Rabu, 30 September 2015

SEBUAH HADIAH DARI TUHAN : SAHABAT

Hari itu adalah hari pertama saya masuk SMA, saya melihat seorang anak dari kelas saya pulang sekolah dengan membawa semua bukunya. Namanya Kyle. Saya berpikir, “Mengapa dia membawa pulang semua bukunya di hari Jumat? Pasti dia orang yang aneh.”

Saya sendiri sudah memiliki rencana untuk akhir minggu ini, pesta dan nonton pertandangan sepakbola. Jadi saya mengangkat bahu saya dan kembali berjalan pulang.

Dalam perjalanan, saya melihat beberapa anak lain berlari melewati Kyle dan menyenggolnya. Kyle terjatuh, buku-bukunya berhamburan, kacamatanya terlempar dan saya berdiri sekitar sepuluh kaki di belakangannya. Saya melihat matanya terlihat sangat sedih. Hati saya merasa kasihan, jadi saya mendekatinya dan membantunya bangun.

Saat saya menemukan kaca matanya dan memberikan kepadanya, saya berkata, “Anak-anak itu pecundang. Mereka harusnya agak menjauh tadi.”

Dia menatap saya dan berkata, “Terima kasih!” Terlihat sebuah senyum yang besar di wajahnya.

Senyum itu benar-benar tulus yang mengungkapkan rasa terima kasih. Saya membantunya memunguti bukunya yang berhamburan, dan bertanya dimana dia tinggal. Ternyata dia tinggal tidak jauh dari saya. Tapi saya belum pernah melihat dia di lingkungan saya sebelumnya, jadi saya bertanya. Kyle mengatakan dia sebelumnya mengikuti sekolah khusus.

Sepanjang perjalanan pulang, kami banyak berbincang dan saya membawakan beberapa bukunya. Ternyata dia anak yang cukup asik. Saya mengajaknya untuk bermain bola Sabtu besok dengan teman-teman saya, dan dia menjawab, “ya.”

Semakin saya mengenal Kyle, semakin saya suka dengannya. Selama empat tahun kemudian, kami menjadi teman baik. Hingga hari kelulusan menjelang, Kyle yang lulus dengan nilai terbaik diminta untuk menyampaikan pidato perpisahan. Saya sangat bersyukur, bukan saya yang diminta untuk menyampaikan pidato itu.

Pada hari kelulusan saya bertemu dengan Kyle. Dia terlihat sangat hebat. Dia adalah salah satu dari pria-pria yang favorit semasa SMA. Sangat bersemangat dan terlihat gagah dengan kacamatanya. Lebih banyak gadis yang menyukai dia dari pada saya. Terkadang saya iri juga kepadanya.

Saya lihat dia sangat gugup menjelang pidatonya, jadi saya pukul dia dari belakang, “Hei bung, kamu pasti hebat!” Dia melihat saya dan tersenyum. “Terima kasih,” ungkapnya.

Ketika dia mulai berpidato, dia menarik nafas panjang dan mulai berkata, “Kelulusan adalah waktu untuk berterima kasih kepada mereka yang menolong kita menjalani tahun-tahun yang berat. Orang tua Anda, guru Anda, saudara Anda, mungkin pelatih.., tetapi yang terutamama adalah teman-teman. Saya disini untuk memberi tahu Anda bahwa menjadi teman seseorang adalah hadiah terindah yang bisa Anda berikan. Saya akan menceritakan sebuah cerita kepada Anda.”

Saya hanya memandang sahabat saya itu dengan rasa tidak percaya, ketika ia menceritakan perjumpaan pertama kali kami saat ia jatuh dengan buku-bukunya itu. Saat itu dia sedang merencanakan untuk bunuh diri di akhir minggu itu. Dia mengatakan sengaja membawa semua benda miliknya pulang, sehingga ibunya tidak perlu lagi melakukannya nanti. Dia memandang lurus pada saya dan tersenyum, “Untunglah saya diselamatkan. Sahabat saya telah melakukan sesuatu yang tidak terkatakan.”

Saya mendengar tepuk tangan dari kerumunan bagi pria gagah yang menceritakan masa terlemah dalam hidupnya itu. Saya melihat ayah dan ibunya memandang saya dengan senyuman penuh terima kasih. Hingga saat ini, saya tidak pernah tahu bahwa apa yang saya lakukan ternyata berdampak begitu besar.

Jangan pernah menganggap remeh tindakan-tindakan kecil Anda yang Anda lakukan, karena tanpa Anda sadari hal tersebut mengubah kehidupan orang lain. Tuhan menaruh dalam hidup setiap oprang untuk memberi dampak bagi kehidupan orang lain dengan berbagai cara yang unik. Jadi setiap kali Anda melihat kesempatan untuk berbuat baik, lakukanlah dengan sebuah ketulusan dan sukacita. Anda tidak akan pernah tahu bahwa senyuman Anda atau uluran tangan Anda telah menyelamatkan jiwa seseorang.

Sumber : Inspirationalstories.com

Sabtu, 26 September 2015

TRUE STORY - MUJIZAT ITU TERJADI


True Story - Mujizat Itu Terjadi by Sandra Mutiara

Teman2, saya mau saksikan salah 1 kebaikan Tuhan pada saya yang terjadi minggu2 ini.

Sudah 6 thn lebih saya sangat sulit sekali menelan makanan bahkan minum air pun sulit, rasanya seperti dicekik, tangan kaki dingin, sangat sulit utk bernafas dan akhirnya muntah disertai rasa panas kebakar dr tulang punggung sampai tenggorokan.

Saya sempat kehilangan berat badan 10 kg, malah ada orang yang kehilangan 30 kg dlm waktu 1 bulan stlh menderita penyakit ini. Saya ingat dokter bilang, saya harus jaga berat badan jangan sampai kehilangan lebih banyak lagi krn itu akan sangat berbahaya dan akan segera meninggal. Sebab itu saya berusaha minum susu panas sebanyak2nya yaitu dengan cara pakai sedotan, karena hanya dengan panas hampir mendidih susu itu baru bisa masuk ke dalam kerongkongan saya.

Saya sudah berobat ke lebih dari 10 dokter dan profesor yg terkenal. Kata beberapa dokter saya terkena kanker esophagus malignan sampai achalasia, ini tidak ada obatnya. Semua dokter yang saya datangi tidak mampu berbuat apa2, ada 1 dokter yg sangat pengalaman menyarankan saya ke Belgia karena alatnya cuma ada di negara itu.

3 dokter menyarankan saya di operasi dgn mengambil jaringan di perut untuk disambung pada kerongkongan.

Saya menolak saran dokter2 tersebut karena saya berprinsip ibarat mesin mobil kalau telah diotak atik maka kerusakan akan menjalar kemana2.

Saya berusaha utk tetap tegar dan selalu sukacita di tengah kesakitan saya. Teman2 selalu menghibur saya dengan menyuruh saya bersabar, bersyukur dan itulah yang saya lakukan setiap kali penyakit itu kumat.

Saya sangat jarang mendoakan diri saya karena saya berpikir waktu saya tidak lama maka itu saya harus mendoakan orang2 lain.

Saya sangat bersyukur karena pertolongan Tuhan selalu datang tepat waktu, saat saya di jalan , saya lupa membawa air minum dan rasa kebakar itu muncul, badan saya tidak bisa gerak dan sulit bernafas maka tiba2 saja datang pedagang asongan dengan membawa air minum. Ini terjadi 3x saat saya berhenti di lampu merah.

Saya sempat berkata pada Tuhan, apa sih yang sebenarnya Tuhan ingini dalam diri saya? Saya ini mati tidak hidup juga tidak. Sampai dengan awal Pebruari 2010 saya tidur diatas 3 bantal yang ditumpuk tinggi, saya tidur setengah duduk, itu smua utk menahan supaya air dalam lambung tidak tumpah keluar melalui hidung saat saya tidur. Saya hanya bersyukur air dalam lambung itu belum masuk ke paru2 karena apabila terjadi maka akan sangat berbahaya dan akan komplikasi.

Saya sangat bersyukur tidak habis2nya karena tgl 10 pebruari 2010 saya telah sembuh dari penyakit ini. Saya baru mengetahui ternyata dari 100.000 org hanya ada 1 org yang menderita penyakit ini, pertanda penyakit ini langka dan dari yang terkena penyakit ini sekitar 3% yang bisa bertahan, berarti saya ini termasuk dalam 3% orang yang bertahan sampai detik ini.

Saya sangat bersyukur Tuhan tunjukan rumah sakit dan dokter yang tepat buat saya.

Saya awalnya sama sekali tidak berpikir dan berharap akan sembuh karena di Indonesia ini dokter2nya tidak memberikan saya harapan utk sembuh.

Saya dan suami hanya sekedar coba2 berobat di rumah sakit di Penang, siapa tau dokter disana berkata lain.

Sebelum berangkat saya masih berdebat dgn suami, saya ingin cari rumah sakit yg lebih murah saja tapi suami saya bilang sudahlah lebih mahal sedikit tapi yakin dengan dokternya, jadi lebih baik rumah sakit ini saja. Ini masukan untuk para istri, kita harus patuh pada suami karena Tuhan bisa berbicara dan memberikan hikmat pada suami kita.

Akhirnya sebenarnya dgn terpaksa saya menurut.

Sampai di Penang dari bandara saya langsung menuju rumah sakit dan langsung ditangani dgn baik sekali dan langsung dilakukan operasi.

Saat saya mau di operasi, saya dimarahi oleh dokter disana karena keadaan 6 thn itu sudah sangat parah kenapa baru ke rumah sakit itu sekarang. Saya bilang saya selama 6 thn berobat di Indonesia bolak balik ke berbagai rumah sakit sampai saya letih fisik dan sangat down.

Lalu dokternya bilang, di Indonesia tidak ada alatnya dan tidak tau bagaimana cara menanganinya karena penyakit ini langka, bahkan di Malaysia hanya ada di Penang dan di Penang pun hanya ada di rumah sakit ini..

Baru saya sadar bahwa untung saya ikuti perkataan suami saya dan ternyata suami saya benar, kalau kami ke rumah sakit lain maka saya akan sia2 juga datang ke sana.

Dokter yang menangani saya memakai metode baru yang tidak pernah saya dengar via dokter lain ataupun via internet.

Operasi ini dengan metode menanamkan balon berbentuk kerucut yang digantung di seutas kawat di sepanjang kerongkongan. Dokter menyarankan agar melakukan pengecekan ulang sekitar 1,5 tahun mendatang.

Saya terus berdoa agar setelah itu balonnya tidak perlu diganti melainkan dibuang karena fungsi saluran cernanya sudah sehat permanen.

Puji Tuhan semuanya berjalan lancar, besoknya saya sudah boleh pulang.

Teman2 sekamar saya di rumah sakit itu sangat heran, mereka bilang ini ajaib.

dan perlu keterampilan tinggi seorang dokter. Saya lebih heran lagi, saat saya disediakan makanan dan susu, saya sempat takut utk menelan makanan itu.

Sambil menyebut nama Yesus saya pun mulai makan dan ajaib smuanya ludes saya habiskan. Saya masih tidak percaya bahwa saya bisa makan dengan lancar, setelah saya pulang rumah sakit, kami pun mencoba makan berbagai jenis makanan yg berbeda2 sampai puas. Tiap sendok makanan yang masuk ke dalam mulut saya itu adalah merupakan berkat buat saya.

Saya berterima kasih pada Tuhan karena Tuhan tau 1 bulan sebelumnya saya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit dan hampir tiap malam menangis ketakutan.

Saya tau Tuhan tidak membiarkan ini melewati batas kekuatan yg bisa saya tanggung.

Saya sangat berterima kasih pada suami dan anak2 saya yang selalu setia menumpangkan tangan dan memberikan harapan2 baru buat saya. Tanpa mereka saya tidak bisa seperti sekarang ini.

Saya berterima kasih pada Muse Hengky dan Semu Susan yang sering mendoakan saya.

Juga pada beberapa hamba Tuhan GKBJ yang memberikan perhatian dan mendoakan saya.

Saya berterima kasih pada sahabat2 saya dan sahabat2 suami saya:

- Dr. Hendra & Dr. Ina yang telah banyak memberikan masukan, informasi, konsultasi, doa, perhatian dan dukungan.

- Aliong & Yunita yang sering memberi kekuatan.

- Bambang & Yung Yung yg telah memberikan semangat baru pada saya,

- Yulia yang setia menolong saya saat kebaktian karena penyakit saya suka kumat saat kebaktian.

- Yenny Tahir yang sangat mengerti keadaan saya.

- Juni yg penuh perhatian

- Keluarga besar saya dan suami yang terus menerus memberikan support

- Teman2 semua di GKBJ Taman Kencana

- Teman2 di GKBJ Samanhudi

- Teman2 sekolah yang terus mendukung dan mensupport saya. 

- Merry Indrajati yang begitu penuh perhatian

- Terima kasih juga pada Susu Energen yg super panas, Super bihun dan Super bubur yg super lembek dan panas karena mereka yg setia menemani saya selama 6 thn lebih dan sekarang sudah saatnya saya meninggalkan mereka.

Bila teman-teman ada yang tau teman atau saudara yang mengalami sakit seperti saya, bisa menghubungi saya di email: Sandra_mutiara@hotmail.com.

Saya siap membantu memberikan informasi sebanyak yang saya tau tentang penyakit ini, rumah sakit, dokter dll.

Sekali lagi kuasa Tuhan tidak terbatas, Dia sungguh ajaib dan Dia tidak akan membiarkan kita tergeletak. Amin.

salam,

Sandra Mutiara

Posted by WANDI at 12:26 AM  (nevergiveup-all.blogspot.com)

Selasa, 22 September 2015

KESAKSIAN AGNES JESSICA : DEPRESI MEMBAWAKU KE HIPNOTISME

Agnes Jessica, adalah penulis best seller yang sukses dengan 32 novelnya. Dan sudah 70 skenario film televisi yang lahir dari tulisannya dan ditayangkan dari berbagai stasiun televisi. Tapi di balik suksesnya, banyak orang yang tidak tahu rahasia kehidupannya.


"Saat saya menulis skenario, saya harus ketemu banyak orang. Dan mungkin karena itu juga saya tidak meneruskannya. Sedangkan kalau saya menulis novel, saya bisa sendirian. Jadi depresi saya tidak sembuh. Dan depresi saya itu seperti membuat hidup saya kosong dan hampa," Agnes menjelaskan sisi hidupnya yang depresi di tengah kesuksesan pekerjaannya.

Di awal pernikahannya, Agnes membayangkan yang manis dalam rumah tangganya. Tapi disitulah awal masalah mulai terjadi.

"Ketika kami baru pulang dari bulan madu, kami ditimpa kesulitan ekonomi. Jadi, saya baru tahu di situ bahwa ternyata kami memiliki banyak hutang sampai kami jual barang-barang kami untuk bayar hutang itu. Dan akhirnya, saya tinggal dengan mertua, dan keluar dari situ pun kami mengontrak. Lalu untuk membeli susu pun susahnya bukan main. Dan kadang-kadang jika kurang, harus pinjam sama orang tua," Agnes menjelaskan masa-masa sulit dalam pernikahannya.

Satu tahun setelah pernikahannya, suaminya di-PHK dari pekerjaannya. Dan setelah itu, suaminya mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru. Dan akhirnya, Agnes-lah yang tampil menjadi tulang punggung keluarga.

Demi memenuhi kebutuhan ekonominya, Agnes mengajar dari pagi hingga malam setiap harinya.

"Saya katakan bahwa saya tidak sanggup. Saya bertanya kenapa mesti saya, karena selepas kerja menjadi guru, saya curi waktu untuk mengajar les. Dan anak saya masih bayi, saya sudah kerja dari pagi sampai malam. Saya bertemu dengan siklus hidup saya dahulu, karena begitulah ibu saya dahulu, pergi pagi pulang malam tidak bertemu anak," Agnes menuturkan kesibukannya sebagai tulang punggung keluarga.

Memang saat kecil, Agnes tak pernah merasakan kasih sayang dari orang-tuanya. Dan memang kedua orang-tuanya tidak bercerai, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah ayahnya tak pernah pulang-pulang ke rumahnya. Dan ia mendapat kabar bahwa ayahnya sudah bersama wanita lain. Tanpa disadari ada sesuatu yang terpendam dalam hati Agnes akibat perilaku ayahnya yang tak kunjung datang kembali ke rumah keluarganya.
Agnes mengalami depresi selama tujuh tahun, hal ini membuat Agnes menuju titik kehancuran dengan segala impian yang sudah ia raih.

"Jadi saya merasakan penolakan. Ketika saya bertemu dengan orang, untuk berbicara normal pun saya tidak bisa. Saya sepeti orang yang maluuu... dengan keadaan saya sendiri. Bahkan untuk keluar beli sayur pun saya meminta tolong suami saya untuk membelikannya. Keluar buang sampah pun tak mau. Saya menutup diri, akhirnya saya di rumah saja kerjaannya. Jadi depresi saya tidak sembuh. Kadang-kadang depresi saya membuat saya merasa kosong dan hampa. Jadi kadang saya merasakan keinginan bunuh diri," Agnes menceritakan masa depresinya yang bisa dikatakan sudah terlampau parah.

Saat depresi, Agnes memutuskan berhenti menjadi guru dan membuka les privat di rumahnya. Dan saat itulah, Agnes menemukan sesuatu yang baru dalam hidupnya.

Agnes berpikir, "Lalu, saya mulai berpikir untuk menulis novel semenjak itu. Saya pikir jika saya bisa mendapat uang dari menulis novel, alangkah bagusnya."

Novel Agnes yang pertama langsung diterima oleh penerbit. Dan semenjak saat itu, Agnes sering menulis novel.

"Semenjak itu saya berpikir juga bahwa hidup saya ini dari awal sampai akhir adalah suatu hidup yang unik. Tak ada orang yang bisa menemukan talenta menulis di saat dia itu depresi," Agnes menceritakan bahwa ia sadar ia menemukan talenta baru yang juga adalah karunia dari Tuhan.

Nama Agnes Jessica sebagai penulis novel dan penulis skenario film semakin dikenal. Tapi disitulah depresi-nya semakin parah.
"Di situ saya mulai berfokus pada kesembuhan. Saya berpikir saya harus sembuh, bagaimanapun caranya. Karena saya tahu penyakit ini mulai menghalangi saya untuk maju," ujar Agnes.

Akhirnya Agnes mengikuti perkumpulan hipnoterapi di Jakarta untuk mencari kesembuhan. Lalu Agnes meminta dihipnotis kesembuhan, disitu terbuka roh-roh yang mengganggu Agnes. Ia merasakan bagaimana ia mendengar suara yang ramai sekali di telinganya, seperti sekerumunan orang yang bertanya kepadanya. Dan ternyata tidak hanya ia saja yang merasakan, tetapi juga orang-orang lain dalam perkumpulan tersebut.

Saat Agnes menjadi penulis paling produktif pada waktu itu, pada waktu itu pula tiba-tiba Agnes tidak dapat berkarya lagi.

"Saya mulai suka membaca buku psikologis, saya mulai percaya adanya reinkarnasi. Dikatakan bahwa jika kita mengalami suatu penyakit, itu karena kesalahan kita di masa lalu. Seperti karma. Dan saya mulai percaya itu. Lalu saya percaya lagi dengan novel-novel yang menghujat Tuhan Yesus. Jadi saya bukannya semakin teguh malah semakin murtad. Saya mulai tak percaya Alkitab dan Tuhan Yesus," Agnes menceritakan di balik perjalanannya mencari kesembuhan justru ia semakin jauh dan murtad dari Tuhan.

Sejak Agnes mengikuti perkumpulan tersebut, Agnes semakin sering diserang oleh suara-suara yang aneh. Setiap malam, setiap ia tidur. Ia hanya bisa tidur setengah sadar saja. Hingga akhirnya ia mendengar sebuah suara...

"Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan..."

"Mendengar itu saya berpikir mungkin saya terlalu banyak membaca Alkitab. Saya hanya berpikir, mungkin itu hanya pikiran saya sendiri," Agnes mencoba menyimpulkan sendiri dari apa yang telah ia dengar.

Lalu beberapa jam kemudian, Agnes membaca buku yang isinya ada berkata, "Ketika kita menyerahkan hidup kita secara total kepada Tuhan, maka itu akan menjadi persembahan yang kudus untuk Tuhan dan Tuhan akan berkenan kepada kita."

Lalu Agnes berkata sendiri, "Ya Tuhan, saya mau menyerahkan hidup saya buat Tuhan."
Dan terdengar kembali suara itu, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan..."

"Dan ketika itu terjadi, saya percaya bahwa Tuhan itu benar-benar sudah memulihkan saya! Jadi sebenarnya ini adalah proses pemulihan, satu demi satu dibereskan oleh Tuhan," Agnes menceritakan bagaimana imannya bertumbuh pada malam itu.

Akhirnya Agnes bersama suaminya mencari seorang hamba Tuhan dan didoakan sehingga lepas dari kuasa kegelapan dan sembuh dari depresinya.

"Saya meminta ampun atas semua dosa saya ketika saya meninggalkan Tuhan Yesus, dan ketika saya sudah kembali kepada Tuhan Yesus itu luar biasa. Ketika saya murtad pun Tuhan tidak meninggalkan, Ia tetap memberkati saya. Dari saya waktu dahulu memberi les, ternyata saya bisa mendapat penghasilan empat kali lipat dari sebelumnya. Itu luar biasa. Dalam beberapa tahun kedepan, ekonomi saya dipulihkan. Dari saya menjadi penulis, saya bisa membeli rumah sendiri, beli mobil, bisa punya tabungan..." Agnes mengingat-ingat bagaimana Tuhan tetap memberkati dia meskipun ia sempat jauh dari Tuhan.

Bagi Agnes, semua badai kehidupan yang pernah dilaluinya itu merupakan cara Tuhan untuk mendekatkan diri Agnes kepada Tuhan hingga hidupnya dipulihkan.

"Saya belajar untuk menjadi seorang hamba, saya mengosongkan diri, saya bukan apa-apa, saya hanya mengerjakan pekerjaan dari Tuhan. Dan ketika itu saya lakukan, rupanya itu kunci rahasianya! Jadi saya hanya melakukan apa yang Tuhan mau, saya hanya hamba...

Dan ternyata setelah itu saya, malah, lancar kembali untuk menulis. Dan ide-ide datang luar biasa. Setelah saya berjalan bersama Tuhan, semua yang saya lakukan, benar-benar damai sejahtera. Jadi ketika saya berhasil, ya, itu karena Tuhan membantu saya. Dan ketika saya tidak berhasil, ya sudah, berarti Tuhan tidak ingin ini terjadi. Dan apa yang Tuhan mau pasti lebih baik untuk saya," kisah Agnes. (Kisah ini ditayangkan 25 Januari 2011 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian:
Agnes Jessica

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini : 

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Posted by WANDI at 5:39 PM    (nevergiveup-all.blogspot.com)

Jumat, 18 September 2015

DILEPASKAN DARI IKATAN DOSA dan DIPULIHKAN OLEH TUHAN YESUS


Kesaksian: Daiweh, Pengerja dari TKISS, BCS.

Kehidupan yang saya kecapi hari ini tidak sama seperti yang saya alami sebelumnya, kalau hari ini saya bisa bersukacita, bergembira oleh karena Roh Allah ada di dalamku, itu karena kebaikan Tuhan dan anugrahNya bagi saya. Berbeda sebelum saya dipulihkanNya, di mana kehidupan saya begitu hancur dan jauh dari Tuhan, bahkan kehidupan yang penuh dengan ikatan-ikatan dosa dunia.

Kehidupan gelap saya jalani dengan mulai dari minum-minuman keras, yang pada awalnya hanya ingin mencoba-coba saja, dan karena ketakutan saya kehilangan teman. Bagi saya mencari teman itu sungguh suatu hal yang sulit, karena saya adalah orang yang pendiam dan pemalu. Tetapi semua itu berubah setelah saya dan teman saya sering sekali berpesta pora di kaoraoke, diskotik dsb, mulai dari sana sikap saya berubah total menjadi seorang pribadi yang mudah sekali bergaul dan tidak tahu malu, dan seringkali melakukan hal-hal yang tidak baik seperti berkelahi dengan orang, mengeluarkan omongan yang negatif, dan menjadi banyak berbicara.

Dorongan untuk melakukan hal-hal yang buruk makin menjadi parah, saya mulai mencoba-coba dengan perjudian, memenuhi pikiran saya dengan pikiran-pikiran yang kotor sampai dengan pengunaan obat-obatan. Semuanya saya lakukan untuk memuaskan keegoisan saya , karena bila bersama dengan teman-teman saya, saya seperti merasakan saya ini hebat boleh melakukan hal-hal tersebut, dan akan merasa gembira dan dihargai.
Namun seirirng berjalannya waktu, saya menyadari betapa hancurnya hidup yang sudah saya lewati ini. Singkat cerita, ketika saya lagi sendirian di dalam kamar, tiba-tiba saya mulai bertanya pada diri saya sendiri “ Sampai kapan harus hidup seperti ini?“ Dan saya bertekad untuk berubah dan meninggalkan tabiat lama saya bersama dengan teman-teman saya.

Puji Tuhan, ada suara yang berkata dalam hati saya untuk saya bertobat. Suara itu jelas saya rasakan dalam hati saya dan berkata terus menerus “Bertobatlah..bertobatlah…” Mendengar suara itu, saya mulai mengkoreksi diri, dan saya sadari betapa jauhnya saya dari Tuhan. Saya tersungkur dan berdoa meminta pengampunan dan belas kasihan dari Tuhan. Mulai dari situ saya mulai membuat komitmen untuk tidak kembali lagi kepada hidup saya yang lama. Namun ternyata tidak semudah yang saya pikirkan, pikiran saya mulai diserang dengan intimidasi yang sangat negatif, dan menyebabkan saya sulit sekali untuk bisa tidur, dan menyebabkan saya mengkonsumsi obat yang memudahkan saya untuk bisa tidur. Dan saya sadari hal yang saya lakukan ini membuat kesehatan saya tidak baik.

Dan akhirnya saya memutuskan kembali mencari wajah Tuhan dengan pergi ke gereja setiap minggu. Dari situ saya dipertemukan oleh Tuhan dengan seorang ibu, yang adalah pengerja di gereja ini. Saya percaya ini adalah bagian dari rencanaNya.

Singkat cerita, saya mulai sms-an dengan ibu ini, ibu ini orang yang sangat baik, tegas dan caranya menegur sangat baik. Akhirnya ibu ini mulai mengajak saya bergabung dengan COOL (Family Altar), ibu ini berkata COOL ini dasyat sekali, dan saya ingin sekali mengikuti COOL ini. Namun karena saya harus bekerja dari pagi sampai malam maka tidak ada waktu bebas untuk pergi ke COOL ini. Namun saya percaya bahwa ibu ini terus berdoa buat saya, dan saya pun mulai komitmen berdoa untuk manajer saya agar saya diberi kebebasan untuk ikut COOL ini. Dan puji Tuhan, mujizat Tuhan terjadi. Saya diiinkan oleh manajer saya untuk ikut COOL ini. Dan melalui COOL ini, karakter saya sungguh diubahkan, dan kebiasaan-kebiasaan buruk saya mulai dipulihkan.

Dan akhirnya, saya mulai memberanikan diri untuk bercerita tentang masa lalu saya kepada Ibu ini. Dan ibu ini mendoakan saya untuk saya bisa dilepaskan dari keterikatan-keterikatan yang saya alami. Dan puji Tuhan, pada saat doa pelepasan saya merasa  hadirat Tuhan yang luar biasa, dan mendengar suara Tuhan yang berkata “Aku mengasihimu anakKu”. Halleluya, dari situ saya merasakan kekuatan baru, hidup baru dan pemulihan dalam hidup dan diri saya. Sungguh Allahku dasyat.

sumber : www.bcs.org.sg

Senin, 14 September 2015

KESAKSIAN YOHANA ESTER SAERANG : "AKU DIPULIHKAN DARI KEPAHITAN TERHADAP SUAMIKU"

Kesaksian Yohana Ester Saerang: "Aku Dipulihkan Dari Kepahitan Terhadap Suamiku"

Awal pertemuan dengan suamiku
Aku pertama kali mengenal suamiku pada tahun 1959 dalam suatu pelayaran karena ia adalah seorang pelaut. Saat itu aku dibantu olehnya untuk mencari tempat di kapal tersebut. Dia juga sering menemaniku selama perjalanan. Dari situlah cinta dimulai. Walaupun lautan terbentang luas dan harus menjalani hubungan jarak jauh, kami tetap rutin melakukan surat-menyurat sampai akhirnya ia melamarku.


Tahun 1962 kami memasuki bahtera pernikahan. Karena selama ini kami jarang sekali bertemu, ketika kami tinggal satu atap baru aku ketahui kalau ternyata karakternya sangat jauh bertentangan denganku sehingga kami sering ribut. Aku juga baru tahu kalau ia pernah menikah sebelumnya, tapi sudah bercerai.


Suamiku selingkuh
Tahun 1957 karena ada pengurangan tenaga kerja di perusahaanya, suamiku pindah ke Balikpapan untuk bekerja. Kebetulan aku orang kelahiran Balikpapan jadi keluargaku tinggal di sana tapi aku tetap tinggal di Jakarta. Ternyata aku harus mendapat kabar terburuk sepanjang sejarah hidupku. Adikku mengatakan bahwa suamiku selingkuh, bahkan menikah lagi disana dengan seorang gadis keturunan Banjar.

Aku mengamuk ketika mengetahui hal itu sehingga akhirnya terjadilah pertengkaran dahsyat dalam rumah tangga kami. Aku mengancamnya habis-habisan dan sejak saat itu suamiku tidak pernah lagi mengunjungi perempuan Banjar itu. Sampai suatu saat, perempuan Banjar itu mendatangi rumah kami di Jakarta dan mengatakan padaku bahwa ia sama sekali tidak tahu-menahu mengenai aku. Suamiku berkata padanya bahwa aku sudah diceraikannya. Semenjak saat itu mulai timbul akar pahit terhadap suamiku.

Memutuskan untuk berpisah

Aku benar-benar tidak tahan terhadap kelakuan suamiku. Saat itu aku benar-benar kepahitan, bahkan menyalahkan Tuhan atas kejadian yang menimpaku ini. “Mengapa Kau lakukan ini padaku, Tuhan……” seruku di sela tangisku. Akhirnya aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Anak – anak kami ikut denganku.


Aku mengajukan perceraian kepada seorang pengacara. Dan selama proses perceraian, suamiku tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. Aku tiba-tiba teringat sebuah ayat Alkitab yang berkata, “Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” Akhirnya aku membiarkan hubungan kami tetap seperti ini tanpa harus bercerai. Aku membuka salon untuk menghidupi anak-anak kami.

Ternyata suamiku dikhianati oleh perempuan Banjar itu dan akhirnya mereka berpisah. Suamiku menikah lagi dengan Titi, seorang gadis muda seusia anak kami yang pertama. Dan sekali lagi ternyata suamiku mengatakan pada Titi bahwa ia telah bercerai denganku. Akar kepahitan ini semakin bertumbuh di dalam hatiku, membuahkan kebencian terhadap suamiku. Akibat tekanan ini, aku menjadi penjudi dan menelantarkan anak-anak kami. Akhirnya anak-anak kami terjebak dalam pergaulan yang buruk.

Mulai dijamah oleh kuasa Tuhan

Akhirnya, di titik akhir keputusasaanku, aku dipertemukan dengan Tuhan melalui pertolongan seorang hamba Tuhan. Ia mendoakanku agar terlepas dari dosa perjudian dan dari kepahitan yang terpendam di dalam hatiku selama bertahun-tahun. Aku merasa dijamah begitu luar biasa oleh kuasa Tuhan. Aku terus menangis menyadari betapa tidak bertanggung jawabnya aku sebagai seorang ibu. Ketika aku didoakan agar terlepas dari rasa kepahitan terhadap suamiku, aku menangis sejadi-jadinya. Awalnya sangat berat bagiku untuk mengampuni suamiku, orang yang paling menyakitiku itu. Rasa sakitnya begitu dalam kurasakan. Namun ketika Roh Kudus menjamah hatiku, saat itu juga aku merasakan bahwa kepahitan itu telah dilenyapkan dan sukacita Surga yang luar biasa itu ada di dalam hatiku. Aku tahu bahwa Tuhan begitu mengasihiku sehingga Ia tidak ingin aku menjadi seorang jiwa yang terhilang dan Ia membebaskanku dari ikatan kuasa kegelapan yang selama ini membelenggu hidupku, yang mencemari hatiku. Terima kasih untuk pemulihan ini, Tuhan….


Bisa mengampuni istri dari suamiku

Setelah aku dibebaskan dari kuasa kegelapan yang selama ini bercokol di dalam hatiku, aku mulai aktif ke gereja. Aku mengikuti kelas-kelas pemuridan dan merasakan bahwa aku telah bertumbuh di dalam Tuhan. Ajaibnya, karena kasih dan kuasaNya yang luar biasa dalam hidupku, aku juga dapat mengampuni istri dari suamiku. Aku mendatangi rumahnya secara damai dan mengajak rekan pelayananku untuk memberitakan kabar Injil padanya. Hati Titi tersentuh dengan pemberitaan Injil tersebut, bahkan akhirnya ia menerima Yesus dalam hidupnya dan mengembalikan suamiku kepadaku. Aku bingung, “Ada apa ini, Tuhan? Mengapa ia dikembalikan lagi padaku?” Lalu aku mendengar Tuhan berbicara,”Bukankah kau ingin keluargamu dipulihkan? Mulailah dari pemulihan hubunganmu dengan suamimu…” Saat itu baru anak pertama kami yang bertobat dari pergaulannya yang kacau. Aku langsung mengerti rencana yang telah Tuhan sediakan bagiku. Ketika itu kondisi suamiku sudah sakit-sakitan, namun aku bersyukur karena anak-anak kami bersedia merawatnya.


Pemulihan terjadi karena kuasaNya

Setelah itu, tahun 1995, merupakan lembaran baru dalam kehidupan keluarga kami. Berkat bantuan seorang hamba Tuhan, keluarga kami dijamah secara luar biasa. Suamiku dan anak-anakku dikonseling dan didoakan. Mereka dijamah dan dipulihkan dari kehidupan mereka yang kacau dan berbalik kembali ke jalanNya. Bahkan suamiku yang selama ini memilki ilmu gaib dalam tubuhnya pun dilepaskan. Ia terbebas dari penyembahan berhala yang selama ini ditekuninya. Kami menjadi sebuah keluarga yang utuh di dalam kuasaNya.



Tahun 1996 suamiku terkena serangan jantung dan setelah dirawat selama 5 hari, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Di balik kesedihan yang kurasakan, aku bersyukur pada Tuhan karena sebelum Ia mengambil nyawa suamiku, suamiku diberi kesempatan untuk memulihkan hubungannya dengan kami, keluarganya. Bahkan suamiku telah bebas dari kuasa kegelapan yang selama ini membelenggu hidupnya. Aku yakin kini suamiku tenang berada disisiNya. 



YESUS KRISTUS Mengasihi Anda..

(Sumber: Yohana Ester Saerang - jawaban.com)

Kamis, 10 September 2015

JUARA KONTES WARIA YANG DIPULIHKAN TUHAN


Tidak ada yang menduga bahwa Cicilia pemenang sebuah kontes di kalangannya adalah seorang pria yang bernama Stanly Ernest Tikoalu. Bermula dari masa kecilnya yang kurang perhatian dari seorang ayah, membuat Stanly yang gemulai diperdaya oleh seorang pria.

“Saya pikir beliau menjadi sosok figur seorang ayah buat saya, ternyata tidak. Pada suatu hari dia mengajak saya ke hotel. Saya tidak tahu, saya pikir saya mau diajak apa. Tiba-tiba saya diikat dan dipaksa harus melakukan oral seks. Pada saat dia selesai, dia mengancam untuk jangan bilang siapa-siapa, ” ungkap Stanly.

Mulai saat itu kebenciannya kepada pria semakin menjadi dan Stanly pun memutuskan untuk menjadi seorang wanita.

“Yang ada dalam pikiran saya, saya jijik melihat pria. Saya takut karena saya sering melihat papa saya memukuli mama saya sehingga saya memilih untuk menjadi seorang wanita. Saya melihat wanita itu penuh kelembutan,” ungkap Stanly.

Stanly pun memutuskan untuk pergi dari rumah sampai akhirnya Stanly pun menjadi seorang germo dan tenggelam dalam dunia prostitusi dan narkoba.

“Tahun 2001, saya mengalami sakau. Saya telpon pulang ke rumah. Saya bilang ke mama bahwa saya sudah ga kuat, saya ingin pulang dan saya dalam keadaan sakit. Saya nangis-nangis,” kata Stanly mengenang kejadian tersebut.

Dengan bantuan orang tuanya, Stanly pun membuka bisnis kecantikan dan mulai saat itu Stanly dikenal sebagai seorang waria.

“Setelah saya sembuh tidak memakai lagi, mama saya memberi saya modal untuk membuka salon. Saya bertemu dengan komunitas waria dan saya bergabung dalam ikatan waria se-Bekasi. Pada saat itu mereka mengadakan lomba khusus para waria. Setiap lomba saya selalu menang sampai tingkat daerah kabupaten. Akhirnya saya pun ikut yang di Jakarta. Waktu itu saya menjadi juara runner up, dari pemenang itu kami diutus untuk ikut lomba ke Thailand.”

Dua minggu sebelum lomba, Stanly dan teman-temannya mengadakan sebuah pesta narkoba. Namun di tengah pesta narkoba yang gila-gilaan itu, tiba-tiba sebuah peristiwa yang menegangkan terjadi.

“ Jadi saya mulai mabuk, pusing, tidak enak badan, dan pingsan. Ketika saya sadar, saya sudah di rumah sakit. Di situ saya merasa diri saya sudah tidak berguna lagi. Banyak orang datang untuk mendoakan bagi orang-orang yang butuh didoakan. Ketika saya didoakan justru saya mengusir mereka sampai saya marah-marah. Saya mengatakan, ‘Kalian mau apa ke sini, kalian mau mendoakan saya mati.’ Pada saat itu saya sudah tidak bisa melihat dan saya lumpuh.”

Di tengah keputusasaannya, Stanly pun menerima tawaran seorang teman kakaknya untuk menghadiri sebuah camp di Puncak.

“Ketika saya masuk di camp itu ternyata isinya pria semua. Saya melihat mayoritas adalah bapak-bapak. Di situ timbul lagi perasaan saya, kok di sini tempatnya bapak-bapak semua, ini orang-orang yang saya benci semua, ”ungkapnya.

Namun akhirnya sesi demi sesi diikuti oleh Stanly. Di tiap sesi diungkapkan tentang luka-luka hati, keterbukaan dan pengampunan.

“Pada saat itu sebenarnya saya berat mengampuni apalagi papa saya atau sama orang yang telah melecehkan saya itu, berat sekali. Saya merasa jijik dan benci karena saya berpikir bahwa mereka tidak pantas untuk dimaafkan. Tetapi karena  di sana hamba Tuhan bilang kalau kita ingin sembuh, kita harus mengaku dosa dan mengampuni orang lain. Saat itu saya menangis dan saya mau mengampuni mereka. Ternyata setelah saya melepaskan pengampunan, saya menjadi orang yang baru dan saya merasa beban saya sudah ringan,” ungkapnya.

Saat ini Stanly menjadi seorang fasilitator yang menangani kaum gay dan waria.

“Saya bersyukur, saya sudah menjadi pria sejati karena menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran tetapi menjadi pria sejati adalah masalah pilihan. 1, 2, 3... Yes!,"  kata Stanly menutup kesaksiannya 

Sumber Kesaksian:
Stanly Ernest Tikoalu (www.yesuskristus.com)


Minggu, 06 September 2015

KISAH PERTOBATAN DAN PEMBEBASANKU DARI RASA SAKIT HATI DAN KEBIASAAN BERDOSA

Terpeliharanya hidup tidak bergantung pada seberapa kaya atau cukupnya hidup seseorang. Demikianlah yang terjadi dalam hidupku. Orang tuaku bekerja sebagai wiraswasta, dan hidup kami berkecukupan secara materi. Akan tetapi, keluargaku tidak bahagia karena perhatian dan kasih sayang di antara anggota keluargaku sangat kurang. Pertengkaran satu sama lain sering terjadi, kesalahan kecil pun yang aku lakukan tidak jarang membuatku mendapatkan omelan-omelan kasar yang menyakitkan. Orang tuaku sering mengatakan bahwa aku adalah anak perempuan yang bodoh, tidak cantik, dan tidak menghargai orang tuaku. Hal itu tentu saja membuatku sangat kecewa terhadap mereka. Aku bertumbuh menjadi anak perempuan yang rendah diri dan penakut. Aku takut orang lain juga akan menolakku dan mengatakan hal-hal buruk tentang diriku. Akhirnya, aku mencari pelarian ke pendidikan, aku menyibukkan diri untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan pelajaran-pelajaran yang kudapatkan. Aku mengejar kepopuleran. Aku memang berhasil menjadi juara kelas terus, bahkan terpilih juga sebagai siswa teladan sewaktu SD dan SMP. Namun, aku tidak bahagia dan tidak merasa puas karena aku selalu hidup dalam ketakutan. Di sisi lain, aku menjadi sombong dan sering merendahkan teman-temanku. Aku tahu dan sadar bahwa semua yang aku perbuat itu tidak benar. Meskipun aku selalu rajin beribadah di gereja dan aktif dalam kegiatan-kegiatan rohani, tetapi aku tidak mampu keluar dari dosa-dosaku dan sakit hati yang menjeratku. .SUNGGUH SANGAT MENGENASKAN!!!

Suatu hari, ketika aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP, ada seorang siswa SMA yang menjelaskan kepadaku tentang status semua orang di dunia dan hukuman di balik semua itu. "Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23), dan upah bagi semua orang yang adalah maut atau kematian kekal di neraka.

Jelas aku tidak mau mendapatkan tempat di neraka! Karena itu, aku mengakui dosa-dosaku waktu itu dan tidak mau mengulanginya lagi. Lalu, aku memohon pertolongan Tuhan Yesus yang telah mati bagiku di kayu salib untuk menebus dosa-dosaku. Aku juga mengundang-Nya masuk ke dalam hatiku sebagai Tuhan yang berhak mengatur hidupku dan sebagai Juru Selamatku secara pribadi. Aku tidak mau terus-menerus hidup dalam dosa-dosaku, keminderanku, dan rasa sakit hatiku.

Setelah aku berdoa, aku merasa lega sekali. Aku sangat bersukacita. Aku berjumpa dengan Pribadi yang mengasihiku dan yang tidak akan menyakitiku. Aku juga sangat yakin kalau dosa-dosaku sudah diampuni dan aku memperoleh jaminan dari Tuhan Yesus bahwa aku tidak akan masuk neraka. Sebab, itulah janji-Nya dalam Yohanes 5:24, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."
Karena aku sudah diampuni, mulai saat itu aku belajar mengampuni orang tuaku dan menghargai teman-temanku. Aku memang tidak selalu berhasil, terkadang aku masih jatuh bangun. Namun, aku tidak takut karena keselamatanku tidak akan hilang. Keselamatan yang kuperoleh dari Tuhan Yesus ini bukan karena jerih lelahku. Sejak waktu itu, Tuhan Yesus semakin mengubah hidupku lewat firman-Nya yang kupelajari dalam kelompok Pemahaman Alkitab. Bersama teman-temanku, aku belajar suatu kebenaran bahwa hidupku ini penting dan berharga. Aku tidak perlu takut dan minder lagi. Semakin hari, aku semakin mengenal Tuhan dan kasih-Nya. Oleh karena itu, aku semakin dipuaskan dengan sukacita yang sejati.

Maukah kamu mengalami seperti yang aku alami? Mendapatkan keselamatan jiwa dan kebebasan? Datanglah kepada Tuhan Yesus dan mintalah pengampunan dari-Nya atas dosa-dosamu. Terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu secara pribadi. Kamu pasti bisa merdeka dari dosa dan hukuman kekal. Tuhan Yesus mengasihi kita.

Sumber Kesaksian: Ester Winarsih


POKOK DOA

1. Mari kita berdoa kepada Tuhan untuk Ester Winarsih, kiranya Tuhan senantiasa menolong dia untuk mengasihi orang-orang yang pernah menyakitinya.

2. Mari berdoa kepada Tuhan untuk Ester Winarsih, supaya hidupnya yang sekarang dapat dipergunakan untuk menolong orang-orang di sekitarnya yang mengalami pergumulan yang sama.

3. Mari kita berdoa kepada Tuhan untuk setiap orang Kristen yang masih menyimpan akar pahit, kiranya itu dapat dipatahkan sehingga ia mampu melepaskan pengampunan bagi sesama.


"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15)

SUMBER " SABDA.ORG


Rabu, 02 September 2015

DARI ATEIS SEJATI, JADI PENGIKUT KRISTUS

 Tahun 1967, tanggal 17 Februari, umurnya 38 tahun.

Hukuman 18 tahun telah mengunci seluruh hidupnya di balik terali besi, penjara khusus wanita di Tangerang. Segala kehormatan yang ia sandang sebagai pejuang wanita pada masa perang kemerdekaan (clash I -- agresi militer Belanda, Red. -- tahun 1946 -- 1947 dan clash II tahun 1949), wartawan internasional, penulis muda berbakat, penerjemah resmi negara, dan aktif di organisasi GWDS (Gabungan Wanita Demokratik Sedunia) pada zaman pemerintahan Orde Lama, telah 
sirna, diganti dengan tuduhan anggota Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) dan pembela Soekarno. Kakinya yang sangat lincah melompat dari negara satu ke negara lain di Eropa untuk tugas negara, sekarang meringkuk di dalam sel. Tidurnya hanya beralas tikar.Bukan hanya tubuhnya yan 
dipenjarakan dan mengalami berbagai penganiayaan mental dan fisik yang mengerikan,tetapi jugaseluruh potensi dan masa depannya mati.

Suatu hari, sesudah 8 tahunan di dalam penjara, seorang pria Belanda, Hoekama, menengok kawannya yang terlibat masalah narkotika internasional dan dipenjara di samping selnya. Hoekama menyempatkan diri menemuinya juga dan mengajaknya berdoa. Sebagai seorang ateis sejati, wanita ini hanya diam, hitung-hitung menjadi hiburan karena setelah bertahun-tahun, inilah satu-satunya orang yang mau peduli kepadanya.

Sejak itu, mereka berteman.Hoekema inilah yang kemudian mengusahakan kesejahteraan di penjarabagi teman barunya itu. Entah karena pemerintah takut orang Belanda ini akan berbicara kepadadunia internasional atau memang kebijaksanaan negara sudah berubah, yang pasti mulai ada 
perbaikan di selnya. Ia mendapat kasur dan jam untuk mengobrol di luar sel.Ia juga boleh ikutkegiatan koor, menyulam taplak meja makan dan sapu tangan, merajut syal,dan tidak ketinggalan, menulis. Hoekema dan kerabatnyalah yang menyediakan semua bahan dan menjualkan karya-karya
nya. Uang penghasilannya ini pun ditabungnya.

Sesudah masa tahanan selama 16 tahun,  yakni pada tahun 1983, wanita ini mendapat keringanan hukuman. Dibebaskan, tetapi harus melapor setiap bulan. Namun, kebebasan ini ternyata tetap 
membuatnya terbelenggu. Karena sudah sekian lama tidak menghirup udara luar, ia jadi gagap 
berteknologi, berhubungan dengan orang lain, dan bermasyarakat. Ditambah lagi, tidak ada 
seorang pun yang mau mendekat, apalagi menampungnya. Embel-embelnya sebagai "eks tapol" 
(mantan tahanan politik) membuat orang-orang takut. Kalau terlalu dekat, ada risiko dituduh 
pemerintah sebagai orang yang terlibat dengan PKI, yang nantinya akan mendapat sanksi. Isu 
ini masih sangat kuat pada waktu itu.

Hanya teman Belandanya inilah yang berani menampung di lingkungan gerejanya. Di komunitas 
gereja ini, wanita tersebut menerima Yesus sebagai Tuhannya. Dan, dari orang-orang dalam gereja inilah, ia mendapat penerimaan dan kesempatan mencari sertifikat penerjemah bahasa Belandadi Erasmus Huis dan sertifikat guru bahasa Inggris di LIA (Lembaga Indonesia Amerika), 
Jakarta. Lalu, ia juga menjadi penerjemah dan pengajar bahasa Inggris di beberapa LSM sepertiKalyana Mitra, Solidaritas Perempuan, dan Yasalira. Selain itu, ia juga bekerja di berbagai 
Kedutaan Asing sambil tetap menulis. Tulisannya sering mendapat penghargaan internasional danbeberapa bukunya diterbitkan oleh penerbit besar di Indonesia. Buku yang ia tuliskan antara 
lain: "Terempas Gelombang Pasang" (2003, oleh Penerbit ISAI),"Mereka yang Tersisih" (kumpulan18 cerpen dalam bahasa Inggris oleh Yayasan Lontar) serta "In a Jakarta Prison" (oleh YayasanLontar) yang mendapat penghargaan di Hawai University dan Harmlet Award.

Kamis, 6 September 2007, Tuhan memanggilnya. Dalam sebuah upacara pemakaman yang dijalankan 
secara kristiani, teman-temannya datang memberikan penghormatan terakhir.

Sebuah inisiatif seorang Belanda untuk mendoakan orang yang tidak punya harapan, dianggap sampah negara, momok masyarakat, dikucilkan orang, dan tidak dikenalnya ini, bukan hanya membawawanita tadi dari ateis sejati menjadi orang yang percaya Kristus dan Injil, serta mengembali
kan seluruh potensinya, tetapi juga menyebarkan dampak luar biasa. Bukan hanya sejumlah temannya yang ateis juga kemudian menjadi orang yang percaya Yesus dan aktif dalam pelayanan, melainkan setiap hubungan yang ia bangun dengan orang-orang di berbagai kedutaan tempat ia beker
ja, murid-murid yang ia ajar, dan juga pembaca-pembaca karyanya di seluruh dunia, telah 
menerima dampak kepercayaan serta nilai-nilai yang baru ia yakini tersebut.

Wanita itu bernama Sujinah. Ia adalah Bude saya, kakak kandung bapak saya.Kisahnya menegaskandampak dari sebuah inisiatif. Sungguh-sungguh ada kuasa di dalam inisiatif.

Diambil dan disunting dari:
Judul buku: Aku Takkan Menyerah
Judul artikel: Dari Ateis Sejati, Jadi Pengikut Kristus
Penulis: Retno Palupi
Penerbit: Gloria Graffa, Yogyakarta:2010
Halaman: 98 -- 100


POKOK DOA

1. Berdoalah bagi keluarga, sahabat, dan saudara kita yang masih belum 
   menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kiranya Tuhan 
   menyatakan panggilan-Nya dan menjadikan mereka satu kawanan dengan 
   kita sebagai umat Tuhan.

2. Berdoalah bagi masyarakat dunia yang memproklamasikan diri sebagai 
   orang ateis, kiranya mereka dapat membuka hati, dan Roh Kudus 
   berbicara dan menginsyafkan mereka.

3. Berdoalah bagi orang-orang Kristen, kiranya mereka semakin 
   bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Kristus.


"maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan 
mendapat pengenalan akan Allah." (Amsal 2:5)
< http://alkitab.mobi/?Amsal+2:5 >
< http://alkitab.sabda.org/?Amsal+2:5 >

Sumber : sabda.org