Kamis, 21 Maret 2013

KESAKSIAN ELISABET WIDYAWATI HERMAN : DIBAWA KE SURGA DAN NERAKA


 

Kejadian ini terjadi pada pertengahan September 2001. Ketika itu saya sedang berdoa syafaat bersama teman-teman sekitar pukul 18.00. Saya berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dengan menggunakan bahasa Roh (bahasa dari sorga yang diberi Tuhan Yesus untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya).

Saat saya berdoa berbahasa roh, saya ingin menyampaikan sesuatu dari Tuhan, tetapi anehnya ketika saya ingin menyampaikan sesuatu dari Tuhan dengan bahasa Indonesia, saya tidak bisa berhenti berbahasa roh.

Saya tengking hal itu di dalam nama Tuhan Yesus, saya berteriak di dalam hati menyebut nama Tuhan Yesus. Saya berkata dalam hati jika hal itu bukan dari Tuhan Yesus,. maka hal itu harus berhenti. Tetapi sampai doa syafaat itu selesai saya tidak bisa berhenti, dari dalam hati saya ingin mengeluarkan bahasa roh terus-menerus. Sampai-sampai ketika teman-teman saya bertanya, saya tidak bisa menjawab tetapi hanya tersenyum.


Dalam perjalanan pulang saya sempat menangis dan saya terus berdoa supaya hal itu berhenti, karena tidak bisa berhenti. Akhirnya saya pasrah pada Tuhan dan saya biarkan hal itu terjadi, karena saya tahu itu proses dari Tuhan. Sampai di rumah mama saya juga kebingungan. Kemudian saya menulis surat kepada mama dan berkata bahwa saya sedang diproses Tuhan. Akhirnya mama bisa mengerti.

Setelah kejadian doa syafaat malam itu, saya mengalami proses dari Tuhan selama empat puluh tiga hari. Pada lima hari pertama saya tidak bisa makan atau minum sedikitpun. Karena ketika makanan dan minuman itu masuk ke dalam mulut langsung ke luar lagi karena di dalam tenggorokan saya seolah-olah ada sesuatu yang menyekat dan mengganjal.
Selama proses tersebut berlangsung saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa, saya tetap kuliah, bahkan naik turun kampus lima lantai dan saya tetap kuat serta hati saya dipenuhi dengan damai sejahtera.

Pada hari ke enam saya bisa minum tetapi hanya 1 - 2 tetes tiap hari. Baru sekitar kurang lebih hari ke duapuluh saya bisa makan bubur bayi. Itupun hanya 1 - 2 sendok teh, minum 1 - 2 tetes tiap hari.

Selama proses tersebut saya diajak jalan-jalan Tuhan ke sorga dan neraka walaupun tidak setiap hari. Saya dibukakan hal-hal baru oleh Tuhan, saya diberi pesan oleh Tuhan baik mengenai hamba-hamba Tuhan, bangsa dan negara. Selama proses tersebut saya juga mengalami dan merasakan apa yang dialami Tuhan Yesus di salib.Saya merasakan dalam tubuh saya ketika tangan dipaku, kaki dipaku, kepala dimahkotai duri, perut ditombak.

SAYA DIBAWA KE NERAKA
Hari pertama dalam proses tersebut saya dibawa oleh Tuhan ke tempat yang sangat mengerikan yang bernama neraka. Tetapi saya tidak takut karena di samping saya ada sesosok tubuh yang bersinar terang, wajah-Nya lembut penuh kedamaian, jubah-Nya putih, kedua tanganNya ada lubangnya. Nama-Nya Tuhan Yesus.

Tempat itu berbau busuk, berbau darah yang memuakkan, jalannya lembab, lembek seperti lendir/ ingus, kotor, begitu juga dinding-dindingnya. Di samping itu juga banyak orang yang merintih kesakitan, berteriak kesakitan.

Secara global ada tiga bagian daerah di dalam neraka. Pada bagian pertama merupakan daerah yang menampung banyak orang. Di tempat ini orang-orang mengalami pembakaran tubuh berulang-ulang. Tubuh mereka digerogoti api dari bawah sampai atas sampai habis dan setelah itu daging mereka pulih kembali untuk kemudian dibakar api neraka lagi, demikian seterusnya. Tentunya hal itu disertai dengan ratap tangis yang memilukan tiada henti. Pada bagian ini adalah tempat dimana orang-orang yang tak mengenal Tuhan Yesus ditampung. Sekalipun ketika hidup di dunia orang tersebut besar amalnya, namun bila tidak mengenal Tuhan Yesus, mereka akan masuk di tempat ini.

Pada sisi sebelah kanan neraka adalah tempat dimana banyak orang dijadikan santapan jutaan belatung. Sedikit demi sedikit belatung itu menggerogoti tubuh manusia. Dan tubuh itu juga anehnya bisa pulih kembali untuk kemudian digerogoti belatung lagi. Wajah-wajah manusia itu ada yang tua maupun muda. Dan mereka adalah orang-orang dari yang tidak percaya Yesus, terutama para pemimpinnya.

Semua berteriak-teriak kesakitan. Mereka mengaku sudah tidak kuat lagi untuk terus disiksa seperti itu dan meminta pengampunan Tuhan, tetapi sudah terlambat. Tuhan sendiri mengatakan kepada mereka, "Terlambat, karena ketika kamu masih hidup di dunia tidak mau menerirna keselamatan yang Aku berikan kepadamu."

Ketika di daerah tengah neraka itu saya ditinggal oleh Tuhan, tetapi anehnya saya tetap merasa aman dan ternyata Tuhan dari atas mengatakan, "Kamu tenang saja di tempat itu. Kamu terus saja men yaksikan apa yang ada di sini."

Namun saya tidak kuat lagi untuk terus berada di tempat itu karena bau yang luar biasa menyengat. Semua bau daging terbakar, hangus, darah dan segalanya sepertinya bercampur menjadi satu. Bau pasar ikan pun kalah jauh dibanding bau di neraka. Saya berada di neraka kira-kira selama empat jam.

Saat saya diajak jalan-jalan oleh Tuhan, saya tahu persis dan pikiran saya masih jalan, saya masih ingat kalau tubuh sasya di gereja sedang berdoa bersama teman-teman tim doa. Tetapi scat itu tubuh saya dalam keadaan tidak sadar, tergeletak di atas karpet.

DIBAWA KE SURGA
Tuhan kemudian menjemput saya, menggendong saya untuk dibawa ke tempat lain yang lebih -terang. Namun terang itu tidaklah menyilaukan mata kita. Saya diajak masuk ke sorga. Saya melihat banyak rumah. Ada rumah yang sudah siap huni, ada yang baru selesai dibangun dan banyak yang sedang dikerjakan.

Saya bertanya, "Tuhan, mengapa ukuran rumahrumah itu tidak sama?"
Jawab Tuhan, "Ukuran rumah itu memang berlainan, tergantung jerih payah manusia ketika di dunia." Segala sesuatu yang diperbuat manusia di dunia diperhitungkan Tuhan.

Sedangkan untuk rumah-rumah yang belum selesai dibangun, adalah dipersiapkan bagi mereka yang belum pulang ke sorga. Bentuk-bentuk rumah itu pun biasa, artinya mungkin mirip bentuk rumah-rumah di dunia. Halaman depan rumah dari bahan-bahan seperti butiran kaca yang indah dibangun dari bahan batu-batu. Di kejauhan ada sebuah rumah yang megah sekali, mirip istana, berlantai emas dan berdinding permata.

Istana ini ramai dan penuh pujian serta pengagungan. Di istana ini banyak malaikat yang bersayap maupun tidak bersayap. Malaikat tanpa sayap bertugas memuji Tuhan sedangkan malaikat bersayap bertugas untuk melaksanakan peperangan rohani yang diperintahkan Tuhan.

Ketika di tempat itulah saya dipertemukan dengan Rasul Yohanes dan Raja Daud. Raja Daud ini bermahkota dan bertubuh tinggi besar dan berjubahkan kerajaan dan ,ketika bertemu saya usianya sekitar 30-40-an. Saya sendiri di sorga seperti masih berusia 9-10 tahun. Padahal kalau kita membaca di dalam Alkitab mereka bisa mencapai ratusan tahun.

Raja Daud berkata kepada saya, "Saya berada di sini hanya karena kasih karunia Tuhan. Kamu pasti tahu bahwa saya melakukan dosa perzinahan. Sampaikan pesanku kepada anak-anak Tuhan di dunia, bahwa mereka harus menjaga kekudusan." Wajah Raja Daud tampak gagah dan tegas.

Sementara Yohanes hanya berpesan agar kita cukup menginginkan hati-Nya Tuhan.
Musa menyatakan rasa penyesalannya karena tidak bisa masuk ke Kanaan hanya karena ketidaktaatannya kepada Allah. Musa menunjukkan wajah yang lembut dan sepertinya memiliki kesabaran yang tinggi.

Sedangkan Paulus menyatakan bahwa kita mungkin akan mendapatkan cobaan, namun cobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.

Para nabi tersebut pada waktu bertemu dengan saya lagi berdiri di pekarangan istana. Sedangkan saya bertemu dengan Yohanes di dalam istana. Mereka berbicara kepada saya tidak dalam bahasa Indonesia, namun anehnya saya bisa langsung menangkapnya seolah-olah dalam bahasa Indonesia.

Bangunan istana itu sendiri memang sangat mewah, lantainya dari emas, dindingnya permata dan ada barisan paduan suara malaikat dan orang-orang kudus. Saya tidak memahami bahasa yang digunakan, namun saya kagum dengan keindahan suaranya. Dan mereka tidak mengenal rasa lelah, karena setiap saat mereka menyanyikan pujian kepada Tuhan.

Ketika di sorga saya tidak melihat orang lalu lalang. Ketika saya diajak di bagian ujung sorga ada daerah di mana berdiri bangsal atau barak. Tempat itu ternyata disediakan untuk mereka yang barn saja percaya Tuhan Yesus namun kemudian meninggal, tanpa mengalami proses kehidupan rohani.

Saya pernah bertanya kepada Tuhan, apa sebenarnya kunci bagi orang agar bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Karena tentunya kita tidak ingin hanya biasa-biasa saja dan hanya di pelataran. Tuhan mengatakan bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah hidup intim dengan Tuhan, terus berkenan dengan-Nya. Semakin kita melekat dan mengerti hati-Nya Tuhan maka kita akan diterima oleh Tuhan. Tuhan tidak akan menanyakan berapa jiwa yang kita menangkan, tetapi yang penting hati kita tertuju kepada-Nya. Tuhan tidak mengatakan kepada saya tentang kriteria bagaimana dan di mana kita kelak akan ditempatkan. Yang jelas itu tergantung dari kehidupan kita di dunia.

Ketika di taman saya melihat ada potion buah yang besar dengan buah lebat. Buahnya mirip pir dan juga apel dengan rasa yang belum pernah saya jumpai di dunia. Anehnya pula, setelah buah itu dipetik akan segera muncul buah baru yang siap dimakan. Luar biasa. Dan setelah makan buah tersebut saya merasa segar dan kuat.

Suatu ketika saya dibawa Tuhan ke dalam bangunan besar yang isinya seperti gudang organ tubuh manusia. Ternyata organ itu disediakan bagi penyembuhan orangorang percaya di dunia yang menginginkan mujizat dari Tuhan.

SAYA DIBAWA KEMBALI KE NERAKA
Pada kesempatan lain saya diajak lagi ke neraka, di mana terdapat dua jalan simpangan. Pada satu areal merupakan tempat penampungan sel-sel berisi orangorang yang dijaga oleh Iblis-Iblis yang berkeliaran di depan sel. Sedangkan di dalam sel terdapat tiga atau empat Iblis. Di tempat itu mata orang-orang itu dicungkili, namun anehnya mata orang itu muncul lagi, dicungkil lagi demikian seterusnya. Ini merupakan tempat penghukuman bagi orang-orang yang selama hidupnya di dunia dan telah mengerti firman namun tidak melaksanakan isi firman. Misalnya orang tersebut suka menonton VCD porno atau berbuat jahat dengan matanya, maka mata itu akan dicungkili.

Kemudian ada juga tangan orang yang dikupasi kulitnya, karena selama hidup di dunia orang tersebut suka mencuri, atau tangan tersebut sering digunakan untuk memukul orang.

Ada juga orang-orang yang dipotong-potong tangannya karena menyalahgunakan tangan ketika hidup di dunia. Misalnya orang tersebut menjadi rentenir atau lintah darat, mencuri dan sebagainya.

Ada juga telinga orang yang dipotong namun tumbuh lagi dan kemudian dipotong lagi. Ini untuk orang-orang yang suka mendengarkan hal-hal tidak benar.

Tiap orang disiksa oleh dua atau tiga setan, menurut apa yang telah dilakukannya di dunia. Namun yang membakar orang-orang itu bukan tangan setan melainkan proses itu terjadi dengan sendirinya.

Lebih dalam lagi saya diajak Tuhan ke daerah lain, ke bagian jantung neraka, panasnya sangat luar biasa dan merupakan tempat penghukuman bagi kejahatan manusia yang berat. Tempat itu seperti sumur besar dan bahkan menyerupai kawah belerang berapi. Dan di depan-depan kawah itu terdapat banyak sel berisi orang yang dijaga Iblis.

Di tempat itu ada dua orang yang diikat bersamasama dan kemudian diceburkan ke dalam kawah api. Setelah mereka habis tubuhnya, diangkat lagi dan tubuh mereka bisa tumbuh lagi dan begitu seterusnya. Mereka adalah kaum homoseksual dan lesbian. Pada bagian neraka ini juga dihukum paranormal dan dukun-dukun. Tempatnya hampir berdekatan namun berlainan.

Di tempat lain ada bagian di mana orang-orang dihukum dengan cara alat kelaminnya digerogoti oleh ribuan belatung. Mereka ternyata orang-orang yang suka melakukan dosa perzinahan dan mengunjungi tempattempat hiburan yang tidak baik, suka melakukan hal tidak benar dengan alat kelaminnya. Ini berkaitan dengan menjaga kekudusan selama di dunia.

Pada satu daerah terdapat penghukuman di mana kaki orang-orang dipotong-potong oleh Iblis. Ternyata, ini merupakan penghukuman bagi orang yang suka mengunjungi tempat-tempat pelacuran atau tempat maksiat lain.

Lebih dalam lagi saya diajak Tuhan ke daerah lain, tempat itu sangat gelap, lembab. Semakin masuk ke dalam, tempat itu semakin gelap. Dinding-dindingnya hampir sama, berlendir dan semakin menakutkan namun saya tidak merasa khawatir karena ada Tuhan di samping saya.

Di tempat itu saya mendengar Iblis berteriak-teriak, "Ayo pak pendeta, khotbah. Saya diberi khotbah. Bukankah kamu di dunia suka berkhotbah."

Ternyata daerah itu merupakan tempat penyiksaan pendeta yang hanya bisa berkhotbah namun tidak melakukan apa yang disampaikan. Ada juga orang-orang yang suka mencuri kemuliaan Tuhan. Tuhan yang diagungkan-agungkan namun ternyata untuk tujuan keuntungan dirinya sendiri.

Pendeta itu dibakar dan ditusuk-tusuk serta mulutnya dirobek-robek. Pendeta itu msih berpakaian lengkap dan hanya menjdii ejekan Iblis. Mereka tak sempat lagi bicara, karena begitu mau bicara sudah langsung dirobek mulutnya oleh Iblis.

Jadi, semakin kita mengerti akan firman Tuhan, maka kita harus semakin bertanggung jawab.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah diberitahu tentang berita keselamatan namun tetap keras hati dan tidak mau menerima Yesus? Bagi kita itu bukan urusan kita lagi, tugas kita hanyalah menyeb-,rkan berita keselarn.tan. Bila ada orang tetap tidak mau menerimanya, itu adalah urusan mereka dengan Tuhan sendiri. Tuhan tidak melihat berapa jiwa yang pernah kita tolong untuk diselamatkan, namun Tuhan melihat bagaimana akhir kehidupan kita dihadapan-Nya. Yang penting kita tidak mengecewakan hati Tuhan dan tidak menyalibkan Tuhan kedua kalinya.

Bagi kita yang sudah percaya Tuhan Yesus, tetapi masih bermain-main dengan dosa, hidup tidak benar di hadapan Tuhan, cepat-cepat bereskan dan benahi kehidupan kita. Jangan menganggap remeh keselamatan dan pengampunan yang diberikan oleh Tuhan Yesus, karena kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus memanggil kita pulang, sampai bdtas umur berapa kita diberikan kesempatan hidup.

Bagi yang belum percaya Tuhan Yesus, cepat-cepat ambil keputusan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat selagi masih ada waktu dan kesempatan untuk hidup. Karena hanya Tuhan Yesus jalan kebenaran dan hanya Dia yang punya Kerajaan Sorga.


“Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman”. (2 Petrus 2:4)

"Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;  [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.” (Markus 9:42-48)

“Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11)

“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.”(Yesaya 66:22-24)

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:9-10)     

copas : kesaksian-life.blogspot.com

Selasa, 12 Maret 2013

ENCIM YANG SUDAH MENINGGAL, HIDUP KEMBALI


Kesaksian dari salah satu Group FB LAWATAN INDONESIA

Kota kecil di Kalimantan Barat
Salah satu kota kecil di Kalimantan Barat, yang memiliki penduduk kebanyakan orang China, tetapi sebagian besar orang yang ada di kota tersebut tidak percaya Tuhan, maka seorang hamba Tuhan berdoa di kota tersebut minta terjadi lawatan Tuhan. Ternyata Tuhan menjawab dengan cara yang berbeda. Pada suatu hari hamba Tuhan ini di telepon oleh seseorang dari rumah sakit, untuk datang ke sana.

Ada seorang encim tua yang sakit di rumah sakit tersebut, berada di ruang ICU, karena sakitnya parah dia meninggal. Ketika meninggal dia tidak percaya Yesus dan bukan orang Kristen.

Setelah meninggal, petugas kamar mayat datang untuk mengambil mayatnya. Sekitar 14 menit kemudian, penjaga kamar mayat datang, saat masuk kamar tersebut melihat encim ini bagun dan duduk di tempat tidur, petugas kamar mayat, kaget dan berteriak hidup lagi.

Ketika encim ini kembali hidup, dari mulutnya keluar suatu pujian. Dia bukan orang Kristen tetapi bisa tahu lagu pujian. Lalu cucunya yang dari jauh, seorang Kristen, dia memberanikan dirinya untuk masuk ruangan tersebut.

Waktu Encim meninggal
Encim ini bercerita ketika dia mati, dia melihat rohnya terangkat, sambil melihat para dokter datang, roh dia ini terus naik sampai ke alam yang kekal, dia berada di suatu jurang, ketika dilihat ke bagian bawah, dia melihat neraka, dan ketika dia melihat ke atas, yang dilihat adalah Sorga, dindingnya terbuat dari emas.

Saat meninggal, dia dijemput oleh orang yang berjubah hitam, posisi encim ini berada di lereng tersebut, dia mau di tarik ke jurang oleh iblis yang menjemput dia. Sambil ditarik, encim ini katakan kenapa saya tidak bisa masuk ke Sorga di atas, saya mau ke sana.

Kenapa saya tidak bisa masuk ke Sorga
Orang yang berjubah hitam katakan kepada dia bahwa, setiap orang yang bisa masuk ke sana adalah orang yang percaya Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamat, yang kedua, orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah, dan yang ketiga adalah namanya yang tercatat dalam Buku Kehidupan dalam Kerajaan Allah.

Ketika dia di tarik, dia mendengar suatu pujian dari sorga, lagunya adalah “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Ketika encim ini, dia mendegar lagu dari Sorga dan ikut menyanyikan lagu tersebut.

Di depan pintu Sorga
Apa yang terjadi kuasa kegelapan yang ingin menarik dia, tiba-tiba terjatuh dan tangannya terlepas dari encim ini, lalu encim ini lari ke depan pintu Sorga. Sampai di pintu gerbang Sorga, malaikat penjaga pintu tersebut bilang kepada dia, kamu tidak bisa masuk, karena kamu belum menerima Tuhan Yesus, engkau belum dibaptis, engkau belum melakukan Firman Tuhan, maka engkau tidak dapat masuk ke Sorga.

Diberikan kesempatan hidup kembali
Encim ini berkata, tidak ada yang memberitakan Tuhan Yesus kepada saya, malaikat ini katakan tidak bisa, tapi ketika sebelum engkau datang ke sini, Tuhan Yesus berpesan kamu akan diberikan kesempatan untuk hidup kembali di dunia, selama satu minggu. Setelah kamu hidup kembali kamu harus bertobat, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Setelah selesai di sampaikan, malaikat berkata kembalilah, maka rohnya kembali ketubuhnya.

Keluarga bertobat
Setelah kembali ketubuhnya, segala penyakitnya semua lenyap, hidup kembali dalam keadaan sembuh. Malamnya dia dengan keluarganya, ada 74 orang lebih, bertobat menerima Tuhan Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.

Selama seminggu mereka beribadah kepada Tuhan, maka waktunya sudah tiba untuk kembali, pada pagi hari, dia mengumpulkan semua keluarganya, dan dia katakan bahwa waktuku telah tiba, malaikat yang ketemu aku di depan pintu gerbang sorga sudang datang untuk menjemput aku. Sambil keluarga mereka menyanyikkan pujian “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Encim ini mulai membaringkan tubuhnya, dan dia kembali meninggal, pulang ke Sorga dijemput oleh malaikat Tuhan.

Amin.

Catatan Admin :

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Wahyu 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Gbu all 

Destiny Versus Dream - Vol. 1


Topik mengenai rapture dan Akhir Zaman selalu menarik perhatian dan menjadi minat saya sejak masih awal remaja. Entah apakah itu datangnya dari diri saya sendiri atau inspirasi dari Roh Kudus. Mulai dari heboh pengangkatan Gereja yang digembar-gemborkan pada 28 Oktober 1992, hingga berbagai versi terakhir yang berkenaan dengan Tetrad Blood Moons 2014-2015. Saya sendiri memiliki pendapat pribadi bahwa batas waktu terakhir Tuhan menjemput Mempelai Gereja-Nya adalah 28 September 2015 nanti, yakni berkenaan dengan Sukkot 5776, walaupun tanggal ini bukanlah sebuah "harga mati" karena rapture mutlak adalah hak prerogatif-Nya. Dan saya dianggap mampu meyakinkan atau menggugah keyakinan para Kristen awam yang masih belum menyadari akan kewaspadaan ini.

Salah satu buktinya adalah ketika seorang teman saya berkata kepada teman-temannya yang lain, "Ini nih Windu, yang paling jago bicara tentang Akhir Zaman. Penjelasannya bagus banget,saya sampai kehilangan semangat kerja kalau ingat semua penjelasannya tentang Akhir Zaman." Kebetulan teman saya berprofesi sebagai agen asuransi jiwa. Terus terang, bangga pun tidak setelah mendengar "pujian" semacam itu, malahan saya terkejut, sedih dan bingung. Karena setiap kali saya memperoleh informasi atau pewahyuan baru mengenai kedatangan Tuhan dan Akhir Zaman, saya justru semakin bergairah dan bersukacita, walau disertai dengan rasa gentar juga. Saya akan terus menggali dan menyelidiki serta terus menantikan updateterbaru dari berbagai sumber, belakangan saya menyadari bahwa itulah cara Tuhan memikat hati saya untuk terus mengikuti kehendak-Nya.

Sejujurnya, saya pun pernah mengalami hal yang serupa sekitar 6-7 tahun lalu, waktu itu saya punya sebuah cita-cita dalam bidang pendidikan dan keuangan dan ingin segera memulai proyek pribadi saya. Namun begitu tiba-tiba menyadari waktunya sudah begitu singkat lewat pembacaan buku Heaven Is So Real yang ditulis oleh Choo Thomas, hilanglah semangat saya untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Jadi kejadiannya mirip dengan yang dialami teman saya tersebut.

Saya merenungkan kejadian-kejadian ini dan Roh Kudus yang baik kemudian menyadarkan saya, "Mereka yang menjadi hilang semangat untuk bekerja saat mengetahui bahwa waktunya semakin singkat, itu karena motivasi dan tujuan mereka bekerja adalah untuk dirinya sendiri, bukan untuk Tuhan." Aha! Dan tiba-tiba semakin terbukalah pemahaman dan terjawablah penasaran saya selama ini. Jadi sesungguhnya, baik saya maupun teman saya tadi sama-sama percaya dan tersadar bahwa kedatangan Tuhan memang sudah amat singkat. Namun sikap hati dan mentalitas untuk memikirkan diri sendiri yang membedakan kami. Bahkan Roh Kudus melanjutkan demikian,"Sikap seperti temanmu yang bisa kehilangan semangat kerja itu merupakan 'preview'sikapnya kalau nanti dia tertinggal dan harus menghadapi Antikristus, yakni menjadi kecewa dan putus asa karena tidak mengubah fokus dan prioritas hidupnya." Wow! Tuhan begitu baik mau menyingkapkan hal ini kepada kita semua.

Orang-orang seperti teman saya ini sebenarnya merupakan orang-orang yang baik, bukan orang-orang yang berbuat kejahatan. Teman saya ini merupakan suami yang setia dari seorang istri dan ayah yang baik dari ketiga anaknya. Namun 2 hari lalu, Tuhan mengingatkan pesan-Nya lewat Ev. Iin Tjipto di ibadah SHRK, katanya, "Separuh dari yang ada di dalam Bahtera ini masih memikirkan kenikmatan dan kenyamanan mereka sendiri daripada destiny yang Aku tetapkan bagi mereka!" Dapatkah Anda memahami semua situasi ini? Apa yang menjadi prioritas Anda selama ini? Dan siapakah yang terutama dalam hidup Anda?

"Tetapi kata Rut: 'Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!'" - Rut 1:16-17

Tuhan, Gereja, dunia bahkan Iblis sekalipun sudah tidak memiliki banyak waktu, semakin ke depan, semakin ekstrim keadaannya. Untuk itu, untuk menyikapi panggilan Tuhan dengan benar, diperlukan langkah ekstrim seperti yang dilakukan Rut. Saya tidak pernah bosan untuk mengingatkan kembali tentang perempuan Rut ini. Ia memaksakan dirinya sedemikian rupa untuk mengikuti Tuhan ke manapun Tuhan kehendaki ia berada. Ia membuang semua impian dan identitasnya yang lama, ia mengejar sesuatu yang baru, yang dari Tuhan,  yang bahkan tidak ditemui oleh raja Salomo dalam segala hikmat dan kekayaannya itu (Pengkotbah 1:2-9).

Sementara orang seperti nabi Yunus begitu menghindari panggilan Tuhan, di sisi lain ada perempuan Moab yang begitu mengejar Tuhan sampai hanya maut memisahkan. Moab dikutuk dan dibenci Tuhan, namun bagaimana mungkin Rut dapat menjadi buyut dari raja Daud dan Salomo serta moyang dari Yesus Kristus? Waktu sudah semakin singkat, bagaimana mungkin kita dapat ikut terangkat dan tidak tertinggal menghadapi Masa Antikristus? Jawabannya sama,"Ke mana Tuhan pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana Tuhan bermalam, di situ jugalah aku bermalam: biarkan aku memikul resiko sebagai umat pilihan Tuhan dan percaya bahwa anugerah-Mu cukup untuk memampukan aku di mana Tuhan menghendaki aku mati, akupun mati di sana, di sanalah aku dikuburkan dan dibangkitkan dalam Kristus Yesus." Tidak ada jalan lain untuk memperoleh perkenan Tuhan selain menggenapi takdir yang sudah Ia sediakan hingga akhir.

DESTINY IS MY CHOICE

Selasa, 05 Maret 2013

"SEMBUH DARI GILA.....TUHAN YESUS DAHSYAT "


Kisah nyata ini terjadi pada Pelayanan di atas Gunung Cindagamanik .......

Saat itu, selesai KKR selama 3 hari diatas gunung tsbt.....Pelayanan ini kami team dari GBI KF Makassar ( 4 orang ). Sekitar jam 12 malam .... kami dipanggil untuk melayani orang yang sudah 8 tahun gila..... Yah, namanya Melayani TUHAN, sekalipun saat itu tubuh saya sangat capek karena 3 hari KKR & selalu selesai ibadah itu sekitar jam 10 malam, & jujur saya Tidak Pernah dapat tidur selama diatas gunung itu ( Mengapa tidak bisa tidur ?? .... Menyusul kesaksiannya ya .... ).

Yah sekitar jam 12 malam, namanya Gunung,..... sama sekali tidak ada lampu, jadi jalan kaki pakai lampu pijar saja. Kami ditemani dengan cukup banyak hamba TUHAN disana ( +- 10 orang ), kami diantar ketempat yang " GILA" itu..... Setibanya didepan Gubuk Kecil, kami harus lewati titian bambu yang Cuma 1 biji itu, & sangattt gelap........ jujur
saja saya agak takut... takut jatuh ! Saat lewati titian itu, suami saya yang menuntun saya. Setibanya diujung titian bambu itu, pas pintu masuk Gubuk, sebelum kami masuk pintu Gubuk......... saya sangat Heran Melihat semua yang ikut serta dgn kami termasuk Hamba2 TUHAN... semua pada Menutup Hidung mereka.

Saya bertanya : Mengapa kalian menutup hidung semua ?? Jawab beberapa Hamba TUHAN : Apakah ibu erna Tidak Mencium Bau Busuk ??
Jawab saya : Tidak ... tidak ada bau-bauan Akhirnya beramai ramai kami masuk gubuk itu, dan semua hidung tetap dipegang/ tutup rapat ... kecuali saya. Ternyata, menurut ortu si gila, anaknya itu sudah 8 tahun.... Tidak Mandi... Tidak Mau Berdiri dari pojok rumah.... duduk saja peluk kaki, tunduk kepala cium lutut......rambut sudah Kribo tidak karuan ( kata anakku, 2x lipat dari rambut Edy Brokoli ), makan minum buang kotoran
ditempat itu.... tidak mau dibersihkan.... PANTASAN BAU !!!! <span>

Tapi ajaib TUHAN membuat saya Tidak Mencium BAU itu .... Haleluya..... Haleluya.....</
span> Saat kami masuk dalam DOA..... Yang membuat saya heran sekaligus takut adalah cara Doa para hamba Tuhan yang teriak-teriak plus "jingkrak-jingkrak". Saya takut sebab rumah gubuk itu goyang (bisa rubuh), mau tidak mau akhirnya saya menegur para hamba
Tuhan yang "jingkrak- jingkrak" itu, kata saya "Tolong jangan berdoa seperti itu! Semua harap duduk tenang dan nyanyikan pujian Haleluya 12x................ "

Jadi sepanjang pelayanan itu hanya lagu ini saja yang dinyanyikan. Sementara pujian dinaikkan, Tuhan berbicara kepada saya untuk memeluk si gila yang telanjang (tanpa sehelai kain-pun) – akhirnya saya meminta sarung pada ortunya - & KASIH TUHAN mengalir masuk ke dalam si gila itu... Saya terus berulang-ulang kali berbisik di telinganya bahwa TUHAN YESUS mengasihimu, Tuhan sayang kamu, ayo angkat wajahmu, lihat ibu, disini ada kasih TUHAN... (berulang-ulang kali)........

Satu jam kemudian... si gila itu perlahan tapi pasti akhirnya mengangkat wajahnya dan memandang saya... saya terus memperkatakan Firman Tuhan kepadanya. Akhirnya si gila berdiri, berjalan, minta mandi, minta makan.
Haleluyah.......... Puji Tuhan.......... AMIN.

Kami mendapat kabar dari orang-orang di gunung tersebut, bahwa besoknya setelah pelayanan itu, si gila telah SEMBUH/hidup normal, dan bahkan sudah melayani sebagai ketua kaum muda di gereja ortunya. HALELUYAH !!! Amin

Yeremia 32 : 17 Ah, TUHAN ALLAH ! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-MU yang besar dan dengan lengan-MU yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk MU ! Amin

Hamba-NYA, Erna T
copas : mujizatitunyata2.blogspot.com

Minggu, 03 Maret 2013

TANPA TUHAN, HIDUP TERASA SIA–SIA – Kesaksian Luar Biasa Dari Dr. Richard Teo Keng Siang


Direkam dalam sebuah pertemuan Dental Christian Fellowship, pada tanggal 24 November 2011, 8 bulan setelah diagnosis. Richard senang untuk berbagi kisah hidupnya dengan anda. Kami melakukan ini untuk melanjutkan pekerjaannya. Silakan membaca dan membagikannya kepada orang lain yang anda kasihi.

Berikut adalah transkrip pembicaraan Dr Richard Teo, yang adalah seorang jutawan dalam usia 40 tahun dan ahli bedah kosmetik. Beliau didiagnosa mengindap kanker paru – paru stadium 4.


LATAR BELAKANG

Selamat pagi kepada anda semua. Suara saya agak serak akibat kemoterapi, jadi harap dimaklumi. Nama saya Richard, temannya Danny, yang mengundang saya kemari. Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah hasil produk khas masyarakat saat ini. Dari muda saya selalu percaya bahwa cara untuk menjadi bahagia adalah dengan mendapatkan kesuksesan. Dan untuk menjadi sukses, saya harus menjadi kaya. Jadi saya menjalani hidup saya sesuai dengan motto ini.

Saya berasal dari keluarga yang miskin. Pada saat itu saya sangatlah kompetitif baik dalam olahraga, pelajaran, dan kepemimpinan. Saya menginginkan semuanya. Saya pernah pergi ke sana, dan melakukan itu semua. Namun pada akhirnya, semuanya masih mengenai uang.

Dalam beberapa tahun terakhir saya adalah seorang trainee dalam oftalmologi. Tetapi saya merasa tidak sabar karena teman – teman saya yang keluar ke praktek swasta menghasilkan uang yang banyak. Sementara saya terjebak dalam sebuah magang. Jadi saya berkata, ‘Cukup, sudah terlalu lama. “Pada saat itu, ada lonjakan murid – murid kedokteran estetika. Saya yakin anda menyadari, kedokteran estetika telah memuncak selama beberapa tahun terakhir, dan saya melihat peluang menghasilkan uang yang baik di sana. Begitu banyak sehingga saya berkata, ‘Lupakan oftalmologi, aku akan melakukan pengobatan estetika. “Jadi itulah yang saya lakukan.

Adalah sebuah kenyataan bahwa menjadi dokter praktek umum tidak membuat anda kaya. Yang membuat seorang dokter menjadi kaya adalah ketika mereka menangani selebriti kaya, politisi kaya, maupun orang – orang terkenal. Jadi saya ingin menjadi salah satu dari dokter – dokter seperti itu. Saya menyelam langsung ke dalam pengobatan estetika. Kalau dahulu orang mengeluh untuk membayar 30 dollar untuk konsultasi dokter karena merasa mahal, orang yang sama bersedia membayar 10,000 dollar untuk menyedot lemak. Jadi saya berkata “mari kita berhenti menyembuhkan orang sakit, saya akan menangani masalah kecantikan, menjadi ahli kecantikan medis yang terlatih”

Dan itulah yang saya lakukan – sedot lemak, pembesaran payudara, operasi kelopak mata. Anda sebut saja, saya bisa melakukannya. Dan uang yang dihasilkan pun sangatlah baik. Ketika klinik saya dimulai, waktu tunggunya adalah 1 minggu, kemudian berkembang menjadi 1 bulan, 2 bulan, dan akhirnya menjadi 3 bulan. Ada begitu banyak permintaan bahwa orang-orang yang benar-benar antri untuk memiliki pekerjaan estetika yang dilakukan pada mereka yang kebanyakan adalah wanita. Ini adalah sebuah hidup yang mudah.

Klinik saya pun bertumbuh. Saya begitu kewalahan. Dari satu dokter, saya mempekerjakan 2 dokter, kemudian 3, dan pada akhirnya sampai 4 dokter. Tidak ada yang pernah cukup. Saya ingin lebih, lebih, dan lebih lagi. Beitu banyak pasien sehingga kita mendirikan toko di Indonesia untuk memikat para wanita / istri kaya. Kami mendirikan toko, membentuk tim dari orang – orang di sana, untuk mendapatkan lebih banyak pasien dari Indonesia.

Segala sesuatu berjalan begitu baik bagi saya. Saya telah berada di sana, waktu keemasan saya telah tiba. Pada bulan Februari tahun lalu saya berkata “baik, saya sekarang memiliki uang tunai cadangan begitu banyak, saatnya untuk mendapatkan Ferrari pertama saya.” Kemudian datanglah Ferrari pertama saya. Selanjutnya saya mencari lahan untuk membangun rumah. Saya berbagi dengan seorang teman yang adalah seorang bankir yang menghasilkan 5 juta dollar setahun. Kita membeli tanah dan membangun beberapa rumah kami di sana.

Aku berada di puncak kejayaan, bersiap-siap untuk menikmati. Pada saat yang sama, teman saya Danny mengalami kebangunan rohani. Mereka kembali pergi ke gereja. Beberapa teman dekat saya mengatakan, ‘Richard, datang, bergabunglah dengan kami, datanglah kembali ke gereja.”

Saya telah menjadi orang Kristen selama 20 tahun, saya dibaptis 20 tahun yang lalu, tapi itu semua saya lakukan karena pada saat itu adalah trend untuk menjadi seorang Kristen. Itu modis! Saya ingin dibaptis, sehingga ketika saya mengisi formulir, saya bisa diletakkan di sana agama “Kristen” – kedengarannya baik. Sebenarnya, saya tidak pernah punya Alkitab, saya tidak tahu Alkitab itu isinya apa.
 

Saya pergi ke gereja untuk sementara. Setelah beberapa waktu, saya merasa lelah. Saya berkata saatnya untuk pergi ke NUS (universitas nasional Singapura), berhenti pergi ke gereja. Di NUS, saya memiliki banyak hal – hal lain untuk dikejar – perempuan, pelajaran, olah raga, dan lain lain. Lagipula saya mencapai ini semua tanpa Tuhan sampai hari ini, jadi siapa yang butuh Tuhan ? Saya bisa capai sendiri apa pun yang saya inginkan. Demikianlah pemikiran saya pada saaat itu.

Dalam kesombongan saya, saya mengatakan kepada mereka, “kamu kasih tahu ke pendeta di gereja, kalau dia bisa mengganti waktu ibadah jadi jam 2 siang maka saya akan mempertimbangkan untuk pergi ke sana” Saya benar – benar sombong. Saya juga katakan kepada Danny dan teman – teman saya,”Jika Tuhan benar – benar ingin saya untuk datang kembali ke gereja, Dia akan memberikan saya tanda”. Dan benar saja… 3 minggu kemudian saya kembali datang ke gereja.


DIAGNOSA

Pada bulan Maret 2011, tiba – tiba saya merasakan sakit di punggung yang terus – menerus. Sebagai catatan saya rutin pergi ke gym untuk latihan, berlari, dan olahraga renang 6 hari seminggu. Saya kemudian pergi melakukan MRI untuk mengadakan pemeriksaan. Sehari sebelum scan MRI, saya masih di gym, mengangkat beban berat, dan melakukan squats. Keesokan harinya dokter menemukan bahwa setengah tulang belakang saya mengalami pergantian sumsum tulang. Saya berhata “Woah,maaf, apa itu ?”

Kita kemudian melakukan PET scan keesokan harinya, dan mereka mendiagnosa saya memiliki kanker paru – paru terminal, stadium 4B. Kanker tersebut telah menyebar ke otak, setengah tulang belakang, seluruh paru – paru saya penuh dengan tumor, hati, adrenal…

Saya berkata “Tidak mungkin, saya masih bisa ke gym semalam. Apa yang terjadi di sini ?” Saya yakin Anda tahu bagaimana rasanya. Satu saat aku ada di sana di atas puncak karir dan kejayaan, keesokan harinya berita ini datang dan membuatku benar-benar hancur. Seluruh dunia saya terasa telah terbalik.

Saya tidak bisa menerimanya. Saya memiliki seratus kerabat di kedua sisi, ibu saya dan ayah saya. 100 dari mereka. Dan tidak satu pun memiliki kanker. Bagi saya, dalam pikiran saya, saya memiliki gen yang baik, saya tidak seharusnya memiliki ini! Beberapa kerabat saya adalah perokok berat. Mengapa saya mengalami kanker paru-paru? Saya berada dalam penyangkalan.



PERJUMPAANNYA DENGAN TUHAN
Jadi pada hari berikutnya, saya masih dalam keadaan penyangkalan, masih tidak dapat menerima apa yang sedang terjadi. Setelah menyelesaikan biopsi, saya berbaring di ruang operasi. Para perawat dan dokter telah meninggalkan saya dan bilang saya harus menunggu selama 15 menit untuk melakukan pemeriksaan X-ray untuk memastikan tidak ada pneumotoraks (komplikasi).

Di atas meja operasi, menatap kosong ke langit-langit ruang operasi yang dingin namun tenang. Tiba-tiba saya hanya mendengar suara batin, tidak seperti yang datang dari luar. Suara itu berasa dari dalam. Itu adalah suara hati kecil yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Dan dikatakan dengan sangat spesifik, katanya, “Hal ini semua terjadi padamu, pada saat kamu jaya, karena itu satu-satunya cara agar kamu bisa mengerti.”

Saya berkata, “Woah, dari mana suara itu berasal ?” Anda tahu, ketika anda berbicara kepada diri anda sendiri, anda akan berkata “Ok, kapan saya harus meninggalkan tempat ini ? Dimana saya harus makan malam setelah ini ?” Anda berbicara dari sudut pandang orang pertama. Anda tidak akan berkata “Kemana seharusnya KAMU pergi setelah ini”. Sementara suara yang berbisik kepada saya adalah suara dari sudut pandang orang ketiga, “Hal ini semua terjadi padamu, pada saat kamu jaya, karena itu satu-satunya cara agar kamu bisa mengerti.” Pada saat itu, emosi saya meluap, dan saya menangis dan menangis, sendirian di sana. Dan saya tahu kemudian apa artinya memahami bahwa ini adalah “satu – satunya cara”.

Karena saya telah begitu bangga pada diri sendiri, seluruh hidup saya, saya tidak membutuhkan siapa pun. Saya sangat berbakat dengan hal-hal yang bisa saya lakukan, mengapa saya perlu orang lain? Saya hanya begitu penuh dengan diri sendiri sehingga tidak ada cara lain saya bisa berbalik kepada Tuhan.

Bahkan, jika seandainya saya didiagnosis dengan stadium 1 atau 2, saya akan sibuk mencari ahli bedah kardiotoraks terbaik, angkat bagian dari lobus (melakukan lobektomi), melakukan kemoterapi preventif … yang kemungkinan sembuhnya sangt tinggi. Siapa yang butuh Tuhan? Tapi saya punya stadium 4B. Tidak ada orang yang bisa membantu, hanya Tuhan yang bisa.

Serangkaian peristiwa terjadi setelah itu, namun saya merasa belum yakin benar. Saya pikir “mungkin memang ada suara, atau mungkin itu hanya saya yang berbicara kepada diri sendiri”. Saya tidak percaya itu semua.

Berikutnya saya dipersiapkan untuk kemoterapi. Saya mulai dengan radiasi seluruh otak terapi pertama, memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Sementara itu mereka mempersiapkan saya untuk kemoterapi, suplemen dll. Salah satu yang mereka digunakan untuk kemoterapi adalah Zometa, yang digunakan untukmemperkuat tulang, setelah sumsum tulang (pengganti) yang sembuh dari sel-sel kanker, menjadi berongga, jadi kita perlu Zometa untuk memperkuat tulang untuk mencegah fraktur kompresi.

Salah satu efek samping dari Zometa adalah bahwa hal itu dapat menyebabkan osteonekrosis (kematian tulang) dari rahang, dan saya harus memiliki gigi bungsu saya dicabut. Tahun yang lalu, aku punya gigi bungsu saya dihapus, karena itu memberi saya kesulitan. Gigi bungsu yang di bawah tidak memberi saya kesulitan jadi aku berkata,”Lupakan saja, tinggalkan saja.”, Danny mengajukan diri untuk mencabutnya untuk saya.

Jadi di sanalah saya, terbaring di kursi gigi, bertanya pada diri sendiri, menderita dari semua efek samping radioterapi, dan sekarang harus menjalani operasi gigi. Seolah-olah saya tidak sudah cukup menderita! Jadi saya bertanya Danny, “Eh, bro, apakah ada cara lain? Bisakah saya tidak perlu melakukan operasi ini ? “Dia berkata,” Ya, kamu dapat berdoa. “

Saya berkata, “Apa ruginya? Ok lah, berdoa lah “Dan kami pun berdoa. Setelah itu kami melakukan X-Ray. Segala perlengkapan operasi sudah disiapkan, namun X-Ray menunjukkan bahwa saya tidak memiliki gigi bungsu di rahang bawah. Saya tahu kebanyakan orang memiliki 4 gigi bungsu, mungkin beberapa tak punya, saya tidak terlalu yakin walaupun itu adalah tidak umum.

Masih saja saya berpikir “Nah, aku tidak peduli tentang hal itu.” Bagi saya, selama saya tidak harus mengambil gigi, saya senang. Pada saat itu, saya masih tidak mau percaya kepada kuasa doa. Bagi saya itu semua hanyalah sebuah kebetulan.

Saya kemudian bertemu onkologi saya dan bertanya kepadanya, “Berapa lama sisa hidup yang saya miliki ?” tanya saya kepadanya. Dia mengatakan tidak lebih dari 6 bulan. Saya berkata “bahkan dengan kemoterapi ?” Sekitar 3 – 4 bulan katanya.

Saya tidak bisa memahami hal itu. Sulit untuk diterima. Dan bahkan saat saya pergi melalui radioterapi, saya berjuang setiap hari, terutama ketika saya bangun, berharap bahwa itu semua hanyalah mimpi buruk. Dan berharap ketika saya bangun, semuanya sudah berakhir.

Saat saya sedang berjuang hari demi hari, saya memasuki depresi. Tapi untuk satu alasan, saya tidak tahu mengapa ada suatu hari dimana saya harus bertemu dokter onkologi. Pada sekitar jam 2 siang, saya merasakan tiba – tiba adanya gelombang kedamaian, kenyamanan, dan sedikit kebahagiaan. Perasaan itu meluap sehingga saya menghubungi teman – teman saya melalui whats app bahwa saya tiba – tiba merasa begitu baik walaupun tidak mengerti mengapa itu datang. Dan itu hanya beberapa hari, atau minggu setelah itu, bahwa Danny mengungkapkan kepada saya bahwa ia telah berpuasa selama 2 hari untuk saya, dan ia sedang tawar-menawar dengan Tuhan. Ia mengakhiri puasanya pada titik yang sama persis yakni sekitar jam 2 siang pada hari itu. Dan ketika ia mengakhiri puasa, saya merasa sensasi itu!

Whoa, hal tersebut memang lebih dari sekedar kebetulan. Saya mulai percaya, walau pun belum sepenuhnya. Hari – hari pun berlalu, saya menyelesaikan radioterapi, sekitar 2 minggu-an. Kemudian saya bersiap – siap untuk kemo, sehingga mereka membiarkan saya beristirahat selama beberapa hari. Lihat, angka kematian dari kanker paru-paru: Kanker paru-paru memiliki tingkat kematian tertinggi. Jika Anda menambahkan payudara, kolorektal (usus besar) kanker, dan kanker prostat (kanker beberapa top di Singapura untuk pria dan wanita), jika Anda menjumlahkan angka kematian dari 3, masih tidak sebesar kanker paru-paru. Anda bisa mengerti ini. Anda dapat menghapus prostat, usus besar, payudara, tetapi Anda tidak dapat menghapus paru-paru Anda.

Tapi ada sekitar 10% dari pasien kanker paru-paru mengalami perbaikan untuk beberapa alasan, yang diantaranya karena mereka memiliki mutasi spesifik, kami menyebutnya mutasi EGFR. Dan itu terjadi, hanya 90% pada wanita Asia yang tidak pernah merokok dalam hidup mereka. Sedangkan saya, pertama-tama, saya ini laki-laki. Yang kedua, saya seorang perokok sosial. Saya mengambil satu rokok sehari setelah makan malam, akhir pekan, atau ketika teman-teman saya menawarkan saya. Saya seorang perokok ringan, bukan perokok sosial. Tapi tetap saja, onkologi saya masih tidak berharap bagi saya untuk memiliki mutasi ini.

Kemungkinan hal itu terjadi bagi saya adalah mungkin 3-4% untuk mendapatkannya. Itu sebabnya saya dianjurkan untuk pergi untuk kemoterapi. Namun melalui semua doa yang intens, teman-teman seperti Danny, juga orang – orang yang saya bahkan tidak tahu, selama menunggu saya untuk kemo, ternyata hasil tes menunjukkan bahwa saya EGFR positif. Saya seperti, “Woah, kabar baik!” karena sekarang saya tidak harus menjalani kemoterapi pada waktu itu, karena ada ini tablet oral yang dapat saya gunakan untuk mengontrol penyakit ini.

Seperti yang dapat Anda lihat di sini, ini adalah apa yang Tuhan bisa lakukan. Dan itulah mengapa saya masih di sini memiliki kesempatan ini untuk berbagi dengan Anda. Seperti yang Anda lihat di sini, perbedaan antara sebelum dan setelah pengobatan. Pada saat itu, saya berkata, “Nah, itu yang diharapkan, bukan? Obatnya bagus “Saya masih tidak percaya sepenuhnya.. Nah, orang-orang berdoa untuk saya dan penanda tumor mulai turun. 90% tumor dan penandanya mulai turun.

Tapi tetap saja, Anda tahu, setelah Anda memiliki pengetahuan klinis, Anda tahu statistik. Satu tahun kelangsungan hidup, kelangsungan hidup dua tahun, memiliki semua pengetahuan ini bukanlah hal yang baik. Karena Anda hidup dengan pengetahuan bahwa bahkan dengan semua ini, sel-sel kanker sangat tidak stabil, mereka terus bermutasi. Mereka akan mengatasi dan menjadi resisten terhadap obat-obatan, dan akhirnya anda bisa kehabisan obat.

Jadi hidup dengan pengetahuan ini adalah perjuangan dan siksaan mental yang besar. Kanker bukan hanya tentang perjuangan fisik, itu adalah penyiksaan mental juga. Bagaimana Anda hidup dengan harapan? Bagaimana Anda hidup dengan tidak mampu untuk merencanakan beberapa tahun ke depan? Onkologi memberitahu Anda untuk bertahan untuk 1 – 2 bulan selanjutnya. Jadi banyak perjuangan saat saya melalui Maret dan April lalu. April adalah titik terendah saya, dalam depresi yang mendalam, berjuang bahkan ketika saya sedang dalam masa pemulihan.


PENERIMAAN DAN KEDAMAIANNYA

Suatu hari, saya berada di atas ranjang, berjuang di siang hari, sambil bertanya kepada Tuhan “Mengapa ? Mengapa saya harus melalui perjuangan ini ? Mengapa saya harus menanggung penderitaan ini ? Mengapa saya ?”

Saat saya tertidur, dalam keadaan mimpi, sebuah visi datang, yang mengatakan “IBRANI 12:7-8″

Perlu anda ketahui, sampai saat itu saya belum pernah membaca Alkitab. Saya tidak tahu apa itu Ibrani, saya bahkan tidak tau berapa banyak bab yang ada di dalamnya. Benar – benar tidak tahu apa – apa.

Tetapi kata Ibrani 12:7-8 begitu jelas dan spesifik.

Saya tidak berpikir terlalu banyak. Saya hanya terus tidur. Setelah saya bangun, saya berkata “Apa salahnya untuk mengecek ?” Danny telah membelikan saya sebuah Alkitab. Dan itu masih cukup baru. Saya berkata “Tidak apa – apa, hanya mencoba”. Jadi saya membalik ke perjanjian lama. Bagi saya Ibrani terdengar seperti sesuatu yang kuno, jadi harus dalam Perjanjian Lama bukan ? Jadi saya membalik – balik perjanjian lama. Namun tidak saya temukan Ibrani di sana. Saya sangat kecewa.

Lalu saya berkata “Mungkin di Perjanjian Baru, mari kita lihat !” Wow… di Perjanjian Baru ada kitab bernama Ibrani. Dikatakan Ibrani 12:7-8 “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.”

Saya berkata “Wah… darimana ini berasal ?” Saya merasakan seluruh bulu kuduk saya berdiri. Saya berkata “Ini tidak mungkin benar kan ?” Maksud saya, apa mungkin seseorang yang tidak pernah membaca Alkitab mendapatkan visi mengenai sebuah ayat, yang menjawab pertanyaan saya secara langsung ?

Pada saat itu, kemungkinan hal tersebut terjadi lebih rendah daripada EGFR saya menjadi positif. Tidaklah mungkin itu terjadi kebetulan, ada ribuan ayat di Alkitab bagaimana ayat yang saya butuhkan tiba – tiba bisa saya dapatkan ?

Pada saat itu saya berkata “Engkau (Tuhan) menang. Engkau menang !”

Saya menjadi yakin. Dan mulai dari hari itu saya menjadi percaya kepada Tuhan. Terakhir kali saya mendengar suara batin seperti itu adalah pada akhir April. Saat itu dalam keadaan mimpi saya mendengarNya berkata “MEMBANTU ORANG LAIN DALAM KESULITAN”.

Itu lebih seperti perintah dibandingkan sebuah pernyataan. Saat itulah saya memulai perjalanan ini, membantu orang lain dalam kesulitan. Saya menyadari bahwa kesulitan bukan hanya tentang menjadi miskin. Bahkan, saya pikir banyak orang miskin mungkin lebih bahagia daripada kebanyakan kita di sini. Mereka begitu mudah puas dengan apa pun yang mereka miliki, mereka mungkin cukup senang.

Kesulitan dapat terjadi pada orang – orang kaya, baik melalui penderitaan fisik, mental, sosial, dan lain lain. Selama beberapa bulan terakhir, saya mulai memahami apa artinya suka cita sejati. Di masa lalu, saya mengganti suka cita sejati dengan kesenangan mengejar kekayaan. Kenapa ? Biarkan saya menjelaskannya kepada anda. Di atas ranjang kematian saya, saya menemukan tidak ada sukacita sama sekali dari semua benda yang saya miliki – Ferrari saya, tanah dimana saya membangun rumah, memiliki sebuah bisnis yang sukses.

Itu semua membawa saya NOL kenyamanan, NOL sukacita, tidak ada sama sekali. Apakah anda pikir saya bisa terus berpegangan kepada sepotong logam ini (mobil ini) dan memberikan saya sukacita sejati ? Nah… itu semua tidak akan terjadi.


Sukacita sejati berasal dari interaksi dengan orang lain. Dan pada banyak kali, itu adalah kebanggaan jangka pendek, masa lalu. Ketika anda mengejar kekayaan, Tahun baru Imlek adalah saat terbaik untuk pamer. Saya menunjukkan Ferrari saya kepada sanak saudara, teman – teman, dan anda kira itu adalah sukacita sejati ? Anda kira orang yang menjual ke anda mobil Ferrari membagikan sukacita mereka dengan anda ? Dan sanak saudara anda, wow, apakah mereka berbagi sukacita dengan anda ? Sebenarnya, apa yang anda lakukan menimbulkan iri hati, kecemburuan, dan bahkan kebencian. Mereka tidak membagi sukacita dengan anda, dan yang saya miliki adalah kebanggan jangka pendek yang wow… orang lain tidak miliki. Saya pikir itu semua adalah sukacita.

Jadi kekayaan yang kita miliki pada dasarnya adalah kebanggaan jangka pendek dengan mengorbankan perasaan orang lain. Dan itu bukanlah sukacita yang sejati. Di atas ranjang kematian saya, saya tidak menemukan sukacita sama sekali untuk memegang Ferrari saya.

Sukacita sejati ditemukan di dalam interaksi. Dalam beberapa bulan terakhir ini saya begitu lesu. Hanya karena interaksi dengan orang – orang yang terkasih, teman – teman saya, dan saudara – saudari di dalam Kristus, saya dapat kembali termotivasi dan terangkat. Untuk berbagi kesedihan anda, untuk berbagi kebahagiaan anda, itulah sukacita yang sejati.

Dan tahukah anda apa yang membuat anda tersenyum ? Sukacita sejati datang dari membantu orang lain yang sedang berada di dalam kesulitan. Dan karena saya sudah melalui hal ini, saya tahu apa artinya penderitaan. Bahkan sudah ada beberapa pasien kanker yang memberitahu saya banyak orang datang kepada mereka dan berkata “tetap positif… tetap positif… Yah, benar. Anda tidak berada di dalam sepatu saya, dan anda meminta saya untuk tetap positif. Anda tidak tahu apa yang anda bicarakan… demikianlah ungkap mereka.

Tetapi saya memiliki ijin (lisensi). Jadi mudah bagi saya untuk pergi keluar menemui pasien kanker lainnya, untuk berbagi dan mendorong mereka. Saya tahu, karena saya sudah melalui itu, dan lebih mudah bagi saya untuk berbicara dengan mereka.

Dan yang paling penting, saya pikir sukacita sejati berasal dari mengenal Allah. Anda dapat membaca Alkitab dan mengetahui ini itu tentang Tuhan, namun mengenal Allah secara pribadi, memiliki hubungan dengan Allah, saya pikir itulah yang paling penting. Itulah yang saya pelajari.

Jadi semakin awal kita memilah – milah prioritas hidup kita akan semakin baik. Jangan seperti saya. Saya sudah tidak punya cara lain. Saya harus mempelajarinya melalui cara yang keras. Saya harus kembali kepada Tuhan untuk berterima kasih kepadaNya atas kesempatan ini karena saya sudah mengalami 3 kecelakaan besa di masa lalu, dan semuanya adalah kecelakaan mobil. Anda tahu, ini kecelakaan mobil sport. Saya selalu ngebut, tapi entah kenapa saya selalu keluar hidup – hiduup, bahkan dengan mobil hampir terbalik. Saat itu jika saya harus meninggal saya tidak tahu ke mana saya akan pergi sesudahnya. Meskipun saya telah dibabtis… itu semua hanyalan sekedar untuk sebuah pertunjukan belaka. Tetapi dengan segala kesulitan yang saya alami sekarang, saya menemukan kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Beberapa hal yang saya pelajari:
1. Percayalah kepada Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu – ini sangat penting.
2. Kasihilah dan layanilah orang lain, bukan hanya kepada diri kita sendiri.

Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya. Saya pikir itu baik – baik saja karena Tuhan telah memberkati. Begitu banyak orang yang diberkati dengan kekayaan yang baik, tapi masalahnya yang saya pikir banyak dari kita tidak bisa mengatasi / menggunakan kekayaan. Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak yang kita inginkan. Saya sudah melalui itu semua, semakin dalam lubang yang kita gali, semakin kita terjebak ke dalamnya, begitu banyak sehingga kita menyembah kekayaan dan kehilangan fokus. Bukannya menyembah Tuhan, kita malah menyembah kekayaan. Itu semua adalah naluri manusia dan begitu sulit untuk keluar dari sana.

Kita semua di tempat ini adalah kaum profesional, dan ketika kita memasuki ke dunia praktek swasta, kita mulai membangun kekayaan kita. Itu sudah pasti. Jadi ketika anda mulai membangun kekayaan dan ketika kesempatan datang, ingat bahwa semua hal – hal ini bukan milik kita. Kita tidak benar – benar memiliki ini itu. Ini semua sebenarnya hanya karunia dari Allah kepada kita. Ingatlah bahwa lebih penting memajukan Kerajaan Nya daripada memajukan diri kita sendiri.

Sekarang ini saya berkeyakinan bahwa kekayaan tanpa Allah adalah kosong. Lebih penting bagi anda semua untuk mengisi kekayaan anda dengan kekayaan Tuhan.



Catatan:
Pada tanggal 16 Oktober 2012, Dr. Richard Teo Keng Siang meninggal dunia di usia 40 tahun. Kesaksian beliau tetap hidup, direkam, dan disebarluaskan oleh teman – teman ikatan dokter Kristen di Singapura untuk menyadarkan banyak orang bahwa uang tanpa Tuhan itu kosong. HIDUP TANPA TUHAN ITU SIA – SIA.

Terima kasih kepada Dr. Richard Teo Keng Siang atas kesaksian dan perjuangan hidup yang luar biasa.
Terima kasih kepada ikatan dokter Kristen di Singapura, YouTube, dan rekan – rekan FGBMFI yang memforward kesaksian ini.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.


Sumber : www.penulishidupku.com