Minggu, 31 Juli 2016

TUHAN SELALU PUNYA CARA

Minggu pagi, sebelum berangkat untuk mengikuti ibadah di gereja, di radio terdengar lagu ‘Tuhan Selalu Punya Cara’ sedang diputar. Saya terdiam beberapa saat mendengarkan setiap lirik lagu ini dan merenungkannya, dan saya melihat kembali ke kehidupan saya yang telah saya lalui, bagaimana Tuhan selalu mempunyai cara untuk menolong saya di dalam hidup. 

Saya hidup ditengah-tengah keluarga yang memiliki berbagai kepercayaan. Sehingga, pada saat kecil saya sama sekali tidak kenal siapa itu Yesus, siapa itu dewa ini-dewa itu, siapa itu Tuhan. Saya beranggapan baik Yesus, dan tokoh dari agama lain itu sama-sama Tuhan, Tuhan yang satu, hanya penyebutannya saja yang berbeda dalam tiap-tiap agama. 

Semakin saya beranjak dewasa, mulailah masalah-masalah muncul dalam kehidupan saya. Papa saya mulai suka mendidik anak dengan menggunakan kekerasan, baik saya maupun kakak saya sering dipukul ketika papa memarahi kami. Papa dan mama saya juga sering bertengkar malam-malam, seringkali pertengkarannya di sebabkan papa saya yang suka merokok ataupun minum-minum hingga larut malam bersama teman-temannya.
Beberapa tahun hidup dengan keluarga yang tidak harmonis membuat saya tidak betah dirumah. Saya tidak pernah pergi ke gereja, saya mulai sering pulang malam sehabis sekolah. Naik ke kelas 2 SMP, saya mulai berani mencoba-coba merokok, tapi setelah seminggu saya memutuskan untuk berhenti merokok.

Diakhir kelas 2 SMP, papa di PHK dari kantornya dan mama saya terpaksa kerja keras sendirian untuk menghidupi kami sekeluarga dan juga membiayai sekolah saya, kakak, serta adik saya. Papa dan mama semakin sering bertengkar karena masalah ekonomi. Papa sering tidak pulang kerumah, mama selalu pulang malam dari kantor. Dan pada saat pulang kerumah juga, papa saya seringkali memukul saya karena alasan yang tidak jelas.

Naik ke bangku SMA, saya semakin ikut dalam pergaulan yang tidak baik, saya sering pergi malam-malam, berkumpul bersama teman-teman, minum-minum, dll. Hal itu menjadi kegiatan rutin saya setiap malam selama berbulan-bulan.

Pertengahan tahun 2010, saya, kakak, dan mama saya bertengkar hebat dengan papa hanya karena hal sepele, saat itu pertama kalinya dalam hidup saya, saya membentak dan memaki papa saya. Rasanya saat itu emosi saya dan segala kepahitan terhadap papa yang selama ini tertanam di hati saya sudah tidak dapat saya tahan lagi. Setelah itu papa saya berkata kepada saya dengan keras, “kalau papa mati nanti, jangan datang ke pemakaman papa!” dan setelah itu membanting pintu dan pergi keluar rumah dan tidak pulang selama 3 hari.

Pada akhir tahun 2010, saya bersama kakak dan adik saya diajak mama untuk pindah rumah, meninggalkan papa saya sendiri karena kami, terutama mama, sudah tidak tahan dengan kelakuan papa terhadap kami. Kami mengontrak sebuah rumah didekat rumah saudara kami yang hingga saat ini masih kami tempati.

Setelah itu saya menjalani kehidupan seperti biasa, dengan rutinitas setiap malam bersama teman-teman yang hampir tidak pernah saya lewatkan. Seringkali papa saya datang menelpon saya atau kakak saya untuk meminta maaf dan menanyakan kabar kami, seminggu sekali juga dia datang ke rumah kami ketika mama sedang kerja. Saya dan kakak saya memaafkan papa, tetapi masih ada kepahitan dalam hati saya terhadap dia.

Pertengahan kelas 2 SMA, saya merasa semakin jenuh dengan hidup saya, hanya diisi dengan rutinitas yang tidak karuan, saya merasakan ada yang hilang dalam hidup saya, ada kekosongan di hati saya. Ketika dirumah, dalam keadaan jenuh dan hampa itu, saya bertanya, “Tuhan, kok hidup saya begini sih?? Hampa, datar, kayaknya sia-sia banget hidup saya.”

Beberapa hari kemudian, saya diajak teman saya ke gereja. Saya berpikir, yaa boleh juga, toh saya juga tidak ada kerjaan hari minggu. Akhirnya saya ke gereja bersama teman saya. Di gereja teman saya bercerita bagaimana hidupnya diubahkan oleh Tuhan Yesus, bagaimana Yesus menolong dia. Dia mengajak saya untuk ikut KS pada hari selasa dan saya mengiyakannya.

Setelah pulang dari gereja, sesampainya dirumah saya merenungkan cerita teman saya tadi. Dia juga hidup di keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya sudah berpisah tetapi hidupnya bisa diubahkan oleh Yesus. Saya merenung, dan dalam hati saya minta tolong kepada Yesus untuk pulihkan hidup saya, saya minta Yesus untuk tinggal di hati saya, dan saat itu juga timbul rasa damai di dalam hati saya, seakan-akan kekosongan yang sebelumnya saya rasakan di hati saya itu sudah terisi, dan saya merasakan kelegaan yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan.

Pada hari selasanya, saya mengikuti KS untuk pertama kalinya. Tetapi pada saat itu masih ada keraguan dalam hati saya sehingga minggu-minggu berikutnya saya tidak mengikuti KS lagi. Tetapi setiap minggunya saya mulai rutin ke gereja.

Awal tahun 2012, saya mulai mengikuti KS setiap minggunya, saya mulai merasakan iman saya bertumbuh, saya mulai membaca Alkitab, saya merubah cara hidup saya. Segala rutinitas yang dulu saya lakukan setiap malam saya tinggalkan, saya mulai belajar untuk hidup didalam Kristus.

Tetapi disaat iman saya bertumbuh, iblis kembali mencobai kehidupan saya. Kakak saya memberi tahu saya kalau mama mau menjadi orang muslim. Saya sedih, karena saat itu saya sudah tahu kalau Kristus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan keselamatan. Tetapi saya juga tidak mampu melarang mama saya karena mama saya juga orang yang keras kepala, dia bilang kalau itu iman dia, juga karena di kantornya mayoritas beragama muslim dan temannya mengajaknya untuk menjadi muslim. Tepat pada hari ulang tahun saya yang ke 18, mama saya menjadi seorang muslim.

Tidak sampai 2 minggu setelah ulang tahun saya, di akhir bulan maret, tante saya mendapat telpon yang mengabarkan kalau papa saya kecelakaan motor dan sudah berada di rumah sakit. Saya teringat dulu ketika saya masih SMP, papa saya pernah menelpon berpura-pura menjadi polisi dan mengabarkan kalau papa saya kecelakaan dan kondisinya kritis, tetapi kemudian terdengar suara tertawa papa saya di telpon.

Tetapi kali ini berbeda, papa saya benar-benar kecelakaan dan kondisinya cukup parah. Saya segera berangkat ke rumah sakit bersama kakak saya. Waktu itu, setelah kecelakaan papa saya dibawa ke RS. Hermina Galaxy. Sesampainya di rumah sakit, saya segera menuju ruang UGD, saya melihat papa saya terbaring kesakitan dengan luka luar yang cukup parah di kepala, tangan, kaki, serta dadanya. Darah mengalir melalui selang yang dimasukan ke perutnya melalui tenggorokannya karena adanya pendarahan dalam akibat benturan di perutnya.

Saya memeluk papa saya, dia menyadari kehadiran saya, dan membalas memeluk saya. Tubuh saya bergetar dan saya tertegun sedih, sosok papa saya yang selama ini keras dan kasar, sosok papa yang keras kepala dan benar-benar keterlaluan hingga menimbulkan kepahitan dalam diri saya, kini terbaring lemah menahan sakit di hadapan saya. Entah kenapa saat itu air mata saya tidak mengalir meskipun saya merasa benar-benar sedih.

Kemudian saya bicara didekat telinganya, “Pah, Donny udah maafin papa, Donny udah maafin semua kesalahan papa. Donny minta maaf juga yah pah udah ninggalin papa, papa mau maafin Donny kan?” belum sempat papa saya menjawab, papa saya sudah hilang kesadaran karena luka-lukanya.

Malam harinya papa saya dipindahkan ke RS. Mitra Keluarga dikarenakan tidak adanya peralatan yang memadai di RS. Hermina. Sesampainya di ruang UGD RS. Mitra, papa saya sudah dalam kondisi koma. Kemudian dilakukan CT Scan, dan diketahui kalau ternyata otak sebelah kiri papa saya sudah tertekan ke sebelah kanan karena pendarahan di kepala. Dokter juga tidak bisa melakukan operasi karena tingkat kesadaran papa lemah, sehingga papa harus dirawat di ruang ICU dulu sampai tingkat kesadarannya meningkat.

Setelah masuk ruang ICU, keadaan papa semakin menurun, dia bertahan hidup berkat alat-alat yang terus memompa jantungnya agar bernafas dan juga obat-obatan yang menjaga organ tubuhnya tetap berfungsi. Beberapa teman KS saya datang kerumah sakit dan berdoa bersama untuk papa saya. Setelah 3 hari koma dan bertahan hidup berkat bantuan alat-alat, akhirnya papa saya dinyatakan meninggal. Satu hal yang saya syukuri adalah papa saya sebelumnya telah menerima Yesus dalam hidupnya, dan saya percaya kalau dia kini tinggal bersama-sama dengan-Nya di surga.

Setelah itu banyak pergumulan yang saya hadapi, tetapi semua pergumulan itu dapat saya lalui bersama Tuhan. Saya semakin sering datang KS setiap minggunya, dan saya diberi tanggung jawab oleh teman-teman untuk menjadi cpks.

Mendekati akhir tahun 2012, saya mulai mengikuti ibadah di GKII dan saya merasakan iman saya bertumbuh di gereja ini dan mulai ikut ibadah setiap minggunya.

Tahun 2013 awal, saya menjadi pks di KS saya. terdorong untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan di gereja dan juga karena firman Tuhan, saya akhirnya mendaftarkan diri untuk mengikuti baptisan dan di pertengahan Juni kemarin akhirnya saya di baptis. Walaupun sebelumnya itu menjadi pergumulan buat saya karena keluarga banyak yang tidak setuju, tetapi Puji Tuhan, Tuhan membuka jalan sehingga pada akhirnya saya bisa dibaptis.

Yang mau saya tekankan dari kesaksian ini, seringkali dalam kehidupan, kita merasa kalau masalah yang kita hadapi sangat berat dan kita tidak mampu untuk menghadapinya. Tidak jarang juga kita mengeluh dan bersungut-sungut ketika keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi perlu kita sadari, dibalik semua masalah yang kita alami, keadaan-keadaan yang kita hadapi, semuanya itu diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan kita tetapi Dia tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian menghadapi semuanya itu, Dia berjalan menyertai kita sepanjang hidup kita, seberat apapun masalah kita Dia tidak akan meninggalkan kita. Dan di Roma 8:28 di katakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya.

Dan pertolonganNya sangat nyata saya alami dalam kehidupan saya, bagaimana Dia memakai teman saya untuk menyelamatkan saya, bagaimana Dia mendamaikan hati saya yang tadinya dipenuhi kepahitan dan kekosongan, bagaimana Dia juga membuka mata saya sehingga saya bisa melihat bahwa dalam setiap masalah selalu ada hal bisa disyukuri, bagaimana cara Dia juga merubahkan hidup saya melalui persekutuan dan juga firmanNya yang hidup.

Tuhan selalu punya cara untuk menolong umatNya dan tidak jarang pertolonganNya melampaui akal pikiran kita. Entah apapun masalah yang kita hadapi, yakin dan percayalah bahwa Dia akan mengulurkan tangannya untuk menopang kita dan Dia selalu punya cara untuk menolong kita. Tuhan Yesus memberkati.

Tulisan dikirim oleh Donny Marvine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar