Jumat, 28 Maret 2014

KEDAMAIAN KARENA PENGAMPUNAN

Apa kira-kira yang anda lakukan jika orang tua anda diculik dan dibunuh di depan mata anda sendiri? Riri Panjaitan, putri almarhum Jenderal D.I. Panjaitan akan menuturkan kisah tragis pembunuhan ayahnya.

Ketika itu pukul 3 pagi. Waktu terjadi pendobrakan pintu pertama kali, saya ada di dalam rumah, bersama keluarga. Saya sedang berada di dalam kamar. Dan tiba-tiba mereka meletuskan senapan dan menembak ke arah rumah kami. Selama beberapa saat peluru-peluru mereka menghujani rumah kami. Mereka masuk ke dalam rumah dan menyuruh ayah saya menemui mereka atau mereka akan meledakkan rumah kami. Saya ingat waktu itu ayah keluar dengan berpakaian militer lengkap sebagai angkatan darat.

Saya dengar ayah saya berbicara, rupanya ayah saya meminta waktu untuk berdoa. Saat itu ayah saya ditembak, diberondong dengan beberapa peluru. Lalu jenazah ayah diseret dan dilempar ke lubang yang dalamnya hampir 2 meter. Saya berlari ke depan dan saya melihat darah yang kental… Saya ingin pegang, saya ingin peluk papa saya tapi tidak ada… Sepertinya saat itu saya betul-betul mengalami kecewa, dan sungguh berat untuk seorang anak berumur 8 tahun seperti saya.

Marieke Panjaitan (Istri Mayjen Anumerta DI Panjaitan): Waktu itu Riri masih kecil sehingga dia belum mengerti arti kejadian itu. Tapi sesudah dia melihat banyak orang datang ke rumah, ada yang menangis juga, dan dia menjadi heran, apa yang sudah terjadi. Baru setelah itu dia tahu papanya sudah tidak ada lagi.

Saya merasa sangat kehilangan… Orang yang kita cintai diambil seperi itu, diseret seperti binatang, dibantai seperti binatang… Tapi saya tidak mendapat jawaban dari siapapun mengapa ini harus terjadi. Saat itu saya merasakan tidak adil, dalam hidup saya ada sesuatu yang tidak adil, dan itu yang berbekas di hati saya.

Saya bertambah besar dan peristiwa G30SPKI tahun 1965 itu semakin jauh saya tinggalkan, tapi tidak ada satu titik pun yang bisa saya lupakan. Saat-saat itu saya merasa begitu menderita, di dalam batin saya, sekalipun keadaan fisik saya baik sekali.

Marieke Panjaitan (Istri Mayjen Anumerta DI Panjaitan): Dulu dia selalu kelihatan gembira, karena setiap papanya pulang, selalu menemani anak-anak. Tapi setelah peristiwa itu dia jadi pendiam, dia merasakan pahitnya peristiwa itu. Dan sebagai orang tua saya merasakan penderitaan yang sama dengan dia.

Kalau saya melihat suatu persoalan yang tidak pada tempatnya, saya merasa seperti ada sesuatu yang tidak bisa saya tahan. Saya susah untuk bergaul dan saya susah untuk menyesuaikan diri, temperamental, sangat sulit sekali bagi saya untuk mengekspresikan apa yang saya inginkan, sulit sekali untuk saya merasa nyaman dan damai… Seperti mau berontak hanya tidak tahu mau berontak kepada siapa. Dan kalau saya ingat masa-masa itu, saya merasa ada kekejaman, ada ketidakadilan dan kekejian… saya merasa manusia itu jahat sekali ya…

Penampilan luar saya bisa menipu. Saya bisa tertawa, saya bisa hidup sehari-hari seperti anak-anak lain, gembira, tapi hati saya tidak bisa sembuh dari luka itu. Tidak ada obat yang bisa mengobati luka karena peristiwa itu terjadi dalam hidup saya.

Lalu saat saya pergi ke Eropa, saya bertemu dengan seorang teman yang bisa berbicara tentang Tuhan dengan sangat dalam. Saat itu mungkin saya sudah dijamah Tuhan tapi saya sepertinya tidak mengerti karena saya tidak mempunyai pengetahuan tentang Tuhan. Selama kurang lebih 4 tahun saya mencari, akhirnya saya bertemu dengan Tuhan secara pribadi.

Saat itu saya dalam puncak kesedihan saya dan saya menangis, saya putus asa dan ingin mati, Tuhan datang. Tiba-tiba saya lihat langit terbuka, dan terang itu masuk ke kamar. Saya takut, saya pikir saya sudah mati, karna saya minta mati maka saya mati. Saya lihat ada seseorang menghampiri saya dan Dia begitu besar, begitu terang… Dia merentangkan tanganNya dan berkata, “Riri, kau harus mengampuni, engkau harus memberikan pengampunan kepada orang-orang yang kamu benci.” Saya katakan tidak mungkin. Dia menjawab, “Ya mungkin. Karena jika engkau melepaskan pengampunan, maka Aku, Tuhan Yesus akan mengampuni engkau. Riri, apakah engkau mau mengampuni?”

Ketika Tuhan berkata seperti itu, maka seperti ada video dalam pikiran saya, peristiwa G30SPKI itu, saya melihat diri saya, saya melihat peristiwa itu terulang. Dan Tuhan bilang, “Jikalau engkau tidak mengampuni peristiwa itu, Aku tidak akan mengampuni engkau.” Lalu saya katakan,”Saya mau mengampuni, Tuhan. Saya mau mengampuni pembunuh papa…” Dan saya rasakan Tuhan bekerja di dalam kata-kata saya itu, Tuhan seperti masuk dalam batin saya yang terdalam, dan Dia cabut semua akar kebencian, kepahitan, amarah, dari dalam hati saya. Semua tercabut seperti akar wortel. Saya merasa damai masuk ke dalam hati saya dan saya merasakan… saya tidak pernah merasakan hidup seperti itu.

Saya sadar bahwa Tuhan sudah menampakkan diriNya. Dan sejak itu saya mulai hidup dengan bersukacita, tidak lagi bersedih-sedih… Dia sembuhkan saya, Dia baharui hati saya, Dia beri saya kuasa kebangkitan. Hidup saya sudah berubah, saya tahu tujuan saya, saya tahu ayah saya sudah duduk bersama Bapa di Sorga, tidak ada penyesalan, tidak ada kebencian, tidak ada akar kepahitan, tidak ada dendam, yang ada hanya damai sejahtera, ucapan syukur. Kiranya Tuhan boleh memakai saya untuk mereka yang membutuhkan kesaksian saya.

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25)


Sumber Kesaksian:
Riri Panjaitan (jawaban.com)

Senin, 24 Maret 2014

TANDA DI DAHI ORANG PERCAYA

Saya akan menceritakan kesaksian "Pribadi saya"
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” (Kisah Para Rasul 2:17-18)

Saya mendapat penglihatan, dalam penglihatan itu saya melihat diri saya di bawah kesuatu kota dan kota itu sangat banyak orangnya, herannya dalam perjalan saya di tengah kota itu, yang saya lihat  adalah orang-orang yang telah kena Sombi.

Orang-orang di kota itu mereka melakukan pekerjaan mereka seperti biasa ada yang ke kantor, sekolah, penjaga toko dan lain-lain, tapi mereka semua sombi di tengah kota itu. Saya sendiri seperti manusia biasa dan sambil berjalan di tengah kota itu saya berusaha mencari orang-orang yang seperti saya, tapi tidak ketemu. Lalu saya katakana kepada Tuhan saya tidak mau ada di sini karna saya takut nanti  jadi sombi seperti mereka.

Tiba-tiba tubuh saya diangkat terbang ke suatu tempat dan tempat itu ada panggar di sekelilinya, lalu saya mendengar lagu puji-pujian. Sambil saya berjalan menuju mereka, di kiri kanan saya ada penjual,mereka menjual makanan dan setiap makan itu ada olesan Darah. Roh Kudus beritahukan kepada saya bahwa itu darah Tuhan Yesus yang Menguduskan makanan yang di jual. Jadi jangan takut kepada makan yang kamu makan, berdoa minta supaya Darah Yesus yang Menguduskan setiap makan yang kita makan.

Dan saya berjalan ke tempat puji-pujian itu saya melihat orang-orang di situ mereka seperti manusia biasa, mereka memuji kepada Tuhan dengan sukacita tidak ada yang kena sombi. Di setiap dahi mereka yang memuji, terdapat Darah Anak Dombah Allah. Roh Kudus katakan bahwa Darah Anak Domba Allah yang telah menyelamatkan kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tiba-tiba saya bangun pagi jam 4, lalu saya mulai berdoa mengucap syukur karna Tuhan telah mengijinkan saya untuk dapat melihat penglihatan itu.  

Lewat tiga hari saya melihat berita di TV, ternyata ada suatu kota di Negara bagian Eropa yang megadakan pawai sombi di tengah kota dan mereka sangat banyak dengan penampilan yang aneh-aneh. Lalu Roh Kudus ingatkan bahwa penglihatan yang kamu lihat adalah suatu kenyataan yang terjadi di tengah orang-orang yang ada di dunia. Banyak orang yang telah kenah sombi artinya sudah jadi budak setan, hidup mereka di control oleh setan dengan nafsu-nafsu yang dunia tawarkan kepada mereka.

Setiap orang yang kena sombi bisa diselamatkan asal mereka mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereke karena Tuhan Yesus sebagai obat penawar. Maka Darah Anak Domba Allah akan Mentahirkan, Membebaskan dan Menguduskan hidup setiap mereka.

Roh Kudus ingatkan bahwa kamu jangan mudah terpengaruh dengan tipu muslihat setan yang ada di dunia ini, karena dengan kenikmatan yang dunia tawarkan akan membuat engkau terjerat oleh perangkap setan. Ketika kita berada di tengah-tengah orang-orang yang tidak percaya, kita harus menjadi garam dan terang dunia. Jangan sampai mereka yang tidak percaya Yesus, atau yang tidak sungguh-sungguh dalam Tuhan, mereka mempengaruhi kita dengan cara hidup mereka, sifat, karakter, dan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Melaikan dari hidup kita, harus menjadi berkat buat mereka.

Firman Tuhan berkata:
Ulangan  11:18, Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Wahyu 7:3, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Wahyu  9:4, Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

Wahyu  14:1, Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Wahyu  22:4, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.


Catatan: Saudara bisa membagikan kesaksian ini kepada teman-teman anda…Terima kasih…GBU

sumber : kesaksian-life.blogspot.com

Kamis, 20 Maret 2014

KESAKSIAN PAK HENDRO MENINGGAL 3X DI RUMAH SAKIT


Ada harus mendengar dan membaca kesaksian ini. Pak Hendro Meninggal 3 kali dirumah sakit, tetapi karena Anugerah Tuhan, di hidupkan kembali. kejadiaan ini terjadi pada bulan juni 2013. Saya sangat percaya bahwa Tuhan memiliki rencanya yang Ajaib bagi kita yang percaya kepada Dia. Kesaksian ini anda dapat download, melihat dan mendengar langsung di bawah ini. 

Saya (Hendro) akan menceritakan kesaksian saya pribadi, apa yang saya alami waktu dalam keadaan mulai di bawah kerumah sakit sampai dalam keadaan tidak sadar. Dan istri saya Ester akan mencerikan bagaimana keadaan saya sudah tidak bernafas 3 kali yang dipastikan meninggal, ajaib karena kemurahan Tuhan saya masih di ijinkan hidup sampai sekarang.

PAK HENDRO
Saya dari Surabaya, kejadiaannya terjadi 8 juni 2013, saya masuk rumah sakit dan pada saat itu istri saya ada di luar negeri. Sakit yang saya alami gagal bernafas, jantung dan paru-paru saya membengkak, setelah pemeriksaan maka ketahuan kalau saya kena demam berdarah. Sakit saya ternyata sulit untuk diobati karena paru-paru yang membenkak karena banyak air, dilarang Dokter untuk mamasukan cairan. Istri saya seorang pendoa syafaat maka, dia mendapat Firman di Matius 8:17 "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” Ternyata memang benar saya tidak merasakan apa-apa selama 12 hari itu dalam keadaan koma, saya dirawat 23 hari. Badang saya sendiri sudah penuh dengan alat-alat medis, selang untuk bernafas dan jarum tetapi semua itu saya tidak rasakan selama 12 hari.

Saya hanya tahu dalam alam roh saya disebelah saya tidur ada ruang bersih sekali dan putih tetapi saya tidak disitu. Dan ditempat saya tidur itu saya terkurung didalam kaca, di luar kaca tersebut banyak sekali dari alam roh lain atau setan yang mau menyerang saya yang sedang tidur dan sepat saya juga melihat nama saya di lelang itu penglihatan yang saya lihat. Tetapi satupun dari mereka tidak dapat lewat kaca tersebut karena saya yakin Tuhan melindungi saya dalam kaca tersebut. Dalam keadaan saya koma saya mengalami kematian tiga kali. Selanjutnya istri saya yang akan menceritakan.

ISTRI SAYA ESTER
Benar apa yang diceritakan oleh suami saya itu memang benar terjadi, kita sebagai orang Percaya harus berjalan dengan Iman bukan kita melihat dengan mata apa yang kita hadapi saat itu yang akan menentukan Iman kita. Hal itu memang benar apa yang saya alami waktu suami saya dalam keadaan koma 12 hari. Waktu kejadiaan suami saya sakit, sedangkan saya berada di Singapura, saya dengar kabar suami saya masuk rumah sakit dan berada diruang ICU karena gagal bernafas, dan waktu melakukan pemeriksaan ternyata paru-parunya membengkak dan berair, Jantung juga membengkak 3 kali lipat. Maka harus membutukan infus cairan sebanyak mungkin dan satu sisi tidak boleh menerima cairan karena paru-parunya berair.

Dan disitu terjadi komplikasi, dokter berkata harus di infus tetapi terbatas karena keadaannya semakin buruk. Senin saya kembali ke Surabaya, dokter katakan trombosit suami saya sudah sangat rendah maka kita harus mengambil tindakan untuk melakuakn tranfusi, lalu saya bilang silakan saja kalau itu memang yang terbaik buat dokter. Trombosit mulai masuk ke dalam tubuh suami saya dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. Mulai saat itu suami saya tidak dapat sadarkan diri selama 12 hari.

KEMATIAN PERTAMA
Saya mulai lemah kenapa semua ini terjadi ternyata supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan, pada jam setengah 12 malam suami saya mengalami flet (sudah garis lurus) dan saya mulai menangis, lalu anak saya berkata mama jangan menangis, mama harus bangkit dan kuatkan bapak, karena bapak sekarang sedang berperang melawan maut, bapak membutukan dukungan kita. Pada saat anak saya berkata bapak sedang berjuang melawan maut, saya mulai bangkit, dan berseru, Tuhan suami saya hidup saya mulai perangi roh maut dan lepaskan roh kehidupan. Puji Tuhan pada saat itu Flet itu kembali bergerak, itu kematian yang pertama. Pada hari selasa suami saya masih dalam keadaan koma.

KEMATIAN KEDUA
Dan pada hari rabu suami saya mengalami krisis yang sama, karena sudah mengalami kematian seperempat jam. Pada saat itu Tuhan ijinkan saya datang kerumah sakit terlambat karena saya sedang doa pagi. Karena Tuhan tahu apa yang akan saya alami saat itu kalau saya ada di rumah sakit. Ketika saya berdoa saya merasa Tuhan memberikan kekuatan baru dalam diri saya dan Tuhan memberikan saya ayat di Matius 8:17 "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” Jadi Tuhan yang berdaulat atas kehidupan suami saya. Dan saya percaya sesuatu akan terjadi karena Tuhan akan memikul segala kelemahan penyakit suami saya. Selesai doa pagi saya pergi kerumah sakit, dalam perjalanan kakak ipar saya telpon dia seorang dokter, dia bertanya kamu dimana, saya ada dalam perjalan kerumah sakit, kaka ipar saya tidak mau menceritakan keadaan suami saya yamg sudah meninggal karena dia tahu saya sedang menyetir mobil sendirian, dia takut akan terjadi sesuatu.

Kakak ipar saya berkata bahwa cepat suami kamu dalam keadaan kacau, lalu saya berkata tidak apa-apa karena saya merasa ada damai sejahtera dalam diri saya, dia berkata cepat ya, dia tidak katakan suami saya sudah meninggal. Sampai dirumah sakit saya melihat kerumunan orang yang begitu banyak ada di luar ruang ICU, banyak yang menagis, saya tahu ada sesuatu terjadi kepada suami saya, saya juga tidak menanyakan kepada mereka bagaimana keadaan suami saya, saya tidak hiraukan itu, lalu saya melihat semua dokter mengurumuni tempat tidur suami saya.

Saya langsung berjalan ketempat tidur suami saya dan memegang tangan dia dan memanggil namanya, saat itu saya tidak tahu kalau suami saya sudah meninggal dan saya tidak melihat semua alat-alat sudah di lepaskan dari tubuh suamiku. Ketika saya memanggil nama dia langsung membuka mata, lalu dokter berkata ini tidak bisa semua alat sudah tidak berfungsi. Tetapi ketika saya memanggil suami saya ada respon dan sepertinya dia baru bangun tidur. Lalu saya taruh tangan saya diatas dadah dia dan berdoa lalu saya berkata Tuhan telah memberikan organ yang baru, paru-paru dan jantung yang baru, Tuhan ada dalam hatimu, suami saya cuma ngangguk-ngangguk.

Dan saat itu dia minta minum, dokter heran, lalu diambilkan minum 1 sendok, sedikit demi sedikit, dokter mulai bersemangat dan berkata ayo pak mulai batuk-batuk untuk mengaktifkan paru-paru dan jantung yang sudah berhenti. Puji Tuhan suami saya bisa respon dia mulai batuk-batuk, dan pada saat itu alat-alat dipasangkan kembali. Saya memegang tangan suami dan terus berdoa, puji Tuhan suami saya hidup kembali yang ke 2 kali. Lalu dokter berkata, nanti kita tunggu sampai jam 10 jam karena kalau sudah lewat 10 jam berarti masah kritisnya sudah lewat.

Sorenya dokter memanggil saya hasil foto ketika suami saya meninggal dan hidup kembali, lalu dilakukan foto tubuh suami saya. Ini jatung dan paru-paru yang membenkak sudah normal kembali kecil. Dokter bilang ini mungkin terjadi kerusakan pada mesing atau kekeliruan karena dokter tidak bisa menerima semua itu, karena itu mustahil, lalu dokter mengusulkan pemeriksaan kembali besok pagi, saya bilang silakan. Ternyata lakukan pemeriksaan ulang hasilnya sama paru-paru dan jantung sudah kembali dalam keadaan normal. puji Tuhan.

KEMATIAN KETIGA
Pada hari kamis suami saya mengalami masa krisis, pada saat itu teman-teman komsel hadir di rumah sakit dan memberikan dukungan kepada saya, kita sama-sama berdoa saat itu. Lalu pintu Ruang ICU dibukakan dan dokter berkata tadi saya tidak sempat memberitahukan ibu karena tadi bapak sudah tidak bernafas dan kami sudah stom 3 kali dan pompa,  dan akhirnya bapak sadar kembali, itu adalah kematian ke tiga kali suamiku. Karena saya percaya setiap terjadinya kematian Tuhan sedang menggantikan setiap organ tubuh suami saya yang baru.

Lalu dokter berkata ini saya curiga ada jantung koronel karena tiba-tiba bapak ini sering hilang-hilang, kalau keadaan seperti ini maka harus dipacu jantung sementara, dan pada saat itu saya diingatkan oleh roh kudus, untuk diminta pemeriksaan ulang. Puji Tuhan dari hasil pemeriksaannya hasilnya lebih baik. Dokter herang-herang karena karena selama tangangi pasien yang jantungnya sudah membengkak 3 kali lipat dan kekuatang pompa jangtung 20-% bisa kembalinail menjadi 56,5%. Kalau Pasien yang sudah sampai 20-%, itu sudah pasti meninggal tidak mungking bisa hidup dan bertahan.

GAGAL GINJAL
Lalu besok doktek panggil saya kembali sepertinya bapak mengalami gagal ginjal, dan ini harus cuci darah karena kreatinnya 7,6 sudah sampai 8,3. Saya bilang suami saya tidak pernah dalam sejarah gagal ginjal. Tetapi hasil pemeriksaanya kreatin sudah sampai 8,3 ini menunjukan bapak gagal ginjal. lalu saya bilang kalau itu hasilnya baiklah, tetapi sebelum besok melakukan cuci darah cobah dilakukan pemeriksaan ulang lagi, karena saya masih menaruh pengharapan bahwa sesuatu pasti akan terjadi. Dokter berkata, oke bu kalau itu permintaan ibu kami akan laksanakan pemeriksaan ulang.

KESEMBUHAN TOTAL TUHAN BERIKAN KEPADA SUAMIKU
Puji Tuhan pagi-pagi saya datang ke rumah sakit dokter berkata, sementara hasilnya ditunda dulu tidak jadi cuci darah karena kreatin bapak sekarang 5,6. Kita lihat beberapa hari bu, nanti kita lihat dan pantau berapa kreatinnya. Dokter berkata kalau Kreatin sudah sampai 8 keatas untuk kembali normal tidak mungkin, tetapi kalau 1 atau 2 itu sudah bagus untuk bapak. Tetap saya tidak menjawab ya saya Cuma diam saja. Dan Puji Tuhan setiap 2 hari kreatinya makin menurun sampai normal. Itu suatu keajaiban yang terjadi, karena hal tersebut tidak pernah terjadi. Karena apa yang mustahil bagi kita tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita harus percaya Mujizat masih ada. Amin


sumber : kesaksian-life.blogspot.com

Senin, 17 Maret 2014

SOPIR SELAMAT DARI UPAYA PEMBUNUHAN


Kesaksian, seperti sebuah cetita di film tetapi ini benar-benar terjadi kepada seorang sopir bus, dari percobaan pembunuhan..?

Seorang sopir bus perusahaan Greater Dayton Regional Transit Authority di Amerika Serikat selamat dari percobaan pembunuhan, setelah sejumlah pria menembaknya tiga kali. Mukjizat terjadi melalui sebuah Alkitab saku yang berada di saku bajunya.


Alkitab saku itu menjadi penghalang dua peluru yang ditembakkan ke dadanya. "Jelas ada semacam intervensi yang terlibat dalam insiden ini karena kitab itu mungkin tidak seharusnya berada di sini," kata Sersan Michael Pauley dari Kepolisian Dayton, Ohio, kepada wartawan.

Sang supir bus, Rickey Wagoner (49 tahun) menjelaskan kepada pihak kepolisian dimana sejumlah pelaku yang tidak diketahui motifnya itu menembakinya tiga kali. Dua di dada dan satu di kaki. Dia juga ditikam di lengan. Namun Wagoner melawan dan berhasil meraih pistol para pelaku. Wagoner mengatakan bahwa ia menembaki mereka sebelum mengemudikan bus ke lokasi yang aman dan meminta bantuan.


Polisi menjelaskan juga bahwa dua peluru kaliber kecil mengenai buku berjudul The Message itu, yang berisi ayat-ayat Alkitab dalam bahasa kontemporer. Peluru-peluru tersebut ditemukan bersarang dalam buku itu. "Saya punya buku di saku saya, dan saya tidak berpikir peluru-peluru itu berhasil menembus buku itu," kata Wagoner.

Kejadian yang menimpa Rickey Wagoner ini membuktikan bahwa mukjizat dapat terjadi melalui apapun, jika kita mempercayainya. Bahwa Tuhan pun berbicara dan juga menyatakan kuasanya melalui hal-hal yang tidak kita pikirkan sebelumnya.
Sumber: Jawaban.com

Catatan:

Dari kesaksian ini, kita dapat melihat kuasa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Sebuah buku (Alkitab) yang di taru dalam baju dapat menahan dua peluru. Kalau dipikir ketika peluru tersebut ditembak mengenai buku tersebut tentu akan tembus, cukup butuh satu peluru pasti tembus. 

Ajaib 2 peluru yang mengenai buku itu, tidak dapat tembus, melainkan tertinggal dalam buku tersebut. Polisi sendiri tidak percaya akan kejadian tersebut, karena ukuran buku (Alkitab saku) tentu kecil dan tipis. Kita sebagai orang percaya tahu bahwa apa yang bagi manusia itu tidak munking tetapi bagi Tuhan itu bisa terjadi. Amin

Kamis, 13 Maret 2014

DISEMBUHKAN DARI SAKIT JANTUNG BERDEBAR SELAMA 5 TAHUN

Saudara-saudara yang terkasih,
saya mau bagikan cerita kesaksian seseorang yang disembuhkan dari sakit jantung. Semoga ini dapat menjadi berkat dan kekuatan serta keyakinan bahwa Tuhan pasti mendengarkan doa kita dan bagi Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil

Nilawati Simanjuntak - Disembuhkan dari Sakit Jantung Berdebar Selama 5 Tahun


Nama saya Nilawati Simanjuntak, saya tinggal di Labuan Batu, Rantau Parapat, Sumatera Utara. Saya anak kelima dari lima bersaudara.  Awal pertama kali saya sakit di tahun 2006, ketika malam saya beraktifitas biasa membantu orang tua saya, membereskan rumah dan saat itu saya merasa sangat kuat, dan saat itu ketika jam 8 malam, saya menonton TV , dengan keadaan berdiri. Saat itu keluarga saya sedang menonton TV juga, waktu itu entah kenapa jantung saya berdebar kencang, lalu kedua kaki saya tidak kuat untuk menopang, kemudian saya langsung jatuh pingsan. Keluarga saya panik, kebetulan dekat rumah saya ada seorang bidan, bidan ter sebut memeriksa saya, bidan tersebut hanya memberikan obat , dan saya disuruh beristirahat.

Keesokkan paginya ketika itu  saya mau pergi sekolah,  saya merasa tegang, jantung saya berdebar kencang. Setelah itu saya mau memasuki sekolah, mau masuk ke kelas ada beberapa tangga yang harus saya lalui. Ketika saya mau menaikinya tiba-tiba saja jantung saya berdebar.  Kemudian tidak tahu mengapa,  tiba-tiba saya sakit, dan tiba-tiba jatuh pingsan, untung saja di situ ada teman-teman yang menolong saya. Kemudian saya di bawa pulang, melalui perjalanan satu jam dengan menggunakan bus. Setelah saya sampai di rumah, saya masih merasakan gejala seperti itu, jantung saya sering berdebar kencang, kemudian saya melakukan aktifitas saya seperti biasa, tapi tidak kuat seperti yang dulu lagi.

Saya mulai kembali bersekolah lagi, dan hal itu terjadi lagi sampai saya keluar dari sekolah. Setelah saya tamat, saya selama satu tahun di rumah untuk menjaga orang tua saya. Karena orang tua saya sangsi dengan keadaan saya, maka saya di bawa kerumah sakit, kemudian setelah saya dibawa ke rumah sakit , saya di obati tapi hasilnya saya mengidap penyakit darah tinggi dan  di beri obat-obatan saja. Obat  itu yang saya konsumsi beberapa hari saja.  Setelah saya minum obat-obat itu, tidak ada perubahan yang saya alami.  Bahkan semakin saya lebih lagi mengalami dimana saya sering pingsan. Sering  pucat dan tidak bisa berdiri terlalu lama, bahkan lari-lari ataupun terlalu lama berjalan. Sehingga saya jarang bepergian kemanapun.

Dalam kegiatan sehari-hari saya juga biasa membantu orang tua saya sepulang dari sekolah. Biasanya kalau mencuci pakaian saya selalu kuat tetapi hari itu tiba-tiba saja kepala saya terasa pusing tetapi saya mengingat bahwa tidak ada yang bisa membantu orang tua saya kalau saya berhenti mencuci, maka saya tetap melanjutkan pekerjaan saya walaupun tubuh saya terasa lemah. Begitu juga ketika saya membantu pekerjaan di dapur  pada saat itu saya bekerja di dapur dalam sikap berdiri, tiba-tiba saja kepala saya menjadi pusing dan jantung saya berdebar sangat kencang karena saya takut jatuh saya duduk untuk beberapa saat kemudian saya melanjutkan kembali untuk memasak.

Setelah itu karena orang tua saya takut karena saya sering jatuh,dan  kepala saya terbentur, saya di berikan obat cina, kemudian saya mengkonsumsi obat itu selama satu bulan, tapi tidak ada perubahan sama sekali bahkan makin parah. Sampai saat ini, saat saya sekolah di Akademi Kebidanan di Pematang Siantar Sumatera Utara awalnya saya takut, bahwa penyakit  ini akan mengakibatkan saya tidak bisa masuk asrama. Tetapi ketika saya jalani kehidupan saya di asrama untuk beberapa bulan,  saya masih dalam keadaaan baik-baik saja. Tetapi setelah saya memasuki kelas dua, semester ke empat, saya mulai kambuh lagi, saya makin sering pingsan jika saya melihat teman saya yang pingsan ataupun yang sedang sakit, jantung saya langsung berdebar kencang, wajah saya langsung pucat dan tiba-tiba saya pingsan, saya tidak tahu apa penyebabnya, jika teman-teman saya mengatakan periksalah ke dokter, saya takut divonis dokter bahwa saya memiliki penyakit. Saya menjalani kehidupan ini sampai sekarang, keadaaan saya sampai seperti ini.

Tapi suatu saat hari sabtu tanggal 28 Mei 2011, pelayan dari KPPI datang ke asrama kami, mengundang kami untuk hadir di kebaktian KPPI. Awalnya saya tidak berminat, awalnya saya ingin bertemu dengan keluarga saya, tapi saya urungkan niat saya  agar saya  bisa pergi ke tempat kebaktian itu. Mungkin Tuhan sudah memanggil saya.  Sehingga saya tidak bertemu keluarga saya tetapi ikut kebaktian itu.

Sesampainya di kebaktian itu,  saya merasakan ketika saya memuji Tuhan, ada sesuatu yang menarik hati saya, ada sesuatu yang memberikan saya  kehidupan kembali. Sewaktu Pendeta mengatakan siapa yang sakit silahkan maju ke depan dan akan didoakan, awalnya saya tidak mau maju. Karena saya merasa saya tidak sakit.  Setelah itu entah mengapa, hati saya mengatakan “ kamu harus maju, kamu harus maju ke depan”.  Tanpa di sodorkan seorang pun, saya menuju kedepan untuk mendapatkan doa, untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan, suatu penyembuhan dari Tuhan, dan setelah saya mengikuti kebaktian itu, saya merasakan ketenangan saya merasakan kesembuhan. Saya merasakan jantung saya setiap kali ada sesuatu kejadian apapun, tidak berdebar kencang lagi bahkan saya merasakan pemulihan dari Tuhan semakin lama semakin membuat saya kuat. Bahwa saya sudah sembuh, dari penyakit yang saya derita ini, dan saya tidak akan lagi mengkonsumsi obat-obatan, karena selama ini saya selalu mengkonsumsi obat-obatan.

Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus  karena Tuhan Yesus telah menyembuhkan saya, saya merasa sekarang Tuhan itu memberikan kekuatan yang baru kepada saya. Ada satu kerinduan yang dari dulu ingin saya lakukan, saya ingin melayani Tuhan Yesus dengan sepenuh hati saya, dan menyembuhkan orang-orang yang sakit hanya dengan kuasa Tuhan Yesus.  Amin!

sumber : www.kppi.or.id 

Senin, 10 Maret 2014

HIDUPKU TERJERAT SEKS BEBAS dan NARKOBA

Dilahirkan dalam sebuah keluarga harmonis tidak menjamin kehidupan seorang anak bisa menjadi seseorang yang baik ketika bertumbuh dewasa. Demikianlah cerminan kehidupan Agustinus, sekalipun lahir dan bertumbuh dalam keluarga harmonis, namun kenakalan demi kenakalan yang dilakukannya sejak kecil menggiringnya ke dalam jebakan seks bebas dan narkoba.

"Waktu kecil saya bandel banget, saya akui bahwa yang saya mau cuma main. Bahkan kesekolahpun inginnya main saja," demikian pengakuan Agustinus.
Tidak berhenti disitu, Agustinus malah memutuskan untuk berhenti sekolah. Hari-harinya dihabiskan untuk bermain dan bergaul dengan orang-orang yang tidak diketahuinya akan membawanya kepada kehancuran kehidupan.

Saat itu dia memiliki seorang teman yang kaya, namun gaya hidupnya buruk. Hingga suatu kali, Agustinus diajak ke tempat pelacuran untuk pertama kalinya. Awalnya dia takut, namun rasa ingin tahunya menghapuskan semua rasa takut yang sempat menyembul di sudut hatinya.

"Awalnya saya deg-degan, karena masih belum berani. ‘wah.. ngga mau ah..ngga mau ah...'"
Tapi temannya itu terus membujuk Agustinus, "Lo ngga nyesel lo.. ngga mau..!"
"Iya.. ngga nyesel.." jawabnya.
"Betul lo.."
Perang batin antara rasa takut dan rasa penasaran berkecamuk di pikiran dan hatinya. Tapi ternyata, rasa penasarannya lebih besar dan berhasil mengalahkan rasa takutnya.
"Iya deh.. klo gitu coba deh..." demikian akhirnya Agustinus melangkah kedalam jerat seks bebas.
"Akhirnya saya balik lagi, dan mengambil satu cewek.. wah ternyata enak..! Disitu saya mulai terjerat."

Tidak berhenti hanya di pelacuran, Agustinus melakukan kumpul kebo (tinggal serumah dengan wanita tanpa menikah - red), dan juga menggunakan narkoba. Kehidupannya hancur, tubuhnya makin kurus kering, dan dia dihantui rasa bersalah.

"Saya kumpul kebo, hidup saya hancur, memakai narkoba. Untuk berpikir saja waktu itu sangat susah, tidak seperti sekarang ini. Selain itu tubuh saya juga kurus, seperti hanya tulang dibungkus kulit saja."

"Terkadang saya merasa Tuhan menyadarkan saya, ‘Gus..lo salah.. lo salah..' Saya merasa perasaan saya sangat tidak enak.."
Perasaan bersalah mulai menghimpit hatinya, keinginan untuk berhenti menggunakan narkoba itu ada terbersit namun pergaulannya membuatnya sulit untuk melepaskan diri dari ikatan yang sudah bertahun-tahun mengikatnya itu.

"Saya diajak ke diskotik, pada hal saya sudah ingin berhenti. ‘Aku dah ngga mau triping lagi,'tapi saya dipaksa dengan alasan ada teman yang ulang tahun. Ketika masuk mobil, saya seperti hilang ingatan. Saya dikerjain oleh teman-teman saya. Sewaktu sampai di rumah, saya mau  telanjang bulat. Saya pikir saya sedang tidur dan bermimpi. Dalam halusinasi saya waktu itu saya sedang mau di baptis, saya mau bersih, dan ada sebuah danau. Jadi hayalannya seperti itu. Saya sedang buka baju, lalu kakak saya masuk dan menyuruh saya memakai baju kembali."

Agustinus yang tidak sadar karena dalam pengaruh narkoba tidak menggubris permintaan kakak laki-lakinya. Hal tersebut membuat sang kakak gusar, setelah sempat bertengkar, sang kakak mengurung Agustinus di kamarnya. Namun tak pernah di sangka baik oleh Agustinus maupun kakaknya, di kamar tersebut Agustinus mengalami sebuah pengalaman supranatural.

"Saya lihat cahaya terang, seperti di film-film itu. Bintang terang itu masuk dan saya terpental kepojok kamar. Saya terluka dan mengeluarkan darah. Saya pikir mimpi, ternyata apa yang saya alami itu nyata."

Hari itu Agustinus merasakan jamahan Tuhan dan dia memutuskan untuk berhenti dari semua keterikatannya baik narkoba, seks bebas bahkan pergaulan buruknya dia tinggalkan.
"Semua yang buruk yang saya pernah lakukan, saya akan berhenti Tuhan. Dan secara total hari itu juga saya bisa langsung berhenti."

Sebuah mukjizat besar dialami Agustinus, dia benar-benar dibebaskan dari keterikatannya kepada seks bebas, narkoba dan rokok. Selain itu, hidupnya benar-benar diubahkan. Agustinus hari ini melayani sebagai seorang pelatih footsal.

"Saya mengucap syukur buat Tuhan karena Dia sudah memberikan hidup yang sehat. Kalau bukan karena Tuhan Yesus, mungkin sekarang saya sudah gila. Dia melepaskan saya dari narkoba, dari seks bebas dan juga rokok. Dia memberikan hidup yang baru buat saya. Terima kasih Tuhan."  (Kisah ini ditayangkan 8 November 2010 dalam acara Solusi Life O'Channel).

Sumber Kesaksian:
Agustinus

sumber : jawaban.com

Jumat, 07 Maret 2014

DUKUN WANITA DARI MEDAN "SAKTI ILMUNYA"


 Kesaksian lastri
Saya memiliki kekuatan gaib, sehingga saya dapat memperdayakan banyak orang. Dengan kekuatan tersebut roh saya dapat keluar dari tubuh saya dan terbang keliling dunia untuk mencari orang-orang yang tidak kuat imannya, saya harus berusaha untuk dapat menangkap roh mereka supaya dapat menjatuhkan iman mereka yang belum kuat, itulah pekerjaan saya lakukan setiap hari.

Kenapa saya dapat memiliki kekuatan. Mulai dari kecil pada umur 9 tahun sampai 11 tahun, sering melihat hantu dan itu sangat banyak dan setan tersebut sering tidur di samping saya membuat saya kentakutan dan berteriak kepada ibu dan bapak minta tolong. Roh jahat tersebut sering meneror dan membuat saya ketakutan, hapir setiap malam saya menangis. Membuat ayah saya marah sehingga saya dibawah dari tempat tidur dan dilemparkan kelur rumah, hal ini sepertinya ayah saya sudah mempersembakan saya kepada iblis, hal ini membuat hati saya terluka.

Saya juga dapat melihat ibu saya dipukuli dan kami sering dihukum kalau kami salah. Hal ini membuat saya merasa kasih sayang orang tua sangat kurang. Mulai dari situ saya jadi dendam kepada ayah saya dan tidak mau berbicara kepada bapak. Hal tersebut membuat saya bertumbuh menjadi seorang perempuan yang kasar, saya jadi suka bermain dengan laki-laki, apa saja permainan laki-laki dan saya juga memukul mereka, sehingga mereka memberitahukan orang tua mereka dan orang tua mreka datang ke rumah saya, melapor kejadian tersebut kepada ayah saya, memang saya dinasehati tetapi perlakuannya kasar, dipukuli orang tua.

Saya tumbuh menjadi gadis dewasa, pada saya umur 20 tahun, ada suatu kejadian yang saya alami. Suatu hari saya mengalami kejadian, selama 1 minggu saya tidur berguling-guling, hal ini membuat orang tua saya memanggil seorang dukun untuk mengobati saya. Dukun tersebut berkata bahwa, sakitnya ini tidak perlu diobati karena dia mau jadi dukun besar karena ada banyak roh yang masuk ketubuh saya, karena orang tua saya tidak tega melihat saya harus berguling-guling selama 1 minggu itu, sehingga orang tua saya menerima perkataan dukun tersebut.

Satu minggu setelah kejadian tersebut saya mengalami pengalaman supernatural yang membuat hidup saya berubah. Dan suatu malam saya dimasuki oleh roh, roh tersebut mengaku bahwa dia nenek saya dari ibu. Ada juga roh-roh yang lain juga masuk ke tubuh saya. Ketika roh itu masuk saya dapat rasakan ada sesuatu yang masuk kedalam hati saya.

Ketika roh tersebut masuk ketubuh saya, yang saya rasakan ada sesuatu kekuatan yang luar biasa, sehingga saya dapat mengobati orang-orang yang sakit, roh tersebut yang membawa saya kepada orang-orang sakit untuk mengobati mereka. Mulai dari situ dari mulut kemulut, nama saya mulai terkenal di desa saya, ada seorang gadis sebagai dukun sakti yang dapat mengobati setiap orang, hal ini membuat orang tua saya tidak setuju kalau mereka sebut saya seorang dukun. Karena orang tua saya sebagai kepala sekolah dan dihormati di desa saya, tetapi saya tetap menyembuhkan orang-orang sakit. 2 tahun kemudian orang ayah saya meninggal dunia, hal ini membuat saya bebas untuk mengobati orang dirumah, ibu saya tidak marah karena ibu saya tahu karena kalau saya tidak menjalankan perdukunan tersebut saya akan sakit.

Saya memiliki 2 pengawal kiri dan kanan, saya pernah ketemu dengan dukun dan dukun tersebut hormat dan mengankat tangan, saya tanya kenapa, karena roh tersebut katakan bahwa saya yang lebih tinggi dari dukun tersebut. Ilmu saya semakin tinggi dan saya dapat terban kemana-mana, saya disuruh untuk datang kepada orang percaya untuk menjatuhkan iman mereka. Ketika saya tiba di suatu rumah dan mereka sungguh-sungguh berdoa, hal ini membuat saya tidak dapat memasuki mereka untuk mengambil roh mereka.

Biarpun saya memiliki ilmu yang hebat, tetapi hidup saya tetap masih belum merasa damai, karena saya dapat melihat teman-teman saya sudah berhasil, ada yang menikah dan punya rumah.  Hal ini membuat saya takut untuk masa depan saya. Roh tersebut juga menawarkan kekayaan, supaya saya menjadi dukun besar, tetapi ada syarat, bahwa saya harus mengakui dalam diri saya sendiri sebagai seorang dukun.

Suatu ketika ketika saya berjalan, lalu saya berteriak Tuhan, kalau memang Engkau ada, tolong saya. Ada beberapa jam disitu, saya sebagai orang bodoh, ketika saya mau jalan pulang, saya mendengar suara yang berkata lastri ini ada dua jalan yang saya tunjukan, kalau engkau ke kiri dukun besar, kalau ke kanan ikut Tuhan. Sayamemilih jalan kanan, dari kejadian tersebut ketika saya sampai dirumah, hati saya tergerak untuk ketemu tante saya  yang seorang hamba Tuhan. Ketika saya ketemu tante saya lalu kita berdoa. Saya kembali kerumah dan saya mulai berdoa meminta kepada Tuhan, seorang yang dapat membimbing saya kepada Tuhan. Tiba-tiba satu minggu kemudian ada seorang hamba Tuhan yang datang kerumah untuk membimbing saya kepada Tuhan.

Ketika saya dibimbing dalam renungan Firman Tuhan, ayat-ayat yang dibaca sering tetang penyembahan berhala, lalu hamba Tuhan ini bertanya, Roh Kudus selalu mengajari aku untuk membagi kepada kamu tentang penyembahan berhala. Lalu saya mulai mengaku bahwa saya adalah seorang dukun, lalu saya di ajak untuk doa pelepasan. Beberapa hari kemudia mereka datang dengan tim kerumahku untuk melayani saya. Ketika mereka mendoakan saya, terjadi manifestasi, saya dapat lihat roh-roh tersebut keluar dari hidup saya, ada roh orang mati, roh ular dan lain-lain.

Dari situ saya mulai bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, saya mulai terlepas dari dunia dukun saya. Saya mulai melayani, saya mngucap syukur kepada Tuhan yang telah membawa aku keluar dari lumpur dosa dan mengubah aku menjadi baru di dalam Yesus Kristus. Saya tahu ada banyak orang percaya yang ketika sakit mereka masih datang kepada dukun atau barang mereka hilang masih ke orang pintar. Padahal  Tuhan tidak mau ada berhala di dalam hidup orang percaya. Karena Tuhan mau hidup kita diberikan sepenuhnya untuk kemuliaan nama Tuhan.

Catatan:
Dari kesaksian ini kita harus belajar untuk hidup kita dekat dengan Tuhan, karena ada banyak sekali kuasa kegelapan yang ingin menjatuhkan iman kita. Lastri telah bersaksi bahwa dia dulu mencuri roh orang-orang yang imannya lemah, dan mempengaruhi hidup mereka. Jangan sampai kita agap bahwa ini Cuma cerita yang biasa-biasa saja. Setang tahu kalau orang yang hidupnya bersama dengan Tuhan maka tidak dapat di santet dan diguna-guna karena ada perlindungan Tuhan.

Sebaliknya kalau kita jauh dari Tuhan, maka hidup kita akan mudah dihancurkan oleh kuasa kegelapan. Hanya dilalam Tuhan Yesus kita diselamat dan dibebaskan, percaya kepada Tuhan Yesus karena Hidup anda sanggup di ubahkan menjadi baru, didalam Kristus Yesus, anak Allah yang hidup. Amin


Copas : kesaksian-life.blogspot.com

Senin, 03 Maret 2014

KESAKSIAN GEMPA PADANG

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Kor. 10: 13)

30 September 2009 Bencana Gempa terjadi di kota Padang dengan kekuatan sebesar 7,6 skala richter. Ibu Yohanna Yetti dan seluruh keluarga mengalami bencana tersebut, akibat bencana gempa ibu Yohanna kehilangan suami dan anak. Lokasi rumah ibu Yohanna berupa ruko yang tidak jauh dari pantai, sebagai rumah untuk tempat tinggal. rumah, mobil, motor semua hancur, porak poranda. Akibat guncangan gempa terjadi di tanah minang Padang sangat dahsyat, korban yang meninggal tidak terhitung dan merobohkan banyak bangunan. Ibu Yohanna mengalami luka yang luar biasa bahkan tangan kirinya hancur,sehingga harus diamputasi, begitu juga dadanya tertancap pecahan kaca, tetapi seperti mengalami mujizat bahwa ditangan ibu Yohanna ditemukan batu. Gempa membuat seluruh keluarga ibu Yohanna mengalami, merasakan bagaimana bencana dahsyat itu melanda hidup dan keluarganya, doa-doa ibu Yohanna membuat dirinya menjadi kuat dalam menghadapi semuanya itu.

Tuhan memberikan jawaban doa dengan di kirim seorang tukang becak untuk membantu ibu Yohanna yang sudah terkurung dalam reruntuhan rumahnya, yang dilakukan tukang becak diberi kekuatan dan hikmat. Ibu Yohanna terkurung selama 13 jam, dengan kondisi suami mati dalam pangkuannya dan anak masih bisa dilihat dua kali muntah darah kemudian meninggal. Setelah 13 jam dikeluarkan dari reruntuhan ibu Yohanna dibawa ke rumah sakit, dan membutuhkan 13 kantong darah yang dibutuhkan, dari mana darah itu di dapat? Itulah pertanyaan ibu Yohanna kepada suster, tetapi ibu Yohanna berdoa kepada Tuhan dan diberi kekuatan, golongan darah yang dibutuhkan golongan darah AB saat itu sulit sekali didapat karena begitu banyak orang yang membutuhkannya. Ketika gembala ibu Yohanna datang untuk menjenguk di rumah sakit, yang dilakukan hanya supaya antri kantong darah untuk bisa ibu Yohanna bisa berlangsung hidup.Tuhan Yesus itu baik, itulah ucapan terus yang diucapkan oleh ibu Yohanna. Tanpa mujizat Tuhan seharusnya ibu Yohanna meninggal dunia. Orang tua (mama) ibu Yohana selalu menanamkan iman dan pengharapan kepada Tuhan Yesus, sehingga anak-anak mengalami apapun tetap kuat karena memiliki iman dan pengharapan hanya kepada Tuhan.

Pemulihan dari ibu Yohanna selanjutnya dibawa ke Singapur. Mujizat terjadi banyak hal yang dialami oleh ibu Yohanna, dari paspor, uang yang harus disiapkan, tetapi kondisi porak poranda akibatnya dimana paspor dan uang itu di dapat. Terlihatlah barang yang masih utuh tersisa yaitu travel bag , ternyata berisi passport, dan uang 200 juta dalam bentuk dollar singapur. Allah kita adalah Allah yang tepat waktu untuk menolong umatNya yang berharap kepadaNYa. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong setiap kita tepat pada waktunya. Allah yang setia selalu tepat akan janjinya, ketika kita tetap fokus kepada Tuhan. Tangan Tuhan selalu menjamah hidupnya, maka terus kakinya semakin dipulihkan , menjadi normal kembali. Ginjal setiap hari dicuci, karena ginjal sudah menjadi rusak. Permohonan, tangisan dari ibu Yohanna didengar oleh Tuhan, ketika kita tidak mengeluh dan terus bertanya kenapa Tuhan? Tetapi sebaliknya maju terus dan fokus dalam Tuhan. Rumah sakit merawat ibu Yohanna selama 4 bulan, dana yang dibutuhkan sebanyak 4 milliar, tetapi karena kena bencana dipotong 50% yaitu 2 milliar. Ibu Yohanna tidak bisa membayar sebanyak itu, kemudian berdoa bersama pastor berdoa minta hikmat, dengan membuka rekening di singapur, karena Tuhan yang akan memberikan uang untuk membayar, akhirnya uang terpenuhi dalam rekening sebanyak 2 milliar.

"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yes. 53: 4-5).

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Rm. 8: 28)

Pemulihan sempurna dialami, baik ginjal, paru-paru, kaki, tangan. Mujizat dan pertolongan Tuhan yang membuat hidup ibu Yohanna semakin dipulihkan, sehingga kalau ada sampai hari ini ada karena kebaikan Tuhan, maka ibu Yohanna terus melayani Tuhan dan memberi diri bagi Tuhan bagi kesaksian banyak orang. Percayalah dan berharaplah, fokus dan andalkan kepada Tuhan apapun yang sedang engkau alami, Tuhan pasti mempunyai rencana yang terbaik buat hidup kita untuk memuliahkan nama Tuhan.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

copas : gbiprj.org