Senin, 16 Desember 2013

PENGALAMANKU BERSAMA YESUS : MEMPELAI SURGA, SUAMI YANG PEDULI

Kesaksian Ibu Jeanne Muljono: "Pengalamanku bersama YESUS; Mempelai Surga, Suami yang Peduli"

March 26, 2011 at 1:58pm
Shallom,
 
Untuk bersaksi di depan jemaat, saya kurang mampu. Untuk saya tidak menyaksikan tentang kasih dan kehadiranNya yang begitu besar dalam hidup saya, saya merasa sangat berhutang dan tidak memuliakan PribadiNya. Perasaan hati saya ini yang mendorong saya untuk memberanikan diri menulis pengalaman saya dengan Yesus Mempelai Sorga dalam “Warta Gereja” hari ini.
 
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah hampir 2 tahun suami saya dipanggil pulang ke rumah Bapa di Sorga. Pada bulan-bulan pertama, tanpa didampingi suami tercinta, saya merasakan sangat kehilangan dan kesepian, membuat hidup ini terasa kosong dan tak berarti lagi, saya mulai berpikir bahwa tugas saya sebagai istri sudah selesai. Selama 48 th kami berdampingan saling melayani, tetapi kini… semua telah berlalu.
 
Saya mempunyai 5 orang anak dan semua sudah berumah tangga. Anak-anak/menantu/cucu semua baik dan sangat mengasihi saya. Untuk semua ini saya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan, hal ini merupakan berkat yang tak ternilai dan tak dapat diberi oleh dunia dan siapapun. Dengan kasih dan perhatian, mereka berusaha mengisi “tempat ayahnya” meskipun hanya mendengarkan suara mereka lewat telpon karena kesibukan mereka bekerja tak mungkin mereka sering-sering menengok saya dan saya sangat mengerti hal ini.
 
Tetapi bagi saya semua ini belum cukup sehingga saya terdorong untuk semakin mendekatkan diri kepada Yesus Mempelai Pria Sorga. Setiap malam saya datang merendahkan diri serta menyerahkan seluruh hidup saya kepadaNya lebih dari waktu-waktu yg lalu sampai saya memperoleh “Apa yang saya butuhkan”. Sungguh, hanya di dalam Yesus lewat penampilan FirmanNya, Roh dan KasihNya saya dapat terlepas dari rasa kosong dan kesepian yang saya alami saat-saat itu. Ternyata hanya Dia – Yesus Mempelai Sorga dapat mengisi tempat suami alm. – Puji Yesus Mempelai Sorga kita.
 
Jika perasaan “Sepi dan kehilangan” itu datang, Roh El Kudus mengingatkan saya pada lagu terakhir yang dinyanyikan pada saat pemakaman yaitu :
Ada Satu Sobatku yang setia.
Dia tak pernah tinggalkan diriku
 
Diwaktu aku susah, waktu ku sendirian, 
Dia slalu menemani diriku.
NamaNya Yesus ……2X
Nama Yesus yang menghibur hatiku
 
Saya sangat terhibur dan dikuatkan! Saya merasakan kehadiranNya begitu nyata saat itu. Sekalipun saya harus menitikkan air mata, itu merupakan air mata haru yang diganti dengan air mata kesukaan karena pernyataan kasihNya yang dapat saya rasakan.
 
Yang tak dapat saya sembunyikan di hadapanNya adalah “kekuatiran” untuk meneruskan kepercayaan Tuhan kepada suamiku sebagai “Seksi Sosial” yang sudah kami (suami istri) tangani selama ? 15 tahun lamanya. Saya mulai berpikir untuk mengundurkan diri. Saya merasa tidak mampu, tidak berdaya dan tidak layak tanpa didampingi suami, karena status saya bukan lagi sebagai istri tua-tua sidang, dan memang ada hal-hal yang saya kawatirkan dan yang tidak dapat saya ceritakan kepada siapapun, kecuali hanya kepada Tuhan yang Maha Tahu.
 
Dalam doa-doa saya, saya selalu berkata “Cukup sampai di sini ya Tuhan. Saya tidak didampingi suami yang selalu dapat mengerti dan mencukupkan apa yang saya butuhkan dalam pelayanan kepada janda-janda dan diaconia Johor/Lemah Putro. Hambamu mohon Engkau mengerti dan mau mengampuni ya Bapa”. Kekuatiran ini juga saya sampaikan kepada Bp/Ibu Gembala dengan maksud mohon bantuan doa dan memikirkan jalan keluarnya.
 
Yesus Mempelai Pria Sorga begitu baik, Dia sangat peduli, Dia tidak membiarkan saya bergumul sendiri. Dia segera menyatakan diriNya untuk menolong saya. Pada suatu malam yang sunyi, dalam kamar tidur saya seorang diri, saat itu saya sedang mengerjakan tugas saya untuk para janda-janda dan diaconia Johor/Lemah Putro, dengan hati yang khawatir dan kacau, tiba-tiba Roh Kudus menghibur saya dengan lemah lembut dan penuh kasih, berbicara dalam hati saya: “Apakah suamimu itu lebih dari Aku? Bukankah semua yang dia lakukan itu datangnya dari Aku?”. Saat itu saya benar-benar tersentak, saya segera menangis dengan hati yang hancur dan datang merendahkan diri di bawah kakiNya. Saya merasa malu dan sangat menyesal bahwa secara tidak sadar saya sudah merendahkan Dia dan menyakiti hatiNya karena saya kurang beriman kepadaNya.
 
Saya mohon ampun dan mengakui keku-rangan iman saya. Saat itu juga kasih Mempelai Surga dialirkan kepada saya, sehingga saya begitu diyakinkan oleh Roh Kudus bahwa saya sudah diampuni seperti FirmanNya dalam 1 Yohanes 1:9 berkata: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
 
Hati saya begitu dipenuhi dengan ‘damai sejahtera’ sehingga semua kekuatiran saya hilang lenyap dan diganti dengan sukacita Roh Kudus yang tidak terkatakan, bahwa saya boleh mengalami secara pribadi Yesus Mempelai Priaku hidup, Maha Tahu dan Peduli. Dia nyatakan perhatianNya dan oleh kemurahanNya Dia tetap mau memakai hidup saya untuk melanjutkan pelayanan suami alm dlm “Bidang Sosial”.
 
Sejak saat itu Yesus Mempelai Pria Sorga mendemonstrasikan kuat kuasaNya, kemam-puanNya dan kehebatanNya begitu spontan dan nyata sehingga “Bidang Sosial” diberkati dan dicukupi bahkan lebih dari cukup. Terpujilah Yesus – Mempelai Pria Sorga.
 
Pengalaman pribadi saya ini telah membangkitkan kembali iman dan kasih saya kepada Yesus mempelai Pria Sorga, Suami yang sempurna. Roh Kudus menggairahkan saya kembali untuk makin giat dalam pelayanan saya – Puji Tuhan.
 
Semoga kesaksian saya ini boleh menjadi berkat dan membangkitkan harapan baru bagi para ibu-ibu janda yang harus hidup seorang diri (tanpa suami). Ingatlah: Yesus Mempelai Pria Sorga, suami yang sempurna mengasihi dan sangat peduli kepada kita asal kita mau menempatkan Dia sebagai yang terutama dan marilah kita belajar menyerah dan mempercayakan diri sepenuh kepadaNya, hidup taat dan setia, mau diubah, dibentuk, disucikan oleh FirmanNya sesuai rencanaNya sampai kita dilayakkan menjadi MempelaiNya, Amin.
 
 
YESUS KRISTUS mengasihi Anda.. 
 

(Sumber: Ibu Jeanne Muljono - gkga-sby.org)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar