Sabtu, 28 Mei 2016

USIA HIDUPKU TINGGAL SESAAT

Seandainya ada seorang anggota keluarga kita yang sakit keras dan berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mengatakan: “Kuatkanalah hati saudara, karena harapannya sangat tipis sekali.” Apa reaksi saudara ketika mendengar hal tersebut? Ada dua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan yang pertama berontak dan tidak percaya, karena dibawa berobat tentu dengan harapan untuk sembuh. Kemungkinan yang kedua: pasrah pada apa yang akan terjadi, terjadilah asalkan penderitaan si sakit cepat berlalu. Lalu, kalau di antara kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, di tengah-tengah harapan tipis yang hampir menuju pada keputusasaan, ternyata saudara kita yang sakit itu sembuh. Bagaimana pula perasaan kita? Tentunya kita merasakan “sukacita yang tidak dapat digambarkan hanya dengan kata-kata saja.”
Perasaan-perasaan semacam ini dialami oleh Yakobus Karman, ketika berusia muda dan ia adalah seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor. Ia bekerja pada sebuah pabrik farmasi dan memiliki posisi baik di kantornya sehingga secara finansial ia tidak mengalami kesulitan.Waktunya tidak hanya tersita pada pekerjaan tetapi juga tersita bersama teman-teman seperti berjudi dan melakukan hubungan seks. Di tengah kesibukannya, dia tidak merasa bahwa ada bahaya besar menghadang dia.Disinilah awal kehancurannya.Dia mulai merasakan ada sesuatu di lehernya yang kelihatan membengkak.Yakobus menjadi tidak tenang sebab sangat mengganggu pekerjaannya.Ia memeriksakan diri ke dokter dan dokter mengambil langkah pemeriksaan melalui CT scan. Dari hasil pemeriksaan dokter dengan menggunakan alat CT scan, ternyata Yakobus mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening yang berukuran 1,5cm x 1,5cm. Sumsum darah juga diambil sebab kelenjar getah bening ini akan menjalar ke darah.
Pada waktu pengambilan sumsum darah, Yakobus merasakan sakit sehingga dia harus berteriak-teriak karena menahan rasa sakit. Dokter juga menyatakan bahwa kemampuan Yakobus bertahan hidup diperkirakan enam bulan jika memang dia memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Salah seorang anggota keluarga berinisiatif mencari pertolongan lewat paranormal.Sementara paranormal mempersiapkan segala peralatan, Yakobus berbaring dengan tenang dan hanya berharap mudah-mudahan dia sembuh.Proses penyembuhan ini dijalani beberapa jam yang dipenuhi dengan pembacaan mantera.Setelah selesai, paranormal memberitahukan hasil pengobatan bahwa reaksi dari pengobatan ini adalah keluarnya darah yang berarti Yakobus sembuh dari penyakitnya. Beberapa saat kemudian, darah keluar dari tubuhnya dan mendadak Yakobus ketakutan, seperti mau mati rasanya.Harapannya untuk bertahan hidup sirna seketika.Sepertinya tidak ada harapan hidup bagi Yakobus. Keluarganya bingung melihat tingkah Yakobus yang ketakutan.
Pada saat depresi yang berat, Yakobus teringat pergi ke gereja.Kebetulan pada hari itu ada suatu acara kebaktian di gereja.Yakobus mendengar dengan seksama Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapak Pendeta.Tema khotbah pada saat itu ialah “janganlah minta kekayaan, tetapi minta ampun pada Tuhan atas dosa yang telah diperbuat.” Hatinya tersentuh mendengar khotbah itu.Yakobus memberanikan diri maju ke depan mengaku dosa dan mohon ampun dari Tuhan atas segala dosa yang diperbuatnya selama ini.
Selama pengakuan dosa, ia merasa ada pertemuan yang indah bersama Tuhan.Pada saat yang bersamaan, ada sinar memancar yang menerangi dirinya sehingga dirinya terasa panas. Rasa sesak yang dirasakan sebelumnya mendadak hilang. Namun, ada suatu kelegaan yang mengalir dalam dirinya. Pada malam itu ia menjadi tenang, tidak merasa gelisah dan takut seperti hari-hari sebelumnya.Yakobus mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak mau di operasi, sebab ia merasa sehat. Namun ibunya berkeras harus dioperasi. Malam itu adalam malam terakhir saat ia menunggu waktu operasi pada besok hari.
Keesokan harinya, sebelum operasi dimulai, dengan penuh keyakinan bahwa ia menerima kesembuhan dari Tuhan, Yakobus mengatakan pada dokter bahwa dirinya tidak lagi merasa sakit.Dokter tidak percaya yang dikatakan Yakobus sehingga pemeriksaan melalui CT scan dilakukan kembali.Hasil pemeriksaan menunjukan kelenjar getah bening telah hilang dan itu berarti penyakit kanker yang di deritanya sembuh. Dokter tetap tidak percaya melihat hasil pemeriksaan sehingga pemeriksaan dilakukan kembali pada beberapa bulan berikutnya.Hasilnya tetap sama, yaitu kelenjar getah bening hilang dari tubuhnya.Pembengkakan pada leher menjadi kempes.
Akhirnya dokter menyatakan bahwa Yakobus benar-benar sembuh dan operasi tidak jadi dilakukan.Yakobus dan keluarga sangat bersukacita menerima kesembuhan dari Tuhan yang menurut ilmu kedokteran, penyakit yang dideritanya sulit disembuhkan tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sebelas tahun yang silam ia melewati penderitaan ini. Sungguh besar kasih setia Tuhan pada umatNya yang selalu mengingat, meyakini dan menyerahkan diri, hati dan hidup kita pada penyertaan Tuhan.
Sumber Kesaksian:
Yakobus Karman (jawaban.com)



Selasa, 24 Mei 2016

KISTA MEMBUSUK DI KANDUNGANKU

Seorang wanita karir terpaksa berhenti melakukan pekerjaannya oleh karena mengidap suatu penyakit yang cukup berat yaitu terdapat kista di kandungannya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan mantan direktur sebuah bank di Jakarta. Dia adalah Elizabet Budi. Mula-mula dia menganggap bahwa sakit di perutnya adalah sakit ringan dan tidak dihiraukannya.Setiap hari dia merasakan sakit di perut. Namun, pada suatu hari ketika dia kembali dari kantor, sakit di perut terasa hebat sehingga tak dapat ditahan. Pada hari itu juga, Elizabet bersama suaminya pergi ke dokter ahli gynekolog. Dokter memeriksa kandungan Elizabet melalui alat USG. Dari hasil pemeriksaan, ternyata di kandungan Elizabet terdapat kista yang sudah membusuk dan menghitam.
Dokter memberikan jalan keluar satu-satunya yaitu harus menjalani operasi agar kista yang ada di kandungan diangkat. Menurut diagnosa dokter bahwa jikalau tidak dilakukan operasi maka kista akan pecah dalam waktu tiga hari dan umur kehidupan Elizabet tinggal tiga hari juga. Namun Elizabet berkeras tidak mau di operasi oleh karena trauma pada saat melahirkan anak yang kedua juga melalui operasi, tidak sadarkan diri selama kurang lebih lima jam. Dalam keyakinan iman Elizabet bahwa masih ada seseorang yang mampu menyembuhkannya yaitu Tuhan. Dia sangat yakin bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakitnya. Selama tiga hari, dia terbaring di tempat tidur sambil berdoa dan meyerahkan pergumulannya pada Tuhan agar Tuhan memberikan kekuatan dan umur panjang. Ada banyak saudara dan handai taolan turut mendoakannya. Di dalam kesakitannya, dia masih menyempatkan diri menghadiri ibadah di gereja sebab dia yakin bahwa di dalam kuasa Tuhan segala sesuatu dapat terjadi.
Dari hari ke hari, penyakit Elizabet semakin memburuk, tetapi tidak melunturkan iman dan kepercayaan pada kasih dan kuasa Tuhan yang suatu saat akan menganugerahkan kesembuhan atas dirinya. Pada suatu saat, ketika dia tertidur pulas, terdengar isak tangis anaknya. Elizabet langsung bangun dan berdiri seolah-olah tidak merasa sakit dalam dirinya.Dia menghampiri anaknya yang sedang dimandikan oleh baby sitter.Ternyata anaknya menangis oleh karena sedang dimandikan. Elizabet juga merasa haus dan kemudian menuju meja makan mengambil air. Tanpa disadarinya, ia dapat berjalan dan berdiri.
Ia kemudian menyadari bahwa dirinya sedang sakit dan tak dapat bangun dari tempat tidur.Betapa terkejutnya dia pada saat itu melihat dirinya mampu berjalan, berdiri dan perutnya kempes di saat mengalami penyakit yang cukup parah yang hanya dapat terkulai lemas di tempat tidur. Elizabet masih meragukan apa yang dialaminya, kembali dia mencoba meloncat-loncat ternyata tidak merasa sakit. Elizabet kemudian membangunkan suaminya dan mengatakan bahwa dirinya sembuh. Hal pertama yang mereka lakukan adalah berdoa dan mengucap syukur pada Tuhan.
Pada keesokan harinya, mereka berdua ke dokter memeriksakan diri sambil memastikan bahwa penyakit Elizabet benar-benar sembuh. Dokter melakukan USG dan hasilnya kista yang ada di kandungan Elizabet benar-benar hilang dan itu berarti Elizabet sembuh. Dokter juga membandingkan hasil USG pada waktu kista masih ada di kandungannya. Dokter tetap tidak yakin pada hasil pemeriksaan sehingga dia bertanya apakah Elizabet pergi berobat ke dokter lain. Elizabet mengatakan bahwa dia tidak pernah berobat ke dokter lain. Selama ini yang dilakukannya adalah menyerahkan penuh segala keberadaannya pada Tuhan yang diyakininya sanggup mengobati penyakitnya.Akhirnya dokter dapat memahami bahwa ini adalah karya Tuhan dalam kehidupan seseorang yang tak dapat disangsikan.
Elizabet sekeluarga sangat bersukacita dan mengucap syukur atas pertolongan Tuhan yang terjadi dalam keluarga. Sebagai ungkapan syukur pribadi, Elizabet kini menyerahkan seluruh kehidupannya bagi pekerjaan pelayanan Tuhan.
Sumber Kesaksian:
Elizabet Budi (jawaban.com)



Jumat, 20 Mei 2016

AKU KEMBALI SEPERTI ANAK KECIL

Apa jadinya kalau seseorang yang telah menginjak dewasa kembali melakukan kegiatan anak kecil yaitu belajar berbicara, belajar berjalan, bahkan kemampuan fisiknya seperti seorang anak kecil. Ketika masih kecil dia dididik sangat keras oleh kakeknya sehingga mempengaruhi mental dan kepribadian dia menjadi seorang yang nakal dan pemberontak. Sampai dia besar perilakunya makin buruk sehingga menjadikan dia sebagai seorang pemakai narkoba, tukang berkelahi, ugal-ugalan, kebut-kebutan di jalan, dan pemain perempuan.
Peristiwa ini dialami oleh Haryanto Budi, yang mengalami kecelakaan bermotor sehingga mengakibatkan lumpuh pada kedua kaki dan tangan serta buta pada kedua matanya.Dia tidak menyangka kalau kecelakaan itu akan mengakibatkan fatal pada dirinya.Kejadian ini dialaminya pada suatu malam, ketika dia sedang mengendarai motor, tiba-tiba dari arah depan ada mobil dan Haryanto tidak dapat menguasai kecepatan motor yang dikendarai sehingga tabrakan itu tidak dapat dihindari. Haryanto terlempar, kepalanya membentur trotoar dan berlumuran darah.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya tak bernyawa lagi. Dia segera dilarikan ke rumah sakit dan dokter segera mengambil tindakan. Dokter tidak dapat berbuat banyak sebab kecelakaan yang dialami Haryanto cukup berat. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Haryanto mengalami geger otak dan harapan hidupnya tinggal duapuluh persen. Seandainya hidup, dia akan mengalami geger otak yang hebat, separuh saraf-saraf dalam tubuhnya tidak berfungsi, penglihatan kabur, kedua kaki dan tangan lumpuh dan tidak dapat berbicara.
Sekarang Haryanto tak berdaya dan semangat hidupnya hilang seketika.Hari-hari kehidupannya dilalui dengan melakukan kegiatan dia pada waktu kecil yaitu belajar berbicara dan belajar berjalan sementara penglihatan dia semakin kabur. Pada saat dia sedang sendiri dan termenung, pikirannya kembali mengingat masa lalunya yang dipenuhi dengan kehidupan ugal-ugalan, kebut-kebutan, perkelahian, pemakai narkoba, dan mempermainkan perempuan. Kini dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini betapa menghancurkan kehidupan dan masa depannya. Dia berjanji akan meninggalkan semua kebiasaan buruknya di masa lalu. Haryanto tetap yakin bahwa masih ada harapan kehidupan dan kesembuhan yang diberikan Tuhan pada dirinya, dan oleh karena itu ia tidak putus asa untuk terus berlatih berbicara dan berjalan walaupun masih gagap dan terus terjatuh.
Pada suatu hari, di saat Haryanto duduk berdoa dan merenungkan kehidupannnya, tiba-tiba dia merasakan kekuatan baru dalam dirinya. Dia mencoba berdiri dan berjalan sambil mencoba berbicara. Memang benar, pada saat itu Haryanto dapat berjalan dan berbicara, penglihatannya juga semakin jelas. Betapa bahagianya Haryanto mengalami kesembuhan. Kebahagiaan dia tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Dia sangat yakin bahwa apa yang dialaminya adalah semata-mata pertolongan Tuhan. Entah dengan apa dia harus mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas segala kasihNya yang tak berkesudahan. Namun yang pasti bahwa dia menempatkan Tuhan yang terutama dalam segala kehidupan dan pergumulan hidup yang dialaminya.
Kini dia dapat melewati masa-masa sulit selama beberapa waktu lamanya dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang baru dengan segala rencana kehidupan dan masa depan yang lebih jelas dan terarah di dalam bimbingan dan penyertaan Tuhan.
Sumber Kesaksian:
Haryanto Budi (jawaban.com)


Senin, 16 Mei 2016

WAKTUKU TERSITA DI LAPANGAN TENIS

Bermain tenis adalah hobi Jimmy Dumais, demikian nama lengkapnya atau yang biasa dipanggil Jimmy. Hampir setiap hari dia bermain tenis bahkan sampai melupakan dan menomorduakan keluarga. Dalam keluarga sering timbul pertengkaran karena Jimmy jarang berkumpul bersama keluarga di rumah. Ia lebih menyukai berkumpul bersama teman-teman di lapangan tenis.
Pada suatu hari yang cerah, tepatnya pada tanggal 18 Februari 2000, seperti biasanya Jimmy melakukan kegiatan rutin bersama teman-teman yaitu bermain tenis. Permainan pada hari itu sangat bersemangat seperti hari biasanya. Permainan terus berlangsung sampai tiba pada hitungan keempat. Sementara permainan berlangsung, tiba-tiba kakinya keseleo sehingga permainan tak dapat diteruskan.Teman-temanya mencoba menekuk kakinya namun kakinya tarasa sakit sekali.
Jimmy segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter segera memeriksanya, dan menurut hasil pemeriksaan dokter, ternyata arkhilesnya putus. Sebelum diadakan operasi, dokter terlebih dahulu memeriksa jantung juga diperiksa dan di ronsen untuk diadakan operasi. Dokter menyarankan agar Jimmy beristrahat total di rumah sakit selama seminggu. Dalam kesakitan, dia masih sempat menanyakan pada dokter apakah ada kemungkinan bermain tenis lagi. Dokter mengatakan masih dapat melakukan olah raga tenis dalam waktu enam bulan atau setahun mendatang. Dan jikalau tak dapat melakukan olah raga tenis, mungkin dapat melakukan olah raga lain.
Rasa sedih dan putus asa menyelimutinya sebab harus berjalan memakai tongkat dan tak dapat bermain tenis lagi. Ia menjadi rendah diri sebab merepotkan dan menyusahkan orang lain untuk menuntunnya kemanapun dia pergi.Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa pertolongan orang lain. Sikap mandiri yang tertanam dalam dirinya terasa pudar seketika. Jimmy tidak menyadari bahwa melalui kehidupannya ada sesuatu yang luar biasa akan mengisi kehidupannya.
Pada suatu hari, ia diajak anaknya mengikuti pertemuan ibadah beberapa hari di luar kota. Dalam hatinya ia berkata, apakah mungkin kuasa doa akan mampu menyembuhkan kakinya yang sakit? Mustahil semua itu. Tapi untuk menyenangkan hati anaknya, ia mengikuti ajakan anaknya. Pada hari terakhir acara pertemuan ibadah, Jimmy merasa bosan dan ingin pulang. Hal itu dikatakan pada istri dan anaknya. Anaknya menyetujui permintaan akan kembali terlebih dahulu ke rumah. Ia merasa heran mengapa anaknya tidak memperhatikan keadaan mereka selama pertemuan itu. Menjelang berakhirnya pertemuan ibadah itu, anaknya mengajak mengikuti doa penyerahan pada malam hari. Namun, keinginan duniawi lebih kuat menguasai dirinya.
Dalam hatinya selalu berkata, tidak mungkin hanya dengan doa seseorang akan mampu menyembuhkan penyakit orang lain. Dia masih terus diliputi rasa tidak percaya akan kuasa Tuhan melalui doa sang pendeta. Jimmy tidak mengikuti ajakan anaknya mengikuti doa penyerahan, dia tetap berkeras pada pendiriannya. Sepanjang malam, kakinya terasa sakit dan ia kembali bersungut-sungut bahwa jika dia mengikuti doa penyerahan, pasti dia akan menyusahkan orang lain dan tidak dapat mengikuti doa penyerahan. Pada malam itu, seperti ada yang menahannya agar tidak kembali ke rumah, tetapi dia tidak tahu apa yang menahannya.
Keesokan paginya tepat pada hari Minggu, ia bangun lebih awal tak seperti hari biasanya. Ada yang menyuruh dia untuk pergi ke gereja. Ia segera berkemas-kemas hendak pergi ke gereja. Istri dan anaknya terheran-heran. Jimmy mengajak anak dan istrinya agar bersiap-siap pergi ke gereja. Bagi istri dan anak Jimmy, hal ini merupakan peristiwa terbesar dalam keluarga mereka sebab suami atau ayah yang sangat mereka kasihi ternyata mau membuka hatinya untuk mendengarkan firman Tuhan. Jika keadaan sebelumnya Jimmy sangat tertutup hatinya akan kehadiran Tuhan dalam hidupnya, maka saat ini adalah hari yang paling bersejarah dalam hidup Jimmy untuk menerima Tuhan sebagai Penolong dan Pelindung kehidupannya.
Kehadiran Jimmy di gereja, sangat menggembirakan pak pendeta. Semua anggota jemaat menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Jimmy sekeluarga. Kiranya melalui kehadirannya, akan memberikan pembaruan bagi kehidupan pribadinya. Acara demi acara berlangsung dan Jimmy mengikutinya dengan seksama.Sementara istrinya mengambil makanan, tiba-tiba Jimmy menangis tersedu-sedu. Dadanya terasa sesak dan panas. Kemudian pak pendeta mendoakannya dengan mengimani bahwa Tuhan mempunyai kuasa untuk menyembuhkan seseorang.
Jimmy mohon ampun pada Tuhan atas segala dosa yang dilakukannya selama ini yang telah jauh dari Tuhan dan menyangkali kehadiran dan kuasa Tuhan dalam kehidupan pribadinya. Selesai berdoa, Jimmy mencoba berdiri dan berjalan secara perlahan tanpa ditopang oleh tongkat. Dia berjalan terus ke depan sambil memuji Tuhan dan bersukacita. Alangkah bersuka citanya Jimmy, sebab mengalami kebaikan Tuhan dalam kehidupan pribadinya walaupun dia sempat menyangkali kasih Tuhan tetapi Tuhan tetap mengasihi dirinya. Melalui pengalaman yang dialaminya, ia semakin menyadari dan meyakini kasih Tuhan dalam kehidupannya.

Sumber Kesaksian:
Jimmy Dumais (jawaban.com)


Kamis, 12 Mei 2016

KESAKSIAN SAUDARA DARI 2 ORANG KRISTEN KOPTIK YANG DIBUNUH ISIS

Dalam sebuah siaran langsung yang ditayangkan dalam acara SAT-7, Beshir memberikan kesaksian tentang dua saudaranya yakni Bishoy Estafanus Kamel (25 tahun) dan Samuel Estafanos Kamel (23 tahun), keduanya mati dipenggal oleh ISIS cabang Libya. Behir menyatakan bahwa ia sangat bangga dengan mereka berdua. Beshir juga yakin kedua saudaranya bangga sebagai seorang Kristen.

Beshir menyatakan bahwa ketika ISIS tidak mengedit bagian di mana saudaranya mendeklarasikan iman dan mengucapkan nama Yesus Kristus, di satu sisi diakuinya bahwa ISIS itu membantu dalam menguatkan iman mereka. Dia malah berterima kasih kepada ISIS karena tidak membuang audio ketika mereka berteriak menyatakan iman mereka.

Ketika ditanyakan bagaimana keadaan keluarganya, dia menyatakan bahwa keadaan keluarganya justru tidak dalam keadaan berdukacita tapi bersukacita dan mengucapkan selamat satu dengan yang lain karena banyak dari desa mereka yang mati sebagai martir, dan hal itu membuat mereka bangga.

Ketika ditanya bagaimana pendapatnya tentang serangan kepada ISIS di Libya, Beshir mengatakan bahwa sejak dari zaman Roma kami sebagai orang Kristen sudah menjadi target dan akhirnya mati sebagai martir. Dia mengatakan bahwa yang membuat kami bertahan adalah kami diajar untuk mengasihi orang yang membenci kami dan memberkati orang yang mengutuk kami.

Ketika ditanya apakah dia atau anggota keluarganya yang marah jika diminta untuk memberikan pengampunan kepada para pembunuh saudaranya, Beshir mengatakan bahwa dia sudah bertanya kepada ibunya jika dia melihat anggota ISIS di jalanan, bagaimana? Ibunya mengatakan (Beshir menyatakan bahwa ia mengatakan dengan jujur dan sungguh-sungguh) bahwa Ibunya akan mengundang mereka ke rumahnya karena dia (anggota ISIS) itu sudah membantu kami untuk masuk ke dalam kerajaan Surga. Beshir menyatakan isunua seorang yang tidak berpendidikan dan berumur lebih dari 60 tahun. Beshir bertanya kepada Ibunya jika Ibunya melihat anggota ISIS di jalanan dan dia diberitahu bahwa orang itu pembunuh anakmu, Ibunya mengatakan bahwa dia akan meminta kepada Allah untuk membuka mata orang itu dan mengundang dia ke rumah untuk menyatakan bahwa mereka sudah membantu kami untuk masuk Kerajaan ALLAH.

COPAS : INSPIRRONI.BLOGSPOT.CO.ID

Minggu, 08 Mei 2016

PREMAN INSAF KARENA WAS-WAS

 Thu December 10th, 2015


Preman Insaf Karena Was-wasSumber : Jawaban.com

“Pertama kali saya belajar mencopet, saya naik bus. Saya lihat ada calon korban saya. Tapi saya mau mencopet itu kayaknya ada sebuah yang namanya ketakutan sebenarnya. Takut ketahuan, takut digebukin massa. Tapi dorongan untuk lakukan itu tetap kuat, akhirnya saya copet juga,” demikian penuturan Jeremia Situmorang, mengenang pengalaman pertama terjerumus menjadi seorang preman.
Awalnya Jeremia mulai belajar mencopet ketika dirinya menyaksikan sekelompok pencopet di terminal seolah begitu mudah mendapatkan uang. Sembari berjualan koran, Jeremia muda yang masih tamat sekolah dasar (SD) itu pun nekat mulai beraksi.
Aksi yang pertama benar-benar sukses. Sehingga memancingkannya untuk kembali melakukan lagi dan lagi. Setiap hasil copet yang diperolehnya bahkan dipergunakan untuk pergaulan yang buruk, seperti minum-minuma keras dan merokok.
“Lambat laun pergaulan saya semakin nakal, semakin menyimpang. Saya merasa malu dipanggil orang nama Jeremia. Saya pikir kog, nama ini kog keg cewek. Lalu saya ganti nama saya menjadi Robert”.
Selama 15 tahun sudah Jeremia menjadi tukang copet terminal. Namun, baginya hasil copet yang mereka dapatkan selama ini belum apa-apa. Timbul hasrat yang semakin jahat dalam dirinya untuk melakukan pencopetan besar-besaran di bus kota.
Waktu itu, Jeremia dan dua teman lainnya bersiap menjarah salah satu bus ibu kota. Berbekal senjata tajam di tangannya, Jeremia mulai memaksa satu per satu penumpang untuk menyerahkan benda-benda berharganya. “Semua penumpangmetro mini itu kami rampok. Cuma modal satu celurit. Kami jambret, semua kami ambilin”.
Aksinya mereka memang hampir berhasil kala itu. Namun teriakan seorang penumpang berhasil membuat massa mulai berdatangan dan berupaya menghadang ketiganya. Malangnya, Jeremia babak belur dihajar oleh massa sehingga mengakibatkan luka yang cukup parah.
Akibatnya, Jeremia harus mendekap di sel penjara selama tiga bulan lamanya. “Saya dibawa ke tahanan polisi, di sel. Selama tiga bulan saya ada di dalam sel, dan waktu di dalam itu sayanggak ada barang bukti lagi. Dan yang jelas saya bebas di situ”.
Namun setelah bebas, tiada penyesalan yang terbersit dalam hatinya. Ia kembali terjun menjadi preman terminal bersama dengan gank bentukannya yang diberi nama ‘ANTOGER’ atau Anak Tongkrongan Grogol’. Setiap hari, mereka memeras dan memaksa dengan kasar para pedagang terminal untuk mendapatkan sejumlah uang. “Kami berjudi, peras orang lain, dan saya sangat menikmati kehidupan seperti itu”.
Dan pada akhirnya, perjalanan kejahatan Jeremia sudah sampai di akhir babak. Tak lama setelah perampokan terakhirnya di sebuah kios milik seorang wanita, Jeremia dan komplotannya berhasil dibekuk polisi.
Benarlah bahwa dalam kondisi sulit dan berat, manusia cenderung akan mengingat Tuhan yang adalah pribadi yang mampu memberi pertolongan dan kasih. Hal itu pula yang dialami oleh Jeremia saat dalam proses rekonstruksi kasus yang memberlitnya. Saat itu, dirinya benar-benar was-was akan keselamatannya ketika menyaksikan bagaimana salah satu dari rekannya tewas di tempat ketika berusaha melarikan diri.
“Saya lihat ngeri banget.  Ketakutan juga begitu ditembak saya pikir saya mau dikeg gitu atau gimana? Di situlah saya berdoa. Saya minta sama Tuhan: ‘Ya Tuhan tolong bebaskan aku dari sini ya Tuhan’. Saya pernah dengar nama Yesus di situ saya teringat ada satu lagu yang pernah diajarkan guru sekolah minggu yang pernah saya ikuti”.
Jeremia mulai membayangkan betapa berat siksaan api neraka saat dirinya mati dan masuk neraka. “Saya berdoa di situ: Tuhan aku berjanji kalau aku bebas dari sini, aku akan jadi orang baik-baik, ya Tuhan”.
Pertolongan Tuhan pun kembali hadir, Jeremia dibebaskan dari hukuman penjara. Hal itu seolah mimpi dalam hidupnya karena masih diberi kesempatan menikmati kehdiupan dan bertemu dengan keluarganya. Selepas dari itu, Jeremia mulai menghindar dari pergaulan buruknya di terminal. Hidupnya mulai difokuskan mengenal Tuhan melalui firman-Nya dan mulai menghidupi kehidupannya lewat pekerjaan halal.
“Sebesar saya dari tahanan itu, sampai di rumah saya keingat ‘ini pasti pertolongan Tuhan’. Saya ingat juga janji saya untuk jadi orang baik-baik. Akhirnya di situ saya putuskan untuk tidak nongkrong lagi. Saya bisa betah ada di rumah, bersama dengan keluarga, dengan mama saya, dengan kakak saya. Saya banyak belajar tentang firman Tuhan, kemudian anugerah Tuhan juga saya mendapatkan pekerjaan yang baik. Oleh karena bantuan keluarga juga. Walaupun yang saya dapatkan itu jauh lebih kecil dari yang apa yang saya dapatkan dulu, tapi saya nikmati hasilnya itu enak, bahagia”.
Melalui beragam kejadian yangdialami Jeremia, ia mengakui bahwa Tuhan itu benar nyata masih menolong dan mengasihinya. Sekali pun Jeremia adalah preman dan tukang copet, namun Tuhan tidak pernah abai dengan kehidupan setiap anak-anaknya.Tuhan memakai Jeremia, si mantan preman ini sebagai alat untuk membagikan kasih Tuhan kepada orang lain lewat perubahan hidupnya. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang
Sumber : Jeremia Situmorang

Rabu, 04 Mei 2016

INDIRA : PENCARIAN CINTA SEJATIKU YANG HANCUR BERANTAKAN

 Thu February 18th, 2016


Indira: Pencarian Cinta Sejatiku yang Hancur BerantakanSumber : Jawaban.com

“Kalau ada orang yang sayang sama saya dan perhatian ke saya, saya tuh rela melakukan apa aja untuk menyenangkan dia balik, agar kasih sayang itu tetap buat saya,” ujar Indira. Maka, hubungan intim sebelum pernikahan pun dilakukan wanita yang akrab disapa Indi ini asal bisa menyenangkan laki-laki.
Di dalam hidup Indi, dia tak merasakan kedamaian. Kedua orangtuanya seringkali bertengkar. “Nggak ada keharmonisan di rumah. Mereka tuh ga mentingin perasaan sayalah. Yang penting ingin egonya masing-masing.”
Ketika mengetahui dirinya hamil, Indi pernah mencoba menghubungi cowok yang membuatnya hamil. “Saya berpikir pada saat itu, memang sih saya hamil oleh dia, tapi melihat segala keburukan dan tingkah lakunya, saya nggak mau ambil resiko lebih parah lagi.”
Indira pun berniat berhenti sekolah dan mau membesarkan anaknya. “Karena saya berpikir, karena saya yang berdosa, masa saya (masih) mau mengorbankan anak saya yang tidak tahu apa-apa ini.”
“Aku tuh nakal karena pengen cari perhatian. Aku tuh nakal karena pengen nutupin semua lukanya aku. Kayaknya nggak ada orang yang benar-benar tulus, sayang sama aku. Waktu itu lingkungan benar-benar tidak mendukung. Ya kakak, semua keluarga, lingkungan sekolah. Itu nggak ada yang mendukung. Jadi bisa dibilang aku stres, stres berat. Jadi aku meninggalkan Manado dan pergi ke Jakarta.”
Setelah di Jakarta dan melahirkan anaknya Agata, Indi bertemu dengan mantan pacarnya. Mereka tidak pernah bertemu lagi semenjak SMP. Mereka kemudian menjadi akrab, sampai berpacaran.
“Pada saat saya berpacaran sama dia, ya saya sangat senang. Saya pikir saya ini dapat suatu titik terang supaya saya jadi manusia yang lebih baik lagi. Apalagi juga karena orangnya juga baik dan mau nerima Agata, mau nerima aku apa adanya. Aku merasa senang gitu.”
Namun ternyata, orangtua sang pacar tidak menyetujuinya, apalagi ketika mengetahui Indi sudah mempunyai anak. “Setelah saya tahu bahwa orangtuanya tidak setuju karena derajat saya, jadi saya melakukan segala upaya untuk menaikkan derajat saya. Saya akhirnya ambil keputusan untuk kuliah.”
Selain itu, mereka juga merencanakan pernikahan. Sayangnya karena sama-sama masih kuliah, mereka kekurangan uang. “Dia sampai stres sendiri, dan akhirnya saya yang berusaha cari uang untuk kita bisa menikah.”
“Saya pikir, menikah dengan kamu adalah satu-satunya cara untuk mengubah hidup saya jadi lebih baik. Jadi akhirnya saya lakukan apapun buat kamu untuk saya bisa menikah dengan kamu.”
Demi mewujudkan impiannya, Indi pun menjual dirinya. “Waktu saya melakukan hal itu, saya benar-benar hancur. Justru di seluruh kehidupan saya dari saya kecil sampai saat itu. Ini bukan pernikahan yang saya mau. Justru saya mau menikah itu untuk jadi bener, bukan begini.
Saat itu adalah kehancuran saya yang bener-bener hancur. Mata saya langsung terbuka. Kenapa jadi begini Tuhan? Apa saya ga layak dapat kebahagiaan yang bener-bener gitu. Berarti ini bukan kasih sayang yang saya cari dong. Saya mau menikah (karena) mau hidup bener. Tapi mengapa saya malah hancur kacau seperti ini?”
“Walaupun aku hancur sehancur-hancurnya, aku anggap ini akhir dari penderitaanku.” sambungnya.
Setelah menikah, Indi menemukan bahwa gelagat suaminya aneh, termasuk juga tagihan-tagihan yang datang. “Masa dia nonton sendiri tapi tagihan (kartu kredit)nya dua orang? Nggak mungkin kan? Dari situ saya juga lihat tagihan-tagihan restoran di kartu kredit. Saya juga lihat tagihan telepon. Dari situ banyak, ada 3 nomor yang banyak (sering dihubungi, red). Saya pura-pura salah sambung. Saya telepon tiga-tiganya, yang terakhir itu cewek.”
Indira akhirnya meminta bantuan sepupunya untuk mengikuti sang suami. “Saya berhenti di depan mobil dia persis, saya pergokin. Ternyata dia sedang megang dada cewek itu.”
“Saya cuma bisa menjerit di batin, dan jedotin kepala saya.”
“Ya, kalau mami jedotin kepala aku juga sedih gitu, sakit banget. Aduh kenapa sih mami aku jedotin kepala? Apa yang mami rasain, aku juga ikut ngerasain gitu loh. Saat mami sedih, aku juga ikut sedih. Ga tau ya, apa yang mami rasain, aku juga rasain. Kalau mami disakitin, aku juga disakitin.” ujar Agata, anaknya.
Saat sedang mempersiapkan kepindahannya, Indi menemukan Alkitab yang di dalamnya terdapat formulir. “Ada sebuah formulir dari gereja, di situ ada harinya. Hari Senin sampai Minggu. Saya nggak tahu nih, karena terlambat. Akhirnya saya centang tuh semua.”
Ternyata formulir itu menyatakan komitmen jemaat untuk berpuasa dan untuk terus berkomunikasi pada Tuhan di hari yang sudah dicentang. “Waktu saya ngisi itu, dalam hati sempat terpikir gini, ‘Ya, gue udah isi semua hari lagi, gitu kan. Empat puluh hari lumayan nih. Gimana ya?’ Tapi ga tahu kenapa di dalam hati tuh lakukan saja. Apa salahnya saya coba untuk berpuasa setiap hari itu. Toh dari jam 10 malam sampai jam 2 siang aja dan lima menit sediakan waktu untuk berdoa. Ada pokok-pokok doanya di situ. Jadi saya coba lakukan itu.”
“Firman Tuhan itu jelas juga mengatakan. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akalmu, dengan segenap kekuatanmu. Aku langsung terbuka pikiranku. Oh iya ya, berarti kesalahan saya adalah kenapa saya harus cari ke manusia, sedangkan yang sebenernya saya tahu dari lahir, tapi saya nggak pernah mau tahu gimana sih sebenernya Yesus itu, gimana sebenernya Pencipta saya ini. Malah saya mencari dari manusia.”
“Manusia yang saya harapkan kasih sayangnya, sehingga saya berani melakukan apa saja sampai saya sendiri hancur, ternyata saya hanya menerima kekecewaan dari semua itu. Akhirnya saya mengambil komitmen, untuk menyerahkan seluruh kehidupan saya, untuk Tuhan aja yang berdaulat.”
“Saya akui saya banyak membuat keputusan yang salah di masa lalu saya, karena saya belum mengenal Yesus itu sendiri dan belum mengenal kebenaran itu. Terutama keputusan saya untuk bercerai. Tapi saat ini, saya sudah serahkan masa depan saya ke dalam tangan Tuhan karena saya yakin, ketika saya berserah penuh pada Yesus, Yesus memberikan saya pengharapan yang indah.”
“Harmonis yang saya dambakan, sekarang bisa saya ciptakan untuk anak-anak saya. Karena sosok pribadi Yesus ini. Secara manusia, saya nggak mungkin bisa mengampuni tapi karena kasih Yesus yang mengangkat semuanya, dan saya mau belajar mengenal Yesus sehingga saya juga belajar menerima orang walaupun mereka sudah nyakitin saya.”
Agata pun merasa ibunya sebagai wanita yang tegar, meskipun tidak ada siapa-siapa yang mendampinginya. Bahkan ketika orang lain menjelekkan ibunya, ibunya tetap berusaha membesarkan Agata dan adiknya sendirian.
“Ternyata Tuhan ijinkan semua terjadi untuk menyatakan kebesaran Tuhan. Kalau Yesus yang penuh kasih adalah sosok pribadi yang mau terima saya, mau mengampuni saya, dan mau mengubah hidup saya. Separah apapun kehidupan saya, saya tetap berharga di mata Yesus".