Rabu, 28 Mei 2014

TUHAN SELALU PUNYA CARA

Minggu pagi, sebelum berangkat untuk mengikuti ibadah di gereja, di radio terdengar lagu ‘Tuhan Selalu Punya Cara’ sedang diputar. Saya terdiam beberapa saat mendengarkan setiap lirik lagu ini dan merenungkannya, dan saya melihat kembali ke kehidupan saya yang telah saya lalui, bagaimana Tuhan selalu mempunyai cara untuk menolong saya di dalam hidup.

Saya hidup ditengah-tengah keluarga yang memiliki berbagai kepercayaan. Sehingga, pada saat kecil saya sama sekali tidak kenal siapa itu Yesus, siapa itu dewa ini-dewa itu, siapa itu Tuhan. Saya beranggapan baik Yesus, dan tokoh dari agama lain itu sama-sama Tuhan, Tuhan yang satu, hanya penyebutannya saja yang berbeda dalam tiap-tiap agama.

Semakin saya beranjak dewasa, mulailah masalah-masalah muncul dalam kehidupan saya. Papa saya mulai suka mendidik anak dengan menggunakan kekerasan, baik saya maupun kakak saya sering dipukul ketika papa memarahi kami. Papa dan mama saya juga sering bertengkar malam-malam, seringkali pertengkarannya di sebabkan papa saya yang suka merokok ataupun minum-minum hingga larut malam bersama teman-temannya.
Beberapa tahun hidup dengan keluarga yang tidak harmonis membuat saya tidak betah dirumah. Saya tidak pernah pergi ke gereja, saya mulai sering pulang malam sehabis sekolah. Naik ke kelas 2 SMP, saya mulai berani mencoba-coba merokok, tapi setelah seminggu saya memutuskan untuk berhenti merokok.

Diakhir kelas 2 SMP, papa di PHK dari kantornya dan mama saya terpaksa kerja keras sendirian untuk menghidupi kami sekeluarga dan juga membiayai sekolah saya, kakak, serta adik saya. Papa dan mama semakin sering bertengkar karena masalah ekonomi. Papa sering tidak pulang kerumah, mama selalu pulang malam dari kantor. Dan pada saat pulang kerumah juga, papa saya seringkali memukul saya karena alasan yang tidak jelas.

Naik ke bangku SMA, saya semakin ikut dalam pergaulan yang tidak baik, saya sering pergi malam-malam, berkumpul bersama teman-teman, minum-minum, dll. Hal itu menjadi kegiatan rutin saya setiap malam selama berbulan-bulan.

Pertengahan tahun 2010, saya, kakak, dan mama saya bertengkar hebat dengan papa hanya karena hal sepele, saat itu pertama kalinya dalam hidup saya, saya membentak dan memaki papa saya. Rasanya saat itu emosi saya dan segala kepahitan terhadap papa yang selama ini tertanam di hati saya sudah tidak dapat saya tahan lagi. Setelah itu papa saya berkata kepada saya dengan keras, “kalau papa mati nanti, jangan datang ke pemakaman papa!” dan setelah itu membanting pintu dan pergi keluar rumah dan tidak pulang selama 3 hari.

Pada akhir tahun 2010, saya bersama kakak dan adik saya diajak mama untuk pindah rumah, meninggalkan papa saya sendiri karena kami, terutama mama, sudah tidak tahan dengan kelakuan papa terhadap kami. Kami mengontrak sebuah rumah didekat rumah saudara kami yang hingga saat ini masih kami tempati.

Setelah itu saya menjalani kehidupan seperti biasa, dengan rutinitas setiap malam bersama teman-teman yang hampir tidak pernah saya lewatkan. Seringkali papa saya datang menelpon saya atau kakak saya untuk meminta maaf dan menanyakan kabar kami, seminggu sekali juga dia datang ke rumah kami ketika mama sedang kerja. Saya dan kakak saya memaafkan papa, tetapi masih ada kepahitan dalam hati saya terhadap dia.

Pertengahan kelas 2 SMA, saya merasa semakin jenuh dengan hidup saya, hanya diisi dengan rutinitas yang tidak karuan, saya merasakan ada yang hilang dalam hidup saya, ada kekosongan di hati saya. Ketika dirumah, dalam keadaan jenuh dan hampa itu, saya bertanya, “Tuhan, kok hidup saya begini sih?? Hampa, datar, kayaknya sia-sia banget hidup saya.”

Beberapa hari kemudian, saya diajak teman saya ke gereja. Saya berpikir, yaa boleh juga, toh saya juga tidak ada kerjaan hari minggu. Akhirnya saya ke gereja bersama teman saya. Di gereja teman saya bercerita bagaimana hidupnya diubahkan oleh Tuhan Yesus, bagaimana Yesus menolong dia. Dia mengajak saya untuk ikut KS pada hari selasa dan saya mengiyakannya.

Setelah pulang dari gereja, sesampainya dirumah saya merenungkan cerita teman saya tadi. Dia juga hidup di keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya sudah berpisah tetapi hidupnya bisa diubahkan oleh Yesus. Saya merenung, dan dalam hati saya minta tolong kepada Yesus untuk pulihkan hidup saya, saya minta Yesus untuk tinggal di hati saya, dan saat itu juga timbul rasa damai di dalam hati saya, seakan-akan kekosongan yang sebelumnya saya rasakan di hati saya itu sudah terisi, dan saya merasakan kelegaan yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan.

Pada hari selasanya, saya mengikuti KS untuk pertama kalinya. Tetapi pada saat itu masih ada keraguan dalam hati saya sehingga minggu-minggu berikutnya saya tidak mengikuti KS lagi. Tetapi setiap minggunya saya mulai rutin ke gereja.

Awal tahun 2012, saya mulai mengikuti KS setiap minggunya, saya mulai merasakan iman saya bertumbuh, saya mulai membaca Alkitab, saya merubah cara hidup saya. Segala rutinitas yang dulu saya lakukan setiap malam saya tinggalkan, saya mulai belajar untuk hidup didalam Kristus.

Tetapi disaat iman saya bertumbuh, iblis kembali mencobai kehidupan saya. Kakak saya memberi tahu saya kalau mama mau menjadi orang muslim. Saya sedih, karena saat itu saya sudah tahu kalau Kristus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan keselamatan. Tetapi saya juga tidak mampu melarang mama saya karena mama saya juga orang yang keras kepala, dia bilang kalau itu iman dia, juga karena di kantornya mayoritas beragama muslim dan temannya mengajaknya untuk menjadi muslim. Tepat pada hari ulang tahun saya yang ke 18, mama saya menjadi seorang muslim.

Tidak sampai 2 minggu setelah ulang tahun saya, di akhir bulan maret, tante saya mendapat telpon yang mengabarkan kalau papa saya kecelakaan motor dan sudah berada di rumah sakit. Saya teringat dulu ketika saya masih SMP, papa saya pernah menelpon berpura-pura menjadi polisi dan mengabarkan kalau papa saya kecelakaan dan kondisinya kritis, tetapi kemudian terdengar suara tertawa papa saya di telpon.

Tetapi kali ini berbeda, papa saya benar-benar kecelakaan dan kondisinya cukup parah. Saya segera berangkat ke rumah sakit bersama kakak saya. Waktu itu, setelah kecelakaan papa saya dibawa ke RS. Hermina Galaxy. Sesampainya di rumah sakit, saya segera menuju ruang UGD, saya melihat papa saya terbaring kesakitan dengan luka luar yang cukup parah di kepala, tangan, kaki, serta dadanya. Darah mengalir melalui selang yang dimasukan ke perutnya melalui tenggorokannya karena adanya pendarahan dalam akibat benturan di perutnya.

Saya memeluk papa saya, dia menyadari kehadiran saya, dan membalas memeluk saya. Tubuh saya bergetar dan saya tertegun sedih, sosok papa saya yang selama ini keras dan kasar, sosok papa yang keras kepala dan benar-benar keterlaluan hingga menimbulkan kepahitan dalam diri saya, kini terbaring lemah menahan sakit di hadapan saya. Entah kenapa saat itu air mata saya tidak mengalir meskipun saya merasa benar-benar sedih.

Kemudian saya bicara didekat telinganya, “Pah, Donny udah maafin papa, Donny udah maafin semua kesalahan papa. Donny minta maaf juga yah pah udah ninggalin papa, papa mau maafin Donny kan?” belum sempat papa saya menjawab, papa saya sudah hilang kesadaran karena luka-lukanya.

Malam harinya papa saya dipindahkan ke RS. Mitra Keluarga dikarenakan tidak adanya peralatan yang memadai di RS. Hermina. Sesampainya di ruang UGD RS. Mitra, papa saya sudah dalam kondisi koma. Kemudian dilakukan CT Scan, dan diketahui kalau ternyata otak sebelah kiri papa saya sudah tertekan ke sebelah kanan karena pendarahan di kepala. Dokter juga tidak bisa melakukan operasi karena tingkat kesadaran papa lemah, sehingga papa harus dirawat di ruang ICU dulu sampai tingkat kesadarannya meningkat.

Setelah masuk ruang ICU, keadaan papa semakin menurun, dia bertahan hidup berkat alat-alat yang terus memompa jantungnya agar bernafas dan juga obat-obatan yang menjaga organ tubuhnya tetap berfungsi. Beberapa teman KS saya datang kerumah sakit dan berdoa bersama untuk papa saya. Setelah 3 hari koma dan bertahan hidup berkat bantuan alat-alat, akhirnya papa saya dinyatakan meninggal. Satu hal yang saya syukuri adalah papa saya sebelumnya telah menerima Yesus dalam hidupnya, dan saya percaya kalau dia kini tinggal bersama-sama dengan-Nya di surga.

Setelah itu banyak pergumulan yang saya hadapi, tetapi semua pergumulan itu dapat saya lalui bersama Tuhan. Saya semakin sering datang KS setiap minggunya, dan saya diberi tanggung jawab oleh teman-teman untuk menjadi cpks.

Mendekati akhir tahun 2012, saya mulai mengikuti ibadah di GKII dan saya merasakan iman saya bertumbuh di gereja ini dan mulai ikut ibadah setiap minggunya.

Tahun 2013 awal, saya menjadi pks di KS saya. terdorong untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan di gereja dan juga karena firman Tuhan, saya akhirnya mendaftarkan diri untuk mengikuti baptisan dan di pertengahan Juni kemarin akhirnya saya di baptis. Walaupun sebelumnya itu menjadi pergumulan buat saya karena keluarga banyak yang tidak setuju, tetapi Puji Tuhan, Tuhan membuka jalan sehingga pada akhirnya saya bisa dibaptis.

Yang mau saya tekankan dari kesaksian ini, seringkali dalam kehidupan, kita merasa kalau masalah yang kita hadapi sangat berat dan kita tidak mampu untuk menghadapinya. Tidak jarang juga kita mengeluh dan bersungut-sungut ketika keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi perlu kita sadari, dibalik semua masalah yang kita alami, keadaan-keadaan yang kita hadapi, semuanya itu diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan kita tetapi Dia tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian menghadapi semuanya itu, Dia berjalan menyertai kita sepanjang hidup kita, seberat apapun masalah kita Dia tidak akan meninggalkan kita. Dan di Roma 8:28 di katakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya.

Dan pertolonganNya sangat nyata saya alami dalam kehidupan saya, bagaimana Dia memakai teman saya untuk menyelamatkan saya, bagaimana Dia mendamaikan hati saya yang tadinya dipenuhi kepahitan dan kekosongan, bagaimana Dia juga membuka mata saya sehingga saya bisa melihat bahwa dalam setiap masalah selalu ada hal bisa disyukuri, bagaimana cara Dia juga merubahkan hidup saya melalui persekutuan dan juga firmanNya yang hidup.

Tuhan selalu punya cara untuk menolong umatNya dan tidak jarang pertolonganNya melampaui akal pikiran kita. Entah apapun masalah yang kita hadapi, yakin dan percayalah bahwa Dia akan mengulurkan tangannya untuk menopang kita dan Dia selalu punya cara untuk menolong kita. Tuhan Yesus memberkati.

Tulisan dikirim oleh Donny Marvine
Sumber : www.kristusyesus.com

Sabtu, 24 Mei 2014

DIBEBASKAN DARI ROH LUCIFER


Setan berusaha memisahkan manusia dengan Tuhan, dengan kesaksian ini menceritakan bagaimana Giovani di bebaskan dari kuasa kegelapan. Anda ingin tahu lebih jelas dari kesaksian ini, baca dibawa ini..?

SAAT IBADAH
Kejadiannya terjadi saat ibadah natal di Gereja di plaza sunter saat itu yang kotbah Ev. Daniel Vicky Pridnani seorang keturunan India dengan latar belakang penyembah berhala dan bertobat menerima Tuhan Yesus.

Sewaktu kotbah ada seorang jemaat tidak kuat mendengar firman Tuhan dan badannya bergetar hebat seperti mau kerasukan namanya Giovani, akhirnya giovani keluar ruang ibadah dan menyampaikan kepada salah seorang pengerja dan pengerja menyampaikan hal tersebut ke pendeta dan minta di doakan diluar tetapi oleh pendeta diminta masuk saat altar call.

DIKONSELING
Saat dikonseling sebelum didoakan giovani menceritakan kembali kejadian tersebut dan mengatakan sering ikut kotbah pak daniel tapi baru kali ini rasanya lain tidak tau kenapa saya bergetar sendiri bahkan sampai sekarang masih bergetar saya tidak kuat seperti mau kerasukan lalu saya keluar. Yang saya lihat dia gemetar ketakutan.

Dia menceritakan semua hal tentang dirinya bahwa dia adalah anak yang tidak diinginkan orang tuanya, pernah pasang susuk, pernah pindah agama 2 tahun ke ajaran seberang karna ikut suami dan akhirnya kembali lagi karna tidak nyaman dan dia juga mengaku kalau dia kotor karena pernah bekerja di spa.

Saya bilang Tuhan akan mengampuni semua dosa kamu walau dosamu merah seperti kain kirmizi karna kamu sudah mengakuinya dan iblis tidak bisa mendakwa lagi karna kamu sudah mengaku dosa.

DIDOAKAN LALU MANIFESTASI
Akhirnya sampailah giovani didoakan oleh ev. Daniel. Saat didoakan dalam nama Yesus segala roh roh jahat, kuasa gelap lepas, dia teriak dan berbahasa lidah tetapi palsu (teriak tatatata... Babababa....) kemudian saya sampaikan ke pak daniel kalau dia unwanted child. Saat itulah ditengking roh penolakan dan berteriaklah giovani kemudian jatuh rebah kemudian tertawa seperti hantu.

MENGAKU SEBAGAI LUCIFER
Kemudian Pak daniel berkata "dalam nama Yesus siapa engkau?" kemudian giovani menjawab "aku lucifer daniel...", sahut pak daniel "Hei lucifer, Roh yang ada didalamku lebih besar dari engkau" sambil teriak2 giovani menjawab tapi dengan ekspresi sangat sedih dan terlihat kesedihan yang mendalam dari matanya "aku lebih berkuasa dari Yesusmu, daniel" expresinya seperti menangis "aku telah membunuhNya", balas pak daniel "dalam nama Yesus" dengan suara lantang, "jangan sebut nama itu, jangan usir aku daniel dia milikku, dia sudah ada perjanjian denganku" balasnya .

Beberapa jemaat dan pengerja menyaksikannya sekitar 50 orang sambil berdoa, kemudian dia berkata "berhenti, kalian semua jangan doakan dia berhenti doakan dia (maksudnya jangan doakan giovani kata lucifer) sambil teriak2 kesakitan.

Tengking pak daniel "dalam nama Yesus, terikat, kuasa mu dipatahkan, engkau tidak berkuasa lagi, Holy Spirit fire" dia mengerang kepanasan tersiksa oleh Api Roh Kudus sambil di ciprat oleh minyak urapan "stop, jangan siram lagi, panas..." kata lucifer, setelah itu dia terkulai lemas.

LUCIFER KELUAR DARI TUBUH GIOVANI
Kemudian pak daniel duduk sejenak beristirahat sambil terengah2 dan berkata "beri kemuliaan bagi Tuhan Yesus" disambut dengan tepuk tangan jemaat dan kemudian saya ceritakan konseling giovani ke pak daniel dan dilanjutkan dengan doa lagi sambil lucifer kesakitan menggelepar dan teriak teriak dilantai.

Kemudian pak daniel minta saya bawakan pujian, dan saya bersama pengerja dan jemaat angkat pujian oleh Darah Anak Domba. Lucifer teriak2 sambil menutup telinga dan berguling kekanan kekiri.

Dan akhirnya "dalam nama Yesus keluar kau" kata pak daniel, karena Yesus adalah terang dunia dan dimana ada terang kegelapan tidak dapat menguasainya.

Dan akhirnya dipanggil roh giovani kembali ke tubuhnya dan kemudian berdiri dan berdoa mengikuti doa pak daniel "dalam nama Yesus, aku orang berdosa, ampuni aku Tuhan, aku menerima  Engkau sebagai Tuhan dan juruselamat, bebaskan aku Tuhan, dalam nama Yesus aku batalkan semua perjanjian dengan lucifer, perjanjian dari susuk aku batalkan, aku usir lucifer keluar dari tubuhku dalam nama Yesus, amin" kemudian rebahlah giovani dan bebaslah ia dari belenggu iblis. Terpujilah Tuhan Yesus.

CATATAN :
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil bagi yang percaya kepada Dia. Kita jangan membiarkan kuasa kegelapan membutahkan kita, sehingga kita menjauh dari Hadirat Allah. Lihat tangan Tuhan selalu terulur buat kita, supaya kita dapat berada dalam kerajaan-Nya.

Bagi saudara yang masih terikat dengan kuasa kegelapan atau hidup dalam dosa, lepaskan semua itu karena semua itu hanya sementara, tetapi carilah jalan keselamatan yang Tuhan telah sediakan buat kita umat manusia. Tuhan tidak melihat berapa besar kesalahan yang saudara telah lakukan. Dia Tuhan ingin datang kedalam hidup saudara untuk membebaskan saudara dari ikatan dosa tersebut. Berdoa kepada Dia, undang Tuhan hadir dalam hidup anda, katakana kepada Dia bahwa anda ingin bertobat, mau meninggalkan kehidupan lama dan hidup menjadi manusia yang baru. Ketika anda berdoa dan percaya maka anda akan menerima sukacita dan damai sejahterah dari Tuhan. Amin

Terima kasih atas kesaksian yang telah dikirim ke kesaksianlife@gmail.com, Biar dengan kesaksian ini banyak orang akan diberkati. GBU

Sumber : kesaksian-life.blogspot.com

Selasa, 20 Mei 2014

KESAKSIAN : MEMILIKI 500 SETAN




Kesaksian dari Samarinda, sejak usia 4 tahun sudah bergaul dengan kuasa gelap, memiliki 500 setan yang mengawal dia. Anda ingin tahu kesakaian ini, yang di ceritakan oleh Ev. Nani Susanti, ketika pelayanan di Samarinda dan bertemu langsung kepada orang tersebut yang sudah bertobat. Bagaimana ceritanya baca dibawah ini..?

PELAYANAN DI SAMARINDA
Di Samarinda, saya bertemu dengan seorang anak. Sejak usia 4 tahun, anak ini sudah bergaul dengan kuasa gelap, dia sering mendengar suara-suara, diajak ngobrol, dan bahkan bermain. Mamanya tidak mempedulikannya. Hingga pada akhirnya anak ini mulai menanggapi suara-suara tersebut dan iblis menampakkan diri padanya.

Pada saat anak ini berusia 17 tahun, dia diberi tahu untuk membuat 3 buah jubah. Ada sebuah jubah yang khusus dipakai saat menari. Anak ini pada siang hari tidur dan banyak beraktivitas pada malam hari, karena pukul 21.00 hingga pukul 03.00 dini hari adalah waktu untuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan kuasa gelap.

Anak ini diberi 500 setan untuk mengawal dia. Anak ini juga kadang mendapat instruksi untuk pergi ke tempat yang akan terjadi tabrakan, pada saat tabrakan terjadi, roh orang yang mati tersebut secara otomatis menjadi pengikut dia. Anak ini mempunyai berbagai macam roh, ada roh kecelakaan, roh maut, roh perpecahan, dsb. Sasarannya adalah orang kristen, tetapi bukan orang Kristen yang ecek-ecek, tetapi orang Kristen yang sungguh-sungguh kepada Tuhan.

INGIN MENGHANCURKAN ORANG PERCAYA
Kenapa? Karena orang Kristen yang ecek-ecek, sudah otomatis menjadi bawahannya. Kalau anak ini melihat ada orang Kristen yang sungguh-sungguh, maka dia akan berunding dengan pengikutnya, apa yang harus dilakukan terhadap orang Kristen tersebut. Dia merencanakan kecelakaan, cacat fisik, atau kematian, tujuannya adalah agar orang Kristen tersebut “kecewa” kepada Tuhan. Misalnya ada sebuah rumah tangga yang kuat, dia akan mengirim dan memasukkan roh perceraian, roh salah paham, dsb. Mengerikan. Hal itu semua biasa disebut jerat iblis.

Saat ini, dia sudah bertobat. Yang sungguh mengejutkan adalah anak kandungnya pun diberi nama oleh iblis. Christover, dst. Saat ini sedang masuk pengadilan untuk melakukan pengajuan ganti nama, dia keluarkan sekitar Rp 15.000.000. Tapi hingga saat ini, dia dan keluarganya statusnya belum bersih, kedua anaknya tidak berani melihat saya secara langsung. Bahkan dia sendiri pun ketika saya kotbah, bersembunyi di belakang pilar. Dia sudah didoakan, sudah melakukan pelepasan terus-menerus, dan tetap setiap malam masih aksi-aksi perebutan jiwa. Hari-hari ini, kita harus minta dipaksa oleh Tuhan dan memiliki hati yang tetap percaya, bahwa mengikut Tuhan adalah pilihan yang terbaik.

PRIBADI KITA MELEKAT DENGAN TUHAN
“Segala sesuatu yang tidak enak yang diizinkan Tuhan di dalam hidup kita adalah sesuatu ujian yang paling ringan. Tuhan berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita hingga kesudahannya.” Ada orang-orang yang mengirimkan pesan di BB, yang isinya berkata, “Hati-hati jangan keluar malam, atmosfer di negara kita sedang tidak enak, terutama untuk para keturunan Tionghoa, dst”.

Si pengirim pesan merasa ketakutan dan menyebarkan pesan yang menakutkan. Saya berkata, “Sudahlah, benar atau tidak, yang penting pribadi kita melekat dengan Tuhan, minta perlindungan yang sempurna yang dari Tuhan. Diam di rumah pun, rumah kita bisa ambruk atau terbakar kapanpun. Jadi, yang penting minta perlindungan Tuhan. Perlu hati yang melekat dan percaya penuh.”

BLOODMOON
“Bloodmoon”, yang merupakan salah satu tanda akhir zaman. Bagaimana supaya kita dilindungi? Kemaren saat Hamba-Hamba Tuhan berdoa, saya melihat sebuah penglihatan yang menakutkan diri saya. Ada laut, gelombang-gelombang airnya semakin besar, ada gunung-gunung di dalam laut yang meletus, yang mengeluarkan api dan lahar, sehingga lautan menjadi merah dan berubah menjadi lautan api.

Saya bertanya-tanya, “Akan terjadi apa di hari-hari ke depan? Saya pun baru kali ini mendengar bahwa terdapat banyak gunung di dalam laut. Ternyata memang gunung-gunung di bawah laut itu ada, ada yang di dekat palungan Sunda dan Bengkulu, Sumatera. Kalau gunung-gunung ini meletus, maka pulau Jawa dan Sumatera bisa jadi terbelah dua. Kita terus mendoakan soal lempengan yang bergeser ini. Sampai Tuhan berkata bahwa kita mendapatkan Perjanjian Darah. Tuhan berkata bahwa apapun yang diizinkan Tuhan, semuanya masih bisa ditahan dan dapat dibuat tidak begitu membahayakan. Kita tidak tahu di tempat mana kita berada, tapi kita bisa memegang dan berdiri di atas Perjanjian Darah.”

CATATAN :
Setiap kesaksian yang saudara baca ini bukan untuk menakuti kita, melainkan mengingatkan kita untuk mau hidup di dalam Tuhan. Apa itu hidup didalam Tuhan..? Hidup di dalam Tuhan adalah menjadi pelaku Firman Tuhan.

Dunia ini berusaha memisahkan kita dengan Tuhan, dengan tawaran yang kita lihat dan rasakan sangat enak kalau kita miliki, hati-hati dengan jebakan setan, setan tahu setiap kelemahan kita. Oleh sebab itu dia akan selalu menyerang kita dari setiap kelemahan kita.

Firman Tuhan adalah Kekuatan kita, setiap Firman yang saudara praktekan didalam kehidupan sehari-hari, maka akan menjadi kekuatan kita untuk dapat mengalahkan tipuan setan. Galatia 5:22-23, “Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”.

Jadilah Pelaku Firman Tuhan seperti yang telah di ajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. “Matius 28:19-20, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” . Kita juga adalah murid maka kita juga wajib untuk menjadi pelaku Firman Tuhan. Amin

Sumber : kesaksian-life.blogspot.com

Jumat, 16 Mei 2014

ORANG KRISTEN YANG BERAKHIR DI NERAKA

 
Di tahun 1982, saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan saya meninggal. Sebagaimana kematian menghampiriku, saya merasakan sekeliling menjadi gelap. Saya menemukan diriku berjalan sepanjang terowongan, dan semacam makhluk mengambilku. Sementara kami berjalan dalam terowongan yang gelap dan dingin ini, saya mulai mendengar teriakan yang menyeramkan dan geraman, dan ketakutan yang mencekam tumbuh di dalam diriku. Saya tahu bahwa, walaupun tubuhku telah mati, saya sepertinya masih tetap hidup di tempat ini.

Saya melihat ular besar bergerak di sekeliling, dan semua orang sedang menanggis meminta air. Segera kami tiba di danau yang terbuka, yang memiliki banyak ruangan dan divisi, masing-masing mengandung orang-orang yang berbeda di dalamnya. Saya mulai menanggis dengan teror, memohon Tuhan untuk berbelas kasihan. “Tuhan, ingatlah hidupku! Berbelas kasihanlah!” Perasaan mencekam pelan-pelan merayap di jiwaku, dan seluruh hidupku terbayang kembali di pelupuk mata ku. Segera kami sampai pada suatu pintu, saya berteriak lagi, “berbelas kasihanlah kepadaku ya Tuhan; berbelas kasihanlah padaku! Saya mohon pada MU untuk menolongku! Tolong aku Tuhan!!”

Tiba-tiba ada sebuah keheningan, dan saya mendengar sebuah suara yang keras berkata, “Stop!” suara itu mengoncangkan seluruh Neraka, dan makhluk yang memegang tanganku, melepaskanku. “Aku bukanlah Allah para penzinah, Aku bukanlah Allah para pencabul, Aku bukanlah Allah para pembohong. Kenapa kau memanggilku Tuhan, bila Aku bukanlah Allah mereka yang sombong? (Lukas 6:46)

Saya merasa bahwa saya akan dihancurkan, tetapi sesaat kemudian, suara Allah menjadi lembut, “Mari dan Aku akan memperlihatkan kepadamu apa yang sedang terjadi dalam tempat ini yang sedang menunggu semua yang tidak bersedia mengikuti JalanKU dan yang telah berjalan menurut imajinasi hati mereka sendiri.”

Kami kemudian berjalan ke sebuah tempat dimana saya melihat seorang wanita yang duduk di kursi goyang. Masih ada geraman yang mengerikan keluar dari seluruh tempat itu. Pertama-tama, dia terlihat oke, tapi kemudian tubuhnya berubah menjadi seorang tukang sihir, dan dia berteriak dalam kesakitan, terbakar dalam api. Dia memohon untuk belas kasihan, tapi Tuhan berkata kepadaku, “Upah dosa adalah maut, dan mereka yang tiba di tempat ini tidak akan pernah keluar lagi.” (Roma 6:23)

Tuhan menunjukkan kepadaku banyak orang yang tidak taat, banyak yang merupakan bagian dari Gereja Kristen. Mereka menanggis dan memohon untuk belas kasihan, tapi tidak ada belas kasihan. Belas kasihan hanya dapat ditemukan saat seseorang masih hidup di bumi. Saat orang sudah meninggal, belas kasihan tidak dapat diraih lagi, sebagaimana ada tertulis, “sudah ditetapkan manusia mati untuk sekali, dan setelah itu penghakiman” (Ibrani 9:27)

Yesus juga memperlihatkan padaku sebuah tempat dengan minyak yang mendidih, dan ada banyak orang yang menderita di dalamnya, terbakar dalam api dan berusaha untuk keluar. Tapi setan akan melempar mereka masuk kembali.

Kami berjalan sampai kami tiba di suatu tempat dengan orang-orang yang mendengar Firman Tuhan, tapi tidak pernah mau bertobat.

Saya bahkan melihat pendeta, penginjil, umat percaya dan misionari. Mereka ada disana untuk alasan yang berbeda. Saya melihat seorang pendeta yang tidak percaya pada kuasa Roh Kudus, berbicara dalam bahasa lidah, penyembuhan atau pembaptisan dari Roh Kudus. (Markus 3:29). Dia memohon untuk belas kasihan, dan satu kesempatan lagi untuk memberitahu dunia bahwa berbahasa lidah itu benar, bahwa Roh Kudus adalah benar, dan bahwa ada kemerdekaan yang sesungguhnya dalam injil. Tetapi sudah terlambat bagi dia; dia tidak akan pernah bisa keluar, walaupun dia seorang pendeta. Kesempatannya untuk bertobat hanya dapat terjadi selama di bumi.

Saya juga melihat seorang misionari di Neraka. Dia ada disana karena dia meminta uang untuk memulai sebuah misi di Afrika, tapi dia menahan sebagian uang untuk dirinya. Sekarang dia memohon untuk belas kasihan dan untuk kesempatan lain untuk mengembalikan uang yang bukan miliknya. Ketika dia melihat bahwa Yesus tidak dapat menolongnya, dia mengutuki Yesus.

Saya melihat orang yang sebelumnya menyembah Tuhan di Gereja. Sekarang mereka hanya dapat menanggis memohon belas kasihan untuk dosa mereka karena tidak mau bertobat, mereka telah kehilangan kesempatan mereka untuk bertobat setelah mereka mati. Saya melihat pendeta disana merampok perpuluhan dan persembahan dari jemaat mereka. Mereka juga memohon untuk menghapus perbuatan mereka yang jahat, tapi tidak ada kesempatan lagi.

Mereka yang mati tanpa Yesus Kristus masuk Neraka, dan mereka yang mati dengan Yesus Kristus masuk ke surga. Banyak orang percaya bahwa kematian menghapus keberadaan mereka (annihilationism). Tapi saat kematian, kehidupan Anda yang sesungguhnya dimulai, dalam kemuliaan Tuhan atau dalam penghakiman kekal dan rasa malu. (Daniel 12:2). Anda sedang membuat keputusan itu saat ini. Kita semua harus secara hati-hati merenungkan dimanakah kita akan menghabiskan kekekalan. Apakah Anda ingin menghabiskan kekekalan di Neraka atau dalam Kemuliaan Tuhan? Itu adalah pilihan Anda.

Kami meneruskan perjalanan kami ke sebuah tempat lain yang mengerikan dimana para setan dari segala jenis dan bentuk; beberapa hanya memiliki sebuah lengan, satu mata dan satu kaki yang terpotong. Wajah mereka seperti separuh dari wajah manusia, tetapi selebihnya adalah kosong. Saya bertanya, “Tuhan, apakah ini?” Dan DIA berkata, “mereka adalah setan penghancur, didalam rumah mereka semua yang terhilang. Ini adalah setan yang akan menghancurkan dan menghancurkan tanpa istirahat, hari lepas hari.”
Siksaan di tempat itu sangatlah mengerikan; jiwa-jiwa selalu mengingat hal-hal yang mereka lakukan saat di bumi. Seperti dalam perumpamaan akan orang kaya dan Lazarus. (Lukas 16:19-31). Orang kaya bisa mengingat bahwa dia memiliki seorang ayah dan 5 orang saudara laki-laki. Anda akan mengingat semua hal yang Anda lakukan dalam hidupmu, baik atau buruk; Anda ingat pada seluruh relasi Anda, dan ini adalah bagian dari penyiksaan, karena Anda akan sangat tidak menginginkan mereka masuk ke Neraka pula.

Hari ini banyak orang yang menyampaikan Kabar Baik Injil, memperingatkan mereka yang ada dibumi untuk bertobat. Satu-satunya yang dapat menyelamatkan Anda adalah Yesus, yang berada di sebelah kanan Bapa, siap untuk menyelamatkan Anda. “Keselamatan tidak ada pada seorang pun, karena tidak ada nama lain dibawah langit ini yang daripadanya kita dapat selamat. (Kis 4:12). Percayalah hanya kepada Yesus.


ANAK-ANAK DI NERAKA
Saya menyaksikan seorang wanita dengan 2 orang anak yang sedang berteriak kepada ibu mereka: “Mengapa? Mengapa kau tidak membawa kami ke sekolah Minggu? Mengapa kau tidak mengizinkan kami pergi ke Gereja?” Mereka mengutuki dia karena dia tidak pernah mengizinkan mereka untuk mendengar Injil.

Bahkan kini, saya masih bisa merasakan sakit dan kengerian di dalam jiwa saya ketika saya mengingat bahwa ada anak kecil di Neraka. Saya melihat beberapa berumur 12 dan 14 tahun. Mereka juga menyesali banyak hal yang mereka lakukan di Bumi. Banyak orang Kristen mengabaikan kenyataan bahwa anak kecil bisa terhilang pula, karena mereka masih kecil. Tapi saya memberitahumu, jika seorang anak kecil bisa membedakan dari yang baik dan jahat, dan mereka tidak berjalan dalam jalannya Tuhan, mereka pun bisa masuk ke tempat penyiksaan itu (Ams 22 :6).

Ada tertulis di alkitab, “Saya melihat orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan tahta, dan dibukalah sebuah buku. Ada sebuah buku lain juga dibuka, yaitu Buku Kehidupan. Orang mati dihakimi berdasarkan apa yang telah mereka lakukan sesuai yang tercatat di buku.” (Why 20:12).
Semua orang yang bisa membedakan apa yang baik dan jahat akan berdiri di hadapan Tuhan; tidak ada yang tersembunyi di mata Tuhan.

Kami terus berjalan hingga kami tiba di sebuah tempat yang menyerupai stadium. Ada banyak setan disana menertawakan jiwa-jiwa yang terhilang. Para setan mengejek mereka, dan menyiksa mereka yang diciptakan dalam rupa Allah.

Para setan akan merobek bagian tubuh orang dan menyembunyikannya, membuat orang mencari-cari. Para setan mendapatkan kesenangan sadis dengan menghasilkan sakit. Seperti yang ada tertulis “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan...”(Yoh 10:10).

Orang-orang disana sangat haus akan air, tetapi tidak ada. Mereka bahkan menyesali hari mereka dilahirkan. Tetapi perasaan terburuk adalah untuk mereka yang mengenal Yesus, yang kemudian menjauh dari DIA. Jika Anda telah menjauh dari Yesus, jika Anda tidak lagi mengikuti jalan-jalanNya, hari ini adalah hari untuk datang kembali! Jangan malu akan apa yang dikatakan oleh temanmu atau orang lain.

Ingatlah apa yang pernah Yesus katakan tentang mereka yang malu mengakui DIA. “Barang siapa malu karena Aku dan perkataanKU, Anak Manusia pun akan malu akan orang tersebut saat DIA datang kemuliaanNya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.”(Luk 9:26).

Inilah waktu bagi Anda untuk lari kepada hadirat Allah; dan mencari keselamatan. Jangan mencari sebuah Gereja yang membuat Anda merasa baik; carilah sebuah Gereja dimana Roh Allah bekerja dan bertobatlah dari semua dosa-dosa Anda! Inilah waktu untuk pertobatan yang sungguh-sungguh; waktu untuk menanggis kepada Tuhan dan lari kepada Yesus. Jika Anda mempunyai dosa-dosa yang belum Anda hentikan, jiwa Anda berada dalam BAHAYA, karena Alkitab berkata bahwa Yesus akan datang seperti pencuri di malam hari, (1 Tes 5:2) Apakah Anda siap atau tidak?

Kami terus menyaksikan para setan menyiksa orang. Saya melihat mata seseorang dicongkel dan disembunyikan, dan orang tersebut harus menyeret diri mereka dalam kesakitan untuk menemukannya. Para setan mendapatkan kesenangan dari kekejaman mereka. Bagi yang lain, mereka dicopot lengan dan kaki. Tetapi bagi mereka yang telah mengenal Tuhan, kemudian mati dalam dosa-dosanya, hukuman mereka lebih buruk lagi. Mereka mendapatkan penghukuman double (Ibr 10: 26-27). Mereka yang tidak pernah mengenal Tuhan juga berada dalam penyiksaan, tetapi lebih menderita bagi mereka yang pernah mengenal Tuhan dan kemudian menjadi penggosip ( 2 Pet 2 : 21).

Ketika saya disana, saya merasakan kengerian di dalam jiwa saya, murni panik. Saya memiliki semacam belas kasihan bagi semua jiwa-jiwa yang menanggis untuk belas kasihan. Yesus berkata, “Aku akan memperlihatkan kepadamu berapa banyak lagi yang sedang menanti jiwa-jiwa yang hilang.”

Kami melewati tempat lain yang mempunyai banyak sel pembakaran yang berbeda. Di dalam sel itu adalah jiwa-jiwa, tetapi apa yang tersisa dari mereka hanyalah tulang abu-abu yang terbakar hangus.  Tetapi mereka tetap dapat merasakan sakit, dan mereka berteriak kepada Yesus untuk berbelas kasihan saat Yesus lewat.  Saya mengetahui bahwa orang-orang ini pernah berada di Gereja; beberapa bahkan menyampaikan Firman Tuhan saat mereka hidup, beberapa mengusir setan-setan dan berbicara dalam karunia lidah saat di Bumi.  Tapi sekarang orang-orang Kristen berada di bawah sini, karena suatu hari mereka memutuskan untuk berpaling dari jalan-jalannya Tuhan.

JALAN MENUJU NERAKA 
Tuhan berkata, “Lihatlah pada jalan yang lebar ini.” Saya melihat sebuah jalan dimana banyak umat percaya yang berjalan, dan mereka bahkan membawa alkitab. Saya melihat beberapa berdoa dan yang lainnya menyanyikan pujian. Saya melihat jalan yang sempit dari Tuhan membelok ke kanan, tapi orang-orang Kristen terus berjalan lurus menuju Neraka. Yesus menjelaskan, “Mereka mempunyai kehidupan ganda; mereka menjalani 2 kehidupan; satu di rumah doa KU, dan yang lain di rumah mereka sendiri.” Saya berkata, “Tapi Tuhan, orang-orang ini memuji namaMU!” Yesus menjawab, “Ya, dan bahkan saat mereka menanggis, berteriak, dan mengatakan hal-hal yang baik mengenai Aku dan kepada kepadaKU, hati mereka penuh dengan perzinahan, penuh dengan kejahatan, penuh dengan kebohongan, penuh dengan penipuan, penuh dengan kebencian, penuh dengan akar kepahitan, penuh dengan pikiran-pikiran buruk.” Kemudian, saya mengerti apa yang telah tertulis di Alkitab, “Bukan semua orang yang berkata kepadaKU, ‘Tuhan... Tuhan..’, akan memasuki Kerajaan Surga, tetapi hanya dia yang melakukan kehendak BapaKU yang di Surga.”(Mat 7 :21).

Banyak orang Kristen yang mempunyai kebencian atau kepahitan dalam hati mereka terhadap saudara mereka; dan tidak beribadah karena saudara tersebut. Tetapi saat pendeta bertanya kepada Gereja, “Berapa banyak dari saudara yang mengasihi Tuhan?” Mereka menjawab, “Amin!” tetapi Alkitab berkata bahwa mereka yang membenci saudaranya adalah seperti pembunuh, dan tidak pembunuh yang dapat masuk dalam Kerajaan Surga. Ada tertulis, “Barang siapa yang marah dengan saudaranya, akan dihakimi. Dan lagi, barang siapa yang berkata kepada saudaranya, ‘Raca’, harus menjawab para Sanhedrin. Tetapi barang siapa yang berkata, ‘Kamu bodoh!’ akan berada dalam bahaya api Neraka!” ( Mat 5 : 22 ). Saudara ini akan sangat menyesali hal itu saat Tuhan datang kembali.

Alkitab mengatakan kepada kita, “Janganlah membenci saudaramu dalam hatimu. Tegurlah tetanggamu secara terus terang sehingga kamu tidak berbagi dosanya. Janganlah mencari pembalasan atau menaruh dendam terhadap orang lain, tetapi kasihilah tetanggamu seperti dirimu sendiri. Akulah Tuhan.” ( Ima 19 : 17-18 ). Sangatlah menyedihkan saat mereka yang melayani Tuhan, tidak berhasil mencapai Surga. Anda perlu secara serius merenungkan hal ini dan bertanya, “Apakah saya siap untuk Tuhan? Apakah saya sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan? Apakah hidupku menyenangkan hati Tuhan?” Anda masih memiliki waktu untuk mengarahkan hatimu kepada Tuhan dan menghindari Neraka.

Beberapa orang tidak perduli mengenai kemanakah mereka akan pergi, mereka hanya ingin menikmati hidup ini. Tapi saya memberitahu Anda, meluangkan waktu bersama Yesus, bukan dengan wanita asing untuk menikmati hidup. Meluangkan waktu di rumahnya Tuhan, bukan di bar, adalah hidup. Kita perlu meminta Tuhan untuk berbelas kasihan bagi mereka yang masih berjalan di jalan kematian dan dosa.

Di Neraka, kami melihat banyak yang berpikir mereka menjalani kehidupan yang kudus selama di Bumi, tetapi sekarang mereka hanya memohon untuk belas kasihan dan kesempatan lain. Jiwaku sakit karena mereka. Kami melihat seorang wanita yang berpura-pura seolah-olah mereka membaca Firman Tuhan, dan berkhotbah mengenai Yoh 3 : 16. Dia berkata: “Karena Allah begitu mencintai dunia hingga DIA menganugrahkan putraNYa yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yesus berkata bahwa wanita tersebut ada disana “Karena dia tidak dapat mengampuni suaminya; dia tidak pernah mampu untuk mengampuni suaminya.” (Mat 6 : 14-15). Wanita ini telah mengembalakan sebuah Gereja Injili selama 35 tahun, tetapi sekarang berada di Neraka, dia memohon untuk satu kesempatan lagi untuk mengampuni suaminya.

Alkitab memperingatkan kita, “Segeralah berdamai dengan lawanmu yang membawamu ke pengadilan. Lakukan itu selama kamu masih bersama-sama dengan dia dalam perjalanan, atau dia akan menyerahkanmu kepada Hakim, dan sang Hakim akan menyerahkanmu kepada petugas, dan kamu akan dilempar ke dalam penjara.” ( Mat 5 : 25 ) dan “diberkatilah mereka yang murah hati, karena mereka akan beroleh belas kasihan.” ( Mat 5 : 7 ).

Jika Anda adalah seseorang yang menanggis di hadapan Tuhan, Anda masih berada di bawah anugrah dan belas kasihan. Tetapi jika Anda merasa tidak dapat menanggis lagi, atau berdoa lagi, jika Anda telah menghentikan kehidupan doa Anda, maka Anda berada dalam bahaya besar.

Pengampunan adalah suatu hal yang spesial, dan wanita tersebut tidak pernah mengampuni. Setelah 35 tahun bekerja keras untuk Tuhan, dia kehilangan semua pada akhirnya. Renungkanlah hal ini, dan pastikan Anda telah mengampuni semua. Bagaimana caranya Anda ingin menghabiskan kekekalan?

Saudara laki-laki saya sering berkata kepada saya: “Di hari saya meninggal, saya akan pergi ke Neraka dan membiarkan para setan menyiksaku.” Tapi bersyukur dia telah bertobat dari kepercayaannya yang bodoh, karena penghakiman dari Tuhan telah menjamah dia. Sementara menuliskan pesan ini, dia sedang terbaring sakit, karena AIDS. Dia memohon Tuhan untuk kesempatan, dan dia akhirnya menyerahkan hatinya kepada Yesus. Dia tidak berpikir seperti dulu lagi, dan tidak mau pergi ke tempat penyiksaan itu. Syukurlah, saudaraku telah menerima Yesus sebagai juruslamatnya. Saudaraku beruntung; dia tahu waktunya tidak banyak lagi. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu kapan mereka akan meninggal.

Yesus dan saya terus berjalan sampai kami tiba pada sebuah grup orang yang menyebut diri mereka “Kristen Injili”. Yesus menjelaskan mengapa orang-orang ini berada di Neraka. Di lingkungan mereka tinggal, ada seorang pemabuk yang menjadi seorang Kristen. Suatu hari istrinya sakit parah. Dia mulai mengedor pintu demi pintu, mencari pertolongan untuk membawanya ke rumah sakit. Ketika dia tiba di rumah orang Kristen, dia mengatakan kepada mereka, “Istriku menjadi sakit parah. Saya butuh untuk meminjam sedikit uang untuk membawanya ke rumah sakit!” Ketika dia pergi ke rumah orang Kristen lainnya mereka juga menolak menolong dia. Pada akhirnya istri pria tersebut meninggal.

Salah satu dari sekelompok Kristen itu berkata, “Saya yakin telah mengajarkan pemabuk itu sebuah pelajaran, dia hanya ingin uang itu untuk mabuk-mabukan, tetapi dia dapat membodohi aku! Saya tidak memberikannya sepeser pun!” Sekarang di Neraka, mereka berada dalam api dan tersiksa, dan secara mendalam menyesali kejahatan mereka. ( Mat 23 : 31 – 46 ).

Orang-orang ini diikat dengan tali, dan terbakar. Kulit mereka jatuh dari tubuh mereka, dan tidak akhir dari penyiksaan tersebut. Mereka ingat segala yang jahat yang mereka lakukan.

SEORANG KRISTEN YANG SOMBONG
Tolong dengarkan saya dengan hati-hati. Saya juga seorang Kristen Injili. Saya berdoa untuk orang sakit dan Tuhan menyembuhkan mereka, saya berdoa untuk orang lumpuh dan Tuhan membangkitkan mereka. Saya mengusir setan dan berbicara dalam karunia lidah, tapi saya mempunyai roh kesombongan, yang membuatku melihat pendetaku secara spiritual lebih kecil dari saya.

Saya melihat banyak muzizat dalam pelayanan saya, lebih dari pendeta saya. Tapi saya mulai berpikir bahwa hal tersebut karena saya, bahwa yang melakukan muzizat adalah saya. Dalam kesombongan saya, saya berpikir bahwa saya mempunyai karunia super, seseorang yang spesial. Saya tidak mengerti bahwa karena belas kasihan Allah yang ada dalam hidupku. Ketika saya pergi ke Neraka, Tuhan memberitahuku, “Aku bukanlah Allah atas orang-orang yang sombong.”

Banyak dari kita berdiri di depan altar Tuhan dengan keangkuhan dan kesombongan. Banyak, yang menyanyikan pujian kepada Tuhan, mulai penuh dengan keangkuhan. Banyak dari pelayan Tuhan yang menyampaikan Firman, dan yang dipakai secara dahsyat oleh Tuhan, mulai berpikir bahwa mereka sangatlah penting? Banyak orang yang bekerja dalam pelepasan juga penuh dengan keangkuhan? Saya ingin memberitahu Anda bahwa Tuhan melihat semua, dan mengetahui hati Anda.

Jika Anda mempunyai kesombongan, keangkuhan, atau kebanggaan dalam hati Anda, jika Anda melihat saudara Anda atau pendeta dengan sepele, tolong bertobatlah dari dosa-dosa Anda secepatnya! Lebih baik dipermalukan di depan manusia, daripada dipermalukan di hadapan Tuhan. Saya harap Anda dapat melihat tempat ini, seperti saya. Saya harap Anda dapat mendengar tanggisan mereka yang terkutuk, merasakan kengerian yang saya rasakan, dan melihat penghakiman kekal mereka, maka Anda akan mengerti.

Kami terus berjalan sampai kami tiba di semacam ruang tunggu. Kami melihat setan yang berteriak, dan setan lainnya mempersembahkan diri mereka kepadanya. Dua dari mereka berada dalam wujud seorang wanita cantik. Tugas mereka adalah untuk menghancurkan pelayanan, dan memimpin pelayanan kepada dosa. Mereka yang melayani Tuhan, haruslah berhati-hati akan jebakan iblis. iblis ingin menghancurkan hidup Anda, dan dia bisa memakai orang-orang yang dekat dengan Anda, mereka yang tidak berjalan dekat dengan Yesus. Mereka bisa menjadi alatnya iblis.

Iblis juga mempunyai setan yang menyamar sebagai pria. Mereka pergi ke gereja untuk mencari wanita muda dan bahkan wanita yang sudah menikah, untuk menuntun mereka kepada dosa, menghancurkan pernikahan dan hidup.

Di Neraka, saya juga melihat seorang pria yang menghujat Roh Kudus ( Luk 12 : 10 ). Dia ada disana memohon belas kasihan, dan berteriak dalam kesakitan. Ada banyak cacing di seluruh wajah dan tubuhnya. Dia mencoba untuk memindahkan mereka, tapi ada lebih banyak lagi yang keluar ( Mark 9 : 44 ). Sakitnya sungguh tak tertahankan.

Pria ini kuatir anggota keluarganya akan tiba di sana. Jika Anda sungguh-sungguh mencintai keluarga Anda, sampaikan Kabar Baik Allah kepada mereka, sehingga mereka bisa menghindari Neraka ( Kis 16 : 31 ).

Alkitab berkata, “Janganlah takut kepada mereka yang sanggup membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada DIA yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam Neraka.” ( Mat 10 : 28 ).

Orang-orang Kristen haruslah ingat walaupun mereka bisa menyembunyikan kebenaran dari pendeta mereka, majelis, penatua, dan Jemaat, mereka TIDAK dapat menyembunyikannya dari hadirat Tuhan. Seperti ada tertulis, “Kemanakah aku dapat pergi dari RohMU? Kemanakah aku dapat lari dari hadiratMU? Jika aku pergi ke Surga, Engkau ada disana; jika aku menaruh tempat tidurku di kedalaman, Engkau ada di sana. Jika aku bangun di atas sayap fajar, jika aku menetap di ujung laut, bahkan disana pun tanganMU akan menuntunku, tangan kananMU akan memegangku kuat-kuat.” ( Mzm 139 : 7-10 ).

BERBOHONG KEPADA TUHAN
Mungkin terdengar gila, tapi banyak orang Kristen berakhir di Neraka karena berbohong. Orang-orang Kristen sering tidak acuh berbohong di Gereja, dan berpikir tidak apa-apa. Pendeta mungkin akan bertanya kepada mereka sebuah pertanyaan, dan seorang jemaat akan berbohong kepada mereka. Tapi kita harus ingat bahwa sebuah kebohongan yang sederhanalah yang menyebabkan Tuhan membunuh Ananias dan Saphira saat di Gereja ( Rm 5 : 3-10 ).

Banyak orang Kristen yang berada di Neraka karena berbohong kepada pendeta. Mereka tidak menyadari bahwa mereka berbohong kepada Tuhan. Dan alkitab memperingatkan kita, tidak ada pezinahan, tidak ada pezinah, tidak ada PEMBOHONG yang akan mewarisi Kerajaan Allah ( Why 21 : 8 ; 1 Kor 6 : 9-10 ).

Anda harus tahu walaupun Anda menyatakan diri Anda sebagai seorang Kristen, Anda masih bisa menjadi tidak kudus di hadapan Tuhan, jika Anda terus berdosa. Saya secara pribadi telah dipakai oleh Tuhan, tetapi tetap mempunyai kesombongan dalam hati saya ( Mat 7 : 21-23 ). Masih banyak waktu untuk bertobat dan memperbaharui hati dan pikiran Anda.

Jika Anda seorang Kristen yang suam-suam kuku, penggosip, atau menjalani kehidupan ganda, tundukkan kepala Anda saat ini di hadapan Tuhan, dan mohon untuk pengampunan, bersedia untuk berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Jika Anda tidak mengenal Yesus, berdoa sekarang, dan minta DIA untuk pengampunan, minta DIA untuk masuk ke dalam hati Anda, terima DIA sebagai Juruselamat Anda.

Jangan menyia-yiakan waktu lagi!Dan jangan menjadi seorang Kristen yang berakhir di NERAKA 

Senin, 12 Mei 2014

KESABARAN MENIMBULKAN PENGHARAPAN SEJATI

21 September 2010 pukul 23:29
Saya adalah seorang remaja berusia 18 tahun, anak terakhir dari lima bersaudara. Tahun 2007 lalu adalah tahun ketiga saya hidup mandiri, jauh dari orangtua serta saudara-saudara karena alasan menempuh pendidikan. Selama tiga tahun tersebut, banyak pengalaman, baik suka dan duka, mewarnai perjalanan hidup saya. Berikut ini adalah salah satunya.

Apabila sedang sakit, biasanya saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar kesembuhan itu terjadi dalam diri saya. Karena keterbatasan biaya bulanan yang dikirimkan oleh orangtua. Bahkan untuk sekadar sarapan seadanya sebelum berangkat ke sekolah pun, saya terpaksa hanya bisa mengisi perut dengan minum air putih. Uang saku saya sangat terbatas, hanya cukup untuk biaya transport.

Dari keadaan itu, saya belajar hidup sederhana dan apa adanya. Saya mengerti benar bahwa saya harus terus mengarahkan pandangan kepada tujuan yang ingin saya capai, yaitu menjadi orang sukses. Berharap bisa menjadi seorang anak yang dapat membanggakan orangtua atas keberhasilan hidup yang diperoleh dengan usaha mandiri, suatu saat nanti.

Melanjutkan Pendidikan di SMA
 Bulan Februari 2007 lalu, saat saya masih kelas 3 SMP di Nunukan, sekolah saya mengadakan presentasi tentang sebuah sekolah yang ada di daerah Samarinda. Presentasi itu dibawakan oleh dua orang wakil dari SMA tersebut yang menceritakan banyak hal mengenai sekolah tersebut. Mereka menceritakan tentang keadaan proses belajar-mengajar, keadaan sekolah dengan asrama yang ada di dalamnya, serta keistimewaan sekolah tersebut daripada sekolah lainnya. Namun tidak setiap murid dapat masuk dan menjadi siswa di sana. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain harus berprestasi dengan standar nilai yang telah ditetapkan sebagai persyaratan minimal adalah 7,0.

Setelah presentasi usai, mereka mengajukan beberapa formulir pendaftaran kepada kami seraya berkata, “Jika ada yang berminat bisa mendaftar.” Ketika itu, hati saya tergerak untuk turut mendaftar. Saya mengambil sebuah formulir lalu mengisinya. Formulir yang sudah diisi harus dilampiri dengan fotokopi nilai raport dari kelas I sampai kelas III semester 1 sebagai persyaratan sebelum diserahkan kembali. Beberapa saat sebelum menyerahkan formulir itu, terlebih dahulu saya membawanya kepada Tuhan di dalam doa. Saya berdoa supaya apa yang saya rencanakan dapat berjalan sesuai kehendak-Nya yang sempurna.

Sempat Putus Asa
 Sebulan kemudian, tepatnya pada awal Maret, pengumuman siswa yang terpilih untuk bisa melanjutkan di sekolah plus tersebut sudah dikeluarkan. Dari sekian banyak siswa yang mendaftar di sekolah tersebut, hanya ada 280 siswa yang akan diterima. Dalam hati, saya memiliki keyakinan bahwa nama saya adalah salah satu yang tercantum di sana. Tetapi, sebelum melihat hasil pengumuman tersebut saya berdoa kepada Tuhan. “Ya Tuhan, sebentar lagi saya akan melihat pengumuman, dan semuanya saya mau serahkan ke dalam tangan-Mu. Biarlah semua ini terjadi sesuai dengan kehendak-Mu saja,¨ demikian isi doa saya. Puji Tuhan, nama saya ada di sana!

Hari itu, saya merasakan sukacita yang begitu besar karena termasuk siswa yang diterima. Sampai akhirnya tiba sebuah surat dari sekolah tersebut beberapa minggu kemudian. Isinya menerangkan mengenai biaya yang dibutuhkan untuk bisa bersekolah di sana. Sukacita saya langsung berubah menjadi kesedihan, karena biaya yang diperlukan ternyata sangat besar dan di luar kemampuan ekonomi orangtua saya.

Malam harinya, saya berdoa kepada Tuhan memohon agar diberikan ketenangan dan hikmat untuk menerima kenyataan ini. Beberapa waktu kemudian, saya pun menghubungi orangtua untuk memberitahukan bahwa saya berhasil diterima di sekolah plus tersebut dan mereka sangat senang dan bangga. Tetapi, kekecewaan sempat masuk ke dalam hati saya ketika mereka mendengar mengenai besarnya biaya yang diperlukan, mereka menjadi berat hati untuk mengiyakan. Saat mendengar keputusan orangtua, saya sempat menangis. Saya pun kembali membawanya kepada Tuhan di dalam doa, sambil berseru, “Oh, Tuhan, cobaan apa lagi yang harus saya hadapi?”

Terus terang, keadaan itu membuat saya bingung harus bagaimana lagi, tetapi Tuhan itu baik, dan Dia mendengarkan doa saya. Padahal saya merasa kalau selama ini selalu hidup dalam dosa. Tetapi di sisi lain, saya percaya kalau Tuhan datang bukan untuk orang benar melainkan untuk orang berdosa seperti saya. Hari demi hari saya habiskan untuk selalu berpikir bagaimana caranya bisa mengatasi masalah ini. Lalu saya berdoa kepada Tuhan agar Dia mau menolong dan memberi jalan keluar untuk masalah ini.

Ternyata, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya bergumul seorang diri. Akhirnya saya mendapat ide, walaupun itu sangat sulit, tetapi saya harap dapat berhasil nantinya. Saya mendapat informasi bahwa siswa kurang mampu bisa dibantu oleh pemerintah. Tetapi saya juga sempat bersedih karena ada info lain dari teman yang mengatakan bahwa siswa seperti saya kemungkinan tidak bisa dibantu, karena bukan sekolah yang mengajukan permohonan tersebut. Namun, puji Tuhan, melalui seorang sahabat yang Tuhan berikan untuk senantiasa memberikan semangat kepada saya, ditambah dengan keyakinan bahwa Tuhan pun akan menolong, maka saya pun akhirnya tetapi mengajukan permohonan bantuan kepada Bapak Kasmir, Wakil Bupati.

Tidak lama, saya memutuskan untuk pergi ke rumah pak Kasmir, yang jaraknya sekitar 25 km dari tempat tinggal saya. Namun ternyata hari itu saya tidak berhasil menemui beliau. Keesokan harinya, saya mencoba menemuinya di kantornya, tetapi kembali gagal karena beliau sudah pulang. Keesokan harinya, saya mencoba pergi ke rumahnya, dan tetap tidak dapat menemuinya. Sempat timbul kekecewaan di hati, tetapi saya tidak menyerah.

Beberapa waktu kemudian, saya mencoba lagi. Dalam hati saya berkata bahwa apabila kali ini pun saya masih tidak bisa bertemu beliau, maka pupuslah harapan saya untuk mendapatkan bantuan. Saya memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Ternyata, Tuhan kali ini mengizinkan saya bertemu beliau. Bahkan, di sana saya langsung diizinkan untuk menemui beliau.

Begitu diminta untuk masuk ke dalam rumahnya, saya pun segera menceritakan tujuan utama saya datang ke rumahnya untuk menemui beliau. Ternyata, semua berjalan sesuai harapan, dan beliau bersedia menolong. Tak hanya itu, pak Kasmir bahkan menolong saya dengan dana pribadinya, dan bukan dari dana atau kas pemerintah. Saya berhutang budi kepada beliau, tetapi saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan biarlah kebaikan beliau akan terbalas.

Setelah mengalami serangkaian peristiwa tersebut, saya semakin merasakan bahwa Tuhan sangat baik. “Tuhan, kepada-Mu saya serahkan semuanya. Biarlah Engkau senantiasa menjadi sahabat sejatiku dalam suka dan duka,” demikianlah doa saya.

Hal terakhir yang mau saya bagikan adalah, ketika menghadapi masalah, percayalah bahwa Tuhan senantiasa ada bersama kita untuk mengatasi masalah tersebut. Bersabarlah karena dengan itulah kita bisa tetap teguh dalam masa-masa penderitaan. Percayalah bahwa kita sebagai seorang anak yang empunya kerajaan Allah, seperti ada tertulis, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Lukas. 18:16).

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

sumber : facebook

Kamis, 08 Mei 2014

DENGAR SUARA TUHAN


“Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?” (Ayub 7: 17,18)


Pagi itu langit masih gelap dan seperti biasa Tjong Sien sudah harus bangun untuk mengurus sapi-sapinya. Tiba-tiba terdengar suara tanpa terlihat siapa yang  empunya suara itu: “Jadilah engkau Hamba-Ku, bacalah Alkitab, baca Alkitab!!"

Segera Tjong Sien menjawab: "Saya membaca Alkitab, tetapi saya tidak mengerti maknanya".
Lalu suara itu berkata lagi: "Walaupun kamu tidak mengerti artinya, baca saja. Dan lakukan apa yang tertulis di dalamnya, nanti kamu akan melihat kemuliaan Tuhan. Bahkan kamu akan mengalami apa yang pernah dialami oleh hamba-hamba-Ku di dalam Alkitab itu!"

Saat itulah Tjong Sien sadar bahwa itu adalah suara Tuhan Yesus. Namun terlalu banyak kemunafikan yang ia lihat. Terlalu banyak kepalsuan pada hidup orang Kristen yang ia alami. Sedemikian banyak sehingga tidak ada gairah sama sekali baginya untuk menjadi orang Kristen dan pergi ke gereja, walaupun hatinya terus ditarik Tuhan kepada-Nya. Sekali lagi ia mencoba mengelak: "Buat apa jadi Kristen. Orang-orang Kristen itu munafik!"

Tetapi Tuhan dengan penuh kasih dan suara yang lembut berkata: "Kamu harus mengalami sendiri secara pribadi. Jangan melihat kepada orang lain. Nanti kamu akan melihat kemuliaan demi kemuliaan dalam hidupmu. Ingat, masuk sorga tidak gandeng-gandengan, tetapi sendiri-sendiri."

Tuhan berdialog dengannya dalam dialek Jawa, karena saat itu ia masih belum menguasai bahasa Melayu. Ajaib sekali kesabaran yang Tuhan tunjukkan. Untuk membawa seorang anak yang sangat tertolak, yang terlalu banyak menelan dera kemunafikan dari orang-orang yang dikasihi, Tuhan datang dalam kernurnian yang sangat lembut. Pribadi yang terbuang dan tertolak hebat itu tanpa disadarinya sedang diproses oleh Tangan yang berlubang paku itu, ke arah kehendak-Nya yang sempurna. Tidak disadarinya bahwa nasib hidupnya sedang berubah total. Tidak disadarinya bahwa penentuan Tuhan sudah bulat: inilah orang yang akan menjadi penyambung lidahNya sendiri. Inilah orang yang kelak akan dipakai mengubah banyak hidup orang percaya.
Yesaya 48: 17-19. “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Atas pesan yang diterimanya langsung dari Tuhan, Tjong Sien melakukannya dengan setia. Ia membaca Alkitab setiap hari walaupun seringkali ia juga tidak memahami artinya. Baginya kenyataan bahwa Tuhan berbicara kepadanya secara langsung sejak saat itu menjadi kenyataan yang biasa ia alami. Karena sejak saat itu pula Tuhan seringkali mengunjunginya dan berbicara kepadanya. Belakangan ia menyadari bahwa semuanya itu adalah kasih karunia Tuhan bagi hidupnya, karena bagi kebanyakan orang tidak semudah itu mengalami pengalaman-pengalaman yang di kodrati.

"Hatiku telah mendengar ketika Engkau berkata: “Mari, datanglah, berbicaralah kepadaku, hai umatKu.” Dan aku menjawab: “Tuhan…aku datang.”
(Mazmur 27: 8-Amp)

Yousua 1:8, Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Alkitab Wajib di Baca setiap Hari
Membaca Altikab harus berurutan dari Kejadian samapai Wahyu.
Mengerti atau tidak mengerti baca saja.

sumber : kesaksian-life.blogspot.com

Minggu, 04 Mei 2014

TAS YANG HILANG DI RESTORAN

Kesaksian, tas yang hilang di restoran. Dan di dalam tas tersebut ada paspor dan visa, ini adalah dokumen yang sangat penting bagi mereka yang pergi keluar negeri. Anda ingin tahu jalan cerita bagaimana tas tersebut bisa kembali?.. Baca di bawah ini, kisah ini diambil dari judul buku 12 Gerbang ILAHI. Pdt. Petrus Agung Purnomo menceritakan kejadian yang di alami ketika berada di negara Jerman.

MAKAN PAGI DI RESTORAN
Akhir Juni 2008, saya diudang ke Jerman sebelum saya ke Amerika untuk suatu pelayanan. Di suatu hari, pada waktu makan pagi, saya menaruh tas saya di kursi restoran Hotel di mana saya menginap, lalu mengambil makanan. Dalam waktu kurang dari tiga menit, saya kembali ke kursi, dan tas saya sudah tidak ada. Saya cukup panik, bukan karena tasnya, tetapi karena paspor dan visa Amerika yang ada dalam tas itu. Masalahnya, setelah dari Jerman saya akan pulang ke Indonesia beberapa hari, kemudian harus segera ke Amerika. Pada waktu saya tahu tas itu tidak ada, saya mencoba mencari sebisa-bisanya, tetapi tidak menemukannya. Lalu saya lapor ke security hotel. Mereka mencarinya, tetapi tidak menemukannya juga. Panitia yang mengundang saya datang membantu. Setelah berputar-putar kurang lebih satu jam, tetap saja tidak ditemukan. Akhirnya, mereka menelepon polisi.

Kami terus saja mencari di sekitar Hotel, tempat parkir dan tong-tong sampah pun kami periksa, tetapi tidak temukan juga. Setelah semua usaha tidak berhasil, saya mengingatkan Tuhan dalam doa. Doa seperti ini selalu terakhir saya ucapkan di saat-saat genting, di saat sudah sangat terdesak dan tidak berdaya. Saya datang kepada Tahan dan berkata: “Tuhan, aku ini hamba-Mu. Kemanapun aku pergi bukan karena kehendakku. Sekalipun dagingku ke sana dan ke situ, tetapi kaki ini tidak akan pernah melangkah kemana pun tanpa aba-aba dari-Mu. Engkau tahu keadaanku sekarang; tasku hilang, pasporku hilang.”

Hari itu adalah hari Sabtu. Saya mulai berpikir, bahwa dalam dua hari saya tidak akan berbuat apa-apa. Besoknya, seharusnya saya ke Belanda dan hari Selasa pulang ke Indonesia. Dalam hal ini saya mengatakan, tidak mungkin membuat paspor baru dalam satu hari, apalagi melewati akhir minggu. Biasanya pembuatan paspor perlu waktu dua minggu, tidak mungkin lebih cepat atau di percepat. Kalau pun jadi dalam satu hari, masih mengurus visa Amerika. Jadi, secara manusiawi tidak mungkin beberapa hari, paling cepat tiga minggu sampai sebulan barulah paspor dan visanya jadi. Padahal saya membutuhkannya minggu berikutnya!

Dalam keadaan tanpa harapan, saya hanya bisa diam dan bertanya dalam doa: “ Tuhan, apa yang harus aku perbuat?” Tidak ada jawaban. Saat itu, saya hanya duduk di mobil dan berkata lagi: “Tuhan, aku hamba-Mu. Apa pun yang aku alami, jika tidak seijin-Mu tidak mungkin terjadi. Sekarang, saya harapkan semuanya kepada-Mu. Jika Engkau mau aku ke Amerika, Engkau pasti akan menolong, bagaimana pun caranya. Apa pun keputusan-Mu, Engkau yang berdaulat. Jika tiba waktunya ke Amerika dan aku tidak punya paspor dan visa, maka aku tidak akan berangkat.”

Saya tidak menyalahkan Tuhan, karena saya tahu Tuhan tidak pernah bersalah. Mengomel? untuk apa, itu sama sekali tidak menolong apa-apa. Saya juga tidak marah kepada siapa pun, karena tidak ada  yang salah, kecuali yang mengambil tas itu, ketika dia memegang tas itu, harap saya. Biarlah dia menjadi pendeta dan kemudian dapat bersaksi: “Dulu saya ahli mencuri dan sekarang menjadi pendeta.” Saya serakang semua kepada Tuhan dan saya anggap selesai.

Jika kita sudah menyerahkan kepada Tuhan, jangan terus-menerus bertanya: “Piye Tuhan” (Bagaimana Tuhan?) Sikap ini sungguh merepotkan diri sendiri. Seringkali kita membuat kesalahan dalam hal ini. Seperti seseorang yang menanam kacang, dan setiap hari dia mencungkili biji kacang itu dari  tanah, hanya mengetahui kacangnya sudah bertumbuh atau belum? Lalu menanam kembali, tetapi besoknya ia mencungkilinya kembali. Lama-kelamaan, biji itu membusuk dan tidak akan pernah bertumbuh.

KEMBALI KETEMPAT RETREAT
Sesudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, kami kembali ke tempat retreat. Saya akan berkhotbah, dan saya sudah kehilangan satu sesi karena mencoba mencari tas yang hilang, selanjutnya jangan sampai kehilangan sesi yang kedua. Sesampai di sana, saya pinjam Alkitab, kemudian berkhotbah.

Aneh sekali yang terjadi pada saya hari ini. Pada umumnya, jika seseorang mengalami apa yang saya alami, pasti akan kalut. Saya sendiri tampak panik, dan itu sesuatu yang lumrah. Tetapi anehnya, hati saya biasa ‘dibungkus’ Tuhan sedemikian lupa, sehingga saya tidak gelisah, tidak marah, tidak kesak dan bisa berkhotbah dengan cool sekali, seperti tidak terjadi apa-apa. Sampai saya mencubit badan saya beberapa kali untuk memastikan, bahwa saya tidak sedang bermimpi. Ini benar-benar terjadi, benar-benar saya alami.

Para peserta retreat malahan tegang, karena rupanya mereka diberitahu bahwa pembicaranya kehilangan tas yang berisi dokumen penting, dan kemudian mereka mendoakan saya. Begitu saya tiba dilokasi retreat, mereka mengerti bahwa saya memang belum menemukan, karena saya tidak membawanya seperti pada sesi-sesi sebelumnya. Nampaknya, mereka juga mengerti, bahwa saya meminjam Alkitab, karena jelas tidak sama dengan yang dipakai sebelumnya. Tetapi saya juga heran, sambil berkhotbah saya bertanya-tanya: “Kenapa aku koq tidak gelisah, ya?” Jelas ini bukan manusiawi, karena manusia jasmani kita tidak akan kuat, tidak akan tahan dan pasti akan gelisah.

TAS DITEMUKAN
Di tengah-tengah khotbah, tiba-tiba pintu dibuka dan Ketua Panitia masuk ke ruangan. Dia berkata: “Pak, maaf, interupsi!” Seumur hidup, saya tidak pernah diinterupsi orang dalam khotbah. Jadi saya berhenti, sebab dia berteriak cukup latang. Saya lalu bertanya: “Ada apa?” “Tas Bapak ketemu. Paspor, Alkitab, PDA, semuanya ada.” Saya menjawab: “Jika ada berita seperti itu dan kamu interupsi khotbah, dosamu diampuni.”

Pencurunya profesional sekali. Hanya dalam hitungan waktu 15 menit, dari saat terakhir saya melihat tas saya sampai kemudian hilang dan ditemukan, tas itu sudah ada di hotel lain yang jaraknya palin cepat 15 menit naik mobil. Ditaruhnya tas itu ditempat parkir, diambilnya uangnya, dan mungkin dia kecewa sebab tidak terlalu banyak, sedangkan PDA, Alkitab dan paspor, semuanya dibiarkan disitu. Dia taruh saja dan ditinggalkan pergi. Ada seseorang entah siapa. sedang memarkir mobilnya melihat tas itu di situ. Lalu dibawa orang itu ke hotel dan ternyata hotel itu sedang mengadakan pameran. Jadi dia masuk kedalam dan melapor ke security: “Aku menemukan tas ini” Ketika dilihat ada paspor dan  foto saya yang mungkin ternyenyum dan berkata: “Kembalikan aku!”, akhirnya anggota security itu melapor ke polisi. Maka, polisi yang sudah menerima laporan adanya barang hilang segera juga melaporkan bahwa barangnya sudah ditemukan.

Peserta retreat berkata: “Ini mujizat. Karena tidak biasanya dibuang begitu dekat. Kalaupun ditemukan, paling-paling dua tahun kemudian. Pernah terjadi, yang paling cepat dua bulan dan di temukan di tong sampah. Beruntung belum dibawa sampahnya.”

Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, tas yang hilang ditemukan dan saya mendapatkan kembali paspor saya. Saya angkat paspornya di hadapan Tuhan dan berkata: “Tuhan, aku membuktikan lagi hari ini, jika Engkau berkata, ‘berangkat, Nak,’ maka akan ditemukan juga, jika engkau berkata, ‘tidak berangkat, Nak,’ maka mungkin tidak  pernah akan pernah ditemukan.” Dan lagi hari itu, kambali saya berkata kepada Tuhan: “Tuhan, hidupku ini ada dalam tangan-Mu. Apapun keputusan-Mu, itulah yang akan terjadi.” Setan boleh merekah-rekah yang jahat, tetapi jika Tuhan berkata, “Selalu akan terjadi kebaikan dalam hidupmu,” maka pada akhirnya akan terjadi kebaikan yang justru luar biasa.


BELAJAR ARTI MENYERAH KEPADA TUHAN
Keadaan boleh menekan seberat apa pun, tetapi harus selalu ingat, bahwa Anda memiliki Yesus Kristus, Iman Besar Agung, dan Ia berkata: “Aku pulihkan. Supaya setiap saat, apapun yang engkau alami, datanglah kepada-Ku dan katakan: “Bapa, ya Abba Bappa...” Berserahlah kepada Tuhan, dan lepaskan kekuatiranmu, maka Anda akan melihat Tuhan.

Jika kita ragu-ragu, kita seperti tanaman yang setiap hari dibongkar, sehingga menjadi busuk. Sekali kita berani melepaskan semuanya, lepaskan saja. Jika kita terus ikut campur tangan dengan kekuatan kita, tidak akan berguna banyak. Sampai hari ini, saya terus belajar apa artinya menyerah kepada Tuhan. Jika kita menghadapi persoalan, tantangan dan kesulitan apapun hari-hari ini, saya mengajak Anda mencari Tuhan dan belajar menyerah kepada Tuhan. Dan Anda bisa mulai dari sekarang, tidak perlu menunggu besok, tetapi sekarang! Berserah kepada Tuhan dan katakan “Tuhan, jika bukan Engkau, siapa lagi?”

Saat Anda bertemu dengan Tuhan tidak ada lagi arogansi dan kesombongan dan keangkuhan, yang ada kita merendah, dan tersungkur di bawah kaki-Nya. Di situ kita akan mengerti, bahwa justru itulah saatnya dimana Dia menyatakan kuasa-Nya dengan cara yang luar biasa.

Sayangnya banyak orang berkata: “Saya berdoa dan tidak merakan apa-apa. Saya berdoa dan tidak ada hadirat Tuhan. Saya berdoa dan tidak pernah lagi mendengar Tuhan bicara. “Bahkan beberapa orang begitu frustasi dan berkata: “Mungkin para pendeta itu hanya mengarang saja. Sebenarnya ia tidak pernah mendengar suara Tuhan bicara, buktinya saya tidak pernah mendengar Tahan bicara.”

Harus dimengerti bahwa pengalaman Anda bukanlah suatu yang lebih hebat dari apa yang Alkitab nyatakan. Pengalaman kita tidak akan pernah bisa mengubah apa yang Tuhan katakan. Jika Dia berkata: “Aku berbicara kepada anak-anak-Ku,” maka itu berarti Dia sungguh-sungguh berbicara kepada kita. Biar hati kita belajar mengenal Tuhan kita. Amin

sumber : kesaksian-life.blogspot.com