Rabu, 09 Oktober 2013

MUJIZAT ITU NYATA


Mujizat itu Nyata: Kesaksian Bapak Steven Liem
MUJIZAT ITU NYATA 
Kesaksian oleh: Steven Liem 
 
Tahun 2012 adalah tahun yang penuh anugerah bagiku dan keluarga, khususnya pada tanggal 29 Juni 2012 kami dikaruniakan anak yang kedua, Nathanael Brandon Liem.
Brandon lahir sehat, hanya saja yang membuat kami sangat khawatir adalah terdapat benjolan di antara hidung dan mata sebelah kiri. Pada waktu USG 3 dimensi memang kami sudah melihat ada tanda hitam tersebut namun dokter USG menyatakan bahwa semuanya normal, mungkin memang hasil USG yang tidak begitu jelas pada area itu dan mungkin juga agar kami tidak terlalu khawatir. Benjolan yang berwarna biru keabu-abuan tersebut membuat Brandon tidak bisa membuka mata kirinya karena semakin hari semakin membengkak dan“belekan”.
 
Tanggal 4 Juli 2012, salah satu dokter mata di Jakarta yang kami datangi menyatakan bahwa kemungkinan yang terjadi adalah tumor pembuluh darah (hemangioma capillary) sehingga disarankan untuk CT-Scan terlebih dahulu. Dokter menginformasikan bahwa penyembuhannya tergantung dari perkembangan tumor tersebut, ada yang sembuh dengan suntikan (2 s/d 7 kali) dan ada yang terpaksa harus dioperasi untuk pengangkatan tumor. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana bayi yang belum genap 2 minggu sudah harus berhadapan dengan tindakan medis seperti CT-Scan, jarum suntik di mata yang pasti akan sangat sakit sekali terlebih lagi dengan istilah operasi.

Saya percaya sekali ada bimbingan dari Tuhan Yesus sehingga suami saya menemukan artikel kesaksian kesembuhan dari seorang hamba Tuhan yang mana anaknya juga mengalami hal yang hampir mirip dengan Brandon dan ini menguatkan keimanan kami bahwa Brandon pasti sembuh juga oleh kuasa-Nya, melalui kontak dengan hamba Tuhan tersebut akhirnya kami direkomendasikan untuk ke dokter mata yang pernah menangani anaknya. Tanggal 10 Juli 2012, kami berusaha mendapatkan tambahan pendapat dari dokter mata tersebut dan ternyata diagnosanya memang berbeda, bahwa yang dialami Brandon bukan hemangioma melainkan dakriosistitis (dacryocystocele) yaitu terdapat saluran antara mata dan hidung yang tidak terbentuk sempurna dan hanya ada satu penyembuhan yaitu melalui operasi. Kabar ini terlebih lagi membuat kami sekeluarga stress. Sebagaimana dokter sebelumnya, dokter ini juga menyarankan agar dilakukan CT-Scan dan untuk mencegah pembengkakan benjolan yang lebih parah, dokter memberikan salep serta obat tetes. Akhirnya kami pasrah dan mendaftarkan Brandon untuk di CT-Scan, yang akan dilakukan pada tanggal 12 Juli 2012. Inilah titik dimana aku benar-benar pasrah.

Setiap malam kami sekeluarga berkumpul berdoa kesembuhan bagi Brandon, dimulai dengan anak pertama kami Bryant (7 tahun) berdoa kepada Tuhan Yesus untuk kesembuhan adiknya dan menjauhkannya dari pisau operasi, kemudian doa diteruskan oleh suami. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh kakak-kakakku, kakak pertamaku seorang Kristen dan kakak keduaku seorang Katolik, kami melakukan doa bersama. Doa juga dilakukan di lingkungan tempat kakak pertama dan di lingkungan Gereja kakak kedua. Dalam doa kami percaya Tuhan akan menyembuhkan Brandon dan kami tolak pisau operasi.

Sejak hamil aku sering terbangun jam 3-an subuh. Lalu biasanya aku membaca Amsal dan Mazmur. Brandon senang dibacakan Alkitab sejak dalam kandungan. Jadi kalau dulu saat Brandon masih di perut, jam 3-an subuh dia sudah tendang-tendang perutku, maka aku tahu bahwa Brandon ingin dibacakan Amsal dan Mazmur. Di dalam doaku, aku menyerahkan anakku untuk dipakai Tuhan. Maka ketika Brandon lahir dengan benjolan itu, aku pasrah karena aku yakin Tuhan punya rencana yang hebat untuk anakku ini.

Kamis, 12 Juli 2012 jam 3.30 subuh, Tuhan Yesus sungguh menyatakan kuasanya.  Puji Tuhan, mukjizat sungguh nyata, benjolan itu hilang tanpa operasi dan Brandon juga tidak perlu untuk menjalani CT-Scan yang kami daftarkan sebelumnya. Mujizat terjadi dalam hidup Brandon, benjolan yang besar itu benar-benar hilang. Kami sangat bersukacita karena kasih Tuhan Yesus sungguh LUAR BIASA dalam hidup Brandon. Pagi itu aku memberitahu mamaku dan kakakku bahwa Brandon sembuh namun mereka berpikir aku berkhayal karena sedang stress.

Sabtu, 14 Juli 2012, kami kembali ke dokter mata. Dokter terheran-heran, dia belum pernah menemui kasus seperti ini. Dokter mengatakan bahwa benjolan tersebut sudah benar-benar bersih dan tidak menutupi saluran pernafasannya lagi, ini benar-benar mukjizat . Pasien yang ditangani dokter biasanya sembuh melalui operasi. Dia meminta foto-foto Brandon.

Aku bersyukur banyak yang berdoa untuk anakku. Kuasa doa memang tidak bisa dianggap sepele. Luar biasa cara Tuhan mendengar doa. Kesembuhan anakku menjadi hadiah terindah dalam hidupku di Ulang Tahunku tanggal 16 Juli 2012 ini.

Tuhan senang bila kita memuji Dia dengan bersekutu. Kami mengadakan doa bersama lagi bersama kakak-kakak dan orang tuaku untuk mengucap syukur atas kesembuhan Brandon. Harapan kami adalah supaya kami bisa berdoa bersama keluarga besar tiap bulan, karena sebelumnya belum pernah kami berdoa bersama antar denominasi. Kami sadar kami menyembah Tuhan yang sama, menyembah Tuhan dalam Roh dan Kebenaran. Aku merasakan kedamaian yang luar biasa saat bersekutu bersama keluarga.

Sungguh ikut Yesus Kristus itu luar biasa. Sekarang aku banyak belajar untuk lebih rendah hati lagi dan lebih mengasihi lagi, karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu mengasihi aku.

Terpujilah nama Tuhan Yesus untuk selama-lamanya. Amin

Shalom, Redaksi gbitanjungduren.com menerima email kesaksian dari BapakSteven Liem atas kesembuhan anaknya, Brandon yang punya masalah yang sama dengan Florentia, putri Bapak Gustav Galenius yang kesembuhannya disaksikan di dalam ruang Kesaksian ini. Segala pujian hanya bagi Tuhan Yesus!
copas : www.gbitanjungduren.com
Nathanael Brandon Liem pada tanggal 1 Juli 2012
Nathanael Brandon Liem pada tanggal 5 Juli 2012
Nathanael Brandon Liem pada tanggal 12 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar