Selasa, 30 Juni 2015

LEPASKAN PENGAMPUNAN, RUMAH TANGGA DIPULIHKAN

"Papa rencana akan mengirim saya ke Amerika untuk bersekolah, tetapi saya memilih berkeluarga karena saya jatuh cinta dengan laki-laki ini. Kita pacaran satu bulan dan memutuskan menikah," kata Elis membuka kesaksiannya.

Namun kenyataan ternyata tak seindah yang mereka bayangkan. Rumah tangga yang baru mereka bina terusik oleh rahasia masa lalu yang disimpan rapat-rapat oleh Antoni.
"Sejak awal malam pertama ada sesuatu yang salah. Bahkan dia tidak berhasil menunjukkan kepada saya tabungan yang dulu dia tunjukkan sama saya, juga tidak bisa membantu membayar mobil dan satu persatu ya motor ya kamera hilang jadi saya apa sih yang saya bikin. Saya seperti membeli kucing di dalam karung rasanya. Saya kecewa sekali. Saya gak duga sesuatu yang selama ini saya banggakan, pribadi yang saya banggakan. Papa udah bilang, "kalau kamu pilih menikah, maka kamu tidak sekolah ke Amerika' Saya pilih dia. Habis pulang kerja dia tidur, kalo saya ngajak cerita hal-hal lain dia sepertinya takut terungkap. Jadi ini membuat suasana rumah jadi panas. Saya juga jadi arogan karena mungkin saya harus jujur posisi saya lebih diatas angin dibanding dia. Dari sisi keuangan, dari sisi pengetahuan mungkin saya merasa saya hebat. Saya udah korbankan segala sesuatu buat kamu kok kamu buat saya seperti ini. sekolah saya korbankan, semua telah saya korbankan untuk seorang laki-laki yang sangat-sangat saya cintai." ungkap Elis menjelaskan awal pertengkarannya dengan sang suami.

Sikap Antoni terhadap istrinya bukanlah tanpa sebab dan itu semua bermuara pada saat dia pernah tinggal 11 tahun dengan seorang wanita di Papua. Perasaan bersalah dan takut peristiwa itu terbongkar membuatnya tertekan sehingga ia menjadi seorang yang pendiam. Sikap diam yang ditunjukkan oleh Antoni bukan membuat Elis semakin melembut, tetapi semakin keras.

"Waktu itu masih 3 bulan kehamilan anak saya yang kedua, Jonathan. Saya beritahu saya hamil karena memang kami jarang berhubungan dan kondisi tahun-tahun pertama kami menikah memang ribut melulu gitu ya. Keras kepala masing-masing, mau menang sendiri. Akhirnya suami saya tanpa sengaja saya kira bukan dari hatinya seperti itu mengatakan dia belum siap mempunyai anak lagi," ujar Elis.

"Waktu di telepon, "Pak, saya hamil terus gimana?' Terus saya jawab, "terus gimana?' Ya sudah gugurin aja kalau memang berat. Kok dia nanya gitu ya. Kami ini kan sudah lama tidak berhubungan ya. Saya pulang ke rumah dengan marah besar. Saya cuma bisa diam. Itu memang senjata saya, dari dulu diem, tetapi ternyata kediaman saya itu tidak bisa meng-clear-kan suasana," cerita Antoni.

Ketika sampai di rumah dari kantor, Elis membungkus pakaian Antoni, suaminya dengan maksud untuk mengusir. Merasa harga dirinya sudah terinjak-injak, kemauan sang istri pun akhirnya dituruti. Perceraian pun tidak bisa terhindarkan lagi.

"Sebetulnya rasa takut itu ada. Kalau dia gak balik gimana anak-anak, saya jadi janda dong. Tetapi, ingat-ingat kelakuan dia, terus rasa sesuatu salah yang tidak bisa dikomunikasikan, terus saya baru melahirkan, emosi saya masih tinggi banget. Itu nutupin semua rasa itu. Bahkan saya ingat berminggu-minggu rasa marah saya masih memuncak" kenang Elis.

14 Tahun Elis harus hidup bertiga dengan kedua anaknya. Masa itu bukanlah masa yang indah, melainkan masa-masa yang sungguh sangat sulit. Ayahnya dipanggil Tuhan setelah mengalami serangan jantung dan sempat dirawat 5 bulan di rumah sakit. Ibunya menderita kanker darah merah. Adiknya yang bungsu masuk ke penjara karena kasus narkoba, kedua anaknya mengalami sakit penyakit DBD, rumah sakit yang dipimpinnya mengalami permasalahan keuangan dengan mitra rumah sakit yang dipimpinnya selama 10 tahun itu. Hidupnya benar-benar kacau ketika itu. Kekayaan yang ia miliki selama ini habis sudah untuk membayar semua tanggungan yang dibebankan kepadanya. Jiwanya pun benar-benar capai menghadapi peristiwa demi peristiwa saat itu.  

Suatu hari, dalam perjalanan ke rumah, dia mengalami peristiwa yang mengherankan. Kaset yang baru ia beli memutar sebuah lagu yang berisi kata-kata yang menguatkan dan menyetak batinnya. Lagu itu seperti berkata bahwa ia sudah dipilih Tuhan sebelum bumi dijadikan, tidak ada sesuatu yang kebetulan jika ia hidup sampai saat ini. Namun, hatinya berontak, "Jika Allah itu ada, mengapa banyak kemalangan yang ia alami?" begitu pikiran Elis. Namun, kasih Tuhan yang Dia rasakan melalui lagu yang masih berputar tersebut membuatnya tidak dapat berkata-kata apa, selain berserah kepada-Nya.

Hari demi hari dilewati Elis sebagai seorang dokter di sebuah klinik kecil. Bagi Elis, Sabtu itu akan sama seperti biasanya. Dia tidak menduga akan mendapat sebuah kejutan. Seorang pria berjaket kulit yang sedang duduk di teras klinik yang disapanya ketika itu, tidak lain adalah Antoni, suami yang telah berpisah darinya berbelas-belas tahun lamanya. Gugup dan terkejut, ia pun masuk ke ruangan praktiknya. Di sana ia memanggil suster dan menceritakan mengenai apa yang dialaminya ketika ia menghadiri acara Healing Movement Camp.

Di sana, ia mengalami pemulihan dari Tuhan. Pada satu sesi mengenai luka batin, Elis harus membongkar isi hatinya yang hitam karena sakit hati dan dendam atas perbuatan sang Antoni, sang suami kepada Raja diatas segala raja. Lewat proses yang panjang, ia pun akhirnya dapat melepaskan pengampunan sejati kepada pria yang telah menyakiti hatinya tersebut.

14 tahun sudah Elis berpisah dengan Antoni. Saat Elis mengampuni Antoni dengan cara yang Tuhan inginkan, doanya pun terkabulkan pada Sabtu pagi itu.
"Setelah saya urus satu dua pasien, saya minta dia masuk. Saya bilang, "apa kabar?' Saya salam dia. Saya minta dia masuk persis dengan kondisi perkenalan saya pertama kali dengan dia di Biak," kata Elis.  

"Perasaan saya waktu pertama kali bertemu dengan istri saya sebetulnya biasa saja sih. Saya pengin ketemu untuk melihat anak-anak. "bagaimana sih keadaan mereka sekarang, tidak pernah terpikirkan untuk kembali lagi. Tidak terlintas sama sekali," ujar Antoni.
Kata-kata permintaan maaf akhirnya keluar dari mulut Elis kepada suaminya. Ia menyadari bahwa selama menjadi istrinya ia tidak bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Dalam pertemuan itu, peluk dan cium diberikan Elis kepada Antoni sebagai bentuk kasih dan rasa rindu dirinya kepada sang suami. Pertemuan itu pun menjadi awal baru bagi keduanya untuk menjalin hubungan yang sempat terputus belasan tahun lamanya. Tuhan pun bekerja disana.

Berjalan dengan waktu dimana benih-benih cinta kembali bersemi di hati Elis dan Antoni, kedunya pun akhirnya memutuskan kembali meneguhkan pernikahan mereka yang sempat terkoyak belasan tahun

"Kami memutuskan untuk peneguhan itu sebetulnya keterbukaan saya waktu kejadian masa silam saya ceritakan dan istri saya sudah mengampuni dan memaafkan saya. Itu sebetulnya yang membuat saya lebih lega lagi untuk mengatakan, "ya sudah kita peneguhan kembali lagi'" kata Antoni.

9 September 2008, Tuhan menjawab doa Elis. Akhirnya dilangsungkan peneguhan pernikahan bagi Elisdengan Antoni.

"Aduh bahagiaaaa sekali lebih dari pernikahan pertama. Ini baru pernikahan saya bilang. Ini kerasa bahagia dari Tuhan bukan karena cinta buta, cinta yang menggebu-gebu, kedagingan, tetapi Roh, jiwa  semua dilibatkan sama Tuhan," aku Elis dengan wajah yang berseri-seri.  

"Saya sangat berterima kasih terutama kepada Tuhan Yesus. Saya bersyukur mendapatkan istri sebaik dia." Ungkap Antoni.

"Arti Tuhan Yesus buat kehidupan saya adalah segalanya. Dia nomor satu, baru keluarga saya. Bagi saya, Dia adalah hidup mati saya, nafas saya. Tanpa Dia, saya gak bisa apa-apa. Saya sudah menjalani pahit getirnya hidup sebagai orang berkecukupan sama sebagai orang yang sangat berkekurangan. Tetapi Tuhan tetap ada disana menopang saya. Kalau bukan karena Dia, mungkin saya sudah bunuh diri. Jujur saja, awal-awal perpisahan saya punya perasaan ingin bunuh diri karena kacau semua hidup saya, tetapi Tuhan pulihkan. Semua Tuhan izinkan terjadi dan semua Tuhan pulihkan terjadi, saya belajar hanya Tuhan yang bisa menyelesaikan permasalahan saya, hanya Tuhan Yesus yang bisa menguatkan dan membuka pintu-pintu kesempatan saya untuk bisa mendapatkan kemuliaan Dia karena saya melihat betul-betul ketika tidak ada jalan dan saya angkat tangan ke atas melihat Tuhan, Dia pasti membuka jalan," ujar Elis mengakhiri kesaksiannya.

Kisah ini ditayangkan 01 Maret 2010 pukul 23:00 Wib dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Elis Anggraeni (www.jawaban.com)




Jumat, 26 Juni 2015

KESAKSIAN NANIA INDONESIA IDOL 1

Kesaksian Nania Indonesia Idol 1

Kesaksian Nania, saya dulu bukan orang percaya, berjumpa dengan Tuhan dan diusir dari Keluarga. Itu adalah beberapa gambaran dari kisah Nania yang Anda akan baca di blog ini..? Bukan hanya saja membaca tetapi juga dapat mendownload kesaksiannya dibawah ini!

Kenapa saya harus Percaya Tuhan
Awal mulanya samapai mau pindah kepercayaan, semua itu karena saya coba-coba membaca Alkitab teman saya. Disitu ada tulisan yang berkata, kita patut percaya bahwa Yesus benar-benar ada, Itulah cara Tuhan memilih saya. Ketika saya membaca Alkitab malam, lalu saya tidur dan bangun pagi saya ibadah seperti biasanya jam 4.30 pagi.

Ketika saya melakukan ibadah saya terganggu dengan tulisan yang ada dalam Alkitab. Lalu dalam doa saya berkata, Ya Allah kalau Yesus benar-benar ada tunjukan ke saya. Selesai ibadah saya kembali tidur, ketika saya tidur saya mendengar pintu kamar saya di ketok 3 x.

Saya biasaya tidur gelap, jadi ketika saya membuka mata, yang saya lihat sebuah wajah. Saya adalah orang yang diberikan kemampuan khusus untuk dapat melihat makhluk halus seperti jin dan lain-lain. Tetapi kali ini yang saya lihat adalah seseorang yang berbeda, Dia tersenyum kepada saya.


Setelah kejadian itu saya coba mencerita kepada teman-teman saya yang Kristen. Lalu teman saya berkata bahwa saya telah dipilih oleh Tuhan, jadi kamu harus melayani Tuhan. Bagaimana caranya, dengan talenta yang ada padamu gunakan untuk memuji Tuhan.

Pelayanan
Teman saya memberikan saya beberapa CD lagu Rohani, saya mendengar beberapa lagu Rohani dan hari minggunya saya pertama kali pelayanan. Ketika pertama kali saya masuk Gereja saya takut karena jangan sampai keluarga saya tahu. Ketika saya menyanyikan lagu bagaikan rajawali, saya masih ragu-ragu nyainyi atau tidak. Pada saat itu ada suara yang saya dengar berkata Nania ini adalah “Jalanmu dan ini adalah Keluargamu”. Akhirnya saya bernyanyi.

Selesai ibadah ada seorang anak kecil 6 tahun dia kejar-kejar saya, lalu dia berkata, kalau tadi saya bernyanyi dia melihat Tuhan Yesus ada dibelakang saya. Ketika saya mendengar itu saya merasa kakiku terasa lemas. Mamanya datang dan berkata kalau anaknya ini dapat melihat kehadiran Tuhan, dia diberikan karunia seperti itu.

Saya di Babtis
Ketika saya mulai melayani dan banyak sekali pekerjaan yang saya kerjakan. Saya juga mulai belajar  baca Alkitab. Lalu saya mengambil keputusan untuk di Babtis. Pertama kali saya di Babtis yang terjadi adalah kemampuan saya untuk melihat Makhluk halus menghilang, hal itu bertanda kalau sesuatu yang bukan dari Tuhan akan pergi karena yang terang sudah datang dalam hidupku.

Saya tidak diakui keluarga
Mulai dari situ masalah-masalah mulai terjadi, keluarga saya mengetahui saya telah percaya Kristus dan di Babtis, maka mereka mungusir saya dari keluarga. Saya memiliki anak, keluarga saya memisahkan saya dari anak saya. Dari semua yang terjadi dalam hidup saya membuat saya sempat kecewa kepada Tuhan.

Berserah
Dari kejadian-kejadian yang terjadi saya mulai berserah, apa kata Tuhan saya siap di proses Tuhan. Saya mulai diam dan tidak mau takut akan apa yang terjadi dalam hidupku dan mulai mengandalkan Tuhan. Puji Tuhan saya masih tetap meyerahkan hidupku kedalam tangan Tuhan, biarpun masalah yang saya hadapi belum selesai tetapi saya mau tetap berserah kepada Tuhan.

Kata-kata teman
Kenapa kamu terima Yesus..? Saya terima Yesus karena Dia Hidup dan benar-benar ada, teman saya tidak percaya karena mereka belum mnegalami apa yang saya alami.

copas : kesaksian-life.blogspot.com

Senin, 22 Juni 2015

WANITA DAN DENDAM DI HATIKU


Sejak kecil Ferry telah ditinggal oleh ayahnya untuk selama-lamanya. Sang ibulah yang menjadi tulang punggung keluarga sehingga harus bekerja di tempat lain. Semenjak usia dini, Ferry telah diberi tanggungjawab untuk menjaga adik-adiknya. Ferry dapat melihat bagaimana hidup ibunya penuh dengan pergumulan yang terkadang sepertinya ingin menyerah untuk membiayai hidup dirinya maupun adik-adiknya.


Ibunya Ferry memang bukan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Ketika Ferry ingin mengikuti les bahasa Inggris, makian dan kata-kata kasarlah yang terucap dari bibir ibunya sehingga menorehkan luka yang dalam di hati Ferry. Kekesalan dan kebencian yang dirasakan Ferry dilampiaskan Ferry di makam ayahnya. Cacian serta makian Ferry lontarkan di depan kubur sang ayah.



"Pertama-tama sih saya membersihkanmakam papa sambil menangis. Habis itu saya maki-maki papa. ‘Apa artinya kamu, bisanya nyetak anak doank, tidak bertanggungjawab!!' Saya ludahi, saya tendangi makam papa di sana. ‘Kata orang dulunya kamu itu orang kaya! Kata orang dulunya papa itu orang hebat, tapi apa yang papa tinggalkan untuk kami? Hanya seperti ini!'," kisah Ferry. Dunia terasa tidak adil bagi Ferry.



Ketika Ferry menyaksikan teman-temannya bersenda gurau dengan ayah mereka, hal itu merupakan pemandangan yang menyakitkan baginya karena ia tak pernah mendapatkan sosok seorang ayah. Ferry sungguh-sungguh merasa kehilangan sosok seorang ayah. Ia tidak memiliki tempat mengadu ketika menghadapi masalah di sekolah, sedangkan ibunya hampir tidak pernah memiliki waktu bagi Ferry dan adik-adiknya. Rasa sayang Ferry terhadap sang ibu pun bisa dibilang hampir tidak ada.

Semua peristiwa itu menjadi kenangan pahit yang menggoncang jiwanya. Hal itu terus membekas dalam hatinya hingga Ferry tumbuh dewasa dan mengubah pribadi Ferry menjadi seorang yang kasar. Ia tidak lagi menghormati ibunya, bahkan tidak pernah lagi mau mendengarkan setiap perkataan ibunya. Apalagi perkataan ibunya seperti. "Mati saja kau!!" begitu sering terucap dari bibir ibunya.

Sebuah kejadian lain yang tanpa disadari membuat diri Ferry hancur. Sang adik pergi untuk selamanya akibat sebuah perkelahian. Ferry lah yang selalu dipersalahkan atas kematian adiknya. Bahkan ia disebut sebagai seorang ‘pembunuh' bagi adiknya. Hal itu begitu menyakiti hati Ferry. Tak ada seorangpun yang kuasa menolak kematian ketika ia datang menjemput. Demikian juga Ferry, ia merasa tidak ada hal lain yang dapat ia lakukan untuk menyelamatkan ataupun mengembalikan nyawa adiknya.

Dicap sebagai orang yang tidak berguna, membuat Ferry berusaha keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu. Namun upaya yang dilakukannya dianggap sebelah mata oleh sang ibu. Rasa sakit hati yang tertanam di hati Ferry semakin dalam. Sosok sang ibu pun tak ada lagi dalam diri Ferry. Kebersamaannya bersama sang pacar membuat Ferry kembali menemukan arti dan keberhargaan dalam hidup.

Namun hal itu tidak berlangsung lama. Sebuah kenyataan pahit harus siap untuk Ferry terima. Sang pacar ternyata memiliki cinta yang lain. Dendam dan kecewa terhadap ibu dan pacarnya membekas di hati Ferry. Niat untukmembalas semua perlakuan mereka terlintas dalam pikirannya. Ferry berniat menyakiti sebanyak mungkin wanita dan tidak akan pernah menghargai seorang wanita.

Untuk melampiaskan kekecewaannya, Ferry pun terjun pada kehidupan yang begitu liar. Meniduri banyak wanita adalah wujud untuk membalaskan dendamnya terhadap pacarnya. Ketika teman kencannya sudah dalam keadaan bugil, seringkali Ferry malah memaksa teman kencannya untuk berpakaian dan menutupi aurat mereka. Ferry sungguh-sungguh menunjukkan kemuakannya terhadap wanita.

Sekalipun tidak melakukan hubungan seks, menelanjangi dan melihat kepolosan tubuh wanita yang tidak ditutupi sehelai benang pun merupakan hal yang memuaskan hati Ferry. Dan hal itu sering ia lakukan sebagai wujud pelampiasan dendamnya terhadap ibu dan mantan kekasihnya.

"Kenikmatan buat saya lebih tepat dikatakan sebagai kepuasan. Karena setiap kali saya melakukan itu dengan dia, saya tidak ada perasaan sayang sama sekali, tidak ada perasaan mengasihi. Saya hanya ingin mempermalukan dan puas bila melakukan hal itu. Setelah melihat dia bugil seperti itu, saya pun langsung muak. Dan itu adalah sebuah kepuasan bagi saya. Saya sadar perilaku saya yang ingin menyakiti wanita itu adalah dampak dari apa yang dilakukan pacar saya dulu dan juga mama saya. Karena saya berpikir wanita itu jahat seperti mama saya dan pantas untuk disakiti," ujar Ferry.

Bertahun-tahun lamanya Ferry terjerat dakam kehidupan seks hingga ia terlena. Tak ada lagi kebahagiaan yang ia rasakan dalam dirinya.

"Saya merasa capek seperti ini terus. Saya butuh seseorang karena saya yakin hidup saya seharusnya tidak seperti ini. Ada sesuatu yang harus saya cari, tapi apakah itu bukanlah hal yang bisa saya jawab. Saya pun tidak tahu apa itu dan siapa yang saya cari," kenang Ferry akan masa lalunya.

Pada saat hati mulai kosong dan kesepian, Ferry mulai mencari sesuatu yang bisa mengisi kekosongan hatinya dan ia mendapatkannya. Ferry mulai mencari Tuhan. Ketika Ferry tenggelam dalam doa, ia benar-benar merasakan perasaannya plong dan terbebas dari segala tekanan itu. Dengan mengandalkan doa, perlahan-lahan Ferry mulai berubah. Sampai suatu hari Ferry mengikuti sebuah acara dan di sana penyesalan demi penyesalan mulai Ferry rasakan.

Di acara itu, Ferry didoakan oleh seorang wanita hamba Tuhan. Dan dalam doa tersebut, ia mangatakan, "Saya sebagai seorang wanita yang mungkin pernah menyakiti, atas nama mereka, saya minta ampun." Perkataan ini begitu menyentak hati Ferry, dan ia pun tanpa basa-basi lagi langsung mengambil keputusan untuk mengampuni dan meminta pengampunan dari orang-orang yang ia sakiti.

"Saat saya mengatakan mau, saya merasakan ada suatu kedamaina, ada suatu yang harus saya lakukan, yaitu komitmen. Saya harus mengampuni mama saya, dan juga pacar saya yang dulu, dan orang-orang lain yang mungkin saya sakiti. Saya tidak pernah menyelesaikan masalah hati ini dengan mantan pacar saya maupun ibu saya. Dan ketika hamba Tuhan tersebut berkata seperti itu, inilah yang selama ini saya cari, yaitu kata-kata, ‘Saya minta ampun' dan harus saya ungkapkan kepada mereka," kisah Ferry.

Perlahan-lahan hubungan yang selama ini membeku di antara Ferry dan ibunya mulai membaik. Akhirnya Ferry mendatangi ibunya dan mengakui semua kesalahannya serta meminta maaf.

"Ternyata hidup saya tanpa mama itu kosong. Saya minta ampun kepada mama, sudah mengecewakan mama selama ini, sudah membuat mama sedih. Dan ternyata Mama pun mengeluarkan sebuah pengakuan, mama meminta maaf karena tidak pernah memperhatikan saya dan juga adik-adik," ujar Ferry.

Kebencian dan sakit hati yang membelenggu Ferry selama bertahun-tahun telah Tuhan pulihkan. Saat ini Ferry bekerja melayani orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

"Kalau saya mengingat dosa-dosa saya dulu, saya pernah menyakiti wanita, saya juga kecewa dengan mama saya, saya minder dan merasa tidak mampu serta tidak percaya diri, tapi setelah kenal Tuhan Yesus, saya punya percaya diri. Saya tahu ada suatu rencana Tuhan dalam hidup saya," ujar Ferry menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 20 Juli 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).(source)



Sumber Kesaksian :
Ferry Pardede

Kamis, 18 Juni 2015

AKU SEORANG WARIA SEKALIGUS PECANDU NARKOTIKA

Ini sisi lain dari seorang pria yang memiliki sisi gelap dan sebuah keinginan untuk mengubah jati dirinya.
“Ternyata bukan saya saja yang menderita kelainan seperti ini. Waktu saya sudah mulai kerja salon kan saya udah mulai pegang uang. Saya mulai bebas mengekspresikan diri saya. Saya banyak beli baju wanita, pengen tampil cantik gitu. Pake baju perempuan,” kata Anggie membuka kesaksiannya.
“Saya tidak pernah berpikir merasa salah waktu saya berdandan. Saya berpikir inilah saya, inilah jiwa saya. saya merasa bebas mengekspresikan diri saya karena jauh dari orang-orang yang mengenal saya. Setiap hari rasanya saya pengen keluar pake baju wanita. Rambut saya biarkan panjang,” tambahnya.
Mejeng di jalanan dan menggoda para lelaki, dengan cara inilah Anggie mengekspresikan kebebasan dalam dirinya. “Akhirnya saya jual diri. Saya godain orang lewat, tapi saya juga selektif. Saya tidak sembarangan orang yang saya mau. Kalau saya suka, dia mau bayar saya, kita jalan. Uang itu untuk pengganti uang lipstik lah”
Pesona Anggie dalam memikat lelaki sudah terbukti, namun ada yang berbeda saat dia menjalani hubungan dengan seorang pengusaha kaya. “Cowok ini termasuk kriteria saya. Di samping dia cakep, kaya, dia adalah seorang gay juga. Dia tidak suka saya kalau berdandan, oleh karenanya dia meminta saya untuk memotong rambut saya,”
“Akhirnya saya potong rambutlah. Kami pun pindah ke Bali. Cowok ini mengenalkan saya dengan klub malam. Cowok ini juga yang mengenalkan saya dengan minuman keras”.
Namun berjalan waktu, kisah cinta Anggie dengan pengusaha harus berakhir. Namun begitu, fakta tersebut tidak lantas mengubah kehidupannya. Malahan status sendiri yang ia miliki saat ini digunakan untuk berlaku semakin liar. Ia semakin ketagihan mengonsumsi berbagai jenis narkotika seperti ekstasi dan shabu-shabu.
Dengan barang-barang tersebut, Anggie dapat melupakan sejenak tentang kehidupannya.
Persoalan mulai timbul ketika Anggie tak memiliki uang lagi. Ia tak punya pegangan apa-apa lagi untuk memenuhi hasratnya menikmati barang-barang haram tersebut. Dengan sangat terpaksa, ia pun kembali lagi bekerja di salon. Akan tetapi, ternyata penghasilan yang ia dapatkan dari sana tak mencukupi.
Stres mulai melanda Anggie. Berulang kali ia pun mencoba bunuh diri, tetapi ada saja hal yang membatalkan niatnya tersebut. Sampai suatu waktu, seorang teman mengajaknya ke sebuah ibadah.
Disana, ia mendapatkan sebuah kedamaian yang selama ini dicari. Ketika firman Tuhan dibagikan, air matanya turun tanpa henti membasahi pipinya. Sebuah komitmen untuk berubah pun ia sampaikan kepada Tuhan.
Tidak sampai mengikuti kebaktian saja, Anggie bergabung dengan komunitas sel yang ada di gereja tersebut. Imannya kepada Tuhan kian hari kian kuat.

TANTANGAN KALA BERUBAH
Walau sudah setia dalam ibadah dan berada di dalam komunitas sel, keinginan untuk mencobai narkotika dan menjalin kasih dengan pria tetap tidak hilang. Saat sedang sendiri, ia teringat romantika yang pernah ia bangun dengan sesama jenisnya.
Dengan penuh perjuangan dan bantuan dari teman-teman seiman, ia menolak segala cobaan tersebut. Pada akhirnya, ia berhasil melewati semua itu.

BERTEMU DENGAN ISTRI
Tak pernah disangka di dalam kehidupan Anggie bahwa suatu hari nanti ia dapat menyukai seorang wanita. Namun, di saat ia sedang mengikuti sekolah di Shanghai, hatinya terpincut dengan seorang gadis yang bernama Marta.
Gayung bersambut. Wanita yang diincar Anggie ini bersedia menjalin hubungan dengannya.
Seperti yang telah diduga, berbagai tentangan mewarnai kehidupan percintaan kedua anak manusia ini, khususnya dari teman-teman dan kerabat Marta.
Marta yang sudah mengetahui masa lalu dari Anggie seperti tak menghiraukan perkataan dari teman-temannya. Ia tetap melangkah dengan keputusannya itu.
“Karena teman-teman saya mendengar dan melihat di sekeliling salon ya, mereka mengajurkan kepada saya agar lebih baik saya tidak menikah dengan seorang gay,” ujarnya.
Setelah cukup lama berpacaran, Anggie dan Marta melanjutkan hubungan mereka ke dalam tahap yang serius. Oleh anugerah Tuhan, mereka dipersatukan dalam pernikahan kudus.
Sekarang, Anggie dan Marta telah memiliki seorang putri yang cantik. Mereka kini telah hidup bahagia sebagai sebuah keluarga yang takut akan Tuhan.
Sumber Kesaksian:
Anggie T (jawaban.com)

Minggu, 14 Juni 2015

PELUANG KEDUA YANG TUHAN BERIKAN KEPADA SAYA

25 julai 2007. Pada saat itu , saya bermimpi berdiri di padang pasir yang agak luas. Lalu saya melihat ada sebuah rumah kecil. Saya menjejakkan kaki kedalam rumah itu dan melihat nenek saya sedang menidurkan sepupu saya dalam buaian. 

Saya bertanya kepada nenek saya, ‘Eno , mana yang lain?’ Nenek saya menjawap, ‘beginilah saya jerry.’ Saya merasa pelik dengan jawapan itu. Dengan pantas , saya tersedar kembali berdiri di padang pasir yang luas itu. Saya melihat ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Dari Gunung itu, turun sungai yang sangat jernih yang menjadi sempadan. Saya tersedar , saya berada dipihak orang2 yang memakai baju serba hitam. 

Dan disebelah sungai tersebut saya melihat orang2 yg memakai baju serba putih seperti sedang berdoa dan tenang. Keadaan orang yang memakai baju htam itu agak kucar kacir. Mereka menghasut2 saya agak terus bersama mereka. 

Tiba2 , seorang lelaki tua memakai baju putih menegur ku, lalu bertanyakan juka saya ada nombor tersebut. Saya kurang faham apa yang dimaksudkan dengan nombor itu lalu saya bertanya , ‘nombor apa?’ Lelaki tua itu terus menyeluk saku saya dan mengambil botol kecil yang berisi kertas nombor. 

Saya kurang jelas melihat wajah lelaki tua itu kerana wajahnya bersinar. Dia memberitahu ku , ‘Saya bagi kau kesempatan kedua’lalu Dia membuang botol itu kedalam sungai yang mengalir dari atas gunung itu. 

Saya bertanya, ‘Air ini dari mana?’ Dia menjawap, ‘air ini turun dari Surga. Rendamlah kaki mu dalam air ini’ Sungguh nyaman air tersebut. Lalu saya terjaga dari tidur dalam keadaan tercungap2 dan ketakutan. 

Sampai sekarang, saya terus berdoa kepada Tuhan agar menyelamatkan saya dari dosa. Saya sungguh2 mahu bertobat dan kembali kepada Tuhan Yesus. 

saya sudah berumur 20 tahun. Terpujilah Tuhan Yesus! Terima kasih atas kebaikkan Mu Tuhan. Amen. 

Sesungguhnya tiada yang mustahil bagi Tuhan. Walau sejahat mana kita, Tuhan pasti mengampuni kita.Terima kasih Allah Bapa di Surga. Terima kasih kerana menjaga ku setiap waktu. 

Penuhilah dunia ini dengan kemuliaan Mu Tuhan! Kami merindui Engkau Tuhan, Kami merindui kasih Mu Yesus. Terima Kasih Ya Allah Bapa di SURGA. AMEN!

sumber : kisahnyatakristen.com

Rabu, 10 Juni 2015

ILMU HITAM MEMBAWA MAIDA BERTEMU KASIH YESUS

Maida Supriyatno, anak keempat dari tujuh bersaudara. Ia dilahirkan di Kalten Solo Jawa Tengah. Maida dilahirkan dari keluarga yang mempunyai latar belakang agama islam. Dari kecil ia membenci agama Kristen apalagi yang namanya Yesus.

Sejak SD ia sudah mempelajari ilmu hitam. Ia dapat memguasai ilmu pellet, ilmu santet, ilmu kontak, ilmu menghilang dan guna-guna. Awalnya hanya coba-coba, tetapi karena ingin membuktikan keampuhan ilmu-ilmu yang sudah ia dapat, maka ia mulai mencari masalah dengan orang lain.
Maida sering mengajak orang lain duel dengannya. Dan terbukti ia dapat memenangkannya. Ia menjadi semakin sombong setelah itu. Ia mulai mencoba ilmu peletnya kepada wanita yang akhirnya membuat wanita itu mengejar-ngejar Maida. Semua keinginannya dapat ia penuhi dengan ilmunya itu.
Suatu hari, ia pernah ingin mengerjai salah satu dari temannya yang beragam Kristen, tetapi entah mengapa ilmunya tidak dapat mengenai temannya itu. Lalu ia mulai bertanya ilmu apa yang temannya gunakan. Ternyata temannya berkata ia mempunyai Yesus.
Rasa penasarannya memnbuat Maida ingin menguji Yesus apakah Yesus sungguh-sungguh memiliki kuasa atau tidak. Pada suatu hari sepulang kerja diluar hujan deras sekali. Maida kuatir karena ia tidak dapat pulang dan ia berpikir bahwa rumahnya akan kebanjitan karena atap rumahnya bocor dan akan kemasukan air. Lalu ia mencobai Tuhan dan ia berdoa “Tuhan sayqa mohon dalam nama Yesus tutup lobang yang ada di genteng saya, jangan biarkan setetes airpun masuk kedalam kontrakan saya, dalam nama Yesus amin”.
Setelah ia sampai dirumah dan menyalakan lampu, ia terkejut karena tidak ada setetes airpun di kamarnya, semuanya kering, padahal hujan sangat deras. Tetapi hal itu tidak langsung membuat Maida percaya pada Yesus. Ia berpikir itu hanya kebetulan saja. Karena hokum alam yang membuat itu. Setelah kejadian itu, ia sengaja tidak membetulkan atapnya. Karena Maida ingin mencobai Tuhan lagi.
Dengan kejadian yang hampir sama. Pada saat itu hujan deras dan ia memutuskan untuk tidak berdoa pada Tuhan, ia ingin melihat apakah yang akan terjadi nanti. Pada saat ia sampai dirumahnya, betapa terkejutnya ia pada saat ia menemukan seluruh rumahnya telah dibanjiri oleh air hujan. Seluruh peralatan mulai dari kasur, lemari, dan peralatan dapur semua basah karena air hujan yang masuk lewat atap rumahnya yang bocor.
Pada saat itu ia menangis dan meminta ampun pada Tuhan karena telah meragukan mukjizat-Nya. Dan mulai saat itu ia berjanji akan menjadi hamba-Nya yang setia. Saat ini Maida dan keluarganya terlepas dari semua ilmu hitam dan memulai kehidupan baru bersama Tuhan Yesus yang selalu menjadi penolong mereka.
Sumber Kesaksian :
Maida Supriyatno (jawaban.com)

Selasa, 02 Juni 2015

A MESSAGE FROM GOD - KESAKSIAN RETAH DAN ALDO Mc. PHERSON

“Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

POSTED ON  UPDATED ON 

“A MESSAGE FROM GOD”

Kesaksian Retah dan Aldo McPherson
 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman:
“Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
(Wahyu 22:20)
Saya, Retah McPherson, adalah seorang istri yang sangat beruntung, saya memiliki segalanya. Kami sekeluarga adalah Kristen dan memiliki kehidupan yang sempurna; saya memiliki pernikahan yang penuh kasih dan indah; saya memiliki suami yang sangat mengasihi, namanya adalah Tinus McPherson; dari pernikahan kami berdua kami dikaruniai dua orang anak yang luar biasa, Aldo (12) dan Josh (3). Dalam karier, saya adalah seorang konsultan pengembangan diri dan baru saja terpilih / dinobatkan sebagai ratu kecantikan se-Afrika Selatan. Sungguh, hidup saya begitu sempurna.
Namun kehidupan yang begitu baik berubah hanya dalam seketika waktu saja, yaitu pada waktu kami harus mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas di suatu malam tahun 2004.
Kisah kami berawal saat kami sekeluarga pulang dari sebuah acara di provinsi Free State dimana saya menjadi pembicaranya. Dalam perjalanan pulang menggunakan mobil, yaitu saat kami melewati jalan Grassmere Toll Plaza, tiba-tiba sebuah kendaraan niaga tanpa lampu berada tepat di jalur mobil kami. Untuk menghindari tabrakan, seketika itu juga Tinus, suami saya, membanting stir ke kiri jalan dan mengakibatkan mobil kami menabrak alur air dan berguling-guling. Sekalipun dengan perjuangan yang berat untuk meloloskan diri dari mobil, keadaan saya dan suami baik-baik saja, namun begitu kami tidak dapat menemukan anak-anak kami di dalam mobil, mereka berdua terlempar keluar mobil. Sekalipun di kegelapan malam, anak kami yang kecil, Josh, dapat saya temukan dengan cepat sebab ia menangis diantara semak-semak di dekat kendaraan kami yang telah hancur. Bagaimana dengan Aldo? Kami tidak dapat melihatnya, ia berada entah dimana.
Setelah mencari beberapa waktu, Roh Kudus menuntun saya untuk pergi ke arah seberang jalan dan akhirnya saya dapat menemukan Aldo di sisi lain jalan raya, namun kondisinya sangat parah. Berbeda dengan adiknya yang hanya mengalami luka kecil, saya dapat merasakan bahwa tengkorak Aldo retak dan kepalanya dipenuhi oleh darah, bahkan saya tidak dapat merasakan denyut nadinya… Saudara, dalam keadaan seperti itu, siapa pun kita, atau seberapa banyaknya uang yang kita miliki, kita akan mulai percaya bahwa HANYA Tuhan berdaulat atas kehidupan kita.
Setelah kami menelepon rumah sakit, paramedis akhirnya tiba di tempat kejadian dengan helikopter, menolong Aldo dengan segala peralatan yang ada agar ia tetap bertahan hidup hingga tiba di rumah sakit. Setibanya di rumah sakit Union, Alberton, Johannesburg, Aldo menjalani operasi selama empat jam. Setelah itu, dokter memberi tahu saya bahwa Aldo mengalami cedera otak serius, mereka berkata: “kami tidak yakin apakah anak ibu dapat melewati semua ini.”
Bagi kami, terutama bagi Tinus, ini merupakan pukulan yang keras, sebab ia sempat merasa bersalah karena ia tidak bisa mengendalikan kendaraan yang mengakibatkan Aldo harus menanggung beban ini. Selama seminggu setelah kecelakaan, Tinus berada dalam keadaan terendah dalam hidupnya. Ia tetap merasa bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut yang mengakibatkan anaknya terbaring di tempat tidur ICU tanpa dapat menanggapi apapun yang terjadi di sekitarnya. Aldo koma pasca operasi itu, dan ia tetap dalam keadaan tersebut bahkan lebih buruk lagi.
Setelah satu minggu itu, menurut tim dokter, keadaan Aldo sebenarnya sudah tidak tertolong. Dokter mengatakan kepada saya untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya, sebab secara medis sudah tidak ada harapan lagi, dan jika sampai sekarang ia masih “hidup” itu semata-mata karena ditopang oleh alat-alat bantu. Mendengar hal tersebut hati kami hancur, namun kami percaya bahwa Aldo akan sadar dari komanya, dan saya meminta dokter untuk tetap mempertahankan anaknya tersebut.
Pada hari ke-12, setelah melakukan operasi kedua pada Aldo, dokter akhirnya menghubungi kami. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak dapat mendeteksi adanya fungsi otak. Mereka juga mengingatkan kami bahwa dana perawatan medis kami telah habis. Tim Dokter menyarankan kami untuk merelakan jika semua alat bantu kehidupan pada Aldo segera dicabut.
Sekalipun hari itu merupakan hari yang mengejutkan dan sangat menentukan bagi kami, namun saya merasakan damai sejahtera Tuhan turun atas kami. Saya mencari ruangan di rumah sakit untuk saya berdoa memanggil nama Tuhan dengan segenap hati saya. Sebelumnya, seumur hidup saya, belum pernah saya benar-benar mencari Tuhan seperti saat itu. Dan seperti janji Tuhan untuk menjawab mereka yang mencarinya dengan sungguh-sungguh, Tuhan akhirnya berbicara kepada saya. Dan ini sangat menguatkan saya. Jika sebelumnya saya sangat mengandalkan tim dokter, namun kini saya harus mulai mengandalkan Yesus.
Perjumpaan saya dengan Tuhan sangat mengubahkan. Meskipun kondisi anak saya seperti itu, namun ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Saya merasakan kedamaian, cinta dan penerimaan secara sekaligus. Saya bahkan lupa tentang keadaan anak saya dan perlakuan rumah sakit terhadap anak saya, semuanya menghilang begitu saja. Saudara, jika kita berjumpa dengan Tuhan, maka kita akan mudah mengampuni dan menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan…
Setelah sempat dipindahkan ke rumah sakit Pretoria, dikarenakan rumah sakit ini lebih dekat dengan rumah kami dibanding rumah sakit di Johannesburg, sehingga saya dapat menjaganya di siang hari, dan suami saya menjaganya di malam hari. Namun itu hanya berlangsung hanya satu bulan, sebab pihak rumah sakit menyatakan bahwa Aldo tidak memiliki harapan lagi, sebaiknya saya membawanya pulang.
Setelah itu, kami akhirnya sepakat untuk membawa Aldo pulang. Dua bulan setelah kecelakaan itu, Aldo meninggalkan rumah sakit. Kami menyewa seorang perawat untuk merawat Aldo. Saat pulang, keadaannya masih koma, juga lumpuh, mengalami kerusakan otak, kelopak mata sebelah kiri tertutup dan mengalami spastik1 yang mengakibatkan ia tidak dapat bergerak atau berbicara bahkan untuk makan, sehingga ia dibantu oleh alat bantu pernapasan dan sebuah tabung makanan.
Sekalipun demikian, saya dan suami tetap berpengharapan dan memperkatakan kehidupan. Kami sering berdiri di sisi tempat tidur Aldo dan memperkatakan tentang kehidupan seperti Firman Tuhan di dalam Yohanes 10:10b: “Engkau pasti hidup, pasti hidup, pasti hidup! Bahkan engkau akan hidup dengan berkelimpahan!” Saya tidak habis pikir, mengapa banyak orang dan orang-orang percaya sering memperkatakan kematian. Mereka berkata: “mati aku!”“wah celaka!”,“sial!”, “kubunuh kau!”, “pergilah ke neraka!” dan sebagainya. Saudara, saat saya mengalami situasi ini, betapa kami mengharapkan kehidupan. Saya mohon kepada Saudara, berhati-hatilah dengan perkataan! Perkatakanlah kehidupan…
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”(Ams 18:21)
 “Sebuah pesan dari Tuhan”
Oleh karena kasih karunia Tuhan, empat bulan pasca kecelakaan, keadaan Aldo mulai terlihat membaik. Melihat keadaan itu, dokter terapis okupasi yang memeriksa keadaan Aldo menyarankan kepada kami untuk mulai meletakkan pensil di tangan Aldo yang spastik, juga menempatkan kertas di bawahnya dengan harapan Aldo akan menggambar atau menuliskan sesuatu sebagai komunikasi kepada orang-orang disekitarnya. Sekalipun  mungkin yang digambar hanya merupakan doodle (gambar yang tidak berarti), namun itu akan membantu keluarga melihat perkembangan Aldo. Kemudian dokter mencontohkan dengan meletakkan Aldo pada posisi sedikit duduk dan memberikan pensil, kertas dan memintanya untuk mulai menulis.
Tanpa diduga-duga respon Aldo sangat mengherankan, sekalipun disertai kejang-kejang dan gemetar, Aldo memulai menulis A sampai Z, sungguh luar biasa. Untuk pertama kalinya saya berlutut dan berteriak: “YESUS HIDUP!” dan saya berteriak begitu banyak, berkali-kali, sampai roh manusia saya bangkit… “Yesus benar-benar hidup!”
Untuk meyakinkan, saya mulai menanyai beberapa pertanyaan pribadi kepada Aldo, seperti umurnya, di mana tempat ia sekolah dan berapa nomor telepon ayahnya? Saya menanyakan banyak hal termasuk peristiwa kecelakaan. Dan ia menuliskan semua jawaban dengan benar.
Setelah hari itu, masih dalam keadaan koma, Aldo menulis banyak hal di kertas, yang kemudian kami ganti dengan sebuah diary agar kami tahu tanggal-tanggal kapan ia menulis. Dan ini sangat menggembirakan bagi kami sekeluarga. Sejak saat itu tulisan menjadi cara komunikasi pertama kami antara Aldo dan keluarganya pasca koma berkepanjangan yang ia alami. Sampai saat ini Aldo belum bisa berbicara.
Dalam komunikasi pertamanya, awalnya kami mengira bahwa Aldo akan menanyakan bagaimana keadaan kami, atau paling tidak ia meminta sesuatu untuk diambilkan. Namun kami sangat terkejut bahwa tulisan-tulisan yang dibuat Aldo adalah tentang pengalaman-nya bersama Yesus pada waktu kami mengalami kecelakaan. Ia menulis bahwa, saat kecelakaan terjadi, rohnya “diambil” oleh Tuhan, dan ia bisa melihat ke bawah bagaimana tubuhnya ditinggalkan, melihat mobil yang telah hancur dan menjelaskan segala yang terjadi secara terperinci.
Setelah itu, tulisan menjadi alat komunikasi utama Aldo tentang pengalaman surgawinya. Dalam tulisannya, Aldo menceritakan bagaimana ia diangkat oleh Tuhan Yesus dan pergi ke surga. Di sana ia bertemu dengan Musa dan Abraham. Ia juga menuturkan bahwa ia bermain dan bernyanyi untuk Tuhan Yesus, malaikat berada di sekitar mereka.
Kami orang Kristen, kami harus percaya semua itu. Pengalaman supranatural adalah kehidupan orang Kristen. Namun, kami juga tidak mau orang berpikir bahwa kami gila, sehingga awalnya saya dan suami memyimpan semua rahasia ini.
Hari-hari kemudian, Aldo terus mengisi halaman tiap halaman dalam diary yang diberikan kepadanya. Di suatu halaman ia menulis: “Ibu, pada waktu engkau berbaring di atas tubuhku yang penuh darah untuk melindungiku di tempat kecelakaan dulu, Tuhan Yesus sebenarnya ada di depan mu ibu, bahkan Ia dan engkau sempat bertatapan mata!” Betapa merinding aku membaca tulisan itu… Kemudian ia melanjutkan menulis: “Ibu, jangan menangis, saya bersama Yesus setiap waktu, saya baik-baik saja.”
“Ibu, terima kasih untuk segala yang engkau lakukan untuk saya, engkau telah melakukan yang benar dengan memperkata-kan tentang kehidupan kepadaku. Ibu, di surga setiap orang memperkatakan kehidupan. Tuhan Yesus mengajarkan saya: Anak-anak-Nya harus memperkatakan kehidupan.” Lalu ia melanjutkan menulis dengan perkataan-perkataan kehidupan: “Saya akan berjalan lagi, saya akan bicara lagi, aku akan sehat lagi.”
Salah satu tulisan Aldo, semua tulisan ditulis dalam bahasa Afrikaans
Hari Sabtu tanggal 1 Jan 2005 ia menulis : “Terima kasih untuk segala pengobatan yang ayah-ibu lakukan bagi saya, namun kini pengobatan yang baru diberikan kepada saya oleh Tuhan. Seperti Abraham mengorbankan anak-nya untuk Tuhan, ibu engkau harus mengorbankan aku bagi perkerjaan-Nya, dan kita akan diberkati dengan berkat-Nya. Saat saya kembali kelak, Tuhan akan memakai saya seperti Musa. Ibu jadilah seperti yang Tuhan mau —yaitu jadilah KUDUS! Ibu, Tuhan akan menyembuhkan ku. Ibu, apakah engkau akan tetap mencintai-ku sekalipun nanti kita berbeda. Aku mengasihi mu ibu, aku megasihi mu ayah, aku mengasihi mu Josh. Tuhan akan memakai saya untuk memberitakan Firman-Nya. Datanglah kepada Yesus, mencium kaki-Nya seperti yang dilakukan di Takhta Allah.”
Membaca tulisan itu, saya langsung mengerti. Aldo adalah anak kesayangan kami, Aldo menjadi anak tunggal untuk waktu 10 tahun sampai akhirnya Josh lahir. Membaca permintaan Tuhan melalui tulisan Aldo untuk menyerahkannya kepada Tuhan seperti Abraham menyerahkan Ishak kepada Tuhan memang cukup berat. Tapi kami harus percaya pada Firman-Nya. Kami akhirnya menyerahkan Aldo untuk Tuhan.
Senin, 3 Jan 2005 : “…Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati. Percayalah kepada-Nya dengan segala sesuatu / semua yang anda miliki. Tuhan tidak akan membiar-kan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Ia telah membayar harga yang mahal untuk engkau…”
Sering Aldo menulis tentang kesem-buhannya, 1 Maret 2005 ia menulis: “Yesus akan membuat saya berbicara lagi,…” 7X ia mengulang kata-kata yang sama itu. Dan benar, enam bulan setelah kecelakaan, atau dua bulan setelah ia mulai menulis ia bisa berbicara lagi. Puji Tuhan. Setiap hari kami menyaksikan pengalaman-pengalaman supranatural bersama Aldo.
Pengalamannya di surga
Suatu hari ia menulis bahwa ia melihat seorang anak bernama Anton: “Ibu, engkau harus memberi tahu ibu Anton bahwa anaknya berada di surga dan kini ia aman bersama dengan Yesus. Dan ia kini sehat.” Lalu Aldo menulis juga alamat rumah orang tua Anton sangat lengkap. Lalu kami pergi mencari alamat tersebut, dan kami menceritakan segala yang Aldo tuliskan tentang Anton. Ibu Anton sangat terharu, dan ia mengatakan bahwa sewaktu hidup Anton bukan anak yang normal, ia menderita Down Syndrom (keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental) sampai akhirnya meninggal.
Saudara, di surga tidak ada sakit penya-kit. Di surga semua orang bahagia bersama-sama Yesus. Sekalipun anak kita atau bahkan kita saat ini sakit, di surga tidak ada sakit penyakit lagi. Selain menceritakan tentang kemuliaan-kemuliaan surga, Aldo juga banyak menulis tentang kedatangan Tuhan yang sudah dekat. Suatu hari ia menulis tentang kedatangan-Nya (di tahun-tahun berikutnya Aldo banyak menulis tentang kedatangan-Nya yang ke-dua kali):“BERSIAPLAH! Untuk semua orang yang mencari hadirat-Nya senantiasa, seperti saya. PERSIAP-KANLAH, Dia datang untuk menjemput kita. Ini lebih cepat
dari apa yang kita pikirkan. 
Jika anda belum percaya Yesus, terimalah Dia sekarang juga, atau Anda akan pergi ke neraka. Silakan lakukan dengan cepat! Sebab mungkin Anda tidak memiliki kesempatan lain. Yesus telah membayar harga yang sempurna untuk Anda dan saya. Dia menunjukkan segala sesuatu di surga dan juga di neraka. Percayalah, Anda tidak ingin pergi ke neraka. Harap Anda menerima Yesus sekarang. Yesus mengasihi Anda begitu banyak —percayalah. Anda adalah alasan Dia mengirim saya kembali. Aku tidak ingin kembali, tetapi Dia ingin Anda menjadi siap. Cinta, Aldo.”
Aldo juga banyak menulis tentang “pesta pernikahan” di surga yang telah siap. Saya tidak yakin akan hal ini, sebagai anak umur 12 tahun, apa yang Aldo ketahui tentang “pesta pernikahan?” Menurut saya, dia hanya tahu tentang permainan sepak bola di Playstation.
Sebagai orang Kristen yang awam tentang penglihatan, surga dan neraka, apa yang Aldo tulis memang membuat saya bingung. Namun pada saat itu — ini pasti dari Tuhan dan rencana Tuhan —seorang teman membawakan saya sebuah buku yang ditulis oleh seorang wanita Amerika keturunan Korea yang memiliki pengalaman tentang surga, namanya Choo Thomas, dan bukunya berjudul “Surga itu nyata.” Teman saya itu mengatakan bahwa apa yang Aldo tulis semuanya dapat saya konfirmasikan melalui buku ini. Tidak perlu berfikir lama, saya kemudian mulai membaca buku tersebut, dan surga menjadi perhatian utama saya.
Tulisannya tentang neraka
“Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya.” (Mzm 105:5)
Selain mengunjungi surga, beberapa kali ternyata Aldo dibawa juga oleh Tuhan mengunjungi neraka, dalam suatu tulisannya ia menceritakan apa yang ia saksikan di neraka: “Saya melihat orang-orang berdiri di sekitar kami, menangis. Kepala mereka bergantung rendah, mereka tampak sedih dan putus asa.” Lalu dia bertanya: “Tuhan siapakah orang-orang ini?” Dan Dia menjawab:“Mereka adalah orang-orang Kristen.” Lalu Aldo bertanya lagi: “Sampai berapa lama mereka harus berada di tempat yang tandus ini, tempat ini sama sekali tidak memiliki kehidupan.” Tuhan menjawab: “Selamanya anak-Ku!” Ia juga menuliskan: Ibu, orang-orang yang saya lihat di neraka berteriak-teriak kepadaku sambil menangis: “peringatkan orang-orang di bumi karena mereka tidak percaya.” Kau tahu ibu, peman-dangan ini membuatku menangis…  Lalu Ia menambahkan lagi:“HANYA mereka yang taat dan murni hatinya yang akan masuk dalam kerajaan-Ku.” Lalu Tuhan berkata lagi: “Mari Saya jelaskan: Banyak orang menyebut dirinya Kristen, tetapi mereka tidak hidup sesuai dengan Firman-Ku. Beberapa dari mereka berpikir pergi ke gereja seminggu sekali sudah cukup, mereka tidak pernah membaca Firman-Ku, yang mereka kejar adalah hal-hal duniawi semata.” “Kau dengar itu? Ada juga mereka yang rajin membaca Firman-Ku tapi hatinya tidak melekat kepada-Ku. Tuhan tidak ada dalam hati mereka sama sekali.”
Membaca itu semua, saya sedikit syok. Lalu saya meminta kepada Bapa untuk berbicara kepada saya melalui Firman-Nya mengenai apa saja yang baru Aldo tulis. Saya tidak ingin mengambil resiko setelah saya menjadi Kristen dan bersusah payah menderita sebagai Kristen namun akhirnya saya tidak berada di surga dalam kekekalan.
“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (I Kor 9:27)
Banyak hal yang Aldo tulis adalah teguran bagi kami sekeluarga, dan bagi semua orang Kristen juga tentunya. Sebagai orang Kristen, ternyata banyak hal yang kami lakukan yang secara manusia kelihatannya benar ternyata tidak berkenan di hadapan-Nya dan dapat mengakibatkan kami terhilang selamanya. Banyak hal yang Tuhan sampaikan kepada Aldo, langsung kami tanyakan kepada Tuhan untuk segera kami memperbaiki apa yang mungkin masih tidak berkenan di hadapan-Nya. Saudara, adalah penting bagi kita orang percaya untuk rendah hati dan selalu membuka diri bagi Tuhan agar Ia mengintropeksi kehidupan kita dan membongkar dosa atau ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Jangan ambil resiko menyimpan dosa, Ia datang segera! Atau kita sama sekali tidak memiliki waktu lagi.
Seperti janji Tuhan kepada Aldo untuk menyembuhkannya, ternyata itu menjadi kenyataan, jauh dari waktu yang kami kira. Enam bulan setelah kecelakaan, atau dua bulan setelah Aldo mulai menulis, ia sadar dari komanya! Oh… sungguh YESUS HIDUP…! Sekalipun belum sembuh total, namun itu cukup bagi saya. Beberapa waktu kemudian ia mulai berbicara dengan suara terbata-bata dan monoton, sehingga sulit sekali untuk dimengerti; Salah satu kelopak matanya masih terkulai akibat benturan saat kecelakaan dulu; Aldo juga masih kejang-kejang jika ia tegang. Dengan keadaan itu, komunikasi Aldo dengan dunia luar tetap melalui tulisan-tulisannya. Ini merupakan lompatan besar bagi Aldo sebagai orang yang telah dianggap “mati” oleh para dokter.
Semuanya berawal dari kecelakaan itu
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rom 8:28)
Suatu hari Aldo hanya menulis “Matius 25,” itu saja, tidak ada yang lain. Dengan bersemangat lalu saya mengambil Alkitab dan membaca Matius 25. Ternyata isinya tentang perumpamaan 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Lima gadis bijaksana tetap siap saat mempelainya datang, karena mereka memiliki minyak, sedangkan yang 5 lagi tidak siap karena mereka tidak memiliki minyak. Lalu Tuhan berkata: “Retah, minyak berbicara tentang Roh Kudus. Ketika Aku naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa, Aku meninggalkan Roh Ku, yaitu Roh Kudus. Dia-lah pribadi yang akan menghibur mu, membimbing mu, pengantara mu dan pembela mu. Pokoknya semuanya untuk mu. Namun sayang, tidak semua anak-anak-Ku mengalami Roh Kudus. Mengapa? Karena dosa menjadi dinding pemisah antara Roh-Ku dan manusia. Banyak dari umat-Ku berada jauh dari hadirat-Ku sehingga mereka tidak bisa mendengar Roh Kudus berbicara, padahal Roh-Ku ada di dalam diri mereka, Aku begitu dekat dengan kalian anak-Ku.”
Lalu Tuhan mengajari aku tentang bagaimana agar kita anak-anak-Nya dipenuhi oleh Roh Kudus dan siap pada kedatangan-Nya yang ke-dua kali: “Anak-Ku, langkah awal agar engkau dipenuhi oleh Roh Kudus adalah engkau harus ‘mati’ terlebih dulu. Yaitu mati dari kedagingan dan dosa, setelah itu baru Roh-Ku bisa memenuhi mu. Jadi, engkau harus ‘mati’ agar Roh-Ku bisa mengisi tubuh mu. Retah, jika tubuhmu telah dipenuhi oleh Roh Ku, maka aliran-aliran air hidup bisa mengalir sampai meluap-luap kemudian dapat memberkati orang lain, dan menghasilkan buah.”  Kemudian Ia melanjutkan: “Retah, tinggallah di dalam Firman-Ku, tingallah di dalam Aku maka Aku akan tinggal di dalam kamu melalui Roh-Ku.”
Karena kecelakaan itu, dan karena Aldo, aku akhirnya banyak bergaul dengan Allah dan banyak menerima pewahyuan dari-Nya sebagaimana yang Aldo terima. Berawal dari kecelakaan yang saya kira pengalaman yang terburuk, namun kini saya sadari bahwa kecelakaan itu merupakan awal dari perjumpaan Aldo, saya dan seluruh keluarga dengan Yesus. Kecelakaan ini mengangkat kami ke tingkat yang baru berjalan dengan iman dan bukan karena melihat. Semua kejadian ternyata mendatangkan kebaikan bagi kami dan bahkan bagi seluruh dunia.
Tanggal 26 Mei 2007, Aldo menuliskan:“Yesus mengatakan bahwa kita akan pergi ke seluruh dunia dan memberitakan firman-Nya. Yesus mengatakan bahwa kita hanya harus pergi dan patuh. Dia akan membantu ibu dengan kemampuan bahasa Inggris mu, seperti ia telah membantu ibu sampai sekarang. Apakah engkau tahu ibu, bahwa Ia telah menyiapkan pelayanan yang besar bagi engkau? Dia akan mengajarkan mu ibu, dan ibu akan mengajar orang tentang Yesus.” Menurut saya ini sebuah konfirmasi yang lebih dari cukup, bahwa saya juga akan dipakai-Nya untuk memberitakan tentang Yesus bersama-sama dengan Aldo ke seluruh dunia. Sebagai kesaksian kami bagi dunia, saya telah menulis semua kejadian yang kami alami secara terperinci dalam sebuah buku berjudul “The Message from God” yang baru-baru ini saya luncurkan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Peringatan bagi Gereja-Nya: “Mempelai-Ku bersiaplah…”
Saat ini hampir 3 tahun sejak pertama kali Aldo menulis pengalaman surgawinya, kini ia sudah bisa berjalan dan sehat. Matanya tertutup sebelah dan bahasanya seperti orang bergumam, oleh sebab itu komunikasinya utamanya masih tetap melalui tulisan. Dalam rentang waktu itu banyak pesan Tuhan melalui Aldo
tentang Gereja-Nya.
Tanggal 23,25,27 Peb 2007 Aldo menulis tentang peringatan terhadap Gereja-Nya,
ia menulis
:
Jumat, 23 Pebruari 2007
• Tahukah Saudara bahwa kita akan bersama-sama di surga?
• Di surga kita tidak akan pernah sakit lagi. Setiap orang akan sehat dan Tuhan duduk di takhta-Nya dan Anak-Nya duduk di samping-Nya.
• Dia ingin datang untuk menjemput mempelai-Nya, namun mempelai-Nya belum siap. Mempelainya harus meninggalkan dosa-dosanya. Karena Mempelai Pria adalah Kudus.
• Ibu, kamu harus beritahu orang-orang bahwa saat ini kita berada dalam kategori Gereja Laodikia3 (Why 3:14-22).
• Tuhan akan mendatangkan penghukuman kepada semua orang yang tidak mau menerima-Nya.
Sabtu, 24 Pebruari 2007
• Bersedialah apabila Tuhan mengutus Anak-Nya menjemput kita!
• Karena itu akan terjadi lebih cepat dari yang kita sangkakan.
• Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat-mu? Atau kamu akan terlambat!
• Ketahuilah bahwa Neraka itu nyata, Tuhan Yesus mempelihat-kan kepada saya semuanya. Percayalah dengan saya; Saudara tidak akan mau masuk ke Neraka!!! Tapi Tuhan Yesus berkata, barang siapa mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruse-lamat, ia tidak akan binasa dan dilemparkan ke dalam neraka.
• Surga itu dipenuhi Kasih dan mereka yang di surga akan hidup bersama-sama dengan Tuhan.
• Maukah Saudara mempercayai saya dan mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat?
• Kamu boleh menjadi mempelai-Nya, tapi itu belum cukup, Saudara harus menyerahkan seluruh hidupmu, TOLONG lakukan itu sekarang juga!
Minggu, 25 Pebruari 2007
• Kamu harus memperingatkan kepada semua orang bahwa Tuhan SEDANG dalam perjalanan untuk kedatangan-Nya yang ke-dua kali, dan orang-orang harus siap sedia untuk kedatangan-Nya itu.
• Perjamuan Kawin sudah siap dan sedang menunggu mereka yang sudah siap. Bacalah Matius 25.
• Saya mengasihi Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati bagi saya. Saya mengasihi-Mu Roh Kudus.
• Buanglah segala benda di rumah mu yang bukan berasal dari Tuhan, mintalah pertolongan Roh Kudus.
• Tahukah ibu, bahwa engkau dipanggil oleh Tuhan sendiri, dan engkau harus hidup HANYA untuk Tuhan semata.
• Siapa yang mau pergi dan memberitahu dunia tentang Dia?
• Tuhan akan menyembuhkan saya, dan saya akan berbakti kepada-Nya selama saya masih hidup.
 Saya ini bukan seorang hamba Tuhan, atau seorang pendeta. Saya ini miss kecantikan dan konsultan pengembangan diri, jadi saya tidak tahu apa itu “mempelai Kristus.”
Suatu hari saat saya dalam perjalanan ke Cape Town untuk ceramah di Pulpit Radio. Sepanjang perjalanan, di pesawat saya berbicara kepada Roh Kudus: “Tuhan, tunjukkan kepada saya bagaimana rupa mempelai-Mu. Aku (Gereja) ingin menjadi mempelai-Mu yang berkenan?”Lalu Tuhan mengajari saya tentang hal ini: “Anak-Ku, dari sekian banyak manusia yang ada di dunia ini orang-orang Kristen adalah orang yang beruntung, sebab mereka sempat mengenal-Ku. Namun sayang, dari sekian banyak orang Kristen, kebanyakan dari mereka tidak Aku kenal. Mereka mengaku Kristen dan merasa baik-baik saja dengan jadwal seminggu sekali mereka untuk pergi ke gereja. Mereka tidak pernah membaca Firman-Ku, atau pergi memberitakan Firman-Ku, mereka hanya duduk diam dalam kenyamanan berkat-berkat-Ku. Mereka sama sekali tidak pernah memikirkan Aku sebagai Mempelai Pria-nya. mereka tidak pernah ada dimana Aku ada.” Lalu Allah berfirman: “Retah, siapakah diantara murid-murid-Ku yang kepalanya berbaring di dada-Ku saat Aku berada di dunia ini?” Mendengar pertanyaan itu, aku berfikir sejenak, tapi kemudian Tuhan menjawabnya: “Ia adalah Yohanes, ia adalah orang yang membaringkan kepalanya di dada-Ku dan mendengar detak jantung-Ku. Ia mewakili umat-Ku yang aku sebut MEMPELAI KRISTUS. Ia ada di dekat-Ku senantiasa.” Lalu Ia bertanya lagi: “Retah dimanakah kepala mempelai-Ku seharusnya berada?” Aku menjawab: “Pada dada Mempelai Pria-nya!” Lau Ia menjawab: “Ya, anak-Ku! Jika engkau dan Aku menjadi satu maka tidak ada yang dapat memisahkan kita. Datanglah dan bersekutulah dengan Aku dalam keintiman, sebagaimana seorang mempelai berkasih-kasihan. Anak-Ku, Aku mengasihi-mu.”  Setelah
itu, aku terdiam. Saat itu juga Tuhan menuntunku untuk banyak merenungkan kitab Kidung Agung. Lalu Ia melanjutkan kerinduan-Nya: “Retah anak-Ku, jika engkau hendak melakukan hubungan intim dengan suamimu, apakah engkau datang dengan sebuah daftar permintaan kepada suamimu, atau engkau melakukannya karena rasa cinta semata?” Mendengar pertanyaan itu, aku tertunduk malu, sebab saya menangkap maksud dari pertanyaan tersebut.
Saya menyadari bahwa setiap kali saya duduk di kaki-Nya, saya tidak lupa membawa banyak permintaan dalam doa, itu pun belum termasuk segala permohonan mengenai Aldo. Malu rasanya, namun saya mulai mengerti, mempelai-Nya perlu memiliki hubungan yang intim seperti Yohanes melakukannya kepada Yesus. Yohanes mengerti hati Yesus, ia datang mendekat hanya untuk duduk diam, mengagumi Yesus, mendengarkan suara-Nya, memuji-muji, mengucap syukur buat segala yang terjadi. Kemudian Ia berkata: “Mulailah mengucapkan syukur atas kecelakaan yang terjadi.”
Tak lama kemudian saya mendapat konfirmasi untuk apa yang Tuhan ajarkan kepada saya. Beberapa hari setelah percakapan saya dengan Tuhan di pesawat, Aldo menulis sesuatu yang saya tahu ini hanya bisa datang dari Tuhan: “Ibu, kita harus mulai mengucapkan terima kasih atas kecelakaan yang kita alami, karena hanya Allah yang dapat memulai kehidupan kita seturut rencana-Nya. Ibu, hidupmu kini milik Kristus. Aku bisa melihat ruang Takhta Allah, dan Yesus berkata: Ia akan menjemput kita, kita hanya harus bersabar. Perjamuan Anak Domba telah siap, Tuhan Yesus rindu menjemput mempelai-Nya.” Pesan yang tidak terbantahkan bukan? Jadi, apakah Saudara mempelai-Nya atau umat Kristen yang tidak dikenal-Nya?
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat 7:22)
Kesimpulan
Aldo dan Retah McPherson pada tahun 2012
Dari awal saya adalah seorang Kristen dan selalu mengaku bahwa saya seorang Kristen. Saya tahu Tuhan Yesus. Saya percaya pada Tritunggal Mahakudus dan bahkan melayani Tuhan. Namun, ketika saya melihat ke belakang, sekarang saya menyadari bahwa saya hanya menjalani kehidupan yang baik dan diisi dengan perbuatan baik. Saya tidak benar-benar tahu karakter Allah dan tidak tahu apa artinya harus benar-benar mempersembahkan seluruh tubuh ini kepada-Nya —padahal itu merupakan satu-satunya korban yang ber-kenan dalam pandangan-Nya (Rom 12:1).
Saya harus melewati tragedi yang mengerikan dan penderitaan besar, sebelum akhirnya saya mengerti dan rela mengorban-kan segalanya, termasuk mengorbankan anak saya kepada Allah. Melalui tragedi itu, saya akhirnya menyerahkan kendali hidup saya kepada-Nya dan berusaha mengenal Dia secara pribadi.
Setelah saya memberikan hidup saya kepada-Nya sebagai persembahan yang hidup, saya bisa sejalan dengan rencana Tuhan yang sempurna untuk hidup saya —untuk hidup dalam hubungan cinta dengan Allah yang hidup! Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah begitu realitas seperti ini.
Kisah atau kesaksian yang kami bagikan ini memang tentang kami, namun ini sebenarnya tentang Dia. Ya, ini semua tentang Yesus. Melalui tulisan-tulisan Aldo, ada rencana-Nya agar Gereja-Nya semakin mengasihi-Nya, meninggalkan keinginan-keinginan duniawi, menyerahkan seluruh hidupnya bagi Yesus dan sebagainya.
Untuk waktu yang lama saya pikir itu adalah tanggung jawab suami saya untuk membuat saya bahagia, tapi sebenarnya tidak ada manusia yang bisa membuat Anda benar-benar bahagia. Hanya Yesus yang bisa melakukannya untuk Anda. Dia adalah JAWABAN atas semua pertanyaan, JALAN KELUAR untuk semua masalah Anda, PEMENUHAN semua kebutuhan dan keinginan Anda. Dia adalah SEGALA hal yang SEMUA orang butuhkan! Saya mencoba untuk memuaskan dahaga saya dengan segala macam hal-hal seperti perfeksionisme, ketenaran, kekayaan dan prestasi. Tapi, sekarang saya tahu bahwa api Roh Kudus telah memurnikan saya dari dalam ke luar, saya tahu Yesus adalah sumber air yang hidup. Dia adalah satu-satunya yang bisa memuaskan dahaga saya selamanya. Bagaimana dengan Saudara? Maukah Saudara menerima Yesus sebagai satu-satunya untuk semua masalah mu? Maukah Saudara menjadi mempelai-Nya yang kudus? Sebab Ia akan datang segera!
YA, IA DATANG SEGERA! Ia hidup, dan ia datang segera! Yesus dari Nazaret, anak Daud, Dia datang untuk menjadi Raja, dan Ia hidup. Persiapkan jalan bagi-Nya. Umat Tuhan, bersiaplah dengan sungguh-sungguh, Ia bukan manusia yang bisa ingkar janji, Ia berkata akan kembali, bersiaplah, bersiaplah, bersiaplah! (Vs.)
Spastik atau lumpuh otak, adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan syaraf yang mengendalikan gerakan, dengan ciri terlalu lemah dan kaku sehingga hanya dapat terbaring.
2 Bahasa Afrikaans, semua tulisan Aldo ditulis dalam bahasa Afrikaans, yaitu bahasa Jermanik Barat yang kini digunakan/dituturkan di Afrika Selatan, Namibia, Boswana dan Zimbabwe.
3 Jemaat Laodikia pada kitab Wahyu adalah gambaran Gereja Tuhan saat ini yang suam-suam kuku, yaitu jemaat yang kompromi dengan dunia dan sangat mirip dengan masyarakat sekitarnya; Mengakui Kristen namun hidupnya sama dengan orang dunia, malang dan menyedihkan secara rohani. Jemaat/Gereja Laodikia sangat diberkati Tuhan, secara jasmani mereka tidak berkekurangan atau kaya, namun secara rohani sebenarnya mereka melarat, miskin, buta dan telanjang. Tidak memiliki harta di surga, tidak memiliki kepekaan rohani dan hidup dalam dosa. Dengan tulus Kristus mengundang jemaat untuk bertobat dan untuk dipulihkan kepada tempat iman, kebenaran, penyataan, dan persekutuan.
13 Juni 2005, “Jadilah seperti Samuel. Tuhan Yesus akan memakai kita berdua untuk kemuliaan-Nya, ibu. Segera-lah sembuh, Aldo. Kita akan pergi tanpa rasa takut terhadap apa yang terbentang di depan bagi kita. Kita akan pergi dan melakukan apa yang Tuhan minta dari kita. Hari ini, jadilah seperti yang apa Tuhan ingin bagi kita. Tuhan berkata: Kita akan menjadi seperti Samuel yang pergi ke Bait Allah dan melayani Allah sepenuh waktu. Bersama-sama, kita akan menyenangkan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Yesus mengatakan bahwa ibu akan memberitakan firman-Nya di Port Elizabeth dan mereka akan berse-mangat ingin mendengarkan Anda. Bersama-sama kita akan melayani Tuhan. Aku akan menjadi sehat.”
“Milikilah iman kepada Tuhan. Aku mencin-taimu ibu. Aku mencintai kalian semua teramat-sangat. Saya tahu bahwa saya akan berbicara lagi. Terima kasih Yesus. Milikilah iman di dalam Tuhan. Milikilah iman di dalam Tuhan. cinta.”
23 Mei 2007, “Yesus berbicara kepada saya tentang Firman-Nya dan kedatangan-Nya, yang sangat, sangat dekat. Ibu, apakah engkau tahu bahwa mereka yang menerima Yesus harus mengorbankan hidup mereka. Ia sedang dalam perjalanan untuk menjemput mempelai-Nya. Saya mempelai wanita-Nya dan saya ingin semua orang untuk pergi bersama.”
6 Nov 2007, “Yesus berkata Ia akan datang lagi dan mereka yang siap akan pergi dengan-Nya. Anda harus jelaskan ini kepada semua orang. Aku mencintaimu ibu. Saya suka Daddy dan Josh. Aku mengasihi Yesus dan Tuhan dan Roh Kudus. Ketahuilah bahwa satu hari, seperti Allah, kita semua akan hidup di Surga.”
21 Feb 2007, “Mempelai-Nya harus siap, engkau akan menjadi pengantin Tuhan, seperti saya. Allah akan mengajarkan mempelai-Nya apa yang harus dikatakan dan akan mempersiap-kan dirinya. Beritakan kehendak-Nya kepada orang-orang di Barat, Selatan, Utara dan Timur. Kehendak-Nya adalah bahwa pengantin-Nya harus siap. Anda harus memberitahu mempelai-Nya bahwa mempelainya harus berani memutuskan untuk dirinya sendiri agar rela melepaskan segala sesuatu.”
sumber : https://berjagajaga.wordpress.com/2015/05/31/ya-aku-datang-segera-amin-datanglah-tuhan-yesuswahyu-2220/