Kamis, 13 Maret 2014

DISEMBUHKAN DARI SAKIT JANTUNG BERDEBAR SELAMA 5 TAHUN

Saudara-saudara yang terkasih,
saya mau bagikan cerita kesaksian seseorang yang disembuhkan dari sakit jantung. Semoga ini dapat menjadi berkat dan kekuatan serta keyakinan bahwa Tuhan pasti mendengarkan doa kita dan bagi Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil

Nilawati Simanjuntak - Disembuhkan dari Sakit Jantung Berdebar Selama 5 Tahun


Nama saya Nilawati Simanjuntak, saya tinggal di Labuan Batu, Rantau Parapat, Sumatera Utara. Saya anak kelima dari lima bersaudara.  Awal pertama kali saya sakit di tahun 2006, ketika malam saya beraktifitas biasa membantu orang tua saya, membereskan rumah dan saat itu saya merasa sangat kuat, dan saat itu ketika jam 8 malam, saya menonton TV , dengan keadaan berdiri. Saat itu keluarga saya sedang menonton TV juga, waktu itu entah kenapa jantung saya berdebar kencang, lalu kedua kaki saya tidak kuat untuk menopang, kemudian saya langsung jatuh pingsan. Keluarga saya panik, kebetulan dekat rumah saya ada seorang bidan, bidan ter sebut memeriksa saya, bidan tersebut hanya memberikan obat , dan saya disuruh beristirahat.

Keesokkan paginya ketika itu  saya mau pergi sekolah,  saya merasa tegang, jantung saya berdebar kencang. Setelah itu saya mau memasuki sekolah, mau masuk ke kelas ada beberapa tangga yang harus saya lalui. Ketika saya mau menaikinya tiba-tiba saja jantung saya berdebar.  Kemudian tidak tahu mengapa,  tiba-tiba saya sakit, dan tiba-tiba jatuh pingsan, untung saja di situ ada teman-teman yang menolong saya. Kemudian saya di bawa pulang, melalui perjalanan satu jam dengan menggunakan bus. Setelah saya sampai di rumah, saya masih merasakan gejala seperti itu, jantung saya sering berdebar kencang, kemudian saya melakukan aktifitas saya seperti biasa, tapi tidak kuat seperti yang dulu lagi.

Saya mulai kembali bersekolah lagi, dan hal itu terjadi lagi sampai saya keluar dari sekolah. Setelah saya tamat, saya selama satu tahun di rumah untuk menjaga orang tua saya. Karena orang tua saya sangsi dengan keadaan saya, maka saya di bawa kerumah sakit, kemudian setelah saya dibawa ke rumah sakit , saya di obati tapi hasilnya saya mengidap penyakit darah tinggi dan  di beri obat-obatan saja. Obat  itu yang saya konsumsi beberapa hari saja.  Setelah saya minum obat-obat itu, tidak ada perubahan yang saya alami.  Bahkan semakin saya lebih lagi mengalami dimana saya sering pingsan. Sering  pucat dan tidak bisa berdiri terlalu lama, bahkan lari-lari ataupun terlalu lama berjalan. Sehingga saya jarang bepergian kemanapun.

Dalam kegiatan sehari-hari saya juga biasa membantu orang tua saya sepulang dari sekolah. Biasanya kalau mencuci pakaian saya selalu kuat tetapi hari itu tiba-tiba saja kepala saya terasa pusing tetapi saya mengingat bahwa tidak ada yang bisa membantu orang tua saya kalau saya berhenti mencuci, maka saya tetap melanjutkan pekerjaan saya walaupun tubuh saya terasa lemah. Begitu juga ketika saya membantu pekerjaan di dapur  pada saat itu saya bekerja di dapur dalam sikap berdiri, tiba-tiba saja kepala saya menjadi pusing dan jantung saya berdebar sangat kencang karena saya takut jatuh saya duduk untuk beberapa saat kemudian saya melanjutkan kembali untuk memasak.

Setelah itu karena orang tua saya takut karena saya sering jatuh,dan  kepala saya terbentur, saya di berikan obat cina, kemudian saya mengkonsumsi obat itu selama satu bulan, tapi tidak ada perubahan sama sekali bahkan makin parah. Sampai saat ini, saat saya sekolah di Akademi Kebidanan di Pematang Siantar Sumatera Utara awalnya saya takut, bahwa penyakit  ini akan mengakibatkan saya tidak bisa masuk asrama. Tetapi ketika saya jalani kehidupan saya di asrama untuk beberapa bulan,  saya masih dalam keadaaan baik-baik saja. Tetapi setelah saya memasuki kelas dua, semester ke empat, saya mulai kambuh lagi, saya makin sering pingsan jika saya melihat teman saya yang pingsan ataupun yang sedang sakit, jantung saya langsung berdebar kencang, wajah saya langsung pucat dan tiba-tiba saya pingsan, saya tidak tahu apa penyebabnya, jika teman-teman saya mengatakan periksalah ke dokter, saya takut divonis dokter bahwa saya memiliki penyakit. Saya menjalani kehidupan ini sampai sekarang, keadaaan saya sampai seperti ini.

Tapi suatu saat hari sabtu tanggal 28 Mei 2011, pelayan dari KPPI datang ke asrama kami, mengundang kami untuk hadir di kebaktian KPPI. Awalnya saya tidak berminat, awalnya saya ingin bertemu dengan keluarga saya, tapi saya urungkan niat saya  agar saya  bisa pergi ke tempat kebaktian itu. Mungkin Tuhan sudah memanggil saya.  Sehingga saya tidak bertemu keluarga saya tetapi ikut kebaktian itu.

Sesampainya di kebaktian itu,  saya merasakan ketika saya memuji Tuhan, ada sesuatu yang menarik hati saya, ada sesuatu yang memberikan saya  kehidupan kembali. Sewaktu Pendeta mengatakan siapa yang sakit silahkan maju ke depan dan akan didoakan, awalnya saya tidak mau maju. Karena saya merasa saya tidak sakit.  Setelah itu entah mengapa, hati saya mengatakan “ kamu harus maju, kamu harus maju ke depan”.  Tanpa di sodorkan seorang pun, saya menuju kedepan untuk mendapatkan doa, untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan, suatu penyembuhan dari Tuhan, dan setelah saya mengikuti kebaktian itu, saya merasakan ketenangan saya merasakan kesembuhan. Saya merasakan jantung saya setiap kali ada sesuatu kejadian apapun, tidak berdebar kencang lagi bahkan saya merasakan pemulihan dari Tuhan semakin lama semakin membuat saya kuat. Bahwa saya sudah sembuh, dari penyakit yang saya derita ini, dan saya tidak akan lagi mengkonsumsi obat-obatan, karena selama ini saya selalu mengkonsumsi obat-obatan.

Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus  karena Tuhan Yesus telah menyembuhkan saya, saya merasa sekarang Tuhan itu memberikan kekuatan yang baru kepada saya. Ada satu kerinduan yang dari dulu ingin saya lakukan, saya ingin melayani Tuhan Yesus dengan sepenuh hati saya, dan menyembuhkan orang-orang yang sakit hanya dengan kuasa Tuhan Yesus.  Amin!

sumber : www.kppi.or.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar