Minggu, 17 Agustus 2014

YESUSKU, TABIB YANG AJAIB


Kesaksian Ibu Ketty Ligianto – Ujung Pandang


Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Pada awal tahun 1999 saya telah menyaksikan di kebaktian kaum Wanita bahwa, anak saya mengalami kecelakaan tetapi selamat berkat pertolongan Tuhan dan saya tidak merasa takut waktu mendengar kabar dari Rumah sakit. Saya hanya berdoa mengucap syukur berterima kasih kepada Tuhan sebab saya sangat yakin Tuhan ada bersama anak saya.

Tuhan pasti sudah menolong dia, karena satu minggu sebelum anak saya kecelakaan, Tuhan sudah menyatakan kemuliaanNya yang indah. Sewaktu saya berdoa saya melihat malaikat-malaikat kecil dengan memakai baju putih meniup sangkakala bergandengan tangan, terbang di atas atap rumah saya berputar-putar dan baju mereka terbang ditiup angin.

Penglihatan ini sangat indah dan menguatkan saya. Waktu berdoa itu saya hanya mengucap syukur dan berterima kasih berulang-ulang dan Tuhan menyatakan kemuliaanNya.


Pada tanggal 31 Januari 1999, kembali waktu saya berdoa mau tidur malam, begitu saya tutup mata, untuk kesekian kalinya Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Saya dikaruniai penglihatan secara rohani, di atas kepala atapnya (plafond) dalam kamar saya terbuka seperti pintu dan ada cahaya yang sangat terang memancar ke tubuh saya yang lagi berdoa. Saya tidak bisa tidur, kembali mengucap syukur berterima kasih kepada Tuhan untuk penyataan itu, begitu baiknya Tuhan kepada saya pribadi. Begitu juga, kalau akan ada sesuatu yang akan terjadi, Tuhan sudah ingatkan lebih dahulu kepada saya melalui penglihatan atau mimpi-mimpi. Sungguh ajaib Tuhanku.


Pada bulan Maret saya ada mencoba minum obat pelangsing, tetapi pada hari ke empat saya minum, perut saya mulai terasa sakit di sebelah kiri. Saya berhenti minum obat ini, saya ke dokter kandungan, dan yang ada dalam pikiran saya pasti ada “cista” di perut ini yang sudah pecah atau bertambah besar. Apa yang saya pikirkan bukan itu yang Tuhan berikan. Sebab apa yang tidak pernah kita duga, itulah yang Tuhan berikan.


Begini awal mula penyakit saya. Pada tahun 1994 akhir saya datang bulan dan selama menstruasi perut ini sangat sakit sampai sebelah kiri. Setelah ke dokter, dokter katakan, ada cista di perut sebelah kiri (hasil USG) hanya dengan operasi baru sembuh. saya hanya
berserah pada Tuhan. 

Bulan Juli 1995, saya sekeluarga jalan-jalan ke Singapura. Saya cek up kembali di dokter kandungan, dan setelah di USG, ternyata cista itu masih ada. Dokter di sana menyarankan saya harus di haporoskopi yaitu : dokter akan membuat lubang 3 buah di perut dan melalui sinar laser penyakit dalam perut itu akan dihancurkan.


Malamnya saya berdoa, Tuhan, Engkau yang akan menghancurkan penyakit ini dengan DarahMu. Besok hari saya putuskan tidak mau kembali ke dokter. Saya datang sekeluarga ke Singapura untuk berlibur bukan untuk tinggal di Rumah Sakit. Saya percaya Yesus selalu ada bersama saya. 

Kembali pada tahun 1996, saya cek up kesehatan di Dokter spesialis penyakit dalam dan hasil USG kembali menunjukkan penyakit ini masih ada, dokter bilang kenapa tidak di operasi saja ? Saya diam, saya tidak menjawab., sebab masih ada harapan bagi saya bahwa Yesus sanggup menolongku. MujizatNya selalu dinyatakan kepada keluarga saya.


Bulan Juni 1999, ibu saya menelepon saya dari Manado dan mengatakan bahwa ada teman-temannya yang berdoa bersama-sama ibu saya dan dalam doa itu ada nubuatan tentang saya, katanya saya di Ujung Pandang lagi sakit perut sebab ada cista dalam perut saya tetapi Tuhan akan menyembuhkan katanya. Hanya dengan iman saya aminkan nubuatan ini
kalau benar dari Tuhan. 

Kalau cobaan ini ada rencana Tuhan saya menerimanya walau sakit, saya rela menderita bersama Yesus. Saya hanya mengucap syukur dan berterima kasih atas cobaan ini. Saya mulai mengingat-ingat Firman Tuhan yang pernah saya baca bahwa Tuhan akan melalukan segala penyakit bagi orang yang percaya dan melakukan FirmanNya. Tuhan tidak akan membiarkan kita tergeletak, tanganNya pasti akan menopang. Dan Tuhan sudah memberi kuasa kepada kita dan kita akan melakukan perkara-perkara besar, bahkan yang lebih besar
daripada yang sudah pernah Tuhan lakukan.


Puji Tuhan. Selama mengiring Tuhan banyak-banyak masalah dan cobaan yang datang pada keluarga saya tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kami. Tuhan selalu menjawab doa-doa saya.  Banyak sekali mujizat yang Tuhan adakan pada keluarga saya. BerkatNya melimpah, baik jasmani terutama berkat-berkat rohani. Tuhan sangat baik, begitu dalam kasihNya pada keluargaku, tanganNya tidak kurang panjang untuk menolong dan menjamah setiap masalah dan pencobaan yang datang.


Saya sangat yakin Tuhan tidak akan membiarkan keluargaku dipermalukan karena mengiring Dia. Saya selalu berserah kepada Tuhan, minta ampun dosa salah dan kekurangan saya dengan hati yang hancur. Saya menagih janji Tuhan yang terdapat di dalam Yohanes 14:14, “Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu, Aku akan melakukannya.” Saya mengatakan kepadaNya: “Tuhan, cobaan ini berat, rencanaMu yang jadi Ya Tuhan, sebab rencanaMu, indah, Engkau menjanjikan masa depan yang penuh harapan.”


Dunia boleh merancangkan kejahatan tetapi Tuhan selalu dan selalu merancangkan kebaikan. Saya percaya kepada janji-janji Tuhan. Kadang-kadang sambil memasak atau bila ada di mana saja saya suka berbicara dengan Tuhan. Saya juga berkata kepada iblis, “Hai iblis, engkau di bawah telapak kakiku, engkau tidak berhak mengganggu kesehatan saya sebab saya ini adalah milik Tuhan Yesus. Saya tumpang tangan diperut yang sakit, saya percaya Tuhan akan menyatakan mujizatNya.


Menjadi kekuatan saya selalu kalau berada dalam masalah atau cobaan, saya berdoa dan minta jawaban dari Firman Tuhan. Dan selalu begitu membuka Alkitab, Tuhan langsung tunjukkan ayat-ayat yang indah yang menguatkan. Kali ini yang saya dapat baca yaitu dalam Kitab Daniel 2:19,20. Daniel mendapat penglihatan dan memuji-muji Allah. Saya terus ingat penglihatan waktu yang lalu, saya langsung memuji-muji Tuhan. Rasanya cobaan ini menjadi ringan kalau bersama Tuhan. Tuhan memberi hikmat dan pengertian pada saya.


Pada tanggal 19 Juli 1999 saya ke dokter kandungan. Saya katakan kepada dokter, cista ini kambuh lagi. Saya sering sakit perut. Dokter bilang operasi saja, angkat semua alat-alat reproduksi dan menyarankan saya USG. Waktu pagi-pagi menunggu di ruang tunggu, sementara menunggu giliran untuk di foto, saya duduk sambil menyanyi- yanyi dalam hati, saya mengucap syukur terus kepada Tuhan, dan heran, saat itu saya merasa cobaan itu begitu ringan. Haleluya, Puji bagiMu Tuhan.


Apapun yang dokter akan katakan sebentar, saya percayaTuhan adalah tabib di atas segala tabib, tidak ada yang mustahil bagiNya. Dengan iman saya yakin Tuhan Yesus sudah mengoperasiku. Saya akan mendengar apapun yang akan dikatakan dokter dengan hati yang tenang, sebab air sungai yang tenang dari surga sedang mengalir didalam hatiku. Saya begitu tenang, tidak ada lagi ketakutan. Saya masih ketawa-ketawa dengan suami saya. 

Dan biasanya kalau sementara USG, dokter akan berbicara mengenai hasil foto yang sementara dia lakukan. Tetapi kali ini dokter hanya berkata, anaknya ada berapa ? Oh kamu gemuk sebab sudah lama suntik-suntik KB. Saya hanya menjawab iya. Saya juga tidak berani bertanya, ada apa dilayar monitor USG itu ?


Sorenya, saya, suami dan anak-anak kembali ke dokter kandungan itu untuk membawa hasil USG tadi pagi. Karena anak saya ingin tahu, dia membuka foto-foto itu dan katakan, “mamie, semua normal, tidak ada apa-apa mamie.” Saya tidak mendengarnya, sebab pikiran saya hanya tertuju kepada dokter yang akan menerangkan hasil USG itu. Waktu saya
dan suami di suruh masuk ke ruang periksa dokter dengan suara yang nyaring berkata, “Tidak ada lagi cista, ini, lihat foto ini, sudah hilang penyakit itu.” 

Saat itu, air mata ini tidak terasa langsung mengalir. Puji Tuhan ! Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Saya katakan kepada dokter, “Saya sudah yakin, Tuhan pasti adakan
mujizatNya. Sungguh ajaib Yesusku. Saya juga menyaksikan pada dokter mujizat-mujizat yang sudah pernah Tuhan nyatakan pada waktu-waktu yang lalu pada keluargaku. Lidah ini rasanya tidak mau berhenti mengucap syukur kepada Tuhan. 

Memang benar, Tuhan hanya sejauh doa kita. Dengan rajin berdoa, mencari wajahNya, dan yakin iman dapat mengalahkan segala perkara, pasti Tuhan Yesus menolong. Hari-hariku terasa sangat indah dan penuh sukacita berjalan bersama Tuhan. Semua indah pada waktunya.


copas : jesusloveus.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar