Selasa, 13 September 2016

ANUGERAH TUHAN MENYATUKAN KAMI






Saya seorang ibu beranak satu yang berasal dari keluarga non kristen. Semenjak saya hamil 7 bulan, suami tidak lagi mempedulikan dan pergi bersama istri temannya. Saya ditinggal di rumah kontrakkan tanpa sedikit pun uang. Saat itu, saya tidak dapat berbuat apa-apa selain berdoa dan memohon pertolongan Tuhan Yesus karena kehamilan saya semakin besar. 
Akhirnya Tuhan Yesus mengirim hambanya untuk membawa pergi dari Jakarta yang kemudian ditampung di salah satu gereja di Bekasi. Ketika kandungan saya berusia 8 bulan, gereja tempat menampung saya tidak lagi memiliki dana untuk membantu persalinan, sehingga ibu Gembala Sidang menyarankan agar saya tinggal di Panti Asuhan. 
Saya menyetujuinya. Tetapi persyaratan di Panti sangat memberatkan saya yaitu ketika anak saya lahir, maka anak tersebut menjadi milik Panti untuk diadopsi orang lain. Peraturan ini sangat bertentangan dengan hati nurani saya, karena secara hukum anak yang saya kandung bukan menjadi anak saya. 
Namun demikian, saya mempunyai keyakinan kalau Tuhan pasti akan membuka jalan sehingga dia menjadi milik saya. Pada tanggal 23 Juni 2004, saya melahirkan bayi perempuan yang sangat putih dan sehat. Saya hanya memiliki waktu 3 hari setelah persalinan maka saya harus meninggalkan bayi saya dan tidak pernah melihatnya lagi. 
Naluri keibuan saya menjerit dan tidak tega meninggalkan bagi tersebut kepada orang lain. Dengan mengandalkan kekuatan dari Tuhan, saya yakin dapat mengalahkan undang-undang yang dibuat manusia melalui doa dan puasa. 
Puji Tuhan, akhirnya Tuhan mengijinkan saya membawa anak saya pulang ke Solo. Sesampai di Solo, semua keluarga tidak ada yang mempedulikan karena saya seorang Kristen. Karena kebencian mereka, saya tidak diijinkan memakai air, listrik dan kasur meskipun mereka tahu anak saya hanya tidur beralas tikar. Keadaan ini tidak membuat saya undur dari Tuhan Yesus, tetapi semakin dekat dengan Tuhan. 
Puji Tuhan, pada suatu hari Minggu, Tuhan menggerakkan hati seorang ibu untuk mengajakku beribadah di suatu gereja. Di dalam gereja ini saya bertanya kepada Tuhan apakah saya layak beribadah di gereja sebesar ini. 
Tiba-tiba saya mendengar suara yang meminta saya tidak minder. Tuhan memang baik, baru 6 bulan saya beribadah di gereja ini, mujizat Tuhan Yesus menyembuhkan benjolan di telinga anak saya melalui KKR 10 hari tahun 2005. 
Tuhan Yesus memang hakim yang adil, Dia sanggup memenangkan saya disaat saya butuh pertolongan dan mujizat. Meskipun hidup saya terbuang dari keluarga dan suami yang meninggalkan saya, saya tetap beruntung karena mempunyai Tuhan yang tidak pernah meninggalkan saya. Tuhan memberkati. Amin. 
Debora Riyanti N
sumber : pendoasion.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar