Jumat, 29 Agustus 2014

KESAKSIAN RIA PUSPITA "PUJI TUHAN MUJIZAT BENAR2 TERJADI DI DALAM HIDUP SAYA, TUHAN YESUS PENYELAMATKU"


October 29, 2012 at 4:30pm
Ini Kesaksian saya Smoga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.....

TUHAN YESUS PENYELAMAT'ku...Pada Tahun 2011 Tepatnya di bulan agustus menjelang hut RI dan lebaran,saya tinggal di daerah Bali tepatnya di kota Gianyar...saya mengalami hal2 aneh setelah saya pindah ke suatu rumah kontrakan disana,tepatnya pada suatu malam saya mengalami mimpi yang aneh.... 

keesokan harinya saya curhat sama ibu gembala disana,setelah curhat saya pergi ke menara Doa di gereja dan saya berdoa seorang diri disana... setelah itu saya tidak dapat mengontrol diri saya sendiri terutama pikiran saya... saya diingatkan akan masa lalu saya yang begitu pahit.... dan pada akhirnya saya tidak ingat apa2 lagi yang saya ingat hanya suami saya dan seolah2 dia itu adalah Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan hidup saya,kemudian suami,dan orang2 terdekat saya khawatir dengan keadaan saya yang semakin memburuk pada akhirnya saya dibawa ke RS.Jiwa Bangli.. dan dokter menyatakan saya sakit jiwa dan sulit untuk di sembuhkan... suami dan keluarga saya sudah panik semua,kemudian Pak.pendeta dan Ibu dari GBI CIMANGGIS greja dimana kami menikah datang untuk menjemput saya,mereka setiap hari mendoakan saya dan pada akhirnya setelah 1mgu saya dirawat di RS.Jiwa saya di bawa pulang paksa oleh suami saya ke cibinong daerah asal kami tinggal walaupun Dokter tidak mengijinkan tetapi suami dan pendeta saya yakin bahwa ada Mujizat untuk saya.

Akhirnya 1hri sebelum lebaran saya pulang ke cibinong dalam keadaan saya tidak tahu apa yang saya rasakan,saya hanya merasa selama ini saya sedang tidur panjang,dan mereka bilang selama saya dirawat saya tidak sadar akan diri saya sendiri....tetapi setelah sampai di bandara jakarta saya mulai sadar akan diri saya sendiri dan saya mulai mengenali keluarga dan anak saya...

Puji Tuhan Mujizat benar2 terjadi di dalam hidup saya...dan saya merasa selama ini saya sudah di perbaharui oleh Tuhan Yesus dan hidup saya Sudah benar2 di menangkan OlehNya.... Saya bisa hidup normal kembali dengan keluarga saya dan anak yang begitu menyayangi saya...Tetap Berserah dan berharap hanya kepadaNya... Tuhan Yesus Memberkati...

sumber : facebook

Senin, 25 Agustus 2014

KESAKSIAN KRISTEN TENTANG YUNLUNG


Kesaksian ini adalah kisah nyata dari seorang bernama Yunlung. Simak kesaksiannya, yang luar biasa. Tuhan Yesus Memberkati. 
Anak muda ini sejak kecil menyimpan kemarahan kepada sang ayah. Pria yang bernama Yunlung ini bercita-cita tinggi, namun ayahnya yang gemar berjudi membuatnya mengecap pahit dan getirnya kemiskinan.

“Waktu itu saya pernah diajak teman makan di suatu restoran di kota, tapi saya ngga diajak masuk untuk makan. Walaupun saat itu saya masih kecil, tapi saya merasa miskin itu ngga enak. Susah itu ngga enak. Saya berpikir suatu hari saya harus punya uang, jadi ngga akan ada kejadian yang seperti ini lagi.”

Tekadnya untuk menghasilkan uang sendiri membuat Yunlung mengabaikan rasa malunya. Ia bersama beberapa orang temannya mencari barang-barang bekas seperti kardus, besi tua dan juga bekas botol minuman yang kemudian di jualnya kembali. Dengan uang hasil jerih payahnya ini ia bisa mendapatkan uang jajan yang tidak pernah diterimanya dari orangtuanya. Namun upayanya untuk mandiri ini sepertinya tidak dipandang sama sekali olah ayahnya. Sosok yang diharapkan dapat menjadi pengayom dan sumber bagi keluarganya tersebut malah sibuk berjudi, bahkan lama-lama ayahnya menjadikan rumah mereka sebagai tempat judi.

“Dia suka merasa menyesal, dia punya keluarga. Seolah-olah itu yang menghabiskan uang itu keluarga. Saat itu saya menyesal punya papa kaya gitu. Saya berpikir, suatu hari saya tidak boleh jadi seperti papa saya.”

Sewaktu Yunlung lulus dari SMA, ia meminta untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Namun ayahnya dengan enteng menyuruhnya kerja. Hal ini membuat Yunlung bertambah kecewa, ia bertekad membuktikan bahwa dirinya dapat mewujudkan cita-citanya tanpa bantuan sang ayah. Berkat pertolongan seorang saudara Yunlung akhirnya berhasil merintis karir di luar negeri sekalipun harus melewati jalan yang berat. Namun uang yang mendadak melimpah membuat Yunlung lupa akan tujuannya semula. Setiap hari Yunlung yang ia lakukan hanya pesta pora. Tanpa disadarinya kebiasaannya berpesta pora telah menghancurkan karirnya, pekerjaannya yang semula menjanjikan kini terbengkalai karena ulahnya. Dengan penuh rasa malu, akhirnya Yunlung mengundurkan diri dan pulang ke Indonesia.

“Waktu itu perasaan saya kacau, pulang tidak bawa apa-apa dan saya jadi pengangguran. Akhirnya kembali ke teman-teman lama, mereka mulai ngajakin ke dunia malam lagi. Setiap malam kami mulai masuk dari satu diskotik ke diskotik yang lain.”

Untuk mengalihkan rasa frustasinya karena tidak memiliki pekerjaan, dia mulai terikat minuman keras dan juga narkoba. Awalnya Yunlung menikmati obat-obat bius itu, namun suatu saat ia mengalami overdosis. Di ambang maut itu, Yunlung meminta satu kesempatan lagi kepadaTuhan untuk bisa merubah hidupnya.

“Tuhan beri saya satu kesempatan lagi, tapi kalau seandainya saya harus mati hari ini, tolong buat saya segera mati.”

Tuhan mendengar permohonan Yunlung, ia selamat dari maut di hari itu. Seperti mendapatkan kehidupan baru, Yunlung semangat kembali untuk membangun masa depannya. Ia menjual semua harta miliknya, dan memulai sebuah usaha, namun sayangnya usahanya ialah menjual minuman keras.

“Saya ngga mikir apa minuman keras itu haram, apa minuman keras itu dosa, atau menjual minuman keras itu bisa mencelakakan orang. Saya tidak pernah memikirkannya sedikitpun.”

Ditengah kesuksesannya di bisnis haram tadi, Yunlung diajak seorang teman untuk menghadiri sebuah seminar. Namun ajakan itu berkali-kali di tolaknya. Hingga suatu hari saat ia mengunjungi beberapa night club yang menjadi konsumennya, ia melihat sesuatu yang mengusik hatinya.

“Saya bertemu dengan seorang pelanggan saya. Dia dalam keadaan sangat mabuk, dan dikelilingi oleh beberapa orang laki-laki yang mencari-cari kesempatan. Saat itulah hati saya merasa sakit, saya merasa takut sekali. Ternyata produk saya malah mencelakakan orang lain.”

Rasa bersalah mulai mengganggu hati Yunlung, namun ia tidak melakukan apapun hingga suatu saat ia mengalami sebuah kecelakaan ketika mengendarai sepeda motor.

“Kami pulang berdua naik motor, saya ngga tahu kalau tas teman saya di belakang di jambret. Karena tasnya ditarik, kami berdua jadi terpelanting dari motor.”

Karena kejadian itu ke dua kaki Yunlung cedera dan membuatnya harus terbaring di tempat tidur selama dua minggu. Saat ia dalam keadaan tidak berdaya itulah hati nuraninya kembali mengusiknya. Ia kembali diingatkan akan ajakan temannya untuk mengikuti seminar tentang bisnis yang benar itu.

“Saya mulai berpikir tentang apa yang akan menjadi masa depan saya. Apakah saya benar-benar harus mengikuti seminar itu?”

Yunlung pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti seminar tersebut. Sesi demi sesi dijalaninya untuk menemukan jawaban akan sebuah usaha yang benar. Hingga sebuah perkataan dari pembicara dalam seminar itu menyentuh hatinya.

“Kita sebenarnya memiliki lima harta: harta rohani, harta jasmani, harta hubungan, harta keluarga, baru harta benda. Kalau dulu saya berpikir: harta benda, harta benda di awal, baru sisanya di belakang. Tapi ternyata terbalik. Dari situ saya mulai sadar, untuk apa saya kejar harta benda kalau harus mengorbankan empat harta yang sebelumnya.”

Sesi demi sesi mengubah kehidupan Yunlung, dalam seminar itu ia mengalami jamahan Tuhan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“Saya merasakan Tuhan itu masih ingat saya, masih sayang saya. Kalau selama ini saya hidup di dunia realitas, kasih yang menuntut, yang mengharapkan imbalan, ternyata setelah di doakan, saya tidak merasakan lagi. Saya merasakan kasih yang murni dari seorang bapak. Apa yang saya pikirkan, kepahitan saya kepada orangtua, itu seperti hilang. Saya merasa lega sekali.”

Sebuah keputusan untuk mengijinkan Tuhan untuk menguasai hidupnya, telah mengubah seluruh kehidupan Yunlung. Hubungannya dengan kedua orangtuanya kini telah pulih, dan pemahamannya akan arti kesuksesan yang sejati membawanya menjadi pengusaha pertanian dan juga menjadi guru sukarelawan di sebuah pedesaan di Jawa Barat.

“Kalau dulu saya berpikir bahwa sukses itu : saya memiliki posisi yang bagus, usaha yang bagus, uang yang banyak dan mendapatkan penghargaan. Tapi saat ini, saya berpikir sukses itu adalah: kalau kita benar-benar mau mengikuti apa yang menjadi kehendaknya Tuhan. Kalau kita hidup dengan cara yang benar, sikap yang benar dan tujuan yang benar dimata Tuhan, itu baru kesuksesan yang sejati,” demikian papar Yunlung. (Kisah ini ditayangkan 3 November 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Demikian Kesaksian Kristen tentang seorang yang bernama Yunlung, semoga bermanfaat, Tuhan Yesus Memberkati, Syallom, Halleluyah.

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini : 

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Sumber Kesaksian:

Yunlung /Jawaban.com

Kamis, 21 Agustus 2014

KESAKSIAN DARI GRACE GRACIA : "GOD IS GOOD. YESUSKU LUAR BIASA."


November 17, 2012 at 4:27pm
"Saya telah menyaksikan cintanya Tuhan dalam kehidupan saya. 2tahun kebelakang Ayah saya mengalami kecelakaan.Wkt itu hari Minggu pkl.20.30 Ayah saya pulang dr rmh kakakny.sambil berjalan pelan,ada motor yg menambrak.Ayah langsung tidak sadarkan diri.Tidak ada yang menghubungi sama sekali.

Setelah Ayah sadar br menghubungi saya n adik saya melalui hp,Ayah bilang, ada di rumah sakit, sambil suara yg merintih kesakitan, wkt itu saya tidak percaya krn Ayah suka becanda,tp mendengar suaranya saya langsung percaya.Saya bergegas cepat langsung pergi ke rumah sakit.

Ayah sdh berada di ugd,melihat kondisi Ayah yg parah,saya hanya menangis dan berdoa dan saya yakin Tuhan Yesus akan memberikan muzizat.Wkt itu di rumah sakit tidak ada Dr yg praktek,hanya Suster saja.Akhirny Ayah dibawa pulang,dan dibawa ke Dr yg lain.

Waktu diperiksa Puji Tuhan Ayah tdk usah dirawat.Dan Ayah dibawa pulang,di rumah kondisi Ayah saya tambah parah lagi,saya lebih ketakutan melihatny.Di dpn tmpt tdr Ayah, saya hanya berdoa. "Tuhan sembuhkan Ayah,Tuhan kuatkan Ayah. Amin" . Setelah beberapa hari kondisi Ayah belum stabil,akhirnya Ayah dibawa ke Dr di Bandung.

Ternyata mata Ayah sebelah kiri tidak normal penglihatannya ,penglihatannya buram,remang-remang.krn terkena benturan yg keras.Akhirny setelah berunding dengan keluarga,Ayah dioperasi.

Pas wkt di operasi Dr bilang bahwa kornea mata Ayah sudah lepas .Tp Puji Tuhan korneanya msh menempel di kelopak mata,Dr jg bilang Puji Tuhan korneany tdk jatuh,dan Dr blm prnah mengoperasi pasien yg kornea matanya lepas.

Kalau kornea mata Ayah hilang mungkin saat ini mata Ayah buta,Tp karena pertolongan n muzizat Tuhan,sampai saat ini mata Ayah bisa melihat kembali walaupun tidak begitu normal.Sungguh Tuhan kita AJAIB,MUZIZAT NYA mampu menyembuhkan. 

Terima kasih Tuhan,Tuhan begitu baik,begitu luar biasa.Yang tidah mungkin bagi kita menjadi mungkin.GOD IS GOOD.YESUSKU LUAR BIASA." GBU All

sumber : facebook.com

Minggu, 17 Agustus 2014

YESUSKU, TABIB YANG AJAIB


Kesaksian Ibu Ketty Ligianto – Ujung Pandang


Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Pada awal tahun 1999 saya telah menyaksikan di kebaktian kaum Wanita bahwa, anak saya mengalami kecelakaan tetapi selamat berkat pertolongan Tuhan dan saya tidak merasa takut waktu mendengar kabar dari Rumah sakit. Saya hanya berdoa mengucap syukur berterima kasih kepada Tuhan sebab saya sangat yakin Tuhan ada bersama anak saya.

Tuhan pasti sudah menolong dia, karena satu minggu sebelum anak saya kecelakaan, Tuhan sudah menyatakan kemuliaanNya yang indah. Sewaktu saya berdoa saya melihat malaikat-malaikat kecil dengan memakai baju putih meniup sangkakala bergandengan tangan, terbang di atas atap rumah saya berputar-putar dan baju mereka terbang ditiup angin.

Penglihatan ini sangat indah dan menguatkan saya. Waktu berdoa itu saya hanya mengucap syukur dan berterima kasih berulang-ulang dan Tuhan menyatakan kemuliaanNya.


Pada tanggal 31 Januari 1999, kembali waktu saya berdoa mau tidur malam, begitu saya tutup mata, untuk kesekian kalinya Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Saya dikaruniai penglihatan secara rohani, di atas kepala atapnya (plafond) dalam kamar saya terbuka seperti pintu dan ada cahaya yang sangat terang memancar ke tubuh saya yang lagi berdoa. Saya tidak bisa tidur, kembali mengucap syukur berterima kasih kepada Tuhan untuk penyataan itu, begitu baiknya Tuhan kepada saya pribadi. Begitu juga, kalau akan ada sesuatu yang akan terjadi, Tuhan sudah ingatkan lebih dahulu kepada saya melalui penglihatan atau mimpi-mimpi. Sungguh ajaib Tuhanku.


Pada bulan Maret saya ada mencoba minum obat pelangsing, tetapi pada hari ke empat saya minum, perut saya mulai terasa sakit di sebelah kiri. Saya berhenti minum obat ini, saya ke dokter kandungan, dan yang ada dalam pikiran saya pasti ada “cista” di perut ini yang sudah pecah atau bertambah besar. Apa yang saya pikirkan bukan itu yang Tuhan berikan. Sebab apa yang tidak pernah kita duga, itulah yang Tuhan berikan.


Begini awal mula penyakit saya. Pada tahun 1994 akhir saya datang bulan dan selama menstruasi perut ini sangat sakit sampai sebelah kiri. Setelah ke dokter, dokter katakan, ada cista di perut sebelah kiri (hasil USG) hanya dengan operasi baru sembuh. saya hanya
berserah pada Tuhan. 

Bulan Juli 1995, saya sekeluarga jalan-jalan ke Singapura. Saya cek up kembali di dokter kandungan, dan setelah di USG, ternyata cista itu masih ada. Dokter di sana menyarankan saya harus di haporoskopi yaitu : dokter akan membuat lubang 3 buah di perut dan melalui sinar laser penyakit dalam perut itu akan dihancurkan.


Malamnya saya berdoa, Tuhan, Engkau yang akan menghancurkan penyakit ini dengan DarahMu. Besok hari saya putuskan tidak mau kembali ke dokter. Saya datang sekeluarga ke Singapura untuk berlibur bukan untuk tinggal di Rumah Sakit. Saya percaya Yesus selalu ada bersama saya. 

Kembali pada tahun 1996, saya cek up kesehatan di Dokter spesialis penyakit dalam dan hasil USG kembali menunjukkan penyakit ini masih ada, dokter bilang kenapa tidak di operasi saja ? Saya diam, saya tidak menjawab., sebab masih ada harapan bagi saya bahwa Yesus sanggup menolongku. MujizatNya selalu dinyatakan kepada keluarga saya.


Bulan Juni 1999, ibu saya menelepon saya dari Manado dan mengatakan bahwa ada teman-temannya yang berdoa bersama-sama ibu saya dan dalam doa itu ada nubuatan tentang saya, katanya saya di Ujung Pandang lagi sakit perut sebab ada cista dalam perut saya tetapi Tuhan akan menyembuhkan katanya. Hanya dengan iman saya aminkan nubuatan ini
kalau benar dari Tuhan. 

Kalau cobaan ini ada rencana Tuhan saya menerimanya walau sakit, saya rela menderita bersama Yesus. Saya hanya mengucap syukur dan berterima kasih atas cobaan ini. Saya mulai mengingat-ingat Firman Tuhan yang pernah saya baca bahwa Tuhan akan melalukan segala penyakit bagi orang yang percaya dan melakukan FirmanNya. Tuhan tidak akan membiarkan kita tergeletak, tanganNya pasti akan menopang. Dan Tuhan sudah memberi kuasa kepada kita dan kita akan melakukan perkara-perkara besar, bahkan yang lebih besar
daripada yang sudah pernah Tuhan lakukan.


Puji Tuhan. Selama mengiring Tuhan banyak-banyak masalah dan cobaan yang datang pada keluarga saya tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kami. Tuhan selalu menjawab doa-doa saya.  Banyak sekali mujizat yang Tuhan adakan pada keluarga saya. BerkatNya melimpah, baik jasmani terutama berkat-berkat rohani. Tuhan sangat baik, begitu dalam kasihNya pada keluargaku, tanganNya tidak kurang panjang untuk menolong dan menjamah setiap masalah dan pencobaan yang datang.


Saya sangat yakin Tuhan tidak akan membiarkan keluargaku dipermalukan karena mengiring Dia. Saya selalu berserah kepada Tuhan, minta ampun dosa salah dan kekurangan saya dengan hati yang hancur. Saya menagih janji Tuhan yang terdapat di dalam Yohanes 14:14, “Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu, Aku akan melakukannya.” Saya mengatakan kepadaNya: “Tuhan, cobaan ini berat, rencanaMu yang jadi Ya Tuhan, sebab rencanaMu, indah, Engkau menjanjikan masa depan yang penuh harapan.”


Dunia boleh merancangkan kejahatan tetapi Tuhan selalu dan selalu merancangkan kebaikan. Saya percaya kepada janji-janji Tuhan. Kadang-kadang sambil memasak atau bila ada di mana saja saya suka berbicara dengan Tuhan. Saya juga berkata kepada iblis, “Hai iblis, engkau di bawah telapak kakiku, engkau tidak berhak mengganggu kesehatan saya sebab saya ini adalah milik Tuhan Yesus. Saya tumpang tangan diperut yang sakit, saya percaya Tuhan akan menyatakan mujizatNya.


Menjadi kekuatan saya selalu kalau berada dalam masalah atau cobaan, saya berdoa dan minta jawaban dari Firman Tuhan. Dan selalu begitu membuka Alkitab, Tuhan langsung tunjukkan ayat-ayat yang indah yang menguatkan. Kali ini yang saya dapat baca yaitu dalam Kitab Daniel 2:19,20. Daniel mendapat penglihatan dan memuji-muji Allah. Saya terus ingat penglihatan waktu yang lalu, saya langsung memuji-muji Tuhan. Rasanya cobaan ini menjadi ringan kalau bersama Tuhan. Tuhan memberi hikmat dan pengertian pada saya.


Pada tanggal 19 Juli 1999 saya ke dokter kandungan. Saya katakan kepada dokter, cista ini kambuh lagi. Saya sering sakit perut. Dokter bilang operasi saja, angkat semua alat-alat reproduksi dan menyarankan saya USG. Waktu pagi-pagi menunggu di ruang tunggu, sementara menunggu giliran untuk di foto, saya duduk sambil menyanyi- yanyi dalam hati, saya mengucap syukur terus kepada Tuhan, dan heran, saat itu saya merasa cobaan itu begitu ringan. Haleluya, Puji bagiMu Tuhan.


Apapun yang dokter akan katakan sebentar, saya percayaTuhan adalah tabib di atas segala tabib, tidak ada yang mustahil bagiNya. Dengan iman saya yakin Tuhan Yesus sudah mengoperasiku. Saya akan mendengar apapun yang akan dikatakan dokter dengan hati yang tenang, sebab air sungai yang tenang dari surga sedang mengalir didalam hatiku. Saya begitu tenang, tidak ada lagi ketakutan. Saya masih ketawa-ketawa dengan suami saya. 

Dan biasanya kalau sementara USG, dokter akan berbicara mengenai hasil foto yang sementara dia lakukan. Tetapi kali ini dokter hanya berkata, anaknya ada berapa ? Oh kamu gemuk sebab sudah lama suntik-suntik KB. Saya hanya menjawab iya. Saya juga tidak berani bertanya, ada apa dilayar monitor USG itu ?


Sorenya, saya, suami dan anak-anak kembali ke dokter kandungan itu untuk membawa hasil USG tadi pagi. Karena anak saya ingin tahu, dia membuka foto-foto itu dan katakan, “mamie, semua normal, tidak ada apa-apa mamie.” Saya tidak mendengarnya, sebab pikiran saya hanya tertuju kepada dokter yang akan menerangkan hasil USG itu. Waktu saya
dan suami di suruh masuk ke ruang periksa dokter dengan suara yang nyaring berkata, “Tidak ada lagi cista, ini, lihat foto ini, sudah hilang penyakit itu.” 

Saat itu, air mata ini tidak terasa langsung mengalir. Puji Tuhan ! Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Saya katakan kepada dokter, “Saya sudah yakin, Tuhan pasti adakan
mujizatNya. Sungguh ajaib Yesusku. Saya juga menyaksikan pada dokter mujizat-mujizat yang sudah pernah Tuhan nyatakan pada waktu-waktu yang lalu pada keluargaku. Lidah ini rasanya tidak mau berhenti mengucap syukur kepada Tuhan. 

Memang benar, Tuhan hanya sejauh doa kita. Dengan rajin berdoa, mencari wajahNya, dan yakin iman dapat mengalahkan segala perkara, pasti Tuhan Yesus menolong. Hari-hariku terasa sangat indah dan penuh sukacita berjalan bersama Tuhan. Semua indah pada waktunya.


copas : jesusloveus.wordpress.com

Rabu, 13 Agustus 2014

APAKAH ANDA TUHAN ?


September 18, 2010
Di suatu desa yang sepi di Brasil, pada suatu malam yang sedang dilanda hujan lebat, ada seorang ibu yang akan melahirkan.
Tapi di sampingnya hanya ada seorang bocah berumur 5 tahun mendampinginya.
Dalam keadaan darurat, nyonya ini menelepon ke kantor polisi.

Tapi oleh karena badai hujan itu telah mengakibatkan banjir dan longsor, mobil ambulance dan regu penolong sudah berangkat semuanya, hanya tinggal seorang polisi penjaga pos saja yang tersisa.

Polisi itu pun terpaksa menelepon ke rumah ketua organisasi massa lokal, dan memohon bantuannya.
Ketua organisasi itu segera menyanggupi, dan mengantarkan sendiri ibu itu ke rumah sakit.
Persalinan si ibu berjalan dengan lancar, ibu dan anak selamat.

Saat itu baru terpikir oleh sang ketua bahwa di rumah si ibu yang bersalin itu masih ada seorang bocah kecil, yang harus segera dijemput.
Dia lalu memakai HP nya menelepon ke salah seorang anggotanya yang paling tidak punya kepedu lia n dan juga merupakan orang terakhir yang masih belum ada tugas keluar, mengharapkan bantuannya untuk menolong bocah yang masih terperangkap.
“Orang terakhir ini” keluar dari dalam selimut hangatnya, dengan bermalas-malasan ia mengemudikan mobil menuju ke rumah bocah itu, di sepanjang perjalanan sambil bersiul ia juga mengutuk cuaca yang buruk itu.

Setelah mengalami berbagai macam rintangan, akhirnya ia dapat menemukan rumah bocah itu, dia menggendong bocah itu masuk ke dalam mobil.
Setelah masuk ke dalam mobil, bocah itu terus memandangi ‘orang terakhir’ ini, mendadak si bocah membuka mulut, “Tuan, apakah kamu Tuhan?”
‘Orang terakhir’ ini kebingungan, ibarat seorang yang kehilangan kepalanya sendiri, sambil berpikir mungkin bocah ini mendapat gangguan syaraf setelah mengalami ketakutan tadi.
Setelah memuntahkan permen karet dari mulutnya dia kemudian bertanya kembali dengan agak tergagap, “Adik kecil, mengapa kamu katakan saya adalah Tuhan?”
Bocah lelaki itu berkata, “Ketika ibu saya baru akan keluar rumah, dia berpesan agar saya berani tinggal di rumah sendirian.
Dia juga bilang bahwa saat ini hanyalah Tuhan yang bisa menolong kita.”
Mendengar perkataan ini, muka orang ini segera memerah dari wajah hingga ke ujung kakinya.
Dia merasa malu sekali, dengan sebelah tangannya ia meraba-raba kepala anak ini, dengan nada penuh kasih dia berkata pada si bocah, “Saya bukan Tuhan, saya adalah temanmu!”

Sama sekali tak pernah terpikir olehnya bahwa suatu hari kelak dia akan menjadi Tuhan di mata orang lain.
Dia mendadak merasakan bahwa ekspresi polos dari wajah bocah itu telah menyulut lampu hati yang ada di dalam dirinya — yaitu lampu menuju kebaikan
———— ——— ——— ——— ————– ——— —-
Tuhan bisa hadir dalam diri kita untuk menolong orang lain, siapa dan seperti apapun keadaan kita hari ini.
Dan pada saat itu kita akan merasa bahagia dan merasa hidup kita lebih berarti. Karena itulah hakekat hidup yang sebenarnya: Bertolong – tolongan !
(Bertolong – tolonganlah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus …….. ( Galatia 6:2)
JJJ
Salam Kasih,
copas : jesusloveus.wordpress.com

Sabtu, 09 Agustus 2014

GUN GUN, MENUNTUT MATA GANTI NYAWA




Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, pria yang bernama lengkap Gun Gun Supardi ini bercita-cita ingin menjadi seorang pelaut. Dia sangat ingin keliling dunia untuk membuktikan bahwa bumi ini bulat seperti yang dipelajarinya, dan pikirnya satu-satunya cara bisa keliling dunia tanpa biaya adalah dengan menjadi seorang pelaut.

Cita-citanya tersebut terwujud, Gun Gun pergi ke berbagai tempat di belahan dunia lain. Namun peristiwa demi peristiwa dalam petualangan hidupnya membawanya menjadi seorang pribadi yang keras dan sering berkelahi.

"Orang seringkali tidak menganggap saya karena saya kecil, sepertinya saya tidak bisa melawan mereka. Tapi begitu mereka sudah tahu, baru mereka gentar dan takut. Hal itu membuat saya semakin berani lagi. Maju dan maju... bila perlu lawannya sampai jatuh bahkan mati. Ini semboyannya, bila saya tidak kalah berarti saya menang, kalau saya tidak mati, berarti dia yang mati," demikian Gun Gun bercerita.

Dengan keberaniannya dan sikap pantang menyerahnya setiap kali berkelahi dan menantang lawan-lawannya membuat Gun Gun disegani di kalangan rekan-rekannya. Namun tanpa disadarinya emosinya yang tidak terkendali dan sikap arogansinya menghantarkan Gun Gun pada sebuah kehidupan yang mengerikan.

Hari itu Gun Gun menjalankan tugasnya sebagai anak buah kapal seperti biasa.

"Waktu itu saya sedang di atas container, dan dibantu olah engineer officer untuk mengikat container atau kargo di atas dek supaya jangan jatuh ke laut. Tetapi sewaktu wire (tali pengikat) tersebut dilempar mengenai mata kanan saya dan bocor, robek. Sayangnya lagi, engineer officer tersebut tidak meminta maaf kepada saya. Hal itu membuat saya merasa sakit hati."

Karena luka dimatanya dan juga obat-obatan yang diberikan oleh dokter membuat penglihatan Gun Gun buram.

"Obat mata yang diberikan dokter membuat pandangan mata menjadi kabur. Selain itu saya juga frustrasi dan berpikir apa gunanya hidup kalau mata sudah kabur seperti itu. Saya merasa putus asa, sakit hati, berkecamuk dengan emosi dan amarah sehingga membuat saya berani untuk mengambil tindakan membunuh empat orang warga negara Jerman."

Satu demi satu warga negara Jerman tersebut di bantai oleh Gun Gun, mulai dari engineer officer, chief officer bahkan sang kapten tewas ditangannya.

"Waktu itu kapten sedang mengirimkan SOS karena engineer sempat mengirimkan laporan bahwa Gun Gun memukulnya dan mau membunuhnya. Sebelum di bunuh kapten sempat menawarkan uang agar tidak di bunuh. Saya katakan kalau saya harus membunuh dia dan menenggelamkan kapal tersebut. Kemudian saya putuskan kabel telephone dan menghujani dia dengan tusukan pisau sehingga kapten mati di tempat, di belakang kemudi."

Setelah melakukan pembunuhan tersebut, Gun Gun dan rekan-rekannya menenggelamkan kapal lalu terapung-apung di sekoci. Di pantai Miami, Gun Gun dan rekan-rekannya di tangkap.

"Pagi harinya sudah tersiar kabar bahwa ada sebuah pemberontakan dan pembunuhan di atas kapal dan kami di tangkap di Miami, semua polisi FBI dan imigrasi dan sebagainya ada disana. Lalu kami di borgol, empat orang Indonesia, satu orang Filipina dimasukkan di penjara Imigrasi. Sewaktu di interogasi saya katakan bahwa saya yang membunuh empat orang Jerman tersebut, dan saya tenggelamkan kapal yang berbendera Panama tersebut dan saya siap menerima apa yang menjadi hukumannya sekarang. Tapi saya meminta tolong agar teman-teman saya yang lain dipulangkan. Dan ternyata proses hukumannya sudah di siapkan untuk hukuman mati. Akhirnya saya di adili di pengadilan internasional di kota Miami yang di hadiri oleh empat negara, Jerman, Panama, Amerika dan Indonesia, dan ternyata yang berhak untuk mengadili adalah Panama."

Gun Gun di kirim ke Panama dan dimasukkan ke penjara bawah tanah. Berada selama 4 tahun di penjara yang sangat terisolasi tersebut semakin menambah frustrasi dirinya.

"Waktu itu saya mengambil sebuah keputusan, supaya lebih cepat masuk neraka saya coba bunuh diri dengan gantung diri. Ternyata waktu gantung diri itu sakit. Saya tahan rasa sakitnya, tapi tambah lama tambah sakit. Akhirnya ngga tahan sakitnya, kepala saya rasanya bertambah besar. Disitu saya bertanya mengapa bisa sakit seperti ini? Kok mau mati aja susah? Hati saya bertanya, mau masuk neraka aja kok susah. Dan ternyata neraka tidak mau terima saya. Neraka menolak saya."

Hingga suatu hari, ketika tiba perayaan paskah, sesuatu terjadi dan mengubah kehidupan Gun Gun selamanya.

"Pada perayaan paskah di penjara itu, semua tahanan boleh keluar, kecuali tahanan bawah tanah. Tetapi itu adalah mukjizat yang pertama, dimana kepala penjara Tuhan gerakkan hatinya untuk membuka sel saya dan saya dipersilahkan untuk ikut paskah. Ketika itu saya mendengarkan kotbah yang disampaikan oleh seorang pendeta, kotbahnya menggunakan bahasa Spanyol. Saya tidak mengerti bahasa Spanyol, tetapi saya tertarik mendengar suara kotbahnya itu dan saya perhatikan ternyata di saat-saat akhir kotbahnya saya seperti mendengar pendeta itu berkotbah dalam bahasa Indonesia. Hal itulah yang membuat hancur hati saya, dia mengatakan Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, siapa diantara kalian yang berada dalam ruangan ini, dalam perayaan paskah ini yang mau menerima Yesus menjadi juru selamatnya secara pribadi harap maju ke depan. Saya mendengar seperti itu, dan saya merasa hati saya berdebar-debar. Seperti ada yang tarik saya, ada yang dorong saya, dan dikursi itu seperti ada paku yang membuat saya tidak bisa duduk tenang. Akhirnya saya berdiri, saya mau maju ke depan tapi saya takut pada polisi di kiri kanan saya. Namun saya memberanikan diri melangkah sampai di depan mimbar. Saya tidak bisa berdiri lagi di depan mimbar itu, langsung tengkurap di lantai, mata saya tertutup tidak bisa melihat dan disitulah Tuhan perlihatkan semua dosa saya. Di situlah saya merasa takut dan berseru untuk pertama kali serta mengaku bahwa Yesus Engkau adalah Tuhan. Ampunilah semua dosaku dan ampunilah semua salahku, dan mulai hari ini saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya secara pribadi."

Begitu ibadah selesai, Gun Gun dikembalikan ke selnya, disana dia merenung dan membuat komitmen jika dia di bebaskan nanti, karena dia sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan dosanya sudah di ampuni, Gun Gun menyatakan siap untuk menjadi hamba Tuhan.

Tiba waktunya Gun Gun mengalami mukjizat keduanya, sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

"Waktu itu kepala negara, Presiden Republik Panama, Dr.Aristides Royo mengeluarkan dekrit yang mengatakan bahwa semua tahanan orang asing yang berada di wilayah Panama, yang sudah di adili, di bebaskan dengan membayar sendiri ongkos kepulangannya ke negara masing-masing. Satu-satunya yang belum diadili saat itu adalah Gun Gun Supardi tetapi nama saya juga tercantum dalam surat pembebasan itu."

Seperti komitmen yang dibuatnya, Gun Gun kini melayani sebagai seorang hamba Tuhan. Inilah yang dikatakannya ketika menutup kesaksiaannya.

"Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena saya dibebaskan dari belenggu dosa, dari segala tuduhan, dan hukuman mati." (Kisah ini ditayangkan 27 Mei 2009 dalam acara Solusi Life di O'Channel).



Sumber kesaksian:
Gun Gun Supardi   (www.facebook.com/KesaksianMujizatYesusKristus)