Selasa, 25 Februari 2014

Demi 500 Ribu, Temanku Tega Jual Aku

Sejak Zico masih kecil, kedua orangtuanya sudah berpisah. Ibunya harus banting tulang berjualan kue untuk menghidupi dia dan adik-adiknya. Tak jarang ibunya menjadi stress dan depresi, akibatnya sang ibu sering melampiaskan kekesalannya itu pada anak-anaknya.

Suatu ketika ibu mendapati Zico sedang bertengkar dengan adiknya. Ibunya yang masih lelah sehabis pulang berjualan kue pun gelap mata. Ibu mengambil seutas tali dan mengikat Zico serta adik-adiknya di kursi, tidak hanya itu saja, ibu mengambil sebilah pisau dan hendak membunuh anak-anaknya itu.

Tangisan keempat anaknya tidak menyadarkan sang ibu, beruntung saat hendak melancarkan aksinya seorang tetangga masuk dan menghentikan perbuatan nekat ibu.

Merasa tidak mendapat kasih sayang dari orangtuanya, Zico pun mulai turun ke jalan dan bergaul dengan anak jalanan. Di lingkungan barunya ini, Zico merasa diterima. Tak ayal, sekolahnya pun diabaikan, puncaknya adalah ketika dia dinyatakan tidak lulus SMP. Kejadian itu membuat ibunya lepas tangan dan meyerahkan Zico untuk diasuh ayahnya.

Awalnya Zico merasa sangat senang karena dia mengira akan mendapat kasih sayang yang selama ini tidak dirasakannya dari sang ibu. “Ternyata hal itu saya nggak dapet!”, ungkap Zico kecewa. “Saya merasa saya salah tempat lagi,” tambahnya.

Dalam asuhan sang ayah Zico tidak semakin baik. Dia enggan untuk ke sekolah karena takut ditegur karena belum membayar uang sekolah. Suatu ketika atas informasi temannya, Zico mendapati ibu tirinya sedang bermain judi. Zico pun marah karena akhirnya dia tahu mengapa uang sekolahnya sering tidak dibayar.

Terjadi percekcokan diantara mereka hingga kata-kata kasar pun tak terelakkan. Bahkan dari mulut ibu tirinya terlontar bahwa ayahnya pergi meninggalkan Zico dan keluarganya karena tidak menyayanginya. Hati Zico hancur, dia merasa tertolak dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke jalanan.

Zico merasa teman-temannya di jalanan sangat memperhatikannya. “Ngapain juga saya harus pulang ke rumah kalau keadaannya sama? Saya nggak perlu keluarga karena saya merasa mereka tidak ada yang peduli sama saya!” Zico merdalih.

Tidak tega melihat anaknya menjadi pengamen jalanan, ibu meminta Zico untuk kembali ke rumah. Di rumah ibunya, Zico tetap tidak merasa sejahtera, hampir setiap hari dia berdadu mulut dengan adiknya bahkan untuk hal-hal yang sepele seperti jatah makanan.

Ada seorang teman yang selalu menemani Zico untuk melakukan kenakalannya di jalanan. Zico sudah menganggap orang itu sebagai saudaranya sendiri. Namun tanpa pernah diduganya, teman ini memfitnahnya hingga Zico dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan bandar narkoba.

“Demi uang lima ratus ribu dia jual saya,” Zico kecewa. “Saya nggak ada pikiran kenapa dia kog bisa setega itu sama saya,” lanjur Zico lirih.

Pada saat di penjara, teman-teman yang selama ini selalu bersamanya tidak mengunjunginya. Lagi-lagi Zico merasa ditinggal dan dilupakan. “Nggak ada satu batang hidungnya pun yang nongol besuk saya,” ungkap Zico.

Zico tidak pernah membayangkan hal ini terjadi pada dirinya, tidak mendapat kasih sayang dari orangtuanya, kini teman-temannya pun meninggalkannya. Dia mulai bertanya-tanya pada Tuhan mengapa hal ini terjadi dalam hidupnya.

Saat Zico merasa hatinya hancur dan kehilangan harapan, ibunya datang membesuk. Dengan kasih ibunya mendengar semua keluhan Zico. Ibunya hanya meminta Zico untuk berdoa. “Mama saya hanya bilang begitu saya tidak memahaminya, saya tidak tahu maksudnya apa.”

Setelah delapan bulan mendekam di dalam penjara, Zico mulai mendapat pencerahan. Dalam suatu ibadah seorang pembawa firman berkata bahwa semua yang kita alami, semua itu adalah rancangan yang baik dari Tuhan. Hati Zico tergerak setelah mendengar pernyataan itu. Dia merasa ini adalah jawaban dari pertanyaannya selama ini.

“Saya mulai bisa berkata, terima kasih Tuhan,” ungkap Zico. “Sekalipun saya merasa dikecewakan oleh teman saya, saya di penjara, tapi saya percaya itu adalah rancangan Tuhan yang baik,” lanjutnya. Zico akhirnya mengerti maksud ibunya memintanya berdoa.

Zico mulai membuka diri untuk dipulihkan, dia bahkan mau menyerahkan seluruh hidupnya untuk Tuhan. Setelah tiga tahun, Zico pun dibebaskan. Begitu menghirup udara bebas, Zico pun segera mengambil sikap untuk mengampuni ayah dan teman-temannya.

“Memang berat, tapi dengan mengampuni saya bisa terbebas dan tidak lagi terikat,” jelas Zico. “Saya tidak lagi berpikir bahwa ada orang-orang yang menyakiti saya, saya tidak lagi dikecewakan karena saya percaya hidup saya tidak akan pulih kalau saya tidak mau memaafkan mereka,” lanjut Zico.

Perubahan besar terjadi dalam hidup Zico. Dia menjadi pribadi yang lebih sabar. Zico menjadi teladan bagi saudara-saudaranya. Keadaan di rumah pun menjadi damai. “Hanya dalam Yesus kita akan mendapat kedamaian yang sejati.” Ungkap Zico mengakhiri kesaksiannya.

Copas : http://www.jawaban.com

Senin, 24 Februari 2014

Aku Seorang Waria Sekaligus Pecandu Narkotika

Ini sisi lain dari seorang pria yang memiliki sisi gelap dan sebuah keinginan untuk mengubah jati dirinya.

“Ternyata bukan saya saja yang menderita kelainan seperti ini. Waktu saya sudah mulai kerja salon kan saya udah mulai pegang uang. Saya mulai bebas mengekspresikan diri saya. Saya banyak beli baju wanita, pengen tampil cantik gitu. Pake baju perempuan,” kata Anggie membuka kesaksiannya.

“Saya tidak pernah berpikir merasa salah waktu saya berdandan. Saya berpikir inilah saya, inilah jiwa saya. saya merasa bebas mengekspresikan diri saya karena jauh dari orang-orang yang mengenal saya. Setiap hari rasanya saya pengen keluar pake baju wanita. Rambut saya biarkan panjang,” tambahnya.

Mejeng di jalanan dan menggoda para lelaki, dengan cara inilah Anggie mengekspresikan kebebasan dalam dirinya. “Akhirnya saya jual diri. Saya godain orang lewat, tapi saya juga selektif. Saya tidak sembarangan orang yang saya mau. Kalau saya suka, dia mau bayar saya, kita jalan. Uang itu untuk pengganti uang lipstik lah”

Pesona Anggie dalam memikat lelaki sudah terbukti, namun ada yang berbeda saat dia menjalani hubungan dengan seorang pengusaha kaya. “Cowok ini termasuk kriteria saya. Di samping dia cakep, kaya, dia adalah seorang gay juga. Dia tidak suka saya kalau berdandan, oleh karenanya dia meminta saya untuk memotong rambut saya,”

“Akhirnya saya potong rambutlah. Kami pun pindah ke Bali. Cowok ini mengenalkan saya dengan klub malam. Cowok ini juga yang mengenalkan saya dengan minuman keras”.

Namun berjalan waktu, kisah cinta Anggie dengan pengusaha harus berakhir. Namun begitu, fakta tersebut tidak lantas mengubah kehidupannya. Malahan status sendiri yang ia miliki saat ini digunakan untuk berlaku semakin liar. Ia semakin ketagihan mengonsumsi berbagai jenis narkotika seperti ekstasi dan shabu-shabu.

Dengan barang-barang tersebut, Anggie dapat melupakan sejenak tentang kehidupannya.

Persoalan mulai timbul ketika Anggie tak memiliki uang lagi. Ia tak punya pegangan apa-apa lagi untuk memenuhi hasratnya menikmati barang-barang haram tersebut. Dengan sangat terpaksa, ia pun kembali lagi bekerja di salon. Akan tetapi, ternyata penghasilan yang ia dapatkan dari sana tak mencukupi.

Stres mulai melanda Anggie. Berulang kali ia pun mencoba bunuh diri, tetapi ada saja hal yang membatalkan niatnya tersebut. Sampai suatu waktu, seorang teman mengajaknya ke sebuah ibadah.

Disana, ia mendapatkan sebuah kedamaian yang selama ini dicari. Ketika firman Tuhan dibagikan, air matanya turun tanpa henti membasahi pipinya. Sebuah komitmen untuk berubah pun ia sampaikan kepada Tuhan.

Tidak sampai mengikuti kebaktian saja, Anggie bergabung dengan komunitas sel yang ada di gereja tersebut. Imannya kepada Tuhan kian hari kian kuat. 

Tantangan Kala Berubah

Walau sudah setia dalam ibadah dan berada di dalam komunitas sel, keinginan untuk mencobai narkotika dan menjalin kasih dengan pria tetap tidak hilang. Saat sedang sendiri, ia teringat romantika yang pernah ia bangun dengan sesama jenisnya.

Dengan penuh perjuangan dan bantuan dari teman-teman seiman, ia menolak segala cobaan tersebut. Pada akhirnya, ia berhasil melewati semua itu.

Bertemu Dengan Istri 

Tak pernah disangka di dalam kehidupan Anggie bahwa suatu hari nanti ia dapat menyukai seorang wanita. Namun, di saat ia sedang mengikuti sekolah di Shanghai, hatinya terpincut dengan seorang gadis yang bernama Marta.

Gayung bersambut. Wanita yang diincar Anggie ini bersedia menjalin hubungan dengannya.

Seperti yang telah diduga, berbagai tantangan mewarnai kehidupan percintaan kedua anak manusia ini, khususnya dari teman-teman dan kerabat Marta.

Marta yang sudah mengetahui masa lalu dari Anggie seperti tak menghiraukan perkataan dari teman-temannya. Ia tetap melangkah dengan keputusannya itu.

“Karena teman-teman saya mendengar dan melihat di sekeliling salon ya, mereka mengajurkan kepada saya agar lebih baik saya tidak menikah dengan seorang gay,” ujarnya.

Setelah cukup lama berpacaran, Anggie dan Marta melanjutkan hubungan mereka ke dalam tahap yang serius. Oleh anugerah Tuhan, mereka dipersatukan dalam pernikahan kudus.

Sekarang, Anggie dan Marta telah memiliki seorang putri yang cantik. Mereka kini telah hidup bahagia sebagai sebuah keluarga yang takut akan Tuhan.

Copas : Sumber Kesaksian: Anggie T, http://www.jawaban.com

Minggu, 23 Februari 2014

KESAKSIAN PERTOBATAN : YESUS MENGUBAH SEGALANYA



Saya dilahirkan di Pulau Samosir di keluarga Katolik. Meskipun orang tua saya bukanlah orang yang rajin beribadah tetapi mereka mengajarkan saya untuk rajin beribadah.  Sehingga sejak umur 4 tahun saya sudah ikut liturgy dan saya rajin ikut sekolah minggu.

Keluarga besar saya adalah Penyembah Berhala meskipun sudah beragama, mereka tetap meyakini kuasa gelap. Pada saat berumur 5 tahun keluargaku pindah ke Bagan Batu – Riau untuk mencoba kehidupan baru. Orang tua saya memulai usaha perkreditan barang. Dalam memulai usaha tersebut orang tua meminta batuan kepada “orang pintar” agar dagangan laris. Pada awalnya semuanya berjalan sangat baik tetapi setelah beberapa saat keadaan berbalik, bukan untung yang didapat malah bunting. Sehingga keadaan perekonomian keluarga saya sangat down. Bahkan tanah harta yang ada juga sampai terjual habis.

Entah karena apa, orang tua saya sangat gampang marah, jika saya melakukan kesalahan yang kecil saja, Ayah saya akan menghajar saya dengan kayu sampai seluruh tubuh saya penuh dengan bekas pukulan. Terkadang saya malu untuk berangkat sekolah karena bekas pukulan tersebut masih jelas terlihat dipaha, tangan dan wajah saya. Sehingga saya sangat benci dengan ayah bahkan saya berpikir pada masa itu, jika saya besar nanti saya akan bunuh ayah. Perasaan dendam dan benci dengan orang tua saya terus terniang di otak saya.

Akibat dari rasa dendam itu saya mulai merokok dan minum minuman keras pada saat saya masih berumur 10 tahun. Dan yang lebih parah lagi, saya sudah menonton film porno pada saat usia saya masih 9 tahun. Pergaulan yang tidak benar menambah nakalnya saya.

Tetapi Yesus sangat sayang kepada saya, sehingga pada saat saya berumur 12 tahun saya mengenal Yesus Kristus. Yesus Kristus yang saya kenal itu tidak langsung mengubah saya. Tetapi Dia membentuk saya perlahan. Pertama Dia melepaskan saya dari merokok, lalu minuman keras, lalu keterikatan Blue film. Tetapi untuk memaafkan orang tua sangat sulit bagi saya.   

Saya rindu diubahkan menjadi pribadi yang baru. Gembala saya menyampaikan dalam khotbahnya bahwa setiap orang harus dilahirkan kembali tidak hanya mengenal-Nya saja. Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak layak masuk Kerajaan Sorga.

Ketika saya masuk sekolah menengah atas, saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Raja dalam hidupku. Pada tanggal 13 Agustus 2000, saya di baptis selam. Beberapa bulan setelah saya dibaptis, saya mengikuti ibadah Pria Sejati. Dalam ibadah tersebut, topic utamanya adalah Pemulihan Hati Bapa. Dalam ibadah tersebut diberitahukan bahwa kita harus mempunyai hati Bapa yang rela mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita.

Mendengar hal tersebut hati saya berontak, tetapi pada saat tiba waktunya menyembah Tuhan. Saya tidak tahu entah mengapa, air mata saya terus mengalir tanpa henti…. Saya terus menangis…. Dalam penyembahan tersebut saya merasakan urapan Tuhan menyelimuti hatiku. Ada damai yang sungguh tak terceritakan, ada sukacita yang luar biasa, rasa benci dan dendam kepada ayah berubah menjadi rindu. Entah bagaimana caranya, pada saat itu saya dapat melepaskan pengampunan atas ayah saya. Saya minta ampun atas dosa yang perbuat selama ini kepada Tuhan dan saya melepaskan berkat atas ayahku.

Sejak saat itu, banyak perubahan yang terjadi bagi secara pribadi, bagi keluargaku dan bagi orang – orang yang ada disekitar kami. Ayah saya yang dahulunya adalah seorang pemarah, berubah menjadi lemah lembut. Keluarga kami yang dulunya percaya dengan Okultisme berubah menjadi keluarga yang mengandalkan Tuhan. Memang ajaib Tuhan Yesus. Pengenalan dan Penerimaan akan Yesus mengubahkan segalanya.  Haleluya…. Amin. ( Mangadar Christian Sihaloho,A.Md ) 

Diposkan 15th August 2012 oleh Mangadar Christian Sihaloho

copas : cmangadar.blogspot.com

KESAKSIAN KESEMBUHAN ELIA DARI PENYAKIT YANG DIDERITANYA


Elia adalah anak tunggal dari pasangan Maxi Sigar dan Chenni Sigar. Tidak ada yang menyangka sebuah kecelakaan kecil membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan Elia. Hari itu, Kamis tanggal 5 April 2007 jam 11 siang, Elia yang sedang bercanda dengan temannya terjatuh di kamar. Awalnya Elia hanya bermaksud untuk pura-pura terjatuh tapi kemudian kakinya terpeleset. Kepalanya langsung membentur lantai. Benturan itu tidak dihiraukan oleh Elia karena sakit yang ia rasakan tidaklah parah. Elia tidak menyadari bahwa sebenarnya malapetaka sedang menanti. Kejadian itu pun tidak dilaporkannya kepada orang tuanya. Setelah kejadian itu, Elia masih sempat bermain basket dengan temannya.

KESEIMBANGAN TUBUH ELIA MULAI TERGANGGU
Keesokan harinya, Elia kembali bermain basket. “Saya tidak tahu bahwa sebenarnya Elia sedang tidak enak badan. Tapi memang lemparan bola dia out terus. Sewaktu Elia sedang berjalan mengambil bola, dia terjatuh. Tapi Elia tetap melanjutkan permainan. Kemudian saya melihat badan Elia muter dan ia langsung jatuh. Saya pikir tadinya bercanda, tapi ternyata tidak…” cerita William, teman bermain Elia. Elia pun pingsan. William langsung berteriak minta tolong. Kemudian Elia dibawa ke rumah temannya.

Tidak berapa lama kemudian Elia mulai sadar kembali. Selama Elia tidak sadar, bicaranya sudah mulai ngaco. Elia juga sempat muntah di kamar mandi, tapi tanpa disadarinya ia muntah di bak mandi bukannya di lantai. Jalannya pun sudah miring. Teman-teman Elia kemudian mengantarkannya pulang ke rumah seperti tidak terjadi apa-apa.

Pada hari Minggu, Elia tidur cukup lama dari jam 12 siang sampai jam 7 malam. Awalnya orang tua Elia mengira itu karena pengaruh obat tidur karena sebelumnya Elia memang minum obat. Pada saat itu Maxi sedang asyik membaca koran di kamar sedangkan Chenni sudah tertidur. Tiba-tiba terdengar suara hentakan yang keras, “bukkkk”. Maxi langsung berteriak dan membangunkan Chenni. Mereka berdua langsung melihat keluar.

Saya lihat Elia sudah jatuh terduduk di lantai, kepalanya di kursi. Keluar darah sedikit dari mulutnya bercampur busa. Saya melihatnya kejang seperti orang yang kedinginan, badannya gemetar. Saya bilang kenapa begini….” ujar Maxi.

Kepanikan langsung tergambar di wajah Maxi dan Chenni. Mereka langsung membopong Elia ke kamar. Mulut Elia kaku, ia tidak dapat berbicara. Matanya melihat ke atas, tangannya terus bergoyang. Kedua orang tua Elia tidak tahu penyakit apa yang telah menimpa Elia. Mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Elia.

Maxi langsung mendoakan Elia, meminta pertolongan dari Tuhan. Elia sadar sepuluh menit tapi kemudian setengah jam berikutnya dia tidak sadarkan diri. Frekuensinya terus seperti itu sampai pagi. Dengan setia Maxi dan Chenni menemani Elia. Melihat kondisinya yang tidak membaik dan semakin kritis, pukul empat sore Elia dilarikan ke rumah sakit.

PENANGANAN DI RUMAH SAKIT
Sampai di rumah sakit, Elia terus berteriak. Saya berseru di dalam hati, Tuhan tolong, dalam nama Tuhan Yesus, tidak ada yang mustahil,” Chenni berkisah.

Awalnya dokter mendiagnosanya sebagai epilepsi tapi Maxi berkeras karena tidak ada keturunan epilepsi di keluarga mereka. Puji Tuhan, sebelum diberikan obat epilepsi, dokter akhirnya menyarankan supaya Elia di CT-Scan terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui telah terjadi pendarahan di kepala Elia, dari mata sampai belakang telinga.

Dokter mencoba mencari tahu penyebab pendarahan di otak Elia. Maxi dan Chenni yang tidak mengetahui peristiwa yang dialami Elia beberapa hari sebelumnya tidak dapat memberikan informasi apapun, apakah Elia pernah jatuh, ditabrak, berkelahi dengan temannya dan lain-lain.

Dokter pun menjelaskan bahwa kondisi yang dialami oleh Elia cukup parah. Elia harus segera dioperasi, kalau terlalu lama otaknya bisa tertekan dan Elia akan lumpuh total. Kalau sudah demikian halnya, Elia dipastikan akan cacat seumur hidupnya.

Melihat keadaan pasien, dengan hasil CT-scan yang seperti ini, dimana pendarahan cukup besar dan pembengkakannya pun cukup besar, kalau didiamkan saja, luka itu akan semakin meluas. Akibatnya bisa fatal. Pasien bisa jatuh koma dan akhirnya meninggal,” komentar Dr. Pudji Sugianto, Sp. S, dokter yang menangani Elia.

ANTARA MAKAN BUAH SIMALAKAMA
Elia sendiri dari kecil memiliki kelainan darah. Dia memiliki pembeku darah yang lambat sehingga Elia harus segera diberi obat plasma darah. Karena kalau tidak segera diantisipasi, Elia akan terus mengeluarkan darah sedangkan Elia sendiri membutuhkan darah. Dokter mengharuskan Elia memakai obat plasma darah yang harganya 12 juta untuk sekali pakai, dan obat itu harus diberikan sebanyak lima kali.

Uang untuk CT-Scan juga mahal, sedangkan kalau dioperasi pasti tidak bisa berharap Elia bisa normal lagi. Kalaupun sembuh dan pada akhirnya pasien mendekati idiot itu sebenarnya kondisi yang diperkirakan cukup bagus untuk kasus semacam Elia. Saat itu dokter spesialis bedah, semua dokter anestesi, hematologi dan semua orang yang berkepentingan dalam penanganan kasus Elia berkumpul dan menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi. Maxi dan Chenni bingung memikirkan biaya yang harus mereka keluarkan untuk pengobatan Elia.

Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Elia hanya dengan operasi. Biaya yang diperlukan untuk operasi itu cukup besar. Sedangkan para dokter sendiri sudah mengatakan kalau malam ini tidak dioperasi, besok mereka sudah angkat tangan. Dari hasil CT-can, Elia sudah kritis, pendarahannya sudah sampai di otak, dan itu pun kata dokter, operasi pertama di sini, operasi kedua harus ke Singapur,” Chenny bersaksi menceritakan kondisi yang mereka alami saat itu.

Para dokter meminta Maxi dan Chenni untuk segera mengambil keputusan karena hasil CT-Scan menunjukkan darah sudah menekan ke otak.

Dokter hanya memberikan waktu dua jam untuk saya mengambil keputusan, dari jam tujuh sampai jam sembilan malam. Kalau tidak operasi, menurut diagnosa dokter, besok bisa lumpuh total atau bahkan koma total. Saya bersama istri berembuk untuk menghubungi semua hamba Tuhan yang kita kenal untuk membantu mendoakan Elia. Karena saya tahu semakin banyak yang berdoa semakin bagus,” ujar Maxi menambahkan kesaksiannya.

TAAT DAN MELANGKAH DENGAN IMAN
Seorang hamba Tuhan yang datang dari Menado mengatakan Elia tidak usah dioperasi. Mertua Maxi-pun mengkonfirmasikan hal yang sama supaya Elia jangan dioperasi. Karena banyak dukungan dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, Maxi dan Chenni hanya bersandar dengan iman kepada Tuhan saja.
Konfirmasi dan dukungan yang mereka terima meyakinkan Maxi dan Chenni untuk membatalkan operasi yang disarankan para dokter. Keputusan ini pun membuat mereka harus menanda-tangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa rumah sakit tidak bertanggung-jawab akan kondisi Elia lagi.

MUKJIZAT TERJADI
Tiga hari kemudian Chenni merayakan ulang tahunnya di rumah sakit karena ia harus menemani Elia. “Saya mengatakan kepada Elia, hari ini mama ulang tahun. Kalau Elia dengar, coba Elia pegang kencang-kencang tangan mama,” ujar Chenni.

Sekonyong-konyong tangan Elia mulai menggenggam tangan Chenni. Baik Chenni maupun Maxi begitu bersukacita karena hal itu menandakan Elia sudah mulai sadar. Kemudian dari sudut mata Elia yang masih setengah tertutup, keluar air mata.

Elia berada di ICU selama 14 hari dan semakin hari perkembangannya semakin baik dan penuh kemajuan. Selama di ruang perawatan, Elia sempat bertanya kapan dia bisa berjalan lagi, tapi dokter mengatakan kalau hal itu hanya dapat Elia mimpikan. Suatu hal yang mustahil untuk Elia dapat berjalan kembali. Tapi Maxi dan Chenni terus berdoa dan pada akhirnya Maxi bermimpi kalau Elia dapat berjalan lagi dan mimpi itu digenapi oleh Tuhan. Dalam beberapa hari Elia bisa berjalan kembali dan memang Tuhan sungguh-sungguh menyatakan mujizat-Nya.

Suatu bukti kalau Allah itu luar biasa. Kalau kita percaya sungguh-sungguh sama Tuhan, Tuhan tidak pernah mengecewakan kita. Kalau kita ada masalah, jangan lari kepada manusia. Kita pakai lutut, kita berdoa. Kalau Tuhan jawab, pasti itu akan terjadi. Tuhan sanggup…,” ujar Maxi dengan sukacita menyaksikan kebesaran Tuhan dalam hidup Elia.

Tidak hanya sampai di situ. Biaya cukup besar yang harus ditanggung Maxi dan Chenni secara ajaib Tuhan bukakan jalan. Mereka mendapatkan keringanan dari rumah sakit dan dapat menyelesaikan pembayarannya dengan cara mencicil. Tuhan selalu punya jalan keluar dan pertolongannya tidak pernah terlambat.

KESEMBUHAN SEMPURNA DARI TUHAN
Elia berada di ruang perawatan selama 17 hari dan tidak seperti pasien yang lain, Elia mengalami perkembangan kesehatan yang luar biasa. Benar-benar tidak ada keluhan sedikitpun.

Dari hasil pemeriksaan CT-Scan berikutnya, dokter menemukan perkembangan yang luar biasa dari otak Elia. Memang masih terlihat ada garis yang bengkok, tapi dokter sendiri heran karena kondisi Elia sepertinya fit dan tidak ada rasa sakit sedikitpun. Elia seperti orang yang benar-benar sehat.

Setelah aku berpikir dari apa yang aku alami, aku yakin kalau Tuhan itu memang benar ada. Karena aku bisa sembuh itu bukan karena dokter. Aku percaya hanya Tuhan yang bisa membuat pendarahan di otakku hilang, apalagi tanpa perlu operasi pembersihan di otakku. Jadi aku percaya kalau Tuhan itu ada. Karena hanya DIA yang bisa menyembuhkanku. Tuhan Yesus itu memang dahsyat,” Elia menutup kesaksian hidupnya dengan penuh ucapan syukur.


