Selasa, 21 Juni 2016

YESUS MENYEMBUHKAN PENDERITA HIV

Kesaksian berikut membuktikan bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakit HIV Aids sejalan dengan iman. Kisahnya dimulai ketika seseorang, kusebut saja dengan Ruth, tergerak memberitakan injil kepada sepasang suami isteri yang sebelumnya menganut agama non-Kristen. Si isteri sudah pernah diserahkan kepada dewi Kwan Im, sementara suaminya juga sudah pernah diserahkan kepada dewa Kwan Kong.


Antara Ruth dengan keluarga, kusebut saja bapak Santoso, nama Indonesia, mereka sudah cukup kenal. Ketika Ruth memberitakan injil, pada mulanya keluarga itu menolak, tetapi Ruth tidak jemu-jemu memberitakan injil, walau mereka tolak. Bahkan pernah mereka berkata:”Ruth, sudahlah, aku sudah jemu mendengar ceritera kamu, Yesus kamu. Mana, katanya Yesus mau datang kembali, mana buktinya, mana?..” Lama-lama Ruth agak berkecil hati juga, dan datang kepada senior kami, yang terus memacu semangat Ruth.

Lalu suatu hari Ruth mendengar berita dari Ny Santoso, bahwa suaminya, bp Santoso, sekarang terbaring sakit, terkena infeksi HIV Aids. Ruth melaporkan itu kepada penatua kami. Seperti kita ketahui, seseorang yang terinfeksi HIV Aids, maka virus itu akan membuat penderita kehilangan kekebalan tubuh (immunity), sehingga jika ada virus penyakit lain yang menyerang tubuh, maka tidak dapat sembuh, karena system kekebalannya macet.

Dan di hari tertentu, penatua kami beserta dengan Ruth mendatangi keluarga bp Santoso.

 “Ibu, keadaan saya sudah begini, tinggal menghitung hari. Semoga Tuhan mengampuni saya “ kata pak Santoso lemah.

Namun puji Tuhan, justru dalam kondisi pucat pasi, lemah tak bertenaga itu, maka hati pak Santoso terbuka menerima Injil, dan mulai menyebut nama “Tuhan”, padahal sebelumnya mereka sebut dewa. Penatua kami menjelaskan kembali siapa Yesus (yang sebelumnya sudah pernah disampaikan Ruth) kepada keluarga pak Santoso, lalu dengan “bulat hati” pak Santoso mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

“Pak Santoso, katakan kepada Tuhan: Tuhan, aku mau hidup untuk memberitakan keajaiban-keajaiban Tuhan, untuk memberitakan kebesaran Tuhan, dan kebaikan Tuhan” minta penatua kami sebelum mereka berdoa kesembuhan, lalu pak Santoso patuh.

Kemudian mereka berdoa, dan hikmat marifat Allah terus mengalir dalam diri penatua kami, beliau tengking roh-roh penyakit HIV dalam nama Yesus, dan roh-roh itu keluar dengan muntahan, lalu beliau tengking “serombongan” keluarga roh HIV (apalagi, kalau bukan roh perzinahan, roh percabulan dan kawan-kawan mereka), dan setiap kali nama roh itu disebut, pak Santoso muntah, pertanda keluarnya roh-roh jahat itu. Ketika sudah “selesai”, wajah pak Santoso mulai memerah, tidak lagi pucat, dan merasa lapar minta makan,…

Puji Tuhan, namun kerja belum usai. Pak Santoso masih lemah, dan sebuah hikmat mengalir dalam penatua kami. “Dia harus berbahasa Roh, supaya tubuh rohaninya kuat” penatua kami berkata dalam hati. Maka penatua kami berdoa tumpang tangan agar pak Santoso menerima karunia berbahasa Roh. Mulailah mulut pak santoso bersenandung: “Haa, haa, haa, haa” dengan nada “mi”, “do”, “mi”, “do” . Masih agak lucu. Penatua kami berdoa lagi, meminta Tuhan memberinya bahasa Roh yang lebih baik. Lalu mulai pak Santoso mengucapkan: “La la la, .. bla bla bla bla,…” Masih agak lucu juga, seperti sepeda motor businya “ngupil” dan sedikit ngadat. Tetapi tidak apa, karena seiring waktu , Tuhan dapat melengkapi bahasa Roh itu.

Lalu penatua kami berpesan, agar setiap hari pak Santoso rajin berbahasa Roh untuk membangun diri, agar rohnya kuat, sehingga tubuhnya dipulihkan.

Tidak berapa lama penatua kami mendapat undangan untuk menghadiri pengucapan syukur oleh keluarga bapak Santoso, dan mereka pun bertemu. Kaget, karena pak Santoso sudah sangat sehat dan bugar. “Ibu, puji Tuhan, dokter menyatakan bahwa saya sudah sembuh total” kata pak Santoso tersenyum lebar.

Biarlah FAKTA ini semakin mendorong umat Tuhan untuk lebih rajin lagi menggali kekayaan Firman Tuhan. Haleluyah.

Sumber : kesaksianrohani.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar