Minggu, 12 Januari 2014

JANJI DAN PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT


Tidak terasa sudah kurang lebih setahun yang lalu saya menulis kesaksian mengenai hidup saya, dan hm... saya sungguh-sungguh merasakan bahwa Tuhan itu luar biasa. Dia memimpin hidup saya dan selalu berjalan bersama saya selama ini.
Kesaksian saya pada waktu yang lalu dimana suami saya terkena PHK karena situasi ekonomi yang terpuruk khususnya di negara maju (saya dan suami sekarang berada di Australia), setelah tidak beberapa lama saya keguguran setelah lebih dari 10 tahun menikah :(. Rasanya dunia serasa runtuh dan hancur. Namun Tuhan terus membentuk hidup saya dan suami dan tidak pernah meninggalkan kami sedetik pun.
Kami bergumul untuk memenuhi kebutuhan setiap hari dengan bekerja apa saja. Pekerjaan kasar pun kami jalani. Padahal suami saya dulunya selalu mendapatkan kedudukan yang baik di perusahaan. Namun dia dan saya tak segan-segan melakukan pekerjaan seperti cleanner dan di kitchen.
Tuhan selalu berikan kami kekuatan dalam menjalaninya walau berat tapi kami terus merasa sukacita, hubungan kami berdua semakin erat, kami semakin mengerti dan sayang satu sama lain (karena hubungan pernikahan kami sempat terpuruk beberapa tahun yang lalu karena kesibukan kami masing-masing di Indonesia, tetapi Tuhan juga yang pulihkan), kami diberi kesehatan yang cukup baik, dan teman-teman yang selalu menguatkan melalui doa maupun dalam bentuk bantuan nyata. Karakter kami dibentuk, saya yang biasanya full stress, sekarang bisa lebih berserah dan santai. Karena buat apa stres toh, akhirnya kemampuan kita sebagai manusia pun terbatas (kami sudah bekerja keras dengan memasukan surat lamaran ke berbagai tempat namun belum ada hasilnya juga). Hanya saja kalau Tuhan belum selesai membentuk kita, maka hanya Dialah yang berkuasa menentukan segalanya.
Sampai akhirnya tepat setahun, Tuhan memberikan pekerjaan yang baik kepada suami saya. Kkami dapat bernafas lega. Namun ternyata belum selesai, Tuhan masih mau menguji kami. Pekerjaan itu hanya kontrak 1 tahun, namun ada kemungkinan diperpanjang atau dijadikan permanen apabila kinerja suami saya baik. Tapi setelah menjalani setahun bersama Tuhan, kami tidak merasa takut lagi, karena selama ini Tuhan sudah cukupkan dan kuatkan kami dengan luar biasa, maka saya yakin Tuhan tidak akan meninggalkan kami. Kami hanya bersandar dan berserah saja. Kami imani bahwa Tuhan pasti akan terus menjaga dan memelihara kami. Bahkan cicilan rumah kami pun bisa tercukupi secara ajaib selama ini.
Suami saya terus menjalani pekerjaan dengan tekun, dan puji Tuhan baru 5 bulan dia bekerja di perusahaan tersebut, pihak perusahaan sudah memanggilnya dan menanyakan apakah dia mau menjadi karyawan tetap. Tentu saja itu yang kami tunggu-tunggu, dengan menjadi karyawan tetap kami tidak perlu khawatir lagi akan apa yang harus dikerjakan di tahun depan apabila kontrak tersebut tidak diperpanjang. Dan gajinya pun ditambahkan. Sungguh kami benar-benar tidak mengerti rencana Tuhan, karena rencana-Nya terlalu indah bagi kami.
Kadang kita terlalu khawatir akan hidup kita, namun percayalah bahwa Tuhan pasti akan berikan pertolongan tepat pada waktunya. Tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat. Semua ada waktunya dan waktu Tuhan adalah yang terbak bagi anak-Nya. Bapa kita tidak akan memberi ular beracun bagi anak-Nya yang minta roti, asalkan kita sungguh-sungguh berserah dan percaya kepada-Nya.
Kini kami tetap berharap untuk keturunan (anak) yang belum juga Tuhan berikan. Namun kami percaya kalau Dia mau berikan maka Tuhan akan berikan semua tepat pada waktu-Nya. Kalau pun belum kami yakin itu yang sudah Tuhan tetapkan terbaik buat kami. Amin.

Copas : www.glorianet.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar