Kamis, 16 Juli 2015

PRASANGKA BURUK BUAT KELUARGAKU HANCUR

Sebagai seorang laki-laki sejati, Poltak ingin sepenuhnya menafkahi anak-anak dan istrinya. Namun, karena terbentur dengan pekerjaan, Poltak harus menganggur. Melamar kesana-kemari Poltak tak kunjung mendapat pekerjaan. Akhirnya Poltak pun memilih untuk berjualan asongan dan serabutan demi bisa memberikan penghasilan kepada keluarganya. Istrinya Saminah pun bekerja sebagai kasir di sebuah cafe.
Istrinya Saminah seringkali membuat Poltak kesal. Hal ini disebabkan karena pertanyaan-pertanyaan yang suka dilontarkan Saminah kepada Poltak. “ Pak, kamu sudah melamar kemana saja?Sebaiknya kepala keluarga itu seharusnya bekerja”tanya Saminah. Dengan penuh amarah dan emosi Poltak pun menjawab “ Gak usah kau ajari aku, kalau itu pun aku tau”. Mendengar jawaban suaminya itu Saminah langsung pergi bekerja.
Semakin hari pun Poltak semakin bingung dan penuh takut. Poltak takut kalau istrinya pindah ke hati lain, karena penghasilannya lebih tinggi daripadanya. Dasar itulah yang membuat Poltak dipenuhi dengan rasa cemburu. Suatu kali Saminah ingin pergi bekerja shift malam. Melihat Saminah berdandan, maka Poltak pun dengan geramnya memarahi Saminah. Poltak menuduh Saminah berselingkuh. Tak terima dengan perkataan suaminya akhirnya Saminah pun membalasnya dengan penuh emosi. Pertengkaran pun terjadi dan akhirnya tangan Poltak pun sampai kepada mata Saminah. Alhasil muka Saminah penuh dengan memar. Mau tak mau Saminah pun tetap pergi bekerja.
Emosi Poltak pun belum reda. Poltak pergi ke tempat kerja Saminah. Sesampainya disana Poltak memukuli Saminah. Namun, akhirnya di pisahkan oleh satpam. Poltak dan Saminah akhirnya pulang ke rumah. Di rumah, Potak melanjutkan memukuli Saminah. Tak kuat, Saminah pun mengajak anaknya untuk pergi keluar dari rumah. Semenjak kepergian istrinya, Poltak merasa kesepian. Akhirnya Poltak menjemput Saminah di rumah mertuanya yang berada di Lampung.
Akhirnya Poltak dan Saminah berada dalam satu rumah lagi. Saminah akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja. Mendengar keputusan Saminah, tentunya Poltak merasa lega. Dirinya terbebas dari rasa cemburu. Namun, hal itu tidak sebaik apa yang telah dipikiran oleh Poltak. Mereka sering tidak makan, karena tidak ada uang. Suatu kali mereka bertengkar karena tidak ada uang untuk makan. Saminah merasa sudah tidak kuat lagi dengan perlakuan suaminya itu.
Suatu malam Saminah berdoa kepada Tuhan dan Poltak mendengar doa istrinya itu. Entah mengapa tiba –tiba Poltak menangis. Dia pun meminta maaf kepada istrinya. Suatu perubahan terjadi dengan hubungan mereka. Poltak akhirnya sadar bahwa istrinya sangat mencintainya.
Dengan penuh tekad akhirnya Poltak pergi mengamen dari satu bus ke bus lain. Lagu-lagu yang dinyanyikannya adalah lagu rohani. Poltak dan Saminah mengaku bahwa penghasilan yang di dapat suaminya memang tidak banyak. Namun, Saminah bangga dengan suaminya karena bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga.
Semenjak saat itu kehidupan keluarga mereka sangat harmonis. Perubahan terjadi di dalam karakter Poltak. Poltak selalu membicarakan segala sesuatunya dengan kepala dingin. Tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Kini Poltak dan Saminah benar – benar mengerti bahwa Yesus hadir sebagai kepada dalam keluarga mereka.
Sumber : Poltak Panggabean (jawaban.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar