Sabtu, 04 Juli 2015

AYAH MEMBUATKU BENCI LAKI-LAKI

Roselly adalah gadis yang memendam rasa benci terhadap laki-laki sejak sang ayah pergi meninggalkan tanggung jawabnya terhadap keluarga. Ia pun tumbuh besar di bawah didikan ibu yang kuat dan penuh tanggung jawab terhadap Roselly meski tanpa kehadiran ayahnya.
Sang ibu pun berjuang untuk tetap menjalani hidup melalui jasanya di bidang salon. Roselly tumbuh menjadi wanita yang mandiri, namum mempunyai kepahitan tersendiri terhadap sosok seorang lelaki. Hingga 15 tahun berlalu, sang ayah kembali lagi ke rumahnya.
Tentunya hal ini menimbulkan rasa yang lain di dalam diri Roselly. Dirinya sulit untuk menerima kehadiran sang ayah. "Meskipun aku cuma ditinggal, aku nggak pernah ngeliat dia, aku nggak pernah disakiti secara fisik, tapi cara pandang pola pikir aku tuh, jadi semua laki-laki pembohong dan nggak bertanggungjawab."
Sang ibu yang melihat situasi ini pun meyakinkan dirinya untuk dapat menerima ayahnya. Namun Roselly tetap sulit untuk membuka dirinya. Namun ketika dirinya melihat sikap dan hati sang ibu yang mau menerima sekaligus mengampuni sang ayah, membuatnya tersadar untuk berlaku baik. Akhirnya dirinya mulai membuka diri untuk berkomunikasi dan melakukan pendekatan dengan sang ayah.
Jelang ujian akhir semester, sang ayah jatuh sakit dan koma. Disaat itulah kesusahan hati dan beban yang terpendam selama ini diutarakan di saat ayahnya terbaring di rumah sakit. Pada momen itulah Roselly melepaskan pengampunan dan rasa bangga terhadap ayahnya. Hingga sang ayah tutup usia, Roselly telah merasakan pengampunan itu.
Pikiran dan sikapnya terhadap kaum lelaki yang dianggap sebagai pribadi yang tidak layak dan sumber ketidakharmonisan, berubah seketika dikala melihat perubahan yang terjadi di dalam diri ayahnya. "Aku baru tahu dan baru sadar kalau ternyata, kasih itu menutupi segala sesuatu."
Kasih pengampunan pun dialami oleh Roselly dan juga ibunya dalam menghadapi pergumulan ini. Segala sesuatu yang berjalan tidak begitu berkenan, pada akhirnya membawa berkat dan menjadi bagian hidup yang indah untuk keluarga mereka. "Inilah keluarga paling baik yang Tuhan pilihkan buat aku, kalo aku boleh terlahir dikeluarga ini pasti Tuhan punya rencana dan di keluarga ini aku banyak belajar dari figurnya mama dari figurnya papa yang berubah dan dari kakak-kakak ku yang lain juga."
Sumber Kesaksian:Roselly (jawaban.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar