Minggu, 30 November 2014

SAAT TEDUH

Ada suatu kisah mengenai seorang gadis kecil yang ingin bertemu dengan Tuhan. Ia tahu bahwa itu memerlukan sebuah perjalanan jauh untuk pergi ke tempat dimana Tuhan tinggal, jadi ia menyiapkan segala bawaannya yakni makanan kecil Twinkies dan sebuah enam pak rootbeer, dan ia memulai perjalanannya.
Ketika ia pergi sejauh kira-kira tiga blok, ia bertemu dengan seorang wanita tua. Ia hanya duduk di taman memandang burung-burung merpati. Pemuda kecil itu duduk di sampingnya dan membuka tas perlengkapannya. Ia ingin untuk meminum rootbeer-nya dan ia memperhatikan bahwa wanita tua itu terlihat kelaparan jadi ia menawarkan wanita tua itu Twinkies-nya. Ia dengan senang hati menerimanya dan tersenyum kepadanya. Senyumnya begitu cantik hingga gadis kecil itu ingin melihatnya lagi, jadi ia menawarkan wanita tua itu sekaleng rootbeer. Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Gadis kecil itu senang sekali! Mereka duduk di situ sepanjang sore hanya makan dan tersenyum, tetapi mereka tak mengucapkan sepatah kata pun.
Lalu gelap pun mulai menyelimuti, gadis kecil tu menyadari betapa lelahnya ia dan ia harus bangkit untuk pergi tetapi sebelum ia melangkah lebih jauh lagi; ia berputar kembali, berlari kepada sang wanita tua tadi, dan memberikan ia sebuah pelukan. Wanita tua itu memberikan senyum terbaiknya. Ketika gadis kecil itu membuka pintu rumahnya, tak lama kemudian ibunya terkejut melihat kegembiraan yang teraut di wajah putranya. Ia bertanya kepadanya, “Apa yang kau lakukan pada hari ini hingga membuat kamu begitu gembira?” Ia menjawab, “Saya makan siang dengan Tuhan.” Tetapi sebelum ibunya sudah merespon, ia menambahkan, “Ibu tahu? Ia memiliki senyum tercantik yang pernah saya lihat!”
Di tempat yang lain, sang wanita tua, yang juga tersuntik oleh kegembiraan, kembali ke rumahnya. Putranya terkejut oleh tampak kedamaian di wajah ibunya dan ia bertanya, “Ibu, apa yang Ibu lakukan hari ini hingga membuat Ibu begitu gembira?” Ibunya menjawab, “Saya memakan Twinkies di taman dengan Tuhan.” Tetapi sebelum putranya merespon, ia menambahkan, “Kamu tahu, ia lebih muda dari yang saya perkirakan.”
Terlalu sering kita meremehkan kekuatan dari sentuhan, sebuah senyuman, kata-kata yang manis, telinga yang mendengar, sebuah pujian yang tulus, atau perhatian yang kecil, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan menjadi berbalik. Orang-orang datang ke dalam kehidupan kita untuk sebuah alasan, sebuah musim waktu, atau seluruh masa hidup kita. Rangkullah semuanya!

“Kasihilah Sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri”

“Mulailah dengan perkara yang sederhana”


copas : hidupbersamayesus.blogspot.com

Rabu, 26 November 2014

KISAH NYATA SUAMI-ISTRI YANG MENUNGGU KEHADIRAN ANAK SELAMA 13 TAHUN

William dan Sri Gagarin adalah sepasang suami istri yang saling mencinta. Pernikahan yang mereka jalani terasa indah pada awalnya. Namun berjalan dengan waktu, keduanya merasakan adanya kehampaan. Bagaimana tidak, hingga empat tahun menjalin biduk rumah tangga, keduanya belum dikarunai anak satu pun.
Berbagai cara pengobatan dilakukan Willam dan Sri Gagarin untuk memperoleh keturunan. Mulai dari pergi ke tukang pijat, makan obat-obatan China, hingga mendatangi paranormal, tetapi hasilnya tetap nihil. Sri Gagarin belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Curiga akan adanya sesuatu yang tidak beres dengan mereka, William dan istri akhirnya pergi ke dokter anak yang terkenal di Surabaya. Di tempat dimana dokter tersebut bekerja, William menjalani tes sperma.
Berdasarkan hasil tes sperma, diketahui bahwa sperma William memiliki masalah dalam hal reproduksi. Sementara, Sri Gagarin mempunyai gangguan di kandungannya. Sang dokter pun akhirnya kemudian menyarankan mereka berdua mengikuti pengobatan. Hanya lagi-lagi hasilnya tidak terlihat.
Tahun demi tahun terlewati. Harapan mereka untuk mempunyai anak pun semakin hilang.
Sampai satu ketika, salah satu istri saudara William dan Sri Gagarin mengajak mereka beribadah. Di dalam pertemuan itu, mereka mendengar satu kesaksian yang justru datang dari saudara mereka tersebut. Dalam testimoni yang diberikan, ia mengaku bahwa ia sempat mengalami Hepatitis. Namun oleh kuasa Tuhan, ia mengalami kesembuhan.
Kesaksian tersebut justru menghidupkan kembali keyakinan William dan Sri Gagarin memiliki keturunan. Sejak hari itu, doa kepada Tuhan senantiasa mereka panjatkan.
Menerima Janji Tuhan
Di suatu malam ketika sedang tidur, Sri Gagarin tiba-tiba terbangun. Di hadapannya, ia melihat sesosok tubuh yang diliputi sinar yang sangat menyilaukan. Dari sinar tersebut, keluar sebuah suara, "Apa yang engkau inginkan?" Sri Gagarin pun kemudian menjawab bahwa ia dan menginginkan seorang anak.
Percakapan kemudian berlanjut dan Tuhan menyatakan kepadanya bahwa ia bakal memiliki seorang anak laki-laki seperti keinginannya dan derajat kehidupan mereka turut meningkat.
Memperoleh Anak
Setahun terlewati…dua tahun terlewati….janji Tuhan bahwa ia akan memiliki anak tidak kunjung terwujud. Namun di tengah-tengah fakta itu, William dan Sri Gagarin tetap teguh memegang perkataan Tuhan.
Masuk ke masa 2½ tahun setelah mereka mendapat janji Tuhan, William memutuskan kembali untuk ke dokter kandungan, bersama dengan istrinya. Bukannya menunjukkan tanda-tanda positif, malah hasilnya tetap saja negatif. Dokter yang memeriksakan mereka justru memberikan obat yang harus mereka konsumsi selama 3-4 tahun. Hal itu mereka ikuti.  
Baru beberapa waktu meminum obat tepatnya pasca kepulangan dari Taiwan, Sri Gagarin merasakan ada yang tidak beres dengan dirinya. Berbekal test pack, akhirnya istri William ini memeriksakan diri. Ajaib, hasil test pack menunjukkan bahwa ia positif hamil. Pekik sukacita dan ucapan syukur keluar dari mulut William dan Sri Gagarin.
13 tahun penantian terbayar sudah. Setelah hamil 9 bulan, lahirlah seorang putra yang tampan yang mereka beri nama Aaron Maiden Wilson.
Bagi William, kehadiran Aaron melepaskan beban yang bertahun-tahun menghimpit keluarganya. Lewat peristiwa tersebut, ia semakin memahami bahwa Tuhan tidak akan pernah mengingkari janjinya. Cepat atau lambat, perkataan yang diucapkannya pada kita pasti digenapinya.
Sementara, Sri Gagarin memandang peristiwa kehadirannya putranya ini merupakan bukti bahwa rencana Tuhan bagi anak-anakNya adalah baik adanya. Bukan hanya itu, ia semakin percaya, Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup, yang dapat memberi jawaban bagi setiap persoalan yang kita hadapi.
Sumber Kesaksian :
Sri Gagarin dan William (jawaban.com)

Sabtu, 22 November 2014

NANA SARAGIH, TEROBSESI UANG DEMI MENGEJAR PENGAKUAN

Perubahan sikap ayahnya sejak kehadiran adik laki-laki dari hasil pernikahan kedua ayahnya menimbulkan kebencian yang mendalam bagi seorang Nana Saragih. Hatinya semakin pedih lantaran kasih sayang sang ayah yang telah terbagi. Di usianya yang masih belia, Nana sudah merasakan adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh sang ayah yang tega menikah dengan wanita lain dan tega memadu sang ibu.
Sejak dipandang remeh sebagai seorang perempuan oleh sang ayah, hatinya semakin perih. hal itu menjadi awal baginya bertekat membuktikan bahwa seorang perempuan juga layak dan mampu mencapai kesuksesan. Lewat kerja kerasnya dalam belajar, ia berhasil menorehkan prestasi sebagai bukti kepada sang ayah. Namun lagi-lagi, sang ayah tidak sedikit pun menghargai prestasi tersebut. Kebencian semakin menekan jiwanya. Hingga beranjak dewasa, obsesi mengejar pengakuan dari sang ayah dipegang teguh olehnya. Obsesi pertama yang hendak dicapainya adalah kekayaan. Untuk mencapai hal tersebut, Nana pun bekerja tanpa kenal waktu dan tidak menganggap bahwa pergaulan atau sosialisasi sebagai sesuatu yang penting.
Ia lalu memulai dengan bisnis syal hingga akhirnya meningkat drastis. Sejak itu, pandangannya mulai berubah. Baginya, uang adalah segalanya bahkan akan mampu memebli pengakuan dari sang ayah.  Sejalan dengan kesuksesannya, ia malah menghadapi musibah, yakni sang ayah didiagnosa penyakit kanker hati yang cukup serius serta penipuan bisnis yang dialaminya. Beranjak dari itu, segala yang dia punya ludes dengan sekejap mata.
Kondisi itu sempat membuatnya putus asa. Namun sebagai wanita mandiri, Nana kembali berjuang memulai dari awal. Siapa sangka, Nana mengalami perubahan dan menyadari obsesinya yang salah akan uang sejak berteman dengan rekan-rekan sekerjanya yang hidup penuh dengan syukur. Dari merekalah Nana belajar, bahwa meski dengan penghasilan sedikit mereka tetap mampu berbahagia dan bersyukur.
"Ada penyesalan yang cukup dalam di diri saya. Seandainya saya bisa flashback kebelakang hidup saya yang sebelumnya. Mengulang waktu kembali, mungkin yang saya lakukan pertama adalah bercerita dengan Papa saya ya. Ngobrol, yah mungkin itu yang dia harapkan gitu," kenangnya.
Namun harapan itu tak pernah nyata, ia hanya menganggap bahwa kewajibannya untuk memenuhi segala keperluan orang tuanya adalah bukti bakti anak kepada orang tua. Berkat orang-orang yang mampu bersyukur dalam keterbatasannya, sebuah syukur pun mengaliri hatinya dan menjadi jalan yang dipilihkan Tuhan bagi pemulihan hidupnya. Orientasi dan obsesi akan uang tak lagi prioritas utama. Nana menyadari bahwa uang akan datang dan pergi dengan sekejap.
Pemulihannya pun membawanya kepada perkenanan Tuhan yang luar biasa. Seiring waktu, Tuhan memulihkan perekonomiannya dan menjadi berkat bagi banyak orang. Baginya, memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan adalah hal yang terpenting dalam hidup. Sebab dengan itu, setiap orang dimampukan untuk dapat menumbuhkan kasih, mau menerima, bersabar dan peduli terhadap sesama.
Sumber Kesaksian: Nana Saragih (jawaban.com)

Selasa, 18 November 2014

RUMAH TANGGAKU SERASA NERAKA


 4271

Berliana Panjaitan bekerja sepanjang waktu, tetapi hasilnya tidak pernah kelihatan. Hal ini karena suaminya, Mangara senang berjudi dan menumpuk hutang pada rentenir. Bahkan kedua anaknya, Dapot dan Lasmawati hampir saja menjadi budak, kalau Berliana tidak bisa melunasi hutang. Ditengah-tengah ujian di hidupnya, semua diserahkannya kembali kepada Tuhan dengan berdoa dan berusaha. Mukzizat terjadi atas keluarganya dan anaknya bebas dari perbudakan.
Sebelumnya, Mangara membujuk Berliana untuk meminjamkan uang kepada temannya untuk pengobatan orang tua dan berjanji akan dikembalikan dalam sebulan. Prihatin, ia pun memberikannya. Sebulan hingga empat bulan sudah berlalu, Berliana memberanikan diri untuk menagih ke suaminya dan yang didapat adalah kemarahan dan pukulan.
Pada awalnya Berliana menyesali keputusannya untuk menikah dengan pilihan orangtua tanpa mengenal lebih dalam lagi. Berliana mengatakan, "Aduh Tuhan berarti kawin sama setan aku, kecewa sekali aku, kecewa". Mangara ternyata juga orang yang ringan tangan. Berliana dan anak-anak seringkali menjadi sasaran kemarahan. Apa saja yang dilakukan selalu salah dimata suaminya. Dirinya merasa hidup seperti di neraka dengan perlakuan suaminya.
Anak kedua, Lasmawati merasa bahwa tidak ada sedikitpun hal yang baik yang dilakukan bapaknya. Tetapi Berliana tetap bertahan hingga memiliki enam orang anak. Melihat keadaan Berliana yang sengsara, orangtuanya menyarankan untuk meninggalkan anak-anak bersama suaminya dan memulai hidup baru. Rasa sayang yang besar kepada anak-anak, membuatnya bertahan, selain itu Tuhan yang menguatkannya. Ujian ini dianggapnya karena Tuhan ingin ia lebih dekat padaNya.
Kewajiban untuk memenuhi kebutuhan rumah dilupakan dan uang hasil bengkel selalu habis untuk berjudi. Semua ini membuat Berliana mengambil keputusan untuk mencari tambahan dengan berjualan sayur. Sampai suatu waktu, Mangara memilih untuk ke Pekanbaru dengan alasan membuka usaha, dengan berat hati Berliana mengijinkannya. Selanjutnya ia hidup dengan iman dalam menghidupi kebutuhan anak-anaknya. Hingga empat tahun tidak ada kabar, akhirnya Mangatas pulang dan memohon untuk diterima kembali.
Mengingat kembali kesusahannya dulu, Berliana menolak untuk mengampuni. Usaha kedua Mangara dilakukan dengan perantara Pendeta, tetapi tetap saja Berliana tidak mau menerima. Bahkan anak-anaknya mengalami kepahitan hingga mau membunuh Mangara bapaknya. Akhirnya Tuhan kembali mengingatkan Berliana lewat pesan Pendeta, "kalau Mak Dapot tidak mau mengampuni, Tuhan juga tidak akan mengampuni Mak Dapot."
Akhirnya, Berliana mau mengampuni dan menerima kembali suaminya. Mangara pun mulai diubahkan, pertobatannya terlihat dengan dia bersaksi di gereja dan meminta maaf kepada Berliana dan anak-anaknya. Sifat ringan tangan digantikan dengan kasih sayang kepada keluarga. Kebahagiaan ini tidak lama, sebab Mangara mengalami sakit keras dan dipanggil Tuhan. Tetapi Berliana tetap bersyukur atas mukzizat Tuhan yang terjadi dalam keluarganya. Anaknya juga bahagia dengan pertobatan bapaknya menurut Lasmawati, " 90 persen kejahatan tertutupi dengan 10 persen kebaikan".
Ujian dalam hidup akan terus berlangsung, Tuhan menyiapkan kita untuk dapat lulus dan naik ke tingkat selanjutnya. Kita dapat belajar dari Tuhan yang sanggup mengampuni setiap dosa manusia, bagaimana dengan manusia sendiri? Yesus adalah penolong yang memampukan dan menguatkan dalam setiap ujian kehidupan.
Sumber Kesaksian : Berliana Panjaitan (jawaban.com)

Jumat, 14 November 2014

JERAT PELET HERFUNGKY DALAM MENCARI CINTA

Berperawakan kurus dan hitam, Herfungky Yahya merasa sangat sulit untuk mendapatkan perhatian teman-teman wanitanya di sekolah. Ketertarikannya terhadap wanita dimulai sejak duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Pertama. Satu saat dia heran kepada teman yang keadaan fisiknya hampir sama dengan dirinya tetapi memiliki pacar yang cantik. Iseng, dia kemudian bertanya kepada temannya dan inilah awal mula dirinya mengenal ilmu pelet. Teman tersebut menawarkan untuk mengajarkannya ilmu pelet untuk menarik perhatian wanita.

Setuju, Herfungky kemudian dituntut untuk melakukan berbagai ritual. Mulai dari semedi 40 hari hingga masuk ke dalam tanah selama tiga hari. Semua syarat dilewatinya dan dengan begitu ia kemudian berhasil menguasai 7 ilmu pelet. Kehidupannya pun berubah 180 derajat. Apa yang diinginkannya dulu, sekarang dapat dengan mudah diraihnya.

“Efek dari semuanya, saya bisa mendapatkan wanita dengan mudah sekali.” Bahkan terdapat beberapa perempuan yang terlihat menunggu di depan pintu kelas Herfungky saat jam istirahat. Buatnya, memiliki banyak pacar dan digandrungi oleh banyak wanita adalah kebanggaan. Korbannya mulai dari wanita seumuran, lebih muda hingga yang lebih tua. 

Saat melihat wanita cantik, Herfungky akan langsung beraksi. Pelet dilancarkan dengan menggunakan asap rokok dan sebelumnya melalancarkan aksinya dia akan menyebut nama wanita tersebut. “Saya buang asap rokok itu di depan wajahnya dan itu langsung bereaksi. Mukanya mulai merah merona dan kegairahan cinta dan kesukaannya timbul saat itu juga.”

Ketika Herfungky mendapatkan wanita dengan mudah, wanita ini kemudian hanya dijadikan mainan. Hingga pada satu titik dia harus melakukan sebuah ritual yang di luar akal manusia, untuk memperkuat kesaktiannya. Pada ritual kali ini, dirinya harus bersetubuh dengan jin. Pantangannya adalah dia tidak boleh menyetubuhi wanita-wanita yang didekatinya, kalau hal itu sampai terjadi maka ‘ilmunya’ akan luntur.

Berjalannya waktu, semakin banyak wanita yang menjadi korban dan hanya di jadikan koleksi. Hingga suatu saat dirinya berbincang dengan pemilik warung makanan yang menjadi langganan Herfungky setiap harinya. Singkat kata ibu ini kemudian mengajaknya untuk ibadah pada hari minggu. “Awalnya saya menolak, tetapi mulai timbul niat jahat saya yang berpikiran bahwa di tempat ibadah ada banyak wanita cantik.” 

Sepakat dengan ibu pemilik warung, Herfungky kemudian ikut ibadah ke gereja. Saat memasuki gereja, seketika ia merasakan panas. Hal inilah yang kemudian membuatnya enggan berlama-lama dan hanya menunggu di pintu gereja. Saat duduk di luar dia melihat seorang gadis cantik sedang bermain keyboard. Mendapat calon korban baru, ia kemudian membaca mantra sembari menunggu selesai ibadah. 

Namun hal yang diinginkannya tidak terjadi. “Anehnya, wanita tadi tidak menunjukkan reaksi seperti wanita lain yang saya pelet. Saya mikir, ini orang sakti bener. Kekuatan apa yang dia miliki?”Ungkapnya dalam hati. Tidak ingin menyerah, minggu-minggu ibadah selanjutnya Herfungky datang dan tetap berusaha untuk melakukan pelet terhadap wanita tersebut. 

Saat mengikuti ibadah, dia kemudian mendengar firman Tuhan. “Seorang Pendeta berbicara tentang kuasa gelap. Hamba Tuhan itu menekankan, ‘kalau engkau ingin selamat, kamu harus meningggalkan semua kuasa kegelapan. Karena ada satu pribadi yang besar kuasanya dan tidak tertandingi, yaitu Yesus Kristus’.”

Beberapa waktu, ternyata firman itu tertanam dalam hatinya. Satu hari Herfungky merasa seperti ada dorongan yang begitu kuat di hati untuk membakar semua jimat-jimat miliknya. “Ketika saya mencoba untuk membakar jimat itu, tiba-tiba saya merasa seperti dipukul di bagian belakang badan saya.” Dirinya seketika rebah dan mencoba merangkak, tubuhnya tidak berdaya dan dirinya merasa ketakutan yang begitu luar biasa.

Herfungky merasa di sekitarnya ada banyak sekali setan-setan yang mengintimidasi. Mereka seakan marah karena dia berkhianat. Suara-suara menakutkan itu membuatnya merasa seakan sedang berada di alam maut dalam keadaan tidak bernyawa. Dalam keadaan gelap, dirinya merasa bahwa jumlah setan itu semakin banyak. Tiba-tiba saja, ada sebuah cahaya yang bersinar dan Herfungky mengalami perjumpaan dengan sosok yang sering dilihatnya di rumah ibadah yaitu Yesus Kristus. “Dalam kondisi ketakutan, saya mnecoba untuk mengulurkan tangan saya dan saya seperti merasakan ada kuasa yang mengalir dalam tubuh saya.” Dirinya merasa damai, sukacita dan senang yang luar biasa. 

Akhirnya dirinya sadar dan merasa kasih Tuhan yang luar biasa. Selama 14 hari dirinya pingsan dan dia pun sadar bahwa atas karunia Yesus Kristus dirinya diselamatkan dari kematian dan kuasa kegelapan. Inilah yang menjadi titik baliknya dan membuatnya ‘tergila-gila’ kepada Tuhan. “Saya ingin mencari Tuhan lebih lagi.”

Mujizat Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya membawanya pada kehidupan yang lebih baik. Dia kemudian juga meminta maaf atas tindakannya jahatnya kepada wanita pemusik gereja tersebut. “Saya minta ampun kepada Tuhan karena dulu saya sering mempermainkan wanita.” 
Saat ini dirinya sadar untuk memperlakukan wanita dengan sepantasnya karena setiap orang berharga. Herfungky juga aktif dalam pelayanan anak muda. Dirinya rindu untuk membagikan  kebenaran kepada anak muda, sehingga mereka memiliki prinsip-prinsip hidup yang benar. 

Mengenai pilihannya untuk mengikut Yesus, Herfungki mengaku tidak pernah menyesal. “Saya tidak pernah menyesal meninggalkan semua ilmu pelet dan kuasa kegelapan, karena saat saya mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat saya, hidup saya berubah. Dan saya mengerti arti kasih sesungguhnya yaitu kasih yang sejati yang berasal dari Yesus Kristus.”
Sumber : Herfungky Yahya (jawaban.com)

Senin, 10 November 2014

KESAKSIAN PELAYAN TUHAN DI SABAH DIBAWA KE SURGA


Di bulan Mei tahun 2006, seorang pelayan Tuhan dibawa ke Sorga untuk bertemu dengan Tuhan Yesus dan menerima 6 pesan. Brani Duyon@Efendie, 52 tahun, seorang dari dusun. Dia melayani di Gereja Borneo Evangelis, Kota Belud, Sabah (di Malaysia Timur) sebagai seorang penatua gereja. Sebelumnya dia melayani sebagai pendeta di Melangkap Baru, Kota Belud, dan kemudian menjadi pemimpin gereja di SIB Bayayat daru tahun 2005-2006.

Kesaksian Brani Duyon Efendie

Saya koma selama 1 minggu setelah operasi dan menjalani perawatan intensif selama lebih dari 1 bulan.
Ada banyak pelayan Tuhan yang datang untuk membesuk dan berdoa untuk saya, termasuk mantan President SIB Sabah - Pendeta Taipin Melidoi, asistennya - Pendeta Datuk Arun Selatan, dan juga Pendeta Michael.

Di tengah malam, yaitu di minggu ketiga bulan Mei 2006, saya merasa sangat aneh, saya tidak bisa tidur, sementara pasien yang lain telah tertidur amat lelap. Selama itu, di pikiran saya hanya ada Yesus. Saya teringat dalam kitab Yesaya 43:26 Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!”  Saya tetap memikirkan kata-kata ini karena saya mau memfokuskan pikiran saya hanya kepada Tuhan Yesus. Saya merasa hadirat Tuhan yang kuat saat itu.

Lalu saya mulai berdoa dalam roh. Setelah berdoa, saya mencoba untuk tidur namun saya tidak bisa. Lalu saya berbaring kembali di ranjang. Tiba-tiba saya merasa ada seseorang yang menyentuh punggung dan membelai kepala saya. Ini terjadi beberapa saat. Saya merasakan sesuatu yang luar biasa mengalir ke dalam tubuh saya. Saya percaya itu adalah cinta Bapa untuk anakNya. Saya bertanya-tanya siapa orang itu. Saat saya memalingkan muka untuk melihat dia, saya terkejut bahwa dia adalah seorang pria muda yang tampan, berpenampilan baik, tubuhnya tinggi dengan rambutnya sampai ke leher. Dan dia memakai jubah putih. Saya bertanya padanya, “Apakah kau Tuhan yang sedang aku pikirkan?” Dia hanya menggelengkan kepalanya. Lalu saya bertanya lagi, “jika bukan lalu siapakah engkau?” Pada akhirnya dia mulai berkata pada saya ”Aku adalah pembawa pesan dari surga. Yesus menyuruhku datang padamu untuk membawa kabar baik

Sekarang saya sadar bahwa dia adalah malaikat Tuhan, lalu saya bertanya padanya, “Kabar baik apa yang kau hendak katakan pada saya?” Dia membalas,“Malam ini kau akan pergi ke Sorga.” Dengan segera saya merasa tenang dan damai walaupun tubuh saya sedang sakit. Saya merasa tidak merasakan sakit apapun. Saya telah disembuhkan dari penyakit, saat malaikat Tuhan berkata bahwa saya akan pergi ke sorga. Lalu saya berkata pada malaikat itu,“Saya siap untuk mengikut engkau ke sorga. Saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tuhan.”

Sementara kami sedang berjalan saya melihat tubuh jasmani saya tertinggal di atas ranjang. Setelah kami berjalan keluar dari rumah sakit, saya melihat seekor kuda yang luar biasa besar dan tinggi. “Kita akan mengendarai kuda ini,” kata malaikat. Malaikat membantuku menaiki kuda itu, berhubung kuda itu sangat tinggi. Lalu saya bertanya pada malaikat itu, “Apakah kita dapat pergi ke sorga dengan mengendari kuda ini?” Lalu dia meyakinkan saya, “Tentu saja, jangan takut dan khawatir. Sudahkah kau membaca Firman Tuhan tentang Elia yang terangkat ke Sorga oleh Allah?” Saya berkata padanya “Ya, saya sudah membaca itu sebelumnya. Kendaraan yang membawanya ke sorga adalah sebuah kereta yang berapi ditarik dengan kuda-kuda api.” “Itu benar, dan ini adalah salah satu kuda dari kuda-kuda itu yang akan kita kendarai sekarang,” ujar malaikat itu.

Mulanya kami pergi dengan lambat, tapi kira-kira setelah 100 meter kuda mempercepat kecepatannya ke kecepatan yang sangat tinggi dan saya merasa seperti diterpa oleh badai. Lalu saya melihat kuda tersebut melayang terbang. Kami melewati gunung-gunung dengan mudahnya, melayang terbang dengan kekuatan Allah.

Lalu kami mencapai sebuah padang rumput hijau yang sangat besar-sangat menakjubkan, tanpa ada satupun rumput yang kering. Setelah kuda itu berhenti, kami turun dan mulai berjalan.
Saya dapat melihat Kerajaan Allah tepat di depan mata saya. Sementara kami sedang berjalan di atas padang, saya mendengar bel berbunyi. Lalu saya bertanya pada malaikat ”Mengapa bel itu berbunyi?” Dia berkata “Bel itu adalah tanda bahwa ada seseorang yang datang.

Kami melanjutkan perjalanan ke ujung padang, sementara bel masih berbunyi, saya melihat seekor kuda yang sangat cantik, di atasnya ada seberkas cahaya merah, seperti lampu lalu lintas. Di cahaya itu saya melihat nomor “51”. Saya bertanya pada Malaikat apa arti nomor itu. Dia berkata,“Berapa umurmu sekarang?” saya berumur 51 tahun saat ini. “Nomor itu adalah umurmu, jadi itu adalah nomor kudamu juga,” kata malaikat itu. Saya merasa sangat senang dan damai melihat apa yang Allah telah siapkan untuk saya di Sorga. Saya melihat banyak rumah yang sudah disiapkan oleh Yesus untuk anak-anakNya yang percaya dan mengikut Dia.

Kami melanjutkan perjalanan ke sebuah rumah yang luar biasa besar, dengan banyak orang di dalamnya. Saya percaya mereka adalah orang-orang kudus yang Allah telah pilih. Mereka sedang memuji Allah. Saya melihat Yesus sedang duduk di atas tahtaNya sementara semua orang sedang memuji dan menyembahNya. Mereka memuji Dia dengan segenap hati, menari, mengangkat tangan mereka, dan berlutut. Di lubuk hati saya berkata, “Jika saja orang-orang di bumi memuji dan menyembahNya seperti ini, Allah pasti sangat senang”

Saya melihat banyak orang-orang menangis sambil memuji Allah. Yesus tersenyum menyaksikan betapa setianya mereka menyembah Allah. Mereka mengangat tangan ke arah Yesus dan Yesus memberkati mereka semua. Setelah selesai, Yesus berjalan di antara mereka dan menghapuskan air mata mereka. Lalu saya teringat ayat di kitab Wahyu, “dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita,"

Malaikat itu membawa saya pada Yesus. Malaikat berbicara pada Yesus, “Tuhan, inilah anak yang telah Kau pilih untuk datang kesini.” Lalu Yesus berkata pada saya, “Bagus! AnakKu kau telah datang hari ini.” Lalu Yesus memeluk saya dan itu membuat saya sangat bahagia dan damai hingga membuat saya menangis. Jiwa saya bersorak gembira sebab Yesus sendirilah yang memeluk saya.

Lalu malaikat itu berkata, “Tuhan, aku pergi ke rumahnya di bumi saat dia sedang sakit, namun sekarang dia menjadi lebih baik.” Yesus membalas, “Ya, Aku mendengar dan melihat apa yang terjadi padanya.” Lalu malaikat itu melanjutkan, “Selama itu, aku mendengar istrinya berdoa mengharapkan pertolonganMu." Dia berdoa: “Tuhan, tolong kami, tolong jangan ambil dia sekarang karena kami belum siap dia pergi meninggalkan kami.” “Itulah doanya, Tuhan.” Lalu Yesus berkata, “Aku tahu segalanya. Istrinya adalah seorang yang takut akan Tuhan. Dia setia padaKu dan rajin berdoa.” Lalu jiwaku menangis kembali memikirkan kesetiaan istriku pada Allah.

Lalu Tuhan berbicara pada saya, “AnakKu, kau akan kembali ke bumi, karena ini bukan saatnya bagimu untuk berada di sini. Ada banyak pekerjaan untukmu saat kau kembali ke sana. Kau akan sangat sibuk melayani Aku.” Lalu saya membalas, “Tuhan, tolong jangan memintaku untuk kembali, karena saya sangat bahagia bersamaMu di sini. Saya bahagia dekat denganMu, Tuhan. Tolong, saya tidak mau kembali.”

Dari wajahNya, saya tahu bahwa Yesus menjadi kecewa. Lalu saya memohon pengampunan padaNya karena telah mengecewakan Dia. Saya berkata, “Tuhan, saya siap kembali ke bumi tapi tolong saya Tuhan, berikan saya kekuatan, dan jagalah saya kemanapun saya pergi. Sertai saya Tuhan.” Lalu Yesus berkata, ”Ya, jangan khawatir, kemanapun kau pergi melayani Aku, Aku akan selalu bersama denganmu.”

Yesus mempunyai beberapa pesan untuk saya bawa ke bumi. Dia ingin saya menyampaikan pesan-pesan ini kepada anak-anak Allah di bumi. “Pesan-pesan ini sangat penting untuk mereka ketahui”, kata Yesus. Saya diberitahu bahwa saya akan sangat sibuk menyampaikan pesan-pesan ini. Yesus juga ingin saya berbagi pengalaman Surgawi saya kepada semua anak-anak Allah sehingga mereka akan diberkati dan memperbaharui kekuatan mereka dalam mengikut Dia.

Yesus berkata pada saya, “Saat kau kembali ke bumi katakan kepada anak-anakKu pesan-pesan ini” (ada enam pesan yang Yesus telah berikan kepada saya):

Pesan pertama:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus percaya kepadaKu dengan segenap hati, dengan segenap kekuatan dan dengan segenap pikiran mereka. Bagi mereka yang khawatir dan ragu-ragu tidak akan masuk ke dalam sini.” Kata Tuhan Yesus

Pesan kedua:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus setia untuk datang beribadah ke Gereja, karena inilah waktu dimana Aku menyinari wajah mereka dan mereka akan mencari wajahKu. Aku akan sangat bahagia melihat anak-anakKu menyembah di Gereja,” kata Tuhan Yesus

Pesan ketiga:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus setia berdoa, melakukan kehendakKu, dan hidup seturut FirmanKu,” kata Tuhan Yesus

Pesan keempat:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus taat memberi persepuluhan dan persembahan,” kata Tuhan Yesus

(sementara Yesus sedang memberikan pesan ini, Dia berkata “AnakKu, lihatlah kesana”Dia menunjukkanku kuda-kuda yang cantik yang sudah siap untuk anak-anakNya. “AnakKu, kuda-kuda ini telah siap, Aku telah siapkan untuk semua anak-anakKu yang percaya dan taat kepadaKu.” Lalu Dia menjunjukkan saya kuda-kuda yang tidak komplit. Saya bertanya, “Tuhan, mengapa kuda-kuda ini belum komplit?”
Lalu Yesus berkata, “AnakKu, kuda-kuda ini milik anak-anakKu yang tidak dengan rela memberikan persepuluhan dan persembahan. Kuda-kuda ini akan siap dan komplit setelah anak-anakKu memberikan lebih persepuluhan dan persembahan di rumahKu.”

Pesan kelima:
Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus menempatkan semua perbendaharaan mereka di dalam doa kepadaKu untuk perlindungan dan berkat selagi mereka masih di bumi, sehingga saat aku datang kembali ke bumi untuk yang kedua kalinya, mereka tidak akan terikat dengan kekayaan duniawi. Ingatlah kisah akan istri Lot,” kata Tuhan Yesus.

Pesan keenam:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus siap dan waspada, karena aku akan datang segera. Lebih cepat dari yang orang-orang perkirakan!” kata Tuhan Yesus,

(Kedatangan Yesus tidak diketahui tetapi pengangkatan sudah pasti akan terjadi. Tuhan Yesus akan datang segera!!!)

Sementara Yesus sedang berbicara kepada saya tentang pesan yang keenam, Dia menunjukkan saya langit, langitnya bersih dan tak berawan. Saya melihat Yesus membuka tanganNya ke bumi dan Dia berkata, “Aku siap menjemput anak-anakKu.”  Lalu saya melihat banyak orang-orang berpakaian jubah putih terbang melayang di langit untuk bertemu Yesus. Mereka semua berkumpul di sebelah kiri dan kanan Yesus. Banyak orang yang percaya Yesus terangkat. Terlebih lagi, saya melihat banyak anggota keluarga sedang terangkat. Saya dapat melihat suami dan isteri dengan anak-anak mereka terbang melayang kearah Yesus. Saya merasa damai melihat penglihatan ini.

Lalu Yesus berkata,“Lihatlah ke bawah”. Yesus lalu menunjukkan saya situasi di bumi, dan itu sangat kacau balau. Tidak ada kedamaian di bumi pada saat itu. Saya melihat orang-orang berlarian ke segala tempat dan berteriak-teriak. Orang tua mencari anak-anaknya dan orang-orang muda mencari orang tua mereka.

Lalu Yesus menunjukkan pada saya gereja di kota kelahiran saya. Saya merasa amat sedih karena ada beberapa orang yang tertinggal.

Lalu Yesus berkata pada saya. “Setialah kepadaKu. Kau harus menyampaikan hal-hal yang telah kau lihat dan telah kau dengar kepada anak-anakKu di bumi.”
Saya melihat bahwa tubuh saya sudah pulih total dari penyakit. Puji Tuhan karena kuasaNya!

Saya ingat saat saya berada di Sorga tubuh saya terlihat seperti saat saya masih muda.

Sahabatku, pada kesempatan kali ini aku kembali membagikan kesaksian mengenai orang yang mendapat kesempatan spesial untuk mengunjungi Surga. Mungkin masih suka ada pro kontra mengenai orang yang bersaksi pernah diajak Tuhan mengunjungi Surga atau Neraka. Tapi aku membagikan kesaksian-kesaksian ini bukan untuk membawa perdebatan, tapi aku mengajak kita untuk membaca dengan hikmat. Ada pesan-pesan Tuhan dari setiap kesaksian yang aku bagikan.
Di dalam kesaksian kali ini, ada 6 pesan penting bagi setiap anak-anak Tuhan.

1. Kita harus percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga kita tidak lagi hidup di dalam kekuatiran dan keraguan karena kuasaNya berkuasa penuh atas kita.

2. Kita harus setia mencari wajah Tuhan di dalam pertemuan-pertemuan ibadah kita. Jadikan ibadah kita bukan sebagai rutinitas, tapi sebuah moment perjumpaan pribadi denganNya.

3. Kita harus setia berdoa, melakukan kehendak Tuhan dan hidup seturut Firman. jadikan doa sebagai nafas rohani kita, dan menjadikan doa bukan hanya untuk meminta, tapi untuk mengenal kehendak Tuhan dalam hidup kita. Dan juga hidup seturut Firman dengan tulus bukan karena kewajiban saja.

4. Kita harus taat memberikan persepuluhan dan persembahan. Persepuluhan adalah miliknya Tuhan, jangan kita mencuri yang merupakan bagiannya Tuhan. Dan saat kita mau taat, Fiman Tuhan dalam Maleakhi 3:10 berlaku buat kita."Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan." ( Maleakhi 3:10 )

5. Kita harus menempatkan Tuhan diatas segalanya yang kita punya di bumi, sehingga hati kita tidak terikat akan hal-hal duniawi. Tuhan ingin kita punya hati yang murni, dan Tuhan menjadi segala-galanya di dalam kehidupan kita.

6. Kita harus siap sedia akan kedatangan Tuhan. Tuhan ingin kita terus di dalam penantian akan kedatanganNya, sehingga saat Dia datang menjemput kita, Dia mendapati kita tetap setia dan layak untuk masuk ke dalam kerajaanNya.Sahabatku, mari kita jadikan keenam pesan ini menjadi bagian dari kehidupan kita. Sehingga kita melakukan yang Tuhan inginkan dan perkenanan Tuhan ada buat setiap kita.Mari kita bersama-sama hidup seturut dengan kehendakNya.Tuhan Yesus memberkati ^__^

sumber : facebook.com

Kamis, 06 November 2014

TAK PERNAH KEKURANGAN




Mazmur 23 : 1
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku


Shalom saudara semua. saya ingin bersaksi tentang bagaimana Tuhan memelihara saya ketika berada dalam masa - masa sulit. Pertolongan Tuhan sungguh nyata, apalagi saya alami sendiri, bukan kata orang lain, tetapi memang Dia Allah yang menyediakan segala keperluan kita. Bersama Tuhan kita tidak pernah kekurangan.

cerita saya dimulai ketika masih sma, ibu saya meninggal karena sakit. semenjak kuliah, saya tidak serumah lagi dengan papa saya. dan saya tinggal dengan adik saya yang perempuan, masih sekolah di sma pada waktu itu.

memang kami tinggal di rumah yang lama,dan papa tinggal di tempat yang lain. meski itu, papa tetap bertanggung jawab dalam memberi kami uang untuk makan, dan membiayai sekolah dan kuliah saya beserta adik.

pada masa - masa itu saya suka mengeluh, kenapa ini terjadi Tuhan. saya jadi tinggal sendiri begini, dan harus menjaga adik saya. Meski papa masih memberi nafkah kami, tetap saja namanya sudah terbagi, ada bagian yang kurang.

sampai di bulan - bulan tertentu, papa kasih uang hanya untuk makan saja. di saat - saat seperti itu, memang saat yang tersulit untuk diri saya. Terkadang sebagai anak muda, saya suka iri melihat keluarga teman - teman saya yang utuh, serta kebutuhan mereka tercukupi.

Tapi Tuhan kita luar biasa! Tuhan pelihara kami. biar kadang cuma makan dengan lauk seadanya, saya bersyukur. biar kadang pas telat bayar uang kuliah saya, saya harus menghadap manajemen kampus, di tanya ini itu yang tidak enak,di ancam skors, tapi Tuhan kita itu dahsyat. Selalu ada jalan yang terbuka. Dia memang selalu buka jalan, pada akhirnya saya bisa lulus tepat waktu.

Sampai detik ini saya bersaksi kalau Tuhan terus memelihara anak - anakNya. meski sudah memiliki bisnis sendiri, saya percaya itu semua dari Tuhan. Kalau kita bisa menikmati segala hal, itu semua dari Tuhan. Saya merasakan pertolongan tangan Tuhan di dalam kehidupan saya. Kita tidak akan pernah kekurangan, karena Tuhan yang menyediakan segala keperluan kita.

Terpujilah nama Tuhan


Sumber : kisah-kesaksian.blogspot.com

Minggu, 02 November 2014

KESAKSIAN YOHANA FONNY : " TUHAN MELUPUTKAN KAMI DARI TSUNAMI. "

Shalom,saya mau bersaksi tentang kemurahan dan penyertaan Tuhan yang telah menyelamatkan keluarga saya dari bencana Tsunami di Aceh. Saya berasal dari kota Banda Aceh tetapi sekarang sedang kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Memang rencana Tuhan sungguh indah dan tiada terduga.


Sebenarnya sebelum ujian tengah semester adik saya berencana untuk pulang ke Banda Aceh. Adik saya lalu menelepon papa saya supaya dia diberi izin pulang. Tetapi papa saya malah marah-marah dan tidak mengijinkan dia pulang karena papa saya menilai itu adalah pemborosan mengingat liburan Natal hanya 2 minggu. Papa saya bahkan mengancam dia kalau berani pulang maka tidak usah kuliah lagi. Lagipula liburan tersebut bertepatan dengan pernikahan paman saya jadi mama saya berencana untuk ke Jakarta. Akan tetapi mendengar rengekan adik saya, mama saya tampaknya ingin membatalkan rencana kedatangannya ke Jakarta. Tetapi papa saya terus mendesak mama saya ke Jakarta dan akhirnya tanggal 12 Desember 2004 mama saya ke Jakarta membawa adik saya yang paling kecil.


Pada tanggal 26 Desember pagi jam 8 pagi papa saya menelepon kalau terjadi gempa dan gempanya sangat kuat dan banyak rumah yang roboh. Pada saat itu papa saya lagi di pasar menjual hasil panen udangnya. Biasanya papa saya selesai panen sekitar jam 10an, tetapi pagi itu papa sebelum jam 7 sudah selesai panen. Agen yang menampung udang terus mendesak agar papa saya menjual udang kepadanya, padahal papa saya tidak berniat menjual kepadanya. Tetapi akhirnya papa saya juga menjualnya kepada dia.

Setelah dari pasar papa saya tidak langsung pulang ke rumah, padahal biasanya dia pasti pulang dan tidur karena kelelahan. Mungkin ini karena tidak ada mama dan adik saya jadi dia tidak perlu mengkhawatirkan keadaan rumah pasca gempa. Dia lalu keliling kota menyaksikan bangunan-bangunan yang runtuh. Sekitar jam 9an dia lalu menelepon bahwa terjadi gempa lagi. Sesudah itu komunikasi terputus. Kami di Jakarta tidak tahu bahwa ada tsunami,ada yang bilang terjadi banjir tetapi saya pikir itu hanyalah banjir yang biasa saja. Keesokan harinya terdengar berita bahwa terjadi air bah di Aceh dan banyak yang meninggal. Tetapi puji Tuhan hati saya sedikitpun tidak merasa khawatir tetapi yang ada hanyalah sukacita, mungkin ini adalah karena kuasa Roh Kudus.

Mama saya sangat cemas akan keadaan papa saya,tetapi saya berusaha menguatkan dia. Saya juga mau mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman saya maupun pendeta-pendeta yang telah mendukung saya lewat doa. Pada hari Rabu tanggal 29 ada keluarga saya menelepon kalau ada yang melihat papa saya. Sebenarnya pada tanggal 28 keluarga saya mendapat kabar kalau daerah tempat keluarga kami tinggal sudah hancur dan rata dengan tanah dan tetangga kami banyak yang meninggal. Akhirnya sekitar jam 10 pagi tanggal 29 papa saya menelepon kalau dia bersiap-siap untuk ke Medan menumpang pesawat hercules.

Air mata saya langsung tertumpah saat itu karena menyadari akan kasih Tuhan yang sangat besar bagi saya. Memang benar kata Firman kalau seorang bertobat seisi keluarga diselamatkan. Rupanya sewaktu datang air bah papa saya berada di tempat yang agak tinggi sehingga dia bisa lari menyelamatkan diri ke rumah paman saya. Padahal paman saya pada tanggal 26 berencana ke Sabang tetapi batal karena gempa. Papa saya berangkat ke Medan bersama 14 orang lainnya, dan puji Tuhan juga berkat yang seharusnya saya terima bisa saya bagikan kepada orang lain.

Ke 14 orang itu mau ke Jakarta, akan tetapi tiket pesawat gratis padahal korban yang lain mesti membayar mahal. Saya benar-benar bersyukur kepada Tuhan akan penyertaan dan pertolongan-Nya. Bahkan pegawai papa saya yang bekerja di tambak semuanya selamat dan kalau dipikir-pikir ini adalah sesuatu yang mustahil karena tambak papa saya berada di pusat gempa. Tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Yesus. Kiranya kesaksian saya bisa membangun dan bisa menyatakan kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus itu mulia, ajaib perbuatan-Nya dan penuh kasih. Haleluyah Amin.


YESUS KRISTUS Mengasihi Anda..  (facebook.com)