(Kisah ini telah ditayangkan 10 September 2007 dalam acara Solusi di SCTV).

KESAKSIAN : IMAN dan PENGHARAPAN

Saya mencoba sharing pengalaman rohani yang saya alami dalam beberapa tahun. Pengalaman rohani ini berawal dari pernikahan kami pada tahun 2005, seperti kebanyakan pasangan yang baru menikah pasti memimpikan seorang anak. Dari sinilah awal dari perjalanan iman saya dan istri dibentuk langsung oleh Tuhan. Awal pernikahan kami tidak terjadi hal yang mengejutkan, sampai kira-kira 3 bulan setelah pernikahan kami, saya bermimpi dan dalam mimpi saya itu, saya sedang bermain dengans eorang anak. Awalnya mimpi saya ini saya anggap hanya biasa seperti mimpi-mimpi lainnya. Tetapi setelah beberapa bulan kemudian saya bermimpi lagi dan anak yang saya temui adalah anak laki-laki yang bermain bersama saya beberapa bulan yang lalu dan hal ini tidak pernah saya ceritakan dengan istri saya, sampai suatu saat setelah mimpi yang kesekian kali, saya seperti mendapat karunia bahwa anak itu adalah anak yang akan dikaruniakan Tuhan kepada kami. 


Hal ini saya ketahui setelah dalam satu bulan saya merasa Tuhan menunjukkan hal-hal yang menurut saya sangat menyentuh keimanan dan hati saya yang paling dalam. Dalam sebulan saya selalu mendapati bahwa Tuhan benar-benar berbicara kepada saya melalui renungan-renungan harian yang saya baca karena sehari 3 kali saya bersaat teduh dan firman Tuhan yang saya baca dan dengar di gereja saat ibadah hari minggu. Tuhan berbicara melalui pengalaman Abraham pada Kejadian 15,18 dan 21, tentang janji keturunan Abraham. Melalui pengalaman Hana pada 1 Samuel 1:1-28 dan melalui pengalaman Zakharia dan Elisabeth pada Lukas 1:5-80. Bagi beberapa orang hal ini terlihat mengada-ngada dan mustahil, karena hal ini saya ceritakan ke beberapa teman dan terlihat muka yang tidak percaya akan pengalaman saya,demikian juga istri saya tidak percaya akan hal itu, tetapi saya tetap meyakini hal ini dan terus menyimpan hal itu di dalam hati.

Sampai akhirnya ujian itu dimulai, saat saya dan istri memeriksa kesehatan untuk mengetahui apakah kami sehat secara medis melalui pemeriksaaan kesuburan dan pada pemeriksaan pertama kami dinyatakan baik dan sehat, tetapi pada pemeriksaan kedua ternyata istri saya mengalami yang namanya penyumbatan di saluran tuba palopi dan ini terjadi pada kedua saluran. Dan yang lebih menyakitkan lagi dokter mengatakan bahwa cara untuk memiliki anak hanya melalui bayi tabung. Mendengar itu istri saya hancur hatinya, saya mengetahui itu tetapi saya terus memberikan semangat padanya walau saya tahu mentalnya sangat terpukul. Dan mulai saat itu perlahan-lahan muncul masalah di rumah tangga kami, saya tahu hal itu berawal dari hasil pemeriksaan itu. Dan saat bertengkar itu, saya mengatakan pada istri saya, saya tidak pernah menuntut untuk punya anak, tetapi hanya satu yang saya tahu dan saya yakini kebenarannya bahwa Tuhan sudah menjanjikan anak dalam kehidupan kita dan saya yakin itu terjadi, tetapi kalau ditanya waktunya saya tidak bisa mengatakan dan istri saya terdiam mendengar kata-kata saya. 

Berangsur-angsur setelah kejadian itu keadaan mulai normal, sampai suatu waktu di saat kebaktian hari minggu di gereja Tuhan berbicara dan saya merasakan benar itu benar-benar Tuhan yang berbicara. Tuhan menyatakan bahwa segala sesuatunya sudah direncanakan dan sedang dipersiapkan, seperti saat Tuhan menciptakan langit bumi dan segala isinya. Saya terkejut dan terdiam serta memohon ampun pada Tuhan karena dalam beberapa hari sebelumnya saya alami bingung dan bimbang. Kemudian saya amini dan saya berkata, jadilah kehendakMu Tuhan seperti rencanaMu. Setelah kejadian itu Tuhan menuntun saya dan istri saya untuk selalu bersaat teduh,berdoa dan berpuasa. Dan perlahan-lahan saya melihat jalan yang ditunjukkan Tuhan kepada kami. 

Puncaknya adalah saat kebaktian malam natal tanggal 24 desember 2012 di gereja Gondokusuman di Yogyakarta, ketika tanpa sengaja kami bertemu seseorang tapi dalam hati saya, saya tahu bahwa ini adalah rancangan Tuhan. Kami bertemu dengan seorang wanita yang awalnya hanya bertanya tentang istri saya, kemudian lama-lama pembicaraan itu menyentuh tentang anak, nah dari sinilah saya lihat istri saya mulai terbuka perihal masalahmya kepada ibu itu. Dan yang sangat mengejutkan adalah ibu itu berkata: ibu adalah wanita kedua yang saya temui digereja ini, tahun kemarin saat yang sama saya menjumpai wanita yang punya masalah sama dengan ibu dan saya bilang ibu akan mempunyai keturunan pada tahun depan dan ternyata Tuhan benar mengaruniainya anak. Dan ibu percayalah bahwa tahun depan ibu akan mempunyai anak, istri saya mengamini hal itu dan saya juga mengucap syukur pada Tuhan mendengar hal itu.

Dan setelah 7 tahun masa penantian itu, pada tanggal 22 desember 2012 pkl 06.05 Tuhan mengaruniai kami seorang anak laki-laki, dan kami menamakannya Joel Yohanes Jonathan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan ibu itu bahwa tahun depan (2013) kami akan memiliki seorang anak. Joel sekarang tumbuh sehat dan aktif dan kami selalu mengucap syukur karena dia adalah anak yang dijanjikan Tuhan yang akan membawa kesenangan bagi lingkungan sekitarnya dan Tuhan telah mengaruniakannya kepada kami dan hal ini sesuai dengan namanya. Terima kasih yang Bapa, terima kasih ya Tuhan Yesus, penyertaanMu Nyata dalam hidup kami, amin

Dikirim oleh Bpk Rudi Waluyo ,Yogyakarta

copas : www.kristusyesus.com

Sabtu, 15 Februari 2014

TUHAN YESUS SANGAT LUAR BIASA

Kesaksian Shinta Supit "Tuhan Yesus sangat Luar Biasa"
25 Agustus 2012 pukul 9:14
Shinta Supit
Sahabat Alkitab saya punya kesaksian yg sangat luar biasa yg Tuhan kerjakan dalam pribadi saya.. 

Saya menikah bulan oktober 2001 dan saya tidak memiliki anak.. Dan pada bulan juni 2010 saya tidak begitu menyangka sy pergi ke dokter kandungan mau memeriksa perut saya yg agak membesar, dan tiba2 dokter yg memeriksa saya mengatakan dimulut rahim saya, ada penyakit mium (boboca).. Dan dokter mengtakan kepda saya, sebulan lagi setelah saya dtng bulan saya harus balik lagi ke dokter kandungan untuk diperiksa lebih lanjut, dan ternyata sudara2.. Setelah sebulan berjalan saya menunggu sebagaimana rutinya dtng bulan.. Kini terhambat. Dan saya membeli alat test. Dan saya memeriksa hasilnya ternyata saya positif hamil. Dan saya kembali kepada dr kandungan setelah diperiksa kembali bencolan yg dimulut rahim saya kini sudah jadi Jantung yg bergetar. Dan setiap bulan saya rutin harus ke dr kandungan untuk diperksa.. Dan Puji Tuhan luar biasa Tuhan yg kita sembah, setelah sembilan bulan saya mengandung.. Saya melahirkan secara sesar krn anak didlm kandungan saya sesar.. Menurut dokter kandungan sangat resiko buat saya untuk saya melahirkan biasa. Dan keputan keluarga saya. Saya harus melahirkan secara sesar, dan setelah sy dioprasi di rumah sakit budi mulia bitung anak saya sudah lahir sehat, anak perempuan yg cantik..dan saya mengalami pendarahan dan badan saya jadi bengka. Berat badan saya dari semula 55kg, dan berat badan saya naik sampai 85kg. Wajah saya sampai mata, mulut, dagu. Semuanya bengkak.. Dan saya tidak bisa kencing sedikitpun melalui pembuangan kateter. Ahirnya saya masuk ruang ACU satu malam dan suter mengtakan bahwa penyakit saya sangat parah dan jalannya saya akan meninggal. Dan malamnya saya dilarikan di rumah sakit prof Kandow malalayang. Dan saya ditangani oleh dr bagian Interna. (Penyakit dalam) dan dr kandungan yg telah menangani oprasi saya. Dan sudah berjaln 3 hari saya tidak bisa kencing akhirnya saya ditangani 24 dokter specialis.. Sya perksa penyakit dalam dari ginjal, jantung, foto dada saya. Kandungan dan periksa tempat air kencing saya. Semuanya bersih dan semua para dokter dokter heran saya tidak punya penyakit apa2..dan mereka mengtakan penyaakit saya begitu langka. Baru saya pasien yg mereka tau mengalami hal seperti itu, Dan ahirnya keputusan dokter saya harus cuci darah agar bengka badan saya bisa stabil lagi.. Dan sudah 2x saya cuci darah badan saya semakin bengkak.. Sy dibantu bedoa oleh hamba2 Tuhan dan orng2 beriman.. Dan satu hari, sudah mlm.. Saya katakan pada Tuhan Jesus..Tuhan kalau pd besok pagi saya bgn dan saya bisa melihat sinar matahari yg indah berarti saya akan mendapat mujizat dari Tuhan. Dan besoknya mau 3x cuci darah saya menangis saya minta pulang kerumah krn saya begitu tdk tahan dgn sakitnya jarum yg masuk ketubuh saya dan saya harus diam disaat cuci darah selama 3jam.. Dan saya perna mengalami panas demam disaat cuci darah,Sudah 7 hari saya dirumah sakit saya tidak bisa kencing Dan saya mengambil keputusan bahwa saya harus pulang kerumah.. Dan dokter tidak mengijinkan saya pulang. Menurut dokter kalau saya mau pulang sy akan meninggal dan saya katakan TUHAN yg SAYA SEMBAH BENAR2 HIDUP. Saya katakan sama dokter kandungan, dokter jgn kawatir dgn keadaan saya krn saya akan sembuh. Itulah iman saya kepada JESUS. Dan suami saya krn dia panik dia tidak mengijinkan saya plg. Dan saya menangis2.. Saya harus pulang.. Dan ahirnya dokter mengijinkan saya pulang.. Setelah samapai dirumah saya tidak mengomsumsi obat dari dokter lagi, Tiba2 saya mendapat kesembuhan.. Ahirnya saya kencing yg byk.. Dan badan saya kembali seperti semula. 

Puji TUHAN saya bangga punya JESUS yg hidup. Yg sangup melakukan yg tidak bisa menjadi bisa... Dan saya hidup kuat semua krn cinta kasih JESUS kepada saya. Amin. 

Inilah kesaksian hidup saya. Dimana saya mengalami Mujizat yg sungguh luar biasa dari Tuhan Jesus yg HIDUP.

Copas : facebook


Senin, 03 Februari 2014

20 TAHUN AKU DIRASUKI ROH JAHAT


Mangontang Siahaan dilahirkan di suatu kota kecil pada tanggal 21 Maret 1964 di Pematang Siantar, Sumatera Utara dan merupakan anak kesepuluh dari dua belas bersaudara. Sejak kecil Mangontang sudah mendapat disiplin dan didikan yang keras dan anak yang taat pada orang tua terutama kepada ayahnya. Pada waktu itu ayahnya selalu mengajarkan untuk setiap minggu beribadah dan berserah kepada Tuhan. Tetapi pada tanggal 14 Desember 1979 di mana sang ayah dipanggil Tuhan di usianya yang ke-80, Mangontang merasa terpukul dan sangat kehilangan karena dia sangat dekat dengan ayahnya.

KEDATANGAN TAMU MISTERIUS
Hal yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh keluarga Mangontang. Seorang pria misterius datang dalam kehidupan mereka. Pria tersebut adalah adik ibunya yang datang dari Aceh dan sudah 20 tahun lebih tidak pernah ada komunikasi dengan keluarganya. Pamannya itu adalah seorang muslim sejak berumur 14 tahun dan sudah naik haji..

Saat itu pamannya menginap di rumah dalam jangka waktu yang cukup lama. Selama waktu itu, banyak orang sakit yang disembuhkan pamannya. Namun Mangontang tidak pernah tahu siapa pamannya itu. Sampai sebuah kejadian mistik terlihat olehnya. Paman Mangontang yang telah kerasukan roh-roh jahat membuatnya berjalan merangkak dan meminta daun-daunan kepada Mangontang. Roh yang telah memasuki tubuh pamannya membuat dia melahap semua dedaunan tersebut. Mangontang baru sadar siapa sebenarnya pamannya.

Saya lihat sendiri mata dia melotot dan semua gigi dia bukan seperti gigi manusia.”
“Daun-daunan hanya untuk dimakan. Dan minumannya bukan air putih. Dia minta air yang dari ledeng. Dan waktu itu tunjuk-tunjuk jarinya ke saya terus.”
“Paman saya cerita bahwa dia punya orang yang ini-ini…yang ini… Barulah kami tahu bahwa paman saya ini rupanya dukun.”

Kasih sayang yang besar tampak diperlihatkan pamannya kepada Mangontang. Di balik kasih sayangnya, ternyata ada tujuan terselubung.
Saya pun sama dia tidur bersama. Dan dia terus-terus menyelimuti saya.”
“Menurut paman saya ini, dia dari tiga kali menikah anaknya tetap satu. Jadi, supaya dua dia akan ambil anak dari kakaknya untuk jadi anaknya.”

Tapi ibu Mangontang tidak mengijinkannya. Paman Mangontang yang lain juga tidak mengijinkan untuk Mangontang dibawa pergi. Akibat keinginannya tidak terpenuhi, pamannya meninggalkan rumah Mangontang. Namun di sinilah Mangontang mulai mengalami penyakit yang aneh.

Pada malam itu saya tiba-tiba kesurupan. Berguling-guling dan badan saya pun seperti papan. Tegang. Dan saya disuntik oleh kakak saya yang dokter supaya jangan berguling-guling lagi dan saya sadar.”

Hal yang anehpun terus dialami olehnya. Ketika ibunya membawakan nasi bungkus untuk keluarganya, Mangontang menghabiskan semua nasi bungkus itu sendirian.
Mereka lihat saya makan semua makanan itu. Dan ibu pun mulai heran. Kok bisa habis semua? Dan anehnya saya makan itu bukan seperti orang makan seperti biasa. Kadang-kadang bisa seperti anjing, kadang-kadang bisa seperti burung, tapi kakak saya waktu itu mengatakan ‘Ah, ini dibuat-buat dia‘”

Akibat menderita penyakit aneh tersebut, Mangontang harus mengkonsumsi obat seumur hidupnya.
Kakak saya yang dokter kasih saya obat untuk epilepsi. Karena dia bilang ini epilepsi. Biasanya itu terasa sama saya penyakitnya datang jam 5-6 sore atau jam 4-5 pagi.”
Mangontang terus menderita penyakit aneh tersebut bahkan sampa dia menikah. Tetty Tobing, istrinya menceritakan pengalaman itu.

Waktu kejadian itu, dia mengerang. Saya panik, saya teriak terus kita bawa ke rumah sakit.”
“Sebelum sampai di rumah sakit dia sudah sadar. ‘Ngapain saya kok dibawa kesini. Ga ada apa-apa kok‘ katanya gitu. Ya sudah, saya bawa pulang lagi.”

Tidak pernah ada harapan untuk sembuh dalam diri Mangontang. Penyakit yang aneh itu terus menggerogoti hidupnya. Memang akhirnya kuasa roh yang membuat Mangontang seperti menderita suatu penyakit aneh itu menguasai Mangontang sampai 20 tahun. Dan ini membuat hidupnya semakin hancur. Bukan hanya dia yang susah, tapi seluruh keluarganya. Orang-orang di sekitarnya merasakan penderitaan dan kesusahan yang terus-menerus.

Bagi Mangontang, tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain berdoa.
Tuhan lindungi saya. Kalau memang ada kesalahanku, kalau memang saya ada makan sesuatu atau melakukan sesuatu, atau dari keluargaku, atau dari orang tuaku.”
“Tapi penyakit itu sekali dalam seminggu atau sekali dalam sebulanlah kalau saya rata-ratakan, penyakit itu pasti ada kambuh.”

31 JULI 2001
Mangontang tidak pernah menyangka dalam keadaan yang baik-baik saja ketika pulang kerja, suatu peristiwa yang paling mengerikan akan dialaminya. Istrinya menceritakan pengalaman mengerikan tersebut.

Suami saya matanya merah luar biasa. Kayaknya bukan dia. Kayak ada kemasukan sesuatu. Dengan buru-burunya suami saya ini diangkat. Pertama-tama dengan dua satpam yang ada di depan rumah tapi tidak bisa diangkat juga. Akhirnya satpam kerahkan teman-temannya sampai ada tujuh orang.”

Satpam yang tengah membantunya tetap tidak bisa mengangkatnya. Akhirnya Mangontang diseret menuju ke mobil.
Kakinya sudah kaku. Nafasnya sudah tidak ada lagi. Sudah kaku tangannya. Mukanya sudah biru.”

Mangontang akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kondisinya sangat kritis. Namun tiba-tiba dia sadar.
Ada sepuluh orang perawat memegang tangannya tapi tidak bisa karena kuat sekali tenaganya. Jadi dia harus diikat tangannya, kayak tenaga dalam gitu, ada tenaga yang luar biasa kuatnya. Entah apa yang ada dalam tubuhnya.”

Melihat kondisi suaminya yang tidak ada harapan, sang istri hanya bisa berdoa.
Tolong Tuhan, Tuhan Yesus, karena Kaulah Tuhanku, Engkau akan menolong saya dan Engkau akan memberikan mujizat kepada saya.”

DUA HARI KEMUDIAN
Mangontang kembali sadar. Namun tampak sosok aneh terlihat pada wajah Mangontang.
Dia bertanya ‘Mana istri saya‘ gitu. Terus saya datang ke dalam, ‘Kenapa kamu bawa saya ke sini‘ katanya. Saya bilang, ‘Bapak kan sakit?‘ Dia jawab, ‘Enggak, saya ga sakit. Buka tangan saya, kenapa diikat. Pulang, saya mau pulang‘.”

Mangontang akhirnya dibawa pulang. Perilaku aneh kembali diperlihatkannya.
Memang dia sadar tapi drastis sekali. Minum teh manis sepuluh gelas. Sama makan juga langsung tiga piring pada saat itu.”

Melalui informasi dari adik Mangontang, ternyata Mangontang menyimpan sebuah benda mistis pemberian pamannya berupa cincin. Adik Mangontang mengambil cincin itu dan membuangnya ke sungai.
Jadi pada saat cincin dibuang, memang terjadi reaksi pada suami saya. Kumat lagi penyakitnya. Kami sudah berdoa, sudah kayak teriak-teriak memanggil-manggil Tuhan, ‘Oh Tuhan, tolong Tuhan, tolong suami saya‘. Mertua saya bilang ‘Tolong anak saya Tuhan‘. Dan malam itu tidak terjadi apa-apa karena kami berdoa terus.”

SEORANG HAMBA TUHAN DIPANGGIL UNTUK MENDOAKAN MANGONTANG
“‘Kamu siapa?‘ kata suami saya gitu. Dia bilang ‘Saya hamba Tuhan. Saya mau mendoakan kamu‘. ‘Tidak, tidak usah‘ tapi sambil matanya sudah merah begitu. Tapi hamba Tuhan itu langsung mendoakan. Suami saya sepertinya marah gitu, mukanya berubah seperti adik mertua saya, seperti omnya, pamannya suami saya. Mimiknya katanya seperti itu.”

Keluarga Mangontang sangat yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melepaskan Mangontang dari keterikatannya akan roh jahat.
Hamba Tuhan itu bertanya, ‘Bapak, saya mau tanya, Tuhan Yesus itu ada di mana sekarang?‘ gitu”.
Mangontang pun berbagi cerita mengenai pengalaman tersebut.
Nah di situ saya pertama-tama masih belum bisa jawab sampai pendeta itu bertanya pada saya tiga kali. ‘Yesus sekarang berada di mana?‘ Lalu saya jawab, ‘Yesus ada di hati saya.‘”

Untuk benar-benar terbebas dari kesurupan, semua jimat-jimat yang dimiliki ibunya hasil pemberian adiknya sendiri dibakar habis. Saat itu barulah Mangontang merasakan bahwa ia telah dipulihkan dari kesurupan yang dideritanya selama 20 tahun. Mangontang dan istrinya mengucap syukur kepada Tuhan.

Sejak itu saya sehat, tidak ada lagi penyakit itu sampai sekarang. Ya, itu ada makna besar bagi keluarga kami. Kenapa? Disitulah kami benar-benar merasakan jamahan Tuhan dalam keluarga kami. Satu yang saya pegang dalam hidup saya, tanpa Yesus, tidak mungkin kita dapat melakukan sesuatu.”

Puji Tuhan sejak kejadian itu sampai sekarang, sudah tidak pernah terjadi lagi.”

Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus (II 
Korintus 4:6)

copas : jawaban.com

KESAKSIAN DOKTER BEDAH - YESUS GEMBALA YANG BAIK


Saat makan siang dengan beberapa teman, salah seorang dokter bedah bertanya kepada saya,” dokter, operasi terhebat apakah yang pernah Anda lakukan?”
Saya bingung harus menjawab operasi yg mana. Saya sudah banyak melakukan operasi Dan semuanya menuntut keahlian, kesabaran, ketelitian yg tinggi. Kemudian saya teringat pada operasi yg dijalani oleh gadis kecil yg hanya mempunyai harapan 10% saja untuk hidup.

Malam itu para perawat membawa seorang gadis kecil yg berwajah pucat masuk ke-ruang operasi. Waktu itu pikiran saya sedang dipenuhi berbagai macam persoalan yang berat. Ketika para perawat sedang mempersiapkan pembiusan, gadis kecil ini bertanya kepada saya ….
Dokter bolehkah saya menanyakan sesuatu ?”
Ya sayang, apa yg ingin kamu tanyakan?”….
Setiap malam sebelum tidur saya selalu berdoa, sekarang sebelum operasi dimulai, bolehkah saya berdoa?”……
Baiklah anak manis, engkau memang harus berdoa, jangan lupa berdoa juga untuk saya.”………

Kemudian gadis kecil itu melipat kedua tangannya Dan berdoa……”Yesus, engkau gembala yang baik, berkatilah domba kecilMu malam ini, dalam kegelapan, kiranya Engkau dekat denganku, lindungi aku sampai datangnya sinar mentari esok pagi” Dan berkati pula dokter yg akan mengoperasiku.”

Setelah menutup doanya gadis kecil itu berkata “sekarang saya sudah siap Dokter”.
Mata saya berkaca2, melihat betapa besar iman yang dimiliki gadis kecil tersebut. Malam itu sebelum saya mulai operasi, saya berdoa……
Tuhan yg baik, engkau boleh tidak membantuku dalam operasi yang lain, tapi kali ini bantulah aku untuk menyelamatkan gadis kecil ini,”
kemudian saya mulai mengoperasi gadis kecil itu Dan keajaiban terjadi, dia disembuhkan.

Saat berpisah Dan melepas gadis kecil itu untuk kembali ke rumah, maka saya sadar sesungguhnya sayalah ” pasien” yg menjalani operasi iman. Gaya hidup gadis kecil itu mengajarkan bahwa jika Kita menyerahkan seluruh masalah & beban hidup Kita ke dalam tangan Tuhan, maka Dia akan memulihkan & menolong Kita.

Doa & Iman !……
Membuat Kita yakin bahwa Tuhan mampu memelihara & menjaga harapan yang Kita gantungkan kepadaNya. Doa menjadikan iman sebuah kenyataan. Doa yg dinaikkan dengan iman akan menghapuskan kekuatiran di dalam hati Kita, sehingga DOA itu akan mendatangkan mujizat. Tidak Ada yg mustahil bagi orang yang percaya kepadaNya, karena itu tetaplah berdoa dengan penuh kenyakinan & pengharapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 16 : 24
“Sudahkah kamu berdoa dengan iman ? Mintalah maka kamu akan menerima dengan penuh sukacita……….”

Luar Biasa Tuhan Yesus adalah Gembala Yang baik, amen. Kawanan domba itu tahu persis bahwa sewaktu-waktu bisa saja bahaya mengintip mereka. Serangan binatang buas macam singa maupun beruang hutan menjadi ancaman tersendiri. Kawanan domba itu begitu lemah untuk mempertahankan dirinya sendiri.

Namun ditengah bahaya yang mengancam mereka, kawanan domba itu tetap merasa aman. Mengapa? Karena mereka sangat yakin bahwa gada dan tongkat gembalanya selalu siap menjaganya. Selama gembala itu masih ada bersamanya dengan gada dan tongkat di kanan kirinya, kawanan domba itu terlalu yakin bahwa tidak ada lagi bahaya yang mengancam mereka.

Gembala yang baik, Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus, renungan kehidupan. Bukankah seharusnya kita tetap merasa aman di tengah kemelut dunia ini? Bukankah seharusnya kita tetap tenang di saat badai menghadang? Satu alasan dari semuanya itu, kita memiliki Gembala yang setia menjaga. Gembala yang tak pernah terlelap. Gembala yang selalu siap dengan gadaNya untuk melindungi kita dari serangan musuh.

Manusia dicekam ketakutan karena krisis ekonomi yang tak kunjung henti. Ancaman wabah penyakit yang menggiriskan hati. Bencana alam yang sewaktu-waktu siap menunjukkan gerahnya. Atau bahkan tingkat kriminalitas dan kejahatan yang makin sering terjadi.


Gembala yang baik, Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus gembala yang baik, Tuhan Yesus, renungan kehidupan Adakah ketakutan-ketakutan itu juga mencekam kita? Pandanglah bahwa Gembala kita tak pernah meninggalkan kita, bahkan terlelap sedetikpun tidak! Ia sangat setia menjaga dan melindungi kita. Serahkan ketakutan dan kekuatiran kita, maka Ia akan bertindak untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada kita.

copas : hidupbersamayesus.blogspot.com