. Pada saat itu Polisi Selangor menangkap dan menjebloskan para tenaga kerja ini ke penjara. Dalam kesesakan ini ia terpengaruh dan terjun dalam dunia narkoba hingga menjadi pecandu. Namun karena kasih-NYA Manda gagal untuk mengakhiri hidupnya dalam penderitaan. "Di penjara saya tetap berdoa mohon petunjuk Tuhan. Sambil merenungi perjalanana hidup, saya berharap Tuhan akan membuka jalan. Tidak lama kemudian saya menjadi mendapat kemurahan Tuhan untuk menjadi orang kepercayaan Kepala Lembaga Permasyarakatan mengurus tahanana. Saya tahu kemurahan yang saya peroleh semata-mata karena kasih Tuhan," ungkap Manda. 

Mendapat Pengelihatan 
Ketika ditanyakan apa dirinya pernah mendapatkan pengelihatan, Amanda mengungkapkan bahwa ia pernah melihat bayangan wajah Yesus penuh kasih ketika berdoa dalam keputusasaan di Medan. "Waktu itu kami terdampar di Pelabuhan Belawan setiba dari Malaysia. Tidak ada makanan dan tidak ada ongkos untuk kembali lagi. Di gudang barang pelabuhan itu kami kelaparan dua hari dua malam. Dalam kelaparan saya berdoa dan berseru pada Tuhan. Hampir satu jam saya bersekutu. Dalam doa itu saya mohon pada Tuhan agar memalingkan wajahnya memberi pertolongan. Tiba-tiba muncul cahaya terang benderang berwarna kebiru-biruan. Tepat di tengah cahaya itu muncul wajah Yesus menatap saya dengan teduh. Saya menangis dan mencium telapak kakinya serta bersyukur atas kasih setianya," kata gadis itu lagi. Begitu selesai berdoa saya merasa dikenyangkan dan diberikan ketenangan oleh kekuatan kuasanya. Keesokan harinya si penjaga gudang memberikan kami makan serta minta agar kami membantu dia membersihkan gudangnya. Begitu gudang selesai dibersihkan kami dikasih ongkos untuk pulang. Pada hari itu juga kami mendapatkan pekerjaan. 

Alami Lahir Baru 
Rupanya pekerjaan Tuhan buat Manda tidak sampai di situ. Tuhan melanjutkan rencananya menjamah dan mengerjakan gadis ini. Akhir bulan September 2005, putri Parjo merasakan lahir baru di Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) di Jalan Sei Wampu, Medan. "Waktu itu saya merasakan belain tangan Tuhan menjamah dan memberikan sukacita luarbiasa ketika melakukan pengakuan dosa. Mulai terjadi perubahan ajaib. Saya mulai memulai hidup yang baru dalam Kristus untuk berhenti merokok dan menjadi pecandu. Meski saya tahu iblis tidak senang dengan tindakan ini tapi saya percaya Tuhan akan mampukan saya," harapnya. Dan itu juga yang membuatnya tidak pernah menyerah mengikut Yesus meski salib yang dipikulnya berat. Dan duri-duri berserakan menghalangi jalannya untuk bisa sampai pada rencana Allah. Dibalik duri-duri ini Maharani sejak kecil tetap merindukan lawatan Allah dalam hidupnya. 

Sang Ayah Ikut Yesus 
"Sejak masih anak-anak saya begitu rindu ketemu dengan Yesus. Karena pertama kali melihat gambar Yesus saya begitu tertarik dekat dengan-Nya. Ditambah lagi mendengar cerita dari Ayah sepulang perjalanannya dari Nias, Sumatera Utara yang mendapatkan banyak pertolongan ketika memutuskan mengikut Yesus di pulau itu." tambah adik Agus Susilo ini. Menurut Amanda, sejak almarhum Ayahnya memutuskan ikut Yesus sekitar tahun 1990-an banyak perubahan dan mujizat yang terjadi dalam keluarganya. Namun itu tidak membuat Ibu kandungnya Lastri memutuskan untuk menerima berita keselamatan itu. Namun dibalik penolakan itu Lastri tidak pernah melarang anak-anaknya ikut jejak suaminya menerima Yesus. Setelah Ibunya meninggal tahun 1993 dan Ayahnya menikahi Yem, Manda mulai merasakan penolakan dari sang ibu tiri. Apalagi setelah Ayahnya berpulang ke rumah bapa di surga tahun 1996, ia dikecam habis-habisan dan dianiaya ketika mengikut jalan Yesus. 


YESUS KRISTUS mengasihi Anda.. 
(Sumber: Tabloid Gloria)

Selasa, 22 Januari 2013

PENGIRIMAN BUKU & CD GRATIS KEMBALI NORMAL

ORDER BUKU & CD GRATIS SUDAH KEMBALI NORMAL

Setelah keterlambatan pengiriman Buku & CD Rohani Gratis terhitung awal Januari 2013 yang dikarenakan produsen Buku & CD Rohani tutup tahun dan pengadaan stock opname, kini pengiriman Buku & CD Rohani sudah kembali normal. 

Silahkan Melakukan Pemesanan Buku & CD Rohani Gratis Dengan Mengikuti Langkah di Bawah Ini : 


Tuhan Yesus Memberkati
Lawatan Indonesia Team

Senin, 21 Januari 2013

Kesaksian dari Nairobi - Afrika

Kesaksian dari Nairobi - Afrika



Kira-kira pada awal Maret 2000, John K. Nduati, seorang gembala dari Nairobi (ibukota Kenya – Afrika), datang mengadakan KKR 4 hari di kota saya, Eldoret, Kenya. Ada banyak mukjizat kesembuhan dan karunia pengetahuan mengalir dengan bebas. Kami berdiri dengan penuh keheranan dan kekaguman tentang apa yang Allah sedang kerjakan; Roh Kudus berkuasa sepenuhnya di lapangan tempat KKR itu. Saya pernah mendengar atau membaca tentang hamba-hamba Tuhan yang memiliki karunia pengetahuan, karunia hikmat, dan karunia penyembuhan dan lain-lain. Namun, apa yang saya lihat di dalam pelayanan Pendeta Nduati sangat mencengangkan. Apa yang Tuhan telah karuniakan kepadanya, saya sebut sebagai “rentetan pewahyuan” dalam bentuk karunia perkataan pengetahuan, karunia perkataan hikmat, plus nubuatan. Kisah berikut ini adalah beberapa contohnya:Pada malam kedua (saya tidak menyaksikan KKR malam pertama), ada ribuan orang di dalam KKR itu. Setelah hamba Tuhan selesai berkhotabh, ia berkata bahwa ia ingin berdoa bagi orang-orang yang hadir. Ia menunjuk ke suatu arah dan berkata, “Di sana ada seorang wanita di arah yang saya tunjukkan yang memiliki suami seorang pengemudi. Nama wanita ini Esther, dimanakah dia?” Seorang wanita mengacungkan jarinya. “Mari, maju ke depan!” Setelah wanita ini datang, inilah yang dikatakan hamba Tuhan itu, “Selama ini engkau diberi nafkah dari uang hasil curian. Suamimu adalah seorang pencuri. Tetapi sejak hari ini suamimu tidak akan mencuri lagi.” Kemudian hamba Tuhan ini mulai memanggil banyak orang di dalam KKR itu dengan nama mereka masing-masing – nama kecil maupun nama keluarga – untuk maju ke depan. Apabila namanya sama, Allah akan menentukan siapa di antara mereka yang dimaksudkannya.



Ketika hal ini berlangsung begitu lama, beberapa orang mulai bertanya-tanya, dari mana hamba Tuhan ini tahu nama-nama setiap orang. Kemudian hamba Tuhan itu berkata, “Disini ada seorang pemuda di bagian belakang (sambil tangannya menunjuk ke suatu arah) dan namanya John. John, engkau telah bertanya-tanya kepada dirimu sendiri, ‘bagaimana pendeta ini tahu nama orang-orang di sini?’ Dimana engkau, John?” Seorang pemuda mengangkat tangannya. Hamba Tuhan ini berkata, “Majulah, John, saya akan memberitahukan sesuatu tentang dirimu.” Ketika Pendeta Nduati selesai berdoa bagi group pertama, mereka semua menerima mukjizat. Kebanyakan di antara mereka rebah dalam kuasa Roh Kudus. Kemudia pendeta itu berkata, “Di sini ada empat puluh orang yang positif mengidap sakit HIV AIDS. Majulah ke depan!” Tanpa malu-malu orang-orang itu maju. Ia menghitung ada 39 orang sudah datang ke depan. Ia tahu ada seorang yang masih ketinggalan. Kemudian Pendeta Nduati berkata, “Di sini ada satu orang pemuda di bagian belakang sana (sambil menunjuk ke suatu arah) bernama Philip Ruto. Pacarmu baru saja menularkan AIDS kepadamu tahun lalu, dan kamu sekarang belum maju ke depan.” Ketika namanya disebut, pemuda ini berlari ke depan. Setiap orang di KKR itu tertawa dan bertepuk tangan. Pendeta itu berdoa dan penyakit AIDS segera hilang dari antara mereka. Kemudian pendeta itu berkata lagi, “Di sini ada lima puluh wanita yang belum dikarunia anak. Ayo, maju untuk didoakan.” Ternyata ada 60 orang wanita maju ke depan.



Maka hamba Tuhan itu berkata, “Lihatlah kepadaku. Jika kalian di sini belum memiliki suami, kalian boleh kembali ke belakang.” Beberapa wanita keluar dari kelompok itu. Kemudian hamba Tuhan itu meneruskan, “Jika di antara kalian ada yang memiliki suami kedua, kembalilah ke belakang.” Seorang wanita pergi ke belakang. Kemudian ia meneruskan lagi, “Jika pada masa lalu ada di antara kalian yang pernah menggugurkan kandungan dua kali, kembalilah ke belakang!” Ketika seorang wanita pergi, hamba Tuhan itu berkata kepadanya, “Saya tidak dapat berdoa bagi kamu untuk memperoleh anak lagi karena kamu telah menggugurkan kandungan dan membuang anak-anakmu ke dalam jamban. Salah seorang di antara anak-anak itu seharusnya akan menjadi seorang pengkhotbah. Kamu harus bertobat dan berdoa selama setahun sebelum Bapa mempertimbangkan akan memberi kamu anak lagi.” Akhirnya tepat 50 wanita berdiri di depan. Pendeta itu menyuruh semua wanita itu untuk bergeser ke sebelah kanan. Kemudian ia berkata, “Jika saya memanggil nama kalian, pindahlah ke sebelah kiri!” Dengan mengherankan pendeta itu memanggil satu persatu wanita itu dan mereka pindah ke sebelah kiri, seolah-olah hamba Tuhan ini membacakan daftar dua puluh lima orang, padahal dia belum pernah mengenal siapapun di kota ini. Esther, Jane, Chepchumba, …. dan lain-lain. Setelah mereka dipanggil, terbentuklah kelompok di sebelah kiri dan di sebelah kanan. Kepada group yang satu hamba Tuhan ini berkata, “Kalian yang di sebelah kiri, mulai besok kalian sudah boleh membeli perlengkapan bayi laki-laki. Bapa akan memberikan kalian anak laki-laki.” Dan kepada group lainnya, “Kalian yang di sebelah kanan, mulai besok kalian sudah boleh membeli perlengkapan bayi perempuan. Bapa akan memberikan kalian anak perempuan.” Kemudian ia menunjuk ke seorang wanita dan berkata, “Kepadamu, Tuhan akan memberikan bayi laki-laki dan perempuan, kembar. Mulai besok, persiapkanlah pakaian anak perempuan dan laki-laki.” Kemudian hamba Tuhan ini berdoa bagi mereka semua. Ketika hamba Tuhan ini selesai melayani mereka, ia bertanya berapa banyak di antara jemaat yang hadir yang ingin menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka. Sekitar delapan ratus orang maju ke depan dan menerima Tuhan Yesus.

Rabu, 09 Januari 2013

2013


Selamat datang di tahun yang baru, di era yang baru dan di zaman yang baru! 2013 tahun awal yang baru, kembali ke satu, dengan menjadi satu, dipulihkan untuk menjadi utuh bersama-Nya.

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (basar echad)." - Kejadian 2:24

Perhatikan kutipan di bawah berikut ini:

Di dalam Bahasa Ibraninya, istilah "satu daging" adalah בשר אחד (baca: basar echad). Nilai gemmatria untuk kata echad (artinya "satu") adalah 13. Bukan kebetulan bahwa ini juga merupakan nilah gemmatria untuk kata "kasih" atau "cinta" di dalam Bahasa Ibraninya yaitu אהבה(baca: ahava). Ahava pun memiliki nilai gemmatria 13.

Angka 13 inilah yang menjadi alasan mengapa TUHAN merancang supaya ada 12 suku Israel dan ada 12 murid Yeshua. 12 suku plus YHVH Elohim Adonai totalnya adalah 13 - membuat mereka menjadi echad (satu). 12 murid plus Yeshua totalnya adalah 13 - membuat mereka menjadi echad juga (satu). - Elisheva DPW (www.elishevadpw.com)

Tantangan 2013

Kita telah mengetahui adanya Puncak Penyesatan di 2013 ini yang telah dibahas dalam 4 bulan sebelumnya berkenaan dengan visi di Ayin Gimel 5773 dan Ayin Dalet 5774. Namun 2013 juga merupakan tahun Puncak Pemberontakan sesuai dengan makna angka 13 itu sendiri. Di dalam Kitab Wahyu dalam berbagai versi bahasa, kata "naga" disebutkan 13 kali. Sedangkan pasal 13 dari kitab yang sama, berbicara tentang identitas dua binatang dari tritunggal kejahatan (binatang yang keluar dari dalam laut - Antikristus dan binatang yang keluar dari dalam bumi - Nabi Palsu, bersama sang naga, merekalah tritunggal kejahatan itu). Sungguh fakta ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pewahyuan yang perlu mendapat perhatian serius. 

"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." - Galatia 5:16-21

Masuk dalam Keutuhan (from Recovery to Wholeness) itu juga berarti pencapaian sebuah kondisi yang telah akil balig, yang layak menerima Warisan dan Hak Kerajaan (atau Hak Kesulungan). Syaratnya tidak lain adalah dipimpin seutuhnya dan sepenuhnya oleh Roh. Kita harus rela, bahkan meminta dengan sangat untuk menjadi tawanan Roh-Nya untuk dapat terus hidup di tahun 2013 ini, atau jika tidak kita akan jatuh ke dalam berbagai perbuatan daging:

1. Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, kemabukan, pesta pora, semuanya berhubungan dengan keinginan tubuh yang telah rusak.

2. Perseteruan, perselisihan, kecemburuan, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, dan iri hati, semua berhubungan dengan jiwa yang telah jatuh, yang sangat erat hubungannya dengan tubuh yang telah rusak.

3. Penyembahan berhala dan sihir berhubungan dengan roh yang mati. Ini membuktikan bahwa ketiga bagian manusia yang telah jatuh semua. Sedangkan hidup dipimpin oleh Roh menghidupkan ketiga bagian tersebut dan menjadikan kita akil balig serta layak menerima warisan yang telah disediakan.

Sedangkan jika dikelompokkan dalam kategori yang lebih rinci:

a. Percabulan, kecemaran dan hawa nafsu, berkenaan dengan nafsu jahat.
b. Penyembahan berhala dan sihir, berkenaan dengan penyembahan setan.
c. Perseteruan, perselisihan, kecemburuan, dan amarah, berkenaan dengan suasana hati yang jahat.
d. Kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, berkenaan denganmentalitas berkubu-kubu.
e. Roh pemecah, berkenaan dengan doktrinasi yang menyimpang yang melahirkan sekte-sekte sesat.
f. Kemabukan dan pesta pora, berkenaan dengan foya-foya dan hedonisme.

Intinya adalah buah Pohon Pengetahuan bahkan yang baik sekalipun sesungguhnya sangat mematikan karena pada dasarnya adalah kebenaran manusiawi pimpinan diri sendiri yang penuh dengan kedagingan. Sedangkan Warisan Kerajaan berbicara mengenai Pohon Kehidupan yang terpimpin oleh Roh dan kebenaran-Nya.

Keutuhan, Kemurnian, Kekudusan & Keintiman

"Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini." - Mazmur 12:7-8

Janji Tuhan dan Warisan Kerajaan harus diingini oleh hati kita dengan sedemikian rupa, karena ada banyak anak Tuhan yang bermental seperti Esau, yang memandang remeh dan ringan atas perkara ini. Dan bagi kita yang begitu menginginkan semuanya ini genap sampai akhir, maka kita harus bersedia dimurnikan hingga teruji. Kita harus rela sekalipun harus jatuh tujuh kali, namun ujung tetap bangkit dan finish strong. Namun bagi mereka yang undur di tengah jalan, maka ia tidak akan pernah akil balig dan mewarisi segala sesuatunya.

Dipimpin oleh Roh-Nya tidak lain adalah terus menerus dididik oleh-Nya hingga menjadi dewasa dan mampu mewarisi jatah yang sudah dipersiapkan. Ini juga yang pada akhirnya kita harus fokus kepada-Nya dan bukan kepada berkat-berkat-Nya. Orang yang fokus kepada-Nya akan terus berusaha menyukakan hati-Nya dan haus akan perkenanan-Nya. Sedangkan orang yang lebih fokus kepada berkat-berkat-Nya akan terus memaklumkan kedagingannya hingga di luar batas toleransi Tuhan, tanpa dapat ia sadari sebelumnya, dan akhirnya jatuh kehilangan segala yang dijanjikan.

Di 2013 ini, Tuhan tetap meminta kita untuk mempercayai-Nya karena tetap pada akhirnya Ia akan menggenapi semua yang telah Ia janjikan. Iblis akan terus menggagalkan dengan merusak iman kita atau dengan menciptakan tipu muslihat penuh iming-iming palsu yang menyesatkan. Namun siapa yang ada dalam tawanan Tuhan akan tetap dijagai dari tipu muslihat tersebut.

Jalur Ekspres 2013

"Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebabke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" - Rut 1:16-17

Bagi mereka yang merasa bahwa hari ini, saat ini, tahun ini sudah tidak berdaya untuk mengejar ketertinggalan, jangan putus asa. Mintalah anugerah Tuhan, untuk bisa memiliki kerinduan, sikap hati dan mentalitas Rut. Pribadi Rut adalah "kartu mati" karena ia "hanyalah" perempuan dari bangsa Moab yang telah terkutuk. Namun Rut terus menginginkan Tuhan dan hanya Tuhan lebih daripada yang lainnya, ia mempertaruhkan seluruh masa depannya dalam ketidakjelasan. Rut berani mati bersama dengan-Nya, sehingga ia bangkit di dalam Dia sekaligus mewarisi garis keturunan paling mulia yang berujung kepada lahirnya Kristus di dunia.

Gairah dan cinta Rut yang tidak kepalang tanggung membuat Tuhan langsung jatuh cinta dan tidak dapat menolaknya. Rut bukanlah golongan orang yang dipaksa dari luar, namun yang memaksakan dirinya sendiri untuk selaras dan seirama dengan Tuhan. Rut memaksakan dirinya untuk menjadi "satu daging" dengan Allah yang hidup. Yang ia impikan hanyalah didapati setia hingga maut memisahkan. Orang yang membaktikan diri sedemikian rupa sebagaimana Rut membaktikan seluruh dirinya adalah orang yang akan menerima kejutan-kejutan dari Tuhan, sebagaimana ia telah mengejutkan hati-Nya. Inilah Jalur Ekspres yang selalu tersedia bagi kita semua untuk memenangkan pertandingan iman dengan gilang gemilang.

Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.

copas : windunatha.blogspot.com

Senin, 07 Januari 2013

6 JENIS PANGGILAN


1.   MEMPELAI
2.   RAJA
3.   TENTARA  / PRAJURIT
4.   PEKERJA / PENUAI
5.   IMAM
6.   PILAR / SOKOGURU

Introduksi
Keenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun karakter negatifnya;passion, minat & kesukaannya; juga kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.

Tulisan ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam & terang - bagi duniasesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." - Kejadian 1:26

1.    MEMPELAI
"Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelaimelihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu." - Yesaya 62:5

"Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebabseluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan." - Ester 2:12

"Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti." - Ester 2:17

"Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba ... " - Ester 5:8a

"Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah ... " - Ester 8:5a

Definisi Singkat
Panggilan Mempelai adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Mempelai atau Kekasih dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia dituntut mampu memikat hati Tuhan dan memperoleh perkenanan Tuhan dengan kekudusan dan keindahan yang bahkan bisa ditampilkan di atas panggung dunia.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Ratu Ester, Maria - Saudari dari Marta dan Lazarus, Rasul Yohanes, Gereja - Umat Tuhan secara korporat.

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Mempelai adalah seorang yang mengejar hati Tuhan dengan kekudusan, menantikan kehendak dan keputusan dengan setia, memperlakukan Tuhan dengan keintiman yang penuh keindahan, romansa, afeksi dan gairah. Seorang Mempelai memiliki kesukaan untuk diam di bawah kaki Tuhan dan piawai dalam melayani sisi keallahan Tuhan Yesus, sementara Pekerja piawai dalam melayani sisi kemanusiaan Tuhan Yesus. Dalam hal kekudusan dan hidup kudus, seorang Mempelai dikenal tidak berkompromi. Hal ini berbeda dengan seorang Raja yang karena kebijaksanaan dan kayanya pertimbangan dalam dirinya sehingga terkesan lebih berkompromi.

Mempelai sepertinya sejak awal dirancang untuk hidup kudus di atas rata-rata, menyukai keindahan dan seni juga di atas rata-rata, dan memahami dengan sepenuhnya hak dan kewajibannya sehingga dapat memperoleh perkenanan dengan legalitas yang sah.

Cara Mempelai Memperoleh Perkenan Tuhan
Seorang Mempelai memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan kekudusan dan keintiman yang lebih dari rata-rata. Perkenanan Tuhan adalah segalanya bagi Mempelai, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan semata-mata untuk memikat hati Raja di atas segala raja, persis seperti seorang kekasih atau seorang isteri yang hendak menyukakan hati suaminya. "Ambisi" seorang Mempelai adalah memperoleh perkenanan Tuhan secara utuh dan memikat hati Tuhan dengan penampilannya yang indah sempurna sehingga dapat dianggap pantas menjadi kebanggaan Tuhan sendiri.

2.    RAJA
"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." - Amsal 25:2

"Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini." - Amsal 21:1

"Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu." - 1 Petrus 5:3

"Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."
 - Wahyu 3:21
"Karena aku (hikmat) para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan." - Amsal 8:15

"Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah." - Amsal 14:28

"Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja." - Amsal 22:11

"Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah." - Amsal 16:10

"Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi." - Amsal 16:15

"Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: 'Apakah yang baginda buat?'" - Pengkotbah 8:4

Definisi Singkat
Panggilan Raja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Raja dan Teladan dalam sebuah komunitas pelayanan. Panggilan dengan kandungan hikmat, pengertian, dan nasihat yang terkaya, melebihi kelima jenis panggilan lainnya. Menggambarkan secara lengkap kemuliaan dari tujuan Tuhan yang semula.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Salomo bin Daud; raja-raja Yehuda, raja-raja Israel

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Raja adalah seorang yang kharismatis, visioner - mampu mengenali sebuah potensi yang bahkan masih tersembunyi bagi kebanyakan orang namun terlihat jelas baginya - entah itu dalam diri seseorang maupun atas suatu perkara lainnya (potensi alam, potensi bisnis, dan sebagainya), strategik & terencana, hati & pikirannya bijaksana, berwawasan luas dan sangat siap atas berbagai kemungkinan dalam berbagai perkara. Karena tipe Raja yang gemar menyelidiki segala sesuatu maka tidak ada sesuatu yang mengherankan maupun sesuatu yang baru baginya.

Kharisma dan segala kekayaan batiniah bawaannya menyebabkan Raja secara natural mulai memimpin orang-orang di sekitarnya, mulai dari komunitas yang kecil hingga komunitas yang lebih besar. Hikmat dan pengertian sudah seperti tertanam di dalam dirinya sejak lahir.

Cara Raja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Raja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, hati hamba (Hineni), rendah hati, murah hati, mudah mengampuni, menghargai dengan benar hal-hal yang bahkan kelihatan remeh atau kecil, memiliki kepedulian di atas rata-rata, memiliki kewaspadaan di atas rata-rata. Raja adalah panggilan yang pada destiny-nya akan memiliki segalanya dan jatahnya yang terbesar dibanding kelima panggilan lainnya, itulah sebabnya tuntutannya juga paling besar. Kuasa & kuasa perkataan Raja, pada level tertentu, sangat menetukan segala sesuatunya. Ketika Tentara harus tampil di garis depan, maka Raja tampil di atas dan juga di bawah. Raja adalah perencana yang terlaksana, sementara Tentara adalah pelaksana yang terencana.

Panggilan Raja ini sebenarnya sangat menjebak, harus dibedakan antara Panggilan Raja dengan Level Raja. Orang yang memiliki panggilan Raja belum tentu seorang Raja, namun orang yang mencapai Level Raja - apapun panggilannya - dialah yang dapat disebut Raja-Raja muda-Nya. Jadi sangat diharapkan bahwa Gereja dan orang-orang percaya tidak salah dalam panggilannya. Sebagai gambaran umum, komposisi masing-masing panggilan dalam suatu komunitas pelayan adalah sebagai berikut, Pilar 1-3%, Imam 4-6%, Pekerja 48-52%, Tentara 30-35%, Raja 4-6%, dan Mempelai 4-6%. Dengan demikian mayoritas tugas gereja adalah bekerja dan berperang sedangkan tugas keimaman, kepemimpinan dan yang lainnya adalah minoritas yang harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna.

"Ambisi" seorang Raja adalah menguasai sebanyak dan seluas mungkin segala sesuatunya untuk dikelola secara benar sesuai dengan kehendak Kristus, membawa kedamaian dan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat yang dipercayakan kepadanya untuk dipimpin olehnya.


3.    TENTARA / PRAJURIT
"Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya." - Bilangan 14:24

"Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku." - Kisah Para Rasul 13:22

"Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyakdan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?" - Yoel 2:11

"Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya." - Yoel 2:7

"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya." - 2 Timotius 2:3-4

Definisi Singkat
Panggilan Tentara adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Tentara atau Prajurit dalam sebuah komunitas pelayanan. Dirancang untuk berdiri di garis depan dari seluruh bala tentara-Nya, bergerak maju menerobos pertahanan musuh, menduduki daerah musuh dan menjarah seluruh kekayaan musuh.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Yosua bin Nun, Kaleb bin Yefune, Yefta - Orang Gilead, Raja Daud, Yonatan bin Saul bin Kish, Rasul Paulus

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Tentara adalah bahwa ia mengabdi secara total (sepenuhnya), berani mati, berani ambil resiko, suka berkonfrontasi (secara terbuka) dan tahan menderita. Memiliki mental kepahlawanan dan jiwa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang. Dalam hal karunia-karunia roh, kelompok Tentara biasanya lebih mengenal dan lebih akrab dengan fenomena-fenomena alam roh (gaib) seperti penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi bahkan efek sensasi secara fisik dari berbagai manifestasi alam roh.

Tentara pada level awal cenderung bernalar rendah, hal ini baik karena ia dituntut untuk taat secara total tanpa memikirkan resiko yang akan maupun sedang dihadapi. Namun semakin tinggi levelnya, maka strategi dan ketangkasannya berperang akan semakin hebat.

Sejak awal pertobatannya, Tentara menyadari bahwa hidupnya bukanlah dirinya lagi melainkan untuk Kristus. Ia percaya bahwa kehidupan setelah keselamatan adalah kesempatan kedua yang mungkin tidak akan terulang lagi, seperti orang yang dihidupkan dari kematian (jasmani). Itu sebabnya bahwa kematian tidaklah menjadi halangan baginya untuk terus maju dalam kegerakan bersama Allah.

Cara Tentara Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Tentara memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan lebih gigih daripada kelima panggilan lainnya, serta mengikuti dan berjuang dengan sepenuhnya tanpa memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya. Gelora (passion) adalah segalanya bagi Tentara, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan tidak boleh tidak disertai dengan gelora cinta di hatinya. Tentara adalah pelaksana yang terencana, sementara Raja adalah perencana yang terlaksana. "Ambisi" seorang Tentara adalah memuaskan hati Komandannya.


4.    PEKERJA / PENUAI
"Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2

"Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." -  Kejadian 39:6

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15

Definisi Singkat
Panggilan Pekerja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pekerja atau Penuai dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia diutus lebih awal daripada keempat panggilan lainnya (Imam, Tentara, Raja & Mempelai) untuk menyiapkan pra-sarana dan sarana dalam melakukan misi Kerajaan Allah yang bersifat praktikal dan lebih banyak di area market place - swasta maupun pemerintahan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Yusuf bin Yakub bin Ishak bin Abraham, Daniel, Hananya, Misael, Azarya, Marta - Saudari Maria & Lazarus, Rasul Markus, Timotius - murid Rasul Paulus.

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Pekerja adalah bahwa biasanya ia dipisahkan secara temporer dari keluarga  maupun komunitasnya yang semula. Yusuf diasingkan menjadi budak di Mesir, Daniel dan ketiga rekannya menjadi orang pilihan dan kepercayaan para raja kafir di masa pembuangan. Seorang Pekerja ia sangat tangguh, bekerja keras, sangat rajin, memiliki passion yang besar untuk memberitakan Firman kepada siapapun terutama orang asing yang bahkan belum dikenalinya tanpa merasa malu maupun merasa asing.

Ia sejak awal dirancang untuk mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking dan cenderung ingin dihargai hasil pekerjaannya. Penghargaan tersebut biasanya bahkan lebih berupa sekedar pengakuan ketimbang bayaran uang. Sikap hatinya cenderung lebih sanguin-koleris.

Cara Pekerja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pekerja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, kesetiaan, menjaga kekudusan serta tidak membiarkan dirinya dinajiskan oleh perkara yang tesedia untuk menggodanya. Sebagai contoh, Yusuf tidak menajiskan diri dengan menghindari rayuan istri Potifar. Daniel dan ketiga rekannya tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan minuman anggur yang biasa diminum raja. "Ambisi" seorang Pekerja adalah dipercayakan sebanyak mungkin pekerjaan dan tanggung jawab serta melihat kepuasan dari orang-orang yang dilayaninya.


5.    IMAM
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. - Ibrani 2:17

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. - Ibrani 4:15

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapiyang sekarang telah beroleh belas kasihan. - 1 Petrus 2:9-10

Definisi Singkat
Panggilan Imam adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Imam atau Juru Damai dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia bersedia berlutut di hadapan Allah dan manusia supaya belas kasihan Tuhan diturunkan dan murka Allah dilewatkan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Anak Manusia - Kristus Yesus Tuhan, Imam Besar Harun, Samuel bin Elkana, Nehemia, Ezra, para abdi Allah dan imam-imam lain.

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Imam adalah cenderung manusiawi (nilai perikemanusiaan yang lebih dari rata-rata), lebih peduli dan berbelas kasihan terhadap orang lain, paling mudah mengampuni dan rela berkorban di hadapan Allah dan orang lain. Yesus Kristus sebagai Anak Manusia yang akhirnya harus mati di atas kayu salib adalah contoh yang sempurna. Seorang Imam, pada level yang sama, mengenal Hati Bapa lebih daripada kelima panggilan lainnya. Ia juga mampu mengenali penderitaan orang lain melalui sudut pandang Hati Bapa tersebut. Kekuatannya adalah belas kasihan dan roh pengertian yang besar dalam hatinya.

Cara Imam Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Imam memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Hati Bapa, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu memandang kemanusiawian Gereja dari sudut pandang keilahian Tuhan dengan tepat. "Ambisi" seorang Imam adalah mendapati bahwa belas kasihan, pengampunan, pertobatan dan keselamatan yang dari Allah tergenapi atas kaum dan bangsanya sekaligus dijauhkan dari cawan murka Allah.

6.    PILAR / SOKOGURU
"Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu." - Perkataan Bani Het kepada Abraham, 2.000 tahun SM - Kejadian 23:6

"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru." - Wahyu 3:12

"Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" - Rut 4:11-12

"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." - Matius 16:17-19

Definisi Singkat
Panggilan Pilar adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pilar atau Sokoguru dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia membangun dari awal dan menjadi penopang bagi panggilan-panggilan lainnya dalam mengembangkan Kerajaan Allah di tempat yang telah ditetapkan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Rut, Rasul Petrus

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Pilar adalah bahwa ia dipisahkan secara permanen dari identitas maupun komunitasnya yang semula. Abraham dipanggil keluar dari Ur-Kasdim, Rut menanggalkan kebangsaan dan allahnya, begitu juga Rasul Petrus. Seorang Pilar sangat tekun mengikut, sangat sabar menantikan (kehendak) Tuhan, sangat tenang - memiliki iman yang di atas rata-rata karena pengalamannya berjalan bersama Tuhan yang begitu nyata; ia juga bisa dipercaya, sangat setia dalam segala situasi dan segala perkara.

Ia sepertinya sejak awal dirancang untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab dan penderitaan juga memiliki daya tahan yang di atas rata-rata, itu sebabnya, pada level yang sama, ia memiliki pengenalan akan Tuhan daripada kelima panggilan lainnya. Sikap hatinya cenderung lebih pleghmatis ketimbang kelima panggilan lainnya.

Cara Pilar Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pilar memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu berdiam diri berjam-jam tanpa mengeluh untuk menantikan respon Tuhan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang sudah dibentuk sejak awal bahkan tanpa disadari sebelumnya. "Ambisi" seorang Pilar adalah didapati oleh Tuannya bahwa ia setia sampai akhir.

COPAS : windunatha.blogspot.com