Jumat, 04 April 2014

TETAPLAH BERDOA

Selasa, 25 Februari 2014, 

saya mengalami Mujizat. Namanya saja Mujizat, walaupun itu mengenai barang yang kecil, tetap saja Mujizat itu Besar Nilainya untuk saya. Yah, sedikit kesaksian saja melalui ini, supaya bisa menjadi berkat untuk siapa saja yang membaca, atau mungkin bisa ditiru jika mengalami kejadian seperti yang saya alami.

Hari ini, seperti biasa saya mengawali hari dengan Doa Pagi. Walaupun saya berkata seperti biasa, tentu bukan sebuah rutinitas belaka. Di Chapel STT (sensor) Surakarta tempat mahasiswa-mahasiswi melakukan Doa Pagi setiap hari Selasa-Jum’at. Di Semester 2 ini, Tingkat 1 mendapatkan Anugerah yang saya anggap ini adalah Anugerah Masa Percepatan (Masa waktu yang dialami lebih cepat dari waktu yang biasanya digunakan). Selain kami bersekolah yang harusnya 5 tahun menjadi hanya dengan 4 tahun, kami juga mengalami Masa Percepatan dalam hal Pelayanan. Keputusan untuk Tingkat 1 sudah melayani Altar di Semester 2 ini membuat kami lebih cepat belajar merasakan bagaimana berdiri di depan banyak orang dengan Baik dan Benar.

Langsung saja tentang kesaksian saya, berawal dari Doa Pagi yang saya ikuti di Chapel, dengan Firman Tuhan diambil dari :

1 Tesalonika 5:16-18,
“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”, menjadi pembuka lembaran baru saya pada hari ini.

Singkat cerita, setelah Ibadah Chapel dan menyelesaikan pelayanan Operator LCD, saya menuju ke kelas yang biasa kami gunakan untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), ternyata Dosen tidak hadir. Niat untuk mengerjakan tugas Kelompok muncul setelah mengetahui Dosen tidak hadir. Menuju ke kamar dan mengerjakan.

Beberapa jam berlalu membuat saya lelah dan mengantuk, sehingga saya sempatkan untuk tidur 1 jam. Setelah bangun kembali menghadap laptop dan mengerjakan. Setelah selesai saya baru menyadari bahwa Modem saya tidak ada di samping laptop. Saya ingat betul bahwa Modem ada diatas kasur dan di samping laptop saya. Berusaha tenang untuk mencari. Disekitar kasur, dibawah kasur, dibawah laptop, lemari, tempat buku pun sudah saya bongkar, bahkan bertanya kakak kamar pun sudah semua dan hasilnya nihil. Lari kesana kesini dengan sedikit panik bertanya apa ada yang meminjam saat saya tidur, namun hasilnya sama saja.

Kembali ke kamar dan berdoa. Tentu saja saya ingat untuk berdoa karna itulah satu-satunya jalan terakhir yang bisa saya lakukan. Meminta ampun kepada Tuhan, pertolongan, dan petunjuk. Tentu saya juga sampaikan bahwa itu berharga dan akan dapat nasehat dari orang tua kalau Modem itu sampai hilang. Kondisi panik setelah mengerjakan tugas yang sedikit membingungkan sungguh membuat saya tidak bisa fokus berdoa kepada Tuhan. Dengan mengatur pernafasan dengan baik, saya berusaha untuk memfokuskan diri kepada Tuhan, meminta ampun jika ada perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, meminta pertolongan untuk mengingatkan kembali jika saya lupa dan lalai menaruhnya, dan petunjuk Roh Kudus membawa saya kepada benda itu berada.

Ketika selesai berdoa, ada satu tempat yang ingin saya periksa. Namun ternyata tidak ada Modem saya di sana. Biasanya jika saya pergi sebentar, laptop hanya saya tutup dengan bantal dan saya kunci pintu kamar Asrama jika kakak kamar tidak ada juga. Kembali ke tempat tidur berniat untuk menyalakan laptop di bawah bantal. Namun apa yang terjadi setelah saya mengangkat bantal saya? Modem itu kembali berada disamping laptop, bersamaan dengan bungkus penghapus yang saya lepas dari penghapusnya tadi pagi (baru sadar kalau bungkus penghapus itu juga ikut hilang).

Saya tertawa dan mengucap syukur tentunya karna memang tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Entah ini cobaan dari iblis atau ujian dari Tuhan untuk meningkatkan ketekunan berserah saya kepada Tuhan saya tidak tahu. Yang jelas pelajaran untuk saya, lebih baik langsung berdoa saat ingin mencari sesuatu yang hilang dari pada mencari dengan kekuatan sendiri. Hal ini sudah beberapa kali saya alami dengan kasus yang sama dan benda yang berbeda. Fakta yang saya alami adalah benda tidak lama ditemukan setelah saya berdoa. Jadi, “Tetaplah berdoa”. 1 Tesalonika 5:17.


Gbu All.


By: Stefanus A.N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar