Rabu, 24 April 2013

Satu Kota Bertobat: HEMET, California, USA


Kota yang terletak di lembah ini dulunya memiliki masalah yang serius, sangat sering melakukan praktek satanisme, okultisme, transcendental, sihir, pengajaran sesat, yoga, perdagangan kokain, premanisme, bidat-bidat, dll.

Kota ini juga dikenal sebagai kota bagi para pensiunan, yang mau “hidup enak” tanpa mau diganggu orang lain. Tetapi dibalik gaya hidup santai ini terdapat “sisi gelap” yang mengintai.
Di kota ini juga terdapat kelompok preman yang jahat sehingga polisi tidak mau pergi ke kota ini bila tanpa bantuan yang cukup. Bahkan kelompok preman ini sempat merusak gereja San Jacinto Assembly of God yang digembalai oleh pendeta Gordon Houston.

Selain premanisme, kota ini juga salah satu pusat perdagangan obat bius, kira-kira ada 9 pabrik di kotaini yang menghasilkan Amphetamine. Biasanya para penyelundup amphetamine ini menyamarkan truk mereka sebagai truk pengangkut ternak.

Pertobatan kota Hemet tidaklah datang dengan mudah, 2 hamba Tuhan (pendeta Bob Beckett dan pendeta Gordon Houston) ini pada awalnya tidak menyenangi kota yang terletak di lembah itu, karenakota itu penuh dengan kekerasan dan terletak 18 Km dari jalan tol. Tetapi Tuhan berkata kepada pendeta Beckett,”Maukah engkau menghabiskan seluruh hidupmu di lembah ini bagiKu?” dan Tuhan juga berkata kepada pendeta Houston,”Aku mempunyai sebuah rencana jikalau engkau membuat komitmen atas tempat ini.” – Kemudian mereka membeli sebidang tanah kuburan di pinggir kota dan mulai berkomitmen dan menyerahkan hidup mereka untukkota itu.

Dipenuhi dengan kerinduan yang baru atas masyarakat kota itu, mereka dengan beberapa orang memulai komitmennya dengan doa puasa semalam di sebuah pondok di pinggir kota dekat gunung; mereka juga melakukan doa syafaat secara intensif, bukan saja intensif tetapi juga berdoa secara fokus pada masalah-masalah yang terdapat dalam kota itu; mereka tahu jika mereka berdoa maka mereka telah menyentuh sesuatu di alam roh.

Dan ternyata tidak lama setelah itu…hasilnya sangat mengesankan, jumlah anggota kelompok okultisme yang pernah menjadi ancaman menurun hingga 3-10% dari jumlah penduduk, bidat Kristen masih ada tetapi banyak kelompok sesat lainnya telah lama pergi; pusat pelatihan meditasi transcendental terbakar habis tapi herannya tidak membakar bangunan di sebelah kiri dan kanannya; hasil lainnya adalah jumlah orang yang meninggal dan yang masuk penjara karena premanisme berkurang hingga tidak pernah terjadi lagi. Bahkan suatu kali ketika pendeta Houston sedang berkhotbah, salah satu anggota geng yang terkenal jahat di kota itu masuk ke dalam gereja, menghampirinya dan berkata,”Aku ingin diselamatkan sekarang juga.” Selanjutnya anggota-anggota geng yang ikut bertobat, dan sebagai bukti pertama setelah pertobatan mereka, mereka membersihkan grafiti yang pernah mereka buat di dinding gereja. Lalu pendeta Houston dan jemaat juga berdoa kepada Allah bagi seluruh keluarga mereka yang lain agar memberikan kesempatan kepada mereka untuk datang kepada Tuhan, dilepaskan dari pengaruh narkoba dan diselamatkan. Dan … Allah benar-benar melakukannya terhadap seluruh keluarga mereka; semua anak muda dan setiap orang datang untuk mengenal Tuhan; mereka meninggalkan kegiatan obat bius dan geng mereka.

Segalanya sungguh berubah, … menurut Sony, mantan pengedar obat bius yang telah bertobat: perdagangan obat bius di kota itu menurun hingga 75%, semua ini berkat para pendoa syafaat; peristiwa ini membuat usaha obat bius di kota itu bernilai jutaan dollar menjadi gulung tikar.

Jumlah jemaat di gereja San Jacinto (Assembly of God) yang digembalai oleh pendeta Houston kota itu menjadi peraih nilai akademik tertinggi dan jumlah putus sekolah terendah di seluruh kawasan Amerika Barat. Seluruh masyarakat di kota itu bekerja sama, memerangi dan mengusir kuasa iblis dari kota itu. 

Gereja-gereja di kota Hemet tidak lagi tercerai-berai namun sekarang bergabung dalam satu kesatuan, yakni perhimpunan orang percaya. Mereka saling berlomba secara positif, bahkan saling bertukar mimbar: misalnya Pendeta “Baptis” berkhotbah di gereja “Pentakosta” dan sebaliknya. Pelayanan mimbar tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat denominasi, dan hal ini mengubah kehidupan bergereja serta mempererat tali persaudaraan di antara mereka.

Bahkan puluhan gereja di kota Hemet pernah mensponsori suatu kegiatan sosial yang dinamai “Convoi of Hope / Konvoi Pengharapan” dimana ribuan penduduk menerima makanan gratis, pakaian, layanan medis, dan “suntikan” kasih Allah. Hasil dari pelayanan ini, 300 orang memberi hati mereka kepada Kristus.

Gereja-gereja di kota Hemet telah mengalami arti GEREJA yang sesungguhnya, tidak hanya duduk di dalam ruang tembok tertutup, namun bertindak dan “menyentuh” kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Mereka menyadari bahwa yang terpenting bukanlah membangun gedung gereja, tetapi juga membangun umat Allah, Tubuh Kristus; bukan sekedar memperbanyak gedung gereja, tetapi menumbuhkan kerajaan Allah.
Hemet memang bukanlah kota yang sudah sempurna, tetapi Hemet telah mengalami perubahan yang sangat besar oleh kuasa Allah dan masyarakat kota Hemettidak sama lagi seperti yang dahulu.

Sumber Kesaksian : www.pedson.blogspot.com

Rabu, 17 April 2013

PENYEMBUHAN GINJAL BOCOR



Kesaksian : 

Ana adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kehidupannya ia jalani dengan sederhana bersama suami dan seorang putrinya di sebuah gang daerah Palmerah Jakarta. Suatu saat Ana merasa sakit di pinggangnya dan hanya bisa tergelatak di tempa tidur. Sekitar pertengahan bulan Oktober 1999 tejadi pembengkakan di kaki dan tangan. Saya lihat badan saya semakin bengkak dan lemas. Saya tidak bisa bangun dan makan dengan baik karena seluruh tubuh lemas. Untuk ke WC saja saya harus dibopong oleh suami.

Saya tidak segera berobat dan tetap bertahan dirumah karena tidak ada biaya. Suatu saat teman-temannya mendengar bahwa ia sakit dan mereka segera datang kerumahnya. Mereka kaget saat melihat keadaanya “kok sampai separah ini ? kami kira biasa-biasa saja” Atas bantuan biaya dari teman-temannya, Ana dibawa berobat ke sebuah rumah sakit. Selama beberapa hari Ana terbaring di rumah sakit dan menjalani permeriksaan dokter. Waktu di rumah sakit dokter bertanya kepadanya apa saja yang menjadi keluhannya. Dokter segera pastikan bahwa dari keluhan yang saya ungkapkan “Kalau saya buang air kecil warnanya kuning dan berbusa”, bahwa saya sakit ginjal bocor. Keesokan harinya Ana langsung periksa ke laboratorium dan ternyata hasil labnya saya sakit ginjal bocor. Dokter kemudian memberikan Ana obat. Keesokan harinya dokter sudah memperbolehkan ia pulang.

Namun satu hari setelah sampai di rumah, keadaannya semakin memburuk. Seluruh tubuh Ana mulai bengkak dan menjalar samapai ke kaki. Lalu mereka membawa Ana kembali ke dokter. Dokter spesialis ginjal kaget melihat keadaannya dan mengatakan “Ini diluar dugaan saya, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saya akan buatkan surat pengantar dan ibu bisa mencari rumah sakit lain” Namun karena tidak ada biaya, Ana tidak pergi ke rumah sakit seperti dianjurkan oleh dokter. Hari-hari selanjutnya ia lewati dengan terbaring di tempat tidur. Kondisi tubuhnya semakin buruk, badanya semakin sakit dan bengkak-bengkak si sekujur tubuh.

Saya tahu saya mempunyai tabib yang ajaib yang sanggup menyembuhkan saya” Malam itu Ana berdoa dengan suaminya. Pada saat mereka menaikkan pujian penyembahan, Ana hanya ingat lagu : ajarku mengerti….ajarku berharap…ajarku berserah hanya padaMu. “Bapa sekarang imanku hanya berserah kepada kekuatanMu. Sekarang saya tidak mempunyai apa-apa, saya tidak sanggup tetapi saya percaya Bapaku sanggup menyembuhkan saya” Pada saat mengucapkan hal itu Ana melihat sebuah penglihatan. “Saya melihat Tuhan Yesus menumpangkan tangan di kepala saya dan saya lihat dari dari tangan itu keluar darah. Darah yang membasahi rambut saya. Saya ambil darah itu dan saya usapkan ke seluruh tubuh saya. Terima kasih Tuhan, darahMu tercurah penuh bagi saya. DarahMu menebus saya. Dan saya percaya di dalam nama Tuhan Yesus, saat ini saya sudah disembuhkan oleh Engkau. Saya sudah terima mujizat kesembuhan”

Saat itu suaminya heran dengan apa yang dilakukan oleh isterinya dan hanya bertanya-tanya di dalam hatinya. “Tepat pukul 06.00 urat di tangan saya mulai kelihatan, saya lihat kerutan di mata saya sudah kelihatan. Saya langsung teriak Puji Tuhan – puji Tuhan pak, puji Tuhan, mujizat Allah terjadi. Saya gandeng dan peluk suami saya dan kami mengucap syukur bersama” Suatu perjalanan yang indah yang takkan terlupakkan. Ana bersyukur memiliki Tuhan Yesus yang selalu membawa kebahagiaan di dalam kehidupannya.

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Sumber Kesaksian:
Ana (jawaban.com)

Minggu, 14 April 2013

MENDENGAR SUARANYA



Seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaan datang ke rumah seorang pendeta tua. Sang pemuda bersahabat baik dengan pendeta tua tersebut.
Pemuda itu berteriak-teriak memanggil pendeta sambil mengeluh mengenai masalah yang menimpanya,"Pendeta...Pendeta aku banyak mengalami masalah dalam hiduhku dan sekarang aku hehilangan pekerjaan. Mengapa bisa begini?"
Karna pendeta yang sedang belajar di dalam ruangan tidak mendengar suaranya, maka si pemuda menjadi kalap. Ia mengepalkan tinjunya sambil berteriak, "Pendeta bilang Tuhan akan selalu menolong, tetapi mengapa aku seperti ini ?"
Mendengar ada suara ribut-ribut di luar, pendeta tua pun berjalan keluar. Ia mengucapkan sesuatu dan menanti tanggapan si pemuda. Tetapi si pemuda itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pendeta tua.
Masih diam di tempatnya, si pemuda bertanya, "Pendeta bilang apa?"
Sambil duduk di sebuah bangku kayu, pendeta itu mengucapkan sesuatu, tetapi si pemuda masih belum bisa mendengar apa yang dikatakannya. Akhirnya ia pun mendekati pendeta dan duduk di sampingnya.
Pendeta menepuk pundaknya dengan lembut sembari berkata, "Anakku, di dalam kekalapan karena masalah hidup, terkadang kita tidak bisa mendengar suara Tuhan, seolah-olah Dia tidak peduli terhadap kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Tuhan kadang berbisik, sehingga kita perlu mendekat kepadaNya untuk bisa mendengarkan suaraNya."
Pemuda itu tertegun mendengar kata-kata pendeta dan akhirnya ia pun mengerti.
Seperti pemuda di atas, kita pun seringkali kalap dengan banyaknya kesulitan hidup.
Kita berteriak dan protes kepada Tuhan mengapa Ia membiarkan kita.
Kita menginginkan jawaban berupa jalan keluar secepat mungkin.
Tetapi ketika kita tidak mendapatkan jawaban itu, kita berpikir bahwa Tuhan tidak mendengar atau Ia sedang menghukum kita. Tahukah kita bahwa seringkali Tuhan diam atau kadang berbicara dengan suara yang sangat lembut bahkan berbisik. TujuanNya melakukan itu supaya kita dapat mengambil waktu untuk datang dan mendekat kepadaNya, berdiam di dalam hadiratNya. Di saat seperti itulah kita mendengarkan suaraNya dengan jelas.
Apakah saat ini Anda sedang berteriak-teriak kepada Tuhan atau bahkan marah karena seolah-olah Tuhan tidak mendengarkan seruanmu? Sungut-sungut dan kekalutan tidak akan mendatangkan jalan penyelesaian. Hanya satu yang perlu Anda lakukan, hampirilah Tuhan, duduk diam dalam hadiratNya sebagaimana Maria duduk di dekat kaki Yesus untuk mendengarkan Dia. Tinggalkan sejenak kesibukan dan masalah-masalah yang membuat Anda merasa lelah, karena Tuhan rindu untuk berbicara kepada Anda. Di dalam hadiratNya Anda akan mendapatkan jawaban serta damai sejahtera yang melimpah

Copas : group FB Lawatan

Jumat, 12 April 2013

Perlindungan Tuhan Dalam Penerbangan


Tanggal 28 Desember 2012 yang lalu, saya pulang kembali ke Jakarta untuk memasuki tahun baru 2013 bersama dengan keluarga dengan menggunakan penerbangan budget Jetstar Airlines. Entah kenapa, saat itu di boarding room Changi Airport perasaan saya begitu gak enak dan rada gelisah. Setelah boarding, tubuh saya merasa kepanasan dan keringatan padahal aircon pesawat sudah full.

Saking gak tahannya saya mengipas – ngipas diri menggunakan majalah pesawat. Saat itu perasaan saya begitu gelisah… dan saya kemudian berdoa kepada Tuhan memohon perlindunganNya. Saya kemudian mendengar suara yang jelas berkata “Jangan kuatir, Aku menyertaimu”. Dan saya kemudian merasakan damai sejahtera yang luar biasa.

Sekitar hampir satu jam penerbangan, saya kemudian melihat ke jendela (kursi saya bernomor 27F jadi dekat dengan jendela), dan saya melihat petir menyambar – nyambar di dalam gulungan awan yang terlihat tebal. Sekali lagi suara itu muncul “Jangan takut, Aku menyertaimu”. Dan tak lama kemudian ketika saya melihat ke jendela, sebuah aliran petir menyambar sangat dekat dengan pesawat… jaraknya kurang 10 meter dari saya duduk… di belakang sayap pesawat… begitu terang menyilaukan mata… dan saya pun hanya bisa bengong seakan gak percaya dengan apa yang saya lihat.

Kemudian saya bersyukur kepada Tuhan… karena posisi saya duduk adalah di kursi yang sejajar dengan belakang sayap pesawat. Petir tersebut menyambar sejajar dengan posisi saya duduk… seandainya pesawat saya berjalan telat kurang dari 1 detik saja… maka sayap pesawat bagian kanan itu akan tersambar petir. Saya bukan ahli aviasi, tapi kalau sayap pesawat kesambar petir… kedengarannya kurang baik karena bahan bakar pesawat juga tersimpan di sana.

Sampai di Jakarta saya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua saya. Sambil terus merenung saya bersyukur sekali sama Tuhan yang selalu melindungi dan menjaga saya setiap saat. Sungguh tidak ada rasa aman yang melebihi ini. Terima kasih Tuhan  

Sumber Kesaksian : www.penulishidupku.com

Minggu, 07 April 2013

KESAKSIAN : " 12 TULANG RUSUK PATAH !! "


Suatu pagi pasangan Achin dan Yeyen pergi ke stasiun gambir untuk mengantarkan ibunya yang akan ke Bandung. Pada waktu itu ada sebuah truk yang melindas kaki Yeyen dan menabrak Achin. Lalu Achin terjatuh dan masuk ke kolong truk dan terseret untuk beberapa saat lamanya. Akhirnya ban truk itu melindas dada sebelah kirinya. Keadaannya sangat parah dan ia ditinggalkan sendirian terlentang di tengah jalan tak berdaya.....

Banyak korban kecelakaan terjadi di jalan arteri Palmerah. Pasangan Achin dan Yeyen mengalami kecelakaan yang tragis. "Pada suatu hari saya bersama suami dan anak-anak mau pergi ke stasiun gambir. Saat itu saya melihat ada truk yang berjalan di pinggir. Truk itu tiba-tiba melindas kaki saya dan saya menjatuhkan diri ke samping yang ada pohon-pohon. Lalu saya berteriak : Yesus tolong ! "

Pengakuan pak Achin : "Saya dengar isteri saya berteriak : awas ada mobil ! Waktu saya menoleh ke belakang, mobil itu langsung menabrak muka saya" Achin terdorong dan akhirnya ia terjatuh di kolong truk. " Saya tidak berdaya di kolong truk saat itu. Saya pasrahkan semua itu dan ternyata saya terlindas oleh ban mobil belakang" Achin terlindas mobil setelah terseret truk beberapa lama dan truk itu langsung kabur. "Waktu saya sudah terlindas truk, saya terlentang di tengah jalan dan sesudah itu dada saya terasa dingin". Pengakuan ibu Yeyen : "Secara manusia saat itu saya berpikir suami saya tidakakan hidup"

Achin ditinggalkan di tengah jalan dalam keadaan parah tidak berdaya. "Saat itu saya menangis dan berkata kepada Tuhan : Tuhan saya tidak kuat karena saat itu saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri. Sakit rasanya.....Dia yang terlindas tapi saya juga ikut merasakannya dan sakit sekali" Pengakuan pak Achin, "Waktu saya masuk ke UGD saya berpikir hidup saya akan berakhir. Saya sudah pasrahkan hidup saya kepada Tuhan"

Keadaan sangat kritis, 12 pasang tulang rusuknya patah sehingga paru-parunya tidak dapat berfungsi normal. Dokter harus membuat 2 lubang di paru-parunya untuk dapat menyedot darah. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), "Ketika korban di bawa ke rumah sakit subuh itu keadaannya masih cukup sadar tetapi menurut pemeriksaan foto dada, yang kita lihat itu rusuknya hampir semua patah di depan dan di belakang. Dan sebenarnya tidak ada harapan lagi baginya untuk hidup !

Pengakuan ibu Yeyen, "Dokter secara manusia sudah angkat tangan. Hampir setiap hari saya menangis di rumah sakit dan berseru kepada Tuhan. Yeyen diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan. Hari demi hari yang dijalani terasa lambat. "Saat saya menangis, dari dalam hati saya ada suara Roh Kudus yang berkata : Tuhan menguji kamu tidak melampaui kekuatanmu. Tuhan itu baik dan saat itu saya mendapatkan kekuatan baru. Saat itu saya menjadi tenang sekali. Ditengah kegalauan hatinya, Yeyen teringat pada Solusi sebuah program televisi yang pernah di lihatnya. "Saat saya membutuhkan doa, saya teringat akan solusi. Pada sabtu siang, saya telepon Solusi 021-6513344 untuk minta dukungan doa. Semua permohonan doa saya di doakan oleh Solusi. Saya langsung mengimani setiap doa yang didoakan dari Solusi dan memang benar-benar dahsyat Kuasa Tuhan yang saya rasakan"

Yeyen terus setia berdoa bagi suaminya. Bagi Yeyen setiap saat adalah kesempatan untuk berdoa. "Pada saat saya mau tidur, saya serhkan suami saya ke dalam tangan Tuhan. Dan pada saat saya bangun, saya bersyukur suami saya masih bernafas"

Kondisi Achin tidak stabil, sangat kecil kesempatan bagi Achin untuk pulih. Namun saat itu satu hal yang indah terjadi. "Kamis malamnya saya berkumpul bersama anak saya, saya berdoa di depanlift. Teman anak saya melihat ada suatu cahaya yang terang sekali. Ia melihat terang itu dan merasakan damai dan sejahtera. Sejak itu langsung saya berdoa : Tuhan Yesus terima kasih. Saya percaya Tuhan Yesus sedang melawat suami saya"

Doa yang tulus menggerakkan tangan Tuhan. Keadaan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Saat iut terjadi titik balik dalam kehidupan Achin. Achin pulih dengan mengesankan. Tulang-tulang rusuknya yang patah, tertauh dan berfaal serta fungsi tubuhnya kembali normal. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), "Kalau 1,2,3 tulang rusuk yang patah kemudian tertaut mungkin dapat kita lihat tiap hari tapi kalau 12 pasang tulang rusuk patah depan- belakang dan tertaut kembali itu bukan karya dari dokter dan selalu saya yakin karena karya dari Kristus"

Achin mengalami pemulihan yang sempurna. Pada tanggal 30 Desember 1999 Achin berjalan keluar dari rumah sakit dan menjalani kehidupannya seperti dahulu. "Saya bersyukur kepada Tuhan yang begitu baik dan telah memulihkan kesehatan suami saya. Kini ia telah kembali bekerja seperti biasa. Achin berkata, "Saya pulang dari rumah sakit dengan kondisi sehat. Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Saya bersyukur sekali mempunyai Tuhan yang hebat "

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Sumber Kesaksian: Achin & Yeyen (Jawaban.com)




Selasa, 02 April 2013

SAATKU TAKUT, TUHANKU SANGGUP


Kesaksian : 
Awalnya mengalami sakit kulit,gatal-gatal akibat terkelupasnya kulit disekujur tubuhnya.Dimulai dari 2 titik seperti bintil merah pada sisi perut bagian kiri dan kanan. Lalu bergerak terus dari hari ke hari keatas dan ke bawah sehingga seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit kulit seperti eksim yang gatal sekali dan menebal dikulit. Setelah 2 bulan berjalan saya diserang oleh satu penyakit yang saya tidak tahu itu apa tetapi saya mendadak mengalami dehidrasi (kehilangan cairan) dan buang air besar secara mendadak sekaligus. Saya diantar oleh suami saya ke dokter karena perasaan saya sudah tidak enak dirumah.
Akhirnya pada waktu sampai di rumah sakit, saya pingsan dan cairan itu keluar sekaligus. untung dokter bisa mengatasi hal itu dengan memberikan infus secepatnya sehingga saya terselamatkan. Selama 1 minggu saya dirawat di rumah sakit tetapi tidak dapat ditemukan penyakitnya apa. Setelah itu saya pulang ke rumah. Waktu tiba dirumah saya melakukan aktivitas seperti biasa. kira-kira 5 hari kemudian saya merasakan sakit ditusuk-tusuk dari luar seperti orang ditusuk oleh pisau lalu dicabut lagi. Tidak tertahankan sakitnya…. Ketika saya dirawat..biasanya saya bisa diinfus tetapi saya tidak bisa diinfus lagi karena nadi vena yang biasa dipakai untuk menusukkan jarum infus itu pecah walaupun pakai jarum untuk bayi. Urine saya warnanya coklat seperti coca cola dan faces saya putih seperti kapas .
Pengecekan oleh dokter pada air seni dan muntahannya tidak memberikan hasil.Diagnosa dokter gagal untuk memastikan apa penyakitnya .
Saat itu suami nyonya Nita memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan isterinya.
Hamba Tuhan itu menanyakan kepada saya, apakah saya pernah menyakiti dan membenci seseorang dan tidak bisa mengampuninya ?
Lalu saya mulai berpikir apakah urusannya dengan penyakit saya..tetapi ketika dijelaskan : Tuhan akan mengampuni kamu jika kamu mengampuni orang yang telah menyakiti hati kamu. Saat itu saya teringat bahwa saya benci kepada ayah saya sendiri. Lalu hamba Tuhan itu bertanya kepada saya : Maukah kamu sembuh, kamu harus mengampuni ayahmu…..Itulah syarat untuk saya sembuh…Saya didoakan dan saya melihat bagiamana Tuhan bekerja. Jam 09.00 malam saya merasakan serangan yang luar biasa..saatnya mungkin saya harus pergi meninggalkan dunia ini karena kematian datang dari ujung kaki simetris ke arah tangan berjalan bersama-sama seperti tidak mempunyai rasa, tubuh kita mati dari ujung kaki dan terus merambat keperut sampai kelambung nafas hanyai sampai di dada dan leher.
Rasanya Tuhan saya tidak kuat lagi. Jika saya mau diambil Tuhan tolong saya..tetapi kalau saya masih diberi kesmpatan untuk hidup, pakai saya……Tuhan tolong saya..tolong saya… Pada saat itu dalam keadaan yang seperti itu…..dimana pikiran saya masih utuh tetapi badan saya tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak merasa mempunyai badan..Tiba-tiba ada sinar yang terang benderang turun persis di sekujur tubuh saya. Terangnya bukan main pada saat yang bersamaan saya melihat orang-orang disekeliling saya seperti xtrim . Bisa dibayangkan begitu takutnya saya waktu itu, saya pikir itulah saat kematian saya sambil berteriak Tuhan tolong saya..tolong saya…
Esok harinya nyonya Nita diperiksa dokter dan hasilnya sungguh luar biasa. Penyakit tersebut hilang menurut pengecekan dokter. Tubuh saya, kulit saya yang sebelumnya merah padam dan berair jadi kering dan menjadi kulit yang terkelupas. Dan perut saya yang besar itu menjadi kempes dan rasanya yang tidak karuan dan sakit sekali itu hilang sirna. Saya bangun benar-benar sehat.
Kuasa mujizat Yesus sungguh menyembuhkan segala penyakit nyonya Nita. Dan saat ini nyonya Nita aktif bersama suaminya membuat program acara keluarga di televisi.
Semuanya yang saya alami ini tentunya karena Tuhan Yesus Kristus. Tuhan kita.
Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. (2 Tawarikh 20:9)
Sumber Kesaksian:
Nita Pelamonia (jawaban.com)