Selasa, 29 Maret 2016

SHERRY, TEROBSESI DENGAN VAMPIRE SEJAK KECIL

Sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak, Sherry Barnett sudah terobsesi dengan hantu, vampire dan kematian. Bagi Sherry, hari Halloween adalah hari yang paling dinantikan, sama seperti anak-anak lain yang menantikan hari Natal.
"Itu sangat mengasikkan. Ada banyak hal mengerikan, tetapi saya tidak melihat kekerasan di dalamnya."
Namun tanpa disadarinya, ia begitu menginginkan kematian. Jika ada masalah, bunuh diri menjadi hal pertama yang terbersit dalam hatinya. "Saya senang dengan ide untuk mati dan tidak berada di dunia ini lagi," terang Sherry.
Sulit membayangkan seorang gadis kecil sudah terobsesi dengan kematian dan setan, pada hal keluarganya adalah keluarga yang harmonis sekalipun memang orangtuanya tidak percaya Tuhan.
"Masa kecil saya sempurna, saya punya orangtua yang baik. Dan saya memiliki segala sesuatu yang anak kecil inginkan. Keingintahuan akan okultisme dimulai saat saya berusia lima tahun. Dimulai dari hal sederhana, seperti buku-buku cerita anak-anak tentang nenek sihir, hantu, dan itu berkembang."
Saat Sherry bertumbuh dewasa, ketertarikannya pada Vampire semakin besar. Hal ini berkembang menjadi gaya hidup Sherry, bahkan ia berdandan dengan gaya gotik di masa remajanya.
"Jika orang lain menonton film Vampire dan berkomentar itu keren, saya justru memasukkannya dalam hati saya dan menjadikannya gaya hidup saya."
Namun kecintaannya kepada dunia okultisme itu membuat Shery harus membayar harga yang mahal. Setiap hari ia dihantui mimpi-mimpi buruk yang membuatnya depresi, hal ini mendorongnya mengkonsumsi obat-obatan dan minuman keras.
"Saya begitu depresi. Saya ingin mati, dan saya berpikir akan memberikan satu kesempatan lagi pada diri saya. Saya ingin berdoa kepada setan dan meminta dia untuk menolong saya, sebagai imbalannya saya berikan jiwa saya kepadanya."
Seperti dalam film-film, Sherry membuat pentagram dan menaruh lilin-lilin lalu berdoa kepada Setan untuk menolongnya, tapi sekalipun Sherry sudah memohon-mohon sambil menangis histeris, ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari setan. Bahkan menikah dengan orang yang ia cintai dan seorang bayi yang lucu tidak dapat mengusir depresi dalam hidupnya. Hingga suatu hari seorang teman kerja suaminya memberikan sebuah Alkitab.
"Saya membaca Alkitab itu dan mulai merenungkannya. Saya mulai memikirkannya dan membuat saya jadi berpikir tentang Tuhan. Saat saya mulai membacanya, ada sesuatu yang bertanya, "Sherry, dimana pengharapanmu?" Awalnya saya memang berpikir bahwa Tuhan ada di luar sana, namun bukan untuk saya. Dia hanya untuk orang lain, Dia hanya untuk pendeta, pastor dan orang lain. Namun Dia bukan untuk saya."
Namun Tuhan tidak berhenti bekerja dalam hidupnya, firman Tuhan yang terus ia baca itu membuatnya mulai mempercayai Tuhan.
"Saya sedang di dapur, mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga. Saya berbisik pada diri sendiri dan berdoa: "Tuhan, bila Engkau sanggup menghilangkan kecanduan saya pada narkoba, saya akan menyerahkan hidup saya kepada-Mu!" Saya bilang bahwa saya tidak sanggup melakukannya. Saya benar-benar tidak mampu. Saya benar-benar bericara kepada Tuhan, dan Tuhan mendengarkan saya," tutur Sherry sambil tersenyum bahagia.
Ketika Sherry tidur malam itu, ia mengalami sesuatu yang tidak biasa. "Saya merasakan seperti ada kilatan petir yang melewati saya. Saya kaget dan terbangun dan duduk di tempat tidur. Saya mendengar sebuah suara, suara yang terdengar indah…. Bukan suara yang menyeramkan. "Sherry, kamu harus menghentikan semua ini. Kamu harus berhenti memakai obat-obat terlarang!" Saat itu saya kaget sekali, ternyata doa kecil saya di dapur di dengarkan oleh Tuhan. Pada hal itu bukanlah sebuah doa, itu hanya sebuah pembicaraan kecil."
Malam itu, hidup Sherry di ubahkan dan dia pun membuat sebuah komitmen yang sungguh berani, "Tuhan, saya bersedia menjadi Kristen dan akan hidup untuk Engkau. Tidak ada lagi sisi hitam dalam hidup saya dan saya tidak perlu lagi mencari cara untuk mengisi kegelapan itu. Itu sudah hilang dan saya tidak pernah lagi memikirkannya."
Apa yang dialami Sherry bukan hanya mengubah hidupnya, namun juga keluarganya. Rick memberikan hidupnya kepada Yesus Kristus tidak lama setelah Sherry dan mereka dikarunai tiga orang anak yang dibesarkan dalam rumah tangga dimana kasih yang berkuasa bukan ketakutan.
"Tuhan memberikan banyak harapan dalam hidup saya. Saya tahu siapa saya, dan tujuan hidup saya. Saya tenang sekarang. Dia begitu setia kepada saya sampai hari ini, Dia tidak pernah mengecewakan saya."
Sumber Kesaksian:
Sherry Barnett (JAWABAN.COM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar