Selasa, 16 Desember 2014

BELAJAR DARI SIKAP RAJA SAUL

Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.
Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: “Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.” Para pegawainya menjawab dia: “Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.”
(1 Samuel 28:6-7)
Ketika Saul menghadapi suatu  kesulitan dan tantangan dalam peperangan yang menyebabkan ia merasa takut, pada mulanya ia mencari jawaban dan pertolongan dari Tuhan. Saul berdoa memohon jawaban Tuhan tapi Tuhan tidak memberikan jawaban, baik melalui mimpi, melalui urim dan juga tidak melalui perantaraan para nabi.
Ketika jawaban Tuhan tidak datang-datang, Saul berubah kesetiaan kepada perintah Tuhan.  Ia mencari jawaban melalui pemanggil arwah dan roh peramal, padahal ia tahu bahwa Tuhan sangat menentang dan melarang tindakan ini.
Bagaimana dengan kita? Apakah ketika kita berdoa dan belum menerima jawaban Tuhan maka kita akan berpaling kepada yang lain? Apakah kita tetap akan bersabar atau berhenti mencari jawaban Tuhan? Apakah kita akan mencari jalan lain selain Tuhan, ke dukun, paranormal, peramal dan yang lainnya diluar Tuhan?
Salah satu penyebab Saul tidak dijawab oleh Tuhan adalah karena ia tidak mau bertobat dari dosanya. Nabi Samuel telah menyampaikan firman Tuhan kepada Saul bahwa akibat ketidaktaatannya, maka Tuhan telah menolaknya menjadi raja atas Israel. Ketidaktaatan Saul terus berlanjut, bahkan meskipun sudah ditolak Tuhan, ia tetap ingin berkuasa bahkan ia hendak membunuh Daud yang telah diurapi menjadi raja oleh nabi Samuel.
Dari kisah dan sikap raja Saul, kita dapat mengerti bahwa bila kita tidak mendapatkan jawaban Tuhan, maka kita perlu mengoreksi diri kita apakah ada dosa yang telah menjauhkan kita dari Tuhan dan menyebabkan Tuhan tidak menjawab? Bila demikian maka kita harus minta pengampunan Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Yesaya 59:2 berkata: ” tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
Jadi, kita perlu meminta ampun atas segala dosa kita dan juga mengampuni orang lain. Sebab salah satu syarat dosa kita diampuni adalah kita juga mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.
Jangan mencari jawaban dari yang lain selain Tuhan. Berbeda dengan raja Saul, Daud adalah pribadi yang selalu setia menanti-nantikan Tuhan dan mengandalkan Tuhan. Itu sebabnya dalam salah satu Mazmur Daud tertulis: “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung darimanakah datangnya pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi.” (Mazmur 121:1-2)
Pertolongan sejati hanya datang dari Tuhan. Jangan putus asa menunggu jawaban dari Tuhan. Tetaplah setia, tetaplah berdoa dan tetaplah berharap kepada Tuhan.
sumber : beritainjil.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar