Minggu, 22 Juni 2014

KEKUATAN CINTA KETIKA MENGANDALKAN TUHAN


Lagu "Hatiku Percaya" karangan Edward Chen sering kita dengar dan nyanyikan bersama saat ibadah di gereja, namun ternyata dibalik lagu tersebut ada sebuah kisah cinta yang memilukan hati.

Pertemuan pertama Edward dan istrinya, Agnes Prawoto, terjadi ketika Edward mengantar kakak iparnya ke sebuah salon, perkenalan singkat pun terjadi. Awalnya, tidak ada sesuatu yang spesial  terjadi, sampai satu bulan kemudian tanpa sengaja mereka bertemu di sebuah mall di jakarta.

Agnes yang melihat Edward di mall, berinisiatif untuk menyapa duluan. Walaupun sempat lupa, Edward akhirnya ingat kembali dan bahkan minta izin untuk tukar nomor ponsel. Sejak itu, hubungan mereka pun semakin dekat.. Intensitas hubungan mereka lewat telepon dan sms akhirnya menimbulkan benih-benih cinta.

Mereka akhirnya memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih, namun malang kedua orangtua mereka tidak menyetujui hubungan keduanya. "Saat itu memang saat yang paling berat. Orang tua masing-masing tidak memperbolehkan. Saya tidak tahu apa alasan mereka, tapi mereka bilang tetap gak mau merestui, "tutur Edward.

Edward bahkan mendapat ancaman dari keluarganya, bahwa dia tidak akan diakui sebagai keluarga jika tetap bersikeras pada keinginannya. Hal ini membuat Edward sangat kecewa, dia pun menyampaikan kekhawatirannya itu pada Agnes. Mereka memutuskan untuk menyerahkan hal ini kepada Tuhan.
Dalam keterpurukannya, Edward menulis sebuah lagu "Hatiku Percaya", sebagai ungkapan imannya kepada tuhan. "Saya down banget. Saya stress. Setiap hari habis nyanyi, nangis di hotel. Sampai akhirnya saya menulis sebuah lagu "Hatiku Percaya". Saya juga mau belajar untuk tetap percaya bahwa Tuhan itu baik", ungkap Edward.

Di sisi lain, Agnes memutuskan untuk kembali ke kanada dan melanjutkan pendidikannya. "Saya putuskan untuk kembali ke kanada. Saya telepon orangtua Edward, "Ai gak usah kuatir. Sebentar lagi Agnes ke Kanada. Jadi, Agnes tidak akan ganggi anak Ai lagi", tutur Agnes.

Sepulangnya ke Ntt, sikap Edward berubah. Dia mencoba bertahan hidup tanpa kehadiran Agnes dan tidak lagi membahas tentang Agnes, namun raut wajahnya terus pancarkan kekecewaan.

Orangtua Edward yang melihat perubahan putra mereka, akhirnya meminta Edward menyambungakan telepon ke Agnes. Dalam pembicaraan singkat itu, orangtua Edward menanyakan kesungguhan hati Agnes terhadap Edward. Mereka juga meminta Agnes untuk tidak mengecewakan putranya itu. TUhan mendengar dia Agnes dan Edward, setelah pergumulan panjang mereka, akhirnya restupun didapat keduanya.

"Ini pasti campur tangan Tuhan Yesus. Segala sesuatu yang tidak mungkin, tahu-tahu Tuhan bisa ubah sampai kami tunangan dan akhirnya menikah. Bahkan Tuhan kasih bonus kita bisa menikah di Kana(Yerusalem), padahal kita nggak berpikir untuk sampai seperti itu, ungkap Agnes. " Bila Tuhan sudah persatukan kita, Tuhan pasti jaga kesatuan keluarga kita,"tambah Agnes.

"Tuhan Yesus yang sanggup merubah yang buruk menjadi baik dan selalu menjadikan itu indah pada waktunya, " ujar Edward Chen menutup kesaksiannya.(sumber kesaksian EDWARD CHEN)

source: kesaksian.jawaban.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar