Selasa, 30 Juli 2013

Surga, Neraka dan Waktu Yang Terakhir (Hari Penghakiman)



Suatu hari, Tuhan menunjukkan visi mengenai masa depan kepada seorang anak kecil yang bernama Sa-rang di Korea, suatu negara kecil di Asia.

[Tambahan penerjemah: Sarang dalam bahasa Korea, kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia berarti Kasih]

Tuhan memberikan anak kecil ini suatu pengalaman spiritual dan berbicara melalui dia untuk semua orang di di bumi. Beberapa hari yang lalu, Sa-rang melihat penglihatan akhir zaman di antara keadaan tidur dan sadar. Kemudian, dia melihat hanya beberapa orang yang di bawa ke Surga dan sisa orang yang tertinggal di bakar oleh matahari dengan sekejap.

Hal tersebut seperti  jaman Lot ketika api dan belerang turun dari langit dan menghancurkan kota Sodom dan Gomorah.

Dan kemudian Sa-rang melihat banyak orang, seperti pasir banyaknya, jatuh ke neraka setelah mereka di hujani api dan belerang.

Tuhan Yesus menunjukkan kesedihannya kepada umat manusia yang akan di bakar oleh api dan belerang di neraka untuk selama-lamanya. Sa-rang menceritakan pengalaman spiritualnya kepada orang2 dan seperti menunjukkan ekspresi kesedihan Tuhan Yesus.

Tangisan air mata Sa-rang menyatakan kesedihan Tuhan kepada umat manusia yang akan di bakar api dan belerang. Bagi anda yang menonton video ini,  saya harap anda menceritakan kesedihan Tuhan. Saya berdoa supaya anda melakukan yang terbaik untuk menerima Tuhan dan selalu bertumbuh di dalam Tuhan.

Pertanyaan: Sa-rang, tolong ceritakan pengalaman spritiual anda.

Sa-rang: Beberapa hari yang lalu, ketika saya membaca Firman Tuhan, saya berada di dalam keadaan tidur dan sadar pada waktu yang singkat. Pada saat tersebut, saya melihat Surga dan neraka. Tetapi Tuhan menyatakan kepada saya bahwa saya harus menceritakan apa yang saya lihat kepada orang2 di dunia.

  
Ibu Sarang: suatu hari, Sa-rang datang kepada saya dan berkata, “Mama ! Saya melihat Surga dan neraka!”

Kemudian, Sa-rang mulai menceritakan kepada saya apa yang dia lihat. Saya mendengarkan cerita dia dan setelah dia selesai  bercerita, saya tahu persis bahwa itu bukan hanya mimpi belaka tetapi pengalaman spiritual. Saya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan pengalaman spiritual ini untuk di beritakan kepada orang2 mengenai Hari Penghakiman.

Sarang di besarkan di dalam Firman Tuhan di gereja Ju-Sarang setiap hari. Dia bisa mendengar suara Tuhan dengan baik. Saya percaya Tuhan sedang mempersiapkan umatNya dengan menceritakan kepada mereka mengenai Hari Penghakiman melalui anak2 yang mempunyai hati murni seperti Sa-rang.

Pertanyaan: Apa yang anda lihat?
Sa-rang: Saya melihat mobil besar dan panjang dan bersinar dengan terang. Ada sekitar 30 orang yang berbaris mengantri di depan mobil tersebut.

Ketika pintu mobil tersebut di buka, semua orang yang mengantri mulai masuk ke dalam mobil. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, pintu mobil tersebut di tutup. Tiba2, orang2 yang berbaju abu2 muncul dan mulai menggedor pintu, meminta supaya pintu di bukakan.

Bagaimanapun juga, pintu mobil tsb tidak di bukakan. Jadi mereka menyerah dan meninggalkan mobil tsb ke tempat lain dengan ekspresi yang sangat marah.

Ketika mereka meninggalkan mobil Surga tsb, mereka menjadi warna hitam.


Pertanyaan: Apa yang anda lihat di samping mobil tersebut?
Sa-rang: Saya melihat malaikat2 di sisi2 mobil tersebut. Malaikat2 tersebut keliatan 5 kali lebih tinggi dari orang2 biasa.

Malaikat2 tersebut mengenakan pakaian yang putih dan memegang pedang api di tangan kanan mereka. Mereka melindungi mobil tsb dan orang2 yang di dalamnya.

 Pertanyaan: Apa yang orang2 kerjakan di dalam mobil?
Sa-rang: setiap orang melakukan sesuatu dengan tersenyum. Ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat beberapa orang sedang membaca Firman Tuhan dan yang lain mendengarkan Firman Hidup melalui MP3 player.

Pertanyaan: Siapa yang menyetir mobil tsb?
Sa-rang: Pendeta saya yang menyteir mobil tersebut dan ada Seseorang yang sangat berkilau yang duduk di sebelah beliau.

Seseorang ini sangat berkilau dan Dia tidak seperti orang biasa. Di belakang pendeta saya, ada juga kakak Seon-eui. Saya tidak tahu orang2 lainnya yang berpakaian putih.

Pertanyaan: Kemana anda pergi setelah itu?
Sa-rang: Mobil surga ini terbang ke Surga dengan malaikat2, tetapi sesaat setelah mobil surga ini naik, api dan belerang turun dari langit seperti hujan dan kemudian tanah terbuka dan api2 muncul dari dalam tanah di segala tempat.
  
Orang2 berteriak meminta tolong tetapi api menghanguskan orang2 yang tidak bisa masuk ke dalam mobil surga.

Pertanyaan: Bagaimana kondisi orang2 yang ada di dalam mobil Surga tersebut?
Sa-rang: Mereka semua menunjukkan senyum yang penuh dengan kedamaian.

Pertanyaan: Kemana anda pergi setelah mobil tersebut pergi ke Surga?
Sa-rang: Mobil tersebut naik ke Surga dan tiba di suatu tempat. Saya melihat tahta yang berkilau dan Tuhan Yesus duduk di tahta tersebut.

Dan juga saya melihat ada sebuah pintu di belakang tahta tersebut yang hanya bisa di buka oleh malaikat2. Sesaat kemudian, malaikat2 membuka pintu dan setelah orang2 dari mobil masuk ke dalam pintu tersebut, pintu tersebut di tutup. Pada saat itu, saya merasakan dengan kuat bahwa pintu tersebut tidak akan di buka lagi.

Pertanyaan:  Apa yang anda lihat pada saat pintu tersebut di buka?
Sa-rang: Pada saat pintu tersebut di buka, cahaya yang terang bersinar dan alam yang menakjubkan terlihat. Sangat indah sampai saya terkagum-kagum. Saya melihat banyak malaikat2, binatang2, bunga2, dan pohon2. Malaikat2 tersenyum kepada bunga2 dan binatang2 duduk dan bermain.

Bunga2 juga begitu mekar dan pohon2 tumbuh tanpa ada cacat. Saya berpikir,”Wow. Sangat damai disini. Saya ingin tinggal disini.”

Pertanyaan: Apa yang terjadi dengan orang2 yang tersisa?
Sa-rang: saya melihat orang2 yang tidak terhitung jumlahnya seperti pasir berdiri di depan tahta Tuhan.

Setelah saya melihat tsb, saya tahu itu adalah “Tahta Penghakiman Tuhan”. Saya melihat seorang malaikat berdiri di samping Tuhan. Tiba2 ada seorang malaikat membawa seseorang di depan Tahta Penghakiman.
  
Malaikat ini kemudian menyeret orang ini ke jurang neraka. Kemudian malaikat ini menyerahkan orang ini kepada malaikat yang ada di jurang. Setelah orang ini di serahkan kepada malaikat tsb, malaikat tersebut melemparkan orang tersebut ke dalam neraka.

Setelah itu, Tuhan mengusir orang2 yang tersisa pada saat yang sama. Mereka semua di lempar ke dalam neraka. Orang2 berteriak meminta belas kasihan dan menangis,”Tuhan, selamatkan saya, selamatkan saya.”

Tuhan berkata,”Waktunya sudah telat untuk bertobat

Pertanyaan: Apa yang anda lihat di neraka?
Sa-arang: Saya melihat lautan api yang mendidih di campur darah. Saya juga melihat asap naik ke langit2.

Langit2 sangat gelap dan mengerikan sehingga saya tidak bisa melihat ujungnya. Saya melihat makhluk2 bersayap beterbangan. Pemandangannya sangat menakutkan.

Makhluk2 bersayap ini mengutuki orang2 yang tersiksa tersebut dengan mengatakan,”Kamu tidak melakukan apa kecuali  melalukan dosa!” Orang2 tersebut menangis di lautan api dan berkata,”Selamatkan kami!”

Bagaimanapun juga, semakin kencang tangisan orang2 tersebut, penyiksaan-nya bertambah kuat. Makhluk2 bersayap tersbut menikam orang2 dengan pedang dan banyak cacing2 memakan merka. Saya sangat ketakutan, tetapi ketika saya melihat ke atas, saya melihat Kerajaan Surga dan saya tidak merasa takut lagi.

Saya merasa takut melihat neraka, tetapi ketika saya melihat Surga, saya di penuhi sukacita. Ketika saya melihat Surga lebih dekat, saya melihat malaikat2 Tuhan terbang di udara dan bernyanyi,”Pujilah Tuhan! Sembah Tuhan!”

Kemudian saya sadar, saya merasa seperti saya baru balik dari Surga dan Neraka. Setelah pengalaman spiritual ini, saya berpikir,”Saya akan pergi ke Surga betapa-pun harganya dan saya tidak mau pergi ke neraka.” Saya berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang akan di selamatkan di dunia. Karena saya hanya melihat 30 orang di dalam mobil Surga tersebut dan sisa orang di bumi akan di buang di neraka. Mungkin kurang dari 30 orang.

Di Lukas 17:25, pada hari Anak Manusia yaitu pada akhir zaman, hari tsb seperti jaman Nuh. Jumlah orang yang masuk ke bahtera Nuh hanya 8. Jadi hanya 8 orang yang di selamatkan pada hari Nuh. Jadi saya berpikir bahwa orang2 yang akan di selamatkan hanya sedikit.

[Tambahan penerjemah: Saya percaya bahwa maksud Sa-rang dengan 30 orang bukan berarti hanya 30 orang di seluruh dunia yang akan di selamatkan. Pada konteks pengelihatan Sa-rang, dia hanya melihat hanya 30 orang spy memberikan gambaran bahwa total jumlah orang yang di selamatkan akan lebih sedikit daripada total orang yang di hukum pada Hari Penghakiman]

Jadi dari sekarang, saya sangat bersikeras untuk selalu sadar dan pergi ke Surga dengan sekuat tenaga saya. Sekarang Tuhan berkata bahwa kedatanganNya sudah dekat. Bagaimanapun juga, tidak ada seorangpun yang tahu hari dan jamnya.

Maka dari itu, kita harus selalu sadar dan siap untuk bertemu dengan Tuhan. Karena bagi mereka yang tidak siap, mereka tidak akan pergi ke Surga.


Tuhan, terima kasih untuk pengalaman yang sangat berharga. Aku mencintaiMu.


Sumber : www[dot]surganeraka[dot]com

Kamis, 25 Juli 2013

EV. Drg. YUSAK TJIPTO PURNOMO "DIBAWA KESURGA"

Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo
Adalah seorang penginjil yang memiliki hubungan karib dengan Tuhan Yesus. Dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi umat-Nya
Suatu saat saya ikut dalam satu kebaktian di Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading Semarang, ketika itu Pdt. Tan Hok Tjoan mengatakan, "Jika saudara percaya kepada Yesus Kristus, maka Yesus menyediakan tempat di sorga bagi kita. Saudara dan saya akan masuk sorga." Mendengar kalimat itu saya tidak langsung mengaminkan: justru saya mempunyai rencana akan menanyai pendeta itu setelah khotbah, apakah dia pernah melihat sorga. Ini adalah sifat pemberontak saya waktu masih muda. Saya memang tidak mudah menerima isi khotbah. Tetapi Tuhan segera mengingatkan saya dengan mengatakan, "Anak nakal!”
Tuhan membela pendeta itu karena is hanya memberitakan isi Alkitab, jadi tidak melakukan kesalahan. Tetapi Tuhan segera memerintahkan saya, "Ikut Aku, sekarang juga."
Saya bertanya, "Ikut ke mana?"
"Katanya kamu mau melihat sorga?" tanya Tuhan.
"Saya hanya bertanya apakah pendeta itu sudah melihat sorga. Bukan saya yang ingin melihat." Tuhan tidak menjawab lagi tetapi langsung membawa saya. Saya tahu betul tubuh saya tertinggal di kursi gereja itu dan hanya roh serta jiwa (pikiran) saya yang dibawa. Dalam waktu singkat saya dibawa ke Firdaus. Luar biasa, terangnya jauh lebih terang dibandingkan matahari, beberapa ratus kali tetapi tidak silau dan tidak panas, bahkan terasa sejuk melebihi sejuknya mesin pendingin. Menurut Tuhan, itu adalah terang dari diri-Nya sendiri, karena damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak seperti damai sejahtera yang bisa diberikan orang lain (di dunia).

Rumput di Taman Firdaus itu pun sangat mengagumkan, seperti karpet tebal. Bila diinjak ambles namun setelah itu pulih kembali' dan mereka pun kemudian bersorak "lialeluya." Jadi dimana-mana semua memuji Tuhan. Tidaklah heran jika Tuhan mengatakan, "Mengucaplah syukur dalam segala perkara." Sebab jika Anda sedang diinjak, itu menunjukkan Anda sedang diproses.
Nah, bagaimana sampai saya mengetahui bahwa jiwa saya ikut Tuhan diajak jalan-jalan melihat sorga? Karena Alkitab berkata, "Apa yang kamu ikat di bumi akan terikat di sorga." Sedangkan saya tidak mempertahankan apa pun.
Anehnya ketika di sorga pun sifat mata keranjang saya tetap masih muncul. Ketika berjalan-jalan dengan Yesus di taman itu, Tuhan pun mengetahui jika saya ingin tahu seberapa cantikkah wajah malaikat di sorga karena kabarnya malaikat itu cantik-cantik.
Tuhan pun segera mengetahui hal itu dan hanya mengatakan, "Di sini tidak ada dosa."
Saya pun masih bertanya lagi kepada Tuhan, "Saya berdosa apa Tuhan?"
Tuhan menjawab, "Apa yang kamu cari-cari tadi?"
Anda tahu bahwa baru memikirkan hal semacam itu saja sudah merupakan dosa. Anda yang masih mudamuda, sadarilah bahwa Anda memiliki banyak pikiran dan banyak ikatan.
Setelah itu Tuhan menanyakan, "Kamu lihat, apakah semua yang tertulis di dalam Alkitab sama dengan kenyataan di sini? Sekarang kembalilah ke dunia dan saksikan apa yang telah kamu lihat. Jika mereka yang masih di bumi tidak percaya, mere kalah yang akan rugi sendiri, namun Aku tidak akan menuntut kamu. Karena kamu sudah lihat sendiri dengan pikiran, jiwa dan rohmu."
Lalu saya disuruh pulang kembali ke dunia, saya tidak mau. Saya sudah merasakan enaknya di sorga, jadi saya segan pulang kembali.
Tuhan mengingatkan, "Tubuhmu masih di gereja. "
"Biar," jawab saya. Tetapi Tuhan tetap meminta saya untuk kembali lagi ke dunia. Setengah jam saya diajak Tuhan berjalan-jalan di sorga. Tuhan meminta saya untuk menyaksikannya kepada orang-orang. Jika Tuhan memilih hamba-hamba-Nya, biarpun saya dikandung oleh ibu saya yang belum Kristen; biarpun saya waktu itu dibuang; biarpun saya cacat; tetapi bila Tuhan mau maka la memilih sejak permulaan dan saya disuruh mengalami segala perkara. Makanya Anda tidak perlu melihat keadaanmu sekarang, Anda tidak perlu pusing. itu jangan dijadikan m s4lah karena Allah sanggup mengubah kutuk menjadi berkat.
Saya pernah ditunjukkan oleh Tuhan seorang konglomerat yang baru bertobat, waktu itu ada sebuah kelas dan saya disuruh mengajar. Saya kaget dan bertanya kepada Tuhan, mengapa konglomerat itu menjadi anak kecil di sorga? Tuhan menjawab, karena ia baru saja bertobat, sekalipun usianya sudah 60 tahun lebih. Jadi sekalipun Anda sudah opa dan oma tetapi jika tidak dewasa rohani maka nanti di sorga Anda akan menjadi anak kecil. Sebaliknya cucu Anda bila di dunia tingkat rohaninya lebih dewasa maka nanti di sorga ia akan menjadi lebih besar. Yang diukur Tuhan bukan usia Anda, tetapi tingkat kerohanian Anda. Yang diukur Tuhan bukanlah berapa tahun Anda menjadi orang Kristen, tetapi Anda berbuah atau tidak. Yang dituntut oleh Tuhan adalah buah-buah roh.
Tuhan tidak akan menanyakan kepada Anda, sudah memenangkan berapa jiwa. Tetapi Anda sudah berbuah atau tidak. Anda tahu bahwa rnendapatkan jiwa yang mau bertobat adalah anugerah.

Saya melakukan penginjilan ke kalimatan
Ketika saya menginjil ke Kalimantan, ada seorang ibu yang sudah anak Tuhan, tetapi suaminya belum mengenal Yesus. Sampai akhirnya ibu ini berdoa meminta Tuhan untuk membawa suaminya menunjukkan keadaan sorga agar dia bertobat. Benar juga, suatu sore, roh suami itu dibawa ke sorga dan ditunjukkan banyak hal tentang sorga
Orang ini merasa kagum dengan keadaan sorga. Semua orang di sorga ternyata mengenal istri dan keluarganya tetapi ternyata tidak mengenal dia, karena dia belum anak Tuhan. Jadi bila Anda masuk ke sorga kelak, semua orang di sana akan mengenal nama Anda dan mereka semua akan beramai-ramai menyambut Anda kelak. Makanya di Alkitab dituliskan, satu orang bertobat, seluruh isi Kerajaan Sorga bersorak-sorai. Dan Anda akan langsung masuk ke tingkat di mana Anda ditempatkan.

Surga dibagi beberapa tingkat
Sorga tingkat pertama tidak ada apa-apanya. Adanya rumah besar tanpa kamar yang dihuni banyak orang. Namun ternyata banyak hamba Tuhan berada di tempat itu, karena para hamba Tuhan umumnya sudah mencuri kemuliaan Tuhan. Juga bila Anda masuk di sorga tingkat dua, semua orang juga akan menyambut Anda.
Bila Anda berada di sorga tingkat pertama, misalnya, dan Anda mau bertemu Rasul Petrus (yang langsung Anda kenali tanpa harus dikenalkan), Anda pun bisa melakukannya.
Saya juga menyuruh istri saya untuk meminta kepada Tuhan agar ditunjukkan keadaan sorga. Ini terjadi ketika istri saya hampir meninggal. la juga dibawa ke sorga dan bertemu rasul Petrus, rasul Yohanes dan kemudian bertemu Yesus. Istri saya mengatakan, ia masih ingat saya, karena saya masih menunggu dia. Kemudian Tuhan berkata, "Ingat, kamu boleh pulang namun kamu jangan kehilangan jiwamu." la balik lagi ke dunia.
Kelak jika Anda berada di tingkat pertama dan mungkin anak Anda berada di tingkat tiga, kalian saling mengetahui, namun kalian tidak bisa langsung berternu. Bila Anda mau saling kunjung, Anda bisa melakukannya. Bila Anda dari tingkat lebih rendah mau ke sorga tingkat lebih tinggi, maka Anda akan secara otomatis diberi kerudung karena sorga tingkat lebih tinggi lebih mulia keadaannya. Anda bisa tidak tahan bila naik ke tingkat sorga yang lebih tinggi.
Hal ini dibuktikan oleh seseorang yang berada di alam maut, dan ia memprotes, katanya, "Tuhan, kalau Engkau adil, suruhlah saya ke sorga. Mengapa aku Engkau taruh di tempat yang gelap begini terus?"
Tuhan menyuruh malaikatnya untuk membawa orang itu ke sorga supaya mengetahui bahwa Yesus mengasihi dia. `Aku membalas dia. Dan ia Aku tempatkan sesuai dengan perbuatannya. Tempat itu yang paling cocok bagi dia."
Malaikat itu berkata, "Kamu teriak-teriak terus, sekarang kamu dipanggil untuk dibawa ke sorga." Orang ini merasa mendapatkan jawaban dan keadilan. Ternyata orang itu tidak tahan dengan silaunya cahaya di sorga. Tambah masuk ke dalam ia bertambah tidak tahan. Barulah orang itu merasa adil dengan ditempatkan di alam maut, karena ketika di sorga seluruh dosa-dosanya menjadi tontonan banyak orang.
Setiap bagian tubuh kita yang sering digunakan untuk berbuat dosa, masing-masing menunjukkan filenya. la merasakan semuanya ditelanjangi, maka ia akhirnya memuji Tuhan karena adil. Karena bila ia ditempatkan di sorga dan setiap saat melihat dosa-dosa yang pernah dilakukannya, maka itu merupakan penderitaan hebat bagi dia. la kemudian meminta Tuhan untuk mengembalikan dia ke tempat yang paling gelap supaya dosa-dosanya tak terlihat.
Benar, bahwa sorga memang ada dan saya sudah melihat dan mengalaminya serta bertemu sendiri dengan banyak orang di sana. Dan saya tidak hanya sekali di bawa ke sorga namun berkali-kali.
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepada-mu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyedia-kan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:1-3)
Anda tabu bahwa di sorga banyak tempat dan tidak terbatas. Jika di tingkat pertama sorga, terdapat rumah yang berukuran besar maka di tingkat yang lebih tinggi mulai terdapat rumah-rumah untuk individu. Semakin tinggi tingkat di sorga, maka perlengkapannya bertambah luar biasa. Suatu saat istri saya diajak Tuhan melihat sorga tiga kali melihat rumahnya. Waktu itu saya berkata, "Kamu ini kan sudah hampir pulang ke sorga, coba kamu minta kepada Tuhan untuk menunjukkan rumahmu."

Rumah di Surga
Istri saya bertanya apakah boleh menanyakan hal seperti itu. Saya jawab boleh. Benar juga, akhirnya ia dibawa. Ketika pertama kali dibawa ke sorga oleh Tuhan, ia malah belum tahu jika yang ditunjukkan adalah rumahnya. Taman di rumah itu besar sekali, di dalamnya terdapat aneka tanaman bunga dan buah. Dan itu sesuai dengan kesukaannya akan bunga dan buah. Dia memang tidak mempedulikan akan rumah besar atau tidak, yang panting mempunyai kebun bunga dan buah.
Di taman depan calon rumah istri saya di sorga kaiak terdapat taman bunga dan buah yang sangat teratur. Semua jenis buah yang paling enak di dunia ada di taman itu. Ini cocok dengan apa yang sudah dituliskan di dalam Alkitab. Tuhan juga menanyakan kepada istri saya, "Cocok tidak dengan apa yang sudah Aku firmankan?"
"Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumf membawa kekayaan mereka kepadanya; dan pinto-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada slang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya" (Wahyu 21:24-26)
Nanti di sorga segalanya tersedia dengan komplit dan bisa dinikmati semua tanpa akan kehabisan dan kekurangan. Dan jika Anda tahu, rasa buah di sorga sungguh luar biasa dan tidak dijumpai di dunia. Harumnya juga luar biasa. Yang ada di sorga bahkan jauh lebih enak dan lebih harum dari segala yang paling enak di dunia. Dan begitu buah itu dipetik langsung muncul lagi yang baru. Segalanya serba kekal di sorga mulia itu.
Namun di sorga jangan mencari orang berpakaian aneh-aneh atau warna-warni seperti di dunia, yang ada semuanya mengenakan pakaian kemuliaan dari Allah. Kondisinya sama seperti ketika Adam dan Hawa baru diciptakan oleh Tuhan, mereka juga berpakaian kemuliaan dan tidak terlihat telanjang. Ketika di sorga, istri saya juga diajak ke tempat pujian. Orang yang di dunia suka memuji Tuhan, nanti di sorga juga akan terus memuji Tuhan. Kata istri saya, di sorga ada tempat yang sangat besar untuk memuji Tuhan. Dan tempat besar itu terbagi-bagi untuk penghuni sorga sesuai tingkatan keberadaan mereka.
Ketika ia melihat rumahnya, ia merasakan keanehan karena melihat bunga-bunga di kebun calon rumahnya kelak belum pada mekar. Ternyata bunga-bunga itu baru mekar bila istri saya sudah pulang ke sorga. Bunga-bunga itu akan menyambutnya dengan suka cita. Dan dia di sorga tidak akan kesepian, karena ingin bertemu tetangga bisa langsung berjumpa, ingin memuji langsung saja masuk tempat pemujian. Sungguh enak, tidak perlu sulitsulit berada di sorga.

Yang boleh masuk ke surga
Maka dari itu, Tuhan Yesus berkata di sorga tersedia banyak tempat namun yang boleh masuk ke sana hanyalah mereka yang sudah tercatat di dalam Kitab Kehidupan.
"Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu."(Wahyu 20:15)
Nah, sekarang jika Anda ditanya oleh orang lain, bagaimana dengan pengikut agama lain? Mereka di mana? Anda jangan langsung menghakimi bahwa mereka masuk neraka. Itu tidak boleh Anda lakukan. Yang menetapkan adalah Tuhan. Kita hanya bisa berbicara perkara sorga, tetapi sorga adalah milik Yesus.
Saya pernah ditanya oleh orang dari golongan lain, apakah yang masuk sorga hanya saya. Saya jawab tidak. Namun saya jelaskan bahwa kita masuk ke sorga milik Yesus. Lalu bagaimana dengan kami yang beragama lain, tanya mereka. Saya jawab itu akan sesuai dengan isi kitab suci mereka. Anda juga harus mengetahui bahwa kitab suci agama lain juga berasal dari nabi-nabi, sama seperti Kitab Taurat.
Akhirnya mereka bertanya, apakah mereka yang bukan Kristen bisa masuk sorga? Saya jawab bisa, mereka terkejut mendengar hal ini. Ketika mereka bertanya bagaimana caranya, saya minta mereka untuk menggenapi isi kitab mereka. Mereka mengatakan sendiri mereka tidak akan bisa menggenapi isi kitab suci mereka, berarti mereka tak akan bisa masuk ke sorga mereka.
Demikian pula dengan orang Yahudi, mereka adalah pengikut Musa dengan Kitab Tauratnya. Dan bila disuruh menggenapi isi kitabnya, mereka juga mengatakan tidak bisa. Tuhan memang adil. Bangsa Yahudi pun, sebagai bangsa pilihan juga diberi Taurat. Orang Cina diberi Kitab Khonghucu, Budha Kitab Weda dan Hindu Tripitaka sedang Islam Alquran. Orang Jawa pun diberi Jayabaya. Orang Jawa pun mengetahui bahwa jalan menuju ke sorga bagaikan melewati titian rambut yang dibelah tujuh. Jalanilah itu, kalau anda bisa tentu saja Anda selamat.
Sekarang jika Anda orang Kristen, saya tanya apakah Anda mempunyai kitab. Anda pasti akan menjawab punya, dan namanya Kitab Kehidupan. Bila Anda saya minta untuk menggenapinya, bisakah Anda? Anda tahu, bahwa tidak seorang pun di dunia ini yang akan mampu menggenapi isi kitab tersebut.
Kemudian bila kita ditanya oleh orang non Kristen, kita mempunyai kitab suci, mereka juga mempunyainya dan kita tidak bisa menggenapinya lalu mereka mengatakan kita tak akan masuk sorga berarti sama dengan mereka. Tetapi saya menjawab persoalannya lain, karena bagi kita, Tuhan sudah menanggung segalanya. Dan di kitab suci mereka hal itu tidak ada, bahkan tidak ada tertulis sudah ada yang membayar segala dosa dan kesalahan mereka dengan lunas. Tuhan sendiri sudah mengatakan, "Akulah jalan kebenaran dan hidup."
Sementara kita yang tidak bisa menggenapi isi Alkitab harusnya dibuang karena kita hanya bisa berhutang kepada Tuhan dan tidak bisa masuk sorga. Tetapi Yesus mengatakan kepada Bapa di sorga, "Manusia di bumi tidak bisa membayarnya dan hanya Yesus, Anak Manusia, yang bisa melunasinya." Maka hutang kita sudah dibayar Yesus, dan kita masuk sorga. Ini yang membedakan kita dengan pengikut kitab suci lain.
Di sorga ada semua kitab suci dalam agama apa pun di bumi. Ini tertulis di dalam Wahyu 20:12.
"Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan keeil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibukajuga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitabkitab itu."
Jelas bahwa itu merupakan kitab-kitab semua agama di bumi. Kepada mereka akan ditanyakan apakah mereka sudah melaksanakan atau menggenapi semua isi kitab mereka, jika belum maka diminta memilih tempatnya sendiri-sendiri. Tetapi kepada Anda dan saya akan dibukakan sebuah kitab lain yakni Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati akan dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya, lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkan ke dalam lautan api. ini merupakan kematian kedua di lautan api dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya di dalam Kitab Kehidupan itu ia juga akan dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Apakah nama kita bisa terhapus dari Buku Kehidupan?
Sekarang Anda sudah percaya kepada Yesus atau belum, sudah tertulis di dalam Kitab Kehidupan atau belum? Jika sudah tertulis, bisa dihapus atau tidak? Bisa saja nama Anda terhapus. Makanya hati-hati. Jangan lalu Anda berkata Anda sudah dibaptis dan sudah kepenuhan Roh, tetapi Anda belum tentu masuk sorga bila Anda tidak menjadi pelaku firman.
Sebab tertulis di dalam Alkitab, jika Anda murtad maka akan dicoret dari Kitab Kehidupan. Makanya Anda setiap hari harus peka terhadap dosajika Anda peka dan menjadi suci maka Anda pun akan peka dengan Yesus. Maka Anda tidak perlu khawatir lagi, tenang saja, jalan bersama Yesus, membaca firman, lakukan hari demi hari dengan meminta tuntunan Roh Kudus maka Anda akan dituntun untuk melewati keberhasilan demi keberhasilan dan dari kemuliaan menuju kemuliaan. Tidak perlu takut apa pun dengan apa yang sedang Anda alami.

Saya mati, karena jantung saya berhenti
Kemudian tahun 1986, ketika saya pelayanan di Surabaya jantung saya kambuh lagi. Kali ini bukan kelumpuhan namun jantung saya seperti diserang lagi. Sepertinya saya hanya sempat bernafas tiga kali dan langsung mati. Saya tahu jika saya sudah mati karena saya sadar bahwa roh saya keluar dari tubuh saya. Kemudian roh saya berteriak kepada Tuhan, "Tuhan saya pulang." Langit langsung terbuka, cahaya sorga terang luar biasa.
Saya melihat Tuhan Yesus duduk di atas takhta, luar biasa agungnya. Mendengar saya berteriak mau pulang, Yesus hanya tersenyum, dan mengatakan, "Tugasmu belum selesai. Selesaikan dulu tugasmu, nanti pada waktunya Aku yang akan menjemput kamu sendiri."
Tuhan begitu sayang kepada saya. Saya sendiri tidak habis mengerti, sebab orang seperti saya ini tidak ada apa-apanya.
"Jatah yang Aku berikan kepadamu belum kamu genapi," kata Tuhan.
Saya mengatakan, "Jantung saya sudah berhenti." Pikir saya dengan keadaan seperti itu Tuhan akan mengabulkan saya untuk tetap pulang.
Ternyata Tuhan mengatakan, "Tidak masalah."
Tuhan kemudian mengirimkan sinar sebesar satu kelereng. Dan anehnya sinar tersebut dari sorga sampai di tubuh saya tetap saja besarnya satu kelereng. Kemudian saya dihidupkan lagi oleh Tuhan. Koh saya dimasukkan lagi ke tubuh saya.
Jadi sebenarnya mati di dalam Tuhan itu menyenangkan bahkan di dalam Alkitab sudah dituliskan, "Alangkah bahagianya kematian seorang anak Tuhan."
Suatu saat saya dibawa ke sorga karena istri saya. Ketika istri saya melihat calon rumahnya di sorga saya merasa iri hati. Semua saudara saya sudah diberi rumah, tetapi calon rumah saya mana? Saya merasa dianak tirikan oleh Tuhan. Tuhan justru menjawab bahwa saya tidak memiliki rumah.
"Lho, saya menginjil begini mengapa tidak Kau beri rumah?" tanya saya.
"Tidak," jawab Tuhan.
Saya menangis, tetapi saya tidak marah kepada Tuhan atau menuntut hak saya. Tuhan setelah itu hanya mengatakan, "Kamu mau tidak melihat istana-Ku?"
Namun sebelum sampai di istana milik Tuhan, saya melewati beberapa rumah besar yang bagus dan memiliki pekarangan yang luas. Bahkan ada jembatan penghubung yang besar dan lebarnya seukuran antar provinsi. Saya heran mengapa ada jembatan yang begitu besar. Tuhan mengatakan bahwa di sorga tidak ada batasan waktu dan ruang
Kemudian Tuhan bertanya lagi, "Yusak, bagaimana lebih enak siapa, yang membangun atau yang menghuni?"
Saya jawab, "Tentu saja enak yang menghuni karena yang membangun belum tentu akan menghuni."
Ternyata kemudian Tuhan mengatakan bahwa saya tidak akan memiliki rumah sendiri di sorga tetapi saya akan tinggal bersama Yesus di istana-Nya. Karena dikatakan oleh Tuhan, selama saya di dunia ini selalu mengatakan saya adalah hamba-Nya, bagaikan seekor anjing. Maka saya akan selalu tinggal bersama Tuan. Jadi kamu akan tinggal bersama dengan Aku."
Sekarang saya bertanya, apakah ada anjing di sorga kelak? Jawabnya ada. Jadi bila Anda di dunia ini menyayangi anjing atau binatang lain, maka di sorga Anda bisa memilikinya. Tuhan menyediakan yang terbaik bagi kita semua. Sebab Tuhan Yesus sendiri sudah mengatakan, jika kita direndahkan maka kita akan ditinggikan.
Kemudian saya mengatakan kepada Tuhan, bila apa yang saya lihat itu memang benar maka saya meminta konfirmasi agar Tuhan juga menyatakan kepada hamba Tuhan yang lain bahwa saya kelak akan tinggal bersama dengan Tuhan. Benar juga, suatu ketika saya berjumpa dengan seorang hamba Tuhan. Ia mengatakan bahwa saya adalah hamba yang disayang Tuhan. Ia mengatakan bahwa saya kelak akan tinggal bersama dengan Tuhan. Penglihatan itu diberikan ketika hamba Tuhan itu diberi kesempatan mengunjungi sorga dan di sana ia melihat saya tinggal bersama Yesus di istana-Nya.
Kemudian saya bertanya, "Mengapa Tuhan memilih orang seperti saya yang modelnya seperti ini?"
"Kamu tahu, memang tidak ada yang baik di dalam dirimu, kamu tidak lebih dari seekor anjing. Kenajisan dan kekotoranmu luar biasa. Tetapi hanya ada satu yang baik di dalam dirimu, kamu setia seperti seekor anjing. Itulah kelebihanmu, kamu setia terhadap Aku. Itulah sebabnya Aku sayang pada kamu, Aku ambil kamu karena kamu setia."

Setiap kita memiliki kelebihan
Setiap Anda mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Tidak perlu khawatir, Tuhan akan memakai kelebihan Anda untuk rencana-Nya supaya kemUliaan-Nya dinyatakan dalam kehidupan Anda dan saya. Anda dan saya adalah bagian dari tubuh Kristus. Anda dapat memuliakan nama Tuhan karena Anda menggenapkan rencana Allah. Tidak perlu takut karena nama Anda sudah tercantum di dalam Kerajaan Sorga, tetapi genapi!  Ada tiga tanda di bumi yakni darah, air dan roh. Anda harus dibaptis dengan air, Anda harus kepenuhan Roh dan Anda harus ditebus oleh darah Yesus. Tanpa itu, bagaimana Anda bisa ditebus? Yaitu dengan bertobat. Tanpa pertobatan tidaklah mungkin.
Sebab jika dulunya nama Anda belum tercantum, sudah tercantum. Jika Anda belum sempat bertobat, akan ada perhitungan sendiri kelak. Anda tidak boleh langsung masuk sorga kecuali orang yang ada di atas kayu salib, karena Tuhan berkata, "Hari ini engkau bersarna-sama dengan Aku." Pada waktu itu Tuhan masih ada di dalam dunia.
Anda memeriksa diri Anda sendiri masing-masing. Anda tidak perlu memandang Anda dari gereja mana, yang penting Anda mengetahui akan kebenaran itu. Jadi bila Anda sebenarnya sudah dijatah oleh Tuhan di sorga.
tingkat tiga, dan kemudian diberi tugas oleh Tuhan yang bisa Anda selesaikan, maka Tuhan akan dengan senang hati menaikkan Anda di tempat yang lebih tinggi. Namun jika Anda nanti sudah di sorga, Anda tidak akan bisa belajar dan kemudian naik tingkat. Di sorga segalanya sudah kekal, jika Anda sudah berada di tingkat tiga, tidak mungkin untuk bisa pindah ke tingkat lainnya. Jika Anda berkeinginan untuk naik tingkat, maka Anda harus membayar di dunia. Maka dari itu Anda harus berlomba untuk mencapai kedudukan di sorga.
Anda tidaklah rugi menjadi orang Kristen sebab apa yang dituliskan di dalam Alkitab adalah benar dan tentu terjadi, saya sudah menyaksikannya sendiri. Dan Tuhan sudah mengatakan sendiri kepada saya untuk memberitahukan apa yang sudah saya alami bisa pula dialami orang lain, supaya apa yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yoel, "Orang-orang tua akan bermimpi dan anakanak muda akan mendapatkan penglihatan." Apa yang sudah saya alami juga bisa Anda alami, supaya kernuliaan Tuhan menjadi nyata.

Jumat, 19 Juli 2013

BERDOA SAMPAI SESUATU TERJADI



Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya.

Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya ” Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri?
Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya.”

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

“Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?” pikirnya. “Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik.”

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

“Tuhan,” katanya ” Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?’”

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian,” Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu. “

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya….

Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.

- Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru…. lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)

- Ketika pekerjaanmu mulai menurun…. lakukan P.U.S.H.

- Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan…. lakukan P.U.S.H.

- Ketika uangmu seperti “lenyap” dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar…. lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
PUSH = Pray Until Something HAPPENS!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

TUHAN YESUS Memberkati.

Copas : salah satu group FB

Jumat, 12 Juli 2013

Nyaris kehilangan-Mu

Kesaksian kesembuhan Elia dari penyakit yang di deritanya.
Elia adalah anak tunggal dari pasangan Maxi Sigar dan Chenni Sigar. Tidak ada yang menyangka sebuah kecelakaan kecil membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan Elia. Hari itu, Kamis tanggal 5 April 2007 jam 11 siang, Elia yang sedang bercanda dengan temannya terjatuh di kamar. Awalnya Elia hanya bermaksud untuk pura-pura terjatuh tapi kemudian kakinya terpeleset. Kepalanya langsung membentur lantai. Benturan itu tidak dihiraukan oleh Elia karena sakit yang ia rasakan tidaklah parah. Elia tidak menyadari bahwa sebenarnya malapetaka sedang menanti. Kejadian itu pun tidak dilaporkannya kepada orang tuanya. Setelah kejadian itu, Elia masih sempat bermain basket dengan temannya.
  
Keseimbangan Tubuh Elia Mulai Terganggu
Keesokan harinya, Elia kembali bermain basket. "Saya tidak tahu bahwa sebenarnya Elia sedang tidak enak badan. Tapi memang lemparan bola dia out terus. Sewaktu Elia sedang berjalan mengambil bola, dia terjatuh. Tapi Elia tetap melanjutkan permainan. Kemudian saya melihat badan Elia muter dan ia langsung jatuh. Saya pikir tadinya bercanda, tapi ternyata tidak..." cerita William, teman bermain Elia. Elia pun pingsan. William langsung berteriak minta tolong. Kemudian Elia dibawa ke rumah temannya. Tidak berapa lama kemudian Elia mulai sadar kembali. Selama Elia tidak sadar, bicaranya sudah mulai ngaco. Elia juga sempat muntah di kamar mandi, tapi tanpa disadarinya ia muntah di bak mandi bukannya di lantai. Jalannya pun sudah miring. Teman-teman Elia kemudian mengantarkannya pulang ke rumah seperti tidak terjadi apa-apa. Pada hari Minggu, Elia tidur cukup lama dari jam 12 siang sampai jam 7 malam. Awalnya orang tua Elia mengira itu karena pengaruh obat tidur karena sebelumnya Elia memang minum obat. Pada saat itu Maxi sedang asyik membaca koran di kamar sedangkan Chenni sudah tertidur. Tiba-tiba terdengar suara hentakan yang keras, "bukkkk". Maxi langsung berteriak dan membangunkan Chenni. Mereka berdua langsung melihat keluar.

"Saya lihat Elia sudah jatuh terduduk di lantai, kepalanya di kursi. Keluar darah sedikit dari mulutnya bercampur busa. Saya melihatnya kejang seperti orang yang kedinginan, badannya gemetar. Saya bilang kenapa begini...." ujar Maxi.

Kepanikan langsung tergambar di wajah Maxi dan Chenni. Mereka langsung membopong Elia ke kamar. Mulut Elia kaku, ia tidak dapat berbicara. Matanya melihat ke atas, tangannya terus bergoyang. Kedua orang tua Elia tidak tahu penyakit apa yang telah menimpa Elia. Mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Elia. Maxi langsung mendoakan Elia, meminta pertolongan dari Tuhan. Elia sadar sepuluh menit tapi kemudian setengah jam berikutnya dia tidak sadarkan diri. Frekuensinya terus seperti itu sampai pagi. Dengan setia Maxi dan Chenni menemani Elia. Melihat kondisinya yang tidak membaik dan semakin kritis, pukul empat sore Elia dilarikan ke rumah sakit.

Penanganan Di Rumah Sakit
"Sampai di rumah sakit, Elia terus berteriak. Saya berseru di dalam hati, Tuhan tolong, dalam nama Tuhan Yesus, tidak ada yang mustahil," Chenni berkisah.

Awalnya dokter mendiagnosanya sebagai epilepsi tapi Maxi berkeras karena tidak ada keturunan epilepsi di keluarga mereka. Puji Tuhan, sebelum diberikan obat epilepsi, dokter akhirnya menyarankan supaya Elia di CT-Scan terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui telah terjadi pendarahan di kepala Elia, dari mata sampai belakang telinga. Dokter mencoba mencari tahu penyebab pendarahan di otak Elia. Maxi dan Chenni yang tidak mengetahui peristiwa yang dialami Elia beberapa hari sebelumnya tidak dapat memberikan informasi apapun, apakah Elia pernah jatuh, ditabrak, berkelahi dengan temannya dan lain-lain. Dokter pun menjelaskan bahwa kondisi yang dialami oleh Elia cukup parah. Elia harus segera dioperasi, kalau terlalu lama otaknya bisa tertekan dan Elia akan lumpuh total. Kalau sudah demikian halnya, Elia dipastikan akan cacat seumur hidupnya.

"Melihat keadaan pasien, dengan hasil CT-scan yang seperti ini, dimana pendarahan cukup besar dan pembengkakannya pun cukup besar, kalau didiamkan saja, luka itu akan semakin meluas. Akibatnya bisa fatal. Pasien bisa jatuh koma dan akhirnya meninggal," komentar Dr. Pudji Sugianto, Sp. S, dokter yang menangani Elia.

Antara Makan Buah Simalakama
Elia sendiri dari kecil memiliki kelainan darah. Dia memiliki pembeku darah yang lambat sehingga Elia harus segera diberi obat plasma darah. Karena kalau tidak segera diantisipasi, Elia akan terus mengeluarkan darah sedangkan Elia sendiri membutuhkan darah. Dokter mengharuskan Elia memakai obat plasma darah yang harganya 12 juta untuk sekali pakai, dan obat itu harus diberikan sebanyak lima kali. Uang untuk CT-Scan juga mahal, sedangkan kalau dioperasi pasti tidak bisa berharap Elia bisa normal lagi. Kalaupun sembuh dan pada akhirnya pasien mendekati idiot itu sebenarnya kondisi yang diperkirakan cukup bagus untuk kasus semacam Elia. Saat itu dokter spesialis bedah, semua dokter anestesi, hematologi dan semua orang yang berkepentingan dalam penanganan kasus Elia berkumpul dan menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Maxi dan Chenni bingung memikirkan biaya yang harus mereka keluarkan untuk pengobatan Elia.
"Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Elia hanya dengan operasi. Biaya yang diperlukan untuk operasi itu cukup besar. Sedangkan para dokter sendiri sudah mengatakan kalau malam ini tidak dioperasi, besok mereka sudah angkat tangan. Dari hasil CT-can, Elia sudah kritis, pendarahannya sudah sampai di otak, dan itu pun kata dokter, operasi pertama di sini, operasi kedua harus ke Singapur," Chenny bersaksi menceritakan kondisi yang mereka alami saat itu.

Para dokter meminta Maxi dan Chenni untuk segera mengambil keputusan karena hasil CT-Scan menunjukkan darah sudah menekan ke otak. "Dokter hanya memberikan waktu dua jam untuk saya mengambil keputusan, dari jam tujuh sampai jam sembilan malam. Kalau tidak operasi, menurut diagnosa dokter, besok bisa lumpuh total atau bahkan koma total. Saya bersama istri berembuk untuk menghubungi semua hamba Tuhan yang kita kenal untuk membantu mendoakan Elia. Karena saya tahu semakin banyak yang berdoa semakin bagus," ujar Maxi menambahkan kesaksiannya.

Taat Dan Melangkah Dengan Iman
Seorang hamba Tuhan yang datang dari Menado mengatakan Elia tidak usah dioperasi. Mertua Maxi-pun mengkonfirmasikan hal yang sama supaya Elia jangan dioperasi. Karena banyak dukungan dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, Maxi dan Chenni hanya bersandar dengan iman kepada Tuhan saja.
Konfirmasi dan dukungan yang mereka terima meyakinkan Maxi dan Chenni untuk membatalkan operasi yang disarankan para dokter. Keputusan ini pun membuat mereka harus menanda-tangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa rumah sakit tidak bertanggung-jawab akan kondisi Elia lagi.

Mukjizat Terjadi
Tiga hari kemudian Chenni merayakan ulang tahunnya di rumah sakit karena ia harus menemani Elia. "Saya mengatakan kepada Elia, hari ini mama ulang tahun. Kalau Elia dengar, coba Elia pegang kencang-kencang tangan mama," ujar Chenni.

Sekonyong-konyong tangan Elia mulai menggenggam tangan Chenni. Baik Chenni maupun Maxi begitu bersukacita karena hal itu menandakan Elia sudah mulai sadar. Kemudian dari sudut mata Elia yang masih setengah tertutup, keluar air mata. Elia berada di ICU selama 14 hari dan semakin hari perkembangannya semakin baik dan penuh kemajuan. Selama di ruang perawatan, Elia sempat bertanya kapan dia bisa berjalan lagi, tapi dokter mengatakan kalau hal itu hanya dapat Elia mimpikan. Suatu hal yang mustahil untuk Elia dapat berjalan kembali. Tapi Maxi dan Chenni terus berdoa dan pada akhirnya Maxi bermimpi kalau Elia dapat berjalan lagi dan mimpi itu digenapi oleh Tuhan. Dalam beberapa hari Elia bisa berjalan kembali dan memang Tuhan sungguh-sungguh menyatakan mujizat-Nya.

"Suatu bukti kalau Allah itu luar biasa. Kalau kita percaya sungguh-sungguh sama Tuhan, Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Kalau kita ada masalah, jangan lari kepada manusia. Kita pakai lutut, kita berdoa. Kalau Tuhan jawab, pasti itu akan terjadi. Tuhan sanggup...," ujar Maxi dengan sukacita menyaksikan kebesaran Tuhan dalam hidup Elia. Tidak hanya sampai di situ. Biaya cukup besar yang harus ditanggung Maxi dan Chenni secara ajaib Tuhan bukakan jalan. Mereka mendapatkan keringanan dari rumah sakit dan dapat menyelesaikan pembayarannya dengan cara mencicil. Tuhan selalu punya jalan keluar dan pertolongannya tidak pernah terlambat.

Kesembuhan Sempurna Dari Tuhan
Elia berada di ruang perawatan selama 17 hari dan tidak seperti pasien yang lain, Elia mengalami perkembangan kesehatan yang luar biasa. Benar-benar tidak ada keluhan sedikitpun.
Dari hasil pemeriksaan CT-Scan berikutnya, dokter menemukan perkembangan yang luar biasa dari otak Elia. Memang masih terlihat ada garis yang bengkok, tapi dokter sendiri heran karena kondisi Elia sepertinya fit dan tidak ada rasa sakit sedikitpun. Elia seperti orang yang benar-benar sehat.
"Setelah aku berpikir dari apa yang aku alami, aku yakin kalau Tuhan itu memang benar ada. Karena aku bisa sembuh itu bukan karena dokter. Aku percaya hanya Tuhan yang bisa membuat pendarahan di otakku hilang, apalagi tanpa perlu operasi pembersihan di otakku. Jadi aku percaya kalau Tuhan itu ada. Karena hanya DIA yang bisa menyembuhkanku. Tuhan Yesus itu memang dahsyat," Elia menutup kesaksian hidupnya dengan penuh ucapan syukur.


Copas : yesuskristus.com