Jumat, 26 Februari 2016

KESAKSIAN ZACK LEE (SUAMI NAFA URBACH)

Saya tidak datang dari keluarga kristen. Saya tidak mengenal Alkitab, tidak mengenal Tuhan Yesus, tidak mendapat pelajaran tentang surga dan neraka. Keluarga saya adalah keluarga yang beragama Budha tapi tidak beragama. Ngerti nggak saudara? Nggak ngerti? Banyak lho orang Kristen kaya gitu, beragama Kristen tapi tidak beragama Kristen. Yang didalam maksudnya saudara.

Saya punya masa kecil yang cukup baik. Saya hidup tanpa seorang ibu. Sampai waktu kelas 3 SMP saya dikeluarkan dari sekolah, saya sekolah di SMP 3 di Ancol, Jakarta. Dikeluarkan dari sekolah, saya pindah ke Australia, lalu masuk lagi ke SMP 3, 3 bulan kemudian keluar lagi, terus menerus seperti itu saudara, di SMP 3 saya nggak naik-naik, nggak lulus-lulus. Balik ke Jakarta papa sangat marah gara-gara sekolah saya ga kelar-kelar padahal sudah habis duit banyak. Lalu saya disuruh kuliah di Australia, saya cuma 2 minggu kuliah, hanya orang Indonesia aja lho yang bisa kuliah tanpa ijazah SMP 3, saya bilang, kalo bukan orang indonesia, ga akan bisa seperti itu. Saya tidak dikeluarkan saudara, tapi saya mengeluarkan diri, saya sangat nakal. Singkat cerita, di Australia saya jatuh dalam pergaulan yang sangat buruk, dimana saya pernah ikut geng, menjadi pecandu narkoba cukup berat, dan melakukan hal-hal yang kurang baik. Hidup saya di Australia begitu hancur, hari demi hari yang saya lakukan hanya berantem, pake narkoba, dalam seminggu saya bisa nggak tidur, karna memang nggak bisa saudara, sampai harus diseret dipaksa mandi, dipaksa makan, tidur, hidup saya begitu hancur dan kacau. Papa mendapat kabar bahwa saya hancur. Dia telpon saya, tanya saya gimana disana, dan saya bilang saya nggak papa, saya baik-baik saja. Dua minggu kemudian papa saya datang. Dan pada saat itu sedang tidur, dia tabok-tabokin saya supaya saya bangun. Saya kira saya sedang bermimpi. Ternyata saya nggak mimpi, saya lihat papa saya yang kagetnya luar biasa, dimana rumah dia jadi base camp, ada narkoba dan cewe dimana-mana. Papa saya begitu marah dan kecewa, saudara bisa bayangkan, dia buang semua narkoba dan usir dengan halus teman-teman saya. Saya lihat matanya, saya ajak dia ngomong, tapi dia nggak mau ngomong, dia terlihat mau nangis, tapi nggak bisa nangis. Dia begitu hancur, kecewa. Saya disuruh pulang ke Jakarta. Tadinya saya nggak mau pulang, tapi puji Tuhan saya pulang, temen saya banyak yang kacau. Ada yang masuk penjara, ada yang dideportasi, hancur semua. Di Jakarta hidup saya nggak bertambah baik. Saya tidak punya tujuan hidup, bingung mau ngapain. Mau kerja nggak bisa kerja, mau sekolah nggak bisa sekolah, bingung. Jujur hidup ini untuk apa.
Dari kecil saya suka menghayal apa yang akan terjadi ketika saya mati. Dari kecil saya nggak punya dasar agama. Saya Cuma jalanin dan menikmati hidup ini, saya merasa hampa banget. Karena saya dasarnya dari Budha, di ajaran Budha, kalau baik, katnya manusia mati jadi manusia lagi, kalo jahat jadi binatang.

Saya ketemu anjing dan saya ajakin dia ngomong : “Kamu dulu manusia?”.
Jawabannya, “Guk..guk..guk”.

Jangan-jangan dia mau ngomong bahasa Inggris tapi nggak bisa. Saya pikir-pikir kayaknya nggak masuk akal. Saya benar-benar dibuat bingung.Hidup saya tanpa tujuan. Hidup ini buat apa?

Saya juga pernah nanya ke nenek saya: “Nek, hidup ini buat apa?”.
Dia bilang, “Buat cari duit, jadi kaya, buat anak cucu,”.
Saya tanya lagi, “Cari duit, cari rumah, cari mobil, tapi mati nggak dibawa, kemana duitnya?”.
“ Ya buat cucu-cucu” jawabnya.
“ Iya bener duitnya buat cucu-cucu, tapi kita nya kemana” Dia diem aja.

Kalau hidup gitu ngapain.


Tahu kupu-kupu? Tahu artinya kupu-kupu? Dahsyat...

Singkat cerita, hidup saya begitu hancur, bingung. Hari demi hari saya di diskotik. Bahkan bisa 4 hari saya di diskotik, nggak pulang, karna di Jakarta ada diskotik yang nggak tutup-tutup, pakai narkoba, ineks, segala macam. Tapi ada suatu titik dimana papa ajak saya ngobrol, dia tanya kenapa saya begitu kacau dan hancur,

Saya cuma jawab, “Nggak tau”.

Tapi tiba-tiba dia nanya satu pertanyaan yang bikin saya bingungt, “Kamu mau nggak bertemu ibu kamu?”. 

Saya begitu kaget karena sejak kecil saya nggak pernah ketemu ibu saya, dari umur 3 tahun sampai umur 16 rahun. Dan akhirnya saya pergi ke Inggris. Dan ketika pertama ketemu, saya peluk cium dia – kayak di film-film. Dia nangis nglihat saya , dari kecil nggak liat anak tiba-tiba gede.Saya pindah ke Inggris, tapi di Inggris hidup saya tidak bertambah baik – Cuma satu bulan di Inggris - karena ternyata ibu saya pecandu narkoba juga. Bahkan kita pernah pake narkoba bareng. Saya bukannya bertobat, tapi malah tambah kacau. Ibu saya pake narkoba bukan semacam ganja, tapi lebih berat lagi. Heroin. Semuanya dipakai. Kita juga sempat ditangkap polisi, dimasukin sel, masuk penjara bareng ibu saya. Hidup saya hari demi hari tambah hancur.
Saya kembali ke Jakarta. Hidup saya hari demi hari tambah hancur, akhirnya tiba di suatu titik dimana saya ketemu Steve Emmanuel, seorang artis juga (yang saya critain tadi sebelum saya jadi artis, jauh) saya sudah mulai belajar syuting, tapi masih jauh.Dapat duit buat mabok.

Dia tanya, “Apa mau dikenalin sama kakak saya?”

Dan saya dikenalin sama Nafa di diskotik. Waktu itu saya dalam keadaan mabuk, dia juga dalam keadaan make, dan saya ketemu sama dia. Dikenalin, dan saya mulai pdkt sama dia. Singkat cerita, ketika saya bertemu dengan Nafa, Nafa saat itu dalam keadaan belum lama putus. Tadinya dia seorang muslim yang taat, nggak kenal diskotik, nggak kenal rokok, mabuk, dan pada saat ketemu saya, dia sudah dalam keadaan jatuh. Saya mulai dekat dengan dia, saya mulai datang ke rumah dia, dan tiba-tiba saya nanya dia, saya juga bingung kenapa saya bisa nanya seperti itu.

Saya nanya, “Nafa, agama kamu apa?”,
dan dia bilang ini sambil bengong, “Agama saya kristen.” 

Banyak orang mengira Nafa Kristen karena saya. Padahal saya dari kecil tidak punya agama.

Oke saya bilang, saya ikut kristen, nanti kalau dikenalin sama mamanya kan gampang. Itu kira-kira hari rabu atau kamis, singkat cerita sampai hari minggu. Saya bilang orang kristen kalo hari minggu ke gereja. Kita ke gereja di JFCC, GBI di Senayan. Pendetanya bule, wajah bule tapi fasih banget ngomong Indonesia, saya sampai bengong.
Setelah berkhotbah,ada altar call saya bingung karena dia liat-liat saya dan dia bilang :
“Yang mau terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, silahkan maju.”

Saya nanya teman saya, Kristen, “Apa saya harus terima Yesus?” 

Dan dia bilang, “Ya, kamu harus terima Yesus.” 
Dan saya maju ke depan. Banyak orang yang menerma Yesus hari itu saudara.
Yang pertama, saya didoakan, “Aku mengenal engkau.” 

Saya bingung saudara, padahal saya baru kenal dia saat itu, dan dia bilang, “Kamu telah membuat keputusan yang tepat. Yang harus kamu lakukan adalah kamu harus percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.” 

Dia bilang yang harus kamu lakukan adalah percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

Oke saya bilang: "Yesus, mulai saat ini Kamu adalah Tuhan dan Juru Selamat saya"

Dan waktu ngomong itu saya berfikir gampang juga, belagu-belagu juga dulu aku nggak punya Tuhan, sekarang sekali-kali aku punya Tuhan dong.Pikir saya. Yesus mulai hari ini Engkau adalah Tuhan saya.

Hidup saya memang tidak langsung berubah, tapi ada suatu kekuatan yang terus menarik saya. Ketika saya bertekad mengakui bahwa Yesus itu adalah Tuhan, saya mulai tertarik dengan Alkitab, saya nggak baca Perjanjian Lama, bosen saudara, saya mulai baca Perjanjian Baru dan saya mulai mendapati bahwa dalam dalam Alkitab, Yesus mengatakan bahwa Dialah jalan kebenaran dan hidup. Dan saya mulai mengatakan bahwa tidak ada jalan masuk ke surga kecuali melalui Yesus, dan saya mulai mendapati hal-hal yang wow, ini dasyat banget. Dan saya mulai ke gereja dan saya mulai diajari bahwa kita harus bangun hubungan dengan Tuhan. Saya pulang, dan berdoa, saya benar-benar bangun hubungan saudara, saya benar-benar berdoa, benar-benar yakin, sampai sekarang saya menganggap bahwa Yesus itu benar-benar ada dihadapan saya.

Saya ajak ngobrol, “Halo Yesus, apa kabar?” 

Saya benar-benar bangun hubungan pribadi saya dengan Tuhan. Saya ambil gitar, saya belajar lagu rohani, Ku Mau Cinta Yesus, itu saudara yang pertama saya pelajari dan tiba-tiba saya mulai dijamah Tuhan begitu luar biasa. Ketika saya mulai mencari Dia, Dia genggam saya begitu luar biasa. Saya mulai mengalami hal-hal yang seumur hidup saya nggak pernah alami.

Saya pernah mengalami, suatu saat saya sedang menyembah dalam Tuhan di kamar saya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan saya benar-benar kaget, saya buka mata, saya rasain angin dan saya nggak suka lagi berdoa ada orang, dan saya buka mata, pintu kamar itu tertutup dan saya periksa kunci, ternyata sudah saya kunci dan saya mulai menyembah dan berdoa lagi, dan tiba-tiba pintu kamar saya terbuka lagi dan saya pikir karena udah saya kunci, saya tutup mata lagi, dan tiba-tiba disitu, di pintu itu ada suatu sinar yang terang banget saudara, sangat berkilauan, saya tersungkur dan saya nangis, saya mulai ngerasain damai yang begitu kuat, mulai ngerasain cinta kasih Tuhan yang begitu dekat banget, atmosfir, dan saya nagis dahsyat banget, dan tiba-tiba disitu berdiri Seorang yang tidak bisa saya lihat wajahNya , begitu silau, saya hanya jatuh dan saya nangis dan nangis saudara. Ketika saya mencari Yesus saya mulai mendapati hal-hal yang seumur hidup tidak pernah saya alami. Saya selalu berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia, nggak akan nyambung. Tapi waktu saya bertemu Yesus saya mulai tahu bahwa kita bisa bangun hubungan pribadi dengan Yesus. Saya mulai tahu bahwa kita bisa bicara dengan Tuhan, wow dahsyat banget! Pada saat itu saya belum bertobat, tapi saya bangun adalah hubungan. Saya selalu ajari orang jangan membatasi diri dengan peraturan tentang hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Kalau saudara nggak pernah punya hubungan pribadi dengan Tuhan, jangan sebut diri saudara kristen, saudara hanya beragama saja. Jangan hanya jadi orang beragamawi saja. Yesus datang tidak membawa agama. Yesus datang membawa hubungan sama Tuhan. Dan saya mulai bilang kepada Yesus bahwa saya mau lepas dari narkoba, alkohol, sex bebas. Jujur, pada saat itu saya tidak munafik bahwa saya berzinah dengan dia. Saya mau bertobat, kalo Yesus bukan Tuhan tidak mungkin saya bisa lepas dari narkoba, sex bebas, alkohol, rokok. Dia Memberi Kekuatan. Lagu-lagu profetik dahsyat banget lagu-lagunya saudara, benar-benar memberi kekuatan. Saya yang tadinya tinggal satu rumah dengan Nafa,

Saya bilang: “Nafa, saya mau pulang, balik lagi ke rumah orang tua, saya nggak mau sex bebas, saya tau Tuhan nggak suka.” 

Sampai saya bikin tatoo, setengah jalan. Gara-gara teman saya orang Kristen boleh kog bikin tatoo. Oke, kita bikin tatoo. Waktu itu saya bikin di Jakarta. Tiba-tiba saya liat didalam spirit saya, dalam roh , saya melihat bahwa Tuhan membuang muka. Tiba-tiba di dalam hati saya merasa ada yang ‘greg’ ilang , “ooo kaget” Yesus nggak suka. Padahal, ada evangelist contemporer udah memimpin sampai ke seluruh dunia, masih bikin tatoo karena memang gayanya gitu. Tapi itu adalah urusan dia, hubungan pribadi dengan Tuhan saya nggak mau sampe jadi orang yang hanya agamawi. Tapi saya pribadi, Tuhan nggak mau saya bertatoo, maka tatoonya berhenti di tengah jalan. Dan akhirnya Yesus membebaskan saya sampai hari ini. Saya bisa kemana-mana, saya bisa dikirim kemana Tuhan mau bawa saya. “Oh, besok aku ke gereja. Kayaknya aku mau bersaksi.” Benar ternyata saudara, Tuhan sangat baik saudara, Tuhan begitu luar biasa, dan saya mau bilang, siapapun saudara, selama saudara masih berdosa, masih berzina, masih pake narkoba, selama saudara menjalani suatu agama sebatas suatu agama, saudara tidak akan masuk surga, karena Yesus tidak datang membawa agama tapi membawa kehidupan. Yesus membawa hubungan pribadi. Amin. Kalau saudara benar-benar terima Tuhan, saya yakin saudara akan alami hal-hal supranatural, wow dahsyat!

Yeremia 29:11 -
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan"

God Bless You!!
Sumber: Rotihidup.blogspot.com

Senin, 22 Februari 2016

KISAH MENGHARUKAN : PENDONOR DAN PEMERKOSA


19.02 | 
Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa.

17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota, tak tahu aku bener enggak nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini menderita leukemia (kanker darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.

Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth.

Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika iatetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni. Kisah ini akan berakhir bagaimanakah ?

Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.

Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setiaporang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini

Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi. Terakhir , Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya. Dokter menjelaskan lebih lanjut.

Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pedonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu carayang paling manjur, yaitu Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa suara Tuhan. . kenapa menjadi begini ?

Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa. Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.


Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut. Martha menggigit bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada dokter. Kami ada suatu hal yang perlu memberitahumu. Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun. Dr. Adely menganggukkan kepalanya.

Itu adalah 10 tahun lalu, bulan 5 1992. Waktu itu anak kami yang pertama, Eleana telah berusia 2 tahun. Martha bekerja di sebuah restoran fast food. Setiap hari pukul 10 malam baru pulang kerja. Malam itu, turun hujan lebat. Saat Martha pulang kerja, seluruh jalanan telah tiada orang satupun. Saat melalui suatu parkiran yang tak terpakai lagi.

Martha mendengan suara langkah kaki, dengan ketakutan memutar kepala untuk melihat, seorang remaja berkulit hitam tengah berdiri di belakang tubuhnya. Orang tersebut menggunakan sepotong kayu, memukulnya hingga pingsan, dan memperkosanya. Saat Martha sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh.

Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali . Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa.

Aku dan Martha merupakan warga Kristen yang taat, pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika.

Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala berkata Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika.

Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya, atau sumsum tulang belakang anaknya ada yang cocok untuk Monika. Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian ?

Martha berkata : "Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya. Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu. Berita pencarian yang istimewa ini mengakibatkan banjir pedonor sumsum tulang belakang.

Terlebih lagi lewat waktu begitu lama, mau mencari sang pemerkosa dimana Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran. November 2002, di koran Wayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan penderita leukimia !

Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr. Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, iatak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.

Saat ini juga seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. (surat kabar Roma) Komentar dengan topik : Orang hitam itu akan munculkah ? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat
kita sekarang menilainya Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ? (Surat kabar Wayeli) manulis topik Bila Anda orang berkulit hitam itu, apa tindakan yang Anda lakukan? sebagai bahan diskusi. Dan menarik berbagai pendapat akan sulitnya berada di dua pilihan ini. Bagian penjara setempat terus berupaya membantu Martha, memberikan laporan terpidana hukuman pada tahun 1992 pada RS. Dikarenakan jumlah orang berkulit hitam di kota ini hanya sedikit, maka dalam 10 tahun terakhir ini juga hanya sedikit jumlah terhukum berkulit hitam. Mereka berkata pada Martha : Sekalipun beberapa orang bukanlah terhukum karena tindak perkosaan, tapi mungkin beberapa juga menemui hal seperti ini.

Beberapa orang ini juga sebagian telah keluar penjara, sebagian lainnya masih berada di dalam penjara. Martha dan Peterson menghubungi beberapa orang ini, begitu banyak terpidana waktu itu yang bersungguh-sungguh dan antusias untuk memberikan petunjuk.

Tapi sayangnya, mereka semua bukanlah orang hitam yang memperkosanya waktu itu. Tak lama kemudian, kisah Martha menyebar ke seluruh rumah tahanan, tak sedikit terpidana yang tergerak karena kasih ibu ini, tak peduli mereka berkulit hitam maupun berkulit putih, mereka semua bersukarela mendaftar untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang, berharap dapat mendonorkannya untuk Monika. Tapi tak satupun pedonor yang memenuhi kriteria di antara mereka.

Berita pencarian ini mengharukan banyak orang, tak sedikit orang yang bersukarela untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang, untuk mengetahui apakah dirinya memenuhi kriteria. Para sukarelawan semakin lama semakin bertambah, di Wayeli timbullah wabah untuk mendonorkan sumsum tulang belakang.

Hal yang mengejutkan adalah kesediaan para sukarelawan ini menyelamatkan banyak penderita leukimia lainnya, sayangnya Monika tak termasuk diantara mereka yang beruntung. Martha dan Peterson menantikan dengan panik kemunculan si kulit hitam. Akhirnya dua bulan telah lewat, orang ini tak muncul-muncul juga. Dengan tidak tenang, mereka mulai berpikir,mungkin orang hitam itu sudah telah meninggalkan dunia ini Mungkin ia telah meninggalkan jauh-jauh kampung halamannya. Sudah sejak lama tak berada di Itali. Mungkin ia tak bersedia merusak kehidupannya sendiri, tak ingin muncul. Tapi tak peduli bagaimanapun, asalkan Monika hidup sehari lagi, mereka tak rela untuk melepaskan harapan untuk mencari orang hitam itu. Disaat sebuah jiwa merana tak menentu, harapan selalu disaat keputusasaan melanda kembali muncul. Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporakporandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Iaseorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran tergelam merupakan
mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan. Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya. 17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini.

Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini. Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak perempuan merka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, iayang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu.

Dimata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.

Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikitpun ia tak pernah membayangkan bahwa wanita malangitu mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya.

Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no. Telepon Dr. Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun. Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha. Sang istri, Lina berkata :
"Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian". Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan :Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu?

Sedikitpun aku tak akan memaafkannya !!! Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata :"Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku". Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat sang anak dan berkata : "Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya".

Sampai sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata padanya untuk menenangkan ayahnya : "Baiklah, kumaafkan. Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya. Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri : "Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?" Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian padanya dengan menanyakan apakah ada masalah Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah : "Selamat pagi, manager !" Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu
dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.

Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang : "Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr. Adely menambahkan kalimat terakhirnya berkata :"Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya. Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini.

Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata : "Sangatlah
mungkin bahwa aku adalah ayah Monika Aku harus menyelamatkannya Lina sangat terkejut, marah dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah :"Kau PEMBOHONG !" Malam itu juga iamembawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya :"Memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat mengulurkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar.

Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur. Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya Ataukah seornag suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?" Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama. Pagi-pagi di hari keuda, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata :"Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! Aku akan menemanimu !"

3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely. 8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu. Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.

Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis surat pada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat :"Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan !"

10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.

Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata : "Maaf. . .mohon maafkan aku !" Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu. Martha menjawab :"Terima kasih kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku".

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang dokter berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban !"

22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang ke rumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata :"Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian". Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di separoh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !

( Italia Post)

Sumber : lightchristian.blogspot.co.id

Kamis, 18 Februari 2016

Kesaksian Ria Puspita "Puji Tuhan Mujizat benar2 terjadi di dalam hidup saya, TUHAN YESUS PENYELAMAT'ku"

Ini Kesaksian saya Smoga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.....TUHAN YESUS PENYELAMAT'ku...

Pada Tahun 2011 Tepatnya di bulan agustus menjelang hut RI dan lebaran,saya tinggal di daerah Bali tepatnya di kota Gianyar...saya mengalami hal2 aneh setelah saya pindah ke suatu rumah kontrakan disana,tepatnya pada suatu malam saya mengalami mimpi yang aneh.... keesokan harinya saya curhat sama ibu gembala disana,setelah curhat saya pergi ke menara Doa di gereja dan saya berdoa seorang diri disana... setelah itu saya tidak dapat mengontrol diri saya sendiri terutama pikiran saya... saya diingatkan akan masa lalu saya yang begitu pahit.... dan pada akhirnya saya tidak ingat apa2 lagi yang saya ingat hanya suami saya dan seolah2 dia itu adalah Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan hidup saya.

Kemudian suami,dan orang2 terdekat saya khawatir dengan keadaan saya yang semakin memburuk pada akhirnya saya dibawa ke RS.Jiwa Bangli.. dan dokter menyatakan saya sakit jiwa dan sulit untuk di sembuhkan... 

Suami dan keluarga saya sudah panik semua,kemudian Pak.pendeta dan Ibu dari GBI CIMANGGIS greja dimana kami menikah datang untuk menjemput saya,mereka setiap hari mendoakan saya dan pada akhirnya setelah 1mgu saya dirawat di RS.Jiwa saya di bawa pulang paksa oleh suami saya ke cibinong daerah asal kami tinggal walaupun Dokter tidak mengijinkan tetapi suami dan pendeta saya yakin bahwa ada Mujizat untuk saya.

Akhirnya 1hri sebelum lebaran saya pulang ke cibinong dalam keadaan saya tidak tahu apa yang saya rasakan,saya hanya merasa selama ini saya sedang tidur panjang,dan mereka bilang selama saya dirawat saya tidak sadar akan diri saya sendiri....tetapi setelah sampai di bandara jakarta saya mulai sadar akan diri saya sendiri dan saya mulai mengenali keluarga dan anak saya....

Puji Tuhan Mujizat benar2 terjadi di dalam hidup saya...dan saya merasa selama ini saya sudah di perbaharui oleh Tuhan Yesus dan hidup saya Sudah benar2 di menangkan OlehNya.... Saya bisa hidup normal kembali dengan keluarga saya dan anak yang begitu menyayangi saya...Tetap Berserah dan berharap hanya kepadaNya... 

Tuhan Yesus Memberkati...

Sumber : dari facebook

Minggu, 14 Februari 2016

JANGAN MELUPAKAN TUHAN YESUS

Syallom, 
saya ingin berbagi kesaksian. Dulu saya adalah orang yang rajin berdoa dan menjadikan Yesus tuntunan dalam hidup saya. Namun setelah saya memperoleh semua yang saya minta dari Tuhan, saya menjadi agak jauh dari Tuhan dan terlalu sibuk dengan pekerjaan saya hingga lembur-lembur, tidak punya waktu dengan keluarga, setiap malam tidak bisa tidur karena masalah pekerjaan, dan sedikit melupakan Tuhan. Saya berusaha mati matian dalam usaha saya sehingga sedikit melupakan Yesus. Namun dari usaha keras yang saya lakukan tidak menimbulkan hasil. Hingga suatu malam saya teringat gambar yang dikirimkan teman saya semasa saya kerja ikut orang diperkantoran. Gambar tersebut bertuliskan ,
MONEY SAYS “Earn Me Forget Everything”
TIME SAYS “Follow Me Forget Everything” 
FUTURE SAYS ” Struggle for Me Forget Everything”

dan yang terakhir bertuliskan
GOD SAYS “JUST REMEMBER ME, I’LL GIVE YOU EVERYTHING”

Disaat itu saya teringat kasih Tuhan dan saya meneteskan air mata, saya meminta ampun kepada Tuhan Yesus. Kemudian saya berdoa untuk mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap langkah hidup dan pekerjaan saya.
Mujizat pun terjadi, Tuhan memberkati usaha saya dengan sangat sangat sangat luar biasa.
Disaat kita mengandalkan Tuhan dalam apapun bukan mengandalkan diri kita sendiri disitu saya yakin Tuhan ikut bekerja dalam mendatangkan kebaikan.

Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati

Sumber : pelitahidup.com

Rabu, 10 Februari 2016

KESEMBUHAN DAN PEMULIHAN

Syallom, ini kesaksian saya yang kedua yang dialami oleh orang tua saya.
Kejadian ini terjadi beberapa tahun lalu, namun tetap kami simpan dalam hati kami sekeluarga. Baru saat ini saya mendapat dorongan untuk berbagi kesaksian.
Beberapa tahun lalu, orang tua saya beribadah di GBI Keluarga Allah Solo, saat itu ada pendeta tamu dari Jakarta pendeta Gilbert. Pendeta Gilbert dipercaya bisa mendengar suara Tuhan.
Pada saat doa, saat itu mama saya berfikir masa sih bisa mendengar suara Tuhan, kemudian mama berdoa “Tuhan jika memang engkau bisa berbicara melalui pendeta ini, PANGGILAH suamiku kedepan untuk didoakan akan kesembuhan penyakit polip nya”, kemudian mama saya terus berdoa meminta kesembuhan ayah saya.
Tiba-tiba, ditengah doa, pak Gilbert menghentikan doanya dan berkata, “Tunggu, baru saja Tuhan berkata, ada seorang istri yang mendoakan suaminya untuk meminta kesembuhan polip nya, pak jangan keraskan hati, majulah kedepan istri anda sedang mendoakan anda.”  Kata-kata yang keluar dari ucapan pak Gilbert 100% sama persis dengan doa yang dipanjatkan mama saya kepada Tuhan, tidak ditambah maupun tidak dikurangi kata-kata nya”
Saat itu mama hanya bisa menangis dan meminta ampun karena telah menguji Tuhan.
Namun papa saya tidak maju-maju, namun pak Gilbert terus memanggil, “Ayo pak, jangan keraskan hati, Tuhan meminta saya untuk memanggil bapak kedepan”, akhirnya papa saya tergerak untuk maju.

Saat selesai ibadah mama saya masih menangis dan ditanya papa saya kenapa, dan diceritakanlah semua mengenai hal ini kepada keluarga saya. Dan hari ini saya bagikan cerita kesaksian yang dialami oleh mama saya kepada saudara saudara.
PERCAYALAH BAHWA TUHAN ITU ADA YAKINLAH BAHWA YESUS ITU TUHAN KITA. AMIN 
Tuhan Yesus memberkati

Sumber : pelitahidup.com

Sabtu, 06 Februari 2016

MULAILAH DENGAN PERKARA SEDERHANA UNTUK MENGASIHI


Ada suatu kisah mengenai seorang gadis kecil yang ingin bertemu dengan Tuhan. Ia tahu bahwa itu memerlukan sebuah perjalanan jauh untuk pergi ke tempat dimana Tuhan tinggal, jadi ia menyiapkan segala bawaannya yakni makanan kecil Twinkies dan sebuah enam pak rootbeer, dan ia memulai perjalanannya.
Ketika ia pergi sejauh kira-kira tiga blok, ia bertemu dengan seorang wanita tua. Ia hanya duduk di taman memandang burung-burung merpati. Pemuda kecil itu duduk di sampingnya dan membuka tas perlengkapannya. Ia ingin untuk meminum rootbeer-nya dan ia memperhatikan bahwa wanita tua itu terlihat kelaparan jadi ia menawarkan wanita tua itu Twinkies-nya. Ia dengan senang hati menerimanya dan tersenyum kepadanya. Senyumnya begitu cantik hingga gadis kecil itu ingin melihatnya lagi, jadi ia menawarkan wanita tua itu sekaleng rootbeer. Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Gadis kecil itu senang sekali! Mereka duduk di situ sepanjang sore hanya makan dan tersenyum, tetapi mereka tak mengucapkan sepatah kata pun.
Lalu gelap pun mulai menyelimuti, gadis kecil tu menyadari betapa lelahnya ia dan ia harus bangkit untuk pergi tetapi sebelum ia melangkah lebih jauh lagi; ia berputar kembali, berlari kepada sang wanita tua tadi, dan memberikan ia sebuah pelukan. Wanita tua itu memberikan senyum terbaiknya. Ketika gadis kecil itu membuka pintu rumahnya, tak lama kemudian ibunya terkejut melihat kegembiraan yang teraut di wajah putranya. Ia bertanya kepadanya, “Apa yang kau lakukan pada hari ini hingga membuat kamu begitu gembira?” Ia menjawab, “Saya makan siang dengan Tuhan.” Tetapi sebelum ibunya sudah merespon, ia menambahkan, “Ibu tahu? Ia memiliki senyum tercantik yang pernah saya lihat!”
Di tempat yang lain, sang wanita tua, yang juga tersuntik oleh kegembiraan, kembali ke rumahnya. Putranya terkejut oleh tampak kedamaian di wajah ibunya dan ia bertanya, “Ibu, apa yang Ibu lakukan hari ini hingga membuat Ibu begitu gembira?” Ibunya menjawab, “Saya memakan Twinkies di taman dengan Tuhan.” Tetapi sebelum putranya merespon, ia menambahkan, “Kamu tahu, ia lebih muda dari yang saya perkirakan.”
Terlalu sering kita meremehkan kekuatan dari sentuhan, sebuah senyuman, kata-kata yang manis, telinga yang mendengar, sebuah pujian yang tulus, atau perhatian yang kecil, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan menjadi berbalik. Orang-orang datang ke dalam kehidupan kita untuk sebuah alasan, sebuah musim waktu, atau seluruh masa hidup kita. Rangkullah semuanya!

“Kasihilah Sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri”

“Mulailah dengan perkara yang sederhana”

SUMBER : hidupbersamayesus.blogspot.co.id

Selasa, 02 Februari 2016

KISAH NYATA 100% "ADA KESEMBUHAN YANG MENANTI ANDA"

Dokter memanggil Anda keruangannya dengan sebuah ekspresi serius, “Saya punya kabar buruk, Anda sakit kanker..” Jika Anda mengalami vonis ini, mungkin semua harapan Anda hancur dalam sekejab, dan depresi.

Atau Anda mengalami penyakit menanahun yang tidak juga kunjung sembuh. Anda sudah ke dokter, dan menjalani berbagai pengobatan. Tidak hanya itu, Anda juga datang kepada banyak hamba Tuhan untuk di doakan. Setiap kali KKR kesembuhan, Anda dan keluarga memastikan diri ada disana. Namun Anda bertanya, “Mengapa saya tidak kunjung sembuh juga?” Mari kita kembali kepada apa yang Alkitab katakana.
Pertama, Tuhan tidak melarang penggunaan obat dan cara-cara medis. Bahkan di Alkitab mencatat bagaimana Rasul Paulus menyarankan perawatan medis untuk masalah sakit perut yang dialami Timotius (1 Timotius 5:23). Pengobatan dengan cara medis juga merupakan suatu anugrah Tuhan. Namun dalam pelaksanaan pengobatannya, jangan lupa mengundang Tuhan untuk turut campur di dalamnya.
Kedua, Tuhan juga dapat melakukan mukjizat penyembuhan. Itulah sebabnya Dia memiliki gelar Tabib Ajaib. Di kitab Matius di catat bagaimana Yesus melakukan berbagai mukjizat kesembuhan atas banyak orang. Dalam Matius 8:17 menuliskan bahwa Yesus menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit penyakit dan mengusir roh-roh jahat untuk menggenapi nubuatan yang berkata, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
Di Alkitab juga mencatat bahwa dalam beberapa kesempatan Yesus menyembuhkan banyak orang, namun di saat lain Ia hanya menyembuhkan beberapa orang atau bahkan hanya satu orang saja. Hal ini menandakan bahwa Tuhan menyembuhkan mereka yang mencari kesembuhan, tapi Tuhan tidak berkewajiban untuk menyembuhkan. Mengapa Tuhan secara instant menyembuhkan seseorang dan ada yang ditunda sekian lama, itupun merupakan misteri Ilahi. Namun satu hal yang perlu kita garis bawahi bagaimana Yesus melakukan penyembuhan, Dia tidak pernah menggunakan satu metode. Yesus menggunakan berbagai macan cara untuk menyembuhkan mereka yang datang kepada-Nya. Hal yang sama juga berlaku hingga hari ini. Dia memiliki banyak cara untuk menjamah mereka yang haus akan Dia dan memohon kesembuhan kepada-Nya.
Jika Anda sudah berdoa dan memohon kesembuhan kepada-Nya, bukan berarti Dia harus menyembuhkan Anda. Satu hal yang pasti yang Anda harus tanamkan dalam hati Anda, bahwa Tuhan mendengarkan doa Anda dan Dia akan menjawabnya sesuai kekuatan dan kuasa-Nya.
Anda memiliki akses kepada Bapa Sorgawi melalui Yesus Kristus untuk memohon kesembuhan yang dimungkinkan karena Yesus Kristus telah menanggung sakit penyakit Anda di kayu salib. Dalam 1 Petrus 2:24 dituliskan : Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Kata sembuh dalam ayat diatas mengacu pada kesembuhan total, baik roh, jiwa dan tubuh.
Selain itu, dalam Yakobus 5:14 menuliskan, “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.”
Kadang juga, kita perlu untuk mengampuni atau mendapatkan pengampunan untuk mengalmi kesembuhan. Hal ini juga diajarkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 11:28-30 berkaitan dengan Perjamuan Kudus. Kita perlu mengakui dosa yang kita sembunyikan dan juga melepaskan pengampunan pada orang lain, sehingga Tuhan dapat bebas bekerja dalam hidup kita tanpa dibatasi oleh dosa.
Jadi, apakah jika seseorang tidak juga sembuh apakah hal itu karena dosa? Tidak juga. Karena Yesus juga pernah berkata ketika ditanya oleh murid-murid-Nya tentang seorang yang buta sejak lahir seperti ini, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Yohanes 9:3. Kadang juga penyakit itu menjadi alat Tuhan untuk mengajar kita tentang suatu hal. Jika hari ini Anda mengalami sakit penyakit, Tuhan menghendaki Anda untuk datang kepada-Nya melalui doa-doa Anda. Peganglah janji Tuhan yang berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b). Hal ini termasuk kelimpahan dalam kesehatan jasmani Anda.
Berdoalah untuk mencari kehendak Tuhan atas hidup Anda. Periksa hati Anda, hal apakah yang perlu Anda bereskan. Lepaskanlah pengampunan pada mereka yang telah menyakit dan terimalah juga pengampunan yang akan membebaskan nurani Anda.
Jika Anda hari ini merindukan kesembuhan, Anda bisa mengikuti doa ini:
Tuhan yang kupanggil dalam nama Yesus Kristus, pencipta alam semesta dan juga Tabib yang Ajaib, dengarlah doaku hari ini yang memohon kesembuhan. Saya percaya bahwa Engkau ingin saya mengalami kesembuhan dan kuat, dan saya meminta Engkau untuk menjamah saya dengan kasih karunia-Mu serta kekuatan-Mu. Ampuni dosa saya, angkatlah semua penghalang dari hidup saya yang menghalangi Engkau untuk menyembuhkan saya. Saya mengampuni mereka yang telah menyakiti saya. Sekarang, saya mengambil otoritas di dalam nama-Mu atas sakit penyakit saya dan menengkingnya. Aku berkata kepada sakit penyakitku dan memerintahkan kepadanya untuk keluar dari tubuhku di dalam nama Yesus Kristus. Tuhan, saya juga memberikan kembali hidup saya untuk melayani-Mu dan saya akan memuliakan nama-Mu melalui kesaksian hidup saya. Terima kasih karena telah mendengarkan doa saya, Amin.
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Sumber : hidupbersamayesus.blogspot.co.id