Kamis, 31 Desember 2015

Kes
aksian Surga dan Neraka dari LiYan china ke-1


Posted on by sukacitaku77 under Surga dan Neraka

LiYan seorang hamba Tuhan dari Hebei, China menceritakan rahasia kebenaran Kerajaan Surga. Video pertama dari LiYan ini asalnya berdurasi 2 jam 20 menit, dibuat sekitar tahun 2012/13. Kami hanya mengambil bagian inti daro kesaksiannya yang terbagi dalam beberapa episode. Periksalah kebenaran dalam kesaksian ini berdasarkan Alkitab Anda. Tuhan memberkati. Diterjemahkan oleh Little Sheep Big Faith.

Cara membuktikan kesaksian ini asli atau palsu sangatlah mudah. Jika anda percaya pada Allah yang Maha Kuasa berserulah padaNya, minta padaNya untuk menunjukkan kebenaran pada anda. Mintalah dari dasar hati anda agar Allah menunjukkan kebenaran yang tersembunyi. Jika anda telah berseru padaNya dan Dia tidak menunjukkan kebenaran pada anda, barulah anda dapat mengkritik orang-orang Kristen ini.

Hanya ada 2 kemungkinan :
Orang Kristen di seluruh dunia adalah pembohong dan pendusta yang membuat cerita menyesatkan, atau kemungkinan kedua.
Kesaksian-kesaksian dari seluruh dunia ini adalah benar dan ada kebenaran di balik semua cerita-cerita yang tidak diketahui oleh pengkritik dan orang-orang yang mencela orang-orang Kristen ini.

Kesaksian ini diberikan sebagai peringatan dan pesan dari Tuhan : bukan untuk membuat sebuah doktrin dan ajaran baru. Pengalaman Liyan adalah nyata dan bukan hasil rekayasa. Seluruh kesaksian ini haruslah anda periksa kebenaranya dalam Alkitab dan mintalah tuntunan Roh Kudus.


PERJALANAN KE NERAKA DAN SURGA-1
Ibu saya adalah saksi bagi saya mengenai apa saja yang saya alami sejak kecil. Ibu tolong berdiri, Ibu saya adalah saksi bagi saya mengenai apa saja yang saya alami sejak kecil untuk membuktikan saya tidak berdusta. Kesaksian saya dimulai pada tahun 1996 ketika saya berusia 16 tahun. Sejak kecil tubuh saya sakit-sakitan. Saat musim dingin, saya takut kedinginan, saat musim panas takut kepanasan dan saya tidak bersekolah. Banyak penyakit ditubuh saya dan sering kolaps atau jatuh sakit.Karena tidak bersekolah, ibu saya membeli beberapa ekor domba untuk saya gembalakan, dan tidak disangka sekarang saya menjadi seorang gembala yang diurapi Tuhan.

Hari demi hari tubuh saya semakin tidak sehat. Tahun 1996 penyakit saya menjadi sangat parah, sampai-sampai saya dapat pingsan sewaktu-waktu, jika tidak sadar dari pingsan saya akan mati.Setiap hari kepala ini sangat sakit sekali, seperti ada sebuah jarum yang menusuk kepala saya. Rasa sakit yang tidak dapat saya tanggung. Keluarga saya tidak peduli dengan keadaan saya, mulailah timbul niat untuk bunuh diri dalam diri saya. Saya mencoba gantung diri, mencoba minum racun, mencoba untuk terjun dari atas rumah, Tetapi karena rumahnya pendek, saya berpikir mungkin saya tidak akan mati. Jika saya terjun mungkin hanya patah tangan atau kaki dan akan membuat panik orang-orang. Saya pikir jangan demikian.

Kemudian saya berpikir saya ‘kan dari sejak kecil saya percaya Yesus tetapi saya tidak kenal siapa Yesus. Saya dibesarkan dari keluarga kristen, saya percaya Yesus, mengapa saya harus bunuh diri?

1 Korintus 3:16-17
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.


Saya tahu orang yang bunuh diri tidak akan diselamatkan, maka saya memutuskan untuk tidak bunuh diri. Jika Yesus nyata dan hidup. Hidup saya akan berakhir tetapi tidak dengan bunuh diri. Dari kecil saya bernyanyi, beribadah hanya sebagai kewajiban, hanya sebagai bentuk luar kekristenan. Saya percaya Yesus namun saya tidak mengenal Yesus secara pribadi. Kemudian saya berada diatas ranjang, hari itu jam 4 sore, ibu saya akan pergi bekerja begitu dia berangkat saya menutup pintu dan berdoa. Tuhan jika Engkau hidup, biarkan saya mati tetapi tidak dengan bunuh diri. Saya akan percaya padaMu Tuhan. Mulai 15.30 saya berdoa, bolak-balik berdoa berseru sekitar pukul 16.10. Roh saya tiba-tiba keluar dari tubuh saya. Saya melihat dan terkejut tubuh dan roh saya terpisah. Roh saya langsung berada disisi ranjang. Saat itu saya sadar bahwa tubuh yang saya tinggalkan telah menjadi sebuah mayat.

Tidak peduli betapa engkau muda, cantik, berpendidikan atau berkuasa Jika roh anda tidak pada tubuh anda, tubuh itu adalah mayat yang tidak ada gunanya sama sekali. Tuhan menciptakan manusia dari tanah dan akan kembali ke tanah. Tubuh tidak ada nilainya, yang benar-benar berharga adalah roh, saat itu saya baru sadar bahwa roh benar-benar berharga ketika saya melihat tubuh saya yang sakit-sakitan, saya juga tidak merasa kehilangan, saya mulai berjalan dan berpikir jika saya berjalan keatas saya akan menuju surga, jika saya berjalan ke bawah maka saya berpikir saya akan menuju neraka. Apakah ada yang berpikir demikian? ternyata tidak demikian. Bumi itu bulat, dibawah kita adalah Amerika bukan neraka. Jalan ke surga maupun neraka adlah keatas bukan kedalam bumi. Saya merasakan bahwa roh tidak dibatasi oleh ruang, saya meraba dinding, tiba-tiba saya sudah menembusnya. Roh tidak merasakan sakit-penyakit, sungguh nyaman rasanya.

Kemudian saya keluar dan melayang ke atas, saya melihat semuanya ada banyak orang di bawah. Ada yang berdagang, ada yang bekerja, ada yang bertani, ada yang menjaga anak, semua jenis orangpun ada. Roh saya melihat mereka seperti orang melihat semut, seperti segerombolan semut sedang pindah-pinah rumah, berbaris berbondong-bondong mengangkut makanannya. Manusia melihat semut begitu banyak apakah ada nilainya? tidak ada, demikian juga roh, saya melihat banyak orang seperti semut yang tidak ada nilainya. Saya mengucapkan selamat tinggal pada dunia dan roh saya merasa sangat senang karena akan ke surga, akan tetapi saya tiba disebuah tempat yang sangat gelap tidak ada tempat di dunia ini yang begitu gelapnya. Di bumi ini kadang-kadang pada malam hari sangat gelap tetapi kegelapan di tempat itu tidak sama. Kegelapan di sama tidak sama selain gelap juga begitu menggetarkan, menggoncangkan, mencekam roh ketakutan, kengerian dan kegoncangan yang dialami tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Sangat mengerikan horor, jari-jari tanganpun tidak dapat terlihat. Saya berpikir habislah aku, tempat ini bukan surga meskipun saya belum pernah ke surga tetapi saya tahu surga tidak gelap.

Sejak kecil percaya Yesus dan menurut Alkitab jalan-jalan di surga begitu kudus, bersih begitu berkilauan. Saya mencari jalan untuk ke surga, saya ingin ke surga , saya tidak mau berontak lagi. tetapi disana doa-doa saya tidak berguna. Di bumi saya dapat merasakan ketika berdoa Tuhan mendengarkan, tetapi di sana biarpun saya berdoa, berteriak, meraung-raung pun tidak ada yang mendengarkan. Saya menangis, meratap sangat lama tiba-tiba saya menyadari diatas masih ada langit lain dan ada suara dari atas “berjalanlah kedepan, berjalankah maju, setiap kali suara ini berbicara ada gema besar yang dibelakangnya. Saya mulai berjalan maju di padang pasir, semakin jauh saya berjalan semakin terdengar suara ratapan, tangisan, saya mulai bertanya-tanya, tempat apakah ini? mengapa banyak orang yang menangis dan meratap? Saya tidak dapat maju lagi, setiap kali maju saya merasakan orang-orang ini semakin dekat padaku tetapi saya tidak dapat melihat mereka. Tiba-tiba saya mendengar suara rantai atau kunci yang dibuka dan kemudian ada sebuah pintu yang terbuka. Begitu pintu itu terbuka, saya melihat sebuat tempat yang luas sekali, sebuah tempat seperti penjara yang sangat besar, penjara raksasa didepan saya, sebuah penjara yang sangat luas yang tidak terlihat ujungnya.

Ketika saya melihat ke dalam ternyata semua adalah orang-orang Kristen saya langsung berpikir bahwa kekristenan adalah dusta. Ada seorang nenek di jemaat kami dan ketika dia meninggal, ibu saya berkata dia telah dijemput pulang oleh Tuhan. Dia telah bersama Tuhan, ketika meninggal badannya masih hangat dan pipinya merah, memberikan kesan yang baik pada kami. Jika ada orang meninggal kami selalu berkata dia berpulang ke rumah Bapa. Ternyata nenek itu ada di tempat penjara tadi, dan saya juga melihat beberapa orang yang saya kenal. Saya langsung berpikir semuanya adalah dusta, sama sekali tidak ada surga, emngapa orang-orang ini berada disini semua? semua meratap, menggigit gigi penuh dengan suara kertak gigi. Baju yang dikenakan tua, lusuh dan koyak, orangtua tetaplah tua, anak muda tetaplah seperti keadaan mereka dibumi. Mereka menangis, meratap dan menggertakkan giginya. Ada sebuah suara berkata pada saya “masuklah, masuklah” saya tidak mau masuk karena saya tahu jika masuk saya tidak dapat keluar lagi, biarkan saya kembali hidup dan saya tidak akan minta untuk mati lagi. Daripada harus masuk ke tempat yang mengerikan ini, lebih baik saya kembali ke dunia. Orang-orang di tempat itu begitu menderita. Ada sebuah tenaga besar yang mendorong saya seperti sebuah angin yang tidak terlihat. Tangan saya meraih pintu dan memegang erat-erat dan saya berlutut di tanah. Saya menangis meraung-raung saya tidak mau masuk! Saat saya terus menangis tiba-tiba langit terbuka, diatas saya ternyata masih ada satu tingkat langit lagi. Langit itu terbuka seperti ini, lalu ada seberkas cahaya menerangi saya. Cahaya itu tidak menerangi seluruh tempat itu, hanya menerangi saya seorang diri, sekeliling saya tetaplah gelap.Hati saya sedikit lega karena langit terbuka adalah hal yang baik. Ada suara yang berkata kepada saya, “Anakku, janganlah takut”. Saya bertanya padanya, Tempat apakah ini? jawabannya tempat ratap dan kertak gigi. 

Matius 8 : 11 – 12
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”


Saya bertanya Adakah surga dan neraka? Mengapa orang-orang Kristen ada ditempat ini? setelah saya bertanya, tiba-tiba saya berpindah ke suatu tempat orang-orang ditempat itu mulai berteriak histeris, teriakan sekuat tenaga yang begitu mengerikan, penuh dengan teriakan ada laki-laki, perempuan, orang kulit putih, kulit hitam, ada orang dewasa dan anak kecil, mereka berteriak sekuat-kuatnya sangat mengerikan. Saya melihat disana seperti kamar-kamar apinya tidak pernah padam dan cacing-cacing tidak pernah mati.

Saat itu, saya masih tidak dapat membaca tuna aksara, kemudian hari setelah saya dapat membaca, saya menemukan tempat ini dalam Alkitab. Ada malaikat yang memberitahu saya, disana, apinya tidak pernah padam, cacing disana tidak pernah mati. Setiap orang berusaha menghindari api siksaan tetapi mereka tidak dapat lepas dari api itu. Api itu membakar roh setiap orang di dalam sana. Api membakar dari dalam ke luar dan dari luar ke dalam. Setiap terbakar, orang-orang itu berteriak histeris, menjerit sekuat tenaga. Saya melihat orang-orang yang saya kenal dari desa saya, ada yang mati karena kecelakaan, ada yang mati karena lanjut usia, ada yang mati karena sakit. Mereka disiksa di tempat itu dan teriakannya sangat menyayat. Saya menyadari bahwa orang-orang ini tidak percaya pada Yesus. Inilah yang disebut neraka. Berbeda denagan tubuh jasmani, roh tidak akan pernah mati, roh di neraka mengalami penyiksaan yang tidak ada akhirnya. Setelah melihat neraka saya bertanya apakah ada surga? tetapi jika aya harus memilih antara tempat ratapan dan kertak gigi atau neraka, jelas saya tidak akan memilih neraka. Benarkah ada surga? tiba-tiba setelah saya bertanya , saya dalam sekejap pindah ke alam lain.

Saya melihat orang yang percaya Yesus ada ditempat ratapan dan kertak gigi, sementara mereka yang tidak percaya Yesus ada di neraka dengan api siksaan. Jika dibandingkan dengan neraka, tempat kegelapan dengan ratap dan kertak gigi kelihatannya jauh lebih baik, saya melihat penjara yang lainnya di dalamnya penuh dengan ulat, sepanjang ini cacing-cacingnya. Cacing-cacing itu merayap keluar masuk, keluar dan masuk kembali dan memakan roh setiap orang di sana yang terus berteriak-teriak. Saya baru menyadari itu adalah roh manusia. Jika roh manusia ada dalam daging atau tubuhnya, orang memukulnya maka akan terasa sakit. Jika telah meninggalkan tubuh maka tubuh atau mayat itu tidak akan merasa sakit. Jika roh meninggalkan tubuh jasmani, dapatkah seseorang merasakan sakit? tidak, rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh jasmani itu menandakan roh yang ada di dalam tubuh itu. Setan menyiksa bukan hanya tubuh manusia tetapi juga roh manusia, maka akan sangat menyakitkan. Jangan anggap saya sedang bercanda, saya beritahu anda, surga dan neraka adalah nyata. Surga dan neraka sangat nyata, bukanlah suatu hal yang dapat dibuat bahan tertawaan. Berbeda dengan tubuh jasmani, roh tidak akan pernah mati, roh di neraka mengalami penyiksaan yang tidak ada akhirnya. Setelah melihat neraka saya bertanya apakah ada surga? tetapi jika saya harus memilih antara tempat ratapan dan kertak gigi atau neraka, jelas saya tidak akan memilih neraka. Benarkah ada surga? tiba-tiba setelah saya bertanya , saya dalam sekejap pindah ke alam lain

Wahyu 21 : 11, 18
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

21:18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.


Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen dan mereka bercerita bahwa surga adalah tempat yang begitu terang, penuh dengan kemuliaan, jalannya dari emas dan temboknya dari batu-batu berharga. Pada waktu itu, bagi saya surga adalah sesuatu yang abstrak yang tidak saya pahami betul karena saya belum pernah kesana. Dalam pikiran saya, saya mempunyai sebuah gambaran mengenai surga. Ketika saya berpindah alam itu, saya tidak tahu bahwa itu adalah surga. Saya pikir itu bukanlah surga tetapi adalah sebuah dunia lain yang begitu nyata. Wah mengapa bisa ada sebuah dunia yang begitu indahnya. Dibumi ada tanah, ada rumput, ada tanaman, ada bangunan, disana juga ada. Tetapi perbedaanya adalah disana segalanya sangat indah, sempurna. Ketika saya melihat rumputnya seperti emas, bersinar, berkilauan, ketika saya melihat rumputnya seperti emas, bersinar, berkilauan, bunga-bunga yang saya lihat begitu indahnya. Di kota Shijiazhuang, saya melihat bunga-bunga yang demikian indah, tetapi semuanya tidak dapat dibandingkan dengan bunga-bunga surga. Jika saya tidak melihat dengan mata kepala sendiri, saya tidak akan pernah dapat membayangkan seperti apa surga itu? tempat itu begitu indahnya, begitu bagusnya, sempurna. Saya mulai berjalan-jalan di tempat itu. Saya mendekati sebuah gunung, meraba batunya, ternyata itu bukan batu tetapi adalah permata, berlian, dan batu-batu berharga.

Satu gunung itu adalah batuan berharga. Ada juga air terjunnya mengalir dari atas yang mengalir dari air terjunnya ternyata adalah kristal bening. Ada sebuah sungai kecil mengalir ke bawah, dan airnya begitu menyejukkan dan beberapa dalamnya pun dapat terlihat dasarnya, sangat jernih. Dasarnya terbuat dari apa? terbuat dari mutiara dan batu-batu berharga. Wah ternyata ada dunia yang begitu indah, saat itu saya belum sadar bahwa itu adalah surga. Tanah yang saya injak semuanya terbuat dari emas. Rumah-rumah disana dari emas. bening seperti terbuat dari kaca, kristal dan batu-batu berharga, begitu luar biasa indahnya. Tempat itu begitu menakhubkan, saya tidak ingin kembali dan saya ingin berada di sana selamanya. Setelah perkataan saya itu, tiba-tiba dua malaikat menghampiri saya, mereka tersenyum padaku dan berkata semua orang yang datang jesini tidak ada seorangpun yang ingin kembali. Saya tertawa gembira benar tempat ini begitu indah luar biasa, lalu malaikat itu berkata, waktumu sudah habis, kamu harus kembali saya menolak tidak, saya tidak ingin kembali. Malaikat menjawab engkau belum layak tinggal disini. Saya sejak kecil percaya Yesus, ke gereja beribadah, setiap kali paskah dan natal kami selalu mempersiapkan acara itu semua untuk Tuhan Yesus. Saya juga ikut pertemuan doa, jawab saya. Tetapi malaikat itu berkata tetapi kamu tidak bertobat, hidupmu tidak berubah. Apa yang disebut bertobat, berubah? tanya saya. Saya mulai menangis dan bertanya saya melihat tempat yang penuh ratap dan kertak gigi. Apa yang akan terjadi pada mereka? Siapa orang-orang yang ada disana? lalu malaikat menjawab mereka adalah orang-orang yang percaya pada Yesus namun tidak bertobat atau berubah dari kehidupan lama mereka. Saya mulai menangis tersedu-sedu dan bertanya bagaimana ini, bagaimana? sampai kapan mereka akan meratap di tempat itu? jawab malaikat itu mereka akan berada ditempat itu sampai kedatangan Yesus Kristus yang kedua.

Wahyu 20:12-15
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.


Tempat ratap dan kertak gigi adalah sementara. Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, semua orang di tempat itu akan menghadapi penghakiman terakhir, setelah itu tempat itu tidak akan ada lagi. Setelah penghakiman terakhir, hanya ada 2 jalan untuk mereka satu dibuang ke neraka atau diperbolehkan ke Surga. Kalau begitu bagaimana, bagaimana? Malaikat menjawab kamipun tidak tahu hanya bisa menantikan keputusan Tuhan Yesus di Hari Penghakiman Terakhir. Tempat ini bukanlah purgatori, tidak ada tempat yang disebut purgatori. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan hidupnya masing-masing dan kesempatan untuk lepas dan penghukuman hanya ada ketika orang tersebut hidup, doa bagi orang mati tidak ada gunanya. Bagaimana dengan saya? tanya saya sambil menangis. Kamu masih dapat kembali ke dunia. Bagaimana aranya saya kembali? Setelah kamu kembali, kamu harus menceritakan pengalaman kamu dan apa yang kamu lihat, beritahukan pada banyak orang tentang tempat ratapan dan kertak gigi, tentang neraka dan tentang surga.Kamu harus menceritakan pada mereka yang tidak percaya pada Yesus bahwa surga dan neraka itu nyata tanpa Yesus semua orang akan dicampakkan ke dalam lautan yang kekal. Peringatkan juga orang-orang kristen bahwa setiap orang yang percaya Yesus namun tidak berubah hidupnya, tidak bertobat akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap dan di tempat itu terdapat ratap dan kertakan gigi. Mereka yang percaya pada Yesus dan bertobat, meninggalkan dosa-dosa dan kehidupan lama mereka akan masuk ke dalam kerajaan surga. Baiklah jawab saya, sekarang bagaimana saya kembali ke dunia? malaikat tadi menyentuh saya, dan dalam sekejap saya kembali ke dunia dan berada dirumah saya. Saya melihat jam ternyata sudah jam 22.30 malam, saya meninggalkan tubuh jam 16.30 sore. Saya terus menangis, menangis dan menangis sampai suara saya habis.Lalu saya melihat tubuh saya masih terbaring di atas ranjang. Adik laki-laki dan adik perempuan saya sedang tertidur, roh saya lalu masuk kembali ke tubuh saya. Saat membuka mata saya, seluruh tubuh saya seperti mati rasa tetapi saya terus meneteskan air mata, menangis beberapa saat lamanya. Setelah saya mulai merasa tangan dan kaki saya mulai bergerak, saya mulai bangun.Saya terjatuh dari ranjang ke tanah tetapi saya sangat bersyukur, sangat berterima kasih pada Tuhan yang mengijinkan saya kembali. Jika saya tidak kembali, apa yang akan terjadi pada saya?

Kisah Para Rasul 4:12
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”


Wahyu 21:6-8
21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”


Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.


Puji, Hormat, Kemuliaan dan Kuasa. Kami kembalikan kepada Tuhan Yesus Kristus. Amin 

sumber : khabarbaik.com





Minggu, 27 Desember 2015

JANGAN PERNAH PERGI KE PAMERAN PENINGGALAN RAJA TUT (MESIR)

Saya (Rebbeca) selalu terpesona dengan berbagai macam benda seperti batu pualam seperti yang digambarkan di dalam Perjanjian Lama. Saat itu saya belum pernah memiliki kesempatan untuk melihat satu diantaranya. Kemudian, saat saya masih berada di sekolah medis pada tahun 1970-an, ada pameran King Tut yang berasal dari Mesir di Amerika. Banyak benda-benda kuno, dan cantik yang berasal dari kubur raja Tutankhamen di Mesir yang ditampilkan. Tanpa bertanya kepada Tuhan, saya memutuskan untuk melihat pameran tersebut karena saya benar-benar ingin melihat batu pualam dan benda-benda cantik lainnya yang berasal dari jaman dahulu. Saya tidak pernah berpikir akan ada konsekuensi malapetaka yang akan masuk ke dalam hidup saya sebagai hasil dari melihat pameran tersebut.

Secara keseluruhan pameran itu sangat indah dan mempesona. Saya benar-benar menikmatinya. Di kemudian pada tahun itu, saya mendapat masalah kesehatan. Untuk masa tiga belas tahun ke depan, saya bergumul dengan berbagai macam penyakit yang datang silih berganti. Tidak lama setelah Tuhan menyembuhkan sakit yang satu maka sakit yang lain datang. Tidak peduli apakah saya telah bedoa dan berpuasa atau siapa pun yang mendoakan saya, kesehatan saya tidak sedikit pun berubah. Bahkan saya masih sakit dan lemah saat saya dan Daniel menikah.
Kira-kira enam bulan setelah kami menikah, suatu malam kami sedang berbaring sambil mendiskusikan Firman Tuhan (yang merupakan kebiasaan kami), saya bertanya kepada Daniel apakah dia pernah melihat batu pualam. Dan dia menjawab kalau dia belum pernah melihatnya. Saya memberitahu dia kalau saya pernah melihatnya di pameran raja Tut. Dan sekali lagi saya bertanya kepadanya kalau dia pernah melihat pameran tersebut. Sekali lagi dia menjawab kalau dia belum pernah melihatnya. Meskipun saat itu dia belumlah menjadi seorang Kristen, dia tidak pergi untuk melihat pameran tersebut karena dia mengetahui sejarah Mesir.
Daniel menjelaskan pada saya bahwa untuk menjaga makam-makam Firaun dari para perampok, maka sekeliling makam-makam tersebut ditaruh mantra-mantra yang kuat. Siapapun yang membuka makam tersebut, masuk ke dalamnya, atau bahkan melihat gambar yang ada di dalamnya dengan segera akan mendapatkan suatu kutuk kematian dan kehancuran dalam hidupnya. Untuk beberapa tahun lamanya hal ini cukup ampuh untuk menjauhkan para perampok dari makam-makam tersebut. Tetapi, dengan berlalunya waktu dan kerajaan baru muncul, orang-orang mulai melupakan kekuatan dan para penyihir Mesir itu. Tetapi, setan tidak lupa! Mantra-mantra sejenis itu telah ditempatkan di sekeliling makam raja Tut saat makam tersebut dibangun, dan masih memiliki efek mantra tersebut. Kenyataannya, Anda mungkin ingat kalau semua orang yang terlibat dalam penggalian makam raja tersebut meninggal dunia dalam jangka waktu dua tahun setelah penggalian tersebut.
Dengan melihat berbagai artifak dari makam raja Tut, ada suatu kutuk kehancuran yang ditimpakan dalam hidup saya. Karena saya ini milik Tuhan, Tuhan tidak mengijinkan roh tersebut membunuh saya, tetapi mereka benar-benar telah membuat hidup saya berantakan untuk beberapa tahun lamanya. Segera setelah saya menyadari apa yang telah saya lakukan, saya duduk di atas tempat tidur saya dan meminta pengampunan Tuhan karena telah melihat pameran itu tanpa bertanya terlebih dahulu kepada-Nya. Kemudian, saya mengambil alih kuasa atas kutuk itu dan mematahkan semua roh-roh jahat yang berhubungan dengan kutuk itu untuk meninggalkan saya saat itu juga untuk selamanya di dalam nama Yesus Kristus.
Sungguh nyata bedanya! Kesehatan saya mulai membaik, dan sejak itu saya tidak pernah mengalami suatu sakit yang serius lagi. Nyatanya, sekarang ini saya jarang merasa sakit. Saya jarang terkena flu. Sekarang ini saya jauh lebih kuat dan sehat daripada sebelumnya. Puji Tuhan!
Apakah Anda pernah mengunjungi pameran raja Tut? Jika memang pernah, maka Anda harus bergegas untuk menghancurkan kutuk-kutuk kehancuran dan kematian yang hinggap dalam hidup Anda.
(Kutuk Yang Belum Dipatahkan — Rebecca Brown MD./Daniel Yoder)

Rabu, 23 Desember 2015

KESAKSIAN HARUN YUSUF - MANTAN TUKANG KWAMIA

KESAKSIAN MANTAN PERAMAL KWAMIA DAN AHLI FENGSHUI (Harun Yusuf)

Sdr /i yang terkasih dalam Tuhan Yesus, perkenalkan, nama saya Harun Yusuf. Sebenarnya saya bukan dari keluarga beragama Kristen. Lima keturunan sampai kepada saya adalah tukang kwamia dan ahli fengshui.
Papa saya adalah keturunan yang keempat, saya yang kelima. Dan biasanya, jika ada orang yang datang kepada kami minta diramal, kami terlebih dahulu menebak masa lalunya sebanyak 10 macam tanpa diberitahu. jika minimal 9 macam tepat, barulah kami terima uangnya dan mulai meramalkan masa depannya, dan kalau saya melihat hongshui/fengshui juga demikian, diuji dahulu baru dibayar. Jika dalam 100 hari setelah bangunan dirubah menurut cara saya baru ada hasil, baru uangnya dibayar.
Dan saya tekankan disini, seseorang bisa kwamia dan hongshui bukan karena orangnya pintar atau berpendidikan tinggi, juga tidak tergantung umur. Seorang peramal, jika ada orang yang datang pada dia, ramalannya pasti tepat. Tetapi sekali lagi, bukan karena peramal tersebut, karena walaupun orangnya kecil ataupun tidak sekolah, karena yang pintar bukan orangnya. Berbeda dengan dokter, karena dokter yang hebat biasanya karena otaknya encer.
Itulah sekilas tentang pekerjaan saya sebagai peramal. Setiap orang yang datang kepada kami untuk diramal, tarifnya 150rb rupiah per 30 menit. Untuk melihat hongshui biayanya 2000-5000 ringgit malaysia dan kalau mau belajar pada kami, harus bayar kurang lebih 10 juta rupiah.
Penghasilan kami begitu besar, dan semuanya kami pakai untuk kebutuhan jasmani. Dan kenapa saya jadi percaya Yesus? Apakah Yesus bisa mendatangkan uang kepada saya? Sedangkan kalau saya kesusahan, tinggal lihat mia-nya, buat apa datang kepada Yesus. Oleh karena itu, saya dan keluarga anti-Yesus pada awalnya.
Selain itu, banyak juga orang Kristen yang datang kepada kami untuk di kwamia. Dengan begitu, mana bisa kami sekeluarga bisa pergi ikut percaya Tuhan mereka? Karena ternyata, orang Kristenpun banyak yang minta di kwamia dan hongshui. Sekarang saya sudah tahu bahwa sebenarnya banyak orang Kristen yang masih bingung.
Kenapa kami tahu banyak orang Kristen yang datang kepada kami?
Ceritanya begini, papa saya bertobat dan percaya Yesus, lalu dia beli 100 buah buku alkitab untuk dibagikan pada orang yang datang ke kwamia. Banyak orang yang datang, ketika diberi alkitab, mereka bilang sudah punya.
Lalu papa saya tanya: “Punya kamu atau anak kamu?”
Dia jawab, “Punya saya.”
“Berarti kamu orang Kristen?”
“Iya,” jawabnya.
“Lalu kenapa kamu datang ke kwamia? Yesus kamu kan hebat?”
Dia bilang, dulu memang dijawab doanya, tetapi sekarang kayaknya nggak. Padahal Tuhan Yesus ingin menguji kesetiaan orang tersebut. Mungkin 1 hari lagi doanya baru terjawab, eh dia malah berbalik dan datang ke tukang kwamia. Orang yang demikian sudah murtad dan berdosa kepada Tuhan.
Mengapa saya bisa percaya Yesus? Ceritanya begini:
Pada suatu saat, saya mau menikah dan saya sudah pilih jodoh yang nasibnya paling baik, shionya paling cocok, lalu menikahlah saya. Tahun pertama setelahnya saya mempunyai anak. Anak tersebut waktu lahir sehat semuanya dan laki-laki. Kalau orang chinese bilang anak pertama laki-laki berarti hoki (beruntung). Karena bagus semuanya, jalan kelahirannya, saya pulang kerumah. Beratnya 3,3 kilo, sehat.
Karena tidak ada telpon dirumah, suster RS bersalin datang tengah-tengah malam, lalu bilang bahwa anak saya dalam keadaan kurang baik. Saya tidak tahu masalah apa. Lalu saya pergi tengah malam. Sampai disana, suster bilang anak saya harus dirawat di RS, saya bawa dia ke RS karena kulitnya sudah membiru. Setelah di RS dikasih oksigen, keadaannya agak membaik. Saya menunggu anak saya sampai 4 hari 4 malam tidak tidur. Saya tidak percayakan pada orang lain karena mereka bisa tertidur. Mama saya, adik saya, mau jaga menggantikan saya, saya tolak. Dan saya meminta segala dewa yang saya sembah, segala tuhan yang saya sembah, untuk menyelamatkan anak saya.
Akhirnya, apa yang terjadi saudara? Anak itu akhirnya mati, dan sampai sekarang saya masih tidak tahu apa penyebab kematian anak saya, apa penyakitnya. Mulailah saya bingung. Saya tidak pernah berdosa seperti membunuh orang, saya tidak pernah menipu orang, saya tidak pernah, istilahnya membakar rumah orang. Setiap hari kerja saya adalah berbuat baik, yaitu meng-kwamia orang, kasi tahu kalau ada bahaya apa, lihat hongshui, supaya rejekinya turun, selalu membantu orang.
Orang seperti saya harus mati anak, ini nggak habis pikir. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa ini sudah nasib, sudah Tuhan tentukan, saya relakan walau tidak ada jawaban. Lalu tahun berikutnya, isteri saya mengandung lagi. Kali ini kami jaganya lebih hati-hati. Pakai dokter yang lebih canggih dan kami lebih rajin periksa ke dokter. Namun sampai bulan ke 8, isteri saya demam, lalu saya periksakan ke dokter. Dokter tersebut memeriksa perutnya dengan stetoskop, dan tidak menemukan detak jantung anak saya. Setelah di US, hasilnya adalah anak saya yang masih dalam kandungan sudah menjadi mayat!
Sudah 2 kali terjadi demikian, saya mulai mencari jawaban kemana- mana. Kepada siapa saya bertanya? Jika kepada pendeta, dia akan bilang bahwa dia punya Tuhan hebat, jika saya bertanya kepada biksu, dia akan bilang bahwa dia punya jalan bener. Saya bertanya, kenapa saya harus mati anak dua? setiap manusia bisa memberikan alasan yang bermacam-macam, tetapi apakah itu benar? Lalu, pada suatu malam, saya bertanya: “Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, siapakah diri-Mu? Jelaskanlah masalahku!”
Dari dalam hati, terdengar suara-Nya yang lembut mengajar saya. Dia bilang: “Mati anak dua masih belum cukup, mati 100 pun itu masih pantas. Kenapa? Karena yang kamu lakukan sekeluarga adalah dosa terhadap Tuhan, bukan dosa kepada manusia!”
Saya jelaskan. Kalau saya punya dosa terhadap saudara, ada Tuhan yang menjadi Hakimnya, Amien? Tetapi, kalau saya berdosa kepada Tuhan, siapa yang menjadi hakimnya? Pasti celaka! Dosa sama manusia bisa diselesaikan, tetapi kalau dosa sama Tuhan?
Wah, celaka…
Sekarang akan saya jelaskan satu persatu, dosa terhadap Tuhan yang telah saya lakukan…
Diantara kalian yang keturunan china mungkin mengenal yang namanya kweepang. Saya, sejak umur 2 tahun, sudah di kweepang kepada dewi kwan im, karena menurut shionya tidak cocok dengan mama dan dengan papa dan keluarga. Karena semuanya tidak cocok, maka dipisahkan dari orang tua.
Saya permisi tanya:
Ajaran mana, orang tua tidak mengakui anak kandungnya sendiri dan anak tidak boleh mengakui orang tua kandungnya sendiri? Ajaran kebenaran dari mana, apakah mengajarkan supaya kita menyangkal anak kandung kita sendiri dan apakah ajaran kebenaran itu juga mengajarkan supaya kita tidak mengakui orang tua kita? Yang mengajarkan demikian, pastilah berasal dari si setan. Amien.
Karena dia mengajarkan kita supaya menyangkal orangtua kita, dan mengajarkan orangtua untuk menyangkal anaknya. Kalau memang bukan jodoh, kenapa Tuhan beri kita anak? Kenapa anak ini tidak dilahirkan di orang tua lain? Bukankah justru karena dia jodoh kita maka Tuhan beri dia jadi anak kita? Setan tidak senang. Dia lalu bilang tidak cocok! Ciong abis! Dengan demikian, setan mengajarkan untuk menolak pemberian Tuhan. Nah itulah ajaran dari si jahat. Siapa saja yang menerima kweepang kepada orang lain, atau menyangkal anak, berarti telah menghina pemberian Tuhan. Dengan demikian kita berdosa kepada Tuhan.
Orang yang berdosa kepada Tuhan, jangan harap masa depan keluarganya bisa baik. Akan banyak penyakit, anak besar jadi brengsek, keluarga berantakan karena nurutin ajaran si jahat. Itulah mengenai kweepang. Roh Kuduslah yang mengajarkan kepada saya, setelah saya menerima Yesus. Bukan dari ajaran manusia. Dengan demikian aku menjadi percaya kepada Yesus. Engkau benar, Tuhan.
Sekarang mengenai kwamia. Mengapa bisa tepat? mangapa masa lalu bisa tepat? mengapa masa depan bisa tepat? Saya minta anda membaca Ulangan 13:1-5 terlebih dahulu. Ini tentang ramalan yang bisa tepat, Tuhan menguji apakah kita tetap setia kepadaNya atau tidak.
Ulangan 13:1-5 berkata: Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: mari kita mengikuti allah yang lain, yang tidak kau kenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena telah mengajak murtad kepada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan – dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah- tengahmu.
Saudara, kwamia adalah dosa kepada Tuhan juga.
Saya mau bertanya, adakah orang tua disini yang merencanakan yang jelek buat anaknya? Ada nggak orang tua yang merencanakan supaya anaknya kawin cerai berkali-kali? Lalu usaha anaknya bangkrut? Apa kita ingin supaya anak kita sakit-sakitan? Tentu tidak, bukan?
Saya punya anak mati dua, setelah terima Yesus, saya mendapatkan 2 anak. Saya bisa merasakan sendiri, bahwa saya akan merencanakan supaya anak saya masa depannya baik. Sekarang silahkan tanya pada diri sendiri: Tuhan pencipta langit dan bumi, apakah Dia senang jika kita hidup susah? Tidak umur panjang? Memberikan sakit penyakit? Punya anak masa depannya jelek? Keluarga berantakan? Apakah takdir Tuhan memang begitu?
Saudara, Tuhan mengasihi kita lebih besar dari kita mengasihi anak kita sendiri. Tidak mungkin Dia rencanakan yang jelek kepada kita. Dia mengatakan bahwa rancanganKu adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.
Nah, sekarang, kita sebagai ahli kwamia, tiap hari kerjanya apa?
Yaitu memfitnah Tuhan! Waktu ada orang datang minta kwamia, lalu kita tebak masa lalunya: Anakmu meninggal umur 11, benar atau tidak? Benar, kenapa begitu? Lalu kita jawab: Sudah nasib, sudah takdir, sudah ditentukan oleh Tuhan. Lalu tebakan kedua: Isterimu sakit, lalu meninggal, benar atau tidak? Betul sekali, kenapa ya? Lalu kita jawab: Sudah tertulis di pe-ji bahwa kamu akan kematian isteri dan anak. Contoh lain: Ada anak muda usahawan, saya lihat nasibnya, dia bangkrut. Lalu dia tanya kenapa, saya jawab: Itu memang sudah nasib kamu.
Bisa saudara bayangkan, tiap hari saya kerjanya begitu. Saya katakan sudah nasib, Tuhan kasih kamu nasib jelek, nasib jelek, nasib jelek, Tuhan kasi kamu kecelakaan, Tuhan kasi kamu sakit penyakit, sudah tertulis di tangan, di pe-ji. Itu namanya kita memfitnah Tuhan!
Saya contohkan: Anak anda bangkrut, rumah tangga berantakan, lalu saya katakan bahwa anda sebagai orang tuanya yang menjadi penyebabnya. Anda sebagai orang tua tidak pernah merancangkan yang buruk untuk anak anda, tetapi saya fitnah! Lalu, apakah anda senang akan tuduhan saya?
Maka, Tuhan pencipta langit dan bumi, marah sama kita orang. Setiap orang yang melakukan kwamia dan hongshui adalah kekejian bagi Tuhan. Saudara tahu, mau pergi atau tidak ke peramal itu urusan saudara, dan mau bicara atau tidak itu urusan saya.
Saudara yang terkasih, kalau ada yang datang ke kwamia, dia punya roh harus tunduk. Waktu dia masuk ke rumah kami, rohnya ditundukkan oleh dewa atau tuhan-tuhanan yang kami pelihara. setelah rohnya tunduk, maka rohnya akan bocorkan masa lalunya kepada dewa peliharaan kami, lalu dewa peliharaan kami menceritakan kepada kami. sampai letak tahi lalat tubuhnya ada dimanapun kami bisa tahu. begitulah rahasianya kenapa masa lalunya bisa kami tebak dengan tepat, karena rohnya sendiri yang membocorkan rahasianya kepada kami.
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? (I Kor 2:11)
Sekarang masa lalu bisa tepat, itu tidak aneh. Kita sudah sadar. Tapi masa depan kok bisa tepat? Nah itu baru aneh, benar bukan? Bagi saya tidak aneh sekarang, karena saya tahu kebenaran dari Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus punya kebenaran telah memerdekakan saya. Dan saya juga jadi tahu tipudaya setan. Cara tahu masa depan bisa tepat, saya ungkapkan di sini.
Padahal Tuhan selalu merencanakan yang baik buat kita, buat keluarga kita, buat anak kita. Tetapi setan selalu berusaha untuk memfitnah Tuhan. Nasib saudara yang datang ke kwamia, yang jelek, yang kecelakaan, yang bangkrut, adalah hasil rekayasa dari si setan. Jadi, orang yang datang minta diramal bukan tanggungjawab Tuhan lagi, tetapi hidupnya telah menjadi milik si setan.
Ketika roh orang tersebut tunduk, yang terjadi bukan saja roh tersebut akan membocorkan rahasia masa lalunya, tetapi juga akan mematuhi apa saja yang akan diperintahkan oleh dewa peliharaan kami. Dewa (=setan/roh jahat) itu tinggal bilang, perintah, bahwa tahun sekian bulan sekian kamu harus kecelakaan, harus jatuh sakit, harus mengalami kebangkrutan. Lalu dewa tersebut menceritakan pada kami, ahli kwamia yang tidak tahu apa-apa, bahwa akan terjadi nasib jelek dalam masa depan hidup orang tersebut. Saudara tahu, bahwa 90% ramalan dari kwamia adalah buruk! sedangkan yang mujur pun belum tentu benar-benar terjadi.
Itulah rancangan setan terhadap kita. Nah, kalau saudara merelakan diri di kwamia, berarti saudara merelakan nasib saudara di tangan setan, Tuhan tidak bertanggung jawab atas hidup saudara. Dan setan ingin agar saudara masuk neraka. Dia mengajar manusia untuk memfitnah Tuhan yang baik, dia mengajar untuk menolak anugerah Tuhan. Inilah kebenarannya, saudara mau ke kwamia lagi? Silahkan, kalau saya, sudah tahu kebenaran ini, lebih baik menyerahkan hidup saya kepada Yesus. Mati sekarang pun tidak apa-apa. Karena dunia ini sementara, dan saya akan pergi ketempat yang Ia telah sediakan buat saya.
Kemudian tentang Hongshui. Memang banyak kita orang chinese liat hongshui, dan hongshui 100% menceritakan tentang duniawi. Dan ada arah arah gunung-gunungnya yang harus kita hadapi dan ada pintu-pintu yang harus menghadap ke mana. Itu semua dari dunia. Dan di buku hongshui tidak ada kata sorga. Hanya saja banyak bercerita tentang sorganya dunia. Siapa yang mau cari dunia, silahkan cari hongshui.
Memang dia bisa bantu kita. Selama 2 tahun, 5 tahun, dan paling lama 10 tahun. Dengan percaya kepada hongshui, berarti saudara telah meninggalkan Tuhan, dan akan mengalami tagihan dari setan. Kalau bagi Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, kita berada dimanapun, rumah seperti apa pun, kalau Dia mau berkati kita, siapa yang bisa menghalangi? Amin!
Nah, kalau pakai hongshui, berarti menyangkal Tuhan, bahwa kita harus pakai akal kita, harus pakai ilmu-ilmu itu supaya mendatangkan berkat. Dan saudara sudah lari dari kebenaran ini, bahwa letak dimanapun juga Tuhan sanggup berkati kita. Jadi yang penting bukan hong shui, tetapi dekat dengan Tuhan! Biar pintunya arah apapun juga tetap baik, amin?
Itu bahayanya apa? Hongshui aslinya adalah benar-benar ilmiah.
Bagaimana mencari angin supaya ketika buka jendela, ventilasi udaranya baik. kalau pagi-pagi pintu kita buka, harus ada sinar mataharinya, supaya kalau kita punya anak bisa terkena sinar matahari dan tumbuh sehat. Dan arahnya jangan yang tusuk sate, karena angin tusuk sate itu kencang dan tidak sehat buat rumah itu. Bukan karena ada setan atau apa, tetapi memang secara ilmiah itu benar.
Akhirnya setan melihat cara ini untuk menjaring banyak jiwa. Maka dia pakai cara ini untuk menjerat jiwa-jiwa supaya mengikuti dia. Caranya bagaimana?
Setiap orang yang datang kepada kami, minta supaya usahanya maju, supaya anaknya bisa sehat dan cepat besar, kami minta supaya rumah orang tersebut dirobah menurut cara kami. dalam fengshui itu ada 24 arah, separuh baik dan separuh jelek. Setelah dirobah, maka rumah itu jadi berantakan. Dapur yang mulanya arah kesini, kami katakan salah, arahnya musti deket kamar. Yang seharusnya buka pintu dapur begini biar gampang, kami bilang salah, bukanya harus dibalik.
Akhirnya rumah orang itu jadi berantakan, dan lucunya, orang itu malah demen. Berani keluar duit berapapun untuk merobah rumahnya. Biar keluar masuk susah, yang penting hoki masuk, pikirnya. Memang hoki bisa masuk, dan bisa kasi uang, usaha bisa maju, anak sehat dan cepat besar. Tapi ilmu itu bukan datang dari Tuhan. Kalau ajaran Tuhan, yang penting dekat dengan Tuhan maka akan diberkati, bukan karena hongshui.
Siapa yang menyerahkan rumahnya untuk hongshui, berarti sudah menyerahkan rumahnya untuk dikuasai oleh setan. Setan yang menjadi tuan atas rumah yang di hongshui. Dan setan memberi uang, itu benar. Sampai 2 tahun, sampai 5 tahun, sampai 10 tahun, lalu datang tagihan. Tagihannya apa? bukan mau uang saudara, tetapi keluarga saudara, satu persatu, nyawanya akan diambil. Dengan demikian, tidak pantas, hanya menyicipi kebaikan selama 2 tahun sampai 10 tahun kita mendapat musibah sehingga anak kita umur 21 tahun mati, umur 33 tahun mati, orang tua kita belum 50 tahun sudah mati, dan ada anak atau saudara kita dalam keluarga yang menjadi tidak waras. Itu semua karena kutukan.
Menyerahkan rumahnya kepada setan untuk hongshui. Saudara mau? Apakah saudara percaya kebenaran ini? Mau ikut yang mana? Jalan dunia, pilih hongshui. Jalan keselamatan, pilih Yesus. Saudara silahkan pilih.
Dan yang paling kasihan, tukang kwamia dan ahli hongshui sendiri juga ditipu sama si setan. Seperti saya dahulu, bukan maksud mau menipu saudara dan bukan maksud tukang kwamia itu menipu uang saudara, tidak. Maksud tujuannya baik, Tetapi dia sendiri ditipu setan, seperti keluarga saya harus mati anak dua, dan di keluarga saya ada cici yang gagu dan nggak bisa denger.
Saudara, yang terakhir. Dosa yang paling besar adalah dosa penyembahan pada patung-patung berhala. Saudara tahu? Kalau dahulu saya sembahyang itu dibilang sembah setan, kata orang kristen, saya bilang kurang ajar! Akhirnya saya bertanya: Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, mengapa saya tidak boleh menyembah patung-patung?
Saudara, sekarang mari kita berpikir. Tuhan menciptakan langit dan bumi ini, lalu barulah Ia menciptakan manusia. Artinya, apa yang kita butuhkan sudah tersedia baru kita ada. Ia adalah Tuhan yang memelihara kita. Ada ajaran si setan, ajaran dari si jahat. Manusia menciptakan tuhan! Ambil satu kayu, sebongkah batu, lalu dia bikin. Inilah Tuhan! Manusia menciptakan tuhan, saudara. Kebenaran mengajarkan apa? Tuhan menciptakan manusia! Bukannya manusia menciptakan tuhan. Nah, ini ajaran siapa? Ajaran dari kegelapan. Setelah itu apa? Sesudah mencipta tuhan, lalu dikasi rumah! Dikasi makan! Dipelihara! Tuhan marah, saudara! Seperti saya, mati anak dua belum cukup, mati 100 pun masih pantas! Karena ingin melebihi Tuhan!
Memutar balikan kebenaran! Yang mau sembahyang sekarang, silahkan pergi saudara sembahyang! Itu urusan saudara.
Kalau saya, menyembah kepada Yesus, Pencipta langit dan bumi. Karena hanya Dia yang berhak menerima penyembahan itu. Dia Allah yang hidup, sedangkan patung adalah untuk yang sudah mati. Cukup berdoa dan menyembah dalam roh dan kebenaran, karena kita tahu bahwa Dia denger semua doa kita, Dia tahu isi hati kita. Kita tidak perlu pelihara Dia, tetapi memuji Dia, akan kasihNya, kebaikanNya.
Terakhir, banyak orang chinese di indonesia bilang bahwa saudara mereka yang masuk kristen itu orang paling bodoh! Kenapa? Kok bisa aja percaya sama Yesus yang bule itu lho. Saudara, sekarang saya misalkan begini. Kalau saya sakit kanker, lalu tabib di china tidak ada yang bisa mengobati, tapi saya dengar kabar ada dokter bule yang punya peralatan canggih dan sanggup obati penyakit saya, apakah saya tolak dia? Tentu tidak bukan? Saya bodoh atau tidak kalau begitu? Nah, Yesus itu Dokter segala dokter. Dia sanggup sembuhkan saya, bahkan selamatkan nyawa saya sekeluarga supaya tidak dilemparkan keneraka. Tentu saya pilih Yesus, walaupun dia bule.
Tuhan pencipta langit dan bumi datang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita semua. Tidak penting apakah Ia bule, mata biru, lalu kita tolak. Kita manusia semuanya sama, tidak boleh protes kepada Tuhan kenapa tidak datang sebagai orang cina. Kita ciptaanNya harus menurut, jangan belagu. Kalau menolak Yesus berarti menolak perintah Tuhan.
Saudara, silahkan. mau percaya atau tidak, terima atau tidak itu urusan saudara. Bicara atau tidak itu urusan saya. Itulah kesaksian saya. Amien! Haleluya!
* * * * *
Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, AKU sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. (Imamat 20:6)

COPAS : WWW.SURGANERAKA.COM

Sabtu, 19 Desember 2015

ORANG KRISTEN DI CINA


KEADAAN YANG BURUK DI PENJARA


Ruth duduk di atas lantai yang kotor. Perasaannya dipenuhi keinginan untuk memberontak karena bau busuk yang begitu menyengat dan meliputi udara di dalam sel. Ruth tidak bisa mengingat bau benda apa yang lebih busuk dari bau ruangan ini. Di dalam sel ini tidak ada toilet, bahkan tidak ada satu lubang kecil untuk pembuangan kotoran. Sedikitpun tidak tersedia air di tempat itu. Di Cina, khususnya selama masa kebrutalan revolusi kebudayaan, para tahanan benar-benar tidak diperhatikan.
Ruth bisa merasakan binatang-binatang kecil merayapi tubuhnya seperti laba-laba, kecoa, dan tikus. Nyamuk-nyamuk yang haus akan darah berdesingan di mana-mana. Kegelapan meliputi tempat itu. Begitu gelapnya sampai Ruth tidak bisa melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Pikirannya sedang melamunkan tiga orang anaknya, Daniel 10 tahun, Joseph 8 tahun, dan Mary 5 tahun, yang ditinggal sendirian di rumah. Ruth bersama dengan suaminya, Michael, telah ditawan dan dimasukkan ke dalam sel tahanan.
TRAGEDI YANG MENGENASKAN

Dalam kegelapan itu, tiba-tiba ada suara seorang teman yang bertanya, “Apakah kamu punya anak?” Mendengar pertanyaan yang seakan-akan mengerti pikiran dan perasaannya, Ruth menjawab, “Ya, ada tiga orang. Sebenarnya saya telah melahirkan empat orang anak, namun seorang di antaranya telah mati.” “Apa yang terjadi?” Ruth tidak bisa menjawab. Untuk sesaat air matanya menglir membasahi pipinya. “Tuhan, tolonglah aku untuk mempermuliakan Engkau dalam segala sesuatu,” dia berdoa.

Akhirnya dia mulai menceritakan kisah tragis yang menimpa anaknya ini. Dengan suara pilu dia berkata, “Peter,” Ruth menyebut nama anaknya ini, “Tiga tahun yang lalu ketika dia berumur 11 tahun, rumah kami digeledah dan didatangi oleh Tentara Merah (Red Guards). Ada beratus-ratus orang yang datang dan memeriksa tempat kami. Mereka telah mengetahui bahwa saya dan suami saya adalah seorang pemimpin dari banyak ‘gereja rumah’ di daerah itu. Mereka menendang roboh pintu rumah kami, mengikat suami saya dan menggunduli kepala kami berdua. Mereka menodongkan senjata di atas kepala kami dan berteriak, “Di mana Alkitabmu? Di mana rekan-rekan yang bersamamu? Di mana kamu melakukan pertemuan?” Karena kami menolak untuk menjawab, mereka mulai menghancurkan perabot-perabot rumah kami dan seisi rumah kami diporak-porandakan. Untuk tiga hari tiga malam kami tidak diizinkan makan, minum, atau tidur. Mereka melihat empat orang anak kami dan mereka membariskan mereka di atas bangku. Ketika anak kami kelelahan, mereka memukuli anak-anak kami dan memerintahkan untuk terus berdiri di atas bangku. Karena saya dan suami saya tidak mau menajwab saat ditanyai, maka Tentara Merah mulai menginterogasi anak-anak kami. Tetapi anak-anak kami juga menolak untuk bekerja sama. Mereka mengetahui bahwa hidup atau mati, mereka harus mengakui nama Tuhan Yesus dan jangan pernah menyebutkan nama atau identitas rekan-rekan pekerja Kristen yang lain. Dengan kasar mereka mulai memukuli anak kami lagi. Peter diseret keluar rumah dan giginya mulai dicabuti. Dia dipukuli hingga berdarah. Akhirnya mereka melemparkan dan meninggalkan tubuhnya yang sudah lumpuh di atas lantai. Suami saya dibawa dan dipekerjakan secara paksa di kamp militer pekerja berat. Saya segera membawa Peter ke rumah sakit. Dokter mengatakan tidak ada harapan karena anak ini telah banyak mengeluarkan darah. Saya dieberitahu untuk mempersiapkan pemakaman baginya. Mereka juga telah memberikan surat-surat yang diperlukan untuk proses pemakaman. Pihak yang berwenang mengizinkan suami saya untuk meninggalkan kamp kerja paksa untuk sesaat dan menjenguk Peter di saat menit-menit terakhir sebelum Peter dijemput Tuhan. Ketika melihat ayahnya datang, Peter sangat gembira. “Ayah dan ibu,” katanya, “Banyak orang yang mengenakan jubah hitam saat mereka mati, tetapi saya ingin berpakaian jubah putih, supaya saya kelihatan indah saat bertemu dengan Tuhan Yesus.” Kami menangis dan sangat berduka karena dia. Dan kami berdoa bersama-sama supaya nama Allah dipermuliakan. Karena musim hujan pada waktu itu, maka semua jendela di tempat itu ditutup. Tetapi ketika kami selesai berdoa, satu jendela terbuka dan ada angin sejuk berhembus masuk memenuhi ruangan. Roh penghibur datang memasuki hati kami. Peter berbisik perlahan, “Yesus telah datang untuk membawaku pulang. Selamat tinggal.” Wajahnya dipenuhi dengan sukacita. Bahkan dokter yang hadir saat itu digerakkan untuk berkomentar, “Saya belum pernah melihat orang yang mati penuh kedamaian seperti ini.” Ketika kami pulang ke rumah, anak-anak kami yang lebih muda dari Peter mengagetkan kami dengan kegembiraan yang luar biasa. Mereka berkata, “Kami tidak bisa tidur, karena kami melihat kumpulan besar malaikat-malaikat di sekeliling rumah. Mereka membawa alat-alat musik dan menyanyi untuk kami. Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk membawa Peter bersama-sama dengan mereka ke Sorga.” Saya menjelaskan, “Kakakmu telah pergi bersama-sama dengan Tuhan Yesus.” Dan mereka semua menangis. Peter begitu mengasihi adik-adiknya ini dan mereka juga membalas kasihnya dengan rasa sayang yang sangat besar.”
MENGGANTI KEBENCIAN DENGAN KASIH

Ada kesunyian yang panjang dalam sel itu. Tetapi kemudian Ruth mulai bisa mendengar suara tangisan yang berasal dari berbagai tempat di sel gelap itu. Tiba-tiba terdengar suara teriakan kemarahan, “Terkutuklah orang-orang Tentara Merah! Kenapa mereka melakukan hal yang keji seperti ini? Saya berharap bisa mencekik leher orang-orang ini dan membunuh mereka!”

“Jangan! Jangan!” Ruth berteriak, “Kalian jangan membenci mereka. Ini adalah dendam dan lingkaran kepahitan. Yesus mengajarkan supaya kita mengasihi semua orang bahkan mengasihi musuh-musuh kita. Setiap hari saya berdoa untuk Tentara-Tentara Merah ini, supaya mereka segera menemukan dan mengenal Yesus. Dengan cara yang sama, saya juga telah berdoa bagi kalian semua. Kalian semua juga kekasih-kekasih yang dicintai Tuhan Yesus.”
“Hah!” cetus seseorang dengan geram, “Kalau Yesus sungguh-sungguh mengasihi saya, kenapa saya ada di sini, di dalam sel yang kumuh ini?” Ruth mulai menjelaskan bagaimana sel yang kotor ini sama seperti dosa mereka. Hanya Salib Yesus yang sanggup menjembatani jurang antara orang-orang berdosa dengan Allah yang kudus. Yang mereka butuhkan adalah mengakui dosa-dosa mereka dan memintaYesus menjadikan mereka manusia yang baru.
Sekali lagi ada kesunyian yang panjang dalam penjara itu. Dan satu persatu anggota sel itu mulai bertekuk lutut di sampingnya, penuh tangisan mengakui dengan keras segala dosa-dosa mereka dan memohon Yesus menyucikannya. “Terima kasih, Tuhan,” Ruth berdoa, “Sungguh Engkau bisa mengubahkan segala sesuatunya menjadi baik.”
Kesaksian ini menggambarkan betapa hebatnya aniaya dan penderitaan yang dialami gereja-gereja Tuhan di Cina. Namun semua yang dialami orang-orang ini seakan-akan memancarkan kemuliaan Tuhan yang semakin terang dan menjadi kesaksian atas seluruh bangsa di dunia. Keteguhan iman mereka teruji dalam dapur api. Mereka bukan cuma mengakui Yesus dengan mulut mereka, tetapi mereka membayar pengakuan mereka ini dengan aniaya dan penderitaan. Mereka belum pernah merasakan datang ke gereja tiap Minggu, bernyanyi memuji Tuhan, bersukacita, dan mengharapkan untuk hidup dalam kelimpahan. Yang ada pada mereka adalah gereja bawah tanah dan ibadah yang sembunyi-sembunyi. Mereka dikejar-kejar oleh tentara militer, dan rawan dengan aniaya. Pengakuan iman mereka teruji dengan tindakan yang nyata. Kuasa Injil betul-betul dinyatakan dalam kehidupan mereka. Mereka mempertahankan iman dengan nyawa mereka. Tidak ada sesuatupun yang dapat menggoyahkan iman mereka di dalam Tuhan. Iman seperti inilah yang dicari Tuhan.
“… Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8)
PENGINJIL CINA MEMBUTUHKAN DOA SAUDARA

“Saya begitu sendirian. Saya menghadapi pikiran untuk bunuh diri ketika tidak bisa tidur setiap malamnya. Saya sangat merindukan untuk memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan, namun tidak seorangpun yang mau mendengar. Semua orang memandang rendah dan meremehkan saya. Penghiburan saya hanyalah Yesus yang telah mengalami dan menjalani semuanya ini, penderitaan, aniaya, diremehkan, dan direndahkan.”

Bagian dari surat penginjil Cina ini memberikan gambaran bahwa banyak daerah-daerah di Cina yang belum meresponi panggilan Tuhan. Bahkan kalau seandainya kita memasukkan 70 juta orang Cina Kristen (orang yang meresponi Injil Kristus) dalam hitungan, hitungan ini hanya mencapai kurang dari 7% saja orang Cina yang percaya dan meresponi Injil Kristus. Berdoalah supaya Tuhan meneguhkan setiap penginjil-penginjil yang melayani desa-desa kecil di seluruh Cina, supaya mereka berada dalam kondisi rohani yang berapi-api.

Selasa, 15 Desember 2015

MOBIL SELAMAT DARI BANJIR

Kemarin, hari Minggu tgl 13 Desember 2015, kami sekeluarga pergi naik mobil ingin makan bakmi di daerah Green Ville. Pada waktu kami berangkat, cuaca tidak terlalu mendung, tapi hujan rintik-rintik.

Pada waktu kami makan bakmi, tiba2 cuaca berubah sangat drastis, hujan angin begitu besar dan cuaca tiba2 gelap, dan dalam sekejab jalanan menjadi banjir. Kami sampai tidak habis pikir, tidak sampai setengah jam kami makan, jalanan sudah banjir. Lalu kami cepat2 pulang. Belum jauh dari tempat kami makan, genangan air sudah lumayan tinggi, kami berusaha menerobos, tapi di tengah jalan mobil kami mogok. Jujur kami sangat panik, karena kami pernah mengalami mogok karena banjir dan kami harus merogoh kocek 50 juta untuk perbaikannya..dan itupun juga sudah karena pertolongan Tuhan, karena kalau orang lain sudah mencapai 100 juta lebih. Hari ini kami kembali mengalami hal itu, mobil mati di tengah2 genangan air. Lalu anak saya keluar dari mobil mohon bantuan orang2 untuk bisa mendorong mobil ke tepian dan yang tidak terlalu ada genangan air. Betapa kami sangat panik, kami langsung berdoa, berbahasa Roh, kami katakan bahwa iblis sudah tidak bisa menuntut kami lagi, dan kami tutup setiap pintu pencuri, kerusakan apapun dan kami minta pelayanan malaikat agar awan pembawa hujan deras bisa terus digeser dan agar hujan berhenti. Semua hidup kami sudah lunas dibayar lunas oleh Yesus.

Sesudah peperangan, Roh Kudus berkata kepada adik saya untuk masuk ke penyembahan, berusaha mencari tahu kehendak Bapa...Kami lalu masuk dalam penyembahan, mohon ampun..sementara itu hujan masih turun meskipun cuaca sudah tidak terlalu gelap, tapi genangan air di tempat mobil kami parkir, mulai meninggi. Adik kami, Hasih, berdoa dengan otoritas dari Tuhan agar minta malaikat Tuhan mengeringkan jalan seberapa banyaknya air... dan memang air surut dengan cepat, sementara cuaca sudah mulai cerah dan hujan tinggal rintik2.

Tapi masalah belum selesai, lalu kami berdoa, dan Tuhan bilang bahwa mobil kami tidak akan ada kerusakan apapun, tapi akan berjalan normal lagi. Tuhan bilang bahwa kalau kami percaya kami akan melihat kemuliaan Tuhan, begitu air surut, hujan berhenti mobil akan jalan lagi...Kami minta malaikat Tuhan untuk membantu mengeringkan mesin mobil kami agar jalan kembali.

Lalu kami bilang ke Tuhan, Tuhan kami mau pakai imanMu...kemudian kami nyalakan mobil kami..ajaib memang karena mobil yang tadinya mati total tiba2 pas waktu distater mesinny masih menyala seperti mesin mobil mogok...Tuhan bilang untuk terus distater..dan saat itu Hasih dikasih tau Roh Kudus agar minta malaikat Tuhan yang paling kecil untuk membantu mengeringkan bagian2 mobil yang kecil2. Jadi kami mengerti rupanya mesin2 yang besar sudah kering, tinggal bagian2 kecilnya, makanya mesin masih bisa menyala meski masih belum bisa jalan.

Setelah distater berkali2, mesin mobil mulai menyala normal, dan Tuhan bilang ke hasih untuk nge'Gas' sampai ke angka 4 sebanyak 3x, dan sampai angka 5 sebanyak 3x. Pada waktu di gas, air banyak keluar dari knalpot, seakan2 disembur dengan kuat. Lalu hasih juga disuruh Tuhan untuk meniup 3x knalpotnya.

Setelah itu mesin mobil nyala normal, benar2 normal...Tuhan bilang suruh jalan ... begitu jalan... giliran bagian mobil yang di depan keluar asap banyak... tapi Tuhan bilang tetap jalan saja, karena itu merupakan proses pengeringan mobil seluruhnya. Sampai2 orang yang naik motor dan orang2 yang lewat menunjuk2 mobil kami..rupanya mereka aneh..kok mobil berasap malah jalan terus. Jujur saya juga ada takutnya kalau2 mobil terbakar...

Setelah itu kami coba nyalakan ac..dari udara panas yang keluar sampai akhirnya normal kembali... Kemudian kami coba matikan mesin, lalu nyalakan kembali..semua kembali normal..tidak ada kerusakan apapun seperti yang Tuhan bilang kepada kami. Semua jadi sesuai dengan FirmanMu..

Sampai hari ini, ketika kami coba nyalakan mobil semua berjalan dengan baik. AJAIBNYA TUHAN...BETAPA BAIKNYA DIA...KEMULIAANNYA DINYATAKAN...
TERIMAKASIH TUHAN...buat kami tetap erat melekat kepadaMu sampai garis akhir..

amin3x


Jumat, 11 Desember 2015

APAKAH SAUDARA SIAP BERTEMU SANG MEMPELAI PRIA?

Apakah Saudara siap bertemu Sang Mempelai Pria? Kita akan melihat Dia segera!!!

Mempelai wanita pada zaman di Alkitab adalah dibeli. Harga dibayarkan kepada ayah dari mempelai wanita, baik untuk mengkompensasi dia karena kehilangan seorang pekerja dan untuk menunjukkan kepadanya betapa mempelai pria mencintai dan menghargai sang mempelai wanita. Kita, sebagai mempelai Mesias, juga telah dibeli dengan harga. Sebuah harga yang sangat mahal - darah Yahshua. Darah-Nya sendiri yang dicurahkan di salib di bukit Kalvari adalah harga yang Dia bayarkan kepada mempelai wanita-Nya.
Kita adalah milik Kristus. Dia Mempelai Pria kita. Kita adalah mempelai wanita-Nya. Kita berada di dunia ini, tetapi kita bukan dari dunia ini. Upacara pernikahan Yahudi kuno terdiri dari dua bagian utama, dimulai dengan pertunangan. Pertunangan lebih mirip pertunangan kita hari-hari ini di bumi, tapi dengan rasa yang jauh lebih besar dari sekedar komitmen. Selama pertunangan pasangan ini benar-benar masuk ke dalam suatu perjanjian.
Perjanjian di zaman Alkitab sangatlah serius, penentuan, dimateraikan dalam darah dan diikat secara sah. Setelah pasangan masuk ke dalam perjanjian pertunangan, mereka menikah secara resmi dalam segala aspek kecuali untuk penyempurnaan perkawinan secara fisik. Pada upacara pertunangan, perjanjian pernikahan, atau Ketubah, telah disampaikan kepada ayah dari pengantin wanita. ‘Ketubah’ terdiri dari semua janji-janji mempelai pria kepada mempelai wanita. Mempelai wanita menghargai Ketubah-nya.

Kita juga memiliki Ketubah dari Mempelai Pria kita. Perjanjian nikah kita adalah Firman Tuhan! Ketubah kita (Firman Tuhan) menunjukkan kepada kita semua bahwa kita berhak sebagai Mempelai Kristus. Semua, bukan beberapa, tapi semua janji-janji dalam Firman Tuhan, adalah untuk kita. Sebagai Mempelai Kristus, kita berhak atas janji-janji itu - mereka adalah bagian dari Ketubah kita.
Meskipun mempelai wanita dipilih untuk mempelai pria, dia masih memiliki pilihan karena YHWH adalah lwmah lembut dan Dia tidak pernah memaksa siapa pun untuk mengatakan "Saya bersedia" kepada Anak-Nya. Ketika kita mengatakan "Saya bersedia" kepada Yahshua, kita harus percaya dengan hati kita dan mengaku dengan bibir kita.

Setelah jangka waktu ketubah sudah diterima, secangkir anggur dibagikan untuk menutup perjanjian pernikahan. Cangkir anggur kedua akan dibagikan beberapa bulan kemudian pada saat upacara pernikahan. Cawan yang Yahshua ambil di Paskah terakhir-Nya di bumi adalah secangkir perjanjian pernikahan yang baru dengan mempelai wanita-Nya.
Setelah perjanjian pernikahan itu dimateraikan, mempelai pria meninggalkan mempelai wanitanya untuk pergi ke rumah ayahnya untuk menyiapkan ruang pernikahan. Dia akan pergi sampai dua belas bulan. Mempelai Pria kita telah pergi untuk menyiapkan ruang pernikahan bagi mempelai wanita-Nya.
Mempelai wanita Yahudi dipisahkan, ditahbiskan, terpisah dari mempelai pria-nya - orang yang membeli nya. Jadi, sambil menunggu kepulangannya, dia harus tetap setia. Itu mungkin mudah pada awalnya. Tapi ketika kembalinya sang mempelai pria ditunda, godaan menjadi besar. Setelah beberapa saat, mempelai wanita bahkan mungkin mulai mempertanyakan kedatangannya. Kita adalah mempelai wanita yang disucikan-Nya, menunggu kedatangan-Nya kembali. Kita tidak boleh jatuh ke dalam pencobaan. Kita harus siap setiap saat untuk kembalinya sang Mempelai Pria/Raja kita!

Mempelai pria Yahudi biasanya datang kepada mempelai wanita mereka pada saat larut malam, dekat jam tengah malam. Suara shofar akan memecah keheningan malam dan akan ada teriakan besar dan tarian di jalanan. Kita dapat melihat hal ini dalam perumpamaan tentang sepuluh gadis: "Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!" Seperti seorang pencuri di malam hari, Mempelai Pria kita akan memanggil kita untuk bangkit dan menemui-Nya di udara. Kita akan mendengar teriakan dan suara shofar. Ini akan terjadi dengan cepat. Kita harus siap.

Bagian kedua upacara pernikahan Yahudi kuno, atau huppah, juga disebut "membawa pulang". Arti asli dari huppah adalah "ruang" atau "menutupi". ‘Huppah’ pada zaman kuno adalah ruang khusus yang dibangun di rumah ayah sang mempelai pria. Ruangan itu akhirnya digantikan oleh kanopi/hiasan pengantin. Huppah melambangkan rumah baru di mana mempelai pria akan membawa istrinya.
Mempelai wanita dan mempelai pria dikawal ke kamar pengantin di mana mereka akan sendirian selama TUJUH HARI. Secara roh, huppah bagi mempelai Kristus dimulai ketika kita diangkat dari bumi untuk dibawa ke ruang pernikahan surgawi kita di mana kita akan menghabiskan 'satu minggu' (TUJUH TAHUN), dengan Mempelai Pria kita, Yahshua. Sementara Mempelai Kristus berada di ruang pengantin dengan Yahshua, seluruh dunia akan berada dalam waktu kesusahan besar.
Sementara murka Elohim dicurahkan ke atas bumi, mempelai Kristus akan tersembunyi bersama dengan Mempelai Pria-nya. Setelah tujuh hari dalam huppah atau kamar pengantin, mempelai Pria dan wanita akan bergabung dengan tamu mereka untuk pesta pernikahan menggembirakan. Bermain musik dan menari adalah bagian rutin dari perayaan.

Wahyu 19: 6-9: " Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) "

Sama seperti pernikahan Yahudi kuno, akan ada teriakan sukacita dan tarian (ya, menari) dan betapa menariknya hal itu nanti. Mempelai wanita akan menari kegirangan bersama Mempelai Pria, Yahshua. Kita akan memerintah dan berkuasa dengan-Nya selama 1.000 tahun selama milenium! Bagi kita yang menantikan perjamuan kawin Anak Domba, kita harus pergi ke semua jalan dan menyebarkan luaskan undangan kepada orang lain untuk datang.

Wahyu 2:17: "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."


Wahyu 22:20: "Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! "


Diambil dari akun FB Vicki Lucas