Jumat, 12 April 2013

Perlindungan Tuhan Dalam Penerbangan


Tanggal 28 Desember 2012 yang lalu, saya pulang kembali ke Jakarta untuk memasuki tahun baru 2013 bersama dengan keluarga dengan menggunakan penerbangan budget Jetstar Airlines. Entah kenapa, saat itu di boarding room Changi Airport perasaan saya begitu gak enak dan rada gelisah. Setelah boarding, tubuh saya merasa kepanasan dan keringatan padahal aircon pesawat sudah full.

Saking gak tahannya saya mengipas – ngipas diri menggunakan majalah pesawat. Saat itu perasaan saya begitu gelisah… dan saya kemudian berdoa kepada Tuhan memohon perlindunganNya. Saya kemudian mendengar suara yang jelas berkata “Jangan kuatir, Aku menyertaimu”. Dan saya kemudian merasakan damai sejahtera yang luar biasa.

Sekitar hampir satu jam penerbangan, saya kemudian melihat ke jendela (kursi saya bernomor 27F jadi dekat dengan jendela), dan saya melihat petir menyambar – nyambar di dalam gulungan awan yang terlihat tebal. Sekali lagi suara itu muncul “Jangan takut, Aku menyertaimu”. Dan tak lama kemudian ketika saya melihat ke jendela, sebuah aliran petir menyambar sangat dekat dengan pesawat… jaraknya kurang 10 meter dari saya duduk… di belakang sayap pesawat… begitu terang menyilaukan mata… dan saya pun hanya bisa bengong seakan gak percaya dengan apa yang saya lihat.

Kemudian saya bersyukur kepada Tuhan… karena posisi saya duduk adalah di kursi yang sejajar dengan belakang sayap pesawat. Petir tersebut menyambar sejajar dengan posisi saya duduk… seandainya pesawat saya berjalan telat kurang dari 1 detik saja… maka sayap pesawat bagian kanan itu akan tersambar petir. Saya bukan ahli aviasi, tapi kalau sayap pesawat kesambar petir… kedengarannya kurang baik karena bahan bakar pesawat juga tersimpan di sana.

Sampai di Jakarta saya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua saya. Sambil terus merenung saya bersyukur sekali sama Tuhan yang selalu melindungi dan menjaga saya setiap saat. Sungguh tidak ada rasa aman yang melebihi ini. Terima kasih Tuhan  

Sumber Kesaksian : www.penulishidupku.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar