Minggu, 28 Agustus 2016

USIA HIDUPKU TINGGAL SESAAT

Seandainya ada seorang anggota keluarga kita yang sakit keras dan berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mengatakan: “Kuatkanalah hati saudara, karena harapannya sangat tipis sekali.” Apa reaksi saudara ketika mendengar hal tersebut? Ada dua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan yang pertama berontak dan tidak percaya, karena dibawa berobat tentu dengan harapan untuk sembuh. Kemungkinan yang kedua: pasrah pada apa yang akan terjadi, terjadilah asalkan penderitaan si sakit cepat berlalu. Lalu, kalau di antara kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, di tengah-tengah harapan tipis yang hampir menuju pada keputusasaan, ternyata saudara kita yang sakit itu sembuh. Bagaimana pula perasaan kita? Tentunya kita merasakan “sukacita yang tidak dapat digambarkan hanya dengan kata-kata saja.”
Perasaan-perasaan semacam ini dialami oleh Yakobus Karman, ketika berusia muda dan ia adalah seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor. Ia bekerja pada sebuah pabrik farmasi dan memiliki posisi baik di kantornya sehingga secara finansial ia tidak mengalami kesulitan.Waktunya tidak hanya tersita pada pekerjaan tetapi juga tersita bersama teman-teman seperti berjudi dan melakukan hubungan seks. Di tengah kesibukannya, dia tidak merasa bahwa ada bahaya besar menghadang dia.Disinilah awal kehancurannya.Dia mulai merasakan ada sesuatu di lehernya yang kelihatan membengkak.Yakobus menjadi tidak tenang sebab sangat mengganggu pekerjaannya.Ia memeriksakan diri ke dokter dan dokter mengambil langkah pemeriksaan melalui CT scan. Dari hasil pemeriksaan dokter dengan menggunakan alat CT scan, ternyata Yakobus mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening yang berukuran 1,5cm x 1,5cm. Sumsum darah juga diambil sebab kelenjar getah bening ini akan menjalar ke darah.
Pada waktu pengambilan sumsum darah, Yakobus merasakan sakit sehingga dia harus berteriak-teriak karena menahan rasa sakit. Dokter juga menyatakan bahwa kemampuan Yakobus bertahan hidup diperkirakan enam bulan jika memang dia memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Salah seorang anggota keluarga berinisiatif mencari pertolongan lewat paranormal.Sementara paranormal mempersiapkan segala peralatan, Yakobus berbaring dengan tenang dan hanya berharap mudah-mudahan dia sembuh.Proses penyembuhan ini dijalani beberapa jam yang dipenuhi dengan pembacaan mantera.Setelah selesai, paranormal memberitahukan hasil pengobatan bahwa reaksi dari pengobatan ini adalah keluarnya darah yang berarti Yakobus sembuh dari penyakitnya. Beberapa saat kemudian, darah keluar dari tubuhnya dan mendadak Yakobus ketakutan, seperti mau mati rasanya.Harapannya untuk bertahan hidup sirna seketika.Sepertinya tidak ada harapan hidup bagi Yakobus. Keluarganya bingung melihat tingkah Yakobus yang ketakutan.
Pada saat depresi yang berat, Yakobus teringat pergi ke gereja.Kebetulan pada hari itu ada suatu acara kebaktian di gereja.Yakobus mendengar dengan seksama Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapak Pendeta.Tema khotbah pada saat itu ialah “janganlah minta kekayaan, tetapi minta ampun pada Tuhan atas dosa yang telah diperbuat.” Hatinya tersentuh mendengar khotbah itu.Yakobus memberanikan diri maju ke depan mengaku dosa dan mohon ampun dari Tuhan atas segala dosa yang diperbuatnya selama ini.
Selama pengakuan dosa, ia merasa ada pertemuan yang indah bersama Tuhan.Pada saat yang bersamaan, ada sinar memancar yang menerangi dirinya sehingga dirinya terasa panas. Rasa sesak yang dirasakan sebelumnya mendadak hilang. Namun, ada suatu kelegaan yang mengalir dalam dirinya. Pada malam itu ia menjadi tenang, tidak merasa gelisah dan takut seperti hari-hari sebelumnya.Yakobus mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak mau di operasi, sebab ia merasa sehat. Namun ibunya berkeras harus dioperasi. Malam itu adalam malam terakhir saat ia menunggu waktu operasi pada besok hari.
Keesokan harinya, sebelum operasi dimulai, dengan penuh keyakinan bahwa ia menerima kesembuhan dari Tuhan, Yakobus mengatakan pada dokter bahwa dirinya tidak lagi merasa sakit.Dokter tidak percaya yang dikatakan Yakobus sehingga pemeriksaan melalui CT scan dilakukan kembali.Hasil pemeriksaan menunjukan kelenjar getah bening telah hilang dan itu berarti penyakit kanker yang di deritanya sembuh. Dokter tetap tidak percaya melihat hasil pemeriksaan sehingga pemeriksaan dilakukan kembali pada beberapa bulan berikutnya.Hasilnya tetap sama, yaitu kelenjar getah bening hilang dari tubuhnya.Pembengkakan pada leher menjadi kempes.
Akhirnya dokter menyatakan bahwa Yakobus benar-benar sembuh dan operasi tidak jadi dilakukan.Yakobus dan keluarga sangat bersukacita menerima kesembuhan dari Tuhan yang menurut ilmu kedokteran, penyakit yang dideritanya sulit disembuhkan tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sebelas tahun yang silam ia melewati penderitaan ini. Sungguh besar kasih setia Tuhan pada umatNya yang selalu mengingat, meyakini dan menyerahkan diri, hati dan hidup kita pada penyertaan Tuhan.
Sumber Kesaksian:
Yakobus Karman (jawaban.com)

Rabu, 24 Agustus 2016

AKU KEMBALI SEPERTI ANAK KECIL

Apa jadinya kalau seseorang yang telah menginjak dewasa kembali melakukan kegiatan anak kecil yaitu belajar berbicara, belajar berjalan, bahkan kemampuan fisiknya seperti seorang anak kecil. Ketika masih kecil dia dididik sangat keras oleh kakeknya sehingga mempengaruhi mental dan kepribadian dia menjadi seorang yang nakal dan pemberontak. Sampai dia besar perilakunya makin buruk sehingga menjadikan dia sebagai seorang pemakai narkoba, tukang berkelahi, ugal-ugalan, kebut-kebutan di jalan, dan pemain perempuan.
Peristiwa ini dialami oleh Haryanto Budi, yang mengalami kecelakaan bermotor sehingga mengakibatkan lumpuh pada kedua kaki dan tangan serta buta pada kedua matanya.Dia tidak menyangka kalau kecelakaan itu akan mengakibatkan fatal pada dirinya.Kejadian ini dialaminya pada suatu malam, ketika dia sedang mengendarai motor, tiba-tiba dari arah depan ada mobil dan Haryanto tidak dapat menguasai kecepatan motor yang dikendarai sehingga tabrakan itu tidak dapat dihindari. Haryanto terlempar, kepalanya membentur trotoar dan berlumuran darah.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya tak bernyawa lagi. Dia segera dilarikan ke rumah sakit dan dokter segera mengambil tindakan. Dokter tidak dapat berbuat banyak sebab kecelakaan yang dialami Haryanto cukup berat. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Haryanto mengalami geger otak dan harapan hidupnya tinggal duapuluh persen. Seandainya hidup, dia akan mengalami geger otak yang hebat, separuh saraf-saraf dalam tubuhnya tidak berfungsi, penglihatan kabur, kedua kaki dan tangan lumpuh dan tidak dapat berbicara.
Sekarang Haryanto tak berdaya dan semangat hidupnya hilang seketika.Hari-hari kehidupannya dilalui dengan melakukan kegiatan dia pada waktu kecil yaitu belajar berbicara dan belajar berjalan sementara penglihatan dia semakin kabur. Pada saat dia sedang sendiri dan termenung, pikirannya kembali mengingat masa lalunya yang dipenuhi dengan kehidupan ugal-ugalan, kebut-kebutan, perkelahian, pemakai narkoba, dan mempermainkan perempuan. Kini dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini betapa menghancurkan kehidupan dan masa depannya. Dia berjanji akan meninggalkan semua kebiasaan buruknya di masa lalu. Haryanto tetap yakin bahwa masih ada harapan kehidupan dan kesembuhan yang diberikan Tuhan pada dirinya, dan oleh karena itu ia tidak putus asa untuk terus berlatih berbicara dan berjalan walaupun masih gagap dan terus terjatuh.
Pada suatu hari, di saat Haryanto duduk berdoa dan merenungkan kehidupannnya, tiba-tiba dia merasakan kekuatan baru dalam dirinya. Dia mencoba berdiri dan berjalan sambil mencoba berbicara. Memang benar, pada saat itu Haryanto dapat berjalan dan berbicara, penglihatannya juga semakin jelas. Betapa bahagianya Haryanto mengalami kesembuhan. Kebahagiaan dia tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Dia sangat yakin bahwa apa yang dialaminya adalah semata-mata pertolongan Tuhan. Entah dengan apa dia harus mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas segala kasihNya yang tak berkesudahan. Namun yang pasti bahwa dia menempatkan Tuhan yang terutama dalam segala kehidupan dan pergumulan hidup yang dialaminya.
Kini dia dapat melewati masa-masa sulit selama beberapa waktu lamanya dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang baru dengan segala rencana kehidupan dan masa depan yang lebih jelas dan terarah di dalam bimbingan dan penyertaan Tuhan.
Sumber Kesaksian:
Haryanto Budi (jawaban.com)

Selasa, 16 Agustus 2016

KESAKSIAN HIDUP : HIDUPKU DIPERBAHARUI MELALUI RETRET PENYEMBUHAN LUKA BATIN



Saya juga pernah ikut retret penyembuhan luka batin di Tumpang. Waktu itu saya belum dibabtis (masih katekumen), jadi agak ngga ngerti karena saya tidak tahu apa yang harus saya minta untuk disembuhkan. Sesuai perkataan suster, "Bagi yang tidak mengetahui ada luka batin apa, mohonlah agar Yesus sendiri yang mengangkatnya." Jadi saya hanya berdoa, "Ya Tuhan, saya betul-betul tidak tahu saya ada luka batin apa, tolong Engkau sendiri yang menyembuhkannya." Kalimat itu terus yang saya doakan. Tiba-tiba muncul gambaran / bayangan akan papa, saya bingung kenapa dengan papa. Berikutnya muncul gambaran saat raport saya dilempar ke lantai sewaktu saya SMA (karena saya rangking 10) dan bagian-bagian lain saat saya minta ijin ke mana-mana selalu tidak boleh. Pokoknya papa selalu "mengekang" saya harus belajar dan belajar. Memang sewaktu SMP-SMA saya sering merasa dikekang tidak seperti saudara-saudara yang lain. Kalau mau keluar harus dengan kakak / adik, kalau cuma dengan teman tidak bakalan boleh. Semua bilang kalau saya anak kesayangan papa. Waktu itu saya pikir "kalau sayang kan seharusnya dimanja bukan dikerasi?" Tetapi setelah saya kuliah dan jauh dari ortu, saya mendapat suatu kesadaraan kalau semua itu disebabkan sewaktu saya masih bayi berumur 1 bulan, saya harus menjalani operasi kepala yang cukup besar. Dengan berat yang cuma 2.5 kg tentu saja ortu saya khawatir setengah mati.

Saya pikir saya sudah bisa menerima segala sikap over protektif papa saya dan selesai dengan semua kejengkelan-kejengkelan saya. Ternyata itu merupakan luka batin yang sangat dalam. Dalam retret itu saya mengampuni papa (walaupun sebenarnya papa tidak bersalah). Hubungan saya dengan papa menjadi "ayem", just flow.... saya merasakan bahwa memang perhatian (sayang) sayang papa lebih besar kepada saya dibanding saudara yang lain dan papa tidak terlalu membatasi saya lagi.

May my father rest in peace. Tuhan Yesus ampuni segala dosa-dosanya dan terimalah papa disisiMU.


Kesaksian ditulis oleh Theresia Lindawati


Jumat, 12 Agustus 2016

PESAN YESUS KRISTUS DI AKHIR ZAMAN



TAHUN 2016 : TAHUN PEPERANGAN

Kesaksian oleh Angelo Paul Baan

Diberkatilah setiap mata yang membaca kesaksian ini dan menerima ini sebagai suatu kebenaran.

Syalom, minggu dini hari tanggal 3 Januari 2016 Pkl 02:30 WITA sebelum tidur saya melakukan doa seperti biasanya di kamar, disaat saya berdoa tiba-tiba jamahan dan lawatan begitu terasa didalam roh saya, didalam keheningan saya pun sampai bersujut seorang diri sampai Pkl.06:30 Pagi, ruangan kamar saya tiba-tiba begitu terang sampai semuanya menjadi putih bersih, dan mendadak ada suara yang saya sudah mengenal baik suara berwibawa itu "selamat memasuki tahun yang baru anakku, bersiaplah ini TAHUN PEPERANGAN", sontak saya kaget mendengar ada perkataan TAHUN PEPERANGAN, dan Tuhan pun menjelaskan secara detail kepada saya.

Kata Tuhan "ketahuilah anakku, ditahun ini benar-benar tahun peperangan, tidak ada waktu lagi bagi kalian orang percaya untuk beristirahat apalagi bermain, siapa yang bermain dan tidak memiliki kelengkapan senjata Allah maka mereka akan gugur dalam peperangan ini. Sebab materai keenam akan segera terbuka, materai keenam berbicara soal penghukuman tentang dunia ini, didalam materai keenam berbicara tentang 7 sangkakala dan 7 cawan murka Allah." Mendengar itu saya semakin ketakutan.

Tuhan Yesus pun berbicara kepada saya "di tahun ini akan ada serangan lebih besar dibenua Eropa yang membuat suasana dunia semakin kacau balau dan ditahun ini akan lebih banyak kasus kekeringan dimana - mana, sebab istilah dalam FirmanKu tentang secupak gandum sedinar akan semakin digenapi, ladang ladang akan mengalami kekeringan yang berpengaruh pada perekonomian dunia." Mendengar itu semua saya semakin ketakutan. Dan Tuhan pun melanjutkan "bencana alam akan banyak terjadi, gunung-gunung berapi akan aktif kembali diberbagai negara, gempa bumi bahkan tsunami akan terjadi ditahun ini. Berjaga jagalah dan gunakan lah selengkap senjata Allah..sebab di tahun ini pula akan ada penyakit baru yang akan menggemparkan dunia, virus itu adalah buatan si jahat yang ingin membinasakan kalian khususnya anak anak Tuhan." Saya pun hanya terdiam dan mengucap syukur sembari berkata "jadilah seturut dengan kehendakMU ya Bapa, kami berserah dan berpasrah hanya kepadaMU.

Tuhan pun berkata kepada saya "ditahun ini adalah TAHUN MEMBAYAR HARGA, khususnya kepada mereka yang sudah mengenal AKU dan mengetahui KEBENARAN namun masih bermain, mereka akan segara aku tegur bahkan bisa berujung maut sebab itu lah yang dinantikan iblis untuk menggiring kalian dalam kebinasaan seperti yang tertulis didalam firmanKU Ibrani 10:26 sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka."

Saudara saatnya menjalani tahun ini benar-benar dalam takut akan Tuhan, jangan biarkan dirimu binasa secara perlahan, jangan biarkan rohmu tertidur dan jangan biarkan kamu terhilang dari hadapanNya. Mari cari terus Tuhan dan kebenaranNya selagi Tuhan masih berkenan untuk dihampiri, mari selalu datang dihadapanNya..2016 akan menjadi tahun yang berat namun bagi mereka yang hidup takut akan Tuhan maka Tuhan akan permudahkan jalan jalanmu..syalom Tuhan Yesus memberkati kita semua!







Senin, 08 Agustus 2016

SAKIT MATA SEJAK LAHIR

Siapa yang tidak mendambakan anak atau cucu lahir dengan selamat tanpa mengidap suatu penyakit? Apalagi jika sebuah keluarga sedang menantikan anak atau cucu pertama.Yang ada dalam hari-hari penantian mereka adalah anak yang lucu dan sehat sehingga semakin melengkapi sukacita dan kebahagiaan keluarga.
Berbeda dengan situasi keluarga Hendrik ketika menerima kehadiran anak pertama dalam keluarga mereka. Anak ini diberi nama Amelia. Pada waktu kelahirannya, dia memiliki kelainan pada mata yaitu selalu mengeluarkan air dan kotoran dari mata sehingga mengganggu penglihatannya. Setiap pagi, ibu dan bapaknya membersihkan mata Amelia agar bisa terbuka dan melihat. Berbagai pengobatan melalui beberapa dokter telah dijalani namun tidak memberikan hasil kesembuhan. Sampai Amelia menginjak usia dua setengah tahun, penyakitnya bertambah parah. Amelia di bawa pada seorang dokter ahli mata. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata terjadi penyumbatan pada mata Amelia. Dokter segera mengambil tindakan pada Amelia dengan menusuk sisi mata Amelia.Walaupun telah menjalani pengobatan melalui dokter ahli, tetap juga tidak membawa perubahan. Usaha mereka telah mencapai batas maksimal kemampuan seseorang sehingga mereka sempat putus asa. Kemana lagi mereka harus membawa Amelia untuk mendapatkan pengobatan yang sempurna?
Tetapi ada yang sangat mengasihi Amelia yaitu nenek Amelia atau ibu Bertha yang sekaligus mengingatkan orang tua Amelia agar jangan putus asa, sebab pasti masih ada jalan keluar di luar kuasa dokter yaitu Sang pencipta dan pemilik manusia. Manusia tidak sanggup melakukannya tetapi didalam Dia semua beban penderitaan dan pergumulan manusia menjadi hilang. Nenek Amelia mengajak orang tua Amelia menghadiri suatu ibadah.
Selama ibadah berlangsung, orang tua Amelia mengikuti dengan seksama firman Tuhan dan doa yang disampaikan oleh pendeta. Ibadah itu merupakan moment penting bagi orang tua Amelia membawa segala pergumulan yang dihadapi keluarga mereka.Jika selama ini orang tua Amelia sempat melupakan Tuhan, maka dalam ibadah saat itu mereka juga diingatkan bahwa hanya kuasa Tuhan segala sesuatu dapat terjadi. Dan lebih khusus lagi, kiranya Amelia menerima jamahan kasih Tuhan atas penyakit yang dialaminya saat ini.
Orang tua dan nenek Amelia kembali ke rumah membawa roti dan anggur untuk mengadakan perjamuan kudus bersama Amelia. Nenek Amelia memimpin perjamuan sambil mengajari Amelia berdoa mengikuti doa yang diucapkan neneknya.Dengan penuh ketulusan dan kepolosan seorang anak kecil datang bersujud pada Tuhan memohon pertolonganNya.Bukan pada saat itu saja Amelia dibimbing dan dibesarkan di dalam Tuhan, tetapi seluruh hidup dan sepanjang kehidupannya berada dalam naungan kasih Tuhan. Hari demi hari penyakit mata Amelia sembuh total. Air dan kotoran tidak lagi keluar dari mata.
Semua yang terjadi dalam keluarga Hendrik adalah semata-mata karya Tuhan. Kini Amelia berusia tujuh tahun dan merupakan cucu pertama dari ibu Bertha yang tumbuh menjadi anak yang periang dan cerdas baik di sekolah maupun di rumah.
Sumber Kesaksian:
Kel. Hendrik / Amelia (jawaban.com)

Kamis, 04 Agustus 2016

MUJIZAT KESEMBUHAN PADA BAYI YANG HAMPIR MATI

Ini adalah kisah seorang bayi di pintu kematian, kisah mukjizat tentang Ethan Stacy. Pada waktu kedua orangtua Ethan melangkah sepanjang jalan di pekuburan untuk melihat tempat untuk mengubur bayi mereka, Ethan Stacy, yang tinggal menunggu kematian dalam hitungan hari. Ethan sudah dirawat oleh perawat spesialis bagi pasien-pasien yang akan meninggal (hospice nurse). Kondisi kesehatan tubuhnya menurun dengan cepat.

Menurut penjelasan Dr. Melissa Rhodes, Ethan menderita sakit kanker darah jenis Acute Myeloid Leukemia (AML). Ia bertugas di bagian Onkologi di RS Anak Vanderbilt di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, dan menjadi salah satu dokter yang merawat Ethan. “Anak-anak yang terlahir dengan penyakit leukemia biasanya tidak akan bertahan hidup lama,” kata Dr. Rhodes. “Pengobatan terbaik yang dapat kami lakukan adalah mengobati Ethan dengan kemoterapi yang berat dan itupun tidak menjamin apakah ia dapat disembuhkan.” Sesungguhnya, kemoterapi itu ibarat racun bagi bayi-bayi yang baru dilahirkan sehingga para dokter memberi pilihan kepada orangtua Ethan untuk menolak kemoterapi bagi anak mereka.

Setelah dua minggu di RS, Chad dan Mandy, orangtua Ethan, mengambil keputusan yang berat untuk membawa bayi mereka pulang ke rumah. “Kemo itu dapat membunuh bayi kita,” kata Chad. “Banyak risikonya.”

“Kami pulang ke rumah dan saya ingat sedang berbaring di ranjang sambil berdoa,” kata Mandy, “Saya katakan, ‘Tuhan, berilah kami jawaban,’ Kami berdua bangun tidur pada keesokan hari dan kami sepakat, ‘Tidak, kami tidak akan membiarkan Ethan dikemo.’” Kebanyakan dokter di RS Vanderbilt mendukung keputusan mereka. “Kami bayangkan jika Ethan memang terkena jenis leukemia yang kami duga, bahkan dengan pengobatan melalui kemoterapi dengan dosis penuhpun mungkin tidak akan menolong Ethan,” kata Dr. Rhodes. “Karena alasan itulah kami menghormati keputusan keluarga itu.”

Setelah beberapa hari di rumah, bayi Ethan mengeluarkan bintik-bintik, yang sangat umum bagi para bayi yang terkena infeksi. Oleh karena itu mereka membawa kembali Ethan ke RS. Itulah saatnya ketika tumor mulai menampakkan diri. “Kami mendapati ada tonjolan di betisnya,” kata Mandy. “Kami memanggil dokter, dan mereka memberitahu bahwa itu mungkin gumpalan darah atau tumpukan sel leukemia, yang disebut ‘chloroma’.” Tumor-tumor lain mulai muncul di bagian tubuh Ethan yang lain, seperti kaki, tangan, dan lengannya.

“Leukemia itu sendiri artinya kanker darah, suatu penyakit darah,” jelas Dr. Rhodes. “Tetapi jenis leukemia AML ini dapat menyebar ke dalam jaringan kulit. Itulah yang kami percaya sedang dialami oleh Ethan. Ia sesungguhnya terkena leukemia di dalam kulitnya, di tangan dan kakinya, selain di dalam liver dan limfanya. Jadi, tubuh Ethan menunjukkan bahwa penyakitnya sudah mencapai stadium lanjut.”

Saat itu Ethan sudah berumur tiga minggu, dan kondisi kesehatannya sangat menurun. Ia tidak mau makan dan mulai mengalami gangguan tidur. “Sang perawat memberitahu saya bahwa Ethan mungkin akan mengalami apa yang disebut ‘sepsis’, yaitu infeksi di seluruh tubuh, yang bisa berakibat kematian dalam damai atau pendarahan hebat,” demikian kenang Mandy. “Saya mungkin akan melihat darah di dalam popoknya atau mungkin keluar darah dari telinganya. Bahkan saya begitu takut membuka popok untuk menggantikannya.

Setiap perawat datang, Chad dan Mandy merasa mereka sudah ada di titik akhir dan para sahabat terus berdoa, sambil memercayai Allah untuk melakukan hal-hal yang mustahil. Saya ingat pada suatu saat saya menimangnya sambil bernyanyi, ‘Open the eyes of my heart, Lord. I want to see You’,” kata Mandy. “Saya tahu bahwa sekiranya saja saya memfokuskan pikiran saya kepada Kristus, maka itulah satu-satunya cara untuk melewati semua ini.”

Pada malam ketika Ethan menghadapi krisis kesehatannya, terjadilah sesuatu. “Larut malam itu Mandy mulai memberi Ethan makan, dan Ethan mulai menyedot botol minumannya sedikit demi sedikit,” tutur Chad. Keesokan harinya, Ethan sedikit lebih kuat... Tetapi apakah ini hanya merupakan pemulihan sebelum kematian?

Mandy berkata, “Saya ingat saya sedang duduk di meja dapur dan berkata, ‘Saya percaya Allah sedang menyembuhkan Ethan. Saya dapat melihat Allah sedang bekerja.’ Kemudian Ethan mulai menjadi semakin baik secara bertahap. Dan selama minggu berikutnya, kami memberi minum susu enam ons setiap tiga jam.” Selama dua minggu berikutnya, Ethan semakin pulih! Dan ketika Mandy membawa Ethan kembali ke RS Vanderbilt untuk memeriksakan darah Ethan, kadar trombositnya sudah mencapai 415,000, yaitu ada dalam batas normal, padahal sebelumnya pernah mencapai titik terendah 39,000.”

Hal ini membingungkan Dr. Rhodes dan para dokter sejawatnya. “Semula Ethan sangat parah sakitnya dan kemudian dengan tiba-tiba ia menjadi semakin sehat. Jadi, kami ingin memeriksa lebih lanjut. Kami melakukan test sumsum tulang, yang menunjukkan tiadanya bekas leukemia. Tumor-tumor itu secara bertahap menghilang dalam hitungan seminggu atau lebih. Hal ini sungguh sesuatu yang luar biasa untuk disaksikan.”

Chad dan Mandy tahu bahwa mereka telah menyaksikan suatu mukjizat ketika mereka melakukan biopsi ulang terhadap sumsum tulang di bulan Juli dengan hasil sama yang memuaskan. Hari ini Ethan Stacy sudah berusia dua tahun, yang suka bermain-main dengan ayah dan kakak perempuannya, Kaylee. Tak diragukan lagi bahwa keluarga Stacy sangat bersyukur kepada Tuhan. “Doa-doa dari para sahabat dan anggota jemaat itu sangat berarti bagi kami,” tutur Chad. Mandy turut mengiakan. “Sungguh mengagumkan punya Allah yang dahsyat seperti itu...Saya tak habis mengerti akan mukjizat demi mukjizat itu. Saya tak sabar melihat apa yang Allah sediakan bagi Ethan selanjutnya karena saya tahu bahwa ada sesuatu yang hebat telah disediakan baginya.”

Copas : kesaksianrohani.blogspot.co.id