Selasa, 21 Mei 2013

CATATAN HARIAN SEORANG PRAMUGARI DARI CHINA


Pramugari dari China
Saya adalah pramugari biasa dari China Airline. Karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari saya hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton. Pada 7 Juni yang lalu saya mengalami pengalaman yang mengubah pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Seorang kakek dari desa
Hari itu jadwal perjalanan kami dari Shanghai menuju Peking. Penumpang sangat penuh. Di antara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya. Saat itu saya yang berdiri di pintu pesawat menyambut penumpang. Kesan pertama dalam pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju sehingga seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Pelayanan dipesawat
Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman. Ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut. Dia duduk dengan tegak dan kaku di tempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung. Kami menanyakannya mau minum apa. Dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak. Saat kami hendak membantunya meletakkan karung tua di atas bagasi tempat duduk, juga ditolak olehnya. Lalu kami membiarkannya du­duk dengan tenang.

Menjelang pembagian makanan, kami melihat dia duduk dengan tegang di tempat duduknya. Kami menawarkan makanan, juga ditolak olehnya. Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit. Dengan suara kecil dia menjawab bahwa dia hendak ke toilet, tetapi takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarangan. Dia takut merusak barang dalam pesawat. Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet.

Saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik penumpang di sebelahnya dan menelan ludah. Dengan tidak menanyakannya kami meletakkan segelas minuman teh di mejanya. Ternyata gerakan kami mengejutkannya. Dengan terkejut dia mengatakan tidak usah. Kami mengatakan bahwa dia sudah haus dan memintanya minum tehnya. Dengan spontan ia mengeluarkan segenggam uang logam dari sakunya dan menyodorkannya kepada kami. Kami menjelaskan kepadanya bahwa minumannya gratis. Dia tidak percaya.

Cerita kakek
Dia berkata bahwa dalam perjalanan menuju bandara, dia merasa haus. Dia meminta air kepada penjual makanan di pinggir jalan, tetapi tidak diladeni dan malah diusir. Saat itu kami mengetahui, bahwa demi menghemat biaya perjalanan dari desa, dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil. Karena uang yang dibawa sangat sedikit, ia hanya dapat meminta minuman kepada penjual makanan di pinggir jalan. Itu pun kebanyakan ditolak dan dia dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir kali barulah dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh. Kami menawarkan makanan, tetapi ditolak olehnya. Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua putra yang sangat baik. Putra sulungnya sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah di tingkat tiga di Peking. Anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota. Tetapi, kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota dan akhirnya pindah kembali ke desa. Sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking. Anak sulungnya tidak tega melihat dia naik mobil begitu jauh sehingga membelikan tiket pesawat dan menawarkannya untuk menemani bapaknya bersama-sama ke Peking. Tetapi si ayah menolaknya karena dianggap terlalu boros. Dia bersikeras pergi sendiri. Akhirnya dengan terpaksa anaknya menyetujui keputusannya itu.

Dia merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya. Ketika melewati pemeriksaan keamanan di bandara, petugas menyuruhnya menitipkan karung tersebut di tempat bagasi. Tetapi, dia bersikeras membawa sendiri. Dia mengatakan jika ditaruh di tempat bagasi, ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur. Akhirnya kami membujuknya untuk meletakkan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk. Akhirnya dia bersedia dan dengan hati-hati meletakkan karung tersebut.

Ucapan terima kasih yang tulus
Saat dalam penerbangan, kami terus menambah minuman untuknya. Dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus. Dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui bahwa sesungguhnya dia sudah sangat lapar. Saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan apakah ada kantong kecil dan meminta saya meletakkan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak. Dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya. Kami semua sangat kaget. Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa, di mata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar, dia menyisihkan makanan tersebut untuk anaknya. Dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang. Setelah menaruhnya dalam suatu kantong, makanan itu kami berikan kepada kakek tersebut. Di luar dugaan dia menolak pemberian kami. Dia hanya menghendaki bagiannya yang belum dimakan, tetapi tidak menghendaki yang bukan miliknya. Perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu. Tetapi, siapa menduga saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat. Sebelum keluar, dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya.

Dia berlutut untuk mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi. Dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang paling baik yang dijumpainya. Kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak. Hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik. Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian," dia mengucapkannya sambil menangis. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seorang anggota yang bekerja di lapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam penumpang sudah saya jumpai. Ada yang banyak tingkah, yang cerewet, dan lain-lain. Tetapi, saya belum pernah menjumpai orang yang mengucapkan terima kasih dengan tidak biasa kepada kami. Kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan. Kami hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut mengucapkan terima kasih yang tidak biasa, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya. Tindakan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya pada masa datang yaitu, jangan memandang orang dari penampilan luar, tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.

Catatan:
Mengapa kisah tersebut bisa begitu dramatis? Paling tidak ada tiga penyebab. Pertama, kita sudah terbiasa hidup di lingkungan yang kurang bersyukur. Kedua, kita terbiasa bekerja tanpa hati. Ketiga, tindakan yang kita anggap wajar, menurut standard Tuhan menjadi luar biasa. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

sumber:
http://kesaksian-life.blogspot.com


Kamis, 16 Mei 2013

Kisah Nyata Anak Terbuang yang Anggap Dirinya Tak Berharga



Sewaktu masih kecil, Harun Sapto sudah dititipkan ke Malang dari Blitar, dari rumah orangtuanya ke rumah pamannya. Di rumah pamannya itu, dia mendapat perlakuan yang kasar dari tantenya. “Saya mulai ada kekecewaan, suka nangis, suka murung,” cerita Sapto saat itu.

Kelas 2 SD Sapto dibawa kembali oleh orangtuanya ke Jakarta. Di sana, dia suka berantem. Jika Sapto pulang ke rumah dengan baju yang kotor, ibunya akan marah-marah. Nasi satu butir jatuh di lantai, dia juga kena marah. Tidak tidur siang, dia akan dipukul.
Kebalikannya, papanya baik. Namun sayangnya, Sapto jarang bertemu dengan bapaknya karena kesibukannya. Lain lagi dengan kakaknya. Kakaknya pernah mengatakan, “Sapto, mengapa sih kamu pulang lagi?” Kakaknya menyalahkan Sapto karena mereka sudah tidak punya mobil lagi, seolah-olah Saptolah penyebab hilangnya mobil tersebut dan juga keruwetan lain yang dialami keluarga mereka.
Sapto yang dewasa, punya tato di badannya dan seringkali memakai baju lengan buntung. Tidak hanya itu, dia menjadi preman yang suka memalaki para pedagang, kekerasan memenuhi hidupnya.
Suatu hari, dia diberitahu bahwa papanya meninggal. Karena itu, dia menganggap semua orang yang dia sayangi sudah tidak ada lagi sehingga dia makin brutal.
Pada suatu hari jam 7 malam di Menteng, dia dikejar oleh sekelompok orang yang ingin membunuhnya. Dia lari dan lari dan masuk ke gorong-gorong. Di sana dia berdoa dan begitu dia bangun dari gorong-gorong, dia melihat tidak ada orang lagi.
Dia mencoba nasib lain. Dia bekerja di kapal. Namun di sana, kerjaannya hanya minum dan minum saja. Di pelabuhan, ada orang yang menitip sesuatu kepadanya untuk dikirimkan ke Jayapura. Dia pun mendapat upah Rp 8 juta. Sayangnya, dia tidak melihat barang apa yang dititipkan itu.
Besoknya, dia berlabuh di Surabaya. Di sana, dia dipanggil pihak keamanan yang marah karena barang titipannya tergeletak di mana-mana. Barang yang diperkirakan sebanyak 2 ton itupun coba dikumpulkan Sapto. Dia mengajak semua orang yang lewat untuk memindahkan barang-barang tersebut tapi tidak ada yang mau membantunya. Dia putus asa, barang-barang itu dibuangnya ke laut.
Sesampainya di Jayapura, Sapto dicari orang-orang yang seharusnya mendapatkan barang tersebut. Dia pikir saat itu dirinya akan dibunuh, dia pun berpegangan pada besi yang ada di kapal sambil berpikir bahwa dirinya memang lebih baik mati.
Di situ juga dia mulai berkata di dalam hatinya, “Kalaupun memang Tuhan yang saya sembah sekarang ada dan menyelamatkan saya, saya akan jadi pengikut-Nya.”
Lama tidak ada yang menusuknya, dia pun menengok ke belakang, ternyata orang-orang itu pergi entah kemana. Pulang ke Jakarta, Sapto menginap di rumah salah satu kenalannya. Di rumah itu, dia menemukan VCD yang ternyata merupakan VCD khotbah.
Hamba Tuhan yang berada di VCD itu mengatakan bahwa ada satu anak muda peminum dan perlu menerima kasih Allah. Hamba Tuhan itupun membagikan ayat Yohanes 3:16. “Kamu harus bertobat…” kata hamba Tuhan tersebut sambil menunjuk. Sapto merasa hamba Tuhan itu seperti menunjuk dirinya langsung, seolah-olah tangannya keluar. Dia pun mematikan VCD tersebut.
Saat hendak berbaring, Sapto menemukan traktat. Di dalam traktat itu, kembali ayat itu berbicara. “Saya tidak tahan, saya keluar air mata dan tidak dapat berhenti.” katanya.
Saat itulah dia putuskan untuk beribadah di suatu tempat ibadah. Sapto sadar akar dari segala pemberontakannya adalah kebenciannya kepada keluarganya dan dia pun meminta hamba Tuhan di sana untuk mendoakannya.
Ketika ibunya masuk ke rumah sakit, Sapto pun meminta maaf. Hubungan ibu dan anak itu pun dipulihkan. Seminggu kemudian, ibunya dipanggil Tuhan.
Apa yang Sapto lakukan dulu, sudah dia tinggalkan semua. Dia pun berubah hidupnya dan berbalik dari jalannya yang jahat. Sekarang dia mengabdikan hidupnya untuk anak-anak yang terlantar. “Saya selalu memberikan satu saran yang baik dari Tuhan bahwa hidup itu sangat berarti kalau kita mau merespon.”
Setiap orang yang dididiknya pun mengakui hal tersebut, begitu pula tetangganya. Dia beralih dari yang paling buruk menjadi pelayan Tuhan. “Dia bisa mengubah kita semua, hidup saya dan hidup Anda.” tutup kesaksian Sapto.

Sumber Kesaksian : Harun Sapto (jawaban.com)

Senin, 13 Mei 2013

MIMPI TENTANG PENGANGKATAN (RAPTURE) DARI SAUDARA KITA ANDRY SUGANDA


Kesaksian dari Group FB LI :

Saya baru saja bermimpi aneh. Dalam mimpi itu, saya melihat diri saya dan saudara perempuan saya lainnya jalan beriringan sambil bercanda. Seorang pria jg jalan di sisi yg lain dr kami, tiba2 pria itu melihat ke arah kami dan berkata :" Hei, rapture (pengangkatan) baru saja terjadi 30 detik yang lalu, dan liat skrg, waktu telah menunjukkan 1.30 am" Pada tanggal 30 maret 2013

lanjut pria itu : "
 kalian bisa ambil jln ke kiri dan kalian akan menemukan banyak saudara2 kalian (Christians) di sana. Jgn ke arah kanan, krn org2 di sana telah menerima tanda 666 itu. Pergilah sekarang! aku memberimu waktu 1 menit"

Dengan bingung, saya bertanya pada pria itu bagaimana dengan dia sendiri?

Dia menoleh kembali dan berkata bahwa dialah sang antikris, yg telah menunggu waktu yg sangat lama utk hari spt ini.

Saya amat bingung, tapi roh saya berkata : "Lari, Nak! Lari!"

Kami berlari menempuh jarak yg cukup panjang, lalu saya liat ke belakang, pria tadi telah berubah menjadd antikris. Kami terus lari dan melihat banyak org juga yg lari tak tentu arah. Lalu kami sampai di auditorium hall sangat besar, terlalu besar, teramat besar utk digambarkan yg bisa menampung banyak sekali Christians.

Sungguh suatu pemandangan yg mengerikan. Pelayan2 Tuhan terkenal, pria & wanita terkenal, teman2, saudara, kerabat yg saya kasihi. Saya tidak bisa mengerti. Saya berteriak : "Oh Tuhan!!! Kami semuaaa??? Tuhan apa yg terjadi??"

Lalu Tuhan membawa saya dalam Roh untuk melihat 5 GerejaNYA.

Dalam satu gereja yg cukup punya pengaruh di masyarakat, terlihat Pastor2 (pendeta) memberi tau bahwa rapture baru saja terjadi dan jemaat harus terima tanda 666 (mark of the beast/tanda binatang) yg akan memampukan mereka utk membeli dan menjual.

Saya menangis, karena para jemaat dan org2 yg begitu polos dan terkucilkan mulai menerima tanda itu, tanpa tau bahwa itu tanda binatang. Tuhan memberitau saya bahwa pastor2 ini sebenarnya memang ditahbiskan untuk membawa org2 ke arah yg salah dan pastor2 ini sdh punya tanda binatang ini sebelum bermanifestasi. Saya melihat tanda itu di lengan kanan dari para pastor ini.

Seorang pria yg cukup beruntung, dpt menyadari hal ini kemudian lari ke suatu tempat dimana para Christians ditembak pada kaki mereka karena berusaha kabur.

Kemudian Tuhan membawa saya ke suatu Gereja, dimana pastor2nya berkhotbah tentang hal2 yg baik dari Alkitab dan tdk memberitau pd jemaatnya sama sekali ttg KEDATANGAN TUHAN YESUS yg KEDUA, jg tdk memberitau ttg UPAH DOSA. Pastor2 ini SEMUANYA TERTINGGAL BESERTA JEMAAT MEREKA.

Kemudian saya liat jg Gereja yg mana anggota2 Gerejanya hanya fokus utk menyerang iblis. Meskipun injil jg diberitakan dlm Gereja ini, tp para pelayan dan jemaatnya tertinggal saat rapture, krn niat jahat dlm hati mereka dan kurangnya konsentrasi utk hal2 spiritual.



Saya jg liat Gereja yg para pelayan dan jemaatnya terlibat secara aktif bersaksi dan memberitakan injil serta memperingatkan org2 ttg kedatangan Tuhan Yesus yg kedua, tp MEREKA TETAP TERTINGGAL. Ternyata permasalahannya yaitu sebagian besar mereka adalah org2 MUNAFIK yg membuat jd tdk layak mengenakan jubah yg diberikan Sang Gembala Agung.

Saya dibawa kembali ke tempat semula. Tidak lama kemudian org2 dari antikris dtg dan banyak Christians mulai gemetar, takut dan cari perlindungan.

Yg terjadi sungguh sangat menakutkan. Para Ibu melupakan anak mereka.Para Suami melupakan istri mereka. Kami berlari berusaha cari tempat sembunyi. Satu hal yg mengejutkan adalah POPULASI CHRISTIANS SETELAH RAPTURE BISA TERHITUNG, sehingga sangat mudah utk melacak keberadaan keluarga dan teman2. Lalu Tuhan berkata :" sisa yg lainnya telah menerima tanda binatang itu."

Saya menangis tak terkendali; saya liat banyak anak2 Tuhan, Christians dan org yg saya kasihi tertinggal dan harus mengalami masa penyiksaan. Waktu saya tanya pada Tuhan, kenapa semuanya tertinggal, Tuhan menunjukkan anak2 Tuhan dan berkata :"org ini sungguh sempurna dan dia bersamaKU, tapi tidak di 2 jam terakhir sebelum kedatanganKU." Tuhan menunjukkan jg bahwa yg lainnya membiarkan sebagian kecil dr hati mereka dikuasai iblis.

Tuhan juga menunjukkan org2 yg terlalu sibuk dgn hal2 duniawi dan harta benda dan hal2 ini menguasai hidup mereka. Ada jg yg tertinggal krn DOSA KETIDAKTAATAN. Ada seorg pria yg tidak mau merelakan uangnya utk keperluan gereja. Ada anggota jemaat yg begitu mencintai " buku ceknya" lbh dr hidupnya, dan terus membawanya setelah tertinggal rapture.(Sy bertanya dlm hati : "apakah dia msh bisa menggunakan buku ceknya? setelah semuanya akan menggunakan chip utk membeli dan menjual?"

Saya terus menangis, krn banyak sekali hal kecil yg tdk diperhitungkan manusia, tapi itu diperhitungkan TUHAN!!!

Saya teriak dengan suara kebingungan : "Tolong kami, Tuhan!!"

Tuhan berkata : "Semua hal yg telah terjd dan sdg terjd di muka bumi ini sdg menuju pd AKHIR JAMAN, tp banyak anak2KU tdk memperhatikannya."

Lagi kata Tuhan : " Aku memberi satu peringatan terakhir, KUDUSkan HATIMU untukKU, anakKU. Sesungguhnya SANGKAKALA SDH DIBUNYIKAN 1 JAM YG LALU, tp Aku memohon kepada BAPAKU yg di Sorga untuk menundanya. Bagaimanapun, Aku tdk dpt memohon lbh lama lagi. Sangkakala sudah berada di mulut para malaikat dan mrk sdh sangat siap utk meniupnya.

PERSIAPKAN JALAN UNTUKKU ANAK2KU. Katakan pd anak2KU utk membaca Matius16 : 3 " dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata : hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya, tetapi tanda-tanda jaman tidak"

Dan peringatkan semua pelayanan yang telah menjadi pelayan2 Baal.

HAL INI BENAR, APAKAH KALIAN AKAN MEMPERCAYAINYA ATAU TIDAK, RAPTURE SUDAH SANGAT DEKAT!!! SURGA YANG NYATA DAN NERAKA YANG NYATA PULA TELAH MENUNGGU!!!

BERTOBATLAH ANAK-ANAK KU. jam tersisa beberapa detik 

PUTUSKAN KONEKSI KALIAN DENGAN DUNIA ATAU KALIAN AKAN TERTINGGAL DAN MENGHADAPI MUSUH-KU YANG KEJAM ANTIKRISTUS 100% SIAP DI BELAKANG LAYAR NAK"

Selasa, 07 Mei 2013

KESAKSIAN KESEMBUHAN MARIA MAGDALENA



Sebelum mengenal Kristus, saya dahulu adalah seorang pemuja berhala baik di rumah maupun di rumah-rumah ibadat kira-kira selama 35 tahun. Dalam kurun waktu yang lama itu, saya telah membangun sekolah Budha di Ampel – Solo dan rumah-rumah ibadah di desa-desa. Saya sendiri sekolah di Taiwan, Bangkok dan Amerika. Namun selama 35 tahun itu saya belum pernah merasakan yang namanya hidup tenteram, masalah demi masalah silih berganti datang dalam keluarga besar kami. Karena saya anak yang paling besar maka semua masalah saya ikut menanggung.

Karena begitu banyak masalah menimpa kami, akhirnya saya, ibu dan adik-adik menjadi bingung, lalu saya mencari orang pinter / suhu dari luar negeri. Dan oleh suhu itu dikatakan bahwa kuburan ayah saya yang sudah meninggal 35 tahun yang lalu harus dibongkar. Katanya kalau tidak dibongkar maka serumah bisa banyak yang meninggal. (Adik saya 10 orang, waktu itu adik saya sudah 3 orang yang meninggal. Paling kecil adik laki-laki umur 12 tahun, kedua umur 31 tahun dan terakhir adik saya umur 32 tahun mati karena bunuh diri). Lantas saya bilang kepada ibu namun ibu tidak mengijinkan kalau kuburan ayah dibongkar. Lagi kata orang pinter itu, nanti anak perempuan yang nomor dua paling berat akhirnya sakit dan mati, habis itu berantakan. Ternyata anak nomor dua itu adalah saya.

Dan ketika ibu saya meninggal pada tahun 1992 akhirnya kuburan ayah jadi dibongkar dan tulang-tulangnya diambil, dibakar sekalian ibu saya. Ternyata omongan suhu itu bohong. Dia mengatakan kalau kuburan ayah sudah dibongkar hidup keluarga kami jadi bahagia. Nyatanya setelah itu saya malah jatuh secara ekonomi, setelah itu suamiku digondol oleh "we-we gombel" (perempuan yang saya perkenalkan kepada suamiku tapi saya sendiri tidak menduga kalau akhirnya dia merebut suamiku. Ternyata dia main dukun). Padahal sebelumnya keluarga saya bahagia sekali, kami hidup berkeluarga sudah selama 30 tahun dan tidak pernah suamiku menyeleweng, tapi sesudah itu dia malah bisa menyeleweng dan setengah tahun kemudian anak laki-laki yang paling saya cintai pergi dengan membawa uang saya sampai habis.

Setelah suami dan anak meninggalkan saya, saya mengalami kepahitan hidup yang luar biasa dan saya tidak bisa terima semua itu.
Hingga suatu waktu pada bulan Juni 1997 saya dinyatakan dokter bahwa saya punya penyakit kanker paru-paru sudah stadium 4 dan dokter mengatakan hidup saya paling lama tinggal setengah tahun. Mendengar itu saya langsung tidak terima lalu saya berusaha mencari orang pinter lewat Guamya (ramalan lihat nasib) dan di situ tertulis bahwa nasib dan hidup saya berakhir tahun 1997. Sampai saya bilang mau bayar berapa pun asal disiswaki (ditolak). Suhu itu mengatakan, bahwa tidak sanggup karena setan-setan memang mau kamu mati. Kamu sudah diikat tangan dan kakimu.

Pada waktu itu saya mendengar ada ada suhu perempuan dari Jakarta yang datang. Karena saya tidak menerima ramalan nasib saya, suatu malam meskipun sakit saya berusaha menemui dia. Begitu melihat kartu, dia mengatakan "Aduh gelap sekali. Tetapi kalau ada kemujizatan yang luar biasa kamu baru bisa ditolong. " Mendengar dua suhu mengatakan begitu saya bingung.

Sesampainya di rumah badan saya kaku semua (kram) sampai saya merangkak-rangkak tidak bisa bangun. Mendengar saya begitu, lantas adik saya dari Hongkong menelepon pembantu supaya mengirim obat kepada saya, obat itu obat spesial penawar racun. Biasanya di minum 3 sendok saja, karena saya bingung saya langsung glek…glek… habis setengah botol. Setelah minum obat itu saya dapat bergerak-gerak. Setelah itu saya diajak berobat ke Singapura, pikir adik-adik saya siapa tahu dokter di Semarang salah mendiagnosa. Ternyata dokter di Singapura bilang lebih gawat, dia bilang "Aduh bu… sudah terlambat begini, sudah stadium empat dan limpa ke bawah juga sudah kena, lha bagaimana ini ?" Dia pun menyatakan tidak sanggup.

Sebetulnya saya merasakan sakit itu sudah lama cuma saya tidak tahu. Suatu waktu pada akhir tahun 1996 tiba-tiba saya tidak dapat jalan lalu dipijat-pijat sehingga akhirnya bisa jalan. Dan mulai bulan Januari 1997 saya sudah sering muntah. Waktu saya periksa, yang dilihat maag-nya, dikira maag saya kena tapi ternyata maag saya tidak apa-apa. Bulan April-Mei saya mulai batuk dan dokter mengatakan tidak apa-apa katanya paru-parunya bagus. Hingga bulan juni saya di ronsen, tahu-tahu kelihatan fleknya sudah besar-besar dan pinggir-pinggir kanan kiri seperti mercon yang jumlahnya puluhan. Dokter mengatakan tidak sanggup.

Waktu dokter di Singapura juga mengatakan tidak sanggup namun dia mengatakan akan mencoba untuk mengobatinya. Kata dokter: “saya akan coba obati. Ini ada obat baru, harganya memang mahal dan kemungkinan berhasil 40% tetapi kalau ada kemujizatan tidak tahu. Saya akan coba suntikkan tapi sakit sekali dan kalau sudah disuntikkan, ibu 1 minggu tidak bisa makan, badan rasanya sakit seperti diiris-iris. Lantas ibu muntah-muntah dan mesti disuntik darah putih, belum lagi dikemoterapi.”

Benar juga kata dokter, waktu dicoba disuntikkan lewat tangan sakitnya bukan main, sampai 10 kali dicoba disuntikkan namun tidak bisa masuk sampai saya berteriak-teriak, akhirnya disuntikkan lewat pelipis saya dan reaksinya pun sama seperti yang dikatakan dokter tadi.

Ketika hendak pulang dari Singapura, di Airport saya bertemu dengan famili suami. Saya lalu saya panggil-panggil dia dengan suara yang sudah hilang namun dia diam saja hanya memandang dan tidak tahunya dia sudah tidak mengenali saya lagi sampai saya menulis nama saya. Lantas dia terkejut : "Lho kamu kok seperti drakula" (memang waktu itu muka saya jadi hitam dan bungkuk) lalu saya cerita semua masalah saya. Dia bilang : "Kamu bagaimana to, suamimu hilang, anak pergi dengan membawa uangmu sampai habis. Coba sekarang kamu mau tidak, hidup di dalam Tuhan ?" (padahal dia dulu juga penyembah berhala). Saya menjawab : "Walah… orang Kristen itu fanatik dan senangnya bujuk-bujuk orang," Tapi dia sungguh mengasihi saya luar biasa. Waktu di Airport saya muntah-muntah dia menolong dan kaki saya dipijit-pijit sambil dia cerita tentang Tuhan Yesus.
Sampai di rumah (Semarang) saya masih tidak bisa bangun karena muntah-muntah dan dia setiap hari datang ke rumah saya. Waktu ke rumah dia terkejut karena melihat rumah saya patungnya 150 buah sampai seperti Kelenteng, dan baunya tidak karuan sampai dia merinding seperti ada setannya. Walau begitu dia datang terus sambil terus menginjili saya. Setelah di rumah 2 minggu badan saya sudah mulai enak maka ketika saya diajak ke Gereja saya mau dan di Gereja saya didoakan oleh bapak Pendeta, saya bisa menangis sesenggukan tetapi saya masih belum puas. Malamnya jam 24:00 WIB saya masih sembahyang pakai hio dan jam 02:00 juga.

Pada suatu pari jam 06:00 ada orang telepon, dia bilang kepada saya : "Cik… gimana ini, suamiku sakit, mau ke Rumah Sakit saja tidak punya uang. Bagaimana Cik, aku bingung". Mungkin dia mau pinjam uang atau bagaimana, saya tidak tahu. Lantas saya bilang : "Lis, Lis… kamu kok nangis sama aku. Aku saja mau mati, sekarang saja aku di rumah sendirian, suamiku pergi, anakku yang tinggal serumah tahu kalau aku muntah-muntah darah saja nggak mau nengok. Sekarang suamimu bagaimana ya saya nggak tahu. Kamu tahu nggak Lis, aku kena kanker dan dokter bilang umurku tinggal setengah tahun, sudah tidak ada harapan. Aku pasti mati !"

Mendengar itu dia bilang : "Aduk cik, kamu mau nggak saya perkenalkan dengan seorang hamba Tuhan ? Dia dipakai Tuhan secara luar biasa, namanya ibu Elisabet. Kalau mau sungguh cik, pasti kamu dijamah." Saya langsung tergerak dan saya berdoa : "Tuhan Yesus kalau ini memang rencanaMu, kalau betul Engkau mau menolong saya, saya akan sembuh dan ada mujizat Allah." Waktu itu saya sudah telepon ibu Elisabet, dia bilang tidak bisa karena sedang ditunggu tamu 10 orang dari luar kota. Saya berdoa: "Tuhan kalau ada mujizat sekrang pertemukan saya dengan ibu Elisabet." Eh tahunya Lisa telepon bilang: "Cik, puji Tuhan ! Ibu Elisabet mau menemui kamu, sekarang tunggu aku mau jemput kamu."

Sesampai di sana Ibu Elisabet cuma bilang begini: "Tacik tahu, Tuhan Yesus itu siapa ? Saya bilang tidak tahu."  ”Tuhan Yesus itu 2000 tahun yang lalu disalib untuk menebus dosa-dosa Tacik. Dosa Tacik itu banyak, sekarang sudah ditebus Tuhan Yesus. Kamu mau seperti Tuhan Yesus? mengasihi, mengampuni. Kamu sudah diampuni Tuhan Yesus, sekarang kamu mau tidak mengampuni suamimu, perempuan yang merebut suamimu dan anakmu yang meninggalkan dan mengkhianatimu? Dan kalau kamu mau mengampuni mereka, kamu diampuni Tuhan Yesus.” Waktu itu saya bilang mau, lalu saya didoakan dan ditumpangi tangan dan saya bisa seperti kesetrum, padahal dulu waktu saya didoakan di Gereja saya tidak bisa begitu. Saya langsung jatuh pingsan setelah saya sadar saya menangis sambil memegang rok Ibu Elisabet dan beliau bilang: "Tacik pasti sembuh."

Berhubung Ibu Elisabet sudah tidak ada waktu, saya pulang dan besoknya saya diminta untuk datang lagi dan dilayani setiap hari. Suatu saat Ibu Elisabet menanyakan : "Cik, katanya rumahnya ada patungnya 100 lebih? Kalau Tacik sudah terima Yesus, patung-patung itu harus dibersihkan dari rumah. Tuhan Yesus tidak mau campur dengan barang-barang seperti itu." Saya bilang ya. Sekarang Tacik saya doakan dulu, saya lepaskan, siapa tahu banyak kuasa gelapnya. Waktu saya didoakan kepala saya pusing dan setelah Ibu Elisabet pulang saya masuk kamar lalu ingin muntah dan begitu masuk dikamar mandi saya seperti ditendang sampai saya terpental jauh, dan muntah-muntah sampai banyak, keluarnya hitam mungkin itu karena kuasa kegelapan. Kan dulu setiap diberi apa saja saya makan, maksudnya biar cepat sembuh.

Saya masih sering kontrol ke Singapura dan waktu saya akan pulang saya ketemu lagi dengan Bapak Pendeta waktu saya didoakan di Gereja. Beliau juga lupa-lupa ingat dan beliau bilang: "Kamu jangan takut karena kamu sudah dalam Tuhan. Paru-parumu sudah diganti oleh Tuhan Yesus karena Tuhan Yesus punya banyak spare-parts di gudang. Makanya kamu asuransikan jiwamu." Lha saya malah tanya: "Asuransikan dengan siapa, Pak?". “Dengan Tuhan Yesus malah tidak usah bayar”. Sepulang dari Singapura oleh Ibu Elisabet saya disuruh baptis. Saya pikir, orang saya kenal Tuhan Yesus baru 10-15 hari kok sudah dibaptis.
Lagi pula semua adik-adik belum di dalam Tuhan. Lha nanti kalau saya dibaptis lantas saya diasingkan bagaimana? Tapi Ibu Elisabet bilang : "Jangan takut, Tuhan Yesus itu Bapa yang mengasihi dan kami semua ini saudaramu. Kalau kamu sudah dibaptis berarti kamu sudah dimaterai dengan Tuhan Yesus, Setan tidak berani mengganggu kamu." Lalu saya berpikir dan saya mau. Ketika hendak dibaptis saya cerita kepada adik-adik saya dan mereka bilang : "Sudah Cik, kamu ikut Tuhan Yesus saja dan cepat dibaptis dari pada kamu mati." Rupanya adik-adik saya takut semua kalau saya mati".

Usai dibaptis saya tidak pulang ke rumah tapi saya langsung ikut retret di Tawangmangu ikut KKR bersama Ibu Agnes Maria. Di situ saya benar-benar merasakan urapan Allah bekerja atas diri saya. Saya menangis sampai 3 jam, badan saya menggigil sekali dan saya merasakan kuasa Tuhan mengalir dalam tubuh saya ketika semua hamba Tuhan berdoa buat saya. Sepulang dari KKR, besoknya saya kembali ke Singapura untuk ketiga kalinya, saya membayangkan dan takut disuntik. Begitu mau disuntik saya minta waktu berdoa lebih dulu dan suster-suster juga mau menunggu. Saya berdoa (karena saya sudah diajari berdoa oleh Ibu Elisabet bila mau disuntik): “Tuhan Yesus, bukan obat-obatan yang masuk melainkan bilur-bilurMUlah. Tuhan pakailah dokter-dokter untuk menyembuhkan saya. Kalau Tuhan benar-benar mau menolong, umur saya tinggal setengah tahun biarlah itu saya terima, yang penting saya sudah mengenal Engkau. Dan kalau Engkau memberi umur panjang kepada saya, berilah saya hidup yang penuh sukacita dan saya mau menjadi saksiMu dan melayani Engkau.”

Selesai berdoa saya sungguh merasakan keajaiban Tuhan, begitu disuntik jarum itu dapat masuk padahal biasanya sampai 5-6 kali dan yang aneh lagi biasanya setelah disuntik saya muntah-muntah sampai satu minggu sekarang saya tidak muntah-muntah dan langsung bisa makan, sudah tak perlu disuntik darah putih lagi. Ketika dokter bilang : "Bu, coba sekarang di CT Scan". Setelah discan dokter sampai terkejut karena kanker yang dulu sebesar 10 Cm itu sekarang tinggal separuh. Dan dokternya sampai memberi selamat dan merangkul saya. Mendengar itu saya turun langsung menangis sambil bersujud menyembah Yesus sampai dokter bingung lalu saya cerita kalau saya berterima kasih kepada Tuhan yang sudah menyembuhkan saya dan sekarang saya berusaha untuk setia ke Gereja, di mana pun ada KKR saya ikut. Dan saya sudah memaafkan anak saya meski harusnya dia yang meminta maaf kepada saya tetapi dalam Tuhan tidak harus begitu bahkan saya minta maaf kepada dia, kepada suami pun saya sudah maafkan, kalau dulu saya masih tetap berusaha supaya suami kembali, tetapi sekarang saya hanya berdoa, kalau Tuhan benar-benar sudah sadarkan suami saya, saya pun mau menerima dia kembali tapi kalau belum sadar dan tidak mau hidup dalam Tuhan buat apa? Bisnis dan keuangan saya pun dijamah oleh Tuhan .

Sebelumnya saya diminta balik untuk kontrol ke Singapura namun saya tidak mau malahan saya daftar ikut tur ke Israel. Kata teman saya kalau saya ke Israel saya harus naik ke Gunung Sinai karena di Gunung Sinai ada mujizat. Pernah orang naik dengan bawa infus dan tabung oksigen, baru keluar dari Rumah sakit, turun dari situ tabungnya dibuang dan bisa langsung sembuh. Karena cerita itu saya pun ingin. Tiba di sana pukul 24:00 dan tidak tahunya saya muntah-muntah, saya bingung padahal jam 1:00 akan naik ke Gunung Sinai. Ada orang yang sarankan supaya saya tidak usah naik, Bapak Gembala sendiri juga takut kalau nanti saya mati di perjalanan, bagaimana nanti omongan orang karena saya dulu orang klenteng sekarang kenal Tuhan baru 3 bulan malah mati di jalan. Tapi saya sudah bertekad, apapun yang terjadi saya harus naik ke Gunung Sinai, mati juga biar. Dan sebelum itu saya minum wedang jahe dulu supaya tubuh saya hangat.

Dengan digandeng oleh Ibu Gembala saya naik sambil berdoa dan memuji Tuhan terus. Gunung Sinai tingginya kira-kira 650 trap. Dari kaki gunung naik 300 trap saya naik onta, lalu selebihnya saya jalan sambil merangkak karena jalannya berbatuan. Padahal kalau dilihat pada siang hari pasti ngeri karena ternyata kanan kiri itu jurang. Sampai di atas saya tersungkur dan menangis dengan penuh syukur memuji Tuhan, sampai 5 jam baru turun ke bawah.

Pulang dari Israel saya sudah terlambat 2 bulan untuk kontrol ke Singapura, lalu saya periksa ke sana dan dokter kaget luar biasa karena kanker saya sudah hilang sama sekali. Saya betul-betul merasakan keajaiban Tuhan dan saya bersyukur telah mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Sekarang untuk membalas kasih Tuhan saya melayani pekerjaan Tuhan dan bersaksi bagi Tuhan.


Copas : kumpulankotbah.com

Kamis, 02 Mei 2013

KISAH NYATA IVAN PUTRA & DOSA SEKSUAL



Ivan Putra adalah seorang kepala keluarga yang mempunyai perilaku menyimpang. Pada sebuah acara liburan keluarga, dirinya pernah begitu berani untuk berselingkuh dengan wanita lain disebuah kamar hotel, disaat istri dan anaknya berada di kamar lain. Ternyata Ivan mempunyai masa lalu yang tidak menyenangkan dan berdampak besar terhadap kehidupannya.

Semenjak kecil, Ivan diperlakukan begitu keras oleh sang ayah karena dirinya sulit untuk belajar dan lamban dalam menyerap pelajaran sekolah. Hal itu menimbulkan kepahitan didalam dirinya sehingga Ivan tumbuh menjadi seorang anak yang berontak terhadap sang ayah. Rasa kasih sayang yang tidak didapatkan dari ayah, membuat Ivan tumbuh menjadi pribadi rapuh yang gampang terpengaruh oleh pergaulan bebas.

Perilaku Ivan yang tenggelam didunia prostitusi sejak lajang, berlanjut ketika dirinya memasuki pernikahan. Salah satu hal yang dapat dikatakan nekat, dilakukannya ketika liburan bersama istri dan anaknya di sebuah hotel. Ternyata teman-teman Ivan di lobi bawah hotel untuk menawarkannya wanita penghibur.
Ivan pun akhirnya melakukan hubungan badan dengan wanita penghibur itu disebuah kamar tepat diatas kamar istri dan anaknya menginap. "Saya engga merasa gimana-gimana, ini wajar-wajar saja. Ini sebuah trik hidup saja," ungkap Ivan menceritakan perasaanya saat itu yang biasa saja terhadap kelakuan nekatnya.

Kesuksesan hidup yang membuatnya bergelimang dengan uang, membuat Ivan sengaja ekspansi ke luar kota agar dirinya merasa sebagai pria lajang kembali yang bebas melakukan apa saja. Perilaku Ivan yang sering pulang larut malam dan mudah marah-marah, membuat sang istri merasa tidak nyaman dan tidak dihargai.

Namun sang istri justru mendoakan juga menumpangkan tangan setiap Ivan sedang tidur. Sang istri percaya bahwa suaminya yang kini perilakunya tidak bertanggungjawab, pasti akan berubah. Ivan pun merasakan setiap kali dirinya selesai berhubungan dengan wanita penghibur ada sebuah ketertekanan terhadap perilaku itu. Dirinya ingin lepas dari prostitusi yang kini justru menekan dirinya.

Hingga dalam sebuah pertemuan rohani, Ivan dilawat oleh Tuhan. Ivan mendapat pengalaman pribadi bagaimana dirinya harus menjadi Imam di keluarganya dan segera bertobat dari dosa-dosanya di masa lalu. Seusai mengikuti sebuah camp pemuridan, Ivan pulang dan segera meminta maaf kepada istinya serasa bertobat.
Setelah hubngan dengan istrinya dipulihkan, Ivan pun mengambil keputusan iman berikutnya dengan melepaskan pengampunan atas kepahitannya kepada sang ayah. "saya mengucap syukur karena saya dibebaskan dari dosa seksual yang begitu mengikat dan saya begitu menderita. Saya melihat bahwa kuasa Tuhan Yesus begitu nyata dalam kehidupan saya. Tuhan aku enggak mungkin lepas, aku enggak mungkin lepas dari Engkau. Aku butuh KasihMu, dan banyak orang boleh merasakan KasihMu," ucap Ivan mengakhiri kesaksiannya.
Sumber : jawaban.